Skip to main content

Full text of "(Aqidah) Dosa Dosa Besar Oleh Imam Adz Dzahabi"

See other formats


dosa-dosa 


PENJABARAN  TUNTAS  70  DOSA  BESAR 
MENURUT  AL-QUR’AN  DAN  AS-SUNNAH 


, iaKhniHa(i,B 


DOSA-DOSA 

BESAR 

Judul  Asli: 

Al-Kabair 

Penulis: 

Syamsuddin  Muhammad  bin  ‘Utsman  bin  Qaimaz  At-Turkmaniy  Al- 
Fariqiy  Ad-Dimasyqiy  Asy-Syafi'iy 

Penerbit: 

Maktabah  Al-Malik  Fahd  Al-Wathaniah 


Penerjemah:  Abu  Zufar  Imtihan  Asy-Syafi’i,  Editor:  Abu  Fatiah  Al- 
Adnani,  Qosdi  Ridlwanullah,  Desain  Cover:  Naka’s  Abee,  Layout: 
Azus,  Penerbit:  Pustaka  Arafah  - Solo,  Cetakan:  V.  Mei  2007. 


Perpustakaan  Nasional  RI  : Katalog  Dalam  Terbitan  (KDT) 

Dosa-dosa  Besar  / Syamsuddin  Muhammad  bin  ‘Utsman  bin  Qaimaz  At-Turkmaniy  Al-Fariqiy  Ad- 
Dimasyqiy  Asy-Syafi'iy  ; penerjemah,  Abu  Zufar  Imtihan  Asy-Syafi’i  ; Penyunting,  Abu  Fatiah  Al- 
Adnani,  --  Solo  : Pustaka  Arafah,  2007. 

418  hlm.  ; 24  cm. 

Judul  asli  : Al-Kabair 

ISBN  978-979-3746-61-6 


Ds:i>%a  Besar 


I 

http://www.eboobimislimgratis.blogspot.co.id 


Pengantar 


Alhamdulillah... 

Keberadaan  sebuah  masyarakat  yang  hidup  didampingi  oleh 
seorang  nabi  tentunya  berbeda  dengan  mereka  yang  jauh  dari  nabi. 
Semakin  jauh  jarak  sebuah  umat  dengan  nabi  mereka,  maka  semakin 
beragam  pula  bentuk  penyimpangan  mereka.  Jikalau  ada  suatu  kaum 
yang  hidup  dengan  nabi  mereka  namun  justru  penyimpangan  mereka 
teramat  parah,  mungkin  hanya  umat  Bani  Israel  saja  yang  mengala- 
minya. Di  satu  masa  yang  jumlah  nabi  mereka  mencapai  ratusan  ribu, 
justru  mereka  berada  pada  puncak  penyimpangan  dan  pelanggaran. 
Ada  sebuah  riwayat  yang  menyebutkan  bahwa  diantara  pemimpin 
mereka  ada  yang  pernah  membunuh  70.000  nabi  hanya  dalam  sehari. 
Demikianlah  dosa  terbesar  yang  pernah  terjadi  pada  Bani  Israel. 

Pada  umat  selain  mereka  kita  dapatkan  bahwa  dosa  terbesar  yang 
menimpa  mereka  adalah  syirik  kepada  Allah,  mulai  dari  Nabi  Nuh, 
Ibrahim,  Hud,  Yusuf  hingga  nabi  terakhir  Muhammad  Termasuk 
didalamnya  perbuatan  zina,  judi,  khamr  dan  dosa-dosa  besar  lainnya. 
Dalam  hal  ini  al-Qur'an  banyak  bercerita  tentang  mereka  dan  nasib 
akhir  yang  bakal  mereka  temui  kelak  di  hari  kiamat  berupa  adzab  yang 
amat  pedih  yang  tak  terperikan. 

Tidak  dipungkiri  bahwa  umat  Islam  hari  ini  adalah  umat  yang 
jaraknya  paling  jauh  dari  nabi  mereka,  dan  kita  sadari  bahwa  kondisi 
mereka  secara  umum  benar-benar  telah  jauh  dari  tuntunan  yang  dibawa 
oleh  Rasulullah  Secara  kwalitas  maupun  kwantitas  tidak  kita 
dapatkan  pelanggaran  dan  dosa  yang  dilakukan  oleh  manusia  di 
sepanjang  masa  yang  lebih  parah  dari  zaman  ini,  bahkan  dosa-dosa 
besar  sudah  menjadi  aktivitas  rutin  mereka  sehari-hari.  Diantara  mereka 
yang  berbuat  ada  yang  tidak  mengerti  hukum  dan  akibatnya,  dan  ada 


Pengantar  Penerbit  ►►  5 


pula  yang  telah  mengerti  namun  meremehkannya,  padahal  jelas  bahwa 
semua  dosa  besar  merupakan  penyebab  siksa  dan  ancaman  di  akhirat 
yang  tak  seorangpun  mengetahui  kedahsyatannya  kecuali  Allah  . 

Rasulullah  telah  menjabarkan  secara  terperinci  akan  berbagai 
aosa  yang  akan  mencampakkan  manusia  ke  dalam  kebinasaan  yang 
cekal.  Banyak  diantara  ulama  baik  salaf  maupun  khalaf  yang 
mengumpulkan  hadits-hadits  tentang  dosa  besar  dan  agar  senantiasa 
waspada  dan  berhati-hati  agar  tidak  terjerumus  dalam  murka  Allah 
dan  laknat-Nya  yang  mengerikan. 

Diantara  kitab  yang  menjelaskan  tentang  dosa-dosa  besar  secara 
detail  dan  lengkap  adalah  apa  yang  ditulis  oleh  seorang  ulama  salaf, 
Imam  Syamsuddin  Adz-Dzahabi.  Kitab  beliau  yang  mengupas  dosa- 
dosa  besar  “Al-Kabair”  termasuk  diantara  kitab  yang  paling  banyak 
mendapatkan  perhatian  para  ulama  didalam  mengambil  rujukan. 

Kitab  Al-Kabair  merupakan  karya  beliau  yang  mula-mula  beliau 
tulis  khusus  bagi  “pembaca  khusus”.  Di  dalam  kitab  ini  beliau 
menampilkan  topik-topik  yang  menarik  bagi  mereka  serta  memberi 
manfaat  bagi  dien  dan  dunia  mereka.  Dengan  bahasa  yang  mudah 
dipahami,  Adz-Dzahabi  mampu  menjelaskan  bagian-bagian  yang  sulit, 
yang  biasa  didapati  dalam  kitab-kitab  ilmiyah  yang  membahas  topik 
khusus,  buah  karya  para  ulama  dan  para  pencari  ilmu. 

Ungkapan-ungkapan  beliau  dalam  kitab  ini  laksana  petuah  seorang 
“wa’izh  mursyid”  (pemberi  peringatan  nan  bijak)  yang  menceritakan 
kemashlahatan  manusia  dan  meluruskan  aqidah  serta  perilaku  mereka. 
Adz-Dzahabi  memaparkan  semua  pembahasan  dengan  bahasa  yang 
sederhana,  mudah  dipahami,  jelas  dan  menarik.  Beliau  menjauhi  hal- 
hal  yang  rumit,  samar  dan  dibuat-buat.  Maka  jadilah  kitab  ini  berguna 
bagi  para  khatib,  pemberi  peringatan,  pemberi  petuah  bagi  orang-or- 
ang yang  lalai  dan  bingung,  serta  menjadi  teguran  bagi  ahli  maksiat 
dan  orang-orang  yang  menyimpang.  Selain  itu  ia  juga  menjadi  penuntun 
bagi  orang-orang  yang  memiliki  tekad  membaja  didalam  menempuh 
jalan  Allah,  jalan  al-haq,  jalan  kebenaran. 

Kami  suguhkan  terjemahan  buku  ini  ke  hadapan  pembaca  dengan 
harapan  bahwa  kami  memiliki  andil  dalam  mengingatkan  kepada 
manusia  akan  bahaya  dosa-dosa  ini.  Semoga  keberadaan  kitab  ini 
mampu  mengingatkan  kita  agar  senantiasa  waspada  dan  berhati-hati 
dalam  meniti  hidup  yang  penuh  dengan  ujian.  Amin 


6 


Dl'sa 

DJ'sa 


Besar 


Beliau  adalah  Syamsuddin  Muhammad  bin  ‘Utsman  bin  Qaimaz 
At-Turkmaniy  Al-Fariqiy  Ad-Dimasyqiy  Asy-Syafi'iy  yang  lebih  masyhur 
dengan  Adz-Dzahabi. 

Beliau  dilahirkan  di  Damaskus  pada  tahun  673  H/  1274  M. 

Beliau  menuntut  ilmu  dari  para  Syaikh  di  negeri  Syam,  Mesir,  dan 
Hijaz.  Beliau  juga  mengunjungi  berbagai  negeri  untuk  tujuan  ini.  Beliau 
memiliki  kapabilitas  yang  tinggi  dalam  berbagai  disiplin  ilmu; 
khususnya  qira’at  Al-Qur’an  dan  Hadits.  Kenalan-kenalan  beliau 
mengakui  hafalan  beliau.  Beliau  digelari  dengan  ‘Imamul  Wujud  Hifzhan' 
(imamnya  semua  yang  ada  dalam  hal  hafalan),  'Syaikhul  jarhi  wat  Ta’dil' 
(pakar  dalam  menilai  ketsiqqahan  perawi),  dan  ‘Rajulur  Rijal  fi  kulit 
Sabil’  (satu  dari  seribu  orang  dalam  seluruh  disiplin  ilmu).  Suara  beliau 
terdengar  sampai  ke  ufuk  dan  para  penuntut  ilmu  dari  berbagai  negeri 
pun  menimba  ilmu  dari  beliau. 

Dalam  kitab  Mu'jam  karya  beliau,  tercatat  seribu  tiga  ratus  syaikh 
yang  darinya  beliau  sempat  mengkaji  ilmu  dari  mereka,  juga  yang  beliau 
ajari  dan  beliau  bacakan.  Di  antara  mereka  adalah  para  ulama  besar 
yang  terkenal  dan  para  pengarang  yang  ternama. 

Semasa  hidup,  beliau  sempat  mengayahi  beberapa  jabatan  ilmiah 
di  Damaskus.  Namun  sejak  penglihatan  beliau  buta  pada  tahun  741  H. 
beliau  menghentikan  diri  dari  aktivitas  ta’lif  (menulis  buku).  Beliau 
mencukupkan  diri  dengan  mengajar  sampai  ajal  menjelang  pada  har: 
ketiga  bulan  Dzulqa’dah  747  H/  1348  M.  Beliau  dimakamkan  c; 
pekuburan  Al-Bab  Ash-Shaghlr’  di  Damaskus. 

Imam  adz-Dzahabiy  mewariskan  karya-karya  ilmiah  yang  agung. 
Beliau  menuliskannya  dalam  buku-buku  beliau  yang  berjumlah  sekitar 


Biografi  Penulis  ►►  7 


90  buah,  mencakup  bidang  hadits,  sejarah,  biografi,  dan  sebagainya. 
Karya  terbesar  beliau  adalah  Tarikhul  Islam,  Siyarul  A’lam,  Mizanul  l’tidal, 
Al-Musy tabah  fi  Asma’ ir  Rijal,  Tajridul  Ushul  fi  Ahaditsir  rasul,  dan  masih 
banyak  yang  lainnya.  Hampir  semua  kitab  beliau  tercetak  dan  tersebar. 

Karya-karya  Adz-Dzahabi  sudah  banyak  diperbincangkan  oleh  para 
ulama  dahulu  dan  sekarang.  Mereka  juga  telah  menulis  berbagai  artikel 
dan  kajian  tentang  beliau  yang  dimuat  dalam  risalah-risalah  dan  majalah- 
majalah,  baik  yang  berbahasa  Arab  maupun  yang  ber-bahasa  asing. 
Semuanya  mengakui  ketinggian  ilmu  dan  keutamaan-nya.  Karya-karya 
ilmiyah  yang  diwariskan  oleh  beliau  banyak  mendapat  pujian  dan  telah 
memberi  manfaat  bagi  generasi  semasa  beliau  dan  generasi-generasi 
sesudahnya  sampai  sekarang. 

Kitab  Al-Kabair  merupakan  karya  beliau  yang  mula-mula  beliau 
tulis  khusus  bagi  ‘pembaca  khusus’.  Di  dalam  kitab  ini  beliau 
menampilkan  topik-topik  yang  menarik  bagi  mereka  serta  memberi 
manfaat  bagi  dien  dan  dunia  mereka.  Dengan  bahasa  yang  mudah 
dipahami,  Adz-Dzahabi  mampu  menjelaskan  bagian-bagian  yang  sulit, 
yang  biasa  didapati  dalam  kitab-kitab  ilmiyah  yang  membahas  topik 
khusus,  buah  karya  para  ulama  dan  para  pencari  ilmu. 

Ungkapan-ungkapan  beliau  dalam  kitab  ini  laksana  petuah  seorang 
‘wa'izh  mursyid’  (pemberi  peringatan  nan  bijak)  yang  mencitakan 
kemaslahatan  manusia  dan  meluruskan  aqidah  serta  perilaku  mereka. 
Adz-Dzahabi  memaparkan  semua  pembahasan  dengan  bahasa  yang 
sederhana,  mudah  dipahami,  jelas,  dan  menarik.  Beliau  menjauhi  hal- 
hal  yang  rumit,  samar,  dan  dibuat-buat.  Maka  jadilah  kitab  ini  berguna 
bagi  para  khatib,  pemberi  peringatan,  pemberi  petuah  bagi  orang- 
orang  yang  lalai  dan  bingung,  serta  menjadi  teguran  bagi  ahli  maksiat 
dan  orang-orang  yang  menyimpang.  Selain  itu  ia  juga  menjadi  penuntun 
bagi  orang-orang  yang  memiliki  tekad  membaja  di  dalam  menempuh 
jalan  Allah,  jalan  al-haq,  jalan  kebenaran. 


8 D:o%n  Besar 


Pengantar  Penerbit  — 5 
Biografi  Penulis  — 7 
Daftar  Isi  — 9 


DOSA-DOSA  BESAR  — 13 

01.  SYIRIK  (Mempersekutukan  Allah)  — 17 

02.  MEMBUNUH  — 23 

03.  SIHIR  — 29 

04.  MENINGGALKAN  SHALAT  — 33 

05.  TIDAK  MEMBAYAR  ZAKAT  — 53 

06.  BERBUKA  DI  SIANG  HARI  PADA  BULAN  RAMADLAN 
TANPA  UDZUR  — 61 

07.  MENINGGALKAN  HAJI  PADAHAL  MAMPU  — 63 

08.  MENDURHAKAI  ORANG  TUA  — 65 

09.  MEMUTUS  HUBUNGAN  KERABAT  — 77 

10.  ZINA  — 81 

11.  LIWATH  (HOMOSEKS)  — 89 

12.  RIBA  — 99 

13.  MEMAKAN  HARTA  ANAK  YATIM  DAN  MENZHALIMINYA 

— 105 

14.  BERBUAT  DUSTA  TERHADAP  ALLAH  DAN  RASULULLAH 

— 113 

15.  MELARIKAN  DIRI  DARI  MEDAN  PERANG  — 115 

16.  PEMIMPIN  PENIPU  DAN  PENGANIAYA  RAKYAT  — 117 


Daftar  Isi  ►►  9 


17.  SOMBONG  DAN  YANG  SEJENISNYA  — 125 

18.  KESAKSIAN  PALSU  — 129 

19.  MINUM  MINUMAN  KERAS  — 131 

20.  BERJUDI  — 145 

21.  MENUDUH  WANITA  MUKMINAH  BERBUAT  ZINA  — 151 

22.  GHULUL  TERHADAP  HARTA  GHANIMAH,  BAITUL  MAL 
DAN  ZAKAT  — 155 

23.  MENCURI—  159 

24.  MENYAMUN  — 165 

25.  SUMPAH  PALSU  — 167 

26.  BERBUAT  ANIAYA  — 173 

27.  MEMUNGUT  CUKAI  — 191 

28.  MEMAKAN  BARANG  HARAM  — 195 

29.  BUNUH  DIRI  — 201 

30.  BANYAK  BERDUSTA  — 205 

3 1 . HAKIM  YANG  JAHAT  — 213 

32.  MENERIMA  SUAP  — 217 

33.  PEREMPUAN  MENYERUPAI  LELAKI  DAN  SEBALIKNYA  — 
221 

34.  LELAKI  YANG  MEMBIARKAN  ISTRINYA  BERBUAT  SERONG 
(j DAYYUTS ) — 225 

35.  MUHALLIL  DAN  MUHALLIL  LAHU  — 229 

36.  TIDAK  MENJAGA  DIRI  DENGAN  SEKSAMA  TERHADAP  AIR 
SENI  — 233 

37.  RIYA’  — 237 

38.  MENUNTUT  ILMU  UNTUK  DUNIA  DAN  MENYEM- 
BUNYIKAN ILMU  — 241 

39.  KHIANAT  — 245 

40.  MENGUNGKIT-UNGKIT  PEMBERIAN  — 249 

41.  MENDUSTAKAN  TAKDIR  — 253 

42.  MENGUPING  RAHASIA  ORANG  LAIN  — 263 

43.  NAMIMAH  (MENGADU  DOMBA)  — 265 

44.  BANYAK  MELAKNAT  — 273 

45.  MENIPU  DAN  MENGINGKARI  JANJI  — 281 

46.  MEMBENARKAN  DUKUN  DAN  TUKANG  RAMAL  — 285 

io  I Besar 


47.  DURHAKA  KEPADA  SUAMI  — 291 

48.  MENGGAMBAR  DAN  MELUKIS  — 305 

49.  MEMUKUL  WAJAH,  MENJERIT-JERIT,  MEROBEK  BAJU, 
MENGGUNDULI  KEPALA  DAN  BERSUMPAH  SERAPAH  DI 
KALA  MENGALAMI  MUSIBAH  — 309 

50.  BERTINDAK  MELAMPAUI  BATAS  — 333 

51.  BERTINDAK  SEMENA-MENA  TERHADAP  ORANG  YANG 
LEMAH,  BUDAK,  ISTRI,  DAN  BINATANG  — 337 

52.  MENYAKITI  TETANGGA  — 349 

53.  MENYAKITI  ORANG-ORANG  ISLAM  DAN  MENCELA 
MEREKA  — 353 

54.  MENYAKITI  HAMBA  ALLAH  DAN  BERTINDAK  LALIM 
TERHADAP  MEREKA  — 359 

55.  ISBAL  (MENJULURKAN  KAIN  DI  BAWAH  MATA  KAKI 
DENGAN  SOMBONG)  — 363 

56.  MEMAKAI  KAIN  SUTERA  DAN  EMAS  BAGI  KAUM  LELAKI 

— 367 

57.  BUDAK  YANG  MELARIKAN  DIRI  DARI  TUANNYA  — 369 

58.  MENYEMBELIH  KARENA  SELAIN  ALLAH  — 371 

59.  MENASABKAN  DIRI  KEPADA  SELAIN  BAPAKNYA  SENDIRI 

— 375 

60.  BERDEBAT  DAN  BERSENGKETA  — 377 

61.  MENAHAN  KELEBIHAN  AIR  DARI  ORANG  YANG 
MEMERLUKAN  — 383 

62.  MENGURANGI  TIMBANGAN  DAN  UKURAN  — 385 

63.  MERASA  AMAN  DARI  MAKAR  ALLAH  — 389 

64.  BERPUTUS  ASA  DARI  RAHMAT  ALLAH  — 395 

65.  MENINGGALKAN  SHALAT  JAMAAH  LALU  MENGERJAKAN- 
NYA SENDIRIAN  TANPA  UDZUR  — 399 

66.  TERUS-MENERUS  MENIGGALKAN  SHALAT  JUM’AT  DAN 
SHALAT  JAMAAH  TANPA  HALANGAN  — 401 

67.  MENDATANGKAN  KERUGIAN  DALAM  WASIAT  —407 

68.  MAKAR  DAN  TIPU  DAYA  — 409 

69.  MEMATA-MATAI  ORANG  ISLAM  DAN  MEMBEBERKAN 
RAHASIA  MEREKA—  411 

70.  MENCELA  SALAH  SEORANG  SAHABAT  NABI  — 413 


Daftar  Isi  ►►  I I 


DOSA-DOSA  BESAR 


Definisi  Kabair  (Dosa-Dosa  Besar) 


Segala  puji  bagi  Allah  Rabb  alam  semesta.  Tiada  permusuhan 
kecuali  terhadap  orang-orang  yang  zhalim.  Shalawat  dan  salam  semoga 
terlimpahkan  kepada  Muhammad,  utusan  yang  paling  mulia  dan  imam 
orang-orang  yang  bertakwa,  juga  kepada  seluruh  keluarga  dan  para 
sahabat  beliau  semuanya. 

Kitab  ini  membahas  berbagai  macam  hal  yang  termasuk  dosa-dosa 
besar  dan  diharamkan/dilarang. 

Pengertian  kabair  adalah  semua  larangan  Allah  dan  Rasulullah 
yang  tercantum  di  dalam  Al-Qur’an  dan  As-Sunnah,  serta  atsar  dari 
para  salafus  shalih. 


Allah  menjamin  bagi  siapa  saja  yang  menjauhi  dosa-dosa  besar 
dan  perkara-perkara  yang  diharamkan  akan  diampuni  semua  dosa-dosa 
kecil  yang  dilakukannya.  Allah  berfirman: 


Jika  kamu  menjauhi  dosa-dosa  besar  di  antara  dosa-dosa  yang  dilarang  kamu 
mengerjakannya,  niscaya  Kami  hapus  kesalahan-kesalahanmu  (dosa-dosamu 
yang  kecil)  dan  Kami  masukkan  kamu  ke  tempat  yang  mulia  (surga).  (An- 
Nisa’:  31) 


Berdasarkan  nash  di  atas,  Allah  menjamin  surga  bagi  yang 
menjauhi  dosa-dosa  besar. 


Dosa-Dosa  Besar  ►►  I 3 


Allah  juga  berfirman: 


/ , O ' O J 


£*J>-  ' yk J' 


V 'fSS 


Dan  (bagi)  orang-orang  yang  menjauhi  dosa-dosa  besar  dan  perbuatan- 
perbuatan  keji,  dan  apabila  mereka  marah  mereka  memberi  maaf  (As-Syura: 
37) 


5 


jl  Uiit  Vi 


^ i 


f » f ' y ^ * 

_'Vl  /gjjl 


“(Yaitu)  orang  yang  menjauhi  dosa-dosa  besar  dan  perbuatan  keji  yang  selain 
dari  kesalahan-kesalahan  kecil.  Sesungguhnya  Rabbmu  Maha  Luas 
ampunanNya.”  (An-Najm:  32) 


Rasulullah  Jj||  bersabda: 

/ / J|  j * *'  y ' ' ' ' * ' ' J ^ ^ ' J f * 2 ' 'S*  ', 

1^1  J J g ‘‘j  L«J  -J  L /3.  J»  J 0 L /9  A J J jLai\ 

slJU)  }}k>S\ 


"Shalat  lima  waktu,  shalat  Jumat,  dan  puasa  Ramadlan  menghapuskan  dosa- 
dosa  yang  dilakukan  di  sela-selanya  jika  dosa-dosa  besar  telah  dijauhi."1 

Dari  sini  lazim  bagi  kita  untuk  meneliti  apa  saja  yang  termasuk 
kabair  supaya  kita  dan  semua  orang  Islam  bisa  menjauhinya.  Para  ulama 
-rahimahumullah-  berbeda  pendapat  di  dalam  menentukannya.  Ada  yang 
mengatakan  bahwa  kabair  itu  tujuh,  berdasarkan  sabda  Nabi 


&\  r>-  J\  J&\  jS,  /Ji  oli jX\ 

v idi  t jJi  j» yi  ydf  L^Ji  bf i > .y. Jl  JlJ»  (D N V) 


"Jauhilah  tujuh  perkara  yang  merusak!"  Lalu  beliau  menyebutkan,  "Syirik 
kepada  Allah,  sihir,  membunuh  jiwa  yang  diharamkan  oleh  Allah  kecuali  karena 
alasan  yang  dibenarkan,  memakan  harta  anak  yatim,  memakan  riba, 
meninggalkan  medan  perang,  dan  menuduh  wanita  mukminah  baik-baik  telah 
berzina."2 


1 . Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/359, 400),  Muslim  (233).  At-Tirmidzi  (214),  Ibnu  Majah  (1086),  Ibnu 
Khuzaimah  (314),  dan  Ibnu  Hibban  (1733);  dari  Abu  Hurairah, 

2.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2766. 57641,  Muslim  (89).  Abu  Awanah  (1/54),  dan  An-Nasa’i  (6/ 
257);  dari  Abu  Hurairah. 


14 


^sa  Besar 


Ibnu  'Abbas  berkata,  "Kabair  itu  jumlahnya  lebih  dekat  kepada 
tujuh  puluh  dari  pada  kepada  tujuh."3 

Demi  Allah,  ucapan  Ibnu  Abbas  di  atas  benar  adanya.3  Hadits 
sebelumnya  tidaklah  membatasi  jumlah  kabair.  Pendapat  yang  benar 
dan  dilandasi  dengan  dalil  menyebutkan  bahwa  siapapun  yang 
melakukan  perbuatan  dosa  yang  memiliki  had  di  dunia  seperti; 
membunuh,  berzina,  mencuri,  atau  yang  pelakunya  mendapat 
ancaman,  kemurkaan,  serta  laknat  dari  Nabi  Muhammad  di  akhirat, 
maka  perbuatan  itu  termasuk  kabair.  Harus  diterima  pula  bahwa  kabair 
yang  satu  bisa  lebih  besar  dibandingkan  dengan  kabair  yang  lain.  Adalah 
Rasulullah  ^ menghitung  syirik  sebagai  salah  satu  kabair,  padahal 
pelakunya  kekal  di  neraka  dan  tidak  akan  diampuni  selama-lamanya. 
Allah  berfirman: 


t Clj  dJJj  j JJu  J dj  ,1)1  jAB-A)  4i)!  j) 

“ Sesungguhnya  Allah  tidak  akan  mengampuni  dosa  syirik,  dan  Dia 
mengampuni  segala  dosa  yang  selain  dari  (syirik)  itu,  bagi  siapa  yang 
dikehendaki-Nya."  (An-Nisa’:  48  dan  116) 


3.  Isnadnya  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Abdurrazzaq  (19702),  Ibnu  Jarir  (9209),  dan  Al-Baihaqi  dalam  Asy- 
Syu'ab  (Syu'ab  Al-Iman)  (290).  Semua  perawinya  terpercaya  ( tsiqah ). 

4.  Itu  merupakan  perkataan  Adz-Dzahabi.  Dia  sendiri  adalah  seorang  tokoh  terkemuka  pada  abad  ketujuh 
Hijriyah.  Lalu  bagaimana  kiranya  komentar  Imam  Adz-Dzahabi  bila  hidup  di  tengah  kita  sekarang  ini, 
setelah  berlalu  rentang  tahun  sebanyak  rentang  waktu  antara  dirinya  dan  Ibnu  Abbas?! 


Dosa-Dosa  Besar  ►►  15 


D#sa 


Besar 


01 


SYIRIK 

(Mempersekutukan  Allah) 


Kabair  terbesar  adalah  syirik,  mempersekutukan  Allah.  Syirik  ada 
dua;  pertama  menjadikan  sesuatu  sebagai  tandingan  bagi  Allah  dan 
atau  beribadah  kepada  selainNya,  baik  itu  berupa  batu,  pohon,  matahari, 
bulan,  nabi,  guru,  bintang,  raja,  atau  pun  yang  lain.  Inilah  syirik  besar 
yang  tentangnya,  Allah  berfirman: 

* ~ ''t  ' ' o t Z t o * 

£.Ui. J dJ-'J  w'  jib»  jisu  » Aj  j'  jA*. 4i)l  j; 

Sesungguhnya  Allah  tidak  akan  mengampuni  dosa  syirik,  dan  Dia  meng- 
ampuni segala  dosa  yang  selain  dari  (syirik)  itu,  bagi  siapa  yang  dikehendaki- 
Nya.  (An-Nisa’:  48  dan  116) 


Sesungguhnya  mempersekutukan  (Allah)  adalah  benar-benar  kezaliman  yang 
besar.  (Luqman:13) 

* ' > ' 2 ' ' ^ 3 o'’'  A " o''  S 3 O J t' 

jlIJl  j AjS-  > j>-  XA£  Aiili  ii  y 4jl 

Sesungguhnya  orang  yang  mempersekutukan  (sesuatu  dengan)  Allah,  maka 
pasti  Allah  mengharamkan  kepadanya  surga,  dan  tempatnya  ialah  neraka. 
(Al-Maidah:  72) 

Dan  masih  banyak  lagi  ayat  yang  berhubungan  dengan  masalah  ini. 

Barangsiapa  mempersekutukan  Allah  lalu  mati  dalam  keadaan 
seperti  itu  sungguh  ia  termasuk  penghuni  neraka.  Seperti  halnya 
seseorang  yang  beriman  kepada  Allah  lalu  mati  dalam  keadaan  seperti 
itu  maka  ia  termasuk  penghuni  surga,  walaupun  mungkin  diadzab  di 
neraka  terlebih  dulu.  Rasulullah  w.,  bersabda, 


Syirik'  (Mempersekutukan  Allah)  ►►  I 7 


"Maukah  kalian  aku  beritahukan  apa  kabair  yang  paling  besar."  Beliau 
mengulang  tiga  kali.  Para  sahabat  menjawab,  "Tentu,  wahai  Rasulullah." 
Lalu  Rasulullah  bersabda.  "Yaitu  menyekutukan  Allah  dan  durhaka  kepada 
kedua  orang  tua."  Saat  itu  beliau  bersandar  lalu  duduk  dan  melanjutkan, 
'juga,  kesaksian  palsu,  kesaksian  palsu."  Begitu  Rasulullah  mengulang-ulang 
sampai-sampai  kami  mengatakan.  "Andai  beliau  menghentikannya 

Rasulullah  bersabda,  "jauhilah  tujuh  perkara  yang  memus-nahkan 
Beliau  menyebutkannya  dan  diantaranya  adalah  svirik.  Beliau  juga 
bersabda: 


o: 


"Barangsiapa  mengganti  agamanya  (murtad)  bunuhlah  ia."' 

Kedua,  menyertai  amal  dengan  riva’.  Allah  berfirman,  “Barangsiapa 
mengharap  perjumpaan  dengan  Rabbnya  maka  hendaklah  ia  mengerjakan 
amal  yang  saleh  dan  janganlah  ia  mempersekutukan  seorangpun  dalam 
beribadat  kepada  Rabb-nya.”  (Al-Kahfi:  110) 

Maksud  dari  janganlah  ia  mempersekutukan  seorangpun  dalam 
beribadah  kepada  Rabbnya'  hendaknya  tidak  menyertakan  riya'  bersama 
amalnya.  Rasulullah  bersabda: 


kbl 


^ J t 


C-l 


O Jli  Jjl  j w , L l/.  I Jli  'a! lil , l 


- > 3 fs 


5"  jjl  Jj  i ,jQ\  j > ol  jyLiJl 


3 --  3 f , 

'y  r*-5  y*) 


's>r  J L/S  i * jijli  LjJJI 


y 


"Jauhilah  syirik  kecil!"  Mereka  bertanya.  "Wahai  Rasulullah,  apakah  syirik  kecil 
itu?"  Beliau  menjawab,  "Yaitu  riya'.  Pada  hari  pembalasan  untuk  segala  yang 
dikerjakan  oleh  manusia  Allah  berkata,  'Pergilah  kepada  orang-orang  yang  kalian 
ingin  mereka  melihat  amal-amal  kalian.  Lalu  lihatlah!  Adakah  pahala  yang 
disediakannya ?"8 

5.  Shahih.  DiriwayatKan  oleh  Al-Bukhari  (2654. 5976, 6273),  dan  Muslim  (87). 

6.  Telah  disebutkan  takhrij nya. 

7.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/282)  dan  Al-Bukhari  (301 7, 6922);  dari  Ibnu  Abbas. 

D%%sa  Besar 


18 


Dalam  hadits  qudsi  Allah  berfirman: 


e*-» 


N*. 


Barangsiapa  mengerjakan  suatu  amal,  dalam  hal  itu  ia  mempersekutukan 
seseorang  denganku,  maka  amal  yang  dikerjakan  itu  untuk  sekutu  yang  a; 
angkat.  Dan  aku  berlepas  diri  darinya.11 


Rasulullah 


bersabda: 


HJ 


Barangsiapa  berlaku  riya  Allah  akan  memperlihatkan  keburukannya.  Dan 
barangsiapa  berlaku  sumah  Allah  akan  memperdengarkan  aibnya . 10 

Abu  Hurairah  meriwayatkan  dari  Nabi  •'gg  bersabda: 


Betapa  banyak  orang  yang  berpuasa  tetapi  tidak  mendapatkan  apa-apa  selain 
lapar  dan  dahaga,  dan  betapa  banyak  orang  yang  bangun  shalat  malam  tetapi 
tidak  mendapatkan  apa-apa  selain  berjaga. 1 1 Maksudnya  jika  puasa  dan  shalat 
dikerjakan  bukan  untuk  Allah  w maka  tidak  ada  pahalanya. 

Diriwayatkan  pula  Rasulullah  (gg  Bersabda,  "Perumpamaan  orang 
yang  beramal  untuk  riya’  (ingin  dilihat)  dan  sumah  (ingin  didengar)  seperti 
orang  yang  memenuhi  kantongnya  dengan  kerikil  lalu  masuk  pasar  untuk 
membeli  sesuatu.  Ketika  ia  membukanya  di  hadapan  penjual  ternyata 
kantongnya  dipenuhi  kenkil  dan  ia  pun  memukulkannya  ke  wajahnya. 
Kantongnya  itu  tiada  manfaatnya  selain  omongan  orang-orang  bahwa  ia 
telah  memenuhi  kantongnya,  la  tidak  mendapatkan  apa-apa  dari  isi  kan- 


8.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5  428. 429).  dan  Al-Baghawi  (4135):  dari  Mahmud  bin  Lubaid.  Dan 
Mahmud  bin  Lubaid  meriwayatkannya  dari  Rafi'  Bin  Khudaij  dengan  riwayat  seruoa.  diriwayatkan  Ath- 
Thabram  dalam  Al-Kabiri  Al-Mujam  Al-Kabir.  4301 ).  Ai-Mundziri  berkata.  Isnadnya  (Ahmad)  jayyid." 
Syaikh  Al-Albani  men-sbab/b-kannya  dalam  Ash-Shahihah  (951  i. 

9.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5  301 ).  Muslim  (2985).  dan  Ibnu  Majah  (4202):  dan  Abu  Hurairah. 

10.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4  313).  Al-Bukhari  (6499. 7152).  Muslim  (2987).  Ibnu  Majah  (4207). 
dan  Ibnu  Hibban  (406):  dari  Jundab  Dan  Muslim  (2986)  meriwayatkan  dari  Ibnu  Abbas. 

Sabda  Beliau  .w  "Man  samma’a"  (Barangsiapa  berlaku  sumah).  yakni:  barangsiapa  yang  melakukan 
amal  dengan  tidak  ikhlas,  bermaksud  supaya  manusia  melihat  dan  mendengarnya. 

Dan  sabda  Beliau  *s,  "Allah  akan  memperlihatkannya',  yakni:  menampakkan  kepada  mereka,  bahwa  dia 
beramal  seperti  itu  ditujukan  untuk  mereka,  bukan  semata  untuk  Ailah  Swt  (wajah-Nya). 

11.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2373).  Ibnu  Khuzaimah  (1997).  Al-Qudha’i  (1426).  Ibnu  Hibban 
(3481).  dan  Ibnu  Majah  (1690):  dari  Abu  Hurairah  dan  Ibnu  Umar.  Syaikh  Al-Albani  men-sbab/b-kannya 
dalam  Shahih Al-Jami'( 3490). 


Syirik  (Mempersekutukan  Allah)  ►►  19 


tongnya.  Begitu  pula  orang  yang  riya’  dan  sum'ah  dalam  beramal.  Ia  tidak 
mendapatkan  apa-apa  selain  pujian  orang-orang  kepadanya.  Di  akhirat  nanti 
tiada  pahalanya."u 

Allah  berfirman,  “Dan  Kami  hadapi  segala  amal  yang  mereka  kerjakan, 
lalu  Kami  jadikan  amal  itu  (bagaikan)  debu  yang  ber terbangan.”  (Al- 
Furqan:  23) 

Maksudnya  amal-amal  yang  dikerjakan  untuk  selain  mengha- 
rapkan wajah  Allah,  Allah  membatalkan  pahalanya  serta  menjadikan- 
nya bagai  debu  yang  berterbangan,  yaitu  debu  yang  dapat  dilihat  dari 
sebuah  celah  di  mana  cahaya  matahari  masuk  melaluinya. 

Adiy  bin  Hatim  at-Tha’iy  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  y/y 
bersabda,  "Pada  hari  kiamat  nanti,  beberapa  golongan  dari  manusia  akan 
diperintahkan  menuju  surga.  Ketika  mereka  telah  dekat  darinya,  mencium 
keharumannya,  menyaksikan  istana-istananya,  serta  apa  saja  yang  dijanjikan 
oleh  Allah  bagi  penghuninya,  terdengarlah  seruan,  jauhkanlah  mereka  darinya! 
Sesungguhnya  mereka  tidak  mendapatkan  sesuatu  pun  dari  segala  yang  ada  di 
sana!'  Maka  merekapun  kembali  dengan  segala  kerugian  dan  penyesalan.  Belum 
pernah  ada  orang  yang  kembali  dengan  kerugian  dan  penyesalan  yang  melebihi 
mereka.  Mereka  pun  berkata,  'Duh  Rabb  kami,  andai  saja  Engkau  masukkan 
kami  ke  dalam  neraka  sebelum  Engkau  perlihatkan  kepada  kami  pahala  yang 
Engkau  janjikan  bagi  para  waliMu  niscaya  neraka  itu  terasa  lebih  ringan  bagi 
kami.'  Allah  ta'ala  menjawab,  'justru  itulah  yang  Aku  kehendaki  bagi  kalian! 
Dulu  dalam  kesendirian  kalian  sengaja  melakukan  dosa-dosa  besar  di 
hadapanKu.  Adapun  jika  bertemu  dengan  orang-orang  kalian  menampakkan 
diri  sebagai  orang-orang  yang  berbakti.  Kalian  memperlihatkan  amal  kepada 
mereka  berbeda  dengan  yang  kalian  persembahkan  kepadaKu  dari  hati  kalian. 
Kalian  menyegani  orang-orang  dan  tidak  kepada-Ku.  Kalian  memuliakan  mereka 
dan  tidak  memuliakanKu.  Kalian  meninggal-kan  dosa-dosa  besar  karena  manusia 
dan  bukan  karena  Aku.  Maka  hari  ini  Aku  timpakan  kepada  kalian  siksaanKu 
yang  terpedih  serta  Aku  haramkan  atas  kalian  limpahan  pahala  dariKu."13 

12.  Dha  7f  (lemah).  Penulis  menyebutkannya  sebagai  hadits  dan  menyebutkan  riwayat  tersebut  dengan  memakai 
shighah  tamridh.  yaitu  lafazh  yang  dipakai,  yang  mengindikasikan  dha'ifmya  riwayat  tersebut.  Akan  tetapi 
sebenarnya  perkataan  tersebut  bukanlah  hadits,  namun  hanya  sekedar  ucapan  dari  ahli  bijak,  sebagaimana 
yang  dikatakan  oleh  Ibnu  Hajar  Al-Haitsami  dalam  Az-Zawajir(  1/69). 

13.  Dha’if.  Diriwayatkan  oieh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Mu‘jam Al-Ausath (5478),  dan  AI-Mu‘jamAI-Kab!r{1 7/85, 
86);  juga  diriwayatkan  oleh  Abu  Nu'aim  dalam  HUyah  Al-Auliya’ (4/125).  Al-Hafizh  Al-Haitsami  berkata 
dalam  Majma' Az-Zawaid (10/220)  bahwa  di  dalamnya  (di  antara  perawi-ed)  ada  Abu  Junadah,  dia  lemah; 
juga  diriwayatkan  Ibnu  Hibban  (3/1 55, 1 56)  dalam  Al-Majruhin,  dan  ia  berkomentar, "Abu  Junadah  adalah 
seorang  syaikh  yang  meriwayatkan  dari  Al-A'masy  berbagai  hadits  yang  bukan  berasal  dari  Al-A’masy. 
Tak  diperbolehkan  meriwayatkan  hadits  dari  Abu  Junadah,  tidak  juga  menjadikannya  sebagai  hujjah, 
kecuaii  bila  untuk  keperluan  menguatkan  satu  riwayat  lain  (untuk  i'tibai)".  Sedangkan  Ad-Daruquthni 

20  I Besar 


Seseorang  bertanya  kepada  Rasulullah  tentang  keselamatan.  Beliau 
menjawab,  "Hendaknya  kamu  tidak  menipu  Allah!"  Orang  itu  bertanya 
lagi,  "Bagaimana  Allah  bisa  ditipu?"  Rasul  menjawab,  "Yaitu  kamu 
mengamalkan  satu  perintah  Allah  dan  RasulNya  tetapi  bukan  mengharap  wajah 
Allah.  Takutlah  kamu  akan  riya’,  karena  ia  itu  syirik  kecil.  Dan  sesungguhnya 
pada  hari  kiamat  nanti  orang  yang  riya  ' itu  akan  dipanggil  di  hadapan  seluruh 
makhluk  dengan  empat  nama;  wahai  mura'i  (si  pelaku  riya'),  hai  ghaadir 
(penipu),  hai  faajir  (pendosa),  dan  hai  khaasir  (orang  yang  merugi),  sungguh 
amalmu  telah  sia-sia  dan  batal  pula  pahala  bagimu.  Kamu  sudah  tidak  memiliki 
pahala  lagi  di  sisi  Kami.  Pergilah,  dan  ambillah  pahala  yang  disediakan  oleh 
orang  yang  karenanya  kamu  beramal,  hai  penipu /”14 

Para  ahli  hikmah  ditanya  tentang  orang  yang  ikhlas,  mereka 
menjawab,  "Yaitu  yang  menyembunyikan  kebaikan-kebaikannya  seperti 
halnya  menyimpan  keburukan-keburukannya." 

Ada  pula  yang  ditanya  tentang  puncak  ikhlas,  menjawab, 
“Hendaknya  kamu  tidak  menyukai  pujian  dari  manusia.”  Fudhail  bin 
Iyadh  berkata,  “Meninggalkan  amal  karena  manusia  itu  riya’,  sedangkan 
mengerjakannya  karena  mereka  itu  syirik.  Ikhlas  adalah  apabila  Allah 
menjagamu  dari  keduanya.” 

Ya  Allah,  jagalah  kami  dari  keduanya  dan  ampunilah  kami. 


mengatakan,  ia  biasa  memalsukan  hadits.  Dengan  demikian  hadits  tersebut  paling  tidak  derajatnya  sangat 
lemah  sekali.  Wallahu  Alam. 

14  Al-Hafizh  Al-lraqi.  dalam  takhrif- nya  atas  kitab  A/-/bya'(3/275),  berkata,  “la  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Ad- 
Dunya  dari  riwayat  Jabalah  Al-Yahshubi  dari  seorang  shahabat  yang  tidak  disebutkan  namanya,  dan 
isnadnya  dha’JI. 


Syirik  (Mempersekutukan  Allah)  ►►  21 


MEMBUNUH  JIWA 


D./sa 

Besar 


Allah  3«  berfirman: 


«J  J 4_AjP  4^1 


i JJL?- 


J=*i  O—*  J 
UjiP  UJlP 


Dan  barangsiapa  yang  membunuh  seorang  mukmin  dengan  sengaja,  maka 
balasannya  adalah  Jahannam,  ia  kekal  di  dalamnya,  Allah  murka  kepadanya, 
dan  mengutukinya  serta  menyediakan  azab  yang  besar  baginya.  (An-Nisa’: 
93) 


Dan  orang-orang  yang  tidak  menyembah  ilah  yang  lain  beserta  Allah  dan  tidak 
membunuh  jiwa  yang  diharamkan  Allah  (membunuhnya)  kecuali  dengan 
(alasan)  yang  benar,  dan  tidak  berzina.  Maka  barangsiapa  yang  melakukan 
demikian  itu,  niscaya  dia  mendapat  (pembalasan)  dosa  (nya),  (yakni)  akan 
dilipat  gandakan  azab  untuknya  pada  hari  kiamat  dan  dia  akan  kekal  dalam 
azab  itu,  dalam  keadaan  terhina.  Kecuali  orang-orang  yang  bertaubat,  beriman 
dan  mengerjakan  amal  saleh  (Al-Furqan:  68-70) 

Oleh  karena  itu  kami  tetapkan  (suatu  hukum)  bagi  bani  Israel,  bahwa:  barang 
siapa  yang  membunuh  seorang  manusia,  bukan  karena  orang  itu  (mem-bunuh) 
orang  lain,  atau  bukan  karena  membuat  kerusakan  di  muka  bumi,  maka 
seakan-akan  dia  telah  membunuh  seluruhnya.  (Al-Maidah:  32) 


Apabila  bayi-bayi  perempuan  yang  dikubur  hidup-hidup  ditanya,  karena  dosa 
apakah  dia  dibunuh.  (At-Takwir.8-9) 


Nabi  bersabda: 


Membunuh  Jiwa  ►►  23 


Jauhilah  oleh  kalian  tujuh  perkara  yang  membinasakan /ls 

Lalu  beliau  menyebut  salah  satunya  membunuh  seorang  manusia 
yang  diharamkan  oleh  Allah  kecuali  dengan  alasan  yang  dibenarkanNya. 

Seseorang  bertanya  kepada  Nabi  tyg  "Dosa  apakah  yang  paling  besar 
di  sisi  Allah  ta'ala?"  Beliau  menjawab, " Apabila  kamu  mengangkat  tandingan 
bagi  Allah,  padahal  Dia  yang  menciptakanmu."  Orang  itu  bertanya  lagi, 
" Lalu  apa?"  Beliau  menjawab,  "Kamu  bunuh  anakmu  karena  khawatir  akan 
makan  bersamamu."  Orang  itu  bertanya  lagi,  "Lalu  apa?"  Beliau 
menjawab,  "Kamu  berbuat  zina  dengan  istri  tetanggamu."  Lalu  Allah 
menurunkan  pembenaran  atas  sabda  Nabi  tersebut; 

Dan  orang-orang  yang  tidak  menyembah  ilah  yang  lain  beserta  Allah  dan 
tidak  membunuh  jiwa  yang  diharamkan  Allah  (membunuhnya)  kecuali  dengan 
(alasan)  yang  benar,  dan  tidak  berzina.  (Al-Furqan:  68) 

Rasulullah  m bersabda: 


O ' O 


i di  aIJI  J jLj  \j  jli  jllil  J jLUU  jJUili  .o  OLJ-L-Jl  lil 

pi  Jir  «Jj  Jli  J jLL&Jl  JL  L>-i  JjliJi 


" Apabila  dua  orang  muslim  bertemu  dengan  pedang  terhunus,  orang  yang 
membunuh  dan  yang  terbunuh  di  neraka."  Seseorang  bertanya,  "Wahai 
Rasulullah,  tentang  yang  membunuh  bisa  dimengerti,  bagaimana  dengan  yang 
terbunuh?"  Beliau  menjawab,  " Karena  ia  sebenarnya  sangat  ingin  untuk 
membunuh  temannya ."lD 

Abu  Sulaiman  si&c  memberi  penjelasan,  "Hadits  ini  berlaku  jika 
dua  orang  itu  saling  berbunuhan  karena  selain  ta'wil.  Artinya  jika 
keduanya  berbunuhan  karena  kebencian  yang  ada  diantara  keduanya, 
'ashabiyyah,  mencari  dunia,  kekuasaan,  atau  derajat  duniawi.  Sedangkan 
orang  yang  memerangi  ahlul-baghy  (kaum  pemberontak  terhadap  amirul 
mukminin)  sesuai  dengan  adab  yang  berlaku  dalam  kasus  itu,  atau 
membela  diri  dan  atau  keluarganya,  maka  tidak  termasuk  ke  dalam 
pengertian  hadits  ini.  Sebab  berperang  dalam  rangka  membela  diri 
dengan  tanpa  maksud  membunuh  itu  diperintahkan,  kecuali  jika  or- 
ang itu  sangat  ingin  membunuh  orang  yang  membela  diri,  maka  ia 
mesti  melawannya;  membunuhnya.  Barangsiapa  membunuh 
pemberontak  atau  perampok  sebenarnya  ia  tidak  menginginkan  untuk 

15.  Telah  disebutkan  takhrij-nya. 

16.  ShahJh.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5  43. 51 ).  Al-Bukhari  (31 , 6875),  Muslim  (2888),  Abu  Dawud  (4269), 
An-Nasa'i  (7/125),  dan  Ibnu  Majah  (3965):  dari  Abu  Hurairah 

24  | D:D%*Besar 


membunuhnya.  Sebenarnya  ia  hanya  membela  diri.  Oleh  karena  itu 
jika  pemberontak  menghentikan  tindakannya,  tidak  boleh  diteruskan 
dan  tidak  boleh  pula  dikejar.  Hadits  ini  tidak  membicarakan  orang-or- 
ang itu.  Adapun  selain  orang-orang  itu,  artinya  orang  yang  masuk  ke 
dalam  konteks  hadits  di  atas,  wallahu  alam.  Rasulullah  J[isg  bersabda, 


o'  ' O * t 0 * 3 * Z > 0 ^ t O s ' 

aj  J.hi  \j \JlS~  i y 'J 


Janganlah  kalian  kembali  kepada  kekafiran  sepeninggalku  nanti,  yaitu  kalian 
saling  berbunuhan!1' 


Beliau  juga  bersabda: 


Lai lo 


J 


o: 


J? 


-a~a!'  J'  y.  'J 


Seorang  hamba  tetap  berada  di  atas  kelapangan  diennya  selama  belum 
menumpahkan  darah  haram  (membunuh  sesama  muslim). 18 

Nabi  juga  bersabda: 


^ J*  ^ Jj' 

"Perkara  yang  pertama  kali  disidangkan  di  antara  manusia  pada  hari  kiamat 
nanti  adalah  perkara  darah.”19 

Dalam  hadits  yang  lain  beliau  bersabda: 

sot  , 0 f.  s 0 t',  3 * O t f 

I^jUjS  I j \ JCS-  /j* y*  (JLAJ 

- 

"Sungguh,  pembunuhan  atas  seorang  mukmin  itu  lebih  besar  dari  pada  luluh 
lantaknya  dunia  di  sisi  Allah."20 

Rasul  bersabda,  "Yang  termasuk  dosa  besar  itu  adalah;  menye-kutukan 
Allah,  membunuh  orang,  dan  sumpah  yang  membenamkan  (sumpah  palsu)."21 

Disebut  sumpah  yang  membenamkan  karena  sumpah  ini 
membenamkan  pelakunya  di  neraka.  Beliau  bersabda, 


1 7.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/85. 87),  Al-Bukhari  (61 66, 6868, 7077),  Muslim  (66),  Abu  Dawud 
(4686),  An-Nasa’i  (7/126),  dan  Ibnu  Majah  (3943);  dari  Ibnu  Umar.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1 21 ) dan 
Muslim  (65);  dari  Jarir. 

18.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  dan  Al-Bukhari  (6862, 6863);  dari  Ibnu  Umar. 

19.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/442).  Al-Bukhari  (6864, 6533),  Muslim  (1678),  At-Tirmidzi  (1397), 
dan  Ibnu  Majah  (261 5);  dari  Ibnu  Umar. 

20.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1395)  dan  An-Nasa’i  (7/82);  dari  Ibnu  Amru.  Juga  diriwayatkan  oleh 
An-Nasa’i  (7/83)  dari  Buraidah  dan  Syaikh  Al-Albani  menshahihkannya  dalam  Ghayah  Al-Maram  (439). 

21 . Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6870),  At-Tirmidzi  (3024),  dan  An-Nasa’i  (7/89);  dari  Ibnu  Amru. 


Membunuh  Jiwa  ►►  25 


"Tidak  ada  jiwa  yang  terbunuh  secara  zhalim  kecuali  anak  Adam  yang  pertama 
ikut  menanggungnya.  Sebab  dialah  yang  pertama  kali  mengajarkan 
pembunuhan."22 

Beliau  bersabda: 


GLp 


"Barangsiapa  membunuh  orang  kafir  yang  mengikat  perjanjian  dengan  negara 
Islam  ia  tidak  akan  mencium  bau  harum  surga.  Dan  sungguh  harum 
mewanginya  sudah  dapat  dihirup  dari  jarak  empat  puluh  tahun  perjalanan."23 

Jika  untuk  membunuh  orang  yang  terikat  perjanjian  saja  sedemikian 
halnya,  lalu  bagaimana  dengan  membunuh  seorang  muslim? 

Rasulullah  bersabda,  "Ketahuilah  bahwa  barangsiapa  membunuh 
jiwa  yang  terikat  dengan  dzimmah  (perlindungan)  dari  Allah  dan  RasulNya 
berarti  ia  telah  membatalkan  dzimmah  Allah,  dan  tidak  akan  mencium  wangi 
surga.  Dan  sungguh  harum  wangi  surga  itu  telah  tercium  dari  jarak  limapuluh 
tahun  perjalanan."2* 

Beliau  bersabda: 


1 4 . .'.....P-  o y aJl?  f'? . 'C  t ' r*  y*  ‘ r* 

" ^ " S' 

fi  s 

4jjt  j 


"Barangsiapa  membantu  pembunuhan  atas  seorang  muslim  walau  dengan 
sepenggal  kata  niscaya  akan  bertemu  dengan  Allah  sedangkan  di  antara  kedua 
matanya  tertulis  'orang  yang  putus  asa  dari  rahmat  Allah  ta'ala'."25 

Sahabat  Mu’awiyah  meriwayatkan  Rasulullah  ^ bersabda: 


22.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3335)  dan  Muslim  (1677)  dari  Ibnu  Mas'ud. 

23.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/186),  Al-Bukhari  (3166),  An-Nasa’i  (2/242),  dan  Ibnu  Ma|ah  (2686);  dari  Ibnu 
Amru. 

24.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1 403),  Ibnu  Majah  (2687),  dan  Al-Hakim  (2/1 27);  dari  Abu  Hurairah 
dan  ada  kelemahan  di  dalamnya.  Namun,  ada  penguat  dari  riwayat  An-Nasa’i  (2/242)  dan  Ahmad  (4/237) 
dari  shahabat  yang  tidak  disebutkan  namanya  dan  isnadnya  shahih,  sebagaimana  perkataan  Syaikh  Al- 
Albani  dalam  Ghayah  Al-Maram  (450)  bahwa  dengan  dasar  itulah  ia  men-s/iab/Mannya. 

25.  Dhalf.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  (2620),  Al-Uqaili  (457),  dan  Al-Baihaqi  (8/22).  Dan  Syaikh  Al-Albani 
men-cf/ia‘/f-kannya  dalam  Adh-Dha  ’ifah  (503). 

26  I o:D%*Besar 


" Setiap  dosa  itu  bisa  saja  Allah  mengampuninya  kecuali  seseorang  yang  mati 
dalam  keadaan  kafir  atau  seseorang  yang  membunuh  seorang  mukmin  dengan 
sengaja."26 

Kepada  Allah  kita  memohon  'afiyah  (kesejahteraan  batin). 


26.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4270),  Ibnu  Hibban  (5980),  dan  Al-Hakim  (4/351 ) dari  Abu  Darda'. 
Dan  ada  penguat  dari  hadits  (yang  diriwayatkan)  Mu’awiyah;  yang  diriwayatkan  oleh  Al-Hakim  dan 
dengannya  Syaikh  Al-Albani  menshahihkan  hadits  tersebut  dalam  Ghayah  Al-Maram  (441 ). 


Membunuh  Ji wa  ►►  27 


SIHIR 


D#sa 
Besar 1 


C0 


Tukang  sihir  itu  kafir. 

Allah  berfirman: 

o'"  '''>*}  S ' ' <•*  s * " 

O 4^oJ*xj  1 L*-*»**J  ^ * 

v w _y  - L J 

Akan  tetapi  setan-setan  itulah  yang  kafir.  Mereka  mengajarkan  sihir  kepada 
manusia.  (ATBaqarah:  102) 

Dalam  mengajarkan  sihir  kepada  manusia  setan  tidak  mempunyai 
maksud  kecuali  agar  ia  menjadi  musyrik. 

Berkenaan  dengan  Harut  dan  Marut  Allah  berfirman,  “Dan  apa 
yang  diturunkan  kepada  dua  orang  malaikat  di  negeri  Babil  yaiu  Harut  dan 
Marut,  sedang  keduanya  tidak  mengajarkan  (sesuatu)  kepada  seorangpun 
sebelum  mengatakan,  "Sesungguhnya  kami  hanya  cobaan  (bagimu),  sebab 
itu  janganlah  kamu  kafir".  Maka  mereka  mempelajari  dari  keduanya  apa  yang 
dengan  sihir  itu  mereka  dapat  menceraikan  antara  seorang  (suami)  dengan 
isterinya.  Dan  mereka  itu  (ahli  sihir)  tidak  memberi  mudharat  dengan  sihirnya 
kepada  seorangpun,  kecuali  dengan  ijin  Allah.  Dan  mereka  mempelajari  sesuatu 
yang  memberi  mudharat  kepadanya  dan  tidak  memberi  manfaat.  Dan  se- 
sungguhnya mereka  telah  tahu  bahwa  barang  siapa  yang  menukarnya  (kitab 
Allah)  dengan  sihir  itu,  tiadalah  baginya  keuntungan  di  akhirat.”  (Al- 
Baqarah:  102) 

Anda  dapat  menyaksikan  betapa  banyak  orang  yang  tersesat, 
memasuki  wilayah  sihir  dan  menyangka  bahwa  hukum  sihir  itu  haram 
saja.  Mereka  tidak  menyangka  bahwa  hukum  sebenarnya  adalah  kufur. 
Mereka  mengajarkan  ilmu  Simia  dan  mengamalkannya,  padahal  ia  sihir 
ansich.  Ada  juga  yang  mengikat  seseorang  (mengguna-gunai,  memelet) 
dari  istrinya,  dan  yang  sejenisnya  dengan  kalimat-kalimat  tak  bermakna 


Sihir  ►►  29 


yang  kebanyakannya  syirik  dan  kesesatan. 

Hukuman  bagi  penyihir  adalah  dibunuh.  Sebab  sihir  itu  kufur 
kepada  Allah  atau  mendekatinya.  Nabi  •-  y;  bersabda,  "Jauhilah  tujuh 
perkara  yang  membinasakan!"  Lalu  beliau  menyebutkan  diantaranya 
sihir.27  Maka  seorang  hamba  mestinya  bertaqwa  kepada  Rabbnya  dan 
tidak  memasuki  wilayah  yang  membuatnya  merugi  dunia-akhirat.  Telah 
sampai  kabar  dari  Nabi  bahwa  hukuman  bagi  penyihir  adalah 
dipancung  dengan  pedang.28  Namun  yang  benar,  ini  adalah  pernyataan 
sahabat  Jundub. 


Bajalah  bin  'Abdah  berkata,  "Telah  sampai  kepada  kami  surat  dari 
Umar  setahun  sebelum  wafat  yang  isinya,  'hendaknya  kalian 
membunuh  semua  penyihir;  laki-laki  dan  perempuan!"29 

Wahb  bin  Munabbih  berkata,  "Diantara  buku-buku  yang  saya  baca 
ada  yang  menyebut  bahwa  Allah  ■>,>  berfirman,  'Tidak  ada  ilahyang  berhak 
diibadahi  kecuali  Aku.  Bukanlah  termasuk  waliKu  orang  yang  menyihir  dan 
minta  disihirkan.  Juga  orang  yang  praktek  dukun  dan  yang  minta  jasanya. 
Juga  orang  yang  bertathayyur  (meramal  nasib  dengan  burung)  dan  yang 
memintanya ,"30 


Ali  bin  Abi  Thalib  meriwayatkan  Rasulullah  bersabda, 


- > 

j 

y \ . J 


f 5 % 'Z,  3 " a " ' 

■ r-o-C*  j jl  Aj  J>\j 


"Tiga  orang  tidak  masuk  surga;  penenggak  minuman  keras,  pemutus  tali 
silaturrahim,  dan  pembenar  sihir.”3] 


27.  Telah  disebutkan  takhrij-nya. 

28.  Dha’if.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (485),  Ad-Daruquthni  (3/114).  Al-Hakim  (4/460),  Ath-Thabram  (Al- 
Kabir.  1665,1666),  Ibnu  Ady  (1/285),  dan  Al-Baihaqi  (8/136).  Syaikh  Al-Albani  men-dbavT-kannya  dalam 
Adh-Dha’ifah (1446),  namun  syaikh  memandang  riwayat  tersebut  sahahih  bila  dikatakan  sebagai  hadits 
mauquf . Terdapat  uraian  yang  cukup  cantik  dari  syaikh  dalam  kitab  tersebut.  Silahkan  anda  merujuknya. 

29.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari,  Abu  Dawud  (3043),  dan  Ahmad  (1/190). 

30.  Diriwayatkan  oleh  Abdurrazaq  (20350)  dengan  redaksi  yang  serupa  dari  Ka’ab  secara  mauqut.  Dan 
diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (4262)  dan  Al-Bazzar;  dari  Ibnu  Abbas.  Berkata  Al- 
Haitsami  (5/117)  bahwa  di  dalamnya  ada  Zam’ah  bin  Shalih,  dia  lemah.  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bazar 
dari  Imran  dengan  tambahan,  “ Man  aqada  'uqdatan. . . ",  berkata  Al-Haitsami  (5/1 1 7)  bahwa  para  perawinya 
adalah  perawi  Ash-Shahih,  kecuali  lshaq  bin  Ar-Rabi',  dia  terpercaya.  Syaikh  Al-Albani  menyebutkan 
dalam  Shahih  Al-Jami' (5435)  dari  Imran  dengan  lafal.  "Laisa  minna  man  tathayyara  wa  la  tuthuyyira  lahu 
...  lihat  Ash-Shahihab  (21 95). 

31 . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/399),  Ibnu  Hibban  (5346),  dan  Al-Hakim  (4/1 46)  dengan  men-s/iabMannya, 
dan  penilaian  ini  disepakati  oleh  Adz-Dzahabi.  Namun  penilaian  atas  hadits  ini  tidak  seperti  perkataan 
keduanya,  bahkan  isnadnya  dha'if.  Periwayatan  hadits  ini  bukan  dari  Ali,  tetapi  dari  Abu  Musa.  Hadits  ini 
mempunyai  penguat  dari  hadits  Abi  Sa'id  dengan  redaksi  serupa,  yang  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/14, 
1 8),  di  dalamnya  ada  kelemahan.  Semoga  saja  riwayat  ini  menguatkan  hadits  sebelumnya.  Wallahu  a ’lam. 

D:oh.iBesar 


30 


Secara  marfu'  Abdullah  bin  Mas'ud  meriwayatkan, 

i] jZ»  Sj T' 

"Sesungguhnya  Ruqa,  Tamaim,  dan  Tiwalah  itu  termasuk  syirik."*2 

Tamaim/  tamimah  adalah  sesuatu  yang  dikalungkan  oleh  orang- 
orang  jahil  pada  leher  mereka,  leher  anak-anak  mereka,  dan  binatang 
peliharaan  mereka.  Mereka  menyangka  benda  itu  dapat  menangkal  'ain. 
Ini  termasuk  amalan  jahiliyah.  Siapapun  yang  meyakininya  telah  syirik. 

Tiwalah  adalah  salah  satu  jenis  sihir.  Yaitu  mengguna-gunai 
perempuan  agar  mencintai  suaminya.  Hal  ini  dikategorikan  sihir  karena 
orang-orang  yang  jahil  akan  menyangka  bahwa  hal  itu  dapat 
memberikan  pengaruh  yang  berbeda  dengan  taqdir  Allah  isi . 

Khaththabiy  berkata,  "Apabila  ruqyah  dilakukan  dengan  al-Qur’an 
atau  dengan  asmaul  husna,  hukumnya  mubah.  Sebab  Nabi  pernah 
meruqyah  Hasan  dan  Husain.  Beliau  berucap, 

- 3 * * S ' ' Z''  ' ' * * t 

• fS-  iS  -y*  4 % jlj-J  „«J  U»  • OUJlSvj  wLvP' 

W s J } J - ^ ' ' ' •*-' 

# <r  S'  ' 

"Kalian  berdua  aku  mintakan  perlindungan  dengan  kalimat-kalimat  Allah 
yang  sempurna  dari  setiap  setan,  hamah , dan  'ain  lamah."33 

Hanya  kepada  Allah-lah  kita  memohon  pertolongan,  dan 
kepadaNya  sajalah  kita  berserah  diri. 


32.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahrnad  (1/331 ),  Abu  Dawud  (3883).  !bnu  tvlaiah  (3530),  Ibnu  Hibban  (6090).  Al- 
Hakim  (4/309),  dan  Al-Baihaqi  (9/350);  dari  Ibnu  Mas'ud.  Syaikh  Al-Albani  men-s.habiMannya  dalam 
Ash-Shahihah  (331 ) dan  Shahih  Al-J&mi' (1632). 

33.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  A!-Bukhari  (3371).  Abu  Dawud  (4737).  At-Tirmidzi  (2060),  An-Nasai  dalam 
‘AmalAI-Yaumi( 1007).  dan  Ibnu  Majah  (3525);  dari  Ibnu  Abbas. 


Sihir  ►►  3 I 


Dihsa 


Besar 


04 


MENINGGALKAN  SHALAT 


Allah  berfirman: 


yl)  JLL  >. — * , 


Alafea  datanglah  sesudah  mereka,  pengganti  (yang  jelek)  yang  menyia-nyiakan 
shaiat  dan  memperturutkan  hawa  nafsunya,  maka  kelak  mereka  akan  menemui 
kesesatem.  Kecuali  orang-orang  yang  bertaubat,  beriman  dan  beramal  saleh 
(Maryam:  9-60) 

Ibnu  Abbas  berkata,  "Makna  menyia-nyiakan  shaiat  bukanlah 
meninggalkannya  sama  sekali.  Tetapi  mengakhirkannya  dari  waktu  yang 
seharusnya."34 

Imam  para  tabi'in,  Sa'id  bin  Musayyib  berkata,  "Maksudnya  adalah 
orang  itu  tidak  mengerjakan  shaiat  Zhuhur  sehingga  datang  waktu 
Ashar.  Tidak  mengerjakan  shaiat  Ashar  sehingga  datang  Maghrib. 
Tidak  shaiat  Maghrib  sampai  datang  'Isya'.  Tidak  shaiat  'Isya'  sampai 
fajar  menjelang.  Tidak  shaiat  Shubuh  sampai  matahari  terbit. 
Barangsiapa  mati  dalam  keadaan  terus-menerus  melakukan  hal  ini  dan 
tidak  bertaubat,  Allah  menjanjikan  baginya  'Ghayy',  yaitu  lembah  di 
neraka  Jahannam  yang  sangat  dalam  dasarnya  lagi  sangat  tidak  enak 
rasanya." 

Di  tempat  yang  lain  Allah  berfirman: 


' ,-P 


t > 


34.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Jarir  ( 1 6/75).  dan  As-Suyuthi  dalam  Ad-Durr  Al-Mantsur (4/498)  menambahkan 
penlsbatan  perkataan  ini  kepada  Abd  Bin  Hum.aid 


Meninggalkan  Shaiat  ?*►  3 3 


Maka  kecelakaanlah  bagi  orang-orang  yang  shalat,  (yaitu)  orang-orang  yang 
lupa  akan  shalatnya.  (Al-Ma'un:  4-5) 

Orang-orang  lupa  adalah  orang-orang  yang  lalai  dan  meremeh- 
kan shalat. 


Sa'ad  bin  Abi  Waqqash  berkata,  "Aku  bertanya  kepada  Rasulullah 
saw.  tentang  orang-orang  yang  lupa  akan  shalatnya.  Beliau  menjawab, 
'Yaitu  pengakhiran  waktunya."35 

Mereka  disebut  orang-orang  yang  shalat.  Namun  ketika  mereka 
meremekan  dan  mengakhirkannya  dari  waktu  yang  seharusnya,  mereka 
diancam  dengan  'wail',  adzab  yang  berat.  Ada  juga  yang  mengatakan 
bahwa  'wail'  adalah  sebuah  lembah  di  neraka  jahannam,  jika  gunung- 
gunung  yang  ada  di  dunia  ini  dimasukkan  ke  sana  niscaya  akan 
melelehlah  semuanya  karena  sangat  panasnya.  Itulah  tempat  bagi  or- 
ang-orang yang  meremehkan  shalat  dan  mengakhirkannya  dari 
waktunya.  Kecuali  orang-orang  yang  bertaubat  kepada  Allah  ta’ala  dan 
menyesal  atas  kelalaiannya. 

Di  ayat  yang  lain  Allah  berfirman,  “Hai  orang-orang  yang  beriman, 
janganlah  harta-hartamu  dan  anak-anakmu  melalaikan  kamu  dari  mengingat 
Allah.  Barangsiapa  yang  berbuat  demikian  maka  mereka  itulah  orang-orang 
yang  rugi.”  (Al-Munafiqun:  9) 

Para  mufassir  menjelaskan,  "Maksud  'mengingat  Allah'  dalam  ayat 
ini  adalah  shalat  lima  waktu.  Maka  barangsiapa  disibukkan  oleh  harta 
perniagaannya,  kehidupan  dunianya,  sawah-ladangnya,  dan  anak-anaknya 
dari  mengerjakan  shalat  pada  waktunya,  maka  ia  termasuk  orang-orang  yang 
merugi."  Demikian,  dan  Nabi  pun  telah  bersabda: 


«Jji  Jui  o 


/Ls  AjUdt?  aD-p  > jj  aj 


-J  \1a 


dj  r 


"Amal  yang  pertama  kali  dihisab  pada  hari  kiamat  dari  seorang  hamba  adalah 
shalatnya.  Jika  shalatnya  baik  maka  telah  sukses  dan  beruntunglah  ia,  sebaliknya 
jika  rusak,  sungguh  telah  gagal  dan  merugilah  ia.''M ' 

35.  Dha’if.  Diriwayatkan  oleh  Al-Uqaili  (3/377),  Ibnu  Abi  Hatim  dalam  A/-7/a/(1/1 87),  dan  Al-Baihaqi  (2/214); 
dari  jalur  Ikrimah  bin  Ibrahim,  dia  iemah.  Semua  Ulama  bersepakat  bahwa  ia  mauquf. dan  ini  yang  lebih 
benar. 

36.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab  (301 6);  dari  Abu  Hurairah,  dan  ia  lemah.  Dan 
diriwayatkan  oleh  Ath-Thayalisy,  Adh-Dhiya'.  dan  selain  mereka:  Syaikh  Al-Albani  men-sbab/b-kannya 
dalam  Ash-Shahihah  (1 358),  dengan  berbagai  jalur  periwayatan  dan  hadits-hadits  penguatnya,  dengan 
lafal: 


34  Do\a  Besar 


Berkenaan  dengan  penghuni  neraka  Aliah  berfirman,  “Apakah  yang 
memasukkan  kamu  ke  dalam  Saqar  (neraka)?  Mereka  menja-wab:  " Kami 
dahulu  tidak  termasuk  orang-orang  yang  mengerjakan  shalat,  dan  kami  tidak 
(pula)  memberi  makan  orang  miskin,  dan  kami  membicarakan  yang  bathil 
bersama  dengan  orang-orang  yang  membicarakannya,  dan  adalah  kami 
mendustakan  hari  pembalasan,  hingga  datang  kepada  kami  kematian" .Maka 
tidak  berguna  lagi  bagi  mereka  syafaat  dari  orang-orang  yang  memberikan 
syafaat.’’  (Al-Muddatstsir:  42-48) 

Nabi  bersabda: 

Jl S'  Jub  i 'yS  f N -V:'  1 J ' 4 UL  ^ jw'1  W' 


"Sesungguhnya  ikatan  (pembeda)  antara  kita  dengan  mereka  adalah  shalat. 
Barangsiapa  meninggalkannya,  maka  telah  kafirlah  ia."3. 


Beliau  juga  bersabda: 


a U tal'  ii  j yi£}\ 


r*  3 


J*’ 


"Batas  antara  seorang  hamba  dengan  kekafiran  adalah  meninggalkan  shalat."3* 


Rasulullah  juga  bersabda: 


" Barangsiapa  tidak  mengerjakan  shalat  'Ashar.  terhapuslah  amalnya."3' 


Juga, 


4jJl  O 


" " w . , '' 

' 0 » • * ~ „ l'*  (.  i. 

j sbwaJ'  43  J 


y w-0 


.wLwP  PU» 


jl) 


Maka,  apabila  shalatnya  baik,  baik  seluruh  amalnya,  dan  apabila  rusak  shalatnya,  rusak  seluruh  amalnya. 
Lihat  dalam  ShahihAI-Jamf( 2573). 

37.  Hasan  (baik).  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/346),  At-Tirmidzi  (2621 ),  An-Nasa'i  (1/231 ),  Ibnu  Majah  (1079), 
Ibnu  Hibban  (1352).  Al-Hakim  (1/6-7),  Ai-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  (2538),  dan  As-Sunan  (3/366);  dari 
Buraidan.  Dan,  Syaikh  A!-Albani  menyatakan  hasan  dalam  ShahihAI-Jami' (4022). 

38.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/370).  Muslim  (82),  At-Tirmidzi  (2618).  Ibnu  Hibban  (1451 ).  Al-Baihaqi  dalam 
As-Sunan (3/366).  dan  Asy-Syu'ab  (2536);  dari  Jabir. 

39.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/349),  Al-Bukhari  (553),  An-Nasa’i  (1/236).  Ibnu  Majah  (694),  Ibnu 
Hibban  (1461).  A!-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  12588);  dari  Buraidah.  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dan 
Muslim  dari  Abu  Hurairah  dengan  latai: 


Seakan-akan  keluarganya  telah  hilang  terampas. 


Meninggalkan  Shalat  ►►  35 


"Barangsiapa  meninggalkan  shalat  dengan  sengaja,  sungguh  telah  lepaslah 
jaminan  dari  Allah."40 

Juga,  " Aku  diperintahkan  untuk  memerangi  manusia  sampai  mereka 
mengu-capkan  'Laa  ilaaha  illallah'  (Tiada  yang  berhak  diibadahi  selain  Allah ) 
dan  mengerjakan  shalat  serta  membayar  zakat.  Jika  mereka  telah  memenuhinya 
maka  darah  dan  hartanya  aku  lindungi  kecuali  dengan  haknya.  Adapun 
hisabnya  maka  itu  kepada  Allah."4'1 

Rasulullah  bersabda: 


■ r«  * Ta  1 la  j I > i J li  La  ^ * 'jjj  U 

' ' 0 0 ° ' 9 - s 4 -'S  \f  o*''* 

OUb*'  t w jf*  jij  j jjli  S-aL/Lil  a j j j 15"  j ilbtj  \ j jli  ht  j j b j 

u/  g/’; 


"Barangsiapa  menjaganya  maka  ia  akan  memiliki  cahaya,  bukti,  dan 
keselamatan  pada  hari  kiamat  nanti.  Sedangkan  yang  tidak  menjaganya  maka 
tidak  akan  memiliki  cahaya,  bukti,  dan  keselamatan  pada  hari  itu.  Pada  hari 
itu  ia  akan  dikumpulkan  bersama  Fir'aun.  Qarun.  Haman,  dan  Ubay  bin 
Khalaf."42 

Umar  bin  Khathab  berkata,  "Sesungguhnya  tidak  ada  tempat  dalam 
Islam  bagi  yang  menyia-nyiakan  shalat."4’' 

Sebagian  ulama  berkata,  "Hanyasanya  orang  yang  meninggalkan 
shalat  dikumpulkan  dengan  empat  orang  itu  karena  ia  telah 
menyibukkan  diri  dengan  harta,  kekuasaan,  pangkat/  jabatan,  dan 
perniagaannya  dari  shalat.  Jika  ia  disibukkan  dengan  hartanya  ia  akan 
dikumpulkan  bersama  Qarun.  Jika  ia  disibukkan  dengan  kekuasaannya 
ia  akan  dikumpulkan  dengan  Fir'aun.  Jika  ia  disibukkan  dengan 
pangkat/  jabatannya  ia  akan  dikumpulkan  bersama  Haman.  Dan  jika 
ia  disibukkan  dengan  perniagaannya  akan  dikumpulkan  bersama  Ubay 
bin  Khalaf,  seorang  pedagang  yang  kafir  di  Mekah  saat  itu." 

40.  Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/238).  Ath-Thabrani  dalam  Al-Kabir{ 20/1 1 7/233, 234),  dan  ada  beberapa 
hadits  penguatnya,  yang  membuat  Syaikh  Al-Albam  menyatakannya  sebagai  hasan  dalam  Shahih  At- 
Targhib(568). 

41 . Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (25)  dan  Muslim  (22):  dari  Ibnu  Umar. 

42.  Isnadnya  shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2  '69).  Abd  bin  Humaid  (353),  Ad-Darimi  (697.698),  Ibnu 
Hibban  (1467).  Ath-Thahawi  dalam  Musykil  (Musykil  Ai-Atsar^d)  (4/229),  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath 
(1788).  dan  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  i2565i.  dan  isnadnya  shahih. 

43.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  dalam  Masait nya.  dengan  periwayatan  anaknya,  Abdullah  (55),  Ibnu  Sa'ad  (3/ 
350),  Muhammad  bin  Nashr  dalam  Ash-Snalaiv 925).  Ibnu  Abi  Syaibah  dalam  Al-lman(  103),  dan  Ad- 
Daruquthni  (2/52).  Syaikh  Al-Albam  berkata.  "Isnadnya  shahih  menurut  syarat  keduanya  (Al-Bukhari  dan 
Muslim)." 

36  I D::o  ,^Besar 


Mu'adz  bin  Jabal  meriwayatkan  Rasulullah  bersabda: 


<dJ'  4 


4-0  O* 


JjLs 


abd 


"Barangsiapa  meninggalkan  shalat  wajib  dengan  sengaja,  telah  lepas  darinya 
jaminan  dari  Allah  ."44 

Umar  bin  Khathab  meriwayatkan,  telah  datang  seseorang  kepada 
Rasulullah  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  amal  dalam  Islam  apakah 
yang  paling  dicintai  oleh  Allah  ta'ala?"  Beliau  menjawab,  "Shalat  pada 
waktunya.  Barangsiapa  meninggalkannya  sungguh  ia  tidak  lagi  memiliki 
dienlagi,  dan  shalat  itu  tiangnya  dien"45 

Kala  Umar  terluka  karena  tusukan  seseorang  mengatakan,  "Anda 
tetap  ingin  mengerjakan  shalat,  wahai  Amirul  Mukminin?"  "Ya,  dan 
sungguh  tidak  ada  tempat  dalam  Islam  bagi  yang  menyia-nyialan 
shalat.",  jawabnya.  Lalu  ia  pun  mengerjakan  shalat  meski  dari  lukanya 
mengalir46  darah  yang  cukup  banyak.47 

Abdullah  bin  Syaqiq  -seorang  tabiin-  menuturkan,  "Tidak  ada  satu 
amalan  pun  yang  meninggalkannya  dianggap  kufur  oleh  para  sahabat 
selain  shalat.’48 

Ali  bin  Abi  Thalib  pernah  ditanya  tentang  seorang  wanita  yang 
tidak  shalat,  menjawab,  "Barangsiapa  tidak  shalat  telah  kafirlah  ia."49 

Ibnu  Mas'ud  berkata,  "Barangsiapa  tidak  shalat  maka  ia  tidak 
mempunyai  dien."50 

Ibnu  Abbas  berkata,  "Barangsiapa  meninggalkan  shalat  dengan 
sengaja  sekali  saja  niscaya  akan  menghadap  Allah  yang  dalam  keadaan 
murka  kepadanya.1'51 


44.  Telah  disebutkan  takhrij- nya. 

45.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaai  dalam  Asy-Syu'ab  (2550).  Al-Baihaqi  men-ctfia'/T-kannya,  juga  Syaikh  Al- 
Albani  dalam  Dha’ifAI-Jami’ (170). 

46.  Yats'abuyai\lu  mengalirnya  darah. 

47  Telah  disebutkan  takhrii- nya. 

48.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  dalam  Al-iman(  137).  At-Tirmidzi  (2622).  Muhammad  bin  Nashr  dalam 
Ta'zhim  OadrAsh-Shalah  (948).  Syaikh  Al-Albani  men-sbaW/i-kannya  dalam  Shahih  At-Targhib  (564). 

49.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  secara  marfu'( periwayatan  sampai  kepada  Rasulullah)  dengan  lafazh, 
"faqadkafara  (sungguh  dia  telah  kafir)."  Lihat  dalam  Shahih  At-Targhib  (230). 

50.  Diriwayatkan  oleh  Muhammad  bin  Nashr  dalam  Ta'zhim  OadrAsh-Shalah,  Ibnu  Abi  Syaibah  dalam  Al- 
iman  (2/1 84).  Ath-Thabrani  dalam  Al-Kabir (3/19/1 ).  Syaikh  Al-Albani  berkata,  “Isnadnya  hasani' 

51 . Diriwayatkan  oleh  Muhammad  bin  Nashr  secara  mauquf  (periwayatan  sampai  pada  shahabat  saja)  dengan 
afazh.  “fagad  kafara  (sungguh  dia  teiah  kafir)." 


Meninggalkan  Shalat  ►►  37 


Rasulullah  bersabda,  "Barangsiapa  berjumpa  dengan  Allah  dalam 
keadaan  menyia-nyiakan  shalat.  Dia  tidak  akan  mempedulikan  suatu  kebaikan 
pun  darinya.''52 

Ibnu  Hazm  berkata,  "Tidak  ada  dosa  yang  lebih  besar  sesudah  syirik 
selain  mengakhirkan  shalat  dari  waktunya  dan  membunuh  seorang 
mukmin  bukan  dengan  haknya." 

Ibrahim  an-Nakha'iy  berujar,  "Barangsiapa  meninggalkan  shalat 
maka  telah  kafir."  Hal  senada  diungkapkan  oleh  Ayvub  as-Sikhtiyaniy. 


'Aun  bin  Abdullah  berkata,  "Apabila  seorang  hamba  dimasukkan  ke- 
dalam  kuburnya,  ia  akan  ditanya  tentang  shalat  sebagai  sesuatu  yang  pertama 
kali  ditanyakan.  Jika  baik  barulah  amal-amalnya  yang  lain  dilihat.  Sebaliknya 
jika  tidak  baik,  tidak  ada  satu  amalan  pun  yang  dilihat  (dianggap  tidak  baik 
semuanya) ." 

Beliau  bersabda,  " Apabila  seorang  hamba  mengerjakan  shalat  di 
awal  waktu,  shalat  itu  -ia  memiliki  cahaya-  akan  naik  ke  langit  sehingga 
sampai  ke  'arsy,  lalu  memohonkan  ampunan  bagi  orang  yang  telah 
mengerjakannya,  begitu  seterusnya  sampai  hari  kiamat.  Shalat  itu  berkata, 
"Semoga  Allah  menjagamu  sebagaimana  kamu  telah  menjagaku."  Dan  apabila 
seorang  hamba  mengerjakan  shalat  bukan  pada  waktunya,  shalat  itu  -ia 
memiliki  kegelapan-  akan  naik  ke  langit.  Sesampainya  di  sana  ia  akan  dilipat 
seperti  dilipatnya  kain  yang  usang  lalu  dipukulkan  ke  wajah  orang  yang  telah 
mengerjakannya.  Shalat  itu  berkata.  "Semoga  Allah  menyia-nyiakanmu 
sebagaimana  kamu  telah  menyia-nyiakanku ,"5’ 

Rasulullah  bersabda: 


/ . , i'*)"'  ' l ' f > a s ss  s 

T1'- T i'  Jr>r  j • i)  4J  * D ^v>  3bw?  ^ -diil  jyA i 'V  T T J 


i ..  > * t t*  ’ i * 3 , s ,1*  ’ t * s?  . ' ^ 

3 j . « 4j  ejd  jl  Jjy  Lj-Ju  0'  jyU Jtj  Hio 


Ada  tiga  orang  yang  shalatnya  tidak  diterima  oleh  Allah;  seseorang  yang 
memimpm  suatu  kaum  padahal  kaum  itu  membencinya,  seseorang  yang 
mengerjakan  shalat  ketika  telah  lewat  waktunya,  dan  seseorang  yang 
memperbudak  orang  yang  memerdekakan  diri."34 


:2 


Al  lraqi  dalam  Taw\  - ■ 'JAenisbatkannya  pada  Ath-Thabrani  dalam  At-Ausath  dari  Anas,  namun  aku 
D6;ummencJaps:*s'  a‘5  "w  sana. 

Diriwayatkan oie1-  Ar-~~a. a-  ss  (hai.  80).  Al-Bazzar  (350),  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab  (2871 ),  Al-Khatib 
aa.am  Tarikh- nya  ■"  3 Hadits  ini  dha'if.  lihat  Dha’if  Al-Jami' (400). 

D:rnvayatkanolehAc_  D 593i  dan  Ibnu  Majah  (970).  Haditsini  dha'if  dengan  teks  lengkapnya.  Lihat 

0~a''fAi-Jami'(V  9 


3 8 D:D%a  Besar 


Beliau  ££?  juga  bersabda,  "Barangsiapa  menjamu'  dua  shalat  tanpa 
udzur,  sungguh  ia  telah  memasuki  pintu  terbesar  diantara  pintu-pintu  dosa 
besar." 50 

Marilah  kita  memohon  taufiq  dan  i'anah  kepada  Allah,  sesung- 
guhnya Dia  Maha  Pemurah  dan  Maha  Pengasih  diantara  mereka  yang 
mengasihi. 


Pasal  Mengajarkan  Shalat  Kepada  Anak-anak 


Rasulullah  bersabda: 

* * 9 . **  " ' ' \ ' • ♦ 

IgJLp  a y 


"Perintahkanlah  kepada  anak-anakmu  untuk  shalat  jika  mereka  telah  mencapai 
umur  tujuh  tahun.  Dan  jika  telah  berumur  sepuluh  tahun  pukullah  dia  jika 
meninggalkannya."50 

Dalam  riwayat  yang  lain: 


JiS  ££  U J >ij  vr-_  ^ l// 


-Ljajjl 


^ ^ 'y/ j 


" Perintahkanlah  anak-anak  kalian  untuk  shalat  ketika  mereka  berumur  tujuh 
tahun.  Pukullah  mereka  jika  meninggalkannya  ketika  mereka  berumur  sepuluh 
tahun,  dan  pisahkanlah  tempat  tidur  diantara  mereka.”57 

Imam  Abu  Sulaiman  al-Khaththabiy  berkata,  "Hadits  ini  menun- 
jukkan betapa  beratnya  hukuman  bagi  orang  yang  meninggalkan  shalat 
jika  telah  mencapai  akil  balighnya." 

Sebagian  sahabat  Imam  Syafi'i  berhujjah  dengan  hadits  ini  dalam 
kaitannya  dengan  kewajiban  membunuhnya,  jika  ia  meninggalkannya 
dengan  sengaja  setelah  baligh.  Mereka  berkata,  "Jika  ia  boleh  dipukul 
padahal  belum  baligh,  maka  ini  menunjukkan  bahwa  setelah  baligh 


55.  Dha’ifjiddan  (lemah  sekali).  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (188).  Al-Hakim  (1/275),  Ath-Thabrani  dalam  Al- 
Kabir(l 1540),  dan  Abu  Ya'la  (1/2/139).  At-Tirmidzi  danAdz-Dzahabi  men-dha‘/7-kannya,  juga  Syaikh  Al- 
Albani  dalam  Dha'ifAI-Jami'(5556).  Hadits  ini  dari  Ibnu  Abbas. 

56.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/137/1).  Abu  Dawud  (494).  At-Tirmidzi  (407),  Ad-Darimi  (1431),  Ath- 
Thahawi  dalam  Al-Musykil (3/231).  Ibnu  Al-Jarud  (147),  Ad-Daruquthni  (1/230/1 ),  Al-Hakim  (1/201 ).  Hadits 
ini  hasan  menurut  Syaikh  Al-Albani  dalam  Irwa’Al-Ghalil  (1/267). 

57.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/137/2).  Abu  Dawud  (495, 496),  Ad-Daruquthni  (1/230/2),  Al-Hakim 
(1/197),  Al-Baihaqi  (7/64),  Ahmad  (2/187):  dan  Ibnu  Amru,  Hadits  mi  hasan  menurut  Syaikh  Al-Albani 
dalam  Al-lrwa’  (247). 


Meninggalkan  Shalat  ►►  39 


nanti  ia  harus  dikenai  hukuman  yang  lebih  berat  darinya.  Padahal  tidak 
ada  hukuman  yang  lebih  berat  setelah  pukulan  selain  dibunuh." 

Hukum  Meninggalkan  Shalat 

Para  ulama  berbeda  pendapat  berkenaan  dengan  hukum  orang 
yang  meninggalkan  shalat.  Imam  Malik,  Syafi'i  dan  Ahmad  berpen- 
dapat hukum  orang  yang  meninggalkan  shalat  adalah  dipancung 
dengan  sebilah  pedang.  Selanjutnya  mereka  berbeda  pendapat  tentang 
kekafirannya  jika  ia  meninggalkannya  tanpa  ada  udzur  sehingga  lewat 
waktunya.  Ibrahim  an-Nakha'iy,  Ayyub  as-Sikhtiyaniy,  Abdullah  bin 
Mubarak,  Ahmad  bin  Hambal,  dan  Ishaq  bin  Rahuyah  menya-takan 
bahwa  ia  kafir.  Mereka  berhujjah  dengan  sabda  Nabi  Jj|g,  "Ikatan 
(pembeda)  antara  kita  dengan  mereka  adalah  shalat.  Barangsiapa 
meninggalkannya,  maka  telah  kafirlah  ia."58  Juga  sabda  beliau,  "Batas  antara 
seseorang  dengan  kekafiran  adalah  meninggalkan  shalat."59 

Pasal 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan,  "Sesungguhnya  orang  yang  selalu 
menjaga  shalat  wajib  niscaya  akan  dikaruniai  oleh  Allah  is.  dengan  lima 
karamah;  ditepis  darinya  kesempitan  hidup,  dijauhkan  ia  dari  azhab  kubur, 
diterimakan  kepadanya  catatan  amalnya  dengan  tangan  kanan,  ia  akan 
melewati  shirath  seperti  kilat  yang  menyambar,  dan  akan  masuk  surga  tanpa 
hisab.  Sebaliknya  orang  yang  menyia-nyiakannya  niscaya  akan  dihukum  oleh 
Allah  dengan  14  hukuman;  lima  di  dunia,  tiga  ketika  mati,  tiga  di  alam  kubur, 
dan  tiga  lagi  ketika  keluar  dari  kubur.  Kelima  hukuman  di  dunia  itu  adalah; 
barokah  dicabut  dari  hidupnya,  'tanda'  sebagai  orang  shalih  dihapus  dari 
wajahnya,  semua  amalan  yang  dikerjakannya  tidak  akan  diberi  pahala  oleh 
Allah,  do'anya  tidak  akan  diangkat  ke  langit,  dan  dia  tidak  mendapat  bagian 
dari  do'anya  orang-orang  shalih.  Hukuman  yang  menimpanya  ketika  mati 
adalah;  dia  akan  mati  dalam  kehinaan,  dalam  kelaparan,  dan  dalam  kehausan. 
Meskipun  ia  diberi  minum  air  seluruh  lautan  dunia,  semua  itu  tak  mampu 
menghilangkan  dahaganya.  Hukuman  yang  menimpanya  di  kubur  adalah; 
kuburnya  menyempit  sehingga  tulang-tulang-nya  ringsek  tak  karuan, 
dinyalakan  di  sana  api  yang  membara  siang-malam,  dan  ia  dihidangkan  kepada 
seekor  ular  yang  bernama  as-Syujd  al-Aqra\  Kedua  bola  matanya  dari  api, 
kuku-kukunya  dari  besi,  dan  panjang  tiap  kuku  itu  sejauh  perjalanan  satu 

58.  Telah  disebutkan  takhrij- nya. 

59.  Telah  disebutkan  takhrij- nya. 

40  I D u ^Besar 


hari.  Ular  itu  terus-menerus  melukai  si  mayit  sambil  berkata.  "Akulah  as- 
Syuja'  al-Aqra'!".  Suaranya  bagaikan  gemuruh  halilintar.  "Aku  diperintah 
oleh  Rabb-ku  untuk  memukulmu  atas  kelakuanmu  yang  menunda-nunda  shalat 
Shubuh  sampai  terbit  matahari,  juga  atas  shalat  Zhuhur  yang  kau  tunda- 
tunda  sampai  masuk  waktu  'Ashar,  juga  atas  Ashar  yang  kau  tunda-tunda 
sampai  Maghrib,  juga  atas  Maghrib  yang  kau  tunda-tunda  sampai  'Isya,  dan 
atas  'Isya'  yang  kau  tunda-tunda  sampai  Shubuh."  Setiap  kali  ular  itu 
memukulnya,  ia  terjerembab  ke  bumi  sedalam  70  hasta.  Demikian  keadaannya 
sampai  datangnya  hari  kiamat  nanti.  Adapun  hukuman  yang  menimpanya 
s ekeluarnya  dari  kubur  pada  hari  kiamat  adalah;  hisab  yang  berat,  kemurkaan 
Rabb,  dan  masuk  ke  neraka." 

Dalam  riwayat  lain  disebutkan,  "Pada  hari  kiamat  nanti  ia  akan  tampil 
sedangkan  di  wajahnya  tertulis  tiga  baris  kalimat;  Wahai  si  penyia-nyia  hak 
Allah,  Wahai  yang  secara  khusus  mendapat  kemurkaan  dari  Allah,  dan 
Sebagaimana  kamu  telah  menyia-nyiakan  hak  Allah  di  dunia,  maka  pada 
hari  ini  pun  berputus-asalah  dari  rahmat  Allah.’’60 

Ibnu  Abbas  berkata,  "Pada  hari  kiamat  nanti,  didatangkan 
seseorang  dan  dihadapkan  kepada  Allah  tk*  ■ Allah  memerintahkannya 
untuk  masuk  neraka.  Tapi  orang  itu  bertanya,  "Wahai  Rabbku, 
mengapa?"  Dan  Allah  pun  menjawab,  "Untuk  penundaan  shalat  dari 
waktunya  dan  sumpah  palsumu  atas  nama-Ku."61 

Pada  suatu  hari  Rasulullah  berdo'a  di  tengah-tengah  para  saha- 
batnya, "Ya  Allah,  janganlah  Engkau  sisakan  di  antara  kami  orang  yang 
'sengsara  lagi  terhalangi'."  Lalu  beliau  melanjutkan,  " Tahukah  kalian 
siapakah  orang  yang  sengsara  lagi  terhalangi  itu?"  Para  sahabat  balik 
bertanya,  "Siapakah  mereka,  wahai  Rasulullah?"  Beliau  menjawab, " Yaitu 
orang  yang  meninggalkan  shalat."02 


60.  Saya  (pen-takhrij) tidak  mendapatkan  satu  sanad  pun  berkenaan  dengan  hadits  ini.  Ibnu  Hajar  Al-Haitsami 
menyebutkannya  dalam  Az-Zawajir  (VI 36)  dengan  penuh  perasaan  risau,  dan  dia  berkata,  "Sebagian 
orang  mengatakan,  disebutkan  dalam  hadits..."  Kemudian  dia  pun  menyebutkannya.  Adz-Dzahabi  dalam 
Al-Mizan  (3/653)  dalam  menyebutkan  biografi  Muhammad  bin  Ali  Al-Abbas  Al-Baghdadi  Al-Aththar,  bahwa 
dia  teiah  memalsukan  atas  nama  Abu  Bakr  bin  Ziyad  An-Naisaburi  sebuah  hadits  batil  tentang  ‘orang  yang 
meninggalkan  shalat'. 

Al-Hafizh  dalam  Lisan  Al-Mizan  (5/285)  berkata.  “Muhammad  bin  Ali  menyangka  bahwa  Ibnu  Ziyad 
menerimanya  dari  Ar-Rabi'  dari  Asy-Syafi’i  dari  Malik  dari  Sami  dari  Abu  Shaiih  dari  Abu  Hurairah  dengan 
me-marfu'-kannya,  Man  tahawana bi shalatihi  'aqabahullahu bi khamsata  ‘asyara  khashlatan  (barangsiapa 
yang  melalaikan  shalat,  Allah  akan  menghukumnya  dengan  lima  belas  hal).  Hadits  ini  sangat  nampak 
sekali  kebatiiannya,  dan  ia  termasuk  hadits-hadits  yang  dibuat-buat  oleh  para  ahli  tarikat  (thuruqiyyah). 
Burhanuddin  Al-Halabi  juga  telah  menyebutkannya  dalam  AI-KasyfAI-Hatsits(h.  240).” 

5r  Saya  belum  menemukannya. 

62.  Saya  belum  menemukannya. 


Meninggalkan  Shalat  ►►  41 


Diriwayatkan  bahwa  wajah  yang  pertama  kali  dikelamkan  pada 
hari  kiamat  adalah  wajah  orang-orang  yang  meninggalkan  shalat.  Juga 
bahwa  di  nerakajahannam  ada  suatu  lembah  yang  disebut  'al-Malham. 
Di  situ  ada  ular  banyak  sekali.  Ukurannya  sebesar  leher  unta. 
Panjangnya  sejauh  perjalanan  satu  bulan.  Ular-ular  itu  mematuk  or- 
ang yang  meninggalkan  shalat.  Bisanya  akan  merusak  tubuh  orang 
yang  meninggalkan  shalat  selama  70  tahun  sebelum  selanjutnya  daging- 
dagingnya  membusuk. 

Hikayat 

Ada  sebuah  kisah,  seorang  perempuan  dari  Bani  Israil  menghadap 
Musa  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  aku  telah  melakukan,  satu  dosa 

besar.  Tapi  aku  telah  bertaubat  kepada  Allah  W . Untuk  itu  sudilah  kiranya 
engkau  memohon  kepada  Allah  agar  mengampuni  dosaku  dan  menerima 
taubatku."  Maka  Musa  pun  bertanya,  "Apakah  dosa  yang  telah  kamu 
lakukan  itu?"  Wanita  itu  menjawab,  "Wahai  Nabi  Allah,  sungguh  aku  telah 
berzina,  melahirkan  anak  haram,  lalu  membunuhnya."  Musa  berkata  lagi, 
"Pergi  jauhlah  wahai  pendosa!  jangan  sampai  api  dari  langit  menyambar  kami 
gara-gara  dosa  yang  telah  kamu  lakukan  itu!"  Wanita  itu  pun  meninggalkan 
Musa  membawa  hati  yang  hancur.  Lalu  Jibril  mendatangi  Musa  dan 
berkata,  Wahai  Musa,  Rabb  bertanya  kepadamu,  "Mengapa  kamu 
menolak  seorang  wanita  yang  telah  bertaubat,  wahai  Musa?  Apakah  kamu 
sudah  tidak  mendapati  yang  lebih  buruk  darinya?"  Musa  balik  bertanya, 
"Wahai  Jibril,  apakah  yang  lebih  buruk  darinya?" " Meninggalkan  shalat  dengan 
sengaja,  jawab  Jibril. 

Hikayat  lain 

Dikisahkan,  seseorang  dari  kalangan  salaf  turut  menguburkan 
saudara  perempuannya  vang  mati.  Tanpa  ia  sadari  sebuah  kantong 
berisi  harta  yang  ia  bawa  jatuh  dan  turut  terkubur.  Begitu  pula  dengan 
mereka  yang  hadir,  tak  satu  pun  menyadarinya.  Sepulang  darinya, 
barulah  ia  tersadar.  Maka  ia  kembali  ke  makam  dan  ketika  semua  or- 
ang telah  pulang  ke  tempat  masing-masing  ia  bongkar  kembali  makam 
saudaranya  itu.  Dan  ia  pun  terkejut  begitu  melihat  api  yang  menyala- 
nyala  dari  dalam  makam.  Serta  merta  ia  kembalikan  tanah  galian,  dan 
pulang  sambil  bercucuram  air  mata.  Mendapati  ibunya  ia  bertanya, 
"Duhai  Ibunda,  gerangan  apakah  yang  telah  dilakukan  oleh  saudara 
perempuanku?"  "Mengapa  kau  menanyakannya,  Anakku?",  ibunya  balik 
bertanya.  Ia  pun  menjawab,  "Bunda,  sungguh  aku  melihat  kuburnya 

42  I D:o%Sa  Besar 

! 


dipenuhi  kobaran  api."  Lalu  ibunya  menangis  dan  berkata,  "Wahai 
anakku,  dulu  saudara  perempuanmu  terbiasa  meremehkan  dan 
mengakhirkan  shalat  dari  waktunya."'"’ 

Ini  adalah  keadaan  mereka  yang  mengakhirkan  shalat  dari 
waktunya.  Lalu  bagaimana  dengan  mereka  yang  tidak  mengerjak- 
annya?! Marilah  kita  memohon  pertolongan  kepada  Allah  agar  kita  selalu 
dapat  menjaganya  pada  waktunya.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah 
lagi  Maha  Mulia. 


Pasal  Ancaman  Bagi  Yang  Meninggalkan  Shalat  Tanpa 
Tumakninah 


Allah  berfirman: 


s.  * t s* 

jdji  ~ -J . ,-2-Aj  L 


Maka  kecelakaanlah  bagi  orang-orang  yang  shalat,  (yaitu)  orang-orang  yang 
lalai  dari  shalatnya.  (Al-Ma’un:  4-5) 

Diriwayatkan,  tafsir  dari  ayat  di  atas  adalah  orang  yang  menger- 
jakan shalat  secepat  kilat,  tanpa  menyempurnakan  ruku'  dan  sujudnya. 

Abu  Hurairah  meriwayatkan,  seseorang  memasuki  masjid  dikala 
Rasulullah  sedang  duduk  di  sana.  Orang  itu  mengerjakan  shalat 
lalu  menghampiri  Nabi  dan  mengucapkan  salam  kepada  beliau.  Nabi 

menjawab  salam  lalu  berkata,  "Kembali  kerjakanlah  shalat. 
Sesungguhnya  kamu  tadi  belum  mengerjakannya.  Maka  orang  itu  pun 
kembali  mengerjakan  shalat  seperti  yang  telah  dikerjakannya.  Kemu- 
dian ia  kembali  dan  mengucapkan  salam  kepada  Nabi  Beliau 
menjawabnya  lalu  berkata,  "Kembali  kerjakanlah  shalat.  Sesungguhnya  kamu 
tadi  belum  mengerjakannya."  Orang  itu  pun  kembali  menger-jakannya 
seperti  semula.  Kemudian  ia  kembali  dan  mengucapkan  salam  kepada 
Nabi  Beliau  menjawabnya  dan  berkata,  "Kembali  kerjakanlah  shalat. 
Sesungguhnya  kamu  tadi  belum  mengerjakannya."  Beliau  mengulanginya 
tiga  kali.  Mendengar  itu  orang  tadi  berkata,  "Demi  (Allah)  yang 
mengutusmu  dengan  kebenaran  wahai  Rasulullah,  aku  tidak  bisa 
mengerjakan  shalat  vang  lebih  baik  dari  yang  sudah  aku  kerjakan  tadi. 
Karenanya  ajarilah  aku."  Lalu  Rasulullah  yiy  bersabda: 


63.  Ibnu  Al-Jauzi  menyebutkannya  dalam  kitab  Al-Muqliq  (no.  39).  dari  Al-Qurasyi  berkata.  "Syuwaid  bin  Sa’id 
menceritakan  kepada  kami,  dia  berkata.  Al-Hakam  bin  Sinan  memeberitahukan  kepada  kami  dari  Amru  bin 
Dinar,  dia  berkata,  lalu  dia  menyebutkan  kisah  tersebut."  Isnadnya  dha'if.  karena  adanya  Al-Hakam  bin 
Sinan. 


Meninggalkan  Shalat  ►►  43 


i^r  jidaj»  ^ jus  uii  *j  ijjsri 


LJlSr 


"Jika  kamu  berdiri  untuk  mengerjakan  shalat,  bertakbirlah.  Lalu  bacalah 
beberapa  ayat  al-Qur'an  sebisamu.  Lalu  rukulah  dengan  tumakninah.  Lalu 
angkatlah  sampai  kamu  benar-benar  berdiri  tegak  (i'tidal).  Lalu  sujudlah 
dengan  tumakninah.  Lalu  duduklah  dengan  tumakninah.  Lalu  sujudlah  dengan 
tumakninah.  Demikian  ini  kerjakanlah  dalam  setiap  (rekaat)  shalatmu ."b4 


Al-Badriy  meriwayatkan  Rasulullah  bersabda: 


J ^ 


y 


c 9 z \ t 

J ^ 


"Tidak  akan  diberi  pahala  shalat  seseorang  yang  tulang  belakangnya  tidak 
diluruskan  ketika  ruku'."  (Hadits  riwayat  Imam  Ahmad) 


Hadits  di  atas  diriwayatkan  pula  oleh  Abu  Dawud  dan  Tirmidzi. 
Tirmidzi  berkata,  "Hadits  hasan  shahih."  Pada  riwayat  yang  lain,  "... 
sehingga  ia  meluruskan  punggungnya  ketika  ruku’  dan  sujud."65 

Inilah  nash  dari  Nabi  -yg  Barangsiapa  tidak  meluruskan 
punggungnya  setelah  ruku'  dan  sujud  seperti  sediakala,  maka  shalatnya 
batal.  Ini  berlaku  untuk  shalat  fardlu.  Adapun  tumakninah  adalah  ketika 
setiap  tulang  mengambil  posisi  masing-masing. 

Diriwayatkan  pula  bahwa  beliau  bersabda: 


'jd  Dj — i j 


. U i JIS 


Do , 


. i.  e-  o « 

jj'  U J 

N_»  S’  j 'h  Jli 


"Manusia  yang  paling  buruk  perbuatan  mencurinya  adalah  orang  yang  mencuri 
shalatnya."  Seseorang  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  bagaimanakah 
seseorang  itu  mencuri  shalatnya?"  "Yaitu  tidak  menyempurnakan  ruku’ 
dan  sujudnya.",  jawab  Nabi.ft0 

64.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (757. 6252).  Muslim  (397),  Abu  Dawud  (856),  At-Tirmidzi  (303),  An- 
Nasa’i  (2/124),  Ibnu  Majah  (1060),  dan  Ahmad  (3/437):  dari  Abu  Hurairah. 

65.  Shahih . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/119),  Abu  Dawud  (855),  Ath-Thayaiisi  (h.  85),  An-Nasa'i  (2/183), 
Ibnu  Majah  (870),  Ad-Darimi  (304).  Ibnu  Khuzaimah  (592),  Al-Baihaqi  (2/117),  dalam  Asy-Syu'ab (2861), 
dan  disebutkan  dalam  Shahih  Al-Jami' ( 7224. 7225). 

66  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Hibban  (1888),  Al-Hakim  (1/229),  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab( 2847), 
dan  As-Sunan  (2/386):  dari  Abu  Hurairah . Dan , ada  penguat  dari  hadits  Abu  Oatadah , yang  diriwayatkan 

44  I D:L>%»Besar 


Abu  Hurairah  mengabarkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


f > 


, 


"Allah  tidak  akan  melihat  kepada  seseorang  yang  tidak  menegakkan  tulang 
belakangnya  di  antara  ruku'  dan  sujudnya."0, 

Rasulullah  bersabda: 


A U^.~. 'l  % ^ lij 


V- 


iiuujl  JtXL 

^ y ' 

> o 


*>Ui  V;  \fJ  ilJl  Ju  jj  Ixj j'  li yki 


"Inilah  shalat  seorang  munafik.  Duduk  menunggu  matahari  sampai  ketika  ia 
berada  di  antara  dua  tanduk  setan  (hampir  tenggelam)  orang  itu  pun  berdiri 
lalu  shalat  secepat  kilat  sebanyak  empat  rekaat.  Dia  tidak  berdzikir  kepada 
Allah  kecuali  sedikit  dalam  mengerjakannya ,"6S 

Abu  Musa  meriwayatkan,  suatu  hari  Rasulullah  mengerjakan 
shalat  bersama  para  sahabat,  lalu  beliau  duduk.  Seseorang  datang, 
berdiri  mengerjakan  shalat.  Ia  ruku’  dan  sujud  seperti  mematuk  (karena 
cepat).  Maka  Rasulullah  bersabda,  "Lihatlah  itu!  Seandainya  dia  mati, 
sungguh  dia  mati  bukan  di  atas  millah  Muhammad  Dia  mematuk  shalatnya 
seperti  seekor  gagak  meminum  darah.""" 

Umar  bin  Khaththab  //A  meriwayatkan,  Rasulullah  ^ bersabda, 
Setiap  orang  yang  shalat  pasti  di  sisi  kanan-kirinya  ada  malaikat.  Jika  ia 
mengerjakannya  dengan  sempurna,  kedua  malaikat  itu  akan  membawa 
shalatnya  ke  hadirat  Allah  i*.  Sebaliknya  jika  tidak  keduanya  akan 
memukulkan  shalatnya  ke  wajahnya."70 

Ubadah  bin  Shamit  berkata,  Rasulullah  bersabda,  "Barangsiapa 
berwudlu  dengan  sebaik-baiknya,  kemudian  berdiri  mengerjakan  shalat, 
menyempurnakan  rukunya,  sujudnya,  serta  bacaannya,  niscaya  shalatnya 
berkata,  'Semoga  Allah  menjagamu  sebagaimana  kamu  telah  menjagaku.'  Lalu 
shalat  itu  -ia  bersinar  dan  bercahaya-  akan  diangkat  ke  langit.  Pintu-pintu 


oleh  Ad-Danmi  (305).  Ahmad  (5/310).  A!-Hakim  (1/299).  dan  Al-Baihaqi  (2/385).  Juga,  dari  Abdullah  bin 
Mughaffal,  yang  diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  ketiga  kitab  Mu'jam- nya.  Syaikh  Al-Albani  men- 
shahih- kannya  dalam  Shahih  Al-Jami’(%6. 986). 

5"  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/525).  dan  sanadnya  shahih. 

6:  Diriwayatkan  oleh  Malik  (1/220),  Muslim  (622).  Abu  Dawud  (413).  At-Tirmidzi  (160).  An-Nasa’i  (1/254), 
Ad-Daruquthni  (1/254).  Al-Baihaqi  (1/443).  dan  Ahmad  (3/102, 103):  dari  Anas. 

Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Khuzaimah  (6556)  dan  Al-Baihaqi  (2/89),  Syaikh  Al-Albani  meng-basan- 
■rannya  dalam  ta'!iq beliau  atas  Ibnu  Khuzaimah.  dan  dalam  Shahih At-Targhib  (529). 

Dhalf.  Diriwayatkan  oleh  Ad-Daruquthni  dalam  Al-lfrad.  Syaikh  Al-Albani  men-ctfia’/7-kannya  dalam  Dha'if 
Al-Jami'{ 5226). 


Meninggalkan  Shalat  ►►  45 


langit  pun  dibukakan  sehingga  ia  akan  sampai  ke  hadiratNya.  Ia  akan 
memintakan  syafaat  bagi  orang  yang  telah  mengerjakannya.  Tetapi  jika  or- 
ang itu  tidak  menyempurnakan  ruku',  sujud,  dan  bacaannya,  niscaya  shalatnya 
akan  berkata,  "Semoga  Allah  menyia-nyiakanmu  sebagaimana  kamu  telah 
menyia-nyiakanku.  Kemudian  shalat  itu  -ia  diliputi  kegelapan-  diangkat  ke 
langit.  Tetapi  pintu-pintu  langit  tertutup.  Maka  ia  pun  dilipat  seperti  dilipatnya 
kain  usang,  lalu  dipukulkan  ke  wajah  orang  yang  telah  mengerjakannya."7'1 

Salman  al-Farisiy  berkata,  Rasulullah  (gs  bersabda,  "Shalat  itu 
timbangan.  Barangsiapa  memenuhinya  ia  pun  akan  dipenuhi.  Dan  barangsiapa 
mencuranginya,  sungguh  kalian  telah  tahu  apa  yang  dijanjikan  oleh  Allah 
dalam  firman-Nya: 

- .*.i  > b 

|j  a 

Kecelakaan  (Wail)  besarlah  bagi  para  muthaffif  (Al-Muthaffifin:  l)"72 

Muthaffif  adalah  orang  vang  mengurangi  takaran,  timbangan,  atau 
ukuran,  atau  shalat.  Mereka  diancam  oleh  Allah  dengan  Wail,  satu 
lembah  di  Jahannam  yang  karena  panasnya  Jahannam  pun  minta 
perlindungan  kepada  Allah.  Semoga  Allah  melindungi  kita  darinya. 

Dari  Ibnu  Abbas  bahwasannya  Nabi  «gg  bersabda,  “Apabila 
salah  seorang  di  antara  kalian  bersujud,  hendaklah  meletakkan  wajahnya, 
hidungnya,  dan  tangannya  di  atas  tanah.  Karena  Allah  Ta’ala  memerintahkan 
supaya  bersujud  dengan  tujuh  anggota  badan:  kening,  hidung,  dua  telapak 
tangan,  dua  lutut,  dan  dua  ujung  telapak  kaki,  dan  supaya  tidak  menahan 
rambut  atau  pakaian.  Barangsiapa  shalat  dengan  tidak  memberikan  kepada 
setiap  bagian  tubuh  tersebut  haknya,  maka  bagian  tubuh  itu  akan  melaknatnya 
sampai  dia  selesai  dari  shalatnya.’’  ’ 

Suatu  ketika  Hudzaifah  bin  Yaman  melihat  seseorang  menger- 
jakan shalat,  namun  tidak  menyempurnakan  ruku'  dan  sujudnya. 
Hudzaifah  pun  menyapanya,  " Kamu  belum  shalat.  Andaisaja  kamu  mati 
padahal  shalatmu  seperti  itu.  sungguh  kamu  mati  di  atas  selain  fitrah 
Muhammad 

71.  Dha'it  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thayalisi  (h.  80).  Al-Bazzar  (1/1 77.  no.  350),  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab 
(2871 ).  Syaikh  Al-Albani  men-dba’/7-kannya  dalam  Dha'if  Al-  Jami'  (400). 

72.  Sanadnya  dha'if.  Diriwayatkan  oleh  Abdurrazzaq  (3750),  Ad-Dulabi  dalam  Al-Kuna  (2/141),  dan  Al- 
Baihaqi  (2/291 );  dari  Salim  bin  Abi  Al-Ja'd.  dari  Salman,  sedang  dia  tidak  mendengar  darinya,  dan  dia 
seorang  mudailis  (penipu),  tidak  menyatakan  secara  terang  bahwa  dia  pernah  mendengar  hadits  darinya. 
Wallahualam. 

73.  Saya  beium  mendapatkannya  sejauh  pencarian  yang  saya  lakukan,  hanya  saja  Asy-Syaukani  dalam  An- 
Nail  (Nail  Al-Authar)  (2/259).  menisdatkannya  pada  Ismail  bin  Abdullah.  yang  dikenal  dengan  nama 
Samawaihdalam  Fawaicf-nya.  dari  jalur  ikrimah.  dari  ibnu  Abbas. 

46  | D~o%n Besar 


Dalam  riwayat  Abu  Dawud  Hudzaifah  bertanya,  "Sejak  kapan  kamu 
mengerjakan  shalat  seperti  yang  kulihat  tadi?" " Sejak  empat  puluh  tahun  yang 
lalu.",  jawab  orang  itu.  Lalu  Hudzaifah  berkata,  "Selama  empat  puluh 
tahun  ini  kamu  tidak  shalat  sama  sekali.  Dan  jika  kamu  mati,  kamu  mati  di 
atas  selain  fitrah  Muhammad  5 

Hasan  al-Bashriy  bertutur,  "Wahai  anak  Adam  apalagi  yang  kamu 
baggakan  dari  dienmu  jika  shalatmu  sudah  kamu  sepelekan?  Padahal, 
tentang  shalat  itulah  pertanyaan  pertama  yang  diajukan  kepadamu  pada 
hari  kiamat  nanti.  Nabi  bersabda,  "Amal  yang  pertama  kali  dihisab 
pada  hari  kiamat  dari  seorang  hamba  adalah  shalatnya.  Jika  shalatnya  baik 
maka  telah  sukses  dan  beruntunglah  ia,  sebaliknya  jika  kurang,  sungguh  telah 
gagal  dan  merugilah  ia.”  Dan  bilamana  amalan  fardlu  itu  kurang  sempurna 
Allah  berfirman,  "Lihatlah,  apakah  hambaKu  memiliki  amalan  sunnah  untuk 
melengkapinya?"  Demikian  sampai  habis  seluruh  amalnya.  "7b 

Maka,  seorang  hamba  itu  mestinya  memperbanyak  amalan  sunnah 
untuk  menyempurnakan  amalan  yang  wajib.  Dari  Allah  taufiq  itu 
datang. 


Pasal  Hukum  Meninggalkan  Shalat  Jamaah  Bagi  Yang 
Tidak  Berhalangan 

Allah  berfirman: 


: 1 o*  — ^ # 

» l +& ; 1 b>-  j 


4 


l: 


Ji  J' 


5 - 3 f 

! i 


J-  (*J« 


3 \ >5, 

,,-A  « i 


- " 1,4  t t*  , e , 

J'  ^2  jjaPJb  ' Ji J JJ  f 


Pada  hari  betis  disingkapkan  dan  mereka  dipanggil  untuk  bersujud;  maka 
memeka  tidak  kuasa,  (dalam  keadaan)  pandangan  mereka  tunduk  ke  bawah, 
.sg:  mereka  diliputi  kehinaan.  Dan  sesungguhnya  mereka  dahulu  (di  dunia) 
s: seru  untuk  bersujud,  dan  mereka  dalam  keadaan  sejahtera.  (Al-Qalam: 
42-43) 


- Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (791 ,808).  Abdurrazzaq  (3732, 3733).  An-Nasa'i  (3/58)  Ibnu  Hibban  (1 894), 
Al-Baihaqi  (2/118),  dalam  Asy-Syu'ab  (2860).  Ahmad  (5/384).  dan  Al-Baghawi  (61 6). 

Riwayat  hadits  ini  bukan  dalam  Abu  Dawud,  melainkan  ada  pada  Ibnu  Hibban  (1894),  Al-Baihaqi  dalam 
Asy-Syu’ab  (2860).  dan  As-Sunan  (2/117). 

H DAvayatkan  oleh  Ahmad  (2/290),  Abu  Dawud  (865),  At-Tirmidzi  (413),  An-Nasa’i  (1/232),  Ibnu  Majah 
' -25’.  dan  Ath-Thahawi  dalam  Al-Musykil (31228):  dari  Abu  Hurairah.  Syaikh  Al-Albani  men-shahih- 
■ = "y a dalam  ShahJh  Al- Jami'  (2568). 


Meninggalkan  Shalat  ►►  47 


Ini  kejadian  pada  hari  kiamat.  Mereka  diliputi  penyesa'an.  Dulu  di 
dunia  mereka  telah  diseru  untuk  bersujud. 

Ibrahim  At-Taimiy  berkata,  "Maksud  dari  ayat  di  atas  adalah  diseru 
kepada  shalat  wajib  dengan  adzan  dan  iqamah." 

Sa'id  bin  Musayyib  berkata,  "Mereka  mendengar  panggilan  'Mari 
mengerjakan  shalat!  Mari  menuju  kemenangan!',  namun  mereka  tidak 
menjawab  panggilan  itu,  padahal  mereka  dalam  keadaan  sehat  sejahtera." 

Ka'ab  al-Ahbar  berkata,  "Demi  Allah,  ayat  ini  tidak  turun  kecuali 
berkenaan  dengan  orang-orang  yang  meninggalkan  shalat  jamaah.  Nah, 
ancaman  apa  yang  lebih  dahsyat  bagi  orang  yang  meninggalkan  shalat 
jamaah  padahal  ia  mampu  mengerjakannya  selain  ayat  ini? 

Adapun  dari  sunnah,  Bukhari  dan  Muslim  meriwayatkan  bahwa 
Rasulullah  bersabda,  "Sungguh  aku  hampir  saja  memerintahkan  untuk 
shalat,  diiqamati,  lalu  aku  perintahkan  seseorang  untuk  mengimami  orang- 
orang.  Sedang  aku  dan  beberapa  orang  lagi  pergi  sambil  membawa  seonggok 
kayu  bakar  untuk  membakar  rumah  orang-orang  yang  tidak  menghadiri  shalat 
jamaah."77  Tentunya  mereka  tidak  diancam  dengan  pembakaran  rumah  - 
padahal  di  sana  ada  anak-anak  dan  harta  kekayaan-  kecuali  karena  mereka 
meninggalkan  perkara  yang  wajib." 

Dalam  kitab  Shahih  Muslim  disebutkan,  seorang  buta  menemui 
Nabi  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  aku  tidak  punya  orang  yang 
menuntunku  ke  masjid."  Lalu  ia  meminta  keringanan  untuk  diper- 
bolehkan mengerjakan  shalat  di  rumah.  Rasulullah  pun  mengizinkan. 
Tetapi  ketika  orang  itu  undur  diri,  beliau  memanggilnya,  "Apakah  kamu 
mendengar  seruan  untuk  shalat  (adzan)?"  Laki-laki  itu  menjawab,  "Ya." 
lika  demikian  jawablah  seruan  itu!",  sabda  Rasulullah.78  Hadits  ini  diri- 
wayatkan pula  oleh  Abu  Dawud  dari  'Amru  bin  Ummi  Maktum,  bah- 
wa ia  menemui  Nabi  $yg,  ia  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  sesungguhnya 
'■ladinah  ini  banyak  binatang  berbisa  dan  binatang  buasnya.  Padahal  aku  ini 
■ usak  penglihatanku  dan  jauh  rumahku.  Aku  punya  penuntun  jalan  tapi  aku 
::dak  cocok  dengannya.  Apakah  ada  keringanan  bagiku  untuk  mengerjakan 
sealat  di  rumah?"  "Apakah  kamu  mendengar  adzan?",  tanya  Rasulullah. 
Ya",  jawab  orang  itu.  Lalu  Rasulullah  bersabda,  "Jika  demikian  jawablah 
::yuan  itu.  Aku  tidak  mendapatkan  keringanan  bagimu."79 

Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (1/129-1 30).  Al-Bukhari  (644. 2420).  Muslim  (651),  Abu  Dawud  (549).  At- 
Tirmidzi  (217),  dan  An-Nasa'i  (2/107);  dari  Abu  Hurairah 
' : Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (653).  Abu  Awanah  (2/6),  An-Nasa'i  (2/1 09),  dan  Al-Baihaqi  (3/57). 
T Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/345.  346).  Abu  Dawud  (553),  An-Nasa'i  (2/110),  Ibnu 
Khuzaimah  (1478),  dan  Al-Hakim  (1/246)  dengan  men-shahih-kannya.  dan  penilaian  ini  disepakati  oleh 
Adz-Dzahabi . dan  Syaikh  Al-Albani  juga  men-shab/h-kannya. 

I ,}  o' Besar 


Seorang  lelaki  buta  telah  mengadukan  kesulitan-kesulitan  yang  ia 
hadapi  selama  berjalan  menuju  masjid.  Bahkan  ia  tidak  punya  orang 
vang  menuntunnya.  Meski  begitu,  Nabi  tetap  tidak  memberi  keringanan 
baginya  untuk  mengerjakan  shalat  di  rumah.  Nah,  bagaimana  dengan 
orang-orang  yang  sehat  penglihatannya  sejahtera  tanpa  ada  udzur? 
Karena  itulah  ketika  Ibnu  Abbas  ditanya  tentang  seseorang  yang  selalu 
berpuasa  di  siang  hari,  selalu  bangun  untuk  shalat  malam,  tetapi  tidak 
mengerjakan  shalat  jamaah  menjawab,  "Jika  dia  mati  dalam  keadaan 
seperti  itu,  ia  akan  masuk  neraka."80 

Abu  Hurairah  berkata,  "Penuhnya  telinga  anak  Adam  oleh  timah 
vang  meleleh  lebih  baik  dari  pada  mendengar  adzan  tapi  tidak 
mendatanginya."81 

Ibnu  Abbas  meriwayatkan,  Rasulullah  -tgs  bersabda,  " Barangsiapa 
mendengar  muadzin  padahal  tidak  ada  udzur  untuk  mendatanginya 
Seseorang  menyela,  "Apakah  udzur  itu  wahai  Rasulullah?"  Beliau 
bersabda,  "Yaitu  takut  atau  sakit.  Shalat  vang  ia  kerjakan  tidaklah  diterima." 
Maksudnya  shalat  yang  dikerjakan  di  rumah. 

Hakim  meriwayatkan  dari  Ibnu  Abbas  bahwa  Rasulullah  Jj|g 
bersabda,  " Tiga  orang  yang  dilaknat  oleh  Allah;  orang  yang  memimpin  sutu 
Kaum  padahal  kaum  itu  membencinya,  wanita  yang  tidur  padahal  suaminya 
marah  kepadanya,  dan  laki-laki  yang  mendengar  'Mari  menuju  shalat,  mari 
menuju  kemenangan!',  namun  tidak  mendatanginya ."8’ 

Ali  bin  Abi  Thalib  berkata,  'Tidak  ada  shalat  bagi  tetangga  masjid 
kecuali  di  masjid."  Seseorang  bertanya,  "Siapakah  tetangga  masjid  itu?" 

Yaitu  orang-orang  yang  mendengar  adzan."84 


:C  Isnadnya  dha’if.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (218).  dari  Hannad,  telah  menceritakan  kepada  kami  Al- 
Muharibi  dari  Laits  dari  Mujahid  dari  Ibnu  Abbas.  Ahmad  Syakir  berkata,  ‘isnad  ini  shahih,  meskipun 
secara  zhahirnya  adalah  mauquf  dari  Ibnu  Abbas,  tapi  ditinjau  dari  status  hukumnya  adalah  marfu' (marfu' 
hukman).  karena  (perkataan)  seperti  ini  tidak  mungkin  dia  ketahui  dengan  ra ’y/ ( pikirannya) . Saya  katakan, 
Isnadnya  dha’If,  karena  Laits  bin  Abi  Sulaim.  dia  adalah  lemah.’’ 

Isnadnya  dha’if.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/380/4),  dari  jalur  Waki’,  dari  Abdurrahman  bin 
Hushain.  dari  Abu  Najih  Al-Maki,  dari  Abu  Hurairah.  Dan  isnadnya  dha’if.  karena  keadaan  Abdurrahman 
mayrtu/didak diketahui  lati dirinya).  Wallahualam 

il  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (551),  Ibnu  Majah  (793),  Ad-Daruquthni  (1/420).  Ibnu  Hibban 
i2064).  Al-Hakim  (1/245),  Ath-Thabrani  (12265).  dan  Al-Baihaqi  (3/57).  Syaikh  Al-Albani  men -shahih- 
kannya.  tanpa  lafazh,  "Wa  ma  ai-'udzru^ Apa  yang  dimaksud  udzur  itu?)”. 

53  Tidak  shahih.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (358).  dari  Muhammad  bin  Al-Qasim  Al-Asadi,  dari  A!-Fadhl 
bin  Dalham.  dari  Al-Hasan.  dari  Anas  - bukan  ibnu  Abbas.  Dan  At-Tirmidzi  berkata,  “Tidak  shahih,  karena 
hadits  ini  diriwayatkan  dari  Al-Hasan,  dari  Nabi  saw  secara  mursal.  Sedang  Muhammad  bin  Al-Qasim  di- 
dha'if-kan  oleh  Ahmad,  dan  menyatakan  bahwa  dia  bukan  seorang  yang  hafizh. 

84.  Isnadnya  shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  ( 1 /380/8). 


Meninggalkan  Shalat  ►►  49 


Imam  Bukhari  meriwayatkan  dalam  shahihnya  dari  Abdullah  bin 
Mas'ud,  ia  berkata,  "Barangsiapa  senang  untuk  berjumpa  dengan  Al- 
lah esok  hari  -hari  kiamat-  sebagai  seorang  muslim  hendaklah  menjaga 
shalat  lima  waktu  setiap  kali  terdengar  panggilan  untuk 
mengerjakannya.  Sesungguhnya  Allah  mensya-riatkan  sunnah 
petunjuk  (sunanul  huda)  bagi  Nabi  kalian.  Dan  shalat  jamaah  itu 
termasuk  salah  satunya.  Andaikata  kalian  mengerjakan  shalat  di  rumah 
seperti  shalatnya  orang  yang  ketinggalan  di  rumahnya  berarti  kalian 
telah  meninggalkan  sunnah  Nabi  kalian.  Jika  kalian  meninggalkan 
sunnahnya  niscaya  kalian  tersesat.  Kalian  semua  telah  melihat,  tidak 
seorangpun  di  antara  kita  meninggalkan  jamaah  kecuali  ia  adalah 
seorang  munafik  yang  tampak  kemunafikannya  atau  seorang  yang 
sakit.  Sungguh  telah  ada  seseorang  yang  dipapah  oleh  dua  orang, 
diberdirikan  di  shaf  atau  diantar  sampai  ke  masjid  untuk  dapat 
mengerjakan  shalat  berjamaah."85 

Rabi'  bin  Khaitsam  adalah  seorang  lelaki  yang  telah  lumpuh. 
Begitupun  ia  keluar  untuk  mengerjakan  shalat  jamaah  dengan  dipapah 
oleh  dua  orang.  Seseorang  berkata,  "Wahai  Abu  Muhammad,  Anda 
termasuk  yang  mendapatkan  rukhshah  (keringanan)  untuk 
mengerjakan  shalat  di  rumah.  Anda  mempunyai  udzur."  "Benar  apa 
yang  kalian  katakan."  jawab  Rabi'.  "Tetapi  aku  mendengar  muadzin 
menyeru,  'Mari  menuju  shalat.  Mari  menuju  kemenangan.'  Barangsiapa 
mampu  menjawab  seruan  itu  hendaklah  memenuhinya,  walau  harus 
merangkak."86 

Hatim  al-Asham  menuturkan,  "Sekali  saja  aku  tidak  mengerjakan 
shalat  berjamaah.  Abu  Ishaq  al-Bukhari  mendatangiku,  berta'ziah. 
Hanya  dia  seorang.  Padahal  seandainya  salah  satu  anakku  meninggal, 
pastilah  lebih  dari  sepuluh  ribu  orang  berta'ziyah  ke  rumahku.  Yah, 
bagi  kebanyakan  orang  musibah  dien  memang  lebih  ringan  dari  pada 
musibah  dunia." 

Sebagian  salaf  berkata,  "Tidaklah  seseorang  itu  kehilangan 
kesempatan  untuk  shalat  berjamaah  kecuali  karena  dosa  yang  telah 
dikerjakannya." 

Ibnu  Umar  mengisahkan,  "Suatu  hari  Umar  pergi  ke  kebun  kurma. 
Sepulang  darinya  orang-orang  sudah  mengerjakan  shalat  Ashar 


85.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (654)  dan  An-Nasa’i.  tidak  sebagaimana  yang  dikatakan  penulis, 
bahwa  hadits  ini  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari. 

86.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Sa'ad  (6/1 89-1 90)  dan  Abu  Nu  aim  (2/11 3). 

50  I D:&bsa  Besar 


(berjamaah).  Umar  pun  berkata,  'Innd  lillahi  wa  inna  ilaihi  rdjiun,  aku 
ketinggalan  shalat  jamaah.  Saksikanlah  bahwa  kebun  kurmaku  aku 
jadikan  sedekah  bagi  orang-orang  miskin,  semoga  menjadi  kaffarah  atas 
apa  yang  dilakukan  Umar." 

Pasal  Penekanan  Untuk  Mengerjakan  Shalat  'Isya'  dan 
Shubuh  Secara  Berjamaah  Lebih  Dibanding  Yang  Lain. 

Rasulullah  sgs  bersabda, 

' . ' 3 * ' ' 3 ' ' ' ' ~ 

C»  j j J J J 

/ u'  r 

I J)  J 

"Sesungguhnya  shalat  yang  dirasa  paling  berat  oleh  orang-orang  munafik 
adalah  shalat  'Isya  ' dan  shalat  Fajr  (Shubuh).  Seandainya  mereka  tahu  pahala 
yang  ada  pada  keduanya  niscaya  mereka  akan  mendatangi  keduanya  walau 
dengan  merangkak ."87 

Ibnu  Umar  berkata,  "Jika  ada  seseorang  di  antara  kami  yang 
meninggalkan  shalat  'Isya  dan  Shubuh  berjamaah,  kami  berburuk 
sangka  kepadanya  bahwa  ia  telah  menjadi  seorang  menjadi  seorang 
munafik."88 

Hikayat 

Ubaidullah  bin  Umar  al-Qawaririv  berkisah,  "Aku  belum  pernah 
ketinggalan  shalat  'Isya'  secara  berjamaah  walau  sekali.  Suatu  malam 
aku  kedatangan  tamu.  Karenanya  aku  menyibukkan  diri  dan  ketinggalan 
shalat  'Isya'  berjamaah.  Aku  pun  mencoba  untuk  mencari,  mungkin 
masih  ada  jamaah  'Isya'  di  seantero  masjid  kota  Bashrah.  Namun  aku 
dapati  semua  orang  sudah  selesai  mengerjakannya  dan  pintu  masjid 
pun  telah  dikunci.  Aku  pulang  dan  bergumam,  "Terdapat  suatu  hadits 
yang  menyebutkan  bahwa  shalat  jamaah  itu  lebih  utama  27  derajat 
dibandingkan  shalat  sendirian.  Maka  aku  pun  mengerjakan  shalat  'Isya' 
27  kali.  Aku  tidur  dan  bermimpi,  seakan-akan  aku  bersama  suatu  kaum 
yang  semuanya  menunggang  kuda  perang.  Aku  juga  menunggang 


87.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/332).  Ahmad  (2/424).  Al-Bukhari  dan  Muslim  (651 ).  Abu 
Dawud  (548),  Ibnu  Majah  (791 ),  dan  Ibnu  Hibban  (2098);  dari  Abu  Hurairah. 

88.  Isnadnya  shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/332).  Al-Hakim  (1/211),  Ibnu  Khuzaimah  (1485), 
Ibnu  Hibban  (2099),  dan  Al-Baihaqi  (3'59). 


Meninggalkan  Shalat  ►►  5 I 


kuda.  Kami  berpacu.  Aku  mengendalikan  kuda  sekencang-kencangnya, 
tetapi  tetap  tidak  bisa  mencapai  mereka.  Aku  memperhatikan  salah 
seorang  dari  mereka.  Ia  berkata,  'Jangan  kamu  forsir  kudamu,  sekali- 
kali  kamu  tidak  akan  pernah  bisa  menyusul  kami.'  'Mengapa  begitu?', 
tanyaku.  Orang  itu  menjawab,  'Karena  kami  mengerjakan  shalat  'Isya' 
berjamaah  sedangkan  kamu  mengerjakan-nya  sendirian.'  Lalu  aku 
terbangun  dan  diliputi  rasa  sedih  dan  sesal  tiada  tara. 

Marilah  kita  momohon  ma'unah  (pertolongan)  dan  taufiq  kepada 
Allah.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah  lagi  Maha  Mulia. 


52  Besar 


D.sa 


Besar 


05 


TIDAK  MEMBAYAR  ZAKAT 


Allah  berfirman: 

o j1?*.''  , % 9 . s o * r 


a-A  4j_j2i  <0^  ^JbL'U  L<>_!  j • .J  'r } 

-/  - - w ^ -/  • - U" -'  * “ -s 


Aj  t P ji  fpL^ 


Sekali-kali  janganlah  orang-orang  yang  bakhil  dengan  harta  yang  Allah  berikan 
kepada  mereka  dari  karunia-Nya  menyangka,  bahwa  kebakhilan  itu  baik  bagi 
mereka.  Sebenarnya  kebakhilan  itu  adalah  buruk  bagi  mereka.  Harta  yang 
mereka  bakhilkan  itu  akan  dikalungkan  kelak  di  lehernya  di  ha.  i kiamat.  (Ali 
Imran:  180) 

Dan  kecelakaan  yang  besarlah  bagi  orang-orang  yang  mempersekutukan-Nya, 
(yaitu)  orang-orang  yang  tidak  menunaikan  zakat  (Fushshilat:  6-7) 

Dan  orang-orang  yang  menyimpan  emas  dan  perak  dan  tidak  menafkah- 
kannya pada  jalan  Allah,  maka  beritahukanlah  kepada  mereka,  (bahwa  mereka 
akan  mendapat)  siksa  yang  pedih,  pada  hari  dipanaskan  emas  perak  itu  di 
dalam  neraka  Jahannam,  lalu  disetrikakan  pada  dahi,  lambung  dan  punggung 
mereka  (lalu  dikatakan)  kepada  mereka:" Inilah  harta  bendamu  yang  kamu 
simpan  untuk  dirimu  sendiri,  maka  rasakanlah  sekarang  (akibat  dari)  apa 
yang  kamu  simpan".  (At-Taubah:  34-35) 

Rasulullah  bersabda,  "Tidak  ada  pemilik  emas  dan  perak  yang  tidak 
mengeluarkan  zakatnya  kecuali  pada  hari  kiamat  nanti  akan  dibentangkan 
baginya  papan-papan  dari  api,  lalu  ia  ditelentangkan  di  atasnya,  di  neraka 
Jahannam.  Maka  dia  akan  dipanggang  dengan  itu  pada  dahi  dan  punggungnya. 
Setiap  kali  dingin  papan  itu  akan  dipanaskan  lagi  untuknya.  Satu  hari  di 
sana  sama  dengan  limapuluh  ribu  tahun.  Begitu  sampai  Allah  menghakimi 
manusia  seluruhnya  dan  dia  pun  tahu  ke  mana  jalan  yang  akan  ditempuhnya; 


Tidak  Membayar  Zakat  ►►  53 


ke  surga  atau  ke  neraka."  Seseorang  bertanya,  " Wahai  Rasulullah , bagaimana 
tentang  unta?"  Beliau  menjawab,  " Dan  tidak  pula  pemilik  unta  yang  tidak 
mengeluarkan  zakatnya  kecuali  pada  hari  kiamat  nanti  akan  dihamparkan 
tanah  yang  sangat  lapang,  dipenuhi  oleh  unta-untanya  yang  benar-benar 
sehat  dan  gemuk,  tanpa  ada  satu  anak  unta  pun  yang  tertinggal.  Semua  unta 
itu  menginjaknya  dengan  telapak  kakinya  dan  menggigitnya  dengan  mulutnya. 
Setiap  kali  unta  terakhir  melakukannya  di  datangkan  lagi  unta  pertama.  Itu 
dalam  satu  hari  yang  sama  dengan  limapuluh  ribu  tahun  Begitu  sampai  Al- 
lah menghakimi  manusia  seluruhnya  dan  dia  pun  tahu  ke  mana  jalan  yang 
akan  ditempuhnya;  ke  surga  atau  ke  neraka."  Seseorang  bertanya  lagi,  Wahai 
Rasulullah,  lalu  bagaimana  dengan  sapi  dan  kambing?"  Beliau  menjawab, 
" Begitu  pula  dengan  pemilik  keduanya  jika  tidak  membayar  zakatnya.  Akan 
dihamparkan  tanah  yang  sangat  lapang,  dipenuhi  oleh  sapi-sapi  dan  kambing- 
kambing  yang  benar-benar  sehat  dan  gemuk,  tidak  ada  tanduk  yarig  bengkok, 
patah,  atau  yang  tidak  bertanduk.  Semuanya  akan  menanduknya  dan 
menginjak-injaknva  dengan  kaki-kakinya.  Itu  dalam  satu  hari  yang  sama 
dengan  limapuluh  ribu  tahun  Begitu  sampai  Allah  menghakimi  manusia 
seluruhnya  dan  dia  pun  tahu  ke  mana  jalan  yang  akan  ditempuhnya;  ke  surga 
atau  ke  neraka.”89 

Rasulullah  (gg  bersabda,  "Tiga  orang  yang  pertama  kali  masuk  neraka 
adalah  penguasa  yang  bengis,  hartawan  yang  tidak  membayarkan  hak  Allah 
pada  hartanya,  dan  orang  miskin  yang  sombong. 

Abdullah  bin  Abbas  berkata,  "Barangsiapa  memiliki  harta  yang 
cukup  untuk  menunaikan  ibadah  haji  tetapi  ia  tidak  menjalankannya 
atau  memiliki  harta  sampai  sebatas  mshab  tetapi  ia  tidak  membayarkan 
zakatnya,  niscaya  akan  meminta  raj'ah  (kembali)  di  kala  mati." 
Seseorang  berujar,  "Bertaqwalah  kepada  Allah,  wahai  Ibnu  Abbas. 
Hanyasanya  orang-orang  kafir  sajalah  yang  meminta  raj'ah!"  Ibnu  Abbas 
pun  menjawab,  "Akan  aku  bacakan  satu  ayat  (yang  artinya)’Dan 
belanjakanlah  sebagian  dari  apa  yang  telah  Kami  berikan  kepadamu 
sebelum  datang  kematian  kepada  salah  seorang  di  antara  kamu,  lalu  ia 
berkata,  'Ya  Rabbku,  mengapa  Engkau  tidak  menangguhkan 
(kematian)  ku  sampai  waktu  yang  dekat,  yang  menyebabkan  aku  dapat 
bersedekah  dan  aku  termasuk  orang-orang  yang  saleh' (Al-Munafiqun: 
10)  Maksud  bersedekah  adalah  membayar  zakat,  dan  maksud  menjadi 


89.  Diriwayatkan  oleh  Abdurrazzaq  (6858).  Ahmad  (2-262-286),  Muslim  (987).  Abu  Dawud  (1658, 1659),  dan 
An-Nasa'i  (5/12-13);  dari  Abu  Hurairah, 

90.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/479),  Al-Baihaqi  (30631  dalam  Asy-Syu'ab.  dan  diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi 
(1642)  dengan  lafazh.  “ Awwalu  tsalatsatm  yadkhuluna  al-jannah”.  al-hadits.  Dan.  ia  adalah  hadits  dhalf. 

54  I °‘d %a  Besar 


salah  seorang  saleh  adalah  menunaikan  haji.”  Seseorang  bertanya, 
"Berapa  nishab  harta?"  "Jika  telah  mencapai  200  dirham,  wajib 
dikeluarkan  zakatnya',  jawab  Ibnu  Abbas.  "Apakah  yang  mewajibkan 
haji?",  tanya  seseorang  lagi.  Beliau  menjawab,  "Perbekalan  dan 
kendaraan."91 


Perhiasan  yang  biasa  atau  disiapkan  untuk  dipakai  tidak  wajib 
dikeluarkan  zakatnya.  Lain  halnya  dengan  perhiasan  yang  sengaja 
dihimpun  atau  disimpan,  wajib  dikeluarkan  zakatnya.92 

Harta  perniagaan  wajib  dikeluarkan  zakatnya.  Imam  Bukhari 
meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  bahwa  Rasulullah  3§§  bersabda, 
" Barangsiapa  dikaruniai  harta  oleh  Allah  tetapi  tidak  mau  membayarkan 
zakatnya,  niscaya  pada  hari  kiamat  nanti  hartanya  akan  diwujudkan  sebagai 
ular  ganas  yang  memiliki  dua  taring  bisa.  Ular  itu  melilitnya  pada  hari  kiamat 
dan  mencabik-cabiknya  pada  kedua  sisi  mulutnya  sambil  berkata.  'Akulah 
hartamu,  akulah  perbendaharaanmu I"  Lalu  beliau  membaca  ayat: 


« * f + * 0 1 •- » -*  f > **  ' * i f, . * . j'  . * * r.  £ ^ ' 

jJ*  i 4JL  .2J  Ar*  4M1  ^ 


N 


C*  - 9 f ' f 

LaL^Jl  * v'  i 

- - ’ T-  - • -/  - • y J - 


Sekali-kali  janganlah  orang-orang  yang  bakhil  dengan  harta  yang  Allah  berikan 
kepada  mereka  dari  karunia-Nya  menyangka,  bahwa  kebakhilan  itu  baik  bagi 
mereka.  Sebenarnya  kebakhilan  itu  adalah  buruk  bagi  mereka.  Harta  yang 
mereka  bakhilkan  itu  akan  dikalungkan  kelak  di  lehernya  pada  hari  kiamat. 
(Ali  Imran:  180) 93 

Berkenaan  dengan  firman  Allah,  “Pada  hari  dipanaskan  emas  perak 
itu  di  dalam  neraka  Jahannam,  lalu  disetrikakan  pada  dahi,  lambung  dan 
punggung  mereka.”  (At-Taubah:  35)  Ibnu  Mas’ud  berkata,  "Keadaannya 
bukan  dinar  ditumpuk-tumpuk  pun  bukan  dirham  ditumpuk-tumpuk. 
Tetapi  masing-masing  dinar  dan  dirham  dihamparkan  yang  mana 
kulitnya  telah  dilebarkan  sedemikian  rupa  sehingga  masing-masing 
dinar  dan  dirham  mengambil  tempatnya."94 

y Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (3316).  dan  isnadnva  dha’if.  At-Tirmidzi  men-dhaTAkannya  dan  menyatakan 
Ke-shahih-an-nya  secara  mauquf 

92.  Ar-Rajih  (yang  lebih  kuat),  bahwa  perhiasan  harus  dikeluarkan  zakatnya,  baik  dipakai  ataupun  tidak. 
Wallahualam. 

93.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1403. 4565. 4659)  dan  An-Nasa'i  (5/39);  dari  Abu  Hurairah. 

94.  Asy-Syuyuthi  berkata  dalam  Ad-Durr  (Ad-Durru  Al-Mantsuru)  (3/419),  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Hatlm, 
Ath-Thabrani,  dan  Abu  Asy-Syaikh.  Al-Mundziri  berkata,  "Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani,  dan  isnadnya 
shahih."  Saya  katakan,  "Diriwayatkan  juga  oleh  Ath-Thabari  (10/124),  dan  semua  perawinya  tsiqah 
(terpercaya).” 


Tidak  Membayar  Zakat  ►►  55 


Jika  ada  yang  bertanya  mengapa  khusus  dahi,  lambung,  dan 
punggung  yang  terkena  siksaan  ini,  maka  jawabnya  sebagai  berikut. 
Apabila  seorang  hartawan  yang  kikir  melihat  orang  fakir  pastilah  masam 
mukanya,  ia  lebarkan  dahinya,  lalu  berpaling  (menarik  lambungnya  ke 
samping).  Dan  jika  orang  fakir  tadi  mendekatinya  niscaya  dia  akan 
membelakanginya  (menampakkan  punggungnya).  Nah,  ia  nanti  akan 
disiksa  pada  ketiga  bagian  tubuhnya  itu,  agar  balasan  siksa  itu  setimpal 
dengan  apa  yang  telah  dia  lakukan. 

Rasulullah  bersabda,  "Lima  dengan  lima."  Mereka  bertanya, 
"Wahai  Rasulullah,  apakah  lima  dengan  lima  itu?"  Beliau  menjawab, 
"Tidaklah  suatu  kaum  itu  melanggar  perjanjian  kecuali  Allah  akan 
menguasakan  atas  mereka  musuh  mereka.  Tidaklah  manusia  itu  berhukum 
dengan  selain  hukum  Allah  kecuali  akan  tersebar  kefakiran  pada  mereka. 
Tidaklah  perbuatan  keji  tampak  pada  mereka  kecuali  kematian  akan  meraja- 
lela. Tidaklah  mereka  mengurangi  takaran  dan  timbangan  kecuali  paceklik 
dan  kegersangan  akan  menimpa  mereka.  Tidaklah  mereka  menolak  pembayaran 
zakat  kecuali  hujan  akan  dicegah  turun  pada  mereka ."45 

Nasihat  Bagi  Orang-orang  yang  Terpedaya  Kehidupan 
Dunia 

Katakanlah  kepada  orang-orang  yang  disibukkan  oleh  dunianya, 
sesungguhnya  barang  apa  saja  yang  mereka  kumpulkan  itu  tidak 
mendatangkan  manfaat  sama  sekali.  Yaitu  ketika  ancaman  bagi  me- 
reka menjelang.  Pada  hari  dipanaskan  apa  yang  mereka  kumpulkan  itu  di 
dalam  neraka  Jahannam,  lalu  disetrikakan  pada  dahi,  lambung  dan  punggung 
mereka.  Bagaimana  bisa  lenyap  dari  hati  dan  akal  mereka,  firman  Allah, 
“Pada  hari  dipanaskan  emas  perak  itu  di  dalam  neraka  Jahannam,  lalu  diset- 
rikakan pada  dahi,  lambung  dan  punggung  mereka."  (At-Taubah:  35) 

Harta  itu  dibawa  ke  tempat  pelaksanaan  siksa.  Lalu  diletakkan  di 
tempat  pemanggangan  (api  neraka)  dan  dibakar  guna  memper-berat 
siksaan.  Kemudian  dibuatlah  lempengan-lempengan  (dari  api  neraka) 
supaya  pembakaran  kulit  lebih  merata.  Setelah  itu  didatang-kanlah  or- 
ang yang  telah  kehilangan  petunjuk,  berjalan  ke  tempat  itu  tidak  bersama 
kaum  yang  bersinar  cahaya  mereka.  Kemudian  dipa-naskan  emas  dan 
perak  itu  di  dalam  neraka  Jahannam,  lalu  disetrika-kan  pada  dahi, 

95,  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  (4019).  Al-Bainaqi  (3042)  dalam  Asy-Syu'ab,  Al-Hakim  (4/540),  dan  Abu 
Nu'aim  (8/333).  Asy-Syaikh  Al-A!bani  meng-hasan-kannya  dalam  Ash-Shahihah  (106).  dari  Ibnu  Umar. 
Al-Baihaqi  mengeluarkan  hadits  semisal  itu  dalam  Asy-Syu'ab  (3040).  juga  Al-Hakim  (2/126)  dan  Al- 
Baihaqi  dalam  As-Sunan  (9/231 ):  dari  Buraidah. 

56  | D d’ s..  Sesar 


lambung,  dan  punggung  mereka. 

Dulu,  jika  seorang  miskin  menemui  mereka  maka  yang  didapatnya 
hanyalah  keperihan  hati.  Jika  si  miskin  itu  meminta  sesuatu  dari  mereka 
maka  mereka  segera  berpaling  dengan  segala  murka.  Duhai,  rupanya 
mereka  lupa  hikmah  Allah  dalam  menciptakan  si  kaya  dan  si  miskin. 
Betapa  berat  kesedihan  yang  akan  mereka  jumpai.  Pada  hari  dipanaskan 
emas  perak  itu  di  dalam  neraka  J ahannam,  lalu  disetrikakan  pada  dahi,  lambung 
dan  punggung  mereka.  Usai  kematiannya,  adalah  ahli  waris  yang 
menikmati  harta  tanpa  bersusah  payah.  Orang  yang  mengumpulkannya 
akan  ditanya,  "Darimana  dan  apa  saja  yang  kamu  dapatkan?".  Onak  baginya, 
daging  buah  bagi  pewarisnya.  Mana  lagi  ketamakan  mereka?! 

Di  mana  akal  mereka?  Pada  hari  dipanaskan  emas  perak  itu  di  dalam 
neraka  Jahannam,  lalu  disetrikakan  pada  dahi,  lambung  dan  punggung  mereka. 
Seandainya  saja  Anda  menyaksikan  mereka  di  lapisan-lapisan  neraka, 
menggeliat-geliat  di  atas  bara  dirham  dan  dinar,  tangan  kanan  dan 
tangan  kiri  mereka  dibelenggu,  karena  kebakhilan  mereka  dahulu.  Kalau 
saja  Anda  melihat  mereka  di  dalam  neraka  Jahannam,  diberi  minum 
dari  timah  panas,  lalu  mereka  berte-riak-teriak,  pada  hari  itu  emas  dan 
perak  dilebur  di  dalam  Jahannam,  lalu  dahi,  lambung,  dan  punggung  mereka 
dibakar  dengannya. 

Sudah  berapa  banyak  nasehat  yang  diberikan  kepada  mereka  di 
dunia,  namun  tidak  ada  di  antara  mereka  orang  yang  mendengar- 
kannya. Berapa  banyak  mereka  ditakut-takuti  dengan  siksaan  Allah, 
namun  tidak  ada  di  antara  mereka  yang  merasa  takut.  Seolah-olah 
dengan  harta  mereka,  mereka  telah  menjadi  Syuja'  Aqra'  (ular  besar), 
sehingga  apalah  arti  tongkat  dan  bukit  Thur  mu'jizat  Musa.  Sekali  lagi 
'Pada  hari  dipanaskan  emas  perak  itu  di  dalam  neraka  Jahannam,  lalu 
disetrikakan  pada  dahi,  lambung  dan  punggung  mereka.' 

Hikayat 

Diriwayatkan  dari  Muhammad  bin  Yusuf  al-Firyabiy  katanya, 
"Suatu  hari,  saya  bersama  dengan  beberapa  sahabat  pergi  mengun-jungi 
Abu  Sinan.  Setibanya  kami  di  sana  dan  kami  sudah  duduk-duduk 
bersamanya  ia  berkata,  'Mari  kita  mengunjungi  dan  berta'ziyah  ke  rumah 
tetangga  yang  baru  saja  ditinggal  mati  oleh  saudaranya.'  Kami  berangkat 
dan  kami  temui  laki-laki  tetangga  Abu  Sinan  sedang  me-nangis  dan 
tampak  terguncang.  Kami  menghibur  dan  mengucapkan  belasungkawa. 
Namun,  ia  tidak  menenma  kata-kata  penghiburan  dan  ucapan 


Tidak  Membayar  Zakat  ►►  57 


belasungkawa,  (dan  ia  terus  menangis,  pent ) . Kami  katakan  kepadanya, 
'Bukankah  kematian  itu  adalah  suatu  jalan  yang  sudah  pasti?’  Ia 
menjawab,  'Benar.  Tetapi  aku  menangisi  adzab  yang  akan  diderita 
saudaraku  setiap  pagi  dan  petang!'  'Apakah  Allah  memper-lihatkan  yang 
ghaib  kepadamu?',  tanya  kami  semua,  la  menjawab,  'Bukan.  Hanya  saja 
seusai  aku  menguburkannya  dan  tanah  sudah  aku  ratakan  serta 
orang-orang  sudah  kembali  ke  tempat  masing-masing,  aku  duduk  di 
sisi  kuburannya.  Tiba-tiba  terdengar  suara,  ' H e i ! Dudukkan  aku 
sendirian!  Aku  akan  menghadapi  adzab!  Aku  sudah  menunaikan  shalat! 
Aku  sudah  berpuasa!’  Kata-kata  itu  membuatku  menangis.  Dengan 
segera  aku  bongkar  kuburannya  untuk  melihat  keadaannya.  Aku  dapati 
api  menyala-nyala  di  dalam  kuburnya.  Juga,  di  lehernya  ada  belenggu 
dari  api.  Sebagai  saudara  aku  kasihan  melihatnya,  dan  aku  pun  berusaha 
untuk  memindahkan  belenggu  api  itu  dari  lehernya  dengan  tanganku. 
Namun  jari-jari  dan  tanganku  terbakar.'  Lalu  orang  itu  menunjukkan 
tangannya  yang  menghitam,  terbakar.  'Lalu  aku  kembalikan  tanah  yang 
tadi  kugali  dan  aku  pun  pulang.  Bagaimana  aku  tidak  menangis  dan 
bersedih  karenanya?',  lanjutnya.  Kami  bertanya  lagi,  'Apa  yang 
dilakukan  oleh  saudaramu  semasa  hidupnya  di  dunia?'  'Dulu,  ia  tidak 
membayar  zakat  atas  hartanya.',  jawabnya.  Lalu  kami  katakan,  'Ini  adalah 
pembenaran  dari  apa  yang  difirmankan  oleh  Allah: 


-)  ^ 1 J*-**  L ^ 1 J. ^ i ^ \j  \ O _ dj  1 ' | . ...  ^*—  > ''J  • 

S - > >,  ■ . 

_ / . ^ , i 9 y 9 . s s 

Aj  ' L*  i)  j3 


Sekali-kali,  janganlah  orang-orang  yang  bakhil  dengan  harta  yang  Allah 
berikan  kepada  mereka  dari  karunia-Nya  menyangka  bahwa  kebakhilan  mereka 
itu  baik  bagi  mereka.  Sebenarnya  kebakhilan  itu  adalah  buruk  bagi  mereka. 
Harta  yang  mereka  bakhilkan  itu  akan  dikalungkan  kelak  di  lehernya  pada 
hari  kiamat.  (Ali  'Imran:  180) 

Adapun  saudaramu,  adzabnya  di  segerakan  di  alam  kubur  sam-pai 
hari  kiamat?  Lalu  kami  pulang  dan  kami  menemui  sahabat  nabi,  Abu 
Dzar  Sgfe,  lalu  menceritakan  kisah  laki-laki  itu  kepadanya.  Kami  katakan 
juga,  'Pada  orang  Yahudi  dan  Nasrani  yang  mati,  kami  tidak  melihat 
kejadian  seperti  itu!'.  Abu  Dzar  berkata,  Adapun  mereka,  tidak 
diragukan  lagi  bahwa  mereka  penghuni  neraka.  Hanyasanya  Allah 
menampakkan  kepada  kalian  terjadi  pada  orang  yang  punya  iman,  adalah 
supaya  kalian  mengambil  pelajaran  darinya. 


58  D:o%n  Besar 


Barangsiapa  melihat  (kebenaran),  maka  (manfaatnya)  itu  adalah  untuk 
dirinya  sendiri.  Dan  barangsiapa  buta  (dari  melihat  kebenaran),  maka  itu 
pun  untuk  dirinya  sendiri.  (Al-An'am:  104)9b 


L«  • 


Dan  Rabb-mu  sekali-kali  tidaklah  menganiaya  hamba-(Nya).  (Fushshilat: 
46) 

Marilah  kita  memohon  ampunan  dan  'afiyah  (kesejahteraan  batin) 
kepada  Allah.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi  lagi  Maha  Pemurah. 


96.  Kisah  yang  sangat  kentara  kedustaannya. 


Tidak  Membayar  Zakat  ►►  59 


D#sa 

Besar 


BERBUKA 

DI  SIANG  HARI  PADA  BULAN 
RAMADHAN  TANPA  UDZUR 


Allah  berfirman,  “Hai  orang-orang  yang  beriman,  diwajibkan  atas  kamu 
berpuasa  sebagaimana  diwajibkan  atas  orang-orang  sebelum  kamu  agar  kamu 
bertaqwa.  (yaitu)  dalam  beberapa  hari  yang  tertentu.  Maka  jika  di  antara 
kamu  ada  yang  sakit  atau  dalam  perjalanan  (lalu  ia  berbuka),  maka  (wajiblah 
baginya  berpuasa)  sebanyak  hari  yang  ditinggalkan  itu  pada  hari-hari  yang 
lain.”  (QS.  al-Baqarah:  183-184) 

Rasulullah  sg*  bersabda: 


rl i\j  4J1 


**  \ g ^ , o ' •* 

j » ' t tlLi  J 


Islam  itu  dibangun  di  atas  lima  pondasi;  kesaksian  bahwa  tiada  ilah  yang 
berhak  diibadahi  selain  Allah  dan  bahwa  Muhammad  itu  Rasulullah, 
mendirikan  shalat,  membayar  zakat,  haji  ke  Baitullah,  dan  puasa  Ramadlan 97 

Beliau  juga  bersabda: 

D'  . 3 .-C  - ^ ^ ' Os 

J\  « JkJj\  A,  „h  Ai  -AP  yS'  -^3  t -^4  La  4J  ’ +A 

*~S  -J  - ' ' ' * ! v V-  W / W'-  V"  V ^ 

Barangsiapa  berbuka  satu  hari  dari  bulan  Ramadlan  tanpa  adanya  udzur, 
sesungguhnya  tidak  dapat  digantikan  dengan  puasa  sepanjang  masa,  meskipun 
ia  melakukannya.qH 


97.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/1 43),  Al-Bukhari  (8. 1 6, 22),  Muslim  (16),  At-Tirmidzi  (2609),  An-Nasa’i  (8/ 
107),  Al-Humaidi  (703).  dan  Ibnu  Khuzaimah  (309). 

98.  Dha’if.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/442, 470),  Abu  Dawud  (2396),  At-Tirmidzi  (726),  An-Nasa'i  dan  Ibnu 
Majah  (1672),  dan  Ibnu  Khuzaimah  (1987. 1 988):  dari  Abu  Hurairah.  Syaikh  Al-Albani  men-ci/ia'/Y-kannya 
dalam  Dha'ifAbi  Dawud  dan  Dha'ifAI-Jami’(547t). 


Berbuka  di  Siang  Hari  Pada  Bulan  Ramadhan  ...  ►►  61 


Ibnu  Abbas  berkata,  "Tali  ikatan  Islam  dan  pokok-pokok  dien  itu 
ada  tiga;  kesaksian  bahwa  tidak  ada  ilah  yang  berhak  diibadahi  kecuali 
Allah,  shalat,  dan  puasa  Ramadlan.  Barangsiapa  meninggalkan  salah 
satunya,  niscaya  telah  kafirlah  ia." 

Kami  berlindung  kepada  Allah  dari  hal  itu.1"1 


99  Diriwayatkan  oleh  Abu  Ya'la  (2345),  Ai-Lalikai  (1/202/1 ) secar  marfu.  Syaikh  Al-Albani  men-dba'/f-kannya 
dalam  TamamAI-Minnah  (h.  1 38)  dan  Adh-Dha  ’ifah  (94) , dan  beliau  menshahihkan  sebagai  hadits  mauquf, 

D£b haBesar 


62 


D 


sa 

Besar 


MENINGGALKAN  HAJI 
PADAHAL  MAMPU 


Allah  berfirman: 

o'  ''  „ 5_°  l $ ^ \ " 

^ ^Jl  y'  \ ■ ,>»  r**^'  v_5^" 

Mengerjakan  haji  adalah  kewajiban  manusia  terhadap  Allah,  yaitu  (bagi) 
orang  yang  sanggup  mengadakan  perjalanan  ke  Baitullah.  (Ali-'Imran:  97) 

Rasulullah  £4*  bersabda: 


e*  % * f s 

Lo  O j^J  J I vU- 


J,  «Jjl 


J'  4jtlj  Si>-I  , < 

* * X J ^ 


"Barangsiapa  memiliki  bekal  dan  kendaraan  yang  dapat  mengantarkannya 
haji  ke  Baitullah  tetapi  tidak  melakoninya,  semoga  saja  ia  tidak  mati  sebagai 
seorang  yahudi  atau  nasrani."  Yang  demikian  itu  karena  Allah  telah 
berfirman,  “Mengerjakan  haji  adalah  kewajiban  manusia  terhadap  Allah, 
yaitu  (bagi)  orang  yang  sanggup  mengadakan  perjalanan  ke  Baitullah.’’100 

Umar  bin  Khaththab  berkata,  " Sungguh , aku  pernah  berkeinginan 
untuk  mengutus  beberapa  orang  ke  berbagai  penjuru  negeri  untuk  melihat 
siapa  saja  yang  sehat  dan  memiliki  bekal  tetapi  tidak  berhaji  agar  diminta 
jizyahnya  serta  menganggap  mereka  sebagai  non  muslim." 

Abdullah  bin  Abbas  berkata,  "Barangsiapa  memiliki  harta  yang  cukup 
untuk  menunaikan  ibadah  haji  tetapi  ia  tidak  menjalankannya  atau  memiliki 
harta  sampai  sebatas  nishab  tetapi  ia  tidak  membayarkan  zakatnya,  niscaya 
akan  meminta  raj’ah  (kembali)  di  kala  mati."  Seseorang  berujar, 

100.  Dha’if.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (812),  Ibnu  Janr  dalam  tafsirnya  (4/16-17),  Al-Uqaili  (4/348),  Ibnu  Adi 
(7/2280),  dan  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab(%92).  Syaikh  Al-Albani  men-d/ia’/7-kannya  dalam  Dha’if  Al- 
Jami’{ 5872). 


Meninggalkan  Haji  Padahal  Mampu  ►►  63 


"Bertaqwalah  kepada  Allah,  wahai  Ibnu  Abbas.  Hanyasanya  orang-orang 
kafir  sajalah  yang  meminta  raj'ah!"  Ibnu  Abbas  pun  menjawab,  "Akan 
aku  bacakan  satu  ayat. 

Allah  berfirman,  “Dan  belanjakanlah  sebagian  dari  apa  yang  telah  Kami 
berikan  kepadamu  sebelum  datang  kematian  kepada  salah  seorang  di  antara 
kamu,”  lalu  ia  berkata: 

- * f c'  ''  t'  ' c " i # 

'I  l'.  ^ -p  \t  ‘pr*  j>-\  'j  J . Jj 

"Ya  Rabbku,  mengapa  Engkau  tidak  menangguhkan  (kematian)ku  sampai 
waktu  yang  dekat,  yang  menyebabkan  aku  dapat  bersedekah  dan  aku  termasuk 
orang-orang  yang  saleh " (Al-Munafiqun:  10) 

Maksud  bersedekah  adalah  membayar  zakat,  dan  maksud  menjadi 
salah  seorang  saleh  adalah  menunaikan  haji."  Seseorang  bertanya, 
"Berapa  nishab  harta?"  "Jika  uang  perak  telah  mencapai  200  dirham 
atau  uang  emas  yang  setara  dengannya,  wajib  dikeluarkan  zakatnya’, 
jawab  Ibnu  Abbas.  "Apakah  yang  mewajibkan  haji?",  tanya  seseorang 
lagi.  Beliau  menjawab,  "Perbekalan  dan  kendaraan."101 

Sa'id  bin  Jubair  bercerita,  "Seorang  tetanggaku  yang  kaya  tetapi 
belum  berhaji  maninggal,  dan  aku  tidak  menshalatinya." 


101.  Telah  disebutkan  takhrij-nya. 

D:D%a  Besar 


64 


D#sa 


Besar 


08 


MENDURHAKAI  ORANG  TUA 


Allah  berfirman: 


° f ' * 

«>  Jc>- 1 


Jl  JwLP  L*' 

'i/  V/ 


Jb  j «i  'V  J ' *-U*J  V'  il) J J • 

s - - * / j<  > . . . 

i LfcJ»  Vj  ^ b*/  jjij  “>b  buJ>*}lY" 


Dan  Rabbmu  telah  memerintahkan  supaya  kamu  jangan  menyembah  selain 
Dia  dan  hendaklah  kamu  berbuat  baik  kepada  ibu  bapakmu  dengan  sebaik- 
baiknya.  Jika  salah  seorang  di  antara  keduanya  atau  kedua-duanya  sampai 
berumur  'lanjut  dalam  pemeliharaanmu,  maka  sekali-kali  janganlah  kamu 
mengatakan  kepada  keduanya  perkataan  "ah"  dan  janganlah  kamu  memben- 
tak mereka,  dan  ucapkanlah  kepada  mereka  perkataan  yang  mulia.  (Al-lsra’: 
23) 


Yang  dimaksud  dengan  'berbuat  baik  kepada  ibu  bapakmu  dengan 
sebaik-baiknya'  adalah  berbakti,  mengasihi  dan  lemah  lembut  kepada 
keduanya.  Yang  dimaksud  dengan  'membentak  mereka'  ada-lah 
berbicara  secara  kasar  di  kala  keduanya  memasuki  usia  senja. 
Seyogyanyalah  kita  berkhidmah  kepada  keduanya  sebagaimana  mereka 
telah  mengurus  kita.  Apapun,  mereka  tetap  lebih  baik.  Bagai-mana 
mungkin  bisa  sama,  keduanya  telah  menanggung  derita  karena  kita 
demi  mengharapkan  kehidupan  kita,  sedangkan  kita  jika  pun 
menanggung  derita  karena  keduanya  kita  mengharapkan  kematian-nya. 
Mana  mungkin  bisa  sama?  Adapun  yang  dimaksud  dengan  'perkataan 
yang  mulia'  adalah  perkataan  yang  lembut  lagi  santun. 

Allah  berfirman: 

I js*-19  b « JdJl  7-lisr  U^J  Ja. &>- i * 


Mendurhakai  Orang  Tua  ►►  65 


Dan  rendahkanlah  dirimu  terhadap  mereka  berdua  dengan  penuh  kesayang- 
an dan  ucapkanlahd'Wahai  Rabbku,  kasihilah  mereka  keduanya,  sebagai-mana 
mereka  berdua  telah  mendidik  aku  waktu  kecil".  (Al-Isra’:  24) 


-S' 


J'  2X> 


Bersyukurlah  kepada-Ku  dan  kepada  dua  orang  ibu  bapakmu,  hanya  kepada- 
Kulah  kembalimu.  (Luqman:  14) 

Mari  kita  renungkan,  betapa  Allah  telah  menyertakan  syukur 
kepada  keduanya  dengan  syukur  kepadaNya. 

Ibnu  Abbas  berkata,  "Ada  tiga  ayat  yang  diturunkan  oleh  Allah 
bersama  tiga  penvertanva.  Allah  tidak  akan  menerima  salah  satunya 
jika  tidak  disertakan  ikutannya.  Yaitu  firman  Allah  Taatilah, Allah  dan 
taatilah  Rasul'.  (An-Nur:  54,  Muhammad:  33  dan  At-Taghabun:  12) 
Barangsiapa  mentaati  Allah  tanpa  mentaati  Rasul,  ketaatannya  tidak 
diterima.  Lalu  firman  Allah  'Dan  dirikanlah  shalat  serta  bayarlah  zakat!' 
(Al-Baqarah:  43,  83,  110,  An-Nisa’:  77,  Al-Hajj:  78,  An-Nur:  56,  Al- 
Mujadalah:  13  dan  Al-Muzzammil:  20)  Barangsiapa  shalat  namun  tidak 
berzakat,  shalatnya  tidak  diterima.  Serta  firman  Allah  'Bersyukurlah 
kepada-Ku  dan  kepada  dua  orang  ibu  bapakmu!1  Barangsiapa  bersyukur 
kepada  Allah  tetapi  tidak  bersyukur  kepada  kedua  orang  tua,  Allah  tidak 
menerimanya.  Karenanya  Nabi  igs  bersabda,  'Keridlaan  Ailah  ada  pada 
kendlaan  kedua  orang  tua.  Kemurkaan  Allah  ada  pula  pada  kemurkaan 
keduanya.'102 

Abdullah  bin  ’Amru  bin  'Ash  bercerita,  "Seseorang  datang 
memohon  izin  kepada  Nabi  -gg  untuk  ikut  berjihad  bersamanya.  Nabi 
yyt  bertanya,  "Adakah  kedua  orang  tuamu  masih  hidup?"  "Ya.",  jawab 
orang  itu.  Beliau  pun  bersabda,  "Maka  berjihadlah  dengan  berbakti  kepada 
keduanya."102 

Demikianlah,  betapa  Allah  telah  mengutamakan  birrul  walidain 
dan  berkhidmah  kepada  keduanya  dibandingkan  jihad  (ketika 
hukumnya  fardlu  kifayah,  pent)! 

Imam  Bukhari  dan  Muslim  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda: 


102.  Shahih.  Diriwayatkan  oieh  At-Tirmidzi  (3424).  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mu(rad( 2),  Ibnu  Hibban  (429), 
Al-Hakim  (4/151),  dan  Al-Baghawi  (3424).  Svaikh  Al-Albani  men-sbab/b-kannya  daiam  Ash-Shahihah 
(515). 

103.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3004).  Muslim  (2549).  An-Nasa'i  (6/10).  dan  Ahmad  (2/1 65):  dari 
Ibnu  Amru. 

D-D!sa  Besar 


66 


> f-  ^ ■■  i -c  s 

J iis-  • 4.L1L  il*  j'uSsji  -TL 

_>  > - * V f.  J ' - > * 


"Maukah  kalian  aku  kabarkan  tentang  dosa-dosa  besar  yang  paling  besar? 
Yaitu  mempersekutukan  Allah  dan  mendurhakai  kedua  orang  tua."Wi 

Di  sini  Allah  menyertakan  tindakan  buruk  serta  ketiadaan  bakti 
dan  kebajikan  terhadap  keduanva  dengan  perbuatan  syirik. 

Keduanya  juga  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 

t i * ' ' * ' Z-  * * t o ' ' 

r^s>-  b * juia  \ Jli-  Li-Uj  'i' 

"Tidak  akan  masuk  surga  seorang  pendurhaka  (kepada  orang  tua),  mannan 
(orang  yang  berbuat  baik  kepada  seseorang  namun  menyebut-nyebutnya  di 
hadapan  banyak  orang),  dan  pecandu  arak.”10' 

Beliau  bersabda,  "Andaikata  Allah  mendapatkan  suuatu  hal  yang 
lebih  remeh  dari  kata  ‘ah'  (yang  dapat  menyakiti  hati  orang  tua)  pastilah  Dia 
melarangnya.  Silakan  saja  seorang  pendurhaka  (kepada  orang  tua)  itu 
mengerjakan  apa  saja  yang  dikehendakinya,  namun  sekali-kali  ia  tidak  akan 
masuk  surga.  Sebaliknya  silakan  pula  seorang  yang  berbakti  kepada  (kedua 
orang  tua)  itu  mengerjakan  apa  saja  yang  dikehendakinya,  niscaya  sekali- 
kali  ia  tidak  akan  masuk  neraka."1''0 

Juga,  "Allah  melaknat  orang  yang  mendurhakai  kedua  orang  tuanya.''107 

Juga,  " Allah  melaknat  orang  yang  mencela/  mencaci  ayahnya,  Allah 
melaknat  orang  yang  mencela/  mencaci  ibunya."108 

Juga,  "Segala  dosa  itu  siksanya  akan  diakhirkan  oleh  Allah  -sekehen- 
dakNya-  sampai  hari  kiamat  kecuali  dosa  durhaka  kepada  kedua  orang  tua. 
Sungguh  Allah  akan  menyegerakan  siksanya  bagi  siapa  yang  telah 


104.  Telah  disebutkan  takhrij-nya. 

WS.Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/201).  Ad-Darimi  (2094),  Al-Bukhari  dalam  kitab  At-Tarikh  Ash- 
Shaghir(M262).  dan  Ibnu  Hibban  (3384);  dari  Abdullah  bin  Amru.  Asy-  Syaikh  Al-Albani  men-shahih- 
kannya  dalam  Ash-Shahihah  (670)  dan  Snahih  Al-Jami' { 7676). 

106.  Asy-Syuyuthi  berkata  dalam  Ad-Durr  (4/310).  "Diriwayatkan  oleh  Ad-Dailami  dari  Al-Hasan  bin  Ali  secara 
marfu ’.  Saya  berkata.  "Dan  dalam  isnadnya  ada  Ashram  bin  Hausyab.  dia  adalah  pemalsu  hadits." 

107.  Diriwayatkan  oleh  Al-Hakim  (4/356).  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (8497)  dengan  lafazh. “ La’anallahu 
sabatan  min  khatqihi min  fauqi sab'i samawat  ...mal  unun  man  'aqqa  walidaihi (Allah  melaknat  tujuh 
gotongan  ciptaan-Nya  dari  atas  langit  yang  tujuh . . terkutuklah  siapa  yang  mendurhakai  kedua  orangtuanya) 
",  isnadnya  dhalf.  Dan.  diriwayatkan  oleh  Muslim  (1978),  An-Nasa'i  (7/232),  Al-Hakim  (4/153),  dan 
Ahmad  (1/108);  dari  Ali  bin  Abi  Thalib.  dengan  lafazh. " La'anallahu  man  la'ana  walidaihi  (Allah  melaknat 
orang  yang  melaknat  kedua  orangtuanya."  Al-Hadits. 

108.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/309),  Ath-Thabrani  (11546).  Ibnu  Hibban  (4417),  dan  Al-Hakim  (4/356), 
dengan  lafazh, " La'anallahu  man  dzabaha  lighairillah(  Aliah  melaknat  orang  yang  menvembelih  untuk  selain 
Allah)."  Hadits  dari  Ibnu  Abbas,  dan  ia  snahih. 


Mendurhakai  Orang  Tua  ►►  67 


melakukannya."  Yaitu  siksa  di  dunia  sebelum  datangnya  siksa  akhirat 
yang  pasti  adanya.109 

Ka'ab  al-Ahbar  bertutur,  "Sesungguhnya  Allah  menyegerakan 
kematian  seseorang  yang  durhaka  kepada  kedua  orang  tuanya  untuk 
menyegerakan  siksa  baginya.  Dan  Allah  memperpanjang  umur 
seseorang  yang  berbakti  kepada  kedua  orang  tuanya  untuk 
menambahkan  kebaikan  baginva.  Termasuk  berbakti  kepada  keduanya 
adalah  menafkahi  keduanya  jika  keduanva  membutuhkannya." 

Seseorang  menghadap  Nabi  «y*  dan  mengadu,  "Wahai  Rasulullah, 
bapakku  ingin  mengambil  seluruh  hartaku!"  Maka  beliau  pun 
bersabda,  "Kamu  dan  seluruh  hartamu  itu  milik  ayahmu."110 

Ka'ab  al-Ahbar  pernah  ditanya  tentang  maksud  durh.aka  kepada 
kedua  orang  tua.  Dia  menjawab,  "Jika  ayah  atau  ibunya  bersumpah,  ia 
tidak  memenuhinya.  Jika  ia  diperintah  olehnya,  ia  tidak  mentaatinva. 
Jika  keduanya  meminta  sesuatu  darinva,  ia  tidak  memberinya.  Dan  jika 
keduanya  mempercayainya,  ia  mengkhianati  keduanya."111 

Ibnu  'Abbas  kik  ditanva  tentang  ashhaabul  a'raaf  (para  penghuni 
A'raf);  siapakah  mereka,  apakah  A'raf  itu.  la  menjawab,  "A’raf  adalah 
sebuah  bukit  yang  terletak  di  antara  surga  dan  neraka.  Disebut  A'raf 
(yang  tinggi)  karena  ia  menjulang  di  atas  surga  dan  neraka.  Di  sana 
ada  pepohonan,  buah-buahan,  sungai-sungai  dan  mata  air.  Orang-or- 
ang yang  menjadi  penghuninya  adalah  orang-orang  yang  berangkat 
berjihad  tanpa  keridhaan  ayah  ibu  mereka,  lalu  mereka  terbunuh  di 
medan  jihad  itu.  Kematiannya  di  jalan  Allah  menghalanginya  dari  masuk 
neraka,  tetapi  kedurhakaannya  kepada  kedua  orang  tua  menghalanginya 
dari  masuk  surga.  Nah,  mereka  berada  di  A'raf  itu  sampai  nanti  Allah 

109.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thayalisi  (880).  Ahmad  (5/36).  Al-Bukhari  dalam  AI-AdabAI-MuIrad  129. 67),  Abu 
Dawud  (4902).  At-Tirmidzi  (2511),  Ibnu  Majah  (4211).  Al-Hakim  (2/1 62),  Ibnu  Hibban  (455. 456),  dan  Al- 
Baihaqi  (10/234);  dari  Abu  Bakrah.  dengan  lafazh.  "Ma  min  dzanbin  ajdaru  (ahra)  an  yu'ajjilallahu  h 
shahibihil-‘uqubata  fid-dunya  (Tidak  ada  dosa  yang  lebih  pantas  untuk  Allah  segerakan  siksa  bagi  pelakunya 
di  dunia)  “ al-hadits.  Asy-Syaikh  Al-Albani  men-shah/b-kannya  dalam  Shahih  Al-Adab  Ai-Mulrad.  sedangkan 
lafazh  yang  disebutkan  oleh  penulis,  dengan  redaksi  senada  telah  dikeluarkan  oleh  Al-Hakim  (4/1 56) 
dengan  men -shahih-kannya.  Sedangkan  Adz-Dzahapi  mengomentarinya,  bahwa  dalam  sanadnya  terdapat 
Bakkar  Bin  Abdul  Aziz,  dia  seorang  yang  dha  if. 

110.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  (2291 ).  Ath-Thahawi  dalam  Musykil (2/230).  Ath-Thabrani  dalam  Al-Mu'jam 
Ai-Ausathi 3534, 6570),  dan  dalam  Ash-Shaghir(V154):  dari  Jabir.  Dan.  diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani 
dalam  Al- AusathiJ 088).  Al-Uqaili  (2/234).  dan  Al-Bazzar  (2/84):  dari  Samurah  bin  JunJab.  Diriwayatkan 
oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (810)  dari  Abu  Bakrah.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/214).  Abu  Dawud 
(3530),  Ibnu  Majah  (2292).  dan  Ibnul  Jarud  (995);  dari  Ibnu  Amru.  Asy-Syaikh  Al-Albani  men-shahih- 
kannya  dalam  AMrwa  '(838) . 

111.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Wahb  dalam  Jamr-nya  (89).  AbdurRazzaq  (11/137).  Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab 
(7894).  dan  Abu  Na'im  (6/14)  dengan  isnad  yang  shahih. 

68  I DiD%*Besar 


memutuskan  perkara  mereka."112 

Dalam  Shahihain  (Shahih  Bukhari-Muslim)  tersebutkan  bahwa 
seseorang  menghadap  Rasulullah  syg  bertanya,  "Wahai  Rasulullah, 
siapakah  manusia  yang  paling  berhak  untuk  aku  pergauli  dengan  baik?" 
"Ibumu.",  jawab  Rasul.  Orang  itu  bertanya  lagi,  "Lalu  siapa  lagi?" 
"Ibumu.",  jawab  beliau  kembali.  Orang  itu  bertanya  lagi,  "Lalu  siapa  lagi?" 
"Ibumu.",  jawab  Rasul.  "Lalu  siapa  lagi",  tanya  orang  itu.  Rasul  pun 
menjawab,  " Ayahmu , lalu  kerabatmu  yang  terdekat,  begitu  seterusnya ."113 

Rasulullah  -jgg  memerintahkan  berbakti  kepada  ibu  sebanyak  tiga 
kali  dan  kepada  ayah  sekali  saja.  Semua  ini  karena  perhatian  dan  kasih 
sayang  seorang  ibu  jauh  lebih  besar  dari  pada  seorang  ayah.  Itupun 
masih  ditambah  dengan  penderitaan  selama  hamil,  kontraksi,  kelahiran, 
menyusui,  dan  berjaga  sepanjang  malam. 

Suatu  ketika  Ibnu  Umar  menyaksikan  seorang  laki-laki  tengah 
menggendong  ibunya,  membawanya  berthawaf  mengelilingi  Ka'bah. 
Orang  itu  bertanya,  "Wahai  Ibnu  Umar,  adakah  menurut  Anda  aku  ini 
sudah  dapat  membalas  kebaikan  ibu?"  "Bahkan  tidak  mesti  untuk  satu 
derita  kontraksi  kala  melahirkanmu.  Tapi  kamu  sudah  berbuat  baik. 
Semoga  Allah  membalas  sesuatu  yang  sedikit  itu  dengan  pahala  yang 
banyak.  ",  jawabnva.114 

Abu  Hurairah  igfe  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  jgjg  bersabda, 
'Empat  orang  yang  dipastikan  oleh  Allah  tidak  akan  dimasukkan  ke  surga 
dan  tidak  pula  dapat  mengenyam  kenikmatannya;  pecandu  arak,  orang  yang 
makan  harta  riba,  orang  yang  makan  harta  anak  yatim  secara  zhalim,  dan 
orang  yang  durhaka  kepada  kedua  orang  tua.  Kecuali  jika  mereka 
bertaubat."1'" 


112.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Manshur  dari  Abu  Ma'syar  dari  Yahya  bin  Syibl  dari  Yahya  bin  Abdurrahman  Al- 
Madani  dari  Ayahnya  secara  marfu'.  Dan  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Marduwaih,  Ibnu  Jarir  dan  Ibnu  Abi 
Hatim  dari  beberapa  jalur  periwayatan,  dan  Abu  Masv'ar.  Dan  diriwayatkan  secara  marfu’,  diriwayatkan 
oleh  Ibnu  Majali  dari  hadits  Ibnu  Abbas  dan  Jabir  Ibnu  Katsir  menyebutnya  dalam  tafsirnya,  akan  tetapi 
beliau  tawaqquf  dalam  keshahihan  marfu  - nya  hadits  ini,  dan  beliau  berkata,  “paling  banter  hadits  ini  adalah 
mauquf."  As-Suyuthi  berkata  dalam  kitab  ^ct-Du/r  (3/1 62,1 63),  "Semua  riwayat  dalam  hal  ini  ada  yang 
marfu1  dan  mauquf.  akan  tetapi  semua  itu  tidak  teriepas  dari  perbincangan  ulama  (yang  mempermasalahkan 
keabsahannya)." 

113.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2548).  Ibnu  Majah  (3658),  dan  Ahmad  (2/391):  dari  Abu  Hurairah. 

114.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad ( 11)  akan  tetapi  dengan  lafal  la  wa  la 
bizafratin  wahidaim  dan  sanadnya  shahih. 

115.  Dha’if.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Hakim  (2/37)  ia  berkata,  "Isnadnya  shahih."  Adz-Dzahabi  berkomentar 
bahwa  di  dalam  isnadnya  terdapat  Ibrahim  bin  Khutsaim  dan  dia  adalah  matruk,  sedangkan  hadits  tersebut 
diriwayatkan  oleh  Abu  Hurairah.  Asy-Syaikh  (Syaikh  Al-Albani)  berkata  bahwa  hadits  tersebut  dha’if 
pddan  (sangat  lemah)  di  dalam  Adh-Dhaifah  (848). 


Mendurhakai  Orang  Tua  ►►  69 


Beliau  bersabda,  " Surga  itu  terletak  di  bawah  telapak  kaki  para  ibu."lln 

Seseorang  menemui  Abu  Darda’  . .--A  mengadu,  "Wahai  Abu  Darda', 
aku  telah  menikahi  seorang  wanita,  tetapi  ibuku  menyuruhku  untuk 
menceraikannya."  Mendengar  hal  itu  Abu  Darda'  menjawab, " Aku  pernah 
mendengar  Rasulullah  bersabda,  'Orang  tua  itu  pintu  surga  yang  paling 
tengah.  Jika  kamu  mau  kamu  bisa  menghilangkan  pintu  itu  atau 
menjaganya.'"’1' 

Nabi  bersabda: 

’ , " . " f*.  i.,'  i i ...  4 , . , , - * . 

s ^ I 1 o 4P  2 * ? ' o ap  o ’ , ■ * dd-dc  d , tu  d i -_-w«  , z j ' aP  ^ ulu  hA 

fijJ yl  jJl  pl 

"Ada  tiga  do' a yang  pasti  terkabul ; do'a  orang  yang  terzhalimi,  do'a  seorang 
musafir,  dan  do'a  orang  tua  untuk  atiaknya."lis 

3-  - S 3-^3  0 s * t t'  3 

pl — .j>-  d I * ALo-hj  A A o'  * Y * 5_' 

Khalah  (saudara  perempuan  ibu)  itu  sejajar  dengan  ibu.n- 

Yaitu  harus  berbakti  kepadanya,  memuliakannya,  menyambung 
hubungan  dengannya,  dan  berbuat  baik  kepadanya.” 

Wahb  bin  Munabbih  berkisah,  "Sesungguhnya  Allah  is  mewahvu- 
kan  kepada  Musa  'Hai  Musa,  hormatilah  ayah  ibumu,  barangsiapa 

menghormati  kedua  orang  tuanya  niscaya  Aku  panjangkan  umurnya  dan 
Aku  karuniakan  seorang  anak  yang  menghormatinya.  Sebaliknya,  barang- 
siapa durhaka  kepada  kedua  orang  tuanya  niscaya  Aku  pendekkan  umurnya 
dan  Aku  berikan  seorang  anak  yang  durhaka  kepadanya.' 

Abu  Bakar  bin  Abi  Maryam  berkata.  Aku  pernah  membaca  di  dalam 
Taurat,  barangsiapa  memukul  ayahnya  hukumannya  dibunuh." 

116.  Lafal  ini  tidak  memiliki  asal,  meskipun  telah  masyhur  di  kalangan  orang-orang  awam  dan  para  khatib.  Akan 
tetapi,  yang  benar  adalah  dengan  lafal  alzimha  fa  irinal  jannata  ‘inda  qadamaiha.  Diriwayatkan  oleh  An- 
Nasa’i  dan  Al-Hakim  (2/104. 4/1 51 ).  Ahmad  (3/429).  Ibnu  Maiah  (2781 ) dari  Mu’awiyah  bin  Jahimah  dan 
Abu  Sa'id.  Dan  di-shab/b-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lrwa  '(11 99)  dan  Ash-Shahihah  (1 248, 1 249). 

117.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Humaidi  (395),  Ibnu  Abi  Syaibah  (8/540).  Ahmad  (5/1 96,197),  Ath-Thayaiisi 
(981 ),  At-Tirmidzi  (1900),  Ibnu  Majah  (2089).  Ath-Thanawi  dalam  Al-Musyki! (2/1 58),  Ibnu  Hibban  (425),  Al- 
Hakim  (4/125)  dan  di-  shahih  -kan  oleh  Asy-Syaikh. 

118.  Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  AI-AdabAI-Mufrad( 32. 481),  Abu  Dawud  (1536),  At-Tirmidzi 
(1905, 3448),  Ibnu  Majah  (3862),  Ath-Thayaiisi  (2517).  Ahmad  (2/258,348),  dan  Ibnu  Hibban  (2699):  dari 
Abu  Hurairah.  Dan  di-basan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lrwa' ( 596)  dan  Ash-Shahih  (3031 ).  Demikian 
pula  dari  Anas,  lihat  kembali  Ash- shahih  (3032)  dan  Ash-Shahihah  ( 1 797). 

119.  Shahih . Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1844),  (2699).  (4251).  Ahmad  (4/298),  dan  Ibnu  Hibban  (4873) 
dengan  lafal  yang  panjang  dari  Al-Barra . 

D:Dasa  Besar 


70 


Wahb  berkata,  "Aku  telah  membaca  di  dalam  Taurat,  barangsiapa 
menampar  orang  tuanya  hukumannya  dirajam." 

Umar  bin  Murrah  al-Juhanniy  meriwayatkan,  seseorang  meng- 
hadap Rasulullah  iyg  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  apa  pendapatmu 
jika  aku  telah  mengerjakan  shalat  lima  waktu,  shiyam  di  bulan 
Ramadlan,  membayar  zakat,  dan  berhaji  ke  baitullah?  Apa  yang 
dijanjikan  untukku?"  Rasulullah  sgg  menjawab,  "Barangsiapa  menunaikan 
semuanya  itu  niscaya  ia  akan  bersama  dengan  para  nabi,  para  shiddiqin,  para 
syuhada' . dan  para  shalihin.  kecuali  jika  ia  durhaka  kepada  orang  tua."110 

Beliau  igg  juga  bersabda,  "Allah  melaknat  orang  yang  mendurhakai 
kedua  orang  tuanya." u: 

Juga,  "Pada  malam  aku  di-isra'  -kan  aku  melihat  kaum-kaum  yang 
digantung  di  atas  pepohonan  dan  api.  Maka  aku  bertanya . 'Wahai  Jibril, 
siapa  gerangan  mereka  itu?'  Jibril  menjawab,  'Mereka  adalah  orang-orang 
yang  mencela  bapak-bapak  dan  ibu-ibu  mereka  kala  di  dunia."122 

Diriwayatkan  bahwa  orang  yang  mencela  kedua  orang  tuanya  di 
alam  kubur  nanti  akan  dihujani  bebatuan  sejumlah  tetes  air  yang  turun 
dari  langit  ke  bumi. 

Diriwayatkan  pula,  apabila  seseorang  yang  durhaka  kepada  kedua 
orang  tuanya  dikuburkan,  kuburannya  itu  akan  menghimpitnya  sampai 
tulang-belulangnya  bercerai-berai. 

Juga  bahwa  manusia  yang  paling  berat  adzabnya  pada  hari  kiamat 
ada  tiga;  orang  musyrik,  pezina,  dan  orang  yang  durhaka  kepada  orang 
tua. 

Bisvr  berkata,  "Tidak  ada  seorangpun  yang  mendekat  kepada  ibunya 
demi  mendengar  pembicaraannya  kecuali  lebih  utama  dari  pada  orang 
vang  menyabetkan  pedangnya  di  jalan  Allah.  Memandangnya  lebih 
utama  dari  pada  memandang  apapun." 

Sepasang  suami  istri  yang  bercerai  mengadukan  masalah  siapa 
yang  berhak  untuk  membawa  anak  mereka  kepada  Rasulullah  ^ Si 
suami  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  ia  adalah  anakku  yang  keluar  dari 
tulang  sumsumku."  Si  istri  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  dia  telah 

120.  Isnadnya  shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad.Thabrani.  Ibnu  Khuzaimah,  dan  Ibnu  Hibban.  Al-Mundziri 
mengatakannya  dalam  At-Targhib (3/221  ;1 1 ). 

121.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

122.  Saya  belum  mendapatkannya.  Al-Haitsimi  menyebutkannya  dalam  Az-Zawajir  (2/68)  dengan  shlghah 
tamridh.  Adz-Dzahabi  menyebutkan  riwayat  pendukung,  namun  beliau  tidak  menyebutkan  perawi  dan 
orang  yang  meriwayatkannya 


Mendurhakai  Orang  Tua  ►►  71 


membawa-nya  dalam  keadaan  ringan  dan  mengeluarkannya  dengan 
kesenangan.  Sedangkan  aku,  membawanya  dalam  keadaan  berat  dan 
mengeluarkannya  dengan  susah  payah.  Pun  aku  menyusuinya  genap 
dua  tahun."  Maka  Rasulullah  ^ memutuskan  bahwa  anak  kecil  itu  untuk 
dibawa  ibunya.123 

Nasihat  Tentang  Berbakti  Kepada  Kedua  Orang  Tua 

Wahai  orang  yang  menyia-nyiakan  hak  yang  paling  besar,  yang 
menjauhkan  diri  dari  berbakti  kepada  kedua  orang  tua,  yang  durhaka, 
yang  melupakan  salah  satu  kewajiban,  yang  lalai  dari  sesuatu  yang  ada 
di  hadapan,  sesungguhnya  berbakti  kepada  kedua  orang  tua  itu  adalah 
hutang  bagimu.  Sayang  sekali  kamu  membayarnya  dengan  cara  yang 
tidak  baik,  penuh  noda  aib.  Kamu  sendiri  sibuk  mencari  surga,  padahal 
ia  ada  di  bawah  telapak  kaki  ibumu.  Ibumu  yang  telah  mengandungmu 
selama  sembilan  bulan  yang  bagaikan  sembilan  kali  berhaji.  Ia  yang  di 
kala  melahirkanmu  menderita  mempertaruhkan  nyawa.  Ia  yang  telah 
menyusuimu,  menahan  kantuk  untukmu,  memandikanmu  dengan 
tangannya  yang  lembut,  dan  selalu  mendahulukanmu  untuk  urusan 
makanan.  Ia  yang  pangkuannya  telah  menjadi  tempat  yang  nyaman 
bagimu.  Ia  yang  telah  mencurahkan  sepenuh  kasih  sayangnya 
kepadamu,  jika  kamu  sakit  atau  tampak  menderita  niscaya  ia  berduka, 
bersedih  dan  menangis  tiada  batasnya.  Ia  pasti  mengeluarkan  semua 
yang  dimilikinya  demi  mencarikan  dokter  buatmu.  Ia  yang  seandainya 
diminta  untuk  memilih  kehidupanmu  atau  kematiannya,  pastilah  ia 
teriakkan  kehidupanmu  dengan  suara  yang  paling  lantang.  Betapa 
sering  kamu  mempergaulinya  dengan  akhlak  yang  tercela,  namun  ia 
tetap  memohonkan  taufiq  bagimu  dalam  setiap  doanya. 

Dus,  ketika  kerentaan  menghampirinya,  dan  ia  membutuhkanmu, 
kamu  menganggapnya  sebagai  sesuatu  yang  paling  tidak  berharga. 
Ketika  kamu  kenyang  oleh  makanan  dan  minuman,  ia  dalam  lapar  dan 
dahaga.  Kamu  selalu  mengedepankan  keluarga  dan  anak-anakmu  dari 
pada  berbuat  baik  kepadanya.  Kamu  telah  melupakan  semua  upayanya. 
Urusannya  kamu  anggap  sangat  berat,  padahal  sebaliknya  ia  sangatlah 
ringan.  Umurnya  kamu  anggap  teramat  panjang,  padahal  sebenarnya 
pendek.  Kamu  mengisolir  dan  meng-asingkannya,  padahal  ia  tidak 
mendapati  penolong  selain  dirimu.  Demikian  ini,  pun  Penolongmu  telah 
melarangmu  dari  mengucapkan  kata  yang  menyakitkannya  dan 

123.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/1 82),  Abu  Dawud  (2276),  Ad-Daruquthni  (3/305),  Al-Hakim  (2/207),  dan  dari 
Al-Baihaqi  (8/504).  Dan  di-basan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lrwa'(  2187)  dari  Umar. 

72  I d:d%*  Besar 


menegurmu  dengan  teguran  yang  halus;  di  dunia  kamu  akan  mendapati 
sikap  durhaka  dari  anak-anakmu,  dan  di  akhirat  akan  mendapati  keadaan 
jauh  dari  Rabb  semesta  alam.  Dia  menyerumu,  mengingatkanmu: 

Jujtll  jU  llljj  Uj  i jlii 

"Yang  demikian  itu,  adalah  disebabkan  perbuatan  y ang  dikerjakan  oleh  kedua 
tangan  kamu  dahulu  dan  sesungguhnya  Allah  sekali-kali  bukanlah  penganiaya 
hamba-hamba-Nya".  (Al-Hajj:  10) 

Hak  ibunda  tak  terhitung  andai  kau  tahu  itu  pun  kecil  bagi  dirinya 
Berapa  malam  dilaluinya  dengan  segala 
Rintihan  dan  keluhan  dari  bibirmu 

Melahirkanmu  sungguh  beratnya  hati  terbang  begitu  serasa 

Tangan  lembutnya  menepiskan  segala  aral  dari  dirimu 

Pangkuannya  menghantarkan  semua  mimpi-mimpi  indahmu 

Oleh  keluh  adumu  rela  ia  gadaikan  diri 

Pun  rela  kau  hisap  seluruh  sari 

Kadang  lapar  menerpa  tetapi  ransumnya  untukmu 

Demi  cinta  dan  kasih  untukmu,  si  kecil  manja 

Sungguh  celaka  si  berakal  budak  nafsunya 

Pula  si  buta  hati  melek  matanya 

Apapun,  berharaplah  keluasan  doanya 

Karena  kau  benar-benar  membutuhkannya 

Dikisahkan,  pada  zaman  Nabi  ada  seorang  pemuda  bernama 
Alqamah.  Ia  seorang  yang  menghabiskan  waktu-waktun/a  untuk  taat 
kepada  Allah;  mengerjakan  shalat,  shiam,  dan  bersedekah.  Suatu  hari 
ia  sakit  dan  semakin  hari  semakin  parah.  Istrinya  pun  menyuruh 
seseorang  menghadap  Rasulullah  untuk  menyampaikan,  'Suamiku, 
Alqamah  sedang  sekarat.  Dengan  ini  aku  bermaksud  mengabarkan 
keadaannya  kepadamu,  wahai  Rasulullah.’  Maka  Nabi  mengutus 
Ammar.  Shuhaib,  dan  Bilal.  Beliau  bersabda,  "Berangkatlah  kalian,  dan 
talqinkanlah  ia  dengan  kalimat  syahadat."  Mereka  bertiga  berangkat  dan 
memasuki  rumahnya.  Mereka  mendapati  Alqamah  tengah  sekarat 
sehingga  dengan  segera  mereka  mentalqinnya  dengan  ucapan  'La  ilaha 
illdllah'.  Namun  lidah  Alqamah  kelu,  tak  mampu  mengucapkannya. 
Sahabat  bertiga  menyuruh  seseorang  menghadap  Rasulullah  ■SsS 
mengabarkan  bahwa  Alqamah  tidak  mampu  mengucapkan  kalimat 


Mendurhakai  Orang  Tua  ►►  73 


syahadat.  Usai  dibacakan,  Nabi  bertanya,  "Adakah  salah  seorang  ibu- 
bapaknya  yang  masih  hidup?"  Seseorang  menjawab,  "Wahai  Rasulullah, 
seorang  ibu  yang  sudah  sangat  renta."  Maka  beliau  pun  mengutus 
seseorang  dan  berpesan,  " Katakan  kepadanya  jika  ia  kuat  untuk  berjalan 
Rasulullah  memanggilnya.  Namun  jika  tidak  hendaknya  ia  tetap  tinggal  di 
rumah.  Rasulullah  akan  menemuinya."  Utusan  itu  sampai  kepadanva  dan 
menyampaikan  pesan  dari  Rasulullah  Wanita  itu  berucap.  "Jiwaku 
siap  menjadi  tebusan  jiwanya.  Aku  lebih  pantas  untuk  mendatangi 
beliau."  Maka  wanita  itu  pun  berdiri  dengan  bertelekan  kepada  tongkat 
dan  berjalan  menemui  Rasulullah  la  ucapkan  salam  dan  beliau 
pun  menjawabnya.  Lalu  Rasulullah  bertanya,  "Wahai  Ummu  Alqamah, 
jujurlah  kepadaku.  Kalau  pun  kamu  berdusta  akan  turun  wahyu  dan  Allah 
ku  . Bagaimana  keadaan  anakmu  Alqamah?"  la  menjawab,  "Wahai 
Rasulullah,  ia  rajin  menunaikan  shalat,  shiyam,  dan  banyak 
bersedekah."  "Lalu  bagaimana  dengan  dirimu?",  tanya  Rasul  lagi.  Wanita 
itu  menjawab,  "Wahai  Rasulullah,  aku  murka  kepadanya."  "Mengapa?", 
tanya  beliau.  "Karena  ia  lebih  mengutamakan  istrinya  dari  pada  diriku 
dan  ia  tidak  mau  taat  kepada  ku.",  jawab  Ummu  Alqamah.  Rasulullah 
-itg  bersabda,  "Sesungguhnya  murka  Ummu  Alqamah  menghalangi  lisannya 
untuk  mengucapkan  syahadat."  Beliau  melanjutkan,  "Bilal,  pergi  dan 
bawakan  untukku  kayu  bakar  yang  banyak."  Wanita  itu  bertanya,  "Apa 
yang  akan  Anda  lakukan,  wahai  Rasulullah?”  Beliau  menjawab,  "Aku 
hendak  membakarnya  di  hadapanmu"  Wanita  itu  menimpali,  "Wahai 
Rasulullah,  ia  adalah  anakku.  Hatiku  tidak  akan  kuat  menyaksikan- 
nya dibakar  di  hadapanku."  " Wahai  Ummu  Algamah,  aazab  Allah  lebih 
dahsyat  lagi  kekal.  Jika  kamu  senang  terhadap  ampunan  Allah  baginya 
ridlailah  ia.  Demi  Yang  jiwaku  ada  di  tangan-Nya,  shalat,  shiyam,  dan 
sedekahnya  tidak  dapat  mendatangkan  manfaat  baginya  selama  kamu  murka.", 
sabda  Nabi.  Mendengarnya  wanita  itu  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  aku 
bersaksi  di  hadapan  Allah,  para  malaikat,  dan  siapa  saja  yang  hadir  di 
sini  dari  antara  kaum  muslimin  bahwa  aku  telah  ridla  kepada  anakku, 
Alqamah.”  Kemudian  Rasulullah  Jgs  bersabda,  "Bilal,  berangkat  dan 
lihatlah  apakah  Alqamah  sudah  dapat  mengucapkan  'La  ildha  illalldh'  atau 
belum.  Bisa  saja  Ummu  Algamah  tadi  mengatakan  yang  bukan  dari  lubuk 
hatinya  karena  malu  kepadaku."  Bilal  berangkat  dan  melihat  kondisi 
Aiqamah.  Ia  berkata,  "Wahai  sekalian  orang,  murka  Ummu  Alqamah 
menghalangi  lidahnya  dari  syahadat,  dan  ridlanya  telah  melepaskan 
kekeluan  lidahnya."  Pada  hari  itu  juga  'Alqamah  meninggal.  Rasulullah 
hadir,  memerintahkan  untuk  memandikan  dan  mengkafaninya.  Lalu 
beliau  menshalatkan  dan  menghadiri  prosesi  penguburannya.  Beliau 

74  I d:d Besar 


berdiri  di  ujung  kuburnya  bersabda,  "Wahai  sekalian  Muhajirin  dan 
Anshar,  barangsiapa  mengedepankan  istrinya  dari  pada  ibunya  niscaya  akan 
mendapatkan  laknat  dari  Allah,  para  malaikat,  dan  manusia  semuanya. 
Allah  tidak  akan  menerima  infapnya  juga  sikap  adilnya  sehingga  ia  bertaubat 
kepada  Allah  :w  dan  berbuat  baik  kepadanya  serta  memohon  keridlaannya. 
Keridlaan  Allah  terletak  pada  keridlaannya,  kemurkaan  Allah  terletak  pada 
kemurkaannya. 124 

Kita  memohon  kepada  Aliah  semoga  membimbing  kita  untuk 
menggapai  keridlaannya  dan  menjauhkan  kita  dari  sikap  durhaka 
kepadanya.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah,  Maha  Mulia,  Maha 
Penyayang,  lagi  Maha  Pengasih. 


124.  Kisah  ini  palsu,  diriwayatkan  oleh  Al-tlqail!  dalam  Adh-Dhu'afa  (3/461 ),  A!-Baihaqi  (7892)  dalam  Asy- 
Syu’ab,  Ibnui  Jauzi  daiam  Al-Maudhu'at (3/87)  dan  Al-Kharaithi  (250)  dari  Abdullah  bin  Abi  Aufa.  Akan  tetapi 
mereka  tidak  menyebutkan  nama  si  fulan. 

Ibnui  Jauzi  berkata.  "Tidak  shahih."  Di  dalamnya  terdapat  Fa'id  yang  haditsnya  matruk.  danDawud  bin 
Ibrahim,  dia  berkata  dusta. 

Adz-Dzahabi  berkata  tentang  Biografi  Dawud  (2/4),  “Di  antara  kecacatan  Dawud  bin  Ibrahim  adalah  dengan 
mengatakan  bahwa  telah  mengabarkan  kepada  kam;  Ja'far  bin  Sulaiman,  Fa’id  mengabarkan  kepada  kami 
dari  Ibnu  Abi  Aufa,  lalu  ia  menyebutkan  hadits  tersebut.” 

ibnu  Hajar  mengikutinya  dan  menyebutkannya  daiam  Al-Lisanl 2/41 4),  demikian  pula  Al-Halabi  dalam  Al- 
KasyfAI-Hatsitsu  (hai  1 1 2).  Saya  tidak  menemukan  Alqamah  yang  disebutkan  dalam  kisah  tersebut.  Saya 
juga  beium  mendapatkan  bahwa  Alqamah  ini  disebut  di  dalam  kitab-kitab  Ar-Rijat  waAt-Tarajim  (biografi 
para  perawi).  Bahkan,  saya  beium  mendapatkan  seorang  Al-Qamah  pun  yang  meninggal  pada  waktu 
Rasulutlan  masih  hidup  dan  mayoritas  mereka  meninggal  dalam  penaklukan  Mesir  dan  penakiukan- 
penaklukan  yang  lain  sebagaimana  yang  disebutkan  Al-Hafizh  Ibnu  Abdil  Barr  dalam  A!-lsti‘ab  dan  Al- 
Hafidz  Ibnu  Hajar  dalam  Al-lshabah.  Dan,  tidak  disebutkan  dalam  biografi  salah  satupun  dari  mereka  bahwa 
hal  itu  terjadi  padanya  seperti  halnya  yang  terjadi  dalam  kisah  ini.  Walaupun  Imam  Adz-Dzahabi  sendiri 
yang  menyebutkan  kisah  tersebut,  namun  beliau  puia  yang  membatalkan  keabsahan  kisah  ini  dalam  Mizan 
Al-I'tidal.  Meski  demikian,  beliau  mencamtumkannya  dalam  kitab  ini,  dan  andaikata  beliau  tidak 
mencamtumkannya  maka  hal  itu  akan  lebih  baik.  Barangkali  beliau  mencamtumkan  banyak  hadits  maudhu' 
dan  kisah-kisah  batil  itu  karena  pada  zamannya  terdapat  orang  yang  dapat  membedakan  hal  itu.  Sedangkan 
pada  zaman  kita  sekarang,  sungguh,  banyak  sekai  para  khatib  yang  berkoar-koar  menyampaikannya  di 
atas  mimbar-mimbar,  pelajaran-pelajaran  dan  lain-lain  Wallahui Musta'an. 


Mendurhakai  Orang  Tua  ►►  75 


D#sa 

Besar 


MEMUTUS 

HUBUNGAN  KERABAT 


Allah  berfirman: 

^ y f y y y & y O ' ■'  s 'V  } y * 

l~jj  >SLip  j 15"  aJ)'  jj  <>j  j jijlliJ  (_£UJl  4$li  ' ^Ajtj 


Dan  bertaqwalah  kepada  Allah  yang  dengan  (mempergunakan)  nama-Nya 
kamu  saling  meminta  satu  sama  lain,  dan  (peliharalah)  hubungan  silaturrahim. 
(An-Nisa’:  1) 

Maksudnya  jangan  sampai  memutus  hubungan  silaturrahim. 


■jJiJl  v^JuJ  h P t 


•vjda-ij  • ys  A:'  'S 

' w ■*'  V'" 


O y 

■-  ' \ ° -“l'"  - • I 

-flj  O' 


J+* 


° ' A ' 'f  'af  • ^ ' ft  A.  — t 

^ ^ -<k  «j?  13  Aii  1 


Maka  apakah  kiranya  jika  kamu  berkuasa  kamu  akan  membuat  kerusakan  di 
muka  bumi  dan  memutuskan  hubungan  kekeluargaan.  Mereka  itulah  orang- 
orang  yang  dilaknat  oleh  Allah  dan  ditulikan-Nya  telinga  mereka  dan 
dibutakan-Nya  penglihatan  mereka.  (Muhammad:  22-23) 

Dan  orang-orang  yang  memenuhi  janji  Allah  dan  tidak  merusak  perjanjian, 
dan  orang-orang  yang  menghubungkan  apa-apa  yang  Allah  perintahkan 
supaya  dihubungkan,  dan  mereka  takut  kepada  Rabbnya  dan  takut  kepada 
hisab  yang  buruk.  (Ar-Ra'd:  20-21) 

Dengan  (al-Qur’an)  itu  banyak  orang  yang  disesatkan  oleh  Allah,  dan  dengan 
itu  (pula)  banyak  orang  yang  diberinya  petunjuk.  Dan  tidak  ada  yang 
disesatkan  Allah  kecuali  orang-orang  yang  fasik,  (yaitu)  orang-orang  yang 
melanggar  perjanjian  Allah  sesudah  perjanjian  itu  teguh,  dan  memutuskan 
apa  yang  diperintahkan  Allah  (kepada  mereka)  untuk  menghubungkannya 
dan  membuat  kerusakan  di  muka  bumi.  Mereka  itulah  orang-orang  yang 
rugi.  (Al-Baqarah:  26-27) 


Memutuskan  Hubungan  Kerabat  ►►  77 


Dalam  kitab  shahih  Bukhari  dan  Muslim  disebutkan  bahwa 
Rasulullah  §yjg  bersabda: 


' 'Tidak  akan  masuk  surga  orang  yang  memutus  ikatan  rahim."222’ 

Barangsiapa  memutuskan  hubungan  dengan  kerabat  yang  lemah, 
mengisolir  mereka,  bersikap  takabbur  terhadap  mereka,  dan  tidak 
berbuat  baik  kepada  mereka,  padahal  ia  kaya  sedangkan  mereka  fakir, 
maka  ia  termasuk  kategori  yang  diancam  dengan  hadits  ini.  Terhalang 
dari  masuk  surga.  Kecuali  jika  bertaubat  kepada  Allah  lalu  berbuat  baik 
kepada  mereka. 

Rasulullah  sjgg  telah  bersabda.  "Barangsiapa  mempunyai  kerabat  yang 
lemah  lalu  tidak  berbuat  baik  dan  mengalokasikan  sedekahnya  kepada  selain 
mereka,  niscaya  Allah  tidak  akan  menerima  sedekahnya  dan  tidak  akan 
memandangnya  pada  hari  kiamat.  Sedangkan  barangsiapa  dalam  keadaan 
fakir,  hendaknya  menyambung  (ikatan  rahim)  dengan  mengunjungi  mereka 
dan  selalu  menanyakan  kabar  mereka." :lt 

Pun  Nabi  telah  bersabda,  " Sambunglah  ikatan  rahim  kalian 
walaupun  hanya  dengan  ucapan  salam."12' 

Beliau  ^ juga  bersabda: 

> ' S S ' - 3 ' S > s * o 

<W>-  j U.-3.U  ^IMj  J li"  ‘r* 

"Barangsiapa  beriman  kepada  Allah  dan  hari  akhir  hendaknya  menyambung 
ikatan  rahimnya."22* 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan  bahwa  Rasulullah  Sg  bersabda, 

- j,  j * - 1 > 3 f S f S - 

<U>;  CUJUii  ''i;  gjjjl  -pj  . yjj 

"Orang  yang  menyambung  itu  bukanlah  mukafi'  (orang  yang  melakukannya 
jika  kerabatnya  terlebih  dulu  melakukan  hal  itu  kepadanya) , akan  tetapi  or- 
ang yang  menyambung  adalah  orang  yang  jika  kamu  memutus  hubungan 

1 25.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5984),  Muslim  (2556).  Abu  Dawud  (1696)  dan  At-Tirmidzi  (1909)  dari  Jabir 
bin  Wluth’im. 

126.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dan  isnadnya  dha’if. 

127.  Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bazzar  dari  Ibnu  Abbas.  Ath-Thabrani  dari  Abu  Thufail,  dan  Al-Baihaqi  (7973) 
dari  Anas  (7972)  dari  Suwaid  bin  Amir  Dan  di-hasan-kan  oleh  Al-Albani  dalam  Shahih  Al-Jami’  (2838) 
dengan  lafal  balludan  riwayat  Al-Bukhari  (5990)  dari  Amru  bin  Ash  dengan  lafal  walakin  lahum  rahimun 
abulluha  bibalaliha.  maksudnya  saya  menyambungnya  dengan  menyambung  tali  rahimnya. 

128.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (61 38)  dari  Abu  Hurairah. 

78  ! D*Ms*Besar 


darinya  ia  menyambungnya." i:-‘ 

Dalam  sebuah  hadits  qudsi  Aliah  berfirman: 


"Aku  adalah  ar-Rahman  (Yang  Maha  Pengasih)  dan  dia  adalah  ikatan  rahim. 
Barangsiapa  menyambungnya  Aku-pun  menyambung  hubungan  dengannya. 
Dan  barangsiapa  memutuskannya  Aku-pun  memutuskan  hubungan 
darinya."liC' 

Ali  bin  Husein  berpesan  kepada  anaknya,  "Wahai  anakku,  jangan 
sekali-kali  kamu  bersahabat  dengan  orang  yang  memutuskan  ikatan 
rahim.  Sesungguhnya  aku  mendapatkannya  terlaknat  dalam  kitabullah 
pada  tiga  tempat." 

Diriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  bahwa  ia  mengadakan  majlis 
untuk  mengkaji  hadits  Rasulullah  Dia  berkata,  "Aku  merasa  sesak 
dada  kepada  setiap  orang  yang  memutuskan  ikatan  rahim  sampai  or- 
ang itu  pergi  dari  antara  kita."  Tidak  ada  yang  beranjak  pergi  kecuali 
seorang  pemuda  yang  duduk  di  bagian  terjauh  halaqah  itu.  Ia  pergi  ke 
rumah  bibinya  sebab  sudah  sekian  tahun  ia  bermusuhan  dengannya, 
la  jalin  kembali  ikatan  rahim  itu.  Keheranan  bibinya  bertanya,  "Apa 
vang  membawamu  ke  mari,  keponakanku?"  Pemuda  itu  menjawab, 
"Sungguh,  aku  tengah  mengikuti  majlisnya  Abu  Hurairah,  salah 
seorang  sahabat  Rasulullah  Dia  berkata,  Aku  merasa  sesak  dada 
kepada  setiap  orang  yang  memutuskan  ikatan  rahim  sampai  orang  itu 
pergi  dari  antara  kita."  Bibinya  berkata,  "Kembalilah  ke  majlisnya  dan 
tanyakan  mengapa  demikian."  Pemuda  itu  pun  kembali  ke  majlis  dan 
menceritakan  kepada  Abu  Hurairah  perihal  sengketa  antara  dia  dan 
bibinya.  Dia  bertanya,  "Mengapa  Anda  tidak  mau  bermajlis  dengan  or- 
ang yang  telah  memutuskan  ikatan  rahim?"  Abu  Hurairah  menjawab, 
"Aku  telah  mendengar  Rasulullah  Jgg  bersabda,  'Sesungguhnya  rahmat 
tidak  akan  turun  kepada  suatu  kaum  vang  di  dalamnya  ada  orang  yang 
memutuskan  ikatan  rahim." 


Hikayat 

Diceritakan  ada  seorang  laki-laki  yang  kaya  menunaikan  ibadah 


129.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5991).  Abu  Dawud  (1697),  At-Tirmidzi  (1908V  dan  Ahmad  (2/190) 
dari  Abdutlah  bin  Amr. 

130.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab{ 7966)  dan  Al-Haitsaami  dalam  Al-Majma't&t  51)  berkata, 
diriwayatkan  oleh  Ahmad  sedangkan  para  perawinya  tsigai. 


Memutuskan  Hubungan  Iverabat  ►►  79 


haji  ke  Baitullah.  Sesampai  nya  di  Mekah  ia  menitipkan  uangnya 
sebanyak  1000  dinar  kepada  seseorang  yang  terkenal  dapat  dipercaya 
dan  shalih  sampai  seusai  wuquf  di  Arafah.  Ketika  ia  telah  menyelesaikan 
wuqufnya  ia  kembali  ke  Mekah  dan  mendapati  orang  yang  dititipinya 
telah  meninggal.  Ia  menanyakan  perihal  uangnya  kepada  keluarganya. 
Ternyata  tidak  seorang  pun  dari  anggota  keluarganya  yang 
mengetahuinya.  Orang  itu  pun  mengadukan  masalahnya  kepada  para 
ulama  Mekah.  Mereka  berkata,  "Apabila  separuh  malam  telah  berlalu 
mendekatlah  ke  sumur  Zamzam,  lihatlah,  dan  panggil  namanya.  Jika 
ia  termasuk  penghuni  surga  niscaya  ia  akan  menjawab  panggilanmu 
pada  kali  pertama."  Maka  orang  itu  mengikuti  nasehat  mereka, 
mendatangi  sumur  Zamzam  dan  memanggilnya.  Namun  tidak  ada 
jawaban.  Karenanya  ia  kembali  kepada  mereka,  mencerita-kannva. 
Mereka  berkata,  "hina  Ulahi  wa  innd  ilaihi  raji'un.  Kami  khawatir  jangan- 
jangan  temanmu  itu  termasuk  penghuni  neraka.  Pergilah  ke  tanah 
Yaman,  Di  sana  ada  sebuah  sumur  yang  dberi  nama  sumur  Barhut. 
Kaatanya  sumur  itu  berada  di  tepi  Jahannam.  Lihatlah  di  waktu  malam, 
dan  panggillah  temanmu.  Jika  ia  termasuk  penghuni  neraka  niscaya  ia 
akan  menjawab  panggilanmu.  Maka  orang  itu  pun  berangkat  ke  Yaman 
dan  bertanya-tanya  tentang  sumur  itu.  Seseorang  menunjukkannya 
dan  ia  pun  mendatanginya  di  malam  hari.  Ia  melihat  ke  dalamnya  dan 
berseru,  "Hai  Fulan!"  Ada  jawaban,  la  bertanva,  "Di  mana  uang 
emasku?"  "Aku  tanam  di  bagian  'anu'  dalam  rumahku.  Aku  memang 
belum  memberitahukannya  kepada  anakku.  Galilah  pasti  kamu 
mendapatkannya.",  suara  jawaban  itu.  Orang  itu  bertanya  lagi,  "Apa 
yang  menyebabkanmu  berada  di  sini  padahal  menurut  prasangka  kami, 
kamu  adalah  seorang  yang  baik?"  Terdengar  suara  jawaban,  "Aku  punya 
seorang  saudara  perempuan  yang  fakir.  Aku  menjauhinya  dan  tidak 
menaruh  belas  kasihan  kepadanya.  Maka  Allah  menghukumku  dan 
merendahkan  kedudukanku  seperti  ini."131 

Ini  sesuai  dengan  sabda  Nabi  dalam  hadits  yang  shahih,  "Tidak 
akan  masuk  surga  orang  yang  memutuskan."'32  Maksudnya  memutuskan 
ikatan  rahim  seperti  saudara  perempuan,  bibi,  keponakan,  dan  yang 
lainnya  dari  antara  kerabat. 

Kita  memohon  taufiq  kepada  Allah  untuk  dapat  mentaatiNya. 
Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah  lagi  Maha  Mulia. 


131 

132.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

80  I Besar 


ZINA 


D.'sa 


fHr 


Besar 


Dosa  zina  itu  tidaklah  sama.  Allah  9H  berfirman: 

iL^j  3Ju>-U  jtS'  «Jl  jJjJ'  1 « 

Dan  janganlah  kamu  mendekati  zina:  sesungguhnya  zina  itu  adalah  suatu 
perbuatan  yang  keji  dan  suatu  jalan  yang  buruk.  (Al-lsra’:  32) 

Dan  orang-orang  yang  tidak  menyembah  ilah  yang  lain  beserta  Allah  dan 
tidak  membunuh  jiwa  yang  diharamkan  Allah  (membunuhnya)  kecuali  dengan 
(alasan)  yang  benar,  dan  tidak  berzina,  barangsiapa  yang  melakukan  demikian 
itu,  niscaya  dia  mendapat  (pembalasan)  dosa  (nya),  (yakni)  akan  dilipat 
gandakan  azab  untuknya  pada  hari  kiamat  dan  dia  akan  kekal  dalam  azab 
itu,  dalam  keadaan  terhina,  kecuali  siapa  saja  yang  bertaubat.  (Al-Furqan: 
68-70) 

Perempuan  yang  berzina  dan  laki-laki  yang  berzina,  maka  deralah  tiap-tiap 
seorang  dari  keduanya  seratus  kali  dera,  dan  janganlah  belas  kasihan  kepada 
keduanya  mencegah  kamu  untuk  (menjalankan)  agama  Allah,  jika  kamu 
beriman  kepada  Allah,  dan  hari  akhirat,  dan  hendaklah  (pelaksanaan) 
hukuman  mereka  disaksikan  oleh  sekumpulan  dari  orang-orang  yang  beriman. 
(An-Nur:  2) 

Para  ulama  berkata,  "Ini  adalah  hukuman  bagi  pezina  perempuan 
dan  laki-laki  yang  masih  bujang,  belum  menikah  di  dunia  Jika  sudah 
menikah  walaupun  baru  sekali  seumur  hidup,  maka  hukuman  bagi 
keduanya  adalah  dirajam  dengan  bebatuan  sampai  mati.  Demikian  pula 
telah  ternaskan  dalam  hadits  dari  Nabi  bahwasanya  jika  hukuman 
qishash  ini  belum  dilaksanakan  bagi  keduanya  di  dunia  dan  keduanya 
mati  dalam  keadaan  tidak  bertaubat  dari  dosa  zina  itu  niscaya  keduanya 


Zina  ►►  81 


akan  diadzab  di  neraka  dengan  cambuk  api. 

Dalam  kitab  Zabur  tertulis,  "Sesungguhnya  para  pezina  itu  akan 
digantung  pada  kemaluan  mereka  di  neraka  dan  akan  disiksa  dengan 
cambuk  besi.  Maka  jika  mereka  melolong  karena  pedihnya  cambukan 
malaikat  Zabaniyah  berkata,  "Ke  mana  suara  ini  ketika  kamu  tertawa- 
tawa,  bersuka  ria  dan  tidak  merasa  diawasi  oleh  Allah  serta  tidak  malu 
kepada-Nya.” 

Rasulullah  iyg  bersabda: 

> - - % t , . 

O - O f ' > . 3 - ^ 5 > ^ i S''  . £ , 3 .-  f 

i'  * V*  juA  y i*  w ^ «j  i * • v*  yi  ^ ^ ji  ^ 

3 * / J ' , - t - 9 V , 


“ Tidaklah  beriman  seorang  pezina  itu  ketika  berzina.  Tidaklah  beriman  seorang 
pencuri  itu  ketika  mencuri.  Tidaklah  beriman  seorang  yang  menenggak  arak 
itu  ketika  menenggaknya.  Dan  tidaklah  beriman  orang  yang  merampas  harta 
yang  tinggi  nilainya  -karenanya  orang-orang  memandangnya-  itu  ketika 
merampasnya.  ” ,x' 


Beliau  juga  bersabda, 

> 3 ' - 'O'  ' 

<cjl  AJ*-  ) Aji'  Iji 
' - ~ i ^ 


•w*»  i j [T'  o Ik  A I 


■ j* 


> , 
-LaJ) 


Iji 


"Apabila  seorang  hamba  berzina  akan  keluarlah  iman  darinya.  Keimanan  itu 
seperti  payung  yang  ada  di  atasnya.  Kemudian  jika  ia  berhenti  dari  perbuatan 
itu  maka  imannya  akan  kembali  kepadanya."''4 

Beliau  juga  bersabda,  "Barangsiapa  berzina  atau  meminum  arak  niscaya 
Allah  mencabut  keimanan  dari  dirinya  sebagaimana  manusia  melepaskan  baju 
dari  kepalanya ,"135 

Juga,  "Tiga  orang  yang  tidak  akan  diajak  berbicara  oleh  Allah  pada  hari 
kiamat  dan  tidak  akan  dilihat  serta  disucikan , pun  bagi  mereka  adzab  yang 
pedih;  seorang  tua  yang  berzina,  raja  yang  pendusta,  dan  orang  miskin  yang 
congkak."1 3h 

133  .Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/276).  Al-Bukhari  (2475,6772.6810).  Muslim  (57),  Abu  Awanah  ( 1/ 
1 9.20),  Abu  Dawud  (4689).  At-Tirmidzi  (2625).  An-Nasa'i  (8/31 3),  dan  Ibnu  Majah  (3936)  dari  Abu  Hurairah. 

134.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4690).  Al-Hakim  (1/22).  dan  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  (4979) 
dari  Abu  Hurairah.  Dan  di-shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (509)  dan  Shahih  Al-Jami’ 
(586). 

135.  Dha'if.  Diriwayatkan  oleh  Al-Hakim  (1/22).  Al-Baihaql  dalam  Asy-Syu’ab  (4981),  dan  Ibnul  Jauzi  dalam 
Dzammul  Hawa  (hal:1 54).  Dan  di-dba7f-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dhaltah  (1274).  Sedangkan 
hadits  dari  Abu  Hurairah. 

136.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (107).  An-Nasa'i  (5/86).  dan  Ibnu  Mandah  (620)  dari  Abu  Hurairah. 

d~d%*  Besar 


82 


Abdullah  bin  Mas'ud  ug*  berkata,  "Aku  bertanya  kepada 
Rasulullah,  'Apakah  dosa  yang  paling  besar  di  sisi  Allah  ta'ala?  Beliau 
menjawab,  'Yaitu  kamu  menjadikan  sekutu  bagi  Allah  padahal  Dialah  yang 
menciptakanmu.'  'Sungguh  itu  sangatlah  besar.  Lalu  apa  lagi?',  tanyaku 
kembali.  Beliau  menjawab.  'Yaitu  kamu  membunuh  anakmu  karena  takut 
jika  kelak  ia  makan  bersamamu.1  'Lalu  apa  lagi',  tanyaku  lagi.  Beliau 
menjawab,  'Yaitu  kamu  berzina  dengan  kekasih  (maksudnya  istri ) 
tetanggamu.’  Maka  Allah  /w  menurunkan  pembenaran  dari  sabda  beliau 
itu  dengan  firman-Nva,  “Dan  orang-orang  yang  tidak  menyembah  ilahyang 
lain  beserta  Allah  dan  tidak  membunuh  jiwa  yang  diharamkan  Allah 
(membunuhnya)  kecuali  dengan  (alasan)  yang  benar,  dan  tidak  berzina, 
barangsiapa yang  melakukan  demikian  itu,  niscaya  dia  mendapat  (pembalasan) 
dosa  (nya),  (yakni)  akan  dilipat  gandakan  azab  untuknya  pada  hari  kiamat 
dan  dia  akan  kekal  dalam  azab  itu.  dalam  keadaan  terhina,  kecuali  siapa  saja 
yang  bertaubat (Al-Furqan:  68-70) B: 

Perhatikan,  bagaimana  Allah  telah  menyertakan  penyebutan  zina 
dengan  istri  tetangga  dengan  menyekutukan  Allah  dan  membunuh 
jiwa  yang  diharamkan  oleh  Allah  membunuhnya  kecuali  dengan  alasan 
yang  dibenarkan  syara’.  Hadits  ini  tercantum  dalam  Bukhari  dan  Mus- 
lim. 

Imam  Bukhari  meriwayatkan  hadits  tidur  Nabi  ^5  yang 
diriwayatkan  oleh  Samurah  binjundub.  Dalam  hadits  itu  disebutkan 
bahwa  beliau  didatangi  oleh  malaikat  Jibril  dan  Mikail.  Beliau 
berkisah,  "Kami  berangkat  pergi  sehingga  sampai  di  suatu  tempat  semisal 
'tannur'  bagian  atasnya  sempit  sedangkan  bagian  bawahnya  luas.  Dari  situ 
terdengar  suara  gaduh  dan  ribut-ribut.  Kami  menengoknya,  ternyata  di  situ 
banyak  laki-laki  dan  perempuan  telan  jang.  Jika  mereka  dijilat  api  yang  ada  di 
bawahnya  mereka  melolong  oleh  panasnya  yang  dahsyat.  Aku  bertanya,  'Wahai 
Jibril,  siapakah  mereka?'  Jibril  menjawab.  'Mereka  adalah  para  pezina 
perempuan  dan  laki-laki.  Itulah  adzab  bagi  mereka  sampai  tibanya  hari 
kiamat."lig  Semoga  Allah  melimpahkan  ampunan  dan  kesejahteraan 
batin  bagi  kita  semua. 

Tentang  tafsir  bahwa  Jahannam  itu  'ia  memiliki  tujuh  pintu'  (Al- 
Hijr  : 44)  Atha’  berkata,  "Pintu  yang  paling  hebat  panas  dan  sengatannya 

137.  Diriwayatkan  oieh  Ahmad  dengan  lafal  ini  (1/380-431 ).  An-Nasa'i  dalam  AT-  Tafsir(388 ) dan  As-Sunan  (7i 
90).  dan  Ibnu  Hibban  (441 4)  dengan  isnad  shahih.  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (4477).  (6811),  (7520). 
Muslim  (86).  At-Tirmidzi  (3183).  An-Nasa'i  (7/90).  At-Tafsir (389),  Ibnu  Hibban  (4415).  dan  Ahmad  (1/434) 
tanpa  menyeDut  ayat  ini 

J3&.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1386,7047).  Ibnu  Hibban  (655),  Ath-Thabram  dalam  Al-Kabir 
(6984,6986.6990).  dan  Ahmad  (5/8.9)  dalam  hadits  panjang  dari  Samurah. 


Zina  ►►  83 


dan  yang  paling  busuk  baunya  adalah  pintu  yang  diperuntukkan  bagi  para 
pezina  yang  berzina  setelah  mereka  tahu  keharamannya ."13y 

Makhul  ad-Dimasyqiy  berkaca,  "Para  penghuni  neraka  mencium 
bau  busuk  berkata,  'Kami  belum  pernah  mencium  bau  yang  lebih  busuk 
dari  bau  ini'  Dijelaskan  kepada  mereka,  'Itulah  bau  kemaluan  para 
pezina."140 

Ibnu  Zaid,  salah  seorang  imam  dalam  bidang  tafsir  berkata, 
"Sesungguhnya  bau  kemaluan  para  pezina  itu  benar-benar  menyiksa 
para  penghuni  neraka."141 

Di  antara  sepuluh  ayat  yang  diperintahkan  oleh  Allah  kepada  Musa 
SjSsSi,  "Janganlah  kamu  mencuri  dan  jangan  pula  berzina  sehingga  Aku 
menutup  wajah-Ku  darimu!"  Jika  ini  merupakan  khithab  (kalimat)  untuk 
Nabi  Allah,  Musa,  lalu  bagaimana  dengan  yang  lainnya?! 

Nabi  (gs  telah  menyampaikan  bahwa  Iblis  menyebar  para  tenta- 
ranya ke  muka  bumi,  berkata,  "Siapa  di  antara  kalian  yang  menyesatkan 
seorang  muslim  akan  aku  kenakan  sebuah  mahkota  di  kepalanya.  Siapa 
yang  paling  besar  fitnahnva  paling  dekatlah  kedudukannya  kepadaku. 
Salah  satu  tentaranya  menghadap  dan  berkata,  "Aku  akan  terus 
menggoda  si  fulan  sampai  ia  mau  menceraikan  istrinya."  Iblis  berkata, 
"Aku  tidak  akan  memberikan  mahkota  sebab  pasti  nanti  ia  menikah 
lagi  dengan  yang  lain."  Tentara  yang  lain  menghadap  dan  berkata,  "Aku 
akan  terus  menggoda  si  fulan  sampai  aku  berhasil  menanamkan 
permusuhan  antara  ia  dan  saudaranya."  Iblis  berkata,  "Aku  tidak  akan 
memberikan  mahkota  sebab  suatu  saat  ia  pasti  berdamai  lagi."  Tentara 
yang  lain  menghadap  dan  berkata,  "Aku  akan  terus  menggoda  si  fulan 
sampai  ia  berzina."  Iblis  berkata,  "Wah,  bagus  sekali  itu."  Lalu  Iblis 
mendekatkan  tentaranya  itu  kepadanya  dan  meletakkan  mahkota  di  atas 
kepalanya.142 

Kita  berlindung  kepada  Allah  dari  keburukan  setan  dan  tentara- 
tentaranya. 

139.  As-Suyuthi  berkata  dalam  Ad-Durr  (4/186):  diriwayatkan  oleh  Abu  Nu'aim  dari  Atha  Al-Khurasani. 
kukatakan:  dari  jaiur  periwayatannya  diriwayatkan  oleh  Ibnul  Jauzi  dalam  Dzammut Hawa  (hal:1 57)  dan 
diriwayatkan  oleh  ibnul  Jauzi  (hal:1 57)  dari  jalur  yang  lain. 

140.  Diriwayatkan  oleh  Ibnul  Jauzi  dalam  Dzammul Hawa  (hal:l55,1 56)  dari  Makhul  dan  ia  me-marfu‘-kannya, 
sedangkan  isnadnya  mu'dhai. 

141 . Diriwayatkan  oleh  Al-Kharaithi  dalam  Masawi’ul  Akhlaq (475)  dari  Ali  dengan  lafal  yang  panjang. 

1 42.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Nu’aim  dalam  HUyah  Al-Autiya’ [8H 28)  dari  jalur  Ibrahim  bin  Al-Asy'ats  (berkata), 
telah  menceritakan  kepada  kami  Fudhail  bin  lyadh  dari  Atha  bin  Saib  dari  Abu  Abdurrahman  As-Suiami  dari 
Abu  Musa  secara  marfu’,  sedangkan  isnadnya  dha'if.  Dan  diriwayatkan  oleh  Muslim  dan  Abd  bin  Humaid 
(1033)  dan  Ahmad  (3/314)  dari  Jabir  dengan  lafal  lain  selain  ini. 

84  I D~i>%aBesar 


Dari  Anas,  Rasulullah  dgg  bersabda,  "Sesungguhnya  iman  itu  'sirbai, 
kain  panjang  yang  dipakaikan  oleh  Allah  kepada  siapa  saja  yang  Dia 
kehendaki.  Apabila  seorang  hamba  berzina  maka  Allah  mencabut  sirbai  itu 
darinya.  Jika  bertaubat,  Dia  akan  mengembalikannya ."14? 

Diriwayatkan  bahwa  Nabi  Ag  bersabda,  "Wahai  sekalian  orang-or- 
ang Islam,  takutlah  kalian  dari  ( melakukan ) zina.  Sungguh  padanya  ada 
enam  ancaman;  tiga  di  dunia  dan  tiga  yang  lain  di  akhirat.  Yang  di  dunia 
adalah  hilangnya  kharisma  wajah,  pendeknya  umur,  dan  kefakiran  yang 
berkepanjangan.  Adapun  yang  di  akhirat  adalah  kemurkaan  Allah  tabaraka 
\va  ta'aia.  buruknya  hisab,  dan  adzab  neraka." M 

Beliau  juga  bersabda: 

5 3 - 3 ; ? \ t*'  5 - D ■"  . - ' i > 'T,  9 ( ' 

■ ^C,  J J-&J  AJ&  • W*  L>-  a J.P  <uJ' 


"Barangsiapa  mati  dalam  keadaan  tidak  berhenti  minum  arak,  niscaya  Allah 
ta’aia  akan  memberinya  minum  air  sungai  Ghuthah.  Yaitu  sungai  di  neraka 
yang  bersumber  dari  kemaluan  para  pelacur  (wanita-wanita  pezina 

Begitulah,  di  neraka  kelak  akan  mengalir  dari  kemaluan  mereka 
nanah  dan  darah  busuk  lalu  itu  semua  akan  diminumkan  kepada  or- 
ang yang  mati  dalam  keadaan  'mushirr,  terus  menerus  dan  tidak  berhenti 
dari  minum  arak. 

Rasulullah  -Jgg  bersabda,  "Tidak  ada  dosa  setelah  syirik  yang  lebih  besar 
di  sisi  Allah  dari  pada  'setetes  air  yang  dituangkan  oleh  seorang  laki-laki  ke 
kemaluan  yang  tidak  dihalalkan  baginya."  ":r 

143.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaai  (4981  i dan  Ibnui  Jauzi  dalam  Dzammul Hawa  (hal:154)  Dan  di-dba/7-kan 
oleh  Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dtia 'ifah ( 1 274)  dan  Dnalf  Ai-Jami' i 1421  i. 

144.  Haaits  wahin  (lemah),  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Adi  (6  317),  Al-Kharaitbi  dalam  Al-Masawi' (476).  Ibnu 
Hibban  dalam  Ai-Majruhin  tr:  84),  aanAbu  Nu'aim  (4  lil).  Dan  dari  jalur  tersebut  ibnui  Jauzi  dalam  Al- 
/Maudhu  af(3/107)dandaiam  Dzammul  Hawa  lhal:155)  dan  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'aD  (5091)  dari  jalur 
Maslamah  bin  Ali  Ai-Khasyin.  dari  Al-A’masy  dan  Syaqia  dari  Khudzaifah  bin  Yaman  secara  marfu 
seaangkan  Maslamah  itu  d/a 7/sekali  dan  munkarui  hadits.  matruk. 

145 . Dha’it.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4  399).  Ibnu  Hibban  (5346).  dan  Al-Hakim  (4/146)  dari  jalur  Al-Fudhail 
bin  Maisarah  dari  Abu  Hariz.  bahwa  Abu  Buroah  bercerita  kepadanya  dari  Abu  Musa  kemudian  ia 
menyebutkan  dengan  lafal  tsaiatsatun  ia  yadktiuiunaljannah.  ah-hadits.  Al-Hakim  berkata.  “Isnadnya 
snatiih  dan  disepakati  oleh  Adz-Dzahabi."  Namun  tidak  seperti  perkataan  keduanya,  karena  Abu  Hariz 
yang  mempunyai  nama  Abaullah  bin  Al-Husam  Ai-Azdi  masih  ada  pertentangan  tentangnya.  Sejumlah 
ulama  men-dha  ’if- kannya,  sedang  sebagian  yang  lain  meng-basan-kan  hadits-haditsnya.  Al-Hafizh  berkata: 
Shaduq  Yukhthi'ij—  (jujur  namun  sering  salah),  artinya  ia  dha’iftiila  meriwayatkan  sendirian,  dan  hai  itu 
yang  terjadi.  Ibnu  Adiy  berkata.  "Mayoritas  apa  yang  dirivvayatkannya  tidak  diikuti  oleh  seorang  pun."  Lihat 
kembali  DhafAI-J£mi'{2S$fa 

146.  MursaIDha'if.  Diriwayatkan  oleh  Ibnui  Jauzi  dalam  Dzammul  Hawa  (hal:  154)  dari  jalur  ibnu  Abi  Dunya.  Dia 


Zina  » 85 


Rasulullah  TS  juga  bersabda,  "Di  jahannam  ada  sebuah  lembah  yang 
dipenuhi  oleh  ular  berbisa.  Ukurannya  sebesar  leher  unta.  Ular-ular  ini  akan 
mematuk  orang  yang  meninggalkan  shalat  dan  bisanya  akan  menggerogoti 
tubuhnya  selama  70  tahun,  lalu  terkelupaslah  daging-dagingnya.  Di  sana 
juga  ada  lembah  yang  namanya  jubb  al-Huzn.  la  dipenuhi  ular  dan 
kalajengking.  Ukuran  kalajengkingnya  sebesar  bighal  (peranakan  kuda  dan 
keledai).  Ia  memiliki  70  sengat.  Masing-masingnya  memiliki  kantung  bisa,  la 
akan  menyengat  pezina  dan  memasukkan  isi  kantung  bisanya  ke  dalam  tubuh 
pezina  itu.  la  akan  merasakan  pedih  sakitnya  selama  1000  tahun.  Lalu 
terkelupaslah  daging-dagingnya  dan  akan  mengalir  dari  kemaluannya  nanah 
dan  darah  busuk."1*' 

Disebutkan  pula  bahwa  barangsiapa  berzina  dengan  seorang  wanita 
yang  telah  bersuami,  maka  bagi  mereka  berdua  setengah  adzab  umat 
ini  di  dalam  kubur.  Ketika  hari  kiamat,  Allah  akan  memberikan  kepada 
suaminya  berupa  kebaikan  istri  (yang  berzina)  tersebut,  apabila  (perilaku 
zina  istri  itu)  tanpa  pengetahuan  suaminya.  Namun,  apabila  suami 
mengetahuinya  dan  mendiamkan  saja,  maka  Allah  mengharamkan  bagi 
suami  itu  surga,  karena  Aiiah  telah  tuliskan  (tetapkan)  pada  pintu  surga 
itu,  “Kamu  haram  'bagi  dayu  t s (yaitu  laki-laki  (suami)  yang  mengetahui 
perbuatan  keji  (zina)  keluarganya,  namun  dia  mendiamkan  saja  dan  tidak 
menghiraukannya) 14S 

Disebutkan  pula  bahwa  barangsiapa  meletakkan  tangannya  pada 
seorang  wanita  dengan  disertai  syahwat,  pada  hari  kiamat  nanti  akan 
datang  dengan  tangan  terbelenggu  di  leher.  Jika  ia  menciumnya,  kedua 
mulutnya  akan  digadaikan  di  neraka.  Dan  jika  berzina  dengannya, 
pahanya  akan  berbicara  dan  bersaksi  pada  hari  kiamat  nanti.  Ia  akan 
berkata,  "Aku  telah  berbuat  sesuatu  yang  haram."  Maka  Allah 
memandangnya  dengan  pandangan  murka.  Pandangan  Allah  ini 
mengenai  wajah  orang  itu  dan  ia  pun  mengingkarinya.  Ia  malah 
bertanya,  "Apa  yang  telah  aku  lakukan?"  Tiba-tiba  seraya  bersaksi 
lidahnya  berkata,  "Aku  telah  mengucapkan  kata-kata  yang  haram." 


berkata:  Ammar  bin  Nasr  bercerita  kepada  kami,  dia  berkata:  Baqiyah  bercerita  kepada  kami  dari  Abu  Bakr 
bin  Abi  Maryam  dari  Al-Haitsam  bin  Malik  Ath-Thai  secara  madu'.  Dan  sanadnya  mursal  karena  Al- 
Haitsam  adalah  seorang  tabi’in,  sedangkan  Abu  Bakr  dha'it.  Dan  lihat  Adh-Dha'ifah(1580). 

147.  Dha’it  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/191)  dan  Al-Haitsami  dalam  At-Majma‘ (10/392)  menisbatkannya 
kepada  oleh  Ath-Thabrani  dan  Ahmad . dia  berkata.  "Di  dalamnya  terdapat  sekelompok  perawi  yang  dinilai 
ulama  sebagai  tsiqat."  Saya  katakana.  ''Isnadnya  dha'it"  Diriwayatkan  pula  oleh  ibnul  Mubarak  di  dalam 
Zawaid Az-Zuhd( 336)  dan  dari  jalur  mi  juga  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  WashfAn-Nar{37) 
secara  maugufdari  Syafi  bin  Mati'  Al-Ashbuhi  dan  dalam  isnadnya  terdapat  ke-dha'if-an.  HuwallahuA’lam. 

148.  Saya  tidak  mendapatinya. 

86  I D Besar 


Kedua  tangannya  bersaksi,  "Aku  telah  memegang  sesuatu  yang  haram." 
Kedua  matanva  juga  bersaksi,  "Aku  telah  melihat  yang  diharamkan." 
Kedua  kakinya  juga,  "Aku  telah  berjalan  menuju  kepada  yang  haram." 
Kemaluannya  berkata,  "Aku  telah  melakukannya.”  Malaikat  penjaga 
berkata,  "Aku  telah  mendengarnya.'  Yang  satu  lagi  berkata,  "Aku  telah 
melihatnya."  Akhirnya  Allah  berfirman,  "Adapun  Aku  telah  mengetahui 
semuanya  dan  menutupinya."  Selanjutnya  Allah  berfirman,  " Wahai  para 
malaikat-Ku,  bawa  orang  itu  dan  timpakan  kepadanya  adzab-Ku.  Aku  sudah 
teramat  murka  kepada  seseorang  yang  tidak  punya  malu  kepada-Ku." 

Riwayat  ini  sesuai  dengan  firman  Allah  dalam  al-Qur’an  surat  An- 
Nur:  24 

■ % s I J X-  ✓ 

. , ^ ( ^ t ' 3 f . * c a 3 > J-  - ' o- 

■w'  1 aJ  O Law  -y--*,  ^ ^ * i 1 «~kj  ' a -y.  ^ « 1 y -A  ^ ? <yJ 

Pada  hari  (ketika)  lidah,  tangan  dan  kaki  mereka  menjadi  saksi  atas  mereka 
terhadap  apa  yang  dahulu  mereka  kerjakan. 

Zina  yang  paling  besar  dosanya  adalah  berzina  dengan  ibu,  saudara 
kandung,  ibu  tiri,  dan  semua  wanita  yang  termasuk  mahram.  Hakim 
telah  menyatakan  keshahihan  hadits  yang  berbunyi,  "Barangsiapa  berzina 
dengan  wanita  yang  masih  mahramnya  maka  bunuhlah  ia."150 

Sahabat  Bara’  meriwayatkan  bahwa  pamannya  (saudara  ibu)  telah 
diutus  oieh  Rasulullah  untuk  menemui  seseorang  yang  telah  berzina 
dengan  ibu  tirinva.  Ia  diperintahkan  untuk  membunuhnya  dan 
menjadikan  hartanya  sebagai  ghanimah.151 

Kita  memohon  kepada  Allah  yang  Maha  Pemberi  agar  mengampuni 
semua  dosa-dosa  kita.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah  lagi  Maha 
Mulia. 


149.  idem 

150.  Dha'if.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  ( 9350 ) dan  AI-KabirC\  1565),  Al-Hakim  (4/356) 
dan  Al-Baihaqi  (8/237)  dari  jalur  Ibrahim  bin  Isma'il  bin  Abu  Habibah  bahwa  Dawud  bin  Al-Hushain 
bercerita  kepadaku  dari  Ikrimah  dari  Ibnu  Abbas  secara  mariu’.  Dan  Al-Hakim  berkata,  “Isnadnya  shahih." 
Sedangkan  Adz-Dzahabi  berkata.  'Tidak!"  Lalu,  kukatakan.  "Ibrahim  itu  dha'if.  sedangkan  Dawud  masih 
diperselisihkan.  Yang  benar  adalah  sebagaimana  yang  dikatakan  oleh  Ali  Al-Madini.  "Riwayatnya  dari 
Ikrimah  adalah  dha'if."  Dan  hadits  ini  dari  Ikrimah.  maka  hadits  ini  pun  dha’if.  HuwallahuAlam. 

151  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/292,297).  Abu  Dawud  (4456).  An-Nasa’i  (6/109),  At-Tirmidzi  (1373). 
Ibnu  Majah  (2607),  Ad-Darimi  (2245).  Ibnu  Hibban  (1516).  Ath-Thabrani  dalam  A/-Kab/r(3404.3405, 3406), 
Al-Hakim  (2/1 91 ),  Al-Baihaqi  (8/208)  dan  Al-Kharaithi  (566). 


Zina  ►►  87 


Drhsa 

Besar 


LIWATH  (HOMOSEKS) 


Allah  ;v.'>  telah  mengisahkan  kepada  kita  tentang  kaum  Nabi  Luth 
di  beberapa  tempat  dari  kitab-Nva.  Di  antaranya  adalah 

Ji  » - L -a 


Maka  tatkala  datang  azab  Kami,  Kami  jadikan  negeri  kaum  Luth  itu  yang  di 
atas  ke  bawah  (Kami  balikkan),  dan  Kami  hujani  mereka  dengan  batu  dari 
tanah  yang  terbakar  dengan  bertubi-tubi,  yang  diberi  tanda  (bahwa  bebatuan 
itu  bukan  bebatuan  dunia ) di  sisi  Rabbmu  (tidak  ada  yang  dapat  merubahnyua 
tanpa  seizin  dari-Nya),  dan  siksaan  itu  tiadalah  jauh  dari  orang-orang  yang 
zalim  (dan  ummat  ini  jika  mereka  melakukan  perbuatan  kaum  Luth  itu) 
(QS.  Huud:  82-83) 

Oleh  karenanya  Nabi  yc;  bersabda 

% . - > ' f t''  * i 

-U?  t a . 5 \_>-  ) D > — ^ I 

"Sesuatu  yang  paling  aku  takutkan  atas  kalian  adalah  perbuatan  yang 
dilakukan  oleh  kaum  Luth."-  Lalu  beliau  melaknat  siapa  saja  yang 
melakukan  perbuatan  mereka  tiga  kali.  Beliau  berkata,  "Allah  melaknat 
orang  yang  melakukan  perbuatan  yang  dilakukan  oleh  kaum  Luth.  Allah 
melaknat  orang  yang  melakukan  perin,  r..v:  vang  dilakukan  oleh  kaum  Luth 

1 52.  Diriwayatkan  oleh  A-Ajurn  daw. i Cz.a-nrr.j.  uv.arn  i'  2.1  n oan  Ibnu!  Jaya  daiam  DzammuiHawa  (hai:1 59) 
dari  jalur  Ghanjar  nan  Umar  bm  Ash-Shubn  aa'i  Minstil  b n Hayyan  dan  Al-Jarud  Ai-AbS'  dari  Jabir  Dar1 
Umarbm  Ash-Shubh  seorang  pemalsu  nad:ts.  dan  Ad-Daruquthm  mengatakan:  Mai.uk. 

Dan  diriwayatkan  oleh  Anmau  ,3  362:,  At-Tirmidzi  i 1482).  Ibnu  Maiah  (2563),  Al-Hakim  {4/35/  A'.,„  • ari 
(363)  dan  Al-Baihacji  daiarr, Asy-Syu ab(4989)  dan  iaiur  iain.  Dan  di-dasan-Kan  oleh  Asy-Syawn A!-A  . ai .. 
dalam  Shanih  ibnu  Wajan  i2077) 


I 5 I " t • 3 : J f 

4^ 


J Lp  L w»'  £ '_>r  L 


■ • ‘ ^ L/4 


4 ,jJj  > wUP 


Livvath  (Homoseks)  ►►  89 


Allah  melaknat  orang  yang  melakukan  perbuatan  yang  dilakukan  oleh  kaum 
Luth." 153 


Beliau  juga  bersabda,  " Barangsiapa  yang  kalian  dapati  sedang 
melakukan  perbuatan  kaum  Luth  maka  bunuhlah  keduanya .”154 

[bnu  Abbas  berkata,  "Dicari  dulu  bangunan  yang  paling  tinggi  di 
tempat  tinggalnya,  lalu  ia  dilempar  dari  sana,  terus  dihujani  dengan 
bebatuan.  Ini  seperti  yang  ditimpakan  kepada  kaum  Luth." 

Kaum  muslimin  telah  berijma'  bahwa  perbuatan  Liwath  (Homo; 
gay,  lesbi)  termasuk  dosa  besar  yang  diharamkan  oleh  Allah  ta'ala. 

% ' ° ' * *>,'  s * ' ' % ' ' ' 0 ' * * i 

i 1 U 4 'Uj  4 _r-OL«il  ' r*  jjl  U -t! 

j oli 


Mengapa  kalian  mendatangi  jenis  lelaki  di  antara  manusia,  dan  kamu 
tinggalkan  isteri-isteri  yang  di  jadikan  oleh  Rabbmu  untukmu,  bahkan  kamu 
adalah  orang-orang  yang  melampaui  batas.  (Asy-Syu’ara’:  165-166) 


-•  ^ x ^ - 3 } ' 3 * ' s 9 ' 3 * 

i 4 — ' ji  i 4j15^  ' ‘i&ju  zz-i'df  ^gi!l  L sluscj  4 


Dan  telah  Kami  selamatkan  dia  dari  (adzab  yang  telah  menimpa  penduduk) 
negeri  yang  mengerjakan  perbuatan-perbuatan  keji.  Sesungguhnya  mereka 
adalah  kaum  yang  jahat  lagi  fasik  (Al-Anbiva’:  74) 


Nama  negeri  mereka  adalah  Sodom.155  Penduduk  negeri  ini 
melakukan  berbagai  perbuatan  keji  seperti  yang  disebutkan  oleh  Allah 
dalam  kitab-Nya.  Mereka  menggauli  kaum  lelaki  pada  duburnya,  dan 
juga  perbuatan-perbuatan  munkar  lainnya. 


Diriwayatkan  Ibnu  Abbas  L&  berkata,  "Ada  sepuluh  macam 
perbuatan  yang  dilakukan  oleh  kaum  Luth;  tasyfifusv  syar  (mengatur 
rambut  dengan  model-model  tertentu),  hallul  izdr  (menampakkan  aurat 
antara  sesama  ienis  dengan  cara  membukakan  kain  penutupnya), 
ramvul  bunduq  (bermain  ketapel  dengan  batu  kecil  atau  tanah  liat  yang 
dibulatkan),  al-hadzfu  bil  hashd  (melempar  dengan  kerikil),  al-labu  bil 


':3.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/31 7.309),  Al-Kharaithi  dalam  Al-Masawi' (437).  ibnul  Jauzi  dalam  Dzammul 
Hawa  (ha!:159).  Dan  hadits  ini  memiliki  jaiuryang  dikuatkan  oleh  sebagian  yang  lain  dari  Ibnu  Abbas.  Lihat 
ShahihAl-Jami't 5891). 

-U  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/300).  Abu  Dawud  (4462).  At-Tirmidzi  (1481 ).  Ibnu  Majah  (2561),  Ath-Thabrani 
(11527.1 1568),  Al-Baihaqi  (8/232).  Al-Kharaithi  (435)  danAI-Aiurri  dalam  Dzammul  Liwath  (26, 27). Dan  di- 
shahih-kar\  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lr.wa'  (2350!  dari  Ibnu  Abbas. 

' ::  Perawi  ucapan  ini  adalah  Al-Ajurri  dalam  Dzammul  Liwath  (A)  dari  Ka'ab. 


Besar 


hammdrnit  thayyarah  (main  burung  merpati),  as-shafir  bil  ashabi'  (bersuit), 
farqa'atul  ak'ab  (menghentakkan  tumit  sepatu  ketika  berjalan),  isbalul 
izdr  (memanjangkan  kain  melebihi  mata  kaki),  hallu  uzril  agbiyyah 
(membuka  kancing  baju  supaya  tampak  bulu-bulu  dada) , selalu  minum 
minuman  keras,  dan  melakukan  hubungan  seks  antar  sesama  laki- 
laki.  Kemudian  umat  ini  akan  menambahkan  satu  lagi  yaitu  musahaqatun 
nisd’  bin  nisa’  (melakukan  hubungan  seks  antara  sesama  wanita/  les- 
bian)" 

Diriwayatkan  Nabi  bersabda,  "Hubungan  seks  antara  sesama 
wanita  termasuk  perbuatan  zina."  (Hadits  riwayat  at-Thabaraniy  dalam 
ai-jaami'  al-Kabir.  Isnadnya  tidak  cukup  kuat.)155 

Abu  Hurairah  2/k  menyampaikan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
"Ada  empat  golongan  yang  di  pagi  hari  mereka  dalam  kemara-han  Allah , dan 
di  sore  hari  mereka  dalam  kemurkaan  Allah  isi Seseorang  bertanya, 
"Siapakah  mereka,  wahai  Rasulullah?"  Beliau  menjawab,  "Laki-laki  yang 
menyerupai  perempuan,  perempuan  yang  menyerupai  laki-laki,  orang  yang 
melakukan  hubungan  seks  dengan  binatang,  dan  laki-laki  yang  melakukan 
hubungan  seks  dengan  sesama  laki-laki." 

Diriwayatkan15’  bahwa  apabila  seorang  laki-laki  melakukan 
hubungan  seks  dengan  sesama  laki-laki,  berguncanglah  'arsy 
(singgasana)  Allah  karena  takut  akan  kemurkaan  Allah  M . Hampir 
saja  seluruh  langit  jatuh  menimpa  bumi,  lalu  para  malaikat  memegangi 
tepi-tepinya  sambil  membaca  'qul  huwalLaahu  ahad'  sampai  ayat  terakhir 
sehingga  meredalah  kemurkaan  Allah  y#  /5S 

Nabi  bersabda,  "Tujuh  golongan  orang  yang  akan  dilaknat  oleh 
Allah  (s:  dan  tidak  akan  Dia  pandang  (dengan  pandangan  kasih)  pada  hari 
kiamat,  serta  Dia  akan  mengatakan  kepada  mereka,  'Masuklah  kalian  ke  dalam 
neraka  bersama  orang-orang  yang  memasukinya!'  Mereka  adalah  pelaku  dan 
objek  (dalam  liwath),  orang  yang  melakukan  hubungan  seks  dengan  binatang, 

156.  Diriwayatkan  oleh  Al-Ajurri  dalam  Dzamut Liwath  (22).  Ibnu  Adi  (5/182).  Ath-Thabrani  dalam  Al-Kabir ( 22/ 
63/1 53).  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (5082).  Abu  Ya'la  (7453).  Ibnul  Jauzi  dalam  Dzammul  Hawa  (hal:1 61 ) dari 
jalur  Utsman  bin  Abdurrahman  Al-Harani  dari  Anbasah  bin  Abdurrahman  dari  Al-Ala’  dari  Makhui  dari 
Wailah  bin  Al-Asqa'  secara  marfu.  Al-haitsami  berkata.  "Para  perawinya  adalah  tsiqat  (terpercaya). ' Saya 
berkata.  "Bagaimana  bisa  para  perawinya  tsiqat,  padahal  di  dalamnya  terdapat  Utsman  bin  Abdurrahman 
sang  pemalsu  hadits  dan  gurunya  juga  dha  W 

157.  Dha’if.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Adi  (6/228).  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath( 6858),  ALBainaqi  dalam  Asy- 
Syu'ab  (5001)  dari  jalur  Muhammad  bin  Salam  Al-Khuza'i  dari  bapaknya  dari  Abu  Hurairah.  sedangkan 
Muhammad  adalah  majhulul  ba/(seluk  beluk  dirinya  tak  diketahui)  dan  bapaknya  adalah  majhulul  'am 
(persennya  tak  dikenai). 

1 58.  Diriwayatkan  dari  Anas.  sedangkan  hadits  ini  maudhu' sebagaimana  yang  dinyatakan  As-Suyuthi  dalam 
Dzailul la'ali dan  diriwayatkan  oleh  Ibnul  Jauzi  dalam  Dzammul  Hawa  ( hal:  160 ) dari  Umar. 


Liwath  (Homoseks)  ►►  91 


orang  yang  menikahi  ibu  atau  anak  perempuannya,  dan  orang  yang  menikahi 
tangannya  (melakukan  onani/masturbasi).  Kecuali  jika  mereka  bertaubat." 

Diriwayatkan  bahwa  ada  segoiongan  kaum  yang  dikumpulkan  di 
padang  Mahsyar  pada  hari  kiamar  dalam  keadaan  tangan  yang 
membengkak  karena  satu  bentuk  perbuatan  zina.  Mereka  dulu  di  dunia 
suka  melakukan  masturbasi. 

Dalam  riwayat  lain  disebutkan  bahwa  di  antara  perbuatan  kaum 
Luth  adalah;  bermain  dadu,  mengadu  merpati,  mengadu  anjing, 
mengadu  biri-biri,  mengadu  jago,  masuk  pemandian  umum  tanpa 
busana,  serta  mengurangi  takaran  dan  timbangan.  Barangsiapa 
melakukannya,  sungguh  celakalah  dia." 

Dalam  sebuah  atsar  disebutkan,  "Barangsiapa  bermain-main  dengan 
merpati  niscaya  sebelum  mati  akan  merasakan  pahit-getirnya 
kemelaratan." 

Ibnu  Abbas  5k':  berkata,  "Sesungguhnya  seorang  homo  yang  mati 
tanpa  sempat  bertaubat,  nanti  di  kuburnya  ia  akan  diserupakan  dengan 
seekor  bab;.'"' 

Nabi  bersabda,  “Allah  tidak  akan  memandang  kepada  laki-laki  yang 
mendatangi  laki-laki  lain  (kaum  homo)  atau  ( melakukan  hubungan  seks 
dengan)  wanita  pada  duburnya."1''” 

Abu  Sa'id  as-Sha'lukiy  berkata,  "Akan  ada  segolongan  kaum  dari  umat 
ini  yang  disebut  dengan  kaum  Luthiyyun  (Homoseks).  Mereka  terdiri  dari 
tiga  kelompok;  yang  hanya  melihat,  yang  sampai  meraba,  dan  yang  melakukan 
perbuatan  yang  menjijikkan  itu.  'l~~ 

Memandang  dengan  pandangan  birahi  kepada  wanita  (selain  istri 
dan  budak  wanita  yang  dimiliki)  atau  pemuda  amrad  (yang  belum 
tumbuh  kumis,  cambang  dan  jenggotnya)  termasuk  zina.  Nabi  ^ 
bersabda: 


jiV'  b ; « 


159  Diriwayatkan  oleh  Ai-Baihaa.  daian»  A>y-Syu'adi508~s.  Mi-Hasa:*oir  Arafah  uaiam  juznya  (no:1 4),  Ibnu; 
Jauzi  dalam  A/-V/a/d046!  dan  dalam  Dzammul  Hae.a  (ns;:167j  danAnas.  dengan  berkata;  Tidak  shahih, 
oan  tii-cffja/7-kan  olen  Asy-Syaikn  dalam  Adn-Ona'itan  i3i  9i. 

1 60.  Diriwayatkan  olen  ibnu!  Jauzi  dalam  Ai-Maudhua!i2 . 115>  dan  ibnu  Abhas  dia  berkata:  Tidak  shahih.  dan 
diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  (501 8)  dari  ibnu  Sinn  secara  mauquf. 

161.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/297).  At-Tirmidzi  (1165).  Ath-Thaorani  (12317).  Al-Baihaqi  (7/198)  dan  Al- 
Kharaithi  (464)  dari  Ibnu  Abbas  dan  di-hasan-kan  oleh  Asy-Syaikh  Ai-Albani. 

162.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  (5019)  dan  Ai-Ajurrl  dalam  Dzamrr.ul  Liwath.  dan  sanadnya  lemah  sekali 

92  | °~D%a Besar 


Zina  mata  adalah  memandang,  zina  lisan  adaiah  berbicara,  zina  tangan  adalah 
menyentuh,  zina  kaki  adalah  melangkah,  zina  telinga  adalah  mende-ngarkan, 
jiwa  membayangkan  dan  menginginkan,  sedangkan  kemaluan  membenarkan 
atau  mendustakannya.1"' 

Oleh  karena  itu  orang-orang  shaiih  bersungguh-sungguh  dalam 
usaha  menghindari  penemuan  dengan  para  pemuda  amrad.  juga  dari 
memandang  mereka,  bergaul  dengan  mereka,  atau  bermajiis  dengan 
mereka. 

Hasan  bin  Dzakvvan  berkata,  "Hindarilah  bermajiis  dengan  anak- 
anak  orang  kaya.  Mereka  memiliki  wajah  seperti  wajah  perawan.  Mereka 
lebih  dahsyat  fitnahnya  dari  pada  wanita."1"4 

Sebagian  tabi'in  berkata,  'Tidak  ada  yang  iebih  aku  khawatirkan 
mengenai  seorang  pemuda  ahli  ibadah,  termasuk  binatang  buas  sekali 
pun,  selain  pemuda  amrad  vang  mendatanginya." 

Dikatakan,  "Janganlah  seorang  laki-laki  bermalam  di  suatu  tempat 
bersama  seorang  pemuda  amrad." 

Sebagian  ulama  mengharamkan  khalwah  (mojok)  bersama  pemuda 
amrad,  di  dalam  rumah,  di  kedai,  atau  di  tempat  pemandian  diqiyaskan 
kepada  larangan  berkhalwah  dengan  wanita.  Nabi  igs  bersabda,  "Tidaklah 
seorang  laki-laki  berduaan  dengan  seorang  perempuan  di  tempat  yang  sunyi, 
kecuali  setan  menjadi  yang  ketiganya."  ' 

Di  antara  para  pemuda  amrad  itu  ada  vang  ketampanannya 
melebihi  kecantikan  seorang  wanita.  Maka  fitnahnya  pun  lebih  besar. 
Sebab  ada  satu  kejahatan  vang  bisa  dilakukan  berhubungan  dengannya 
vang  tidak  bisa  dilakukan  berhubungan  dengan  wanha.  Juga  ada 

163.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/4111.  Ath-Thahawi  AI-MusykiH 3/298).  Ibnu  Hibban  (4419)  dan  Al-Baghawi 
(7 1 6)  dari  Abu  Hurairah  dengan  lafadz  ( AI-'Ainani  Tazniyam ) dan  sanadnya  shahih.  Dan  diriwayatkan  pula 
oleh  Ahmad  (2. 379).  Al-Bukhar:  dan  Muslim  1 26571.  Abu  Dawud  (2153). Ath-Thahawi  (3/298)  dari  Abu 
Hurairah  dengan  larai  "innaiiaha  kataba  'aib  bniadam" H. R Sukhari  (6243.6612).  Muslim  (5657)  dan 
Ahmad  (2/276)  dan  ibnu  Aboas. 

1 64.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Ba:haoi  Asv-Syuab  (5014;  dan  ibnui  Jauzi  dalam  Diammu!  Hawa  (hal:  91 1,  sedangkan 
isnadnva  esr.a 

1 65.  Diriwayatkan  oien  Ai-Baihagi  daiarr  Asy-Syu'ab  (501 5 i dan  Ibnui  Jauzi  dalam  Dzammui  Hawa  (hal:  92) 
dari  An-Najib  As-3ar:. 

1 66.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzag  ( 1 1 /341  j.  Ath-Thahawi  Ma ’aniAI-Atsarl 4/151).  Ath-Thayalisi 
(hal:  7),  Ath-Thabram  dalam  Ash-Sahghiri 1 /89).  Asy-Syafi'i  dalam  Ar-Risalahi  131 5).  Al-Humaidi  (1/20). 
A!-Khathib  At-Tarikh  (2187).  At-Tirmidzi  (165)  dan  Ibnu  Majah  (2363).  Dan  di-shah/h-kan  oieh  Asy-Syaikh 
dalam  Snahih  At-Tirmidu  ( 1 758;. 


Liwath  (Homoseks)  ►►  93 


kejahatan  yang  lebih  mudah  dilakukan  berhubungan  dengannya 
dibandingkan  jika  dilakukan  berhubungan  dengan  wanita.  Jadi  pantas 
saja  jika  ini  lebih  diharamkan. 

Banyak  sekali  anjuran  dan  pesan  dari  para  ulama  salaf  supaya 
menghindar  dari  memandangi  mereka.  Para  salaf  menyebut  para 
pemuda  amrad  itu  dengan  'antan'  (sesuatu  yang  berbau  busuk).  Sebab 
mereka  benar-benar  harus  dijauhi  menurut  syara'.  Pandangan  di  sini 
sifatnya  umum;  pandangan  terhadap  ketampanan  atau  pun  yang  lainnya. 

Suatu  ketika  Sufyan  ats-Tsauriy  masuk  ke  pemandian  umum.  Tiba- 
tiba  masuk  seorang  anak  vang  berwajah  tampan.  Sufyan  pun  berkata, 
"Keluarkan  ia  dari  sini.  Sesungguhnya  aku  melihat  bersama  setiap 
wanita  itu  satu  setan,  namun  aku  malihat  bersama  setiap  pemuda  yang 
tampan  itu  ada  belasan  setan."’''7 

Seorang  laki-laki  mengunjungi  Imam  Ahmad  bin  Hambal  rhm. 
bersama  seorang  pemuda  tampan.  Melihat  hal  itu  Imam  Ahmad 
bertanya,  "Apa  hubunganmu  dengannya?"  " Ia  kemenakan  saya.",  jawab  or- 
ang itu.  Lalu  Imam  Ahmad  bin  Hambal  bertutur,  "Lain  kali  jangan  ke 
sini  bersamanya.  Juga  jangan  berjalan  di  muka  umum  bersamanya  supaya 
orang  yang  tidak  mengenalmu  atau  mengenalnya  berprasangka  buruk 
kepadamu Z"168 

Dikisahkan  bahwa  duta  bani  Abdul  Qais  datang  menghadap  Nabi 
Adalah  salah  seorang  di  antara  mereka  seorang  pemuda  yang  tampan. 
Maka  Nabi  -Sgg  pun  mempersilakannya  untuk  duduk  di  belakang  beliau 
sambil  bersabda,  "Hanyasanva  fitnah  vang  menimpa  Dawud  itu 
bermula  dari  pandangan."169 

Ada  sebuah  syair; 

Segala  celaka  bermula  dari  pandangan 

Hampir  segala  api  bermula  dari  meremehkan  kejahatan 

Seseorang  ...  selama  matanya  berkelana 

Segala  bahaya  terhampar  di  depannya 

1 67.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  Asy-Syu’ab  (5021 ) dan  Ibnul  Jauzi  dalam  Dzammul  Hawa  (hal:  94). 

168.  Ibnul  Jauzi  telah  mencatumkan  sebuah  bab  di  dalam  kitabnya  Dzammul  Hawa  tentang  larangan  melihat 
amrad  (anak  muda  yang  belum  tumbuh  jenggotnya),  silahkan  merujuk  ke  sana. 

1 69.  Maudhu’.  Diriwayatkan  oleh  Ad-Dailami  dan  Al-Hasan  bin  Samurah.  Ibnu  Shalah  mengatakan,  'Tidak 
memiliki  asal."  Az-Zarkasyi  mengatakan.  "Munkar,  di  dalamnya  terdapat  para  perawi  yang  dha'if,  majhul. 
dan  terputusnya  mata  rantai  sanad'.”  la  berdaiil  atas  kebatilannya  dengan  sabda  Rasulullah.  “Sungguh, 
saya  melihat  kalian  dari  belakang  punggungku."  Lihat  kembali  Al-Maudhu’at karya  As-Suyuthi.  Kami  telah 
membicarakan  tentang  kema’shuman  Dawud  alaihis  salam  dalam  tahqiq  kami  atas  kitab  Talbis  Iblis 
cetakan  Darui  Aqidah. 

94  ! D::D%n  Besar 


Banyak  sudah  pandangan  melukai  hati 
Bak  anak  panah  terlempar  walau  tanpa  busur 
lanya  suka  kepada  yang  membawa  mudlarat 

Padahal...  tiada  kata  selamat  datang  bagi  kelezatan  membawa  sengsara 

Dikatakan,  "Pandangan  itu  adalah  kurirnya  zina." 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan,  "Pandangan  itu  anak  panah  beracun 
di  antara  sekian  anak  panah  Iblis.  Barangsiapa  meninggalkannya  karena 
Allah,  niscaya  Allah  akan  mewariskan  lezatnya  ibadah  di  hatinya  yang  dapat 
dirasakan  sampai  hari  kiamat.''170 

Hukuman  Bagi  Orang  yang  Secara  Suka  Rela 
Menempatkan  Diri  Sebagai  Pasangan  Seorang  Homoseks 

Khalid  bin  Walid  berkirim  surat  kepada  Abu  Bakar  bahwa 
di  suatu  wilayah  ia  mendapati  seorang  laki-laki  yang  menye-diakan  diri 
sebagai  pasangan  seorang  laki-laki  homoseks,  digauli  pada  anusnya. 
Abu  Bakar  pun  bermusyawarah  dengan  para  sahabat  lain-nya.  Sahabat 
Ali  bin  Abi  Thalib  angkat  bicara,  "Itu  adalah  suatu  dosa  yang  tidak  pernah 
dikerjakan  kecuali  oleh  satu  umat  saja,  yaitu  umatnya  Luth.  Allah  telah 
memberitahukan  kepada  kita  apa  yang  Dia  putuskan  bagi  mereka. 
Menurut  hemat  saya,  orang  itu  harus  dibakar  dengan  api.”  Maka  Abu 
Bakar  menulis  surat  jawaban  kepada  Khalid  supaya  membakar  orang 
yang  ditemuinya  itu.  Maka  Khalid  pun  membakarnya.171 

Ali  bin  Abi  Thalib  sT  berkata,  "Barangsiapa  menempatkan  diri 
secara  sukarela  sehingga  disodomi,  niscaya  Allah  akan  menanamkan 
ke  dalam  dirinya  nafsu  perempuan  (menjadi  seperti  perempuan)  dan 
menjadikannya  sebagai  setan  yang  terkutuk  di  kuburnya  sampai  hari 
kiamat. 

Seluruh  umat  telah  berijma'  bahwa  barangsiapa  melakukan  sodomi 
terhadap  budaknya  maka  ia  adalah  seorang  pendosa  yang  telah  berbuat 
liwath. 

Diriwayatkan  bahwa  dalam  satu  perjalanannya,  Isa  bin  Maryam 
menjumpai  api  yang  membakar  seorang  laki-laki.  Beliau 
mengambil  air  untuk  memadamkannya.  Api  padam  dan  berubah  menjadi 

170.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Hakim  (4/313)  dan  Ai-Qudha'i  (292)  dan  Huazaifah.  dan  Ath-Thabrani  dari  Ibnu 
Mas’ud  (10362)  dan  Al-Qudha'i  (293)  dari  Ibnu  Umar.  Di  dalamnya  terdapat  ke-cfta’/7-an  dan  kerancuan. 

171 . Kisah  ini  diriwayatkan  oleh  Al-Ajurri  dalam  Dzammul  Liwath  (29).  Al-Kharaithi  (446),  Al-Baihaqi  (8/232)  dan 
Ibnul  Jauzi  dalam  Dzammul  Hawai  hal:  163).  Dan  isnadrtyamursal. 


Liwath  (Homoseks)  ►►  95 


seorang  anak  muda.  Namun  sebaliknva  orang  laki-laki  tadi  justru 
berubah  menjadi  api.  Beliau  pun  ta'jub  menvaksikan  hal  itu,  ialu 
bertanya,  "Wahai  Rabb-ku.  kembalikanlah  keduanya  kepada  keadaan  mereka 
semula  di  dunia  agar  aku  dapat  menanyai  keduanya  oleh  karena  apa  mereka 
mendapatkan  perlakuan  seperti  itu."  Maka  Allah  .u:  menghidupkan 
keduanya.  Ternyata  mereka  adalah  seorang  laki-laki  dan  seorang  anak 
muda.  Isa  bin  Maryam  bertanva  kepada  keduanya,  "Ada  apa 

gerangan  dengan  ka'nan?"  Orang  itu  menjawab,  "Wahai  Ruh  Allah, 
sesungguhnya  di  dunia  aku  dulu  terfitnah  dengan  rasa  cinta  kepada  anak 
muda  ini  sehingga  timbul  nafsuku  untuk  melakukan  sodomi  dengannya.  Maka 
tatkala  aku  mati  dan  anak  muda  ini  juga  mati,  ia  pun  dijadikan  sebagai  api 
yang  membakarku  dan  sekali  waktu  aku  dijadikan  sebagai  api  yang 
membakarnya.  Demikianlah  adzab  yang  ditimpakan  kepada  kami  sampai  hari 
kiamat." 

Mari  kita  berlindung  kepada  Aliah  dari  siksa-Nya,  dan  memohon 
ampun,  ’afiyah,  serta  petunjuk  kepada  perkara-perkara  yang  dicintai 
dan  diridlai  oleh-Nya. 

Liwath  Kecil 

Termasuk  kategori  liwath,  menggauli  istri  pada  dubur  (anus)nya 
yang  termasuk  perkara  yang  diharamkan  oleh  Allah  dan  Rasul-Nya. 
Allah  berfirman,  " Istri-istrimu  adalah  ( seperti ) tanah  tempat  kamu  bercocok 
tanam,  maka  datangilah  tanah  tempat  bercocok-tanammu  itu  bagaimana  saja 
kamu  kehendaki.”  (Ai-Baqarah:  223) 

Maksudnya  bagaimana  saja  yang  kamu  kehendaki,  dari  arah  depan 
atau  pun  belakang,  tetapi  pada  satu  tempat  saja. 

Sebab  turunnya  ayat  ini.  bahwa  orang-orang  Yahudi  pada  zaman 
Nabi  mengatakan,  "Apabila  seorang  laki-laki  menggauli  istrinya  pada 
kemaluannya  dari  arah  belakang,  niscaya  akan  lahir  anak  yang  juling 
matanya."  Para  sahabat  menanyakan  hal  itu  kepada  Rasulullah  lalu 
Allah  menurunkan  ayat  tersebut  sebagai  sanggahan  atas  ucapan  mereka. 
"lsteri-isterimu  adalah  (seperti)  tanah  tempat  kamu  bercocok  tanam,  maka 
datangilah  tanah  tempa:  bercocok-tanammu  itu  bagaimana  saja  kamu 
kehendaki,  indi,  dari  depan  atau  belakang  boleh  saja,  yang  penting 
tempatnya  saiu. 


172.Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Bukhari  (45281.  Muslim  (1435).  Abu  Davvud  12163).  At-Tirmidzi  (2978).  Ibnu 
Majah  ( 1 925).  An-Nasa  i At-Talsir  (58).  Al-Humaidi  i 1 263)  dan  Aiti-T  nabram  (2/234)  dan  Jabir. 


DCsa 

Dsa 


Besar 


96 


Dalam  saru  riwayat  dinyatakan,  "Hindarilah  dubur  dan  haid! 
(menggauli  wanita  pada  dubur  atau  di  saat  datang  bulan)"1' 

Tempat  yang  satu  yang  dimaksud  pada  hadits  di  atas  adalah 
kemaluan.  Sebab  ia  adalah  tempat  menanam'  anak.  Sedangkan  dubur 
adalah  tempat  kotoran,  menjijikkan 

Abu  Hurairah  A-  meriwayatkan  Rasulullah  bersabda. 
'Terlaknatlah  orang  yang  menggauli  istrinya  ketika  haid  atau  pada  anusnya 

Ia  juga  meriwayatkan  Rasulullah  ^ bersabda, 

, z?  ' « / , 5 f * A a - 

;jj!  Lw  jO  Jeli  La’O  a!  jp.  y v* 

" Barangsiapa  menggauli  istri  yang  sedang  haid  atau  pada  duburnya,  atau 
mendatangi  seorang  dukun,  maka  ia  telah  ka  fir  terhadap  apa  yang  diturunkan 
kepada  Muhammad."1 ' 5 

Demikianlah,  barangsiapa  menggauli  istri  yang  sedang  haid  atau 
menggaulinya  pada  duburnya  maka  ia  terlaknat  dan  termasuk  golongan 
yang  mendapat  ancaman  besar.  Begitu  pula  dengan  seseorang  yang 
mendatangi  seorang  dukun  atau  sejenisnya  -vang  mengaku  tahu 
tentang  barang  yang  tercuri  dan  mengetahui  perkara-perkara  ghaib- 
laiu  ia  bertanya  kepadanya  dan  membenarkan/  mempercayainya. 

Kebanyakan  orang-orang  jahil  terperosok  ke  dalam  perbuatan 
maksiat  ini.  Itu  semua  disebabkan  oleh  sedikitnya  pengetahuan  dan 
ilmu  mereka.  Berkait  dengan  ini  Abu  Darda’  berpesan,  "Jadilah  alim 
(orang  yang  berilmu),  muta’allim  (orang  vang  menuntut  ilmu), 
mustami'  (orang  yang  mendengar  ilmu),  atau  muhibb  (orang  yang 
mencintai  ilmu),  dan  jangan  menjadi  orang  kelima  sehingga  kamu 
celaka.  Dia  adalah  orang  yang  tidak  berilmu,  tidak  belajar,  tidak 
mendengar,  dan  tidak  pula  mencintai  orang  vang  berilmu." 


173.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  ( 1 297).  Ath-Thabari  (2  235).  Abu  Ya'ia  (2736).  An-Nasa'i  A?-7afe/r (60).  Ath- 
Thabram  (12317),  ibnu  Hibban  (4190),  Al-Kharaithi  (465)  ban  Al-Baihaqi  (7/1 98)  dari  IbnuAbbas sedangkan 
ia  adalan  hadits  basan. 

174.  Diriwayatkan  oieh  Ahmad  (4  444, 479)  dan  Abu  Dawud  (21 62)  kata  yang  kedua  saja  dan  riwayatnya  dari 
Abu  Hurairah  vaitu  dalam  Shanin  Al-Jam’i 5889) 

175.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2  408. 486).  Abu  Dawud  13904).  An-Nasa'i  (1(78).  At-Tirmidzi  (135).  Ad-Darimi 
(1136).  Ibnu  Majah  (639).  Atn-Thahawi  (2  26)  dan  ibnu  Jarud  1 107)  dan  berbagai  jalur  periwayatan  dari 
Hammad  bm  Salamah  dan  Hakim  Al-Atsram  dar  Abu  Tamimah  Ai-Hujaimi  dari  Abu  Hurairah.  Dan  di- 
shahih- kan  olen  Asy-Syaikh  aaiam  Ai-irwa  (2006;. 


Liwath  (Homo&eks)  j»  97 


Diwajibkan  atas  setiap  orang  bertaubat  kepada  Allah  dari  semua 
dosa  dan  kesalahan  serta  memohon  ampunan  kepada-Nya  atas  segala 
kejahilannya  yang  telah  lalu  juga  'afiyah  dalam  sisa  umurnya.  Ya  Aliah, 
kami  memohon  ampunan  dan  'afiyah  dalam  urusan  dien,  dunia,  dan 
akhirat.  Sesungguhnya  Engkaulah  Yang  Maha  Penyayang. 


98  D::uSa  Besar 


RIBA 


D.  esa 


Ay 


Besar 


12 


Allah  berfirman: 


b J'  i «A  U 'y  1 w«U. 


Hai  orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kamu  memakan  riba  dengan 
berlipat  ganda  dan  bertaqwalah  kamu  kepada  Allah  supaya  kamu  mendapat 
keberuntungan.  (Ali  'Imran:  130) 

Orang-orang  yang  makan  (mengambil)  riba  tidak  dapat  berdiri  melainkan 
seperti  berdirinya  orang  vang  telah  kemasukan  syaitan  lantaran  disentuh- 
nya. Keadaan  mereka  yang  demikian  itu,  adalah  disebabkan  mereka  berkata 
(berpendapat),  sesungguhnya  jual  beli  itu  sama  dengan  riba.  (Al-Baqarah: 
275) 


Mereka  menghalalkan  riba,  menghalalkan  apa  yang  diharamkan 
oleh  Allah  i*  . Pada  hari  kiamat  ketika  Allah  membangkitkan  manusia 
seluruhnya,  mereka  akan  bergegas  keluar,  kecuali  orang-orang  yang 
memakan  harta  riba.  Mereka  akan  berdiri  lalu  jatuh  tersungkur,  dan 
begitu  seterusnya.  Hal  itu  dikarenakan  kala  mereka  makan  harta  riba 
Allah  .jgi  mengembangbiakkannya  dalam  perut  me-reka  sehingga 
memberatkan  mereka  pada  hari  kiamat.  Setiap  kali  me-reka  bangun 
setiap  kali  itu  pula  mereka  jatuh  tersungkur.  Mereka  ingin  bergegas 
seperti  orang-orang,  namun  tidak  mampu  melakukannya. 

Qatadah  berkata,  "Sesungguhnya  orang  yang  makan  riba  itu  akan 
dibangkitkan  dalam  keadaan  gila  pada  hari  kiamat.  Itu  merupakan  tanda 
bagi  mereka  yang  dapat  disaksikan  oleh  seluruh  manusia  yang  ada  di 
sana."17*5 


176.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabari  dalam  tafsirnya  (2/1 02).  para  perawinya  tsiqat. 


Riba  ►►  99 


Dari  Abu  Sa'id  ai-Khudriy  W bahwa  Rasulullah  ^ bersabda, 
"Pada  malam  aku  diisra'kan  aku  melewati  suatu  kaum  yang  perut 
mereka  membesar  ke  depan.  Setiap  orang  dari  mereka  perutnya  seperti 
rumah  yang  besar.  Perut-perut  mereka  itu  telah  membuat  mereka 
miring,  menumpuk  di  jalan  yang  dilewati  oleh  keluarga  Fir'aun.  Padahal 
keluarga  Fir'aun  itu  dibawa  ke  neraka  tiap  pagi  dan  petang.  Keluarga 
Fir'aun  itu  datang  seperti  unta-unta  yang  kalah  perang,  mereka  tidak 
mendengar  dan  tidak  berpikir,  jika  orang-orang  berperut  besar  radi 
merasakan  hawa  kedatangan  keluarga  Fir'aun,  mereka  akan  berusaha 
untuk  bangkit.  Tetapi  perut  mereka  memberatkan  mereka  sehingga 
mereka  tidak  dapat  beringsut  dan  mereka  pun  terinjak-injak  oleh 
keluarga  Fir'aun,  saat  mereka  datang  dan  kembali.  Itulah  adzab  mereka 
di  alam  barzakh  (pemisah)  alam  dunia  dan  akhirat.  Lalu  aku  bertanya 
kepada  Jibril,  "Wahai  Jibril,  siapakah  mereka?"  "Merekalah  orang- 
orang  yang  memakan  harta  riba,  mereka  tidak  dapat  berdiri  kecuali 
seperti  berdirinya  orang  yang  telah  kerasukan  setan  lantaran  telah 
disentuhnya.",  jawab  Jibril.177 

Dalam  riwayat  yang  lain  Nabi  rgg  bersabda,  "Ketika  aku  dimi’rajkan 
aku  mendengar  suara  guntur  dan  halilintar  di  atasku,  di  langit  tingkat  ketujuh. 
Aku  juga  melihat  banyak  orang,  perut  mereka  di  hadapan  mereka  seperti 
rumah  yang  dipenuhi  oleh  ular  dan  kalajengking  dan  itu  dapat  dilihat  dari 
balik  perut  mereka."  Lalu  aku  bertanya,  "Wahai  Jibril,  siapakah  mereka 
itu?"  "Merekalah  orang-orang  yang  memakan  harta  riba."'"8 

Diriwayatkan  dari  Abdurrahman  bin  Abdullah  bin  Mas'ud  dari 
ayahnya,  "Apabila  zina  dan  riba  telah  merebak  di  suatu  desa  maka 
sesungguhnya  Allah  telah  mengizinkan  kebinasaan  baginya."17" 

Secara  marfu',  sahabat  Umar  W meriwayatkan,  "Apabila  manusia 
telah  menjadi  bakhil  terhadap  dinar  dan  dirham.  berjual  beli  dengan  'inah 
(riba),  mengikuti  ekor-ekor  sapi  (sibuk  dengan  urusan  peternakan) , dan 
meninggalkan  jihad  fi  sabilillah,  niscaya  Allah  akan  menimpakan  bala’  yang 
tidak  akan  diangkat  sampai  mereka  kembali  kepada  ajaran  dien  mereka."lli0 


1 77.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  DalailAn-Nubumah  (2.  390.396)  dar  Ibnu  Jarirdari  jalur  Abu  Muhammad 
bin  Asad  Al-Hamam  dari  Abu  Harun  Al-Abd:  dari  Abu  Sa'id  yang  ia  marfu’- kan.  sedangkan  isnadnya 
sangat  lemah.  Abu  Harun  adalah  Ammarah  bin  Juwam  yang  matruk  (riwayatnya  tidak  dipakai). 

1 78.  Diriwayatkan  oleh  Abmad  dan  sanadnya  lemah 

179.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/393.394,402),  Abu  Dawud  (3333).  At-Tirmidzi  (1206).  Ibnu  Majah  (2277),  Abu 
Ya'la  (4960).  dan  Ibnu  Hibban  (4410)  dari  Ibnu  Mas'ud  secara  marfu' dengan  lafadz  "Ma  zhahara  min 
qaumin Az-zina  warRiba  Al-Hadits.  Dan  di-dasan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih Al- Jami’ (5634) 
Diriwayatkan  oleh  Abu  Ya'la  dan  Al-Hakim  (2. 37 ) aan  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (5033).  (5143)  dan  di-basan- 
kan  oleh  Asy-Syaikh  pula. 

ioo  | D:b%aBesar 


Diriwayatkan  bahwa  Rasulullah  yg  bersabda, "Tidaklah  riba  itu 
tampak  terang-terangan  di  suatu  kaum  kecuali  tampak  terang-terangan  pula 
penyakit  gila.  Tidaklah  zina  itu  merebak  di  suatu  kaum  kecuali  merebak  pula 
kematian.  Dan  tidaklah  suatu  kaum  itu  mengurangi  takaran  serta  timbangan 
kecuali  Allah  akan  menahan  turunnya  hujan  bagi  mereka. "18‘ 

Sebuah  hadits  yang  panjang  disebutkan  bahwa,  "Sesungguhnya 
orang  yang  makan  hasil  riba  itu  akan  diadzab  dengan  berenang  di  sungai  merah 
bagai  darah  sejak  dia  mati  sampai  hari  kiamat  kelak.  Mereka  dicekoki  dengan 
bebatuan  yaitu  harta  haram  yang  telah  mereka  kumpulkan  di  dunia  dulu  dengan 
susah  payah.  Mereka  juga  akan  dicekoki  dengan  bebatuan  dari  api  sebagaimana 
mereka  telah  menelan  barang  haram  yang  telah  mereka  kumpulkan  di  dunia 
dulu.  Itulah  adzab  bagi  mereka  di  alam  barzakh  sebelum  datangnya  hari  kiamat, 
dan  masih  ditambah  dengan  laknat  dari  Allah." 

Dalam  sebuah  hadits  shahih,  Rasulullah  igs  bersabda,  "Empat 
golongan,  Allah  berhak  untuk  tidak  memasukkan  mereka  ke  dalam  surga  dan 
tidak  pula  menjadikan  mereka  mampu  merasakan  kenikmatannya.  Mereka 
adalah;  orang  yang  terus-menerus  minum  khamr  (arak),  orang  yang  memakan 
riba,  orang  yang  memakan  harta  anak  yatim,  dan  orang  yang  berbuat  durhaka 
kepada  kedua  orang  tuanya.  Kecuali  jika  mereka  bertaubat."'*2 

Diriwayatkan  pula  bahwa  orang-orang  vang  memakan  riba  akan 
dikumpulkan  di  padang  Mahsyar  dalam  rupa  anjing  dan  babi, 
disebabkan  tipu  daya  mereka  untuk  memakan  hasil  riba,  sebagaimana 
dirubahnya  rupa  ashhabus  sabti  (orang-orang  Yahudi).  Ketika  mereka 
membuat  tipu  daya  untuk  dapat  menangkap  ikan  yang  telah  dilarang 
oleh  Allah  pada  hari  Sabtu.  Mereka  membuat  bendungan-bendungan 
kecil  agar  ikan  masuk  ke  dalamnya  pada  hari  Sabtu  dan  mereka  dapat 
mengambilnya  pada  hari  Ahad.  Ketika  itulah  Allah  merubah  rupa 
mereka  menjadi  rupa  kera  dan  babi.  Nah,  begitu  pula  dengan  orang- 
orang  yang  mencoba-coba  membuat  tipu  daya  untuk  dapat  menikmati 
hasil  riba.  Sesungguhnya  tidak  ada  satu  tipu  daya  pun  yang  dilakukan 
oleh  orang-orang  yang  melakukannya  yang  tersembunyi  bagi  Allah. 

Ayyub  as-Sukhtiyaniy  ■A-  bertutur,  "Mereka  itu  hendak  menipu 
Allah  seperti  menipu  anak  kecil.  Padahal  seandainya  mereka  melakukannya 
secara  terang-terangan  justru  hal  itu  lebih  ringan  atas  mereka." 

'80.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/42.84).  Ath-Thabram  A/-Kab/r(1 3583. 13585),  Abu  Ya'la  (5633),  Abu  Dawud 
(3462),  Abu  Nu'aim  (1/313)  dan  Ai-Baihaqi  Syu'ab( 3920)  dari  Ibnu  Umar  dan  di-shahih-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami'{ 675). 

1 81 . Hadits  ini  memiliki  banyaK  pendukung. 

1 82.  Telah  disebutkan  di  muka  dari  hadits  Samurah.  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dan  selainnya. 


Riba  ►►  101 


Rasulullah  is tk  bersabda,  "Riba  itu  terdiri  dari  tujuhpuluh  pintu,  yang 
paling  ringan  adalah  seperti  jika  seseorang  menikahi  ibunya,  dan  yang  paling 
berat  adalah  jika  seorang  muslim  mencemarkan  kehormatan  saudaranya 
sesama  muslim d18' 

Dan  benarlah  bahwa  itu  merupakan  salah  satu  pintu  dari  sebesar- 
besar  pintu  riba. 

Sahabat  Anas  /MP  berkata,  "Adalah  Rasulullah  saw.  berkhutbah 
di  hadapan  kami.  Beliau  menyebut  tentang  riba  dan  menjelaskan  betapa 
besar  urusan  riba  itu.  Beliau  bersabda.  'Satu  dirham  vang  didapat  oleh 
seseorang  itu  lebih  dahsyat  dari  pada  berzina  tigapuluh  enam  kali  dalam 
pandangan  Islam."184 

Rasulullah  yfe;  juga  pernah  bersabda,  "Riba  itu  tujuhpuluh  (tingkatan) 
dosa.  Yang  paling  ringan  seperti  seorang  laki-laki  yang  menggauli  ibunya." 
Dalam  riwayat  yang  lain,  "...yang  paling  ringan  adalah  seperti  seorang  laki- 
laki  yang  menikahi  ibunya."1*' 

Abu  Bakar  as-Shiddiq  berkata,  "Orang  yang  memberi  tambahan 
dan  yang  meminta  tambahan,  keduanya  akan  masuk  neraka." 

Mari  memohon  ‘afiyah  kepada  Allah  w . 


Pemberian  Orang  yang  Berhutang  Kepada  Orang  yang 
Dihutangi 

Ibnu  Mas'ud  berkata,  "Apabila  kamu  mempunyai  piutang  atas 
seseorang  lalu  ia  memberimu  sesuatu,  janganlah  kamu  ambil.  Sebab, 
itu  termasuk  riba."1S6 

183.  Diriwayatkan  oieh  Ibnu  Majah  (2275),  A!-Hakim  (2/3 ).  Abu  Nu'aim  dalam  Akhbar  Ashbahan(2l6t ),  dan 
Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (5131)  dari  Ibnu  Mas’ud  dengan  lafadz:  "Riba  itu  ada  tujuh  puluh  tiga  pintu".  Dan  di- 
shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahih  (3539).  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  (5132).  Al- 
Uqaili  (2/258)  dan  Ibnu  Adi  (5/1913)  dari  Abu  Hurairah  dengan  lafal  "Riba  itu  ada  tujuh  puluh  pintu."  Lihat 
Ash-Shahihah  (1 871 ) dan  lafal  dari  penulis  ini  diriwayatkan  oleh  A!-Baihaqi  (51 33),  Al-Uaaili  (2/257)  dan 
Ibnu  Adi  (5/191 3)  dan  dikuatkan  oleh  riwayat  sebelumnya. 

1 84,  Diriwayatkan  oleh  A!-Baihaqi  Asy-Syu'ab (51 35).  Ibnu  Adi  (4/1548).  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Ash-Shamtu 
(175)  dan  Ibnul  Jauzi  dalam  Al-Maudhu'at  (2/245)  dari  Anas  dengan  lafal  mnarrajula  yushibu  minar  riba 
a'zhamu  indallahi minal khathi’ah.  Al-Hadits.  Dan  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/225).  Ath-Thabram  (2703) 
dalam  Al-Ausath.  dan  Ad-Daruquthni  (3/1 6)  dari  Abdullah  bin  Hanzhalah  dengan  lafal  dirhamun  min  tiba 
ya  'kuluhur  rajulu  wa  huwa  ya  ‘lamu  asyddu  ‘indallahi  min  sittah  wa  tsalatsina  zaniyyah.  Dan  di-s/iad/h-kan 
oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-  Shahihah  ( 1 033)  dan  Ash-Shahih  (3375 ).  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Baihaai 
dalam  Asy-Syu'ab (51 30)  dan  Abu  Nu’aim  dalam  Akhbar  Ashbahan  (1/234)  dari  Ibnu  Abbas  seperti  itu. 

' 35.  Diriwayatkan  oieh  Ibnu  Ma]ah  (2274)  dan  Al-Baihaai  Asy-Syu'ab  (5134)  dari  Abu  Hurairah  dan  di -shahih- 
kan  oieh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahih  (3541  i 

■ 86. diriwayatkan  seperti  itu  oleh  Abdur  Razzaq  dalam  Al -Mushannaf  (14654, 14655)  dari  Ibnu  Umar  dan 
sanadnya  shahih. 

02 1 °rDUsa Besar 


Hasan  al-Bashri  igk  berkata,  "Apabila  seseorang  berhutang 
kepadamu,  maka  apa  yang  kamu  makan  dari  rumahnya  merupakan 
barang  haram." 

Ini  semua  berdasarkan  pada  sabda  Nabi  iyg,  “ Tiap-tiap  pinjaman 
yang  ditujukan  untuk  menghasilkan  manfaat,  maka  itu  termasuk  riba.’’18' 

Ibnu  Mas'ud  berkata.  "Barangsiapa  memberi  syafaat  (rekomen- 
dasi) kepada  seseorang  lalu  orang  itu  memberinya  hadiah,  maka  itu 
adalah  haram."188 

Pernyataan  ini  sesuai  dengan  sabda  Nabi 


1 /. . b c.  o L,  uA?  l ^ i . s * - - - u - . 


Barangsiapa  memberi  syafaat  kepada  seseorang  lalu  orang  itu  memberinya 
hadiah  dan  diterimanya,  maka  ia  telah  memasuki  pintu  yang  besar  dari  antara 
pintu-pintu  riba.189 

Marilah  memohon  ampunan  dan  'afiyah  dalam  urusan  dien,  dunia, 
dan  akhirat  kepada  Allah. 


1 87.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  (5/350)  dari  Fadhalah  bin  Ubaid  secara  mauquf6a\am  sanadnya  terdapat 
perawi  Majhul.  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Baghawi  secara  marfu’ dari  Ali  bin  Abi  Thalib.  sedangkan  ia 
dha’lf.  Kaji  kembali  Al-lrwa"(  1398).  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  (5/350)  dari  Ibnu  Abbas  seperti  itu 
dan  sanadnya  shahih.  Dan  dari  Ubai  bin  Ka’ab.  Ibnu  Mas’ud  dan  Ibnu  Abbas,  bahwasanya  mereka 
melarang  pinjaman  yang  menuntut  adanya  unsur  manfaat,  sanadnya  shahih  sebagaimana  ucapan  Asy- 
Syaikh  dalam  Al-lrwa' (1397). 

1 88.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaa  ( 1 4664)  dan  A!-Baihaqi  ( 1 0/139). 

' 59  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/261 ).  Abu  Dawud  (3524).  Ath-Thabrani  Al-Kabir( 7853,7928)  dari  Abu  Umamah 
dan  di-basan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jamil( 631 6). 


Riba  ►►  103 


Besar | 

MEMAKAN  HARTA  ANAK  YATIM 
DAN  MENZHALIMINYA 


Allah  berfirman: 

✓ > ^ f 

M J « l 


a5^L  ' 


0^1 


J JS"  Ij  / fJ  JJ  \ 


Sesungguhnya  orang-orang  yang  memakan  harta  anak  yatim  secara  zhalim, 
sebenarnya  mereka  itu  menelan  api  sepenuh  perutnya  dan  mereka  akan  masuk 
ke  dalam  api  yang  menyala-nyala  (neraka).  (An-Nisa’:  10) 


3 1 


j L» 


y-/ 


Dan  janganlah  kamu  dekati  harta  anak  yatim,  kecuali  dengan  cara  yang  lebih 
bermanfaat,  hingga  sampai  ia  dewasa.  (Al-An’am:  152  dan  Al-Isra’:  34) 

Abu  Sa'id  al-Khudriv  meriwayatkan  dalam  mengisahkan 
perjalanan  mi’rajnya  Rasulullah  bersabda,  "Tiba-tiba  aku  berhadapan 
dengan  orang-orang  yang  mulut  mereka  dibuka  secara  paksa  oleh  para  malaikat 
adzab,  lalu  datang  malaikat-malaikat  lainnya  sambil  membawa  bebatuan  dari 
neraka,  kemudian  dimasukkan  ke  dalam  mulut  mereka  hingga  keluar  melalui 
dubur  mereka.  Aku  bertanya  kepada  Jibril,  'Wahai  Jibril,  siapakah  mereka  itu?' 
Jibril  menjawab,  'Mereka  adalah  orang-orang  yang  memakan  harta  anak  yatim 
secara  zhalim,  sebenarnya  mereka  itu  menelan  api  sepenuh  perut  mereka."'90 

Abu  Hurairah  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  sgg  bersabda. 


190.  Dinisbatkan  oleh  As-Suvu!hi  dalam  Ad-Durr  (2, 221 ) kepada  Ibnu  Jarir  dan  Ibnu  Abi  Hatim  saja.  Saya 
katakan.  'Diriwayatkan  Ibnu  Jarir  (8723)  -tahqiq  Syaikh  Syakir-  dari  jalur  Abdur  Razzaa  dari  Ma’mar  dan 
Abu  Harun  Al-Abdi  dari  Abu  Sa'id  dengan  me-marfukannya  dan  isnadnva  dha  if  sekali.  Dan  Abu  Harun 
telah  telah  dibicarakan  di  muka  bahwa  ia  pemalsu  hadits  dan  dituduh  berdusta.  Ibnu  Hibban  berkata,  "la 
meriwayatkan  dari  Abu  Sa'id  hadits  yang  bukan  darinya,  haditsnya  sama  sekaii  tak  diperbolehkan  untuk 
dicatat  kecuali  biia  diiringi  sikap  keheranan  Adapun  penisbatan  hadits  ini  kepada  Muslim  oleh  penulis  adalah 
suatu  kesalahan  tulis,  atau  kesalahan  dari  juru  tulisnya. 


Memakan  Harta  Anak  Yatim  dan  Menzhaliminya  ►►  105 


"Allah  membangkitkan  suatu  kaum  dari  kubur  mereka  dalam  keadaan  keluar 
api  dari perut-perut  mereka.  Api  tersebut  menyala-nvala  di  mulut-mulut  mereka." 
Seseorang  bertanya,  "Siapakah  mereka  wahai  Rasulullah?'  Beliau  menjawab, 
"Tidakkah  kalian  memperhatikan  firman  Allah  ta'ala,  'Sesungguhnya  orang- 
orang  yang  memakan  harta  anak  yatim  secara  zhalim.  sebenarnya  mereka  itu 
menelan  api  sepenuh  perutnya ?"191 

As-Suddiy  ugi  berkata,  Orang  yang  memakan  harta  anak  yatim 
secara  zhalim  akan  dibangkitkan  pada  hari  kiamat  kelak  dalam  keadaan 
keluar  nyala  api  dari  mulut,  telinga,  hidung,  dan  matanya.  Siapa  pun 
yang  melihatnya  pasti  mengetahui  bahwa  ia  adalah  pemakan  harta  anak 
yatim."195 

Para  ulama  berkata.  "Setiap  wali  anak  yatim,  jika  ia  seorang  yang 
miskin  lalu  ia  memakan  harta  anak  yatim  itu  dengan  cara  yang  baik 
sesuai  dengan  tanggungjawabnya  mengurusnya  dan  mengembangkan 
hartanya,  itu  tidak  mengapa.  Namun  jika  melebihi  dari  yang  sewajarnya, 
maka  itu  adalah  harta  haram".  Ini  berdasarkan  firman  Allah: 


’ lA  k 
A? \ » 


jir 


“Barangsiapa  (di  antara  pemelihara  itu ) mampu , maka  hendaklah  ia  menahan 
diri  (dari  memakan  harta  anak  yatim  itu ) dan  barangsiapa  miskin,  maka 
bolehlah  ia  makan  harta  itu  dengan  cara  yang  baik.  (An-Nisa’:  6) 

Yang  dimaksud  dengan  'memakan  dengan  cara  yang  baik'  adalah; 

Pertama,  mengambilnya  sebagai  hutang. 

Kedua,  memakannya  sekedar  kebutuhan,  tidak  berlebih-lebihan. 

Ketiga,  mengambilnya  senilai  dengan  upah  (yang  umum  berlaku) 
seumpama  ia  bekerja  pada  anak  yatim  itu. 

Keempat,  mengambilnya  dalam  kondisi  darurat.  Artinya  jika  suatu  saat 
ia  berkecukupan  ia  membayarnya,  tetapi  jika  tidak  harta  yang  telah 
diambilnya  itu  halal  baginya. 

Keempat  pendapat  ini  disebutkan  oleh  Ibnul  Jauziy  dalam 

tafsirnya.193 

1 91 . Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Hibban  (5566).  Ath-Thabrani  dan  Abu  Ya'la  (7403)  dari  jalur  Yunus  bin  Bakir.  (dia 
berkata)  Ziyad  bin  Al-Mundzir  bercerita  kepada  kami  dari  Nafi'bin  Al-Harits  dari  Abu  Barzah  yang  ia 
marfu kan  dan  sanadnya  sangat  lemah.  Sebab  Ziyad  bin  Al-Mundzir  adalah  seorang  pendusta.  Adapun 
ucapan  penulisi'dari  Abu  Hurairah"  adalah  suatu  kesalahan 

1 92.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Jarir  (8722)  -tahqiq  Syakir-  dari  anak  cucunya. 

1 93.  Lihat  Zadut  Masir  (2/1 6) 

Al-Bukhari  telah  meriwayatkan  dalam  Shahih- nya  (4575)  dari  Aisyah  dalam  ayat  (dan  barangsiapa  yang 


106  D~o%n Besar 


Imam  Bukhari  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  %££  bersabda,  "Aku 
dan  pengasuh  anak  yatim  kelak  di  surga  seperti  ini."  Lalu  Rasulullah 
memberi  isyarat  dengan  jari  telunjuk  dan  jari  tengah,  kemudian 
merenggangkan  keduanya.  ^ 

Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  beliau  juga  bersabda: 

t o f , -'i  : f ■ ' j f M >-  . , 9.-,  * «/  [ f 

jj'j  2uL^Jb  vijJU*  jui''  a ^ • ,.71  ^ b a u’l  & jJC  J»  <0  |3lS 

Pengasuh  anak  yatim,  baik  masih  kerabatnya  atau  bukan,  akan  bersamaku 
kelak  di  surga  seperti  ini."  Lalu  beliau  mengisyaratkan  dengan  jari  telunjuk 
dan  jari  tengah ,195 

Mengasuh  anak  vatim  artinya  mengurus  segala  kebutuhan  dan 
kemaslahatannya;  mulai  dari  urusan  makan,  pakaian,  dan  mengem- 
bangkan hartanva  jika  anak  yatim  itu  memiliki  harta.  Sedangkan  jika 
anak  yatim  itu  tidak  memiliki  harta  maka  pengasuh  anak  yatim 
memberikan  nafkah  dan  pakaian  untuknva  demi  mengharapkan  wajah 
Allah  M . Adapun  maksud  lafazh  'baik  masih  kerabatnya  atau  bukan' 
dalam  hadits  di  atas  adalah  bahwa  si  pengasuh  itu  bisa  jadi  kakeknya, 
saudaranya,  ibunya,  pamannya,  ayah  tirinya,  bibinya,  atau  pun  kerabat- 
kerabat  yang  lain.  Dan  bisa  juga  orang  lain  yang  tidak  ada  hubungan 
kekerabatan  dengannya  sama  sekali. 

Rasulullah  £££  bersabda: 


f \ 9 " ' * 9' 

AJ  o,  P 


Y Js 


o,-  a.-  f i ..  o -■ 

‘ *J  4J  ‘ ' >-0  •>  ‘ 

r - 

m -a-D  ’ 1 


Barangsiapa  menyertakan  anak  yatim  dari  keluarga  muslim  dalam  makan 
dan  minumnya  hingga  anak  itu  dicukupkan  oleh  Allah  ta’ala,  niscaya  Allah 


termasuk  golongan  orang  yang  mampu,  hendaklah  ia  menjaga  harga  diri  J.  Ayat  tersebut  turun  berkenaan 
tentang  harta  anak  yatim,  bila  orang  yang  mengurusinya  fakir,  boleh  ia  memakan  dari  harta  tersebut  sekedar 
apa  yang  telah  ia  lakukan  dalam  rangka  untuk  mengurusnya  dengan  cara  yang  makruf. 

Dan  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/186.215).  Abu  Dawud  ( ).  An-Nasa'i  (2/1 31)  dan  Ibnu  Majah  (2718)  dari 
Amr  bin  Syu’aib  dari  bapaknya  dari  kakeknya  bahwa  seorang  laki-laki  bertanya  kepada  Rasulullah  saw 
seraya  berkata. “Saya  tidak  memiliki  harta,  akan  tetapi  saya  memiliki  seorang  anak  yatim.”  Beliau  laiu 
menjawab,  "Makanlah  dari  harta  anak  yatimmu  tanpa  berlebih-lebihan,  tanpa  mubadzir,  tidak  menjadikannya 
sebagai  harta  pokokmu  dan  tidak  pula  karena  untuk  menjaga  hartamu.”  Atau  berkata,  “Engkau  menebus 
hartamu  dengan  hartanya.”  Hadits  ini  hasan. 

194.  Dan  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/333).  Al-Bukhari  (5304.6005)  dan  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad  ( 135),  Abu 
Dawud  (51 50),  At-Tirmidzi  (1 91 8) , Ath-Thabrani  Al-Kabir  (2905)  dan  Ibnu  Hlbban  (460)  dari  Sahi  bin  Sa'ad. 

195.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2983).  Ibnu  Maiah  (3679),  dan  Al-Bukhan  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad  { 137)  dari 
Abu  Hurairan. 


Memakan  Harta  Anak  Yatim  dan  Menzhaliminya  ►>  107 


mewajibkan  baginya  surga,  sama  sekali !"[:'" 
Beliau  juga  bersabda: 


O 5 -b  l^Iip 


u 

CNj  4- 


Barangsiapa  mengusap  kepala  seorang  anak  yatim  semata-mata  karena 
Allah,  maka  ia  akan  mendapatkan  pahala  dari  setiap  helai  rambut  yang  terkena 
usapan  tangannya  itu  satu  kebaikan.  Dan  barangsiapa  berbuat  baik  kepada 
anak  yatim  yang  ada  di  sisinya,  baik  laki-laki  atau  pun  perempuan,  maka  aku 
dan  dia  kelak  di  surga  seperti  ini."  Lalu  beliau  merenggangkan  jari  telunjuk 
dengan  jari  tengah.19' 

Seseorang  berkata  kepada  Abu  Darda'  , "Berilah  saya  wasiat!" 
Abu  Darda'  berkata,  "Kasihilah  anak  vatim,  dekatkanlah  ia  kepadamu 
dan  berilah  makan  dengan  makananmu.  Sesungguhnya  saya  mendengar 
ketika  seseorang  menghadap  Rasulullah  igg  mengadukan  kekerasan 
hatinya,  beliau  bersabda,  'jika  kamu  ingin  supaya  hatimu  menjadi  lembut, 
maka  dekatkanlah  anak  yatim  kepadamu,  usaplah  kepalanya  dan  berilah 
makan  dari  makananmu,  maka  itu  akan  melembutkan  hatimu  dan  akan 
memudahkanmu  dalam  memenuhi  kebutuhanmu!''19* 


Dikisahkan,  seorang  salaf  berkata,  "Dahulu  aku  adalah  seorang 
yang  tenggelam  dalam  berbagai  macam  perbuatan  maksiat  dan  mabuk- 
mabukan.  Pada  suatu  hari  aku  menemukan  seorang  anak  yatim  yang 
miskin.  Lalu  aku  ambil  anak  yatim  itu  dan  aku  berbuat  baik  kepadanya. 
Aku  beri  ia  makan,  pakaian,  dan  aku  mandikan  ia  sampai  bersih  semua 
kotoran  yang  menempel  di  tubuhnya,  dari  ujung  rambut  sampai  ujung 
kaki.  Aku  menyayanginya  seperti  seorang  ayah  menyayangi  anaknya, 
bahkan  lebih.  Malamnva  aku  tidur  dan  bermimpi  bahwa  kiamat  sudah 
tiba.  Aku  dipanggil  menuju  hisab.  Kemudian  aku  diperintahkan  untuk 


196.  Diriwayatkan  oleh  A!-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab  (11031)  dari  Malik  bin  Amr  Al-Qusyairi  dan  At-Tirmidzi 
(1917)  dari  Ibnu  Abbas.  Dan  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (5345)  dari  Adi.  Semuanya  lemah,  lihat  kembali 
Dha’if  Al-Jami’  (5757),  (5693). 

197.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/250,265).  Ath-Thabrani  Ai-Kabir  (7821 .7929),  Al-Ausath  (3186)  dan  Al- 
Baihaqi  Asy-Syu'ab  (11 036)  dari  jalur  Ubaid  bin  Zahr  dari  Ali  bin  Yazid  dari  A!-Qasim  bin  Abi  Umamah.  Dan 
isnadnya  lemah,  sebab  Ubaid  bin  Zahr  dan  Ali  bin  Yazid  keduanya  lemah, 

1 98.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/263).  Al-Baihaai  Asy-Syu'ab  (11034)  dari  Abu  Hurairah  dan  Al-Baihaqi  Asy- 
Syu'ab  (11 035)  da  Abu  Nu'aim  (1  314)  dari  Abu  Darda'.  Serta  di-shah&kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash- 
Shahihah  (854)  dan  Ash-Shahih  (1410). 

1 08 1 DtojszBesar 


masuk  neraka  karena  banvaknva  dosa  dan  maksiat  vang  aku  kerjakan. 
Malaikat  Zabaniyvah  menveretku  untuk  memasukkanku  ke  dalam  neraka. 
Saat  itu  aku  merasa  kecil  dan  hina  di  hadapan  mereka.  Tiba-tiba  anak 
vatim  itu  menghadang  di  tengah  jalan  sambil  berkata,  Tinggalkan  ia, 
wahai  malaikat  Rabb-ku!  Biarlah  aku  memintakan  syafaat  untuknya 
kepada  Rabb-ku.  Dialah  vang  dulu  telah  berbuat  baik  kepadaku,  telah 
memuliakanku!'  Malaikat  berkata.  Tetapi  aku  tidak  diperintahkan  untuk 
itu.'  Sekonvong-konvong  terdengar  seruan  dari  Allah,  firman-Nya, 
Biarkan  dia,  sungguh  aku  telah  mengampuninya  dengan  svafaat  anak 
vatim  itu  dan  kebaikannya  kepadanya!'  Lalu  aku  terbangun  dan  aku  pun 
bertaubat  kepada  Allah  azza  wa  jalla,  dan  saya  terus  berusaha  semaksimal 
mungkin  untuk  mencurahkan  kasih  sayang  kepada  anak-anak  yatim." 

Anas  bin  Malik  pembantu  Rasulullah  Tg  berkata,  "Sebaik- 
baik  rumah  adalah  rumah  yang  ada  anak  yatim  di  dalamnya  yang 
diperlakukan  dengan  baik.  Seburuk-buruk  rumah  adalah  rumah  yang 
ada  anak  yatim  di  dalamnya  yang  diperlakukan  dengan  buruk.  Hamba 
Allah  yang  paling  dicintai-Nya  adalah  orang  yang  berusaha  berbuat 
baik  kepada  anak  yatim  atau  kepada  seorang  janda.”199 

Diriwayatkan  bahwa  Allah  is  mewahyukan  kepada  Dawud 
' Wahai  Dawud.  jadilah  untuk  anak  yatim  sebagai  ayah  yang  penya-yang, 
dan  jadilah  untuk  janda  sebagai  suami  yang  pengasih!  Ketahuilah,  sebagaimana 
engkau  telah  menanam  engkau  pun  akan  menuai."  Maksud  dari  kalimat 
terakhir  adalah  sebagaimana  engkau  berbuat,  maka  orang  lain  pun  akan 
berbuat  yang  sama  terhadapmu.  Karena  engkau  akan  mati  dan 
meninggalkan  anak  serta  istri. - 

Dalam  salah  satu  munajatnya,  Dawud  bertanya,  "Duhai  Ilah- 
ku,  apakah  pahala  bagi  orang  vang  menyayangi  anak  yatim  dan  janda 
untuk  mengharap  wajah-Mu  semata?"  Allah  menjawab,  "Pahalanya, 
aku  naungi  ia  di  bawah  naungan-Ku  pada  hari  tidak  ada  naungan  selain 
naunganku."  Maksudnya  adalah  naungan  'arsy-Ku  pada  hari  kiamat. 

Ada  sebuah  kisah  berkenaan  dengan  berbuat  baik  kepada  janda  dan 
anak  yatim.  Adalah  satu  keluarga  yang  masih  merupakan  keturunan 
sahabat  Ali  bin  Abi  Thalib.  Mereka  tinggal  di  luar  tanah  Arab,  di  kota 


1 99.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaai  dalam  Asy-Syu'ab  (11038)  dari  Anas.  Dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu  ’ab  (11073), 
Ai-Uqaiii  (1/97).  Ath-T-habram  Al-Kabir{ 3/201  2).  Ibnu  Adi  (1/17).  Abu  Nu'aim  (6/337)  dan  Al-Qudha'i 
(1249)  dariUmar,  dan  di-c/ba  /7-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dha‘ifah(t636).  Dan  diriwayatkan  pula 
oleh  Ibnu'  Mubarak  dalam  Az-Zubd(654).  Ibnu  Majah  (3679).  dan  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad 
(137)  dan  di -dba /7-kan  oleh  Asy-Syaikn  daiam  Adh-Dba'ilah  (1637). 

200.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  (1 1 039 ) dari  Abdurrahman  bin  Abzi. 


Memakan  Harta  Anak  Yatim  dan  Menzhaliminya  ►►  109 


Balkh  dengan  kecukupan.  Seorang  suami,  istri  dan  anak-anak  perempuan. 
Suatu  hari  meninggallah  sang  suami,  dan  kehidupan  pun  berbalik  180 
derajat.  Janda  dan  anak-anak  perempuannya  jatuh  miskin.  Akhirnya 
mereka  pun  meninggalkan  negeri  mereka  khawatir  akan  kejahatan 
orang-orang  yang  tidak  suka  dengan  keberadaan  mereka.  Kebetulan 
ketika  itu  musim  dingin  sedang  hebat-hebatnya.  Ketika  memasuki  sebuah 
negeri  wanita  itu  menempatkan  anak-anak-nva  di  sebuah  masjid  tua  yang 
sudah  lama  tidak  dipakai.  Ia  sendiri  pergi  mencarikan  sesuap  makanan 
untuk  mereka.  Malam  itu  ia  melewati  dua  komplek;  pertama  dipimpin 
oleh  seorang  lelaki  muslim  yang  adalah  syaikhul  balad,  petinggi  negeri 
itu.  Satu  komplek  lagi  dipimpin  oleh  seorang  lelaki  majusi  yang  adalah 
dlaminul  balad,  kepala  keamanan  negeri.  Wanita  itu  menemui  lelaki 
muslim  terlebih  dahulu  dan  menceritakan  keadaannya  kepadanya. 
Katanya,  "Saya  adalah  seorang  wanita  'alawiyyah,  keturunan  Ali  bin  Abi 
Thalib.  Saya  membawa  anak-anak  perempuan  yang  yatim,  yang  saya 
tempatkan  di  sebuah  masjid  tua  Saya  minta  bantuan  makanan  buat 
mereka  malam  ini."  Lelaki  itu  menjawab,  "Datangkan  bukti  bahwa  kamu 
ini  benar-benar  seorang  wanita  'alawiyyah  yang  mulia."  Wanita  itu  berkata 
lagi,  "Saya  adalah  seorang  asing  di  negeri  ini.  Siapa  yang  mengenali  saya?" 
Lelaki  itu  berpaling  dan  tidak  mau  menolongnya.  Wanita  itu  pergi  dengan 
hati  yang  berkeping-keping.  Maka  ia  pun  menemui  lelaki  majusi, 
menjelaskan  keadaannya.  Ia  ceritakan  bahwa  bersamanya  ada  anak-anak 
perempuan  yang  yatim  dan  ia  sendiri  adalah  seorang  perempuan 
keturunan  baik-baik  yang  asing,  la  juga  menceritakan  kejadian  antara 
dia  dan  syaikhul  balad.  Orang  Majusi  itu  bangkit  dan  menyuruh  istrinya 
untuk  menjemput  anak-anak  perempuan  wanita  itu.  Mereka  diberi 
makanan  yang  lezat  dan  pakaian  yang  indah.  Mereka  menginap  di  rumah 
itu  dengan  penuh  kenikmatan  dan  kemuliaan.  Pada  malam  itu  juga 
orang  muslim  yang  telah  menolak  wanita  janda  itu  bermimpi  sepertinya 
kiamat  sudah  terjadi.  Panii  pun  telah  dikibarkan  di  atas  kepala  Nabi 
Tiba-tiba  tampak  sebuah  istana  yang  terbuat  dari  zamrud  hijau, 
serambinya  terbuat  dari  mutiara  dan  mirah  delima,  dan  kubahnya  terbuat 
dari  mutiara  dan  permata  marjan.  Lelaki  itu  bertanya,  "Wahai  Rasulullah, 
untuk  siapakah  istana  ini?"  "Untuk  seorang  lelaki  muslim  ahli  tauhid.",  jawab 
beliau.  Orang  itu  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  aku  seorang  muslim  ahli 
tauhid."  Rasulullah  £££  bersabda,  "Datangkan  bukti  bahwa  kamu  adalah 
seorang  muslim  ahli  tauhid!"  Maka  orang  itu  kebingungan.  Lalu  Rasulullah 
menjelaskan,  "Ketika  kamu  dimintai  tolong  oleh  seorang  wanita  'alawiyyah 
itu,  kamu  mengatakan  'datangkan  bukti  bahwa  kamu  benar-benar  seorang 
'alawiyyah'.  Begitu  juga  denganmu  sekarang.  Coba  datangkan  bukti  bahwa 

i io  I Droysa Besar 


kamu  benar-benar  seorang  muslim."  Lelaki  itu  terbangun  dan  sangat 
bersedih  telah  menolak  wanita  itu.  Maka  ia  berkeliling  ke  seluruh  penjuru 
kota  mencari  wanita  itu  sampai  ada  vang  menunjukkan  kepadanya  bahwa 
wanita  itu  ada  di  rumah  seorang  majusi.  Ia  mendatanginya  dan  berkata, 
"Aku  ingin  menjemput  wanita  yang  mulia,  wanita  'alawiyyah  beserta  anak- 
anaknya."  Orang  itu  berkata,  'Tidak  bisa!  Aku  telah  mendapatkan  barakah 
yang  tidak  terhingga  atas  kedatangan  mereka."  "Aku  beri  kamu  seribu 
dinar  dan  serahkan  mereka  kepadaku.",  rayu  si  muslim.  "Tidak  bisa!", 
jawab  orang  itu.  "Harus!",  kata  si  muslim  lagi.  Orang  itu  berkata  lagi, 
"Apa  yang  kamu  inginkan  sungguh  aku  lebih  berhak  memilikinya.  Istana 
yang  kamu  lihat  dalam  mimpimu  itu  diciptakan  bagiku.  Apakah  kamu 
akan  menunjukkan  kepadaku  tentang  Islam?  Demi  Allah,  aku  dan 
keluargaku  tidak  tidur  tadi  malam  kecuali  bahwa  kami  semua  sudah 
masuk  Islam  berkat  wanita  itu.  Dan  aku  pun  bermimpi  seperti  yang  kau 
impikan.”  Rasulullah  berkata  kepadaku,  "Apakah  wanita  'alawiyyah 
dan  anak-anaknya  bersamamu?"  Aku  jawab,  “Ya,  wahai  Rasuiullah."  Lalu 
beliau  bersabda, " Istana  itu  untukmu  dan  keluargamu.  Kamu  dan  keluargamu 
menjadi  penghuni  surga.  Kamu  diciptakan  sebagai  mukmin  oleh  Allah  sejak 
zaman  azali."  Si  muslim  pun  pulang  dengan  penuh  rasa  sedih  dan  kecewa. 
Tidak  ada  yang  tahu  sedalam  apa  kesedihan  dan  kekecewaannya  selain 
Allah. 

Lihatlah,  betapa  besar  barakah  berbuat  baik  kepada  janda  dan  anak 
yatim.  Betapa  ia  dapat  mendatangkan  kemuliaan  di  dunia  bagi  orang 
yang  melakukannya. 

Karena  itulah  dalam  hadits  Shahih  Bukhari  dan  Shahih  Muslim 
disebutkan  bahwa  Rasulullah  -“A  bersabda: 

4jj'  j~ — -U>brJjl5~  JOs  ° J'  a LUjS'1-  ^ i-\  ',.Ji 

Orang  yang  berusaha  untuk  janda  dan  orang-orang  miskin  itu  bagaikan 
pejuang  dijalan  Allah. 

Perawi  hadits  ini  mengatakan,  "Saya  kira  beliau  juga  bersabda: 


‘UaJlS”  « —a.'  Y ■vjLftJlS"  i 


dan  seperti  orang  yang  bangun  malam  (untuk  beribadah)  yang  tiada  henti, 
dan  laksana  orang  vang  berpuasa  tanpa  berbuka.201 


201 . Shahih:  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6007).  Muslim  (2982),  An-Nasa'i  (5/86-87),  Ibnu  Majah  (2140)  dan 
Ibnu  Hibban  (4245)  dari  Abu  Hurairah. 


Memakan  Harta  Anak  Yatim  dan  Menzha'iminya  ►>111 


Berusaha  untuk  janda  dan  orang-orang  miskin  itu  maksudnya 
mengurus  berbagai  keperluan  dan  kemaslahatan  bagi  mereka  karena 
mengharapkan  wajah  Allah  semata. 

Semoga  Allah  menunjukkan  jalan  untuk  itu  dengan  anugerah  dan 
kemurahan-Nya.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah,  Maha  Pengasih, 
Maha  Pengampun,  lagi  Maha  Penyayang. 


M2  °~oSa Besar 


D 


sa 

Besar 


14 


BERBUAT  DUSTA  TERHADAP 
ALLAH  ATAU  RASULULLAH  £g 


Allah  berfirman: 


s % . ^ y / s , 0 ■- 

jjjl  ^Jjf-  i •jjJ'  jjJ  y S-JUjSjl  > yl 


Dan  pada  hari  kiamat  kamu  akan  melihat  orang-orang  yang  berbuat  dusta 
terhadap  Allah,  mukanya  menjadi  hitam.  (Az-Zumar:  60) 


Menafsirkan  ayat  di  atas,  al-hasan  berkata.  "Mereka  adalah  orang- 
orang  yang  mengatakan,  'jika  kami  mau  kami  pasti  melakukan  dan  jika 
kami  tidak  mau  kami  pun  tidak  melakukannya.’" 


Ibnul  Jauziy  berkata,  "Sekelompok  ulama  berpendapat  bahwa 
berbuat  dusta  terhadap  Allah  dan  Rasul-Nva  merupakan  perbuatan 
kufur,  mengeluarkan  pelakunya  dari  millah.  Tidak  disangsikan  lagi 
bahwa  berdusta  terhadap  Allah  dan  Rasul-Nva  dalam  masalah 
menghalalkan  yang  haram  dan  mengharamkan  yang  halal  adalah  benar- 
benar  kufur.  Namun  yang  masih  diperbincangkan  adalah  berdusta 
dalam  masalah-masalah  selainnya." 

Rasulullah  yy;  bersabda: 


" — ' ‘ \*9'  \ I 't.  ' ■ * 3.  f'  '--m  - ^ * t'  ' ^ 3 

.+  «j  >-  llw1  4 1 *UJ'  * bor  «A  a \ >. JjJ  ■ ^ 

Barangsiapa  berdusta  terhadap  diriku  secara  sengaja,  hendaklah  bersiap-siap 
menempati  tempat  berbaring  dari  api  atau  sebuah  rumah  di  Jahannam.102 

Sabdanya  lagi: 


202.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4 '201 .159).  Ath-Thabrani  Al-Kabir(  17/305/843)  dan  Ibnu  Hibban  (1052)  dan 
sanadnya  shahik 


Berbuat  Dusta  Terhadap  Allah  Atau  Rasulullah  Sg 


►►M3 


jJl s 


<r 


v 


Barangsiapa  secara  sengaja  berbuat  dusta  terhadapku  hendaklah  ia  bersiap- 
siap  menempati  tempat  duduknya  dari  api  neraka.211' 

Sabdanya  lagi: 


. . i»  - f - f r . - • *_  ■?..  " ' » .. 

Jj>-  ■ a^.5  w^-C  «J'  gC,  ri  c*-^  \S  j J ' r* 

" Barangsiapa  meriwayatkan  sebuah  hadits  dariku  namun  dia  berpendapat 
bahwa  isinya  adalah  dusta  maka  ia  termasuk  salah  satu  pendusta"1'04 

Sabdanya: 

> 5 s •?.  i''  ''  3 ' Z ' ^ ' 3 ' i'  e'* 

■_-J  a-Utia  I j-Cpdi  S-  i -'-bsjf  y J ps-  L)  jS~ 


Sesungguhnya  berbuat  dusta  terhadapku  itu  tidak  sama  dengan  berbuat  dusta 
terhadap  selain  dariku.  Barangsiapa  secara  sengaja  berbuat  dusta  terhadapku 
hendaklah  ia  bersiap-siap  menempati  tempat  duduknya  dari  api  neraka ,'05 

Sabdanya, "Barangsiapa  mengatakan  sesuatu  dariku  padahal  aku  tidak 
mengatakannya  hendaklah  ia  bersiap-siap  menempati  tempat  duduknya  dari 
api  neraka."200 

Sabdanya: 

i L*_iS^  JbV>Ji  Js-  - _•*  LoJl 

Setiap  mukmin  itu  diciptakan  dengan  beragam  perangai  kecuali  khianat  dan 
dusta.20’ 

Semoga  Allah  memberi  taufik  dan  perlindungan.  Sesungguhnya 
Dia  Maha  Pemurah  lagi  Maha  Mulia. 


203.  Hadils  Mutawatir-  Al-Hafizh  berkata  dalam  Al-Fath diriwayatkan  oleh  lebih  dari  seratus  dua  puluh  orang. 
Dan  Asv-Syaikh  Al-Albani  teiah  menyebutkan  dalam  Shahih  Al-Jami' no  (6519)  sebanyak  63  orang. 

204.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  dalam  pembukaan  (nal  9).  ibnu  Hibban  Al-  Majruhin  dan  Ath-Thayalisi  (1/38), 
Ahmad  (5/14)  dan  ibnu  Majah  (39)  dari  Samurah 

205.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1 291 ) dan  Muslim  (4)  dari  Hadits  Mughirah  bin  Syu’bah. 

206.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (109)  dari  Salamah 

207.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Adi  (1/44).  Al-Bazzar  (1/69)  Kasyf.  Abu  Ya'la  (711),  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Ash- 
Shamtu{474),  Ad-Daruquthni  dalam  A/-7/a/(4/329),  Al-Baihaqi  Asy-Syu’ab  (4469).  As-Sunan(  10/197)  dan 
Ibnul  Jauzi dalam  A/-7/a/(1175)  dari  Sa'ad.  Dan  di-dha'/T-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dha 77(4231), 
Dan  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Adi  (1/44)  dan  Ai-Baihaqi  Asy-Syu’ab (4471)  dari  Ibnu  Umar  di  dalam  Dha’il 
Al-Jami'i 6448). 

1 14 1 p~D%»Besar 


MELARIKAN  DIRI 
DARI  MEDAN  PERANG 


sa 

Besar 


Maksud  melarikan  diri  dari  medan  perang  di  sini  adalah  jika  jumlah 
musuh  tidak  lebih  dari  dua  kali  jumlah  kaum  muslimin  kecuali  untuk 
siasat  atau  menggabungkan  diri  dengan  pasukan  lain,  meskipun  jauh. 
Allah  berfirman: 


A' 


^ ^ . A f f O „ 

: L -Uli  Aii  ^ :j„>UUa  al  JuJL)  13  -v-j-  fi  — 4 * 


i*  ■ /?  -jv  ) ' 


#1  i L»  < 


Barangsiapa  yang  membelakangi  mereka  ( mundur ) di  waktu  itu,  kecuali 
berbelok  untuk  ( siasat ) perang  atau  hendak  menggabungkan  diri  dengan 
pasukan  lain,  maka  sesungguhnya  orang  itu  kembali  membawa  kemurkaan 
dari  Allah,  dan  tempatnya  ialah  meraka  Jahanam.  Dan  amat  buruklah  tempat 
kembalinya.  (Al-Anfal:  16) 

Abu  Hurairah  igi  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


Ui  • i « A L>  i -Jui ' : li  ? aJj  ' u «■—  '6  • .a  L>  * i i)  li  w'  UL  A I . — J ' 


_ ^ a-  , — ■ — — ® 


J'  wL»  iT'  • L J'  ir ' a 'j ' Ai'  » 


jLu>  taj'  ob'Jbd'  UU i-U-2J>wJ ' . ijj  a 


’ Jauhilah  tujuh  perkara  yang  merusak!"  Para  sahabat  bertanya,  "Apa  saja 
itu,  wahai  Rasulullah?"  Beliau  menjawab,  " Syirik  kepada  Allah,  sihir, 
membunuh  jiwa  yang  diharamkan  oleh  Allah  kecuali  karena  alasan  yang 
dibenarkan,  memakan  riba,  memakan  harta  anak  yatim,  meninggalkan  medan 
perang,  dan  menuduh  wanita  mukminah  baik-baik  telah  berzina.”208 


Melarikan  Diri  dari  Medan  Perang  ►►  I I 5 


Imam  Bukhari  meriwayatkan  bahwa  Ibnu  Abbas  ^ berkata. 
"Ketika  turun  ayat: 


Jika  ada  dua  puluh  orang  yang  sabar  diantara  kamu  niscaya  mereka  dapat 
mengalahkan  dua  ratus  orang  musuh.  (Al-Anfai:  65) 

Allah  mewajibkan  atas  mereka  agar  duapuluh  orang  muslim  tidak 
melarikan  diri  apabila  menghadapi  dua  ratus  orang  kafir.  Kemudian 
turun  ayat: 


Sekarang  Allah  telah  meringankan  kepadamu  dan  Dia  telah  mengetahui  bahwa 
padamu  ada  kelemahan.  Maka  jika  ada  diantaramu  seratus  orang  yang  sabar, 
niscaya  mereka  dapat  mengalahkan  dua  ratus  orang;  dan  jika  diantaramu 
ada  seribu  orang  (yang  sabar),  niscaya  mereka  dapat  mengalahkan  dua  ribu 
orang.  Dan  Allah  beserta  orang-orang  yang  sabar.  (Al-Anfal:  66) 

Dengan  itu  Allah  mewajibkan  agar  seratus  orang  muslim  tidak 
melarikan  diri  apabila  menghadapi  dua  ratus  orang  kafir."209 


208  Takhrij-nya  teiah  disebuikan  di  muka. 

209.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (4652.4653) 

1 16 1 D;nusa  Besar 


D 


sa 

Besar 


PEMIMPIN  PENIPU  DAN 
PENGANIAYA  RAKYAT 


Aiiah  s.r  berfirman: 

% ' ^ * 8 9 s ’i  s - f z ' ' ' > ^ * ' * £ , £ 

t -j  - *)  3jS'  rj  w «-*—  * J mJu2j  • ,J  27  JLp  -_wj  ■ Cajl 

< 

Sesungguhnya  dosa  itu  atas  orang-orang  yang  berbuat  zalim  kepada  manusia 
dan  melampaui  batas  di  muka  bumi  tanpa  hak.  Mereka  itu  mendapat  azab 
yang  pedih.  (Asy-Syura:  42) 

Dan  janganlah  sekali-kali  kamu  ( Muhammad ) mengira,  bahwa  Allah  lalai 
dari  apa  yang  diperbuat  oleh  orang-orang  yang  zalim. Sesungguhnya  Allah 
memberi  tangguh  kepada  mereka  sampai  hari  yang  pada  waktu  itu  mata 
i mereka ) terbelalak.  Mereka  datang  bergegas-gegas  dengan  mengangkat 
kepalanya,  sedang  mata  mereka  tidak  berkedip-kedip  dan  hati  mereka  kosong. 
(Ibrahim:  42-43) 

Dan  orang-orang  yang  zalim  itu  kelak  akan  mengetahui  ke  tempat  mana 
mereka  akan’ kembali.  (Asv-Syu’ara’:  227) 

Mereka  satu  sama  lain  selalu  tidak  melarang  tindakan  munkar  yang  mereka 
perbuat.  Sesungguhnya  amat  buruklah  apa  yang  selalu  mereka  perbuat  itu. 
(Al-Maidah:  79) 

Rasulullah  sgs  bersabda: 


Barangsiapa  menipu  kita,  maka  ia  bukan  termasuk  golongan  kita."2'0 


210.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/242,417).  Muslim  (101 ),  Abu  Awanah  (1/57).  Abu  Dawud  (3455),  At- 
Tirmidzi  (1315)  dan  Ibnu  Majah  (2224)  dari  Abu  Hurairah 


Pemimpin  Penipu  dan  Penganiaya  Rakyat  ►►  II  7 


Sabdanya- 


C -J'  > f t 3 Z 

4.4  LIS'  * v oLuJj 


"Kezhaliman  itu  akan  menjadi  kegelapan  pada  hari  kiamat.  "2U 
Sabdanya: 


* 5 

A1S  , S 


* t > 


jx~4  ”<or,  *i.  'S& 

"Masing-masing  kalian  adalah  pemimpin.  Masing-masing  kalian  akan  dimintai 
pertanggungjawaban  atas  yang  dipimpinnya."212 

Sabdanya: 

2,  , , > ' > ,2  ' 2 .■  & 
j Lw ^3  q-^-3  AS*S  • y’  ^ J 1 

"Pemimpin  mana  saja  yang  menipu  rakyatnya , maka  tempatnya  adalah 
neraka."212 


Sabdanva: 

' V 3 ' s K 

dlls  <0)1 


4^Pj  4jJl  alp yL-i 


"Barangsiapa  diangkat  oleh  Allah  untuk  memimpin  rakyatnya,  kemudian  dia 
tidak  mencurahkan  kesetiaannya  niscaya  Allah  mengharamkan  surga  baginya." 
(Hadits  riwayat  Bukhari) 


Dalam  riwayat  lain  berbunyi:  "...  lalu  ia  mati  pada  hari  kematiannya 
itu  ia  dalam  keadaan  menipu  rakyatnya,  maka  Allah  mengharamkan  surga 
baginya.  ”214 

Rasulullah  juga  bersabda: 


og  ''  s s ■>  — ,f  ' ' “'i  > * 2 0 

jjl  Jli  jli  alll  1 gjdb  » 4_4L_aj!  * ^ "Vj  ^Ul'1  -~j 


La.1 


b>- 


^ Oh 


D 


«LaJ'. 


Tidak  ada  seorang  hakim  pun  yang  memutuskan  perkara  di  antara  manusia 
kecuali  pada  hari  kiamat  kelak  ia  akan  ditahan,  sedangkan  satu  malaikat 
memegang  tengkuknya.  Jika  dikatakan  'lemparkan  ia!"  maka  malaikat  itu 
melemparkannya  ke  dalam  neraka  Jahannam  sejauh  empatpuluh  tahun 
(perjalanan)  .2l' 


211.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (92447)  dan  Muslim  (2579)  dari  Ibnu  Umar. 

212.Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2554.5188).  Muslim  (1829),  At-Tirmidzi  (1705),  Ibnu  Hibban 
(4489,4490)  dan  Ahmad  (2/5,54.55 ) dari  Ibnu  Umar. 

213.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/20)  dan  Muslim  dari  Ma'qil  bin  Yasar.  lihat  kembali  Ash-Shahihah  (1754). 

214.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7150.7151).  Muslim  (142).  Ath-Thayalisi  (928),  Ath-Thabrani  (20/ 
449,455,456,457),  Ibnu  Hibban  (4495).  dan  Ahmad  (5/25)  dari  Ma'qil  bin  Yasar. 

215.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/430)  dan  Al-Baihaqi  (7533)  Asy-Syu’abdah  Ibnu  Mas'ud  dan  di-dba’/Y-kan 
oleh  Asy-Syaikb  dalam  Adh-Dha  7/(51 68). 

1 18 1 D:bcsaBesar 


Sabda  beliau  "Celakalah  para  pemimpin!  Celakalah  para  pegawai! 
Celakalah  para  penjaga!  Sungguh,  pada  hari  kiamat  nanti  ada  kaum  yang 
berangan-angan  lebih  baik  rambut  pada  ubun-ubun  mereka  digantungkan 
pada  bintang  timur  lalu  disiksa  meski  tanpa  suatu  dosa.''210 

Sabda  Nabi  gg,  " Pada  'hari  kiamat  kelak  akan  datang  suatu  saat  di 
mana  seorang  hakim  yang  adil,  (karena  beratnya  hisab  yang  diterimanya ) ia 
berangan  andai  ia  tidak  memutuskan  perkara  antara  dua  orang  walau  dalam 
kasus  sebiji  kurma  sekalipun."217 

Sabda  Nabi  igs,  "Tidak  ada  seorang  pun  yang  memimpin  sepuluh  orang 
kecuali  ia  akan  didatangkan  pada  hari  kiamat  kelak  dalam  keadaan  tangan 
terbelenggu;  entah  keadilannya  yang  akan  membebaskannya  ataukah 
kezhalimannya  yang  akan  mencampakkannya  (ke  neraka)."218 

Di  antara  do  a-do'a  Rasulullah 

^ ••  ^ 

"Ya  Allah,  barangsiapa  yang  mengurus  urusan  umatku  ini  lalu  ia  mengasihi 
mereka,  maka  kasihilah  ia,  dan  siapa  yang  menyusahkan  mereka  maka  susah- 
kanlah  mereka."219 

Rasulullah  igj  bersabda: 


li 


a 4j 


ii  ,li  'J  j 


ja1  r1 


J?  ^ 


• j_o 


- li  ’ %^wL 


S y # & / . >S>  <• 

fit  3 c 3 I 9 [ ' * ' * | f.  Wt  O' 

LLJL-  b»r  « S <Ujl  0 y • 'y* 

s *J'  - \ J J J J 


a a 0>rL>*  J O iiii 


"Barangsiapa  dikuasakan  oleh  Allah  untuk  mengurus  sesuatu  dari  urusan 
kaum  muslimin,  lalu  dia  tidak  mau  tahu  tentang  kebutuhan,  kemiskinan  dan 
kefakiran  mereka,  maka  Allah  pun  tidak  akan  mau  tahu  tentang  kebutuhan, 


21 6.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/352).  Ath-Thayalisi  (2608).  Ath-Thabrani  dan  Abu  Yaia  (6189).  Al-Baghawi 
(2468)  dan  Al-Haktm  (4/91 ).  Dan  dia  berkata  bahwa  isnadnya  shahih  dan  disepakati  oleh  Adz-Dzahabi. 
Sanadnya  hasan.  Dari  Abu  Hurairah. 

217.  Shahih.  Diriwayatkan  oieh  Al-Baihaqi  dalam  Asv-Svuab  (7382).  Ahmad  (2/431 ) dan  Ath-Thabrani  dalam 
Al-Ausath  (27 4).  (6225!  dari  Abu  Hurairah.  Al-haitsami  berkata  (5/205)  diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani 
dalam  Al-Ausath  dan  Ai-Bazzar.  Sedangkan  para  perawinya  adalah  perawi  Ash-Shahih.  Dan,  diriwayatkan 
oieh  Ahmad  (5/323.327)  dari  Ubadah  bin  Shamit.  -Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/284,285)  dari  Sa’ad  bin 
Ubadah.  - Diriwayatkan  oieh  Ath-Thabrani  Ausati i (4763)  dari  Buraidah  dan  didalamnya  terdapat  kelemahan. 
Diriwayatkan  juga  dari  Aisyah  dan  selainnya.  Dan  hadits-nadits  ini  dikuatkan  oieh  sebagian  yang  iain 
sehingga  hadits  ini  menjadi  kuat  dan  shahih  insya  Allah  Ta'ala. 

218.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thayalisi  (1 546).  Ahmad  (6/75).  dan  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Asyraf( no92).  Al- 
Baihaqi  (10/96).  Ibnu  Hibban  (1563).  Abu  Ya'la  (4726)  dan  Ath-Thabrani  Ausath  (3880)  dari  Aisyah  dan  di  - 
o'/aa  ’/7-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dha  7/(4866)  dan  Adh-Dha’ifah  (1142). 

219.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6/93).  Muslim  (1828).  ibnu  Hibban  (553)  dan  Al-Baghawi  (2471 ) dari  Aisyah. 


Pemimpin  Penipu  dan  Penganiaya  Rakyat  ►►119 


kemiskinan  dan  kefakirannya."120 

Rasulullah  sgg  bersabda,  "Akan  datang  suatu  masa  di  mana  para 
pemimpin  pada  saat  itu  fasik  dan  sewenang-wenang.  Barangsiapa 
membenarkan  kedustaan  mereka  dan  membantu  mereka  dalam  berbuat  zhalim 
maka  ia  tidak  termasuk  golonganku,  dan  aku  bukan  golongannya.  Ia  juga 
tidak  akan  sampai  ke  telagaku."11'' 

Beliau  juga  bersabda,  "Dua  golongan  dari  ummatku  tidak  akan 
memperoleh  syafaatku;  pemimpin  yang  zhalim  lagi  penipu  dan  orang  yang 
berlebih-lebihan  (ghuluw)  dalam  urusan  dien,  sedangkan  dien  menjadi  saksi 
atas  mereka  serta  berlepas  diri  dari  mereka."222 

Sabda  beliau  , "Manusia  yang  paling  berat  siksanya  pada  hari  kiamat 
adalah  penguasa  yang  sewenang-wenang."121' 

Dalam  sebuah  hadits  Rasulullah  bersabda,  "Wahai  manusia, 
perintahkanlah  kebajikan  dan  cegahlah  kemungkaran  sebelum  kamu  memohon 
kepada  Allah.  Sebab  jika  tidak.  Allah  tidak  akan  mengabulkan  permohonanmu 
itu.  Juga  sebelum  kamu  minta  ampun  kepada  Allah.  Sebab  jika  tidak,  Allah 
tidak  akan  mengampunimu.  Sesungguhnya  setelah  para  pendeta  Yahudi  dan 
Nasrani  meninggalkan  amar  ma'ruf  nahy  munkar,  maka  Allah  melaknat 
mereka  melalui  lisan  para  Nabi  yang  datang  kepada  mereka,  kemudian  Allah 
meratakan  bencana  ke  atas  mereka."1-' 

Sabda  Nabi  3 

- f . . / 3 » ✓ . -•  ' 3 *■  . ' 9 * 0 s 

2 L*  \Jjs>  J ^»1  .J  O Jj>-  ' • ^ 

v-  v»  ---'w  - y O-  w 

" Barangsiapa  mengadakan  sesuatu  yang  baru  dalam  urusan  kita  (dien  Islam) 
yang  bukan  merupakan  bagian  darinya,  maka  ia  tertolak."111 


220.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (2948).  At-Tirmidzi  (1332).  (1333).  Ahmad  (4/231 ),  Al-Hakim  (4/93),  Al- 
Baihaqi  Asy-Syu'ab  (7385)  dan  As-Sunan  (10/1 01)  dari  Amr  bin  Murrah  dan  di-s/iah/Man  oieh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-Shahihah(629)  dan  ShahihAt-Tirmidzg  1071 ). 

221 . Diriwayatkan  oieh  Ahmad  (5/384),  Al-Bazzar  (2/293.240)  dan  Ath-Thabrani  Ausath  (8491 ).  Ai-Haitsami 
berkata  (5/247)  saiah  satu  sanad  Al-Bazzar  para  perawinya  adaiah  perawi  Ash-Shahih.  begitu  pula  perawi 
Ahmad. 

222.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Kabir( 8079)  dan  Syaikh  Ai-Albant  mennisbatkannya  pada  Abu 
lshaq  Al-Harbi  dalam  Gharib Al-Hadits ( 5/120/2).  Dan  Al-Jurjam,  lihat  Ash-Shahihah  (470),  ShahihAI- 
Jami'  (3798).  Dan  Asy-Syaikh  berpendapat:  Hasan.  Dari  Abu  Umamah. 

223. Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Ya'la  (1083).  Ath-Thabrani  Ausath  (161 8.4633),  Ash-Shaghir(\ /237),  Abu 
Nu'aim  (10/114)  dan  Abu  Sa'id  dan  di-s/iab/Man  oleh  Asy-Syaikh  dalam  ShahihAI-Jami'(  1001 ). 

224.lsnadnya  dhalf.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausaih  (1389)  dari  ibnu  Umar-  AI-Haitsami 
berkata  (7/266)  dan  di  dalamnya  terdapat  perawi  yang  tidak  Kukenal. 

225.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6/240.270).  Al-Bukhari  i2697).  Muslim  (1718).  Abu  Awanah  (4/18),  Ibnu  Majah 
(14)  dan  Ibnu  Hibban  (26,27)  dari  Aisyah 

120 1 D-o%a  Besar 


Juga: 


J ' a 


L>JL>w*  ■ 


-J  s - * t . 

!*  " v.  • a - »«■*<>  , ' . 

J J_£-  ^ J ^2  4^*  4_L*  ujL; 


"Dan  barangsiapa  mengadakan  sesuatu  yang  baru  atau  melindungi  orang 
melakukannya,  maka  ia  mendapat  laknat  dari  Allah , para  malaikat,  dan 
manusia  semuanya.  Juga  Allah  tidak  akan  menerima  amalan  fardlu  dan 
sunnahnya d"22" 


Juga: 


Barangsiapa  tidak  mengasihi  tidak  akan  dikasihi.227 

iN  y , 3 - ' o . y'.*,,.' 

^UJ'1  ^S>-  J } AJU  ■ -*J>-  J > 

w "i  \ 

Allah  tidak  akan  mengasihi  orang  yang  tidak  mengasihi  manusia. 22H 

Sabda  Nabi  "Pemimpin  yang  adil  itu  akan  dinaungi  Allah  di  bawah 
naungan-Nya  pada  hari  yang  tidak  ada  naungan  selain  naungan-Nya."229 

Juga,  "Orang-orang  yang  adil  akan  berada  di  atas  mimbar  dari  cahaya, 
yaitu  mereka  yang  berlaku  adil  dalam  menghukum,  dalam  keluarga  dan  dalam 
apa  yang  mereka  pimpin." 2M 

Ketika  Rasulullah  mengutus  Mu'adz  'S-  ke  Yaman  beliau 
bersabda,  " Hati-hatilah  kamu  terhadap  harta  pilihan  mereka,  dan  takutlah 
pada  doa  orang  yang  teraniaya,  sebab  antara  doa  itu  dengan  Allah  tidak  ada 
tabir  penghalang!"2'1 


226.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Bukhari  f 1 870).  Muslim  (1370).  Abu  Dawud  (31 79),  Ahmad  ( 1 /1 26)  dan  Ibnu 
Hibban  (3717)  dari  Ali  bin  Abi  Thalib. 

227.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  dan  Ai-Bukhari  (5997).  Muslim  (231 8),  At-Tirmidzi  (1911).  Abu  Dawud 
(521 8)  dan  Ibnu  Hibban  (457)  dari  Abu  Hurairah. 

228.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7376).  Muslim  (2319).  Ahmad  (4/362)  dan  Al-Humaidi  (803)  dari 
Jarir. 

229.  Shahih.  Telah  disebutkan  dalam  hadits  Abu  Huraira'n  dan  laladznya  "Tujuh  golongan  yang  dilindungi  oleh 
Allah"  diriwayatkan  oieh  Ai-Bukhari  (660,680).  Muslim  (1031 ).  At-Tirmidzi  (239),  An-Nasa’i  (8/222),  Ahmad 
(2/439)  dan  Ibnu  Hibban  (4486). 

230.  Diriwayatkan  oleh  Al-Humaidi  (588).  Ahmad  (2/1 60) . Muslim  (1827)  dan  An-Nasa’i  (8/9221). 

231.  Dari  ibnu  Abbas.  ketika  Rasulullah  saw  mengutus  Mu  adz  ke  Yaman,  beliau  berkala,  "Sesungguhnya 
engkau  akan  datang  kepada  suatu  kaum  Ahlui  Kitab  Al-Hadits. Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1458.1395), 
Muslim  (19).  (13).  Abu  Dawud  (1584),  At-Tirmidzi  (625).  An-Nasa'i  (215),  Ibnu  Majah  (1783)  dan  Ahmad 
(1/233). 


Pemimpin  Penipu  dan  Penganiaya  Rakyat  ►►121 


Beliau  bersabda,  "Tiga  golongan  yang  tidak  akan  diajak  bicara  oleh 
Allah  pada  hari  kiamat.’1  Lalu  beliau  menyebutkan  salah  satunya  raja 
yang  pendusta.232 

Sabda  Nabi  " Sesungguhnya  kalian  akan  sangat  menginginkan 
kepemimpinan,  padahal  itu  akan  menjadi  penyesalan  di  hari  kiamat  kelak." ni 

Juga,  "Adapun  kami,  demi  Allah,  kami  tidak  akan  menyerahkan  amal 
ini  kepada  orang  yang  memintanya  atau  orang  yang  tamak  terhadapnya."23* 

Rasulullah  psy,  bersabda,  "Wahai  Ka'ab  bin  'Ajrah,  semoga  Allah 
melindungimu  dari  para  penguasa  yang  bodoh.  Yaitu  para  pemimpin  yang 
datang  sesudahku  yang  tidak  mengambil  petunjuk  dengan  petunjukku  dan 
bertindak  dengan  selain  sunnahku ."235 

Dari  Abu  Hurairah  i®  Nabi  bersabda,  "Barangsiapa  meminta 
jabatan  sebagai  qadhi  bagi  kaum  muslimin  hingga  ia  mencapainya,  lalu 
keadilannya  mengalahkan  kezhalimannva,  ia  akan  mendapatkan  surga. 
Sedangkan  barangsiapa  kezhalimannva  mengalahkan  keadilannya  maka  ia 
akan  mendapatkan  neraka k23" 

Beliau  bersabda,  "Kalian  akan  sangat  menginginkan  kepemimpinan, 
padahal  itu  akan  menjadi  penyesalan  di  hari  kiamat  kelak."237 

Kepada  Abu  dzar  ig*  Umar  Wh  pernah  berkata,  "Sampaikan 
kepadaku  sebuah  hadits  yang  Anda  dengar  dari  Rasulullah!"  Abu  Dzar 
berkata,  "Pada  hari  kiamat  akan  didatangkan  seorang  pemimpin, 
kemudian  dibiarkan  berjalan  di  atas  jembatan  Jahannam.  Kemudian 
jembatan  itu  bergoncang  dengan  sangat  keras,  sehingga  persendiannya 
lepas  dari  tempatnya.  Jika  ia  seorang  yang  taat  kepada  Allah,  maka  ia 
dapat  melaluinya  dengan  selamat;  namun  jika  ia  seorang  yang  durhaka 
kepada  Allah  maka  jembatan  itu  menjadi  terputus  dan  ia  pun  jatuh  ke 
dalam  Jahannam,  melayang-layang  di  atasnya  selama  limapuluh  tahun." 
Umar  bertanya,  "Jika  demikian,  siapa  yang  mau  mencari  pekerjaan  itu, 
wahai  Abu  Dzar?"  Abu  Dzar  menjawab,  "Orang  yang  hidungnya 

232.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/480)  dan  Muslim  ( 1 07)  dari  Abu  Hurairah. 

233.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/448,476),  Al-Bukhari  (71 48).ibnu  Hibban  (44820).  Al-Baihaqi  (3/ 
129),  dan  Al-Baghawi  (2465)  dari  Abu  Hurairah 

234.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7149).  Muslim  (3/1456/14),  Ibnu  Hibban  (4481 ).  Al-Baihaqi  (100/ 
10)  dan  Al-Baghawi  (2466)  dari  Abu  Musa  Al-Asy’ari 

235.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (20719).  Ahmad  (3/321 ).  ibnu  Hibban  (4514),  Al-Hakim  (4/422)  degnan 
men-sbab/Mannya  dan  disepakati  oieh  Adz-Dzahabi,  dan  memang  hadits  tersebut  sebagaimana  yang 
keduanya  katakan,  hadits  dari  Jabir. 

236.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (3575)  dan  dari  Al-Baihaqi  (10/88),  isnadnya  dha'if  dan  d i -c/ha ’/7-ka  n oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dha'ifah(YB3)  dan  Dha'if At-Jami'( 5689). 

237.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

122 1 D:u%*  Besar 


dipotong  oleh  Allah  dan  pipinya  Dia  tempelkan  ke  tanah.  (Orang  yang 
benar-benar  celaka) 

Amru  bin  Muhajir  berkata,  "Umar  bin  Abdul  Aziz  pernah  berpesan 
kepadaku,  'Jika  engkau  melihatku  telah  menyeleweng  dari  jalan  yang  benar, 
maka  letakkanlah  tanganmu  di  tengkukku  lalu  katakan  'Hei  Umar,  apa  yang 
kamu  kerjakan?'" 

Peringatan 

Wahai  yang  ridla  dengan  gelar  'zhalim',  berapa  banyak  kezhaliman 
vang  telah  kamu  lakukan! 

Penjara  adalah  Jahannam,  al-Haq  adalah  hakim,  dan  tidak  ada 
hujjah  bagimu  atas  apa  yang  kamu  adukan,  serta  kuburan  menjadi 
tempat  yang  sangat  menyeramkan.  Maka  ingatlah  hari  penangka- 
panmu! 

Penghitungan  itu  amatlah  panjang,  maka  bebaskanlah  dirimu! 

Umur  itu  hanyalah  sehari,  maka  sambut  segeralah  mataharimu! 

Kamu  bangga  dengan  perbendaharaanmu,  padahal  caramu 
mendapatkannya  menjijikkan. 

Kamu  sombongkan  angan-anganmu,  padahal  jalan  ke  sana  masih 
teramat  terjal. 

Sesungguhnya  kezhaliman  itu  tidak  akan  ditinggalkan  walau 
seujung  kuku.  Maka  jika  kamu  melihat  seorang  yang  zhalim  telah 
berbuat  sewenang-wenang,  tidurlah  di  dekatnya,  mungkin  saja  malam 
itu  ia  tidur  dan  kutu  busuk  pun  segera  menikmati  tubuhnya. 


238.  Ibnul  Mundzir  berkata  dalam  At-Targhib  (3/1 39).  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dari  Hadits  Abu 
Hurairah  bahwa  Bisyr  bin  Ashim  Al-Jasyami  bercerita  kepada  Umar  lalu  diapun  menyebutkannya,  sedangkan 
Umar  bertanya  kepada  Salman  dan  Abu  Dzar  dan  keduanya  membenarkannya. 


Pemimpin  Penipu  dan  Penganiaya  Rakyat  ►►  123 


SOMBONG 

DAN  YANG  SEJENISNYA 


a 

’esar 


Allah  berfirman: 


Ajj  9 


jJLP 


A.;?i  Musa  berkata,  "Sesungguhnya  aku  berlindung  kepada  Rabbku  dan 
Rabbmu  dari  setiap  orang  yang  menyombongkan  diri  yang  tidak  beriman 
-.evada  hari  berhisab".  (Al-Mukmin:  27) 


Sesungguhnya  Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  sombong.  (An-Nahl: 
23) 

Rasulullah  ^ bersabda,  "Di  kala  seorang  laki-laki  berjalan  dengan 
congkak,  tiba-tiba  Allah  membenamkannya  ke  bumi,  maka  ia  pun  terbenam 
di  dalamnya  sampai  hari  kiamat. ”Zi- 

Orang  yang  dimaksud  dalam  hadits  di  atas  adalah  Qarun. 

Beliau  juga  bersabda,  "Para  penguasa  yang  bengis  dan  orang-or- 
ang yang  sombong  akan  dikumpulkan  pada  hari  kiamat  kelak  dalam  keadaan 
seperti  debu  yang  diinjak-injak  oleh  manusia.  Mereka  diliputi  kehinaan  dari 
berbagai  penjuru."240 

Sebagian  salaf  berkata,  "Dosa  yang  pertama  kali  dilakukan  adalah 
perbuatan  sombong.”  Allah  berfirman,  “Dan  ( ingatlah ) ketika  Kami 


239.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/315.531).  Al-Bukhari  (2789), dan  Musiim  (2088)  dari  Abu  Hurairah 
dan  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2790)  dari  Ibnu  Umar 

240.  Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2  279)  dan  At-Tirmidzi  (2623)  dari  Ibnu  Amr  dan  di-sahih-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Shahih  AI-Jami'(8QAQ). 


Sombong  dan  yang  Sejenisnya  ►►  125 


berfirman  kepada  para  Malaikat,  ‘Sujudlah  kamu  kepada  Adam’,  maka 
bersujudlah  mereka  kecuali  iblis;  ia  enggan  dan  takabur  dan  adalah  ia  termasuk 
golongan  orang-orang  yang  kafir.”  (Al-Baqarah:  34) 

Maka,  barangsiapa  bersikap  sombong  (takabur)  terhadap 
kebenaran,  niscaya  keimanannva  tidak  dapat  mendatangkan  manfaat; 
seperti  yang  dilakukan  oleh  Iblis. 

Dalam  sebuah  hadits  Rasulullah  ■jys  bersabda: 


5^  3 -•  I,  ...  ■-  9 • * ' f ti  9 

J Lila  ^ Jj>- 1 ^ 

Tidak  akan  masuk  surga  seseorang  yang  di  hatinya  ada  seberat  biji  sawi 
kesombongan.24'1 

Allah  berfirman: 


J V Al*  j 


Sesungguhnya  Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  sombong  lagi 
membanggakan  diri.  (ALuqman:  18) 

Dalam  sebuah  hadits  qudsi  disebutkan  bahwa  Allah  berfirman: 


,LJi 


Keagungan  adalah  pakaian-Ku.  kesombongan  adalah  jubah-Ku;  barangsiapa 
menarik  keduanya  dari-Ku  niscaya  Aku  lemparkan  ia  ke  neraka.241 

Rasulullah  bersabda,  "Surga  dan  neraka  berbantahan.  Surga 
berkata.  'Mengapa  yang  memasuki  ku  hanyalah  orang-orang  yang  lemah  dan 
rendah?'  Neraka  berkata.  'Aku  diistimewakan  dengan  orang-orang  yang  bengis 
dan  sombong.’"24' 

Allah  berfirman: 


J S Aji*  j)  D-  jA  yp  \ ^ NoJ  'f  ‘ SS  S~.,2~')s 


Dan  janganlah  kamu  memalingkan  muka  dari  manusia  (karena  sombong) 
dan  janganlah  kamu  berjalan  di  muka  bumi  dengan  angkuh.  Sesungguhnya 


241 . Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (91 ).  Abu  Dawud  (4091 ).  At-Tirmidzi  (1998).  Ibnu  Majah  (41 73).  Ahmad 
(1/412),  Ibnu  Hibban  (224)  dan  Ath-Tnabram  ( 1 0000)  dari  Ibnu  Mas'ud. 

242.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/444),  Muslim  (2620).  Abu  Dawud  (4090).  dan  Ibnu  Majah  (4174)  dari  Abu 
Huralrah 

243.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (4848.4849,4850),  Muslim  (2846)  dan  At-Tirmidzi  (2686)  dari  Abu 
Hurairah 

1 26 1 D-Dosa Besar 


Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  sombong  lagi  membanggakan  diri. 
(Luqman:  18) 

Salamah  bin  Akwa'  berkata,  "Seseorang  makan  dengan  tangan 
kirinya  di  dekat  Rasulullah  jgs  Beliau  bersabda,  'Makanlah  dengan  tangan 
kananmu !'  Laki-laki  itu  menjawab.  'Aku  tidak  bisa!'  Maka  Rasulullah 
bersabda,  'Semoga  kamu  benar-benar  tidak  bisa!'  Tidak  ada  sesuatu  pun  yang 
menghalanginya  untuk  melaksanakan  perintah  Rasulullah  kecuali 
kesombongan.  Maka  orang  itu  pun  tidak  pernah  bisa  mengangkat  tangan 
kanannya  ke  mulutnya."14* 


Rasulullah  bersabda: 


UP 


V 3 lil  h' 


Maukah  kalian  aku  kabarkan  tentang  penghuni  neraka?  Yaitu  tiap-tiap  ’utul, 
jawazh,  dan  orang  yang  sombong.14* 

'Utul  adalah  orang  yang  kasar  dan  kejam.  Jawazh  adalah  orang  yang 
banyak  mengumpulkan  harta  dan  sangat  kikir,  atau  orang  yang  congkak 
dalam  berjalan,  atau  orang  yang  menjadi  budak  perutnya. 

Abdullah  bin  Umar  berkata.  "Saya  mendengar  Rasulullah 
bersabda.  ’Tidak  ada  seorang  pun  yang  berjalan  dengan  congkak  dan 
berbangga  diri  kecuali  ia  akan  berjumpa  dengan  Allah  sedangkan  Dia  murka 
kepadanya.'"14* 

Abu  Hurairah  meriwayatkan  sebuah  hadits,  bunyinya,  "Tiga 
golongan  yang  pertama-tama  masuk  neraka;  penguasa  zhalim,  orang  kaya 
yang  tidak  membayar  zakat,  dan  orang  miskin  yang  congkak."247 

Rasulullah  ^ bersabda: 


lliL'l 


i» 


L di)!  .1? u h ASL 


244.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/45-46).  Muslim  (2021 ).  Ibnu  Hibban  (651 3)  dan  Ath-Thabrani  (6236). 

245.  Shahth.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/306).  Ai-Bukhari  (4918). Muslim  (2853).  Ai-Tirmidzi  (2732)  dan  ibnu 
Majah  (4116)  dari  Hadits  Haritsah  bin  Wahb. 

246.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/118).  Ai-Bukhari  dalam  AI-AdabAI-Mufrad(549).  Ai-Hakim  (1/60), 
Al-Kharaithi  dalam  Al-Masawi’  (577).  dan  di-shah/h-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (2272)  dan 
ShahfaAi-Jam'  (571 1 :. 

247.  Isnadnya  dhalf.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/425).  Ath-Thayalisi  (2567).  At-Tirmidzi  (1642).  Ibnu  Hibban 
(4312).  Al-Hakim  (1/387)  dan  Al-Baihaqi  (4/82)  dari  Amir  Ai-Uqaili  bahwa  bapaknya  mengkabarkan 
kepadanya  bahwasanya  dia  pernah  mendengar  Abu  Hurairah  dengan  me-marfu'-kannya.  Sedangkan 
Amir  dan  bapaknya  tidak  diketahui  identitasnya. 


Sombong  dan  yang  Sejenisnya  ►►  127 


Tiga  golongan  oang  yang  tidak  akan  dipandang  oleh  Allah  pada  hari  kiamat, 
tidak  disucikan-Nya,  dan  akan  mendapat  siksa  yang  pedih;  orang  yang  berbua  t 
isbal,  orang  yang  mengungkit-ungkit  kebaikannya  sendiri,  dan  orang  yang 
menjual  dagangannya  dengan  sumpah  palsu /45 

Orang  yang  berbuat  isbal  adalah  orang  mengulurkan/  meman- 
jangkan sarung,  celana,  atau  bajunya  sampai  melebihi  kedua  mata 
kakinya,  sebagaimana  sabda  Rasulullah  "Kain  sarung  yang  diturunkan 
melewati  mata  'kaki  tempatnya  (orang  yang  melakukannya ) di  neraka."-4" 

Kibr  yang  paling  buruk  adalah  kibrnya  seseorang  terhadap  orang 
lain  karena  ilmu  yang  dimilikinya  dan  ia  merasa  besar  dengan  kelebihan 
yang  dimilikinya.  Sungguh,  ia  tidak  bermanfaat  ilmunya.  Karena  orang 
yang  menuntut  ilmu  untuk  akhirat  ilmunya  akan  menyadarkannya, 
mengkhusyu'kan  hatinya,  dan  menenangkan  jiwanya.  Juga,  ia  akan 
selalu  mawas  diri,  tidak  lengah  dan  bahkan  selalu  berintrospeksi  setiap 
saat.  Karena  jika  ia  sampai  lengah  dari  hawa  nafsunya,  maka  ia  akan 
melenceng  dari  shirath  mustaqim  dan  akan  menghancurkan  dirinya. 
Adapun  orang  yang  menuntut  ilmu  untuk  dibanggakan,  mencari 
kedudukan,  meremehkan  kaum  muslimin,  menganggap  mereka  bodoh, 
serta  melecehkan  mereka,  sungguh  ini  adalah  kibr  yang  paling  dahsyat. 
Dan  tidak  akan  masuk  surga  orang  yang  di  hatinya  ada  kibr  walau 
seberat  biji  sawi. 

Tiada  daya  dan  kekuatan  kecuali  dari  Allah  yang  Maha  Tinggi  lagi 
Maha  Agung. 


248.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/148,162!.  Muslim  (106).  Abu  Dawud  (4087),  At-Tirmidzi  (1211)  dan 
An-Nasa  i (7/240)  dari  Abu  Dzar. 

249.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5787)  dari  Abu  Hurairah. 

d:o%b  Besar 


128 


KESAKSIAN  PALSU 


D 


hsa 

Besar 


Allah  berfirman: 

Dan  orang-orang  yang  tidak  memberikan  persaksian  palsu  (Al-Furqan:  72) 
Dalam  sebuah  atsar  disebutkan: 

■ i 'ut.'  tjj{j  D ' « i d1  CA~kP 


Kesaksian  palsu  itu  sepadan  dengan  menyekutukan  Allah  ta'ala  dua  kali. 
Allah  berfirman: 


Dan  jauhilah  perkataan-perkataan  dusta  (Al-Hajj:  30)2M' 


Dalam  sebuah  hadits  disebutkan,  "Tidak  akan  beralih  kaki  seorang 
yang  memberikan  kesaksian  palsu  besok  pada  hari  kiamat,  hingga  tersentuh 
api  neraka.”2"1 


Mushannif  iaA  berkata,  "Orang  vang  memberi  kesaksian  palsu 
itu  telah  mengerjakan  beberapa  dosa  besar,  yaitu: 


Pertama,  berbicara  dusta  dan  tuduhan  palsu. 

Allah  A'  berfirman: 

& S-  y & % ^ -'A  £ 

wji-D  v»  •*«  jtj djji  j j 

Sesungguhnya  Allah  tidak  akan  memberi  hidayah  kepada  orang-orang 


250.  Surah  Al-Hajj:  30.  dan  atsar  tersebut  diriwatatkatt  secara  marfu’dari  Khuraim  bin  Fatik  yang  diriwayatkan 
oleh  Ahmad  (4/321 .322).  Abu  Dawud  (3599).  Ibnu  Majah  (2372)  dan  Ath-Thabrani  dalam  Al-Kabir(  41 62) 
dan  di-sbah/Man  oleh  Asy-Svaikh  Al-Aibani. 

251 . Maudhu':  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  (2373)  Al-Hakim  (4/98)  dan  Al-Uqaili  dari  Ibnu  Umar.  Dan  Syaikh 
A!-Albam  berkata  dalam  Adh-Dha'ilahi  1 259)  dan  Adh-Dha'if(48T\).  Maudhu'. 


Kesaksian  Palsu  ►►  129 


yang  melampaui  batas  lagi  pendusta.  (Al-Mukmin:  28) 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan,  “ Setiap  mukmin  itu  diciptakan 
dengan  beragam  perangai  kecuali  khianat  dan  dusta.’’152 

Kedua,  ia  menzhalimi  orang  vang  menjadi  lawannya,  sehingga 
dengan  kesaksiannya  itu  orang  itu  menderita  kerugian  harta, 
kehormatan,  dan  mungkin  nyawanya. 

Ketiga,  ia  menzhalimi  orang  yang  diberinya  kesaksian,  dengan 
mengambil  harta  haram  sebagai  hasil  dari  kesaksiannya  itu,  sehingga 
wajib  atasnya  untuk  masuk  neraka.  Nabi  pernah  bersabda, 

i * 3 f>'  3 i i i0  A i " % Z + a >'  s 3 ' 

,Ui  ■ d»  4j  'Jj  LtlU'  ‘r*  4J  . " . ■ o i 

"Barangsiapa  aku  putuskan  baginya  sesuatu  dari  hak  saudaranya,  maka 
janganlah  mengambilnya.  Hanyasanya  aku  memotongkan  baginya 
potongan  dari  api  neraka.  ’1'5 

Keempat,  ia  menjadikan  mubah  harta,  darah,  dan  kehormatan  vang 
telah  diharamkan  oleh  Allah,  Rasulullah  bersabda: 


m £ j 


• J20'  J' 


sJiS'  * 


JcL;  V^dSO'  jJ'l 


t i 


Maukah  kalian  aku  beritaku  tentang  sebesar-besar  dosa  besar?  Yaitu 
mempersekutukan  Aliah  dan  durhaka  kepada  kedua  orang-tua.  Ketahuilah, 
juga  perkataan  sia-sia,  juga  persaksian  palsu."152 

Marilah  kita  memohon  keselamatan  dan  kesejahteraan  dari  segala 
macam  bala'  kepada  Allah  . 


252.  M/irynya  telah  disebutkan  di  muka. 

253.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2680)  dan  Muslim  (1713). 

254.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

130 1 D:d%b  Besar 


D0sa 

Besar 


MINUM-MINUMAN  KERAS 


Allah  i berfirman: 


CkP  * r*  r~J>r  J 4 ■ 


“ •*  s'  * . f . , r 3^.  , * 

S al  J*j'  ,*J  4J  J'  JU2uJj'  Ju 


'l 

-w*j'  4 


j'  J 


U-j  | ' jJc  JJl'  L^j 

i > * . > 

! =-'  ‘JOid  4 . 


U jUa ~jJl 


jju£w»  ♦i'  U-S  S^LsaJ'  «i ' 


J' J J cLja*J'  « 


Hai  orang-orang  yang  beriman,  sesungguhnya  ( meminum ) khamar,  berjudi, 
( berkorban  untuk)  berhala,  mengundi  nasib  dengan  panah,  adalah  perbuatan 
keji  termasuk  perbuatan  syaitan.  Maka  jauhilah  perbuatan-perbuatan  itu  agar 
kamu  mendapat  keberuntungan.  Sesungguhnya  syaitan  itu  bermaksud  hendak 
menimbulkan  permusuhan  dan  kebencian  diantara  kamu  lantaran  (meminim) 
khamer  dan  berjudi  itu,  dan  menghalangi  kamu  dari  mengingat  Allah  dan 
shalat;  maka  berhentilah  kamu  (dari  mengerjakan  pekerjaan  itu).  (Al- 
Maidah:  90-91) 

Dalam  ayat  di  atas,  Allah  i*  telah  melarang  keras  meminum 
minuman  yang  memabukkan,  dan  telah  memberikan  peringatan. 

Nabi  bersabda: 


-■=>£>  - ■>  . 

cJLi-i  f'  JU  jsJ~\ 

Jauhilah  arak,  sebab  ia  merupakan  induk  segala  hal  yang  kotor  ( keji ).2-’5 

255.  Dikeluarkan  oleh  Ibnu  Hibban  (5348).  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Dzammul  Muskir(t).  Al-Baihaqi  dalam  Asy- 
Syu'ab( 51 97)  dan  Ibnul  Jauzi  dalam  A/-7/a/(11 22)  dan  Jalur  Ibnu  Abi  Dunya  dari  Utsman  secara  marfu' dan 
juga  datang  secara  mauquf.  dan  inilah  yang  lebih  tepat.  Dikeluarkan  oleh  Abdur  Razzaq  (1 7060),  An-Nasa’i 
(8/31 5).  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  DzamulMuskiri 2).  Al-Baihaqi  (8/287)  dan  Asy-Syu'ab  (51 98)  dari  Utsman 
secara  mauquf.  Ad-Daruquthni  berkata:  Bahwa  hadits  ini  mauqufMah  yang  benar.  Dan  diriwayatkan  oleh 
Ad-Daruquthni  (4/247)  dan  Al-Qudha'i  (57)  dari  Abdullah  bin  Amr.  Dan  diriwayatkan  oleh  Ad-Daruquthni  (4/ 
247)  dan  Ath-Thabrani  (11 372,1 1 498)  dari  Ibnu  Abbas. 


Minum-minuman  Keras  ►►131 


Maka  orang  yang  tidak  menjauhinva  berarti  ia  telah  durhaka  kepada 
Allah  dan  Rasul-Nya,  dan  ia  berhak  untuk  mendapatkan  adzab  karena 
telah  bermaksiat  kepada  Allah  dan  Rasui-nya. 

Allah  A'  berfirman,  “Dan  barangsiapa  yang  mendurhakai  Allah  dan 
rasul-Nya  serta  melanggar  ketentuan-ketentuan-Nva,  niscaya  Allah 
memasukkannya  ke  dalam  api  neraka  sedang  ia  kekal  di  dalamnya:  dan  baginya 
siksa  yang  menghinakan.”  (An-Nisa’:  14) 

Ibnu  'Abbas  berkata,  "Ketika  turun  ayat  vang  mengharamkan 
minuman  keras,  para  sahabat  berjalan  saling  menemui  yang  satu 
dengan  yang  lain  seraya  mengingatkan,  minuman  keras  telah 
diharamkan  dan  mereka  menyamakan  meminum  minuman  keras  itu 
dengan  perbuatan  svirik."J  r 

'Abdullah  bin  'Amru  igk  berpendapat  bahwa  meminum  minuman 
keras  itu  merupakan  dosa  vang  besar,  dan  tidak  disangsikan  lagi 
merupakan  induk  perbuatan-perbuatan  keji.  Pun  orang  yang 
meminumnya  telah  dilaknat  dalam  banyak  hadits. 

Ibnu  'Umar  -C'  berkata,  Rasulullah  oyy  bersabda: 


Semua  yang  memabukkan  itu  disebut  khamr  (arak).  Dan  semua  khamr  itu 
haram.  Barangsiapa  meminum  khamr  di  dunia  lalu  mati  dan  belum  bertaubat 
darinya  juga  dia  masih  terus  meminumnya,  niscaya  ia  tidak  akan  meminumnya 
di  akhirat.-' 

Imam  Muslim  juga  meriwayatkan  dari  sahabat  Jabir  ..jfe  katanya. 
Rasulullah  bersabda: 

jLkJ*  'v*  A)i  j'  Jl,  Aii  jl 

Sesungguhnya  Allah  berjanji  bagi  orang  yang  meminum  minuman  yang 
memabukkan  akan  diberi  minum  dengan  thinatul  khabal ’d58 

Ada  vang  bertanya,  "Apa  yang  dimaksud  dengan  thinatul  khabal?" 
Beliau  menjawab,  "Keringat  atau  air  perasan  penghuni  neraka." 

256.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Ai-Kabir dan  para  perawinya  adalah  perawi  Ash-S hahih.  sebagaimana 
yang  dikatakan  Ai-Mundzin 

257.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2003).  Abu  Dawud  (3679).  At-Tirmidzi  (1861 ).  An-Nasa'i  (8/296.297),  Ath- 
Thahawi  (4/216).  Ad-Daruquthm  (4/248)  dan  ipnu  Hibban  (5366)  dari  ibnu  Umar. 

258.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/361 ).  Muslim  (2002).  An-Nasa'  (8/328)  dan  Ibnu  Hibban  (5360)  dari  Jabir. 

132  j d:d% *Besar 


Di  dalam,  shahih  Bukhariv  dan 
Rasulullah  bersabda: 


Muslim  diseburkan  bahwa 


Barangsiapa  meminum  khamar  di  dunia,  maka  akan  diharamkan  meminumnya 
di  akhirat 


Orang  yang  Terus-Menerus  Meminum  Arak  Sama  Dengan 
Penyembah  Berhala 


Imam  Ahmad  meriwayatkan  di  dalam  Musnad  beliau  sebuah  hadits 
dari  Abu  Hurairah  A bahwa  Rasulullah  Sgg  bersabda: 

•J  a ~L:L*L>  ~ 


Orang  yang  senantiasa  meminum  khamr  itu  laksana  orang  yang  menyembah 
arca. 


Orang  yang  Terus-menerus  Meminum  Arak  Jika  Mati 
Sebelum  Sempat  Bertaubat  Tidak  Akan  Masuk  Surga 


An-Nasa'iy  meriwayatkan  hadits  dari  Ibnu  'umat  d:-'  bahwa 
Rasulullah  syg  bersabda: 

, s 'Z 

i - * ) _ •*  t , f 0 - f 

j t ijy  LP  4J • L>~  -L  ^ 

Tidak  akan  masuk  surga  orang  yang  durhaka  kepada  ibu-bapaknya  dan  or- 
ang yang  terus-menerus  minum  arak.'- 

Dalam  riwayat  lain  disebutkan: 


iS- 


- t'  \ 

« CD  4-1  wU'  4 «j  l*  L*-'  « 


^ :LP  ajji  > J3 


«LLA'  c*  C-  • 


Tiga  golongan  orang  yang  diharamkan  Allah  untuk  masuk  surga;  yaitu 


259  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/746).  Abdur  Razzaq  (17057).  Ai-Buknari  (5575),  Muslim  (2003).  An-Nasa’i  (8/ 
31 8).  A!-Baihaqi  (8/287)  dan  Ahmad  (2/1 9)  dari  ibnu  Umar. 

260.  Diriwayatkan  oieh  Ibnu  Adi  (6  229).  Ibnu  Hibban  (5347).  A!-8azzar  (2934).  Ath-Thabrani  (12428).  Ahmad 
(1/272).  Abu  Nu'aim  (9/253).  Al-Baihaqi  Asy-Syu’ab (5208),  Ibnul  Jauzi  dalam  7/a/(1 11 8)  dan  sanadnya 
dhalf.  Di-d/ia’/7-kan  oieh  Asy-Svaikh dalam  Dha'if  Ai-Jami’ ( 5737). 

261 . Diriwayatkan  oleh  An-Nasa  i (8;218).  Ath-Thayalisi  (hal:303).  Ibnu  Khuzaimah  Tauhid {21865).  Ahmad  (2' 
201 ) dan  Ath-Thahawi  Musykil ( 1 395)  dan  Ibnu  Amr  dan  d\-shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al- 
Jami’1 7553). 


Minum-minuman  Keras 


►►  i 3 3 


orang  yang  terus-menerus  minum  khamr,  orang  yang  durhaka  kepada  ibu- 
bapaknya,  dan  orang  yang  membiarkan  istrinya  berbuat  serong 

Allah  Tidak  Akan  Menerima  Perbuatan  Baik  Orang  yang 
Sedang  Mabuk 


Jabir  bin  'Abdullah  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  sgt  bersabda: 


Tiga  golongan  yang  shalat  mereka  tidak  akan  diterima  dan  kebaikan  mereka 
tidak  akan  diangkat  ke  langit:  budak  yang  melarikan  diri  dari  tuannya  sampai 
ia  kembali  dan  meletakkan  tangannya  pada  tangan  tuannya,  wanita  yang 
suaminya  marah  kepadanya  sampai  si  suami  ridla  kepadanya  kembali,  dan 
orang  yang  mabuk  sampai  ia  sadar  kembali r'" 

Khamr  adalah  semua  yang  merusak  akal,  baik  ia  berupa  benda 
basah  atau  kering,  makanan  atau  minuman.  Abu  Sa'id  al-Khudriy 
mengatakan  bahwa  Rasulullah  -jg  bersabda,  "Allah  tidak  akan  menerima 
shalat  orang  yang  meminum  khamr  selama  dalam  tubuhnya  masih  ada  sisa 
khamr  tersebut."  Dalam  riwayat  lain,  "Barangsiapa  meminum  khamer  Allah 
tidak  akan  menerima  apa  pun  ( kebaikan ) darinya.  Barangsiapa  mabuk  karena 
meminum  khamr  maka  shalatnya  tidak  akan  diterima  selama  empatpuluh  hari. 
Jika  ia  ber.rubat  lalu  kembali  mengulanginya,  maka  Allah  berhak 
memberinya  minum  dari  lelehan  logam  Jahannam."264 

Rasulullah  Tgg  bersabda,  ” Barangsiapa  meminum  khamr  namun  tidak 
mabuk,  maka  Allah  berpaling  darinya  selama  empatpuluh  malam,  dan 
barangsiapa  meminum  khamr  sampai  mabuk  maka  Allah  tidak  akan  meneriman 
kebaikannya  sedikit  pun  selama  empat  puluh  malam,  jika  ia  mati  dalam 
keadaan  demikian,  maka  ia  mati  laksana  penyembah  berhala,  dan  Allah  berhak 
memberinya  minum  dan  thinatul  khabal."  Seseorang  bertanya,  "Apakah 

262.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/69.128).  Ai-Hakim  (4/147)  dan  Al-Baihaqi  (8/288)  dari  Ibnu  Umar  dan  hadits 
ini  snahih.  Di-s/iaft/b-kan  oieh  Asy-Sya/Ab  dalam  ShahihAI-Jami'i 3052). h. 

263.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Khuzaimah  (940),  Ibnu  Hibban  (5355).  Al-Baihaqi  (1/389),  Ibnu  Adi  (3/1074).  Dan 
di-d/ia:/7-kan  olen  Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dha  'itah  (1075). 

264.  Riwayat  yang  pertama  diriwayatkan  oleh  Abd  bin  Humaid  dalam  Al-Muntakhab( 983)  dan  isnadnya  dha’if. 
Dan  As-Suyuthi  menyebutkannya  dalam  Al-La’ali (2/205).  Dan  riwayat  yang  kedua:  Dikeluarkan  oleh 
Ahmad  (2/178).  Al-Hakim  (4/146).  Al-Baihaal  Sunan (1/489)  dan  Asy-Syu’ab (5192)  dari  Abdullah  bin  Amr 
dan  ia  adalah  hadits  nasar, 

i 34 1 o:d %aBesar 


thinatul  khabal  itu,  wahai  Rasulullah?"  Beliau  menjawab.  " Perasan  dari 
penduduk  neraka  jahannam:  nanah  dan  darah.'1-'" 

'Abdullah  bin  Abu  Aufa  berkata,  "Barangsiapa  mati  dalam  keadaan 
terbiasa  minum  khamr,  maka  ia  mati  bagaikan  peyembah  Latta  dan 
Uzza."  Seseorang  bertanva,  "Apakah  yang  Anda  maksudkan  itu 
seseorang  vang  tidak  pernah  sempat  sadar  dan  terus  meminumnya?" 
ia  menjawab,  "Bukan.  Ia  adaiah  seseorang  vang  meminumnya  ketika 
mendapati nva  walaupun  sudah  bertahun-tahun  ia  meninggalkannya." 

Orang  yang  Meminum  Khamr  Bukanlah  Seorang  Mukmin 
Kala  la  Meminumnya 

Abu  Hurairah  meriwavatkan  bahwa  Nabi  ^ bersabda. 
"Bukanlah  seorang  mukmin  seorang  pencuri  ketika  ia  mencuri,  bukanlah 
seorang  mukmin  seorang  vang  berzina  ketika  ia  berzina.  Bukanlah  seorang 
mukmin  seorang  yang  minum  khamr  ketika  ia  meminumnya.  Adapun  taubat 
tetap  dibentangkan  sesudahnya 

Dalam  hadits  lain  disebutkan.  "Barangsiapa  berzina  atau  meminum 
khamr.  Allah  mencabut  iman  darinya  sebagaimana  orang  yang  melepaskan 
pakaiannya  dari  kepalanya."167 

Juga  disebutkan,  "Barangsiapa  meminum  khamr  di  waktu  sore,  paginya 
ia  telah  menjadi  musyrik ; dan  barangsiapa  meminum  khamr  di  waktu  pagi, 
sorenya  ia  telah  menjadi  musyrik." 

Beliau  juga  bersabda.  "Sesungguhnya  harumnya  bau  surga  itu  sudah 
tercium  dari  jarak  lima  ratus  tahun  perjalanan.  Namun  orang  yang  durhaka 
kepada  ibu-bapaknya,  orang  yang  senantiasa  minum  khamr,  dan  penyembah 
berhala  tidak  bisa  membaurnya."--' 

Imam  Ahmad  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  Abu  Musa  al- 
Asy'ariy  bahwa  Rasulullah  «yg  bersabda,  "Tidak  akan  masuk  surga 
orang  yang  senantiasa  minum  khamr,  orang  yang  percaya 
(bacatmembenarkan)  sihir,  dan  orang  yang  memutuskan  tali  silaturrahim. 
Barangsiapa  mati  dalam  keadaan  minum  khamr  (mabuk)  maka  Allah  kelak 

265.  Riwayat  senada  diriwayatkan  juga  oleh  An-Nasa'i  (8/317),  Ibnu  Majah  (3377).  Ibnu  Hibban  (5333),  Ahmad 

(2/189).  Ai-Hakim  (4/145)  dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab (51 92)  dari  Ibnu  Amrdan  di-sbab/b-kan  oleh  Asy- 
Syaik h dalam  Shahih  Al-Jami'i 6 1 89)  dari  selain  latadznya  "Fam  mata  fiha  mata  ka  'abidi  watsanin". 

266.  dan  267.  Takhrij keduanya  telan  disebutkan  di  muka. 

268.  Al-Mundziri  berkata:  diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Ash-Shaghir dan  hadits  Abu  Hurairah  seraya 
mengisyaratkan  ke-dba'/Y-annya:  Kukatakan:  aku  tidak  menemukannya  dalam  Ash-Shaghir.  coba  lihat 
hadits  yang  semisalnya  daiam  'dosa  yang  kesepuluh/ 


Minum-minuman  Keras  » 135 


akan  memberinya  minum  dari  sungai  Ghuthah.  Yaitu  air  yang  mengalir  dari 
kemaluan  para  pelacur,  yang  baunya  sangat  mengganggu  para  penghuni 
neraka."2™ 

Rasulullah  bersabda,  Sesungguhnya  Allah  telah  mengutusku 
sebagai  rahmat  bagi  alam  semesta.  Dia  mengutusku  supaya  aku 
menghancurkan  alat-alat  musik,  seruling-seruling,  dan  perbuatan-perbuatan 
jahiliyyah.  Rabbku  ta'ala  telah  bersumpah  dengan  kernuliaan-Nya.  tidaklah 
seseorang  hamba  dari  hamba-hamba- Ku  meminum  seteguk  khamr.  melainkan 
Aku  beri  ia  minum  seperti  itu  pula  dari  cairan  panas  neraka  jahannam,  dan 
tidaklah  seseorang  hamba  dari  hamba-hamba- Ku  meninggalkannya  karena 
takut  kepada-Ku,  melainkan  Aku  beri  ia  minum  dan  minuman  surga  bersama 
sebaik-baik  teman  minum."-'  " 


Tentang  Orang-orang  yang  Dilaknat  Sehubungan  Dengan 
Khamr 

Abu  Dawud  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  -jbg  bersabda, 


jLp  • Lupld. 


"Khamr  itu  telah  dilaknat  dzatnya.  orang  yang  meminumnya,  orang  yang 
menuangkannya,  orang  yang  memuainya,  orang  yang  membelinya,  orang 
yang  memerasnya,  orang  yang  meminta  untuk  diperaskart,  orang  yang 
membawanya,  orang  yang  meminta  untuk  dibawakan,  dan  orang  yang 
memakan  harganya."1  1 


Imam  Ahmad  meriwayatkan  dari  Ibnu  'Abbas  katanya,  "Aku 
mendengar  Rasulullah  bersabda,  'Jibril  mendatangiku 

menyampaikan.  'Wahai  Muhammad,  sesungguhnya  Allah  melaknat  khamr,  or- 
ang yang  memerasnya,  orang  yang  meminta  diperaskan.  orang  yang  menjualnya, 
orang  yang  membelinya,  orang  yang  meminumnya,  orang  yang  memakan 


269.  Isnadnya  dhalf.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/399).  Al-Hakim  (4/146).  Ibnu  Hibban  (5346)  dan  sanadnya 
dha’if. 

270.  Isnadnya  dha'if.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/257.268).  Ath-Thayalisi  (1134).  Al-Hakim  At-Tlrmldzi  dalam 
AI-ManhiyaaHba\A4.5&).  Al-Uaaili  (3/255).  Ath-ThaDranl  dalam  Al-Kabir( 8/232).  Ibnul  Jauzi  dalam  Al- Hal 
(2/78).  Ibnu  Abi  Dunya dalam  Dzammu! Malahii hai:71 1 dan  sanadnya  dha'if. 

271 . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/25.71).  Ath-Thayalisi  (1957).  Abu  Dawud  (3674).  Ibnu  Majah  (3380).  Ath- 
Thahawi  musykil (4/305).  Al-Hakim  (4/144)  dan  Al-Baihaqi  (8;’287i  dan  Ibnu  Umar.  di-sbab/b-kan  oleh  Al- 
Hakim  dan  disepakati  oleh  Adz-Dzahabi  Sedangkan  hadits  ini  adalah  hadits  shahih.  Dan  hadits  senada 
juga  diriwayatkan  dari  Ai-Tirmidzi  (1295)  dan  Ibnu  Majah  (3381)  dan  Anas. 

1 36  i DiDjsa Besar 


harganya,  orang  yang  membawanya,  orang  yang  meminta  dibawakan,  orang 
vang  menuangkannya,  dan  orang  yang  meminta  dituangkan  untuknya."1  1 


Larangan  Mengunjungi  Peminum  Khamr  yang  Sakit  dan 
Mengucapkan  Salam  Kepadanya 

'Abdullah  bin  'Amru  bin  ’Ash  isU  berkata,  "Janganlah  kamu 
mengunjungi  para  peminum  khamr  di  kala  mereka  sakit.' 

Imam  Bukhari  berkata,  "Ibnu  'Umar  menyampaikan,  'Janganlah 
kamu  memberi  salam  kepada  para  peminum  khamr. 

Rasulullah  umr  bersabda.  "/ anganlah  kalian  duduk  bersama  para 
peminum  khamr,  jangan  mengunjungi  para  peminum  khamr  yang  sakit,  dan 
/angan  pula  mengiringi  jenazah-jenazah  mereka.  Sesungguhnya  pada  hari 
kiamat  kelak  peminum  khamr  itu  akan  datang  dengan  wajah  yang  hitam 
legam,  lidahnya  menjulur  sampai  ke  dadanya.  Air  liurnya  mengalir, 
menjijikkan  setiap  orang  vang  melihatnya.  Semua  orang  yang  melihatnya 
akan  tahu  bahwa  ia  adalah  seorang  pemmum  khamr.1''' 

Sebagian  ulama  berkata,  "Adapun  alasan  pelarangan  mengunjungi 
peminum  khamr  yang  sakit  dan  larangan  memberi  salam  kepada  mereka 
itu  karena  mereka  orang  fasik  vang  terlaknat.  Aliah  dan  Rasul-Nya 
telah  melaknatnya  sebagaimana  disebut  di  depan.  Maka  jika  ia  membeli 
dan  memerasnya  ia  terlaknat  dua  kali.  Lalu  jika  ia  menuangkan  untuk 
orang  lain  ia  pun  terlaknat  tiga  kali.  Karena  itulah  menjenguk  dan 
mengucapkan  salam  kepadanya  terlarang  kecuali  jika  ia  bertaubat. 
Barangsiapa  bertaubat,  niscava  Ailah  akan  menerima  taubatnya." 

Khamr  Bukan  Obat 

Ummu  Salamah  y--  berkata.  Putriku  jatuh  sakit  lalu  aku  pun 
membuatkan  minuman  anggur  untuknya  dalam  sebuah  periuk. 
Rasulullah  saw.  datang  ketika  isi  periuk  itu  mendidih.  Beliau  bertanya, 
Apa  ini,  wahai  Ummu  Salamah?"  Aku  pun  menjawab  bahwa  aku  akan 
mengobati  putriku  dengannya.  Lalu  Rasulullah  bersabda: 


I"2.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/316).  Atn-Thabram  (12976).  Ai-Hakim  (4/135)  dan  Ibnu  Hibban  (5356). 
isnadnya  jayyid  (baik). 

2"3.  Ai-Buk'nari  menyebutkannya  secara  mu'aiiaa calam  kitab  Al-lsii'dzan  bab  salam  terhadap  ahli  bid'ah  dan 
maksiat,  dan  Al-Bukhari  me-maushul-kan  hadits  in!  dalam  Al-Adab  Ai-Mufrad 
274.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Adi  (2/214).  dan  juga  Ibnul  Jauzi  dengan  jalur  yang  sama  dalam  Al-Maudhu'at  (3/ 
42)  dan  ia  adalah  hadits  maudhu  Dan  As-Suyuihi  telah  menyebutkannya  dalam  Ai-La  'ali (2/205). 


Minum-minuman  Keras 


137 


Sesungguhnya  Allah  ta'ala  tidak  menjadikan  kesembuhan  bagi  ummatku  di 
dalam  apa-apa  yang  diharamkan.27" 

Hadits-hadits  yang  Berkaitan  Dengan  Masalah  Khamr 

Di  dalam  kitab  Hilvatul  Auliva’,  Abi  Nu'aim  meriwavatkan  dari 
Abu  Musa  .u>,  bahwa  Nabi  pernah  diberi  minuman  anggur  di  dalam 
sebuah  guci.  Minuman  itu  berbuih,  lantas  beliau  bersabda,  "Lemparkan 
guci  itu  ke  dinding.  Sesungguhnya  ini  adalah  minuman  orang  yang  tidak 
beriman  kepada  Allah  dan  hari  akhir."2 

Beliau  jgg  juga  bersabda,  "Barangsiapa  di  dalam  dadanya  terdapat  satu 
ayat  dari  kitab  Allah  (al-Qur’an)  kemudian  disiraminya  dengan  khamr.  maka 
kelak  pada  hari  kiamat  setiap  huruf  dari  ayat  itu  akan  datang  dan  mengambil 
ubun-ubunnya  lalu  menyeretnya  ke  hadapan  Allah  -tabaraka  wa  ta'ala-  dan 
lalu  memperkarakannya.  Barangsiapa  diperkarakan  oleh  al-Qur'an  tentu 
akan  binasa.  Celakalah  orang  yang  diperkarakan  oleh  al-Qur'an  pada  hari 
kiamat.  ” 2 

Nabi  bersabda,  "Tidaklah  suatu  kaum  itu  berkumpul  sambil  minum- 
minum  minuman  yang  memabukkan  di  dunia,  melainkan  Allah  akan 
mengumpulkan  mereka  di  dalam  neraka.  Sebagian  dari  mereka  menghadapi 
sebagian  yang  lain  sambil  mencela,  yang  satu  berkata,  'Hai  fulan,  semoga 
/ Ulah  tidak  membalas  kebaikan  bagimu.  Kamulah  'tang  telah  menjerumus- 
kanku  ke  tempat  ini!'  Dan  yang  lain  pun  mengatakan  yang  demikian  pula.''2  7' 

Diriwayatkan  Rasulullah  bersabda,  'Barangsiapa  meminum  khamr 
di  dunia  niscaya  Allah  akan  memberinya  minum  berupa  racun  ular.  Sebelum 
diminumnya,  daging  wajahnya  akan  berjatuhan  ke  dalam  bejana,  dan  jika  ia 
meminumnya  maka  akan  berjatuhanlah  daging  dan  kulitnya  sehingga  para 


275.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  (23/749).  Ai-Baihaqi  (10  5).  IbnuHazm  (1/175).  ibnu  HiDbanl  1391).  Abu 
Ya'ia  (1/323).  Dan  ia  mempunyai  syahid  dari  Hadits  Ibnu  Mas'ud  dan  lainnya  Hadits  ini  adalah  hadits 
hasan.  insya  Allah.  Imam  Muslim  juga  telah  meriwayatkan  (2  1573  no  12).  Abu  Dawud  (3873).  Ahmad  (4; 
3i7j,  Ath-Thabrani  (22/1 4U 5).  ibnu  Majah  (3500)  dan  At-Tirmidzi  (2046)  dari  Algamah  bin  Wa'il  dari 
dapaxnya  secara  marfu'  "Annaha  iaisai  ao-dawa ' waiakmnatia  ad-da ". 

276.  Diriwayatkan  olehAI-Baihagi  (8/303).  Abu  Nu'aim  (6/84).  Ibnu  Abi  Dunva  dalam  DzammulMuskir(  1 1 )dan 
di  daiam  sanadnva  terdapat  -kemajhulan-  dari  Abu  Musa,  ia  memiliki  syahid  dari  hadits  Abu 
Hurairah, diriwayatkan  oieh  Abu  Dawud  (3716).  Ibnu  Majah  (3409).  Di  daiamnya terdapat  ke-dba'ff-an.  dan 
tampaknya  nadits  im  dapat  menjadi  kuat  dengan  hadits  di  atas  msya  Aiiah. 

277. 278. 279.  dan  280.  Aku  belum  mendapatkan  hadits-hadits  ini.  Berbagai  hadits  ini  disebutkan  oieh  Ibnu  Hajar 
Al-Haitsami  daiam  Az-Zawajir  (2/1 58- 1 59).  Sedangkan  vanq  ketiga  As-Suyuthi  telah  menyebutkannya 

1 38 1 °~D%a Besar 


penghuni  neraka  akan  merasa  terganggu  karenanya.  Ingatlah  bahwa  orang 
yang  meminum  khamr.  vang  memerasnya,  yang  minta  diperaskan.  yang 
membawanya,  yang  minta  dibawakan,  dan  yang  memakan  harganya  adalah 
sama  dalam  dosanya.  Allah  tidak  akan  menerima  dan  mereka  shaiat  mereka, 
puasa  mereka  dan  haji  mereka  sampai  mereka  bertaubat.  Jika  mereka  mati 
sebelum  sempat  bertaubat,  maka  Aliah  berhak  memberi  minum  kepada  mereka 
untuk  setiap  tegukan  vang  diminumnya  di  dunia  dengan  nanah  bercampur 
darah  dari  Jahannam.  Ketahuilah,  bahwa  semua  vang  memabukkan  itu 
'.ram.'- 

Ganja  termasuk  ke  dalam  sabda  Nabi  "Semua  vang  memabukkan 
khamr."  Pembahasan  tentang  ganja  mi  akan  diberikan  nanti  in  syaa’a 

Diriwayatkan  bahwa  ketika  para  peminum  khamr  melewati  snirath. 
malaikat  Zabaniyvah  akan  menariknya  ke  sungai  Khabal.  Mereka  diberi 
minum  untuk  setiap  sloki  vang  diminumnya  sekali  minum  dari  sungai 
khabal  itu.  Seandainya  sekali  minum  itu  dituangkan  dari  langit  niscaya 
terbakarlah  seluruh  langit  karena  panasnya."2*'  Na'udzu  billah! 

Pernyataan  Para  Salaf  Tentang  Khamr 

Ibnu  Mas  ud  A-  berkata.  Jika  seorang  peminum  khamr  mati, 
maka  tanamlah  ia  dalam  keadaan  disalib  di  atas  papan.  Kemudian  gali 
vembali  kuburnya.  Jika  kamu  tidak  melihat  wajahnya  berpaling  dari 
arah  kiblat,  maka  biarkanlah  ia  tetap  tersalib. 

Pada  suatu  hari  Fudlail  bin  'iyadl  datang  ke  rumah  muridnya  vang 
medang  menjelang  ajalnya.  Kemudian  beliau  mentalqinkan  kalimat 
svahadat  kepadanva.  namun  ia  tidak  dapat  mengucapkannya.  Beiiau 
aerulang-uiang  mencoba  mengajarinya  namun  si  murid  tetap  tidak  bisa 
sehingga  akhirnya  ia  berkata,  "Aku  tidak  mau  mengucapkan-nya  dan 
aku  berlepas  diri  darinya!"  Maka  keluarlah  Fudlail  dari  situ  sambil 
menangis.  Setelah  beberapa  lama  beliau  bermimpi  melihat  muridnya 
itu  diseret  menuju  neraka.  Maka  Fudlail  bertanya,  "Kasihan,  oleh  sebab 
apa  kamu  cabut  ma'rifat  dari  hatimu?"  Si  murid  menjawab,  "Wahai 
ustadz,  dahulu  sava  pernah  menderita  sakit,  kemudian  saya  datang 
kepada  salah  seorang  tabib,  lantas  tabib  itu  berkata  kepada  saya,  'Setiap 
tahun  engkau  harus  meminum  segelas  arak,  kalau  tidak  maka 
penvakitmu  akan  tetap  bersarang  di  tubuhmu!  Maka  sava  meminumnya 
setiap  tahun  demi  untuk  pengobatan!' 


Minum-minuman  Kera  s ►►  139 


Jika  demikian  halnya  orang  yang  meminumnya  untuk  pengobatan 
lalu  bagaimana  dengan  orang  vang  meminumnya  untuk  tujuan  lain?! 

Semoga  Allah  memberikan  kepada  kita  ampunan  dan  kesejahteraan 
dari  segala  bencana. 

Di  antara  orang-orang  yang  bertaubat  salah  seorang  dari  mereka 
ditanya  sebab  taubatnya,  ia  menjawab.  'Ketika  saya  membongkar 
kuburan,  saya  melihat  banyak  sekali  mavat  vang  dipalingkan  dari  arah 
kiblat.  Saya  pun  menanyai  keluarga  mereka  perihal  keadaan  mereka 
dahulu  di  dunia.  Keluarga  mereka  menjawab  bahwa  mereka  dulu  adalah 
orang-orang  yang  meminum  khamr  tanpa  sempat  bertaubat  darinya." 

Seorang  shalih  berkata,  "Anak  saya  vang  masih  kecil  meninggal 
dunia,  lalu  saya  kuburkan.  Malamnya  sava  bermimpi  melihat  rambutnya 
sudah  memutih  (dipenuhi  uban).  Sava  pun  bertanva  kepadanya,  'Wahai 
anakku,  aku  menguburmu  sedangkan  kamu  masih  kecil,  apa  vang 
menyebabkanmu  beruban5'  fa  menjawab.  Duhai  ayah,  di  samping  sava 
ini  dikuburkan  seorang  laki-laki  vang  ketika  masih  hidup  di  dunia  ia 
suka  meminum  khamr.  tatkala  ia  masuk  kubur.  Jahannam  menyambut 
kedatangannya  itu  dengan  suara  yang  menggelegar  sehingga  tidak 
seorang  anak  kecil  pun  yang  mendengarnya  kecuali  pasti  langsung 
memutih  rambutnya  saking  kerasnva  suara  itu.  " 

Mari  kita  memohon  perlindungan  kepada  Allah  dan  juga  ampunan 
serta  kesejahteraan  dari  segala  vang  menyebabkan  adzab  di  akhirat. 

Maka  setiap  hamba  haruslah  segera  bertaubat  kepada  Aliah  : — 
sebelum  datangnya  kematian  sedangkan  ia  dalam  keadaan  yang  sangat 
buruk  yang  menyebabkannya  dimasukkan  ke  dalam  neraka.  Kita 
beriinaung  kepada  Allah  dari  semua  itu. 

Hukum  Benda  Memabukkan  Selain  Khamr 

Candu  yang  terbuat  dari  daun  ganja  hukumnya  haram  sebagaimana 
khamr.  Orang  vang  menghisapnya  dihukum  had  (dicambuk)  seperti 
yang  berlaku  bagi  peminum  arak.  Candu  lebih  buruk  dari  pada  arak 
ditinjau  dari  implikasinya  vang  merusak  akal  dan  mental,  sehingga 
seorang  laki-laki  bisa  menjadi  banci,  lenyap  sikap  cemburu  dan 
malunya,  serta  hal-hal  lain  yang  rusak.  Sedangkan  arak  lebih  buruk 
dari  pada  candu  ditinjau  dari  implikasinya  yang  dapat  menyebabkan 
pertengkaran  dan  perkelahian.  Keduanya  sama-sama  melalaikan 
seseorang  dari  dzikrullah  dan  mengerjakan  shalat. 


1 40  j D~D%aBesar 


Sebagian  ulama  yang  datang  belakangan  tidak  memberikan 
pendapat  yang  jelas  mengenai  had  penghisap  ganja.  Mereka  berpendapat 
bahwa  orang  yang  menghisap  ganja  hanva  diberi  ra'zir  (hukuman 
peringatan)  bukan  had  (hukum  dera).  Hal  itu  disebabkan  mereka 
mengira  bahwa  perubahan  akal  tanpa  disertai  rasa  gembira  adalah  sama 
dengan  obat  bius.  Di  samping  itu  mereka  tidak  mendapati  para  ulama 
terdahulu  yang  membicaraknnya. Padahal,  sebenarnya  tidak  demikian. 
Orang  yang  menghisap  ganja  itu  akan  mabuk  dan  mencanduinya  seperti 
orang  yang  meminum  khamr,  bahkan  lebih.  Ia  tidak  akan  tahan  tanpa 
m.enghisapnva.  Ganja  menyebabkan  mereka  lalai  dari  dzikrullah  dan 
shalat,  jika  mereka  banyak  menghisapnya.  Apa  lagi  ia  juga 
menyebabkan  orang  kehilangan  sifat  malu  dan  cemburu,  serta  merusak 
badan  dan  akal,  serta  vang  lainnya.  Hanvasaja  karena  ia  benda  padat 
yang  dimakan  -bukan  diminum-  maka  para  ulama  berbeda  pendapat  dalam 
hal  kenajisannya  menjadi  ciga  pendapat  dalam  madzhab  Imam  Ahmad 
dan  yang  lainnya.  Pendapat  pertama  mengatakan  bahwa  ganja  itu  najis 
seperti  halnya  arak.  Ini  adalah  pendapat  yang  shahih.  Ada  pula  yang 
mengatakan  bahwa  ganja  tidak  najis  karena  bentuknya  padat.  Ada  lagi 
vang  mengatakan  harus  dipisahkan  antara  padatnva  dengan  carinya. 
Tetapi  bagaimana  pun,  ia  tetap  termasuk  barang  yang  telah  diharamkan 
oleh  Allah  dan  Rasul-Nya,  sebagaimana  arak/  khamr  yang 
memabukkan,  baik  dari  segi  Iafazh  atau  pun  makna. 


Abu  Musa  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  berilah  fatwa  kepada  kami 
mengenai  dua  macam  minuman  vang  pernah  kami  buat  di  Yaman;  yaitu 
al-bita'  (minuman  keras  dari  madu)  dan  al-mizr  (minuman  keras  dari 
jelai)"  Rasulullah  ygg  - yang  diberi  anugerah  berupa  kata-kata  ringkas 
namun  bermakna  luas  - menjawab: 


"Setiap  yang  memabukkan  itu  haram."1'- 


Beliau  juga  bersabda: 


'Apa-apa  yang  banyaknya  memabukkan,  maka  sedikitnya  pun  haram"281 

Rasulullah  ■££/  tidak  membeda-bedakan  jenisnya;  baik  itu  berupa 
minuman  atau  pun  makanan.  Sebab  arak  itu  bisa  dipadatkan  berupa 

281 . Shahih  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3  361  i.  Muslim  (2002)  dan  An-Nasa'i  (8/327)  dari  Jabir.  Dan  diriwayatkan 
oleh  Ai-Bukhari  (5575).  Muslim  (2003).  Abu  Dawud  (3679).  Ath-Thahawi  (4/21 6)  dan  At-Tirmidzi  (1861)  dan 
Ibnu  llmar.  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6124)  dan  Muslim  (1733)  dan  Abu  Burdab  dari  bapaknya. 

282.  Shahih  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6 1 90).  Al-Bukhari  (5585).  Muslim  (2001).  Abu  Dawud  (3682).  At- 
Tirmidzi  (1863).  An-Nasa'i  (8  298/.  Ad-Damcuthr.i  (4  251 1 dan  Ath-Thahawi  (4/216)  dari  Aisyah. 


Minum-minuman  t\«raft  kfr  141 


roti  dan  ganja  bisa  dicairkan  dengan  dicampur  air  lalu  diminum.  Jadi 
khamr  itu  dapat  diminum  dan  dimakan,  begitu  juga  ganja.  Adapun 
mengapa  para  ulama  tidak  memiliki  pendapat  tentangnya  karena  pada 
masa  salaf  tidak  dikenal  adanya  ganja.  Ia  baru  dikenal  setelah  datangnva 
orang-orang  tartar  ke  negeri-negeri  Islam.  Tentang  sifatnya  ada  sebuah 
syair: 

Pemakan  dan  penanamnya  secara  halal 

Sungguh  itulah  dua  musibah  bagi  orang  yang  celaka 

Demi  Allah,  tidak  ada  yang  lebih  menyenangkan  setan  dari  pada 
daun  ganja.  Ia  bisa  menjadikan  ganja  itu  menyenangkan  dalam 
pandangan  manusia  sehingga  mereka  menganggapnya  halal  dan 
murah. 

Katakan  kepada  pemakan  ganja  karena  kejahilannya, 

"Dengan  memakannya.  Anda  hidup  dalam  seburuk-buruk  kehidupan 
Harga  diri  seseorang  itu  adalah  berlian,  lalu  mengapa? 

Wahai  saudaranya  kebodohan,  mengapa  Anda  menukarnya  dengan 
ganja?!" 

Hikayat 

Pada  masa  pemerintahan  'Abdul  Malik  bin  Marwan  ada  seorang 
pemuda  datang  menghadapnva  sambil  menangis  dengan  sedih  Pemuda 
itu  berkata,  "Wahai  amirul  mukminin,  saya  telah  melakukan  suatu 
perbuatan  dosa  yang  sangat  besar  sekali,  apakah  masih  ada  taubat 
untukku?"  'Abdul  Malik  menjawab,  "Apakah  dosamu  itu?"  "Dosa  saya 
besar!",  jawab  pemuda  itu.  Abdul  Malik  berkata,  "Apapun  dosamu 
bertaubatlah  kepada  Allah  . Sungguh  Dia  menerima  taubat  hamba- 
hamba-Nya  dan  memaafkan  dosa-dosa  mereka." 

Pemuda  itu  mulai  bercerita,  "Wahai  amirul  mukminin,  dahulu  sava  suka 
membongkar  kuburan,  dan  ketika  itu  sava  melihat  kejadian-kejadian 
yang  aneh."  "Apa  yang  kau  lihat"",  tanya  Abdul  Malik.  Pemuda  itu 
menjawab,  "Wahai  amirul  mukminin,  pada  suatu  malam  sava 
membongkar  kuburan.  Saya  lihat  mayat  yang  ada  di  dalamnya  wajahnya 
berpaling  dari  kiblat.  Saya  merasa  ketakutan  dan  bermaksud  keluar 
darinya,  lalu  tiba-tiba  terdengar  suara,  Tidakkah  kamu  ingin  tahu  tentang 
si  mayit,  oleh  sebab  apa  wajahnya  dipalingkan  dari  kiblat?'  'Mengapa  ia 
dipalingkan?',  tanya  sava.  Suara  itu  menjawab,  'Karena  ia  suka 
meremehkan  shalat.  Inilah  balasan  bagi  orang  yang  melakukan  apa 

142 1 D uS.>  Besar 


yang  dilakukannya!'  Lalu  pada  kesempatan  yang  lain,  ketika  saya 
membongkar  sebuah  kuburan,  sava  lihat  mayat  yang  ada  di  dalamnya 
telah  berubah  menjadi  seekor  babi,  yang  pada  lehernya  terikat  rantai 
dan  belenggu. 

Saya  pun  ketakutan  dan  bermaksud  keluar  melarikan  diri.  Namun, 
sekonyong-konyong  terdengar  suara  dari  kuburan  itu,  'Tidakkah  kamu 
ingin  tahu  tentang  amalnya  dan  oleh  sebab  apa  ia  disiksa?'  Saya 
menjawab,  'Mengapa?'  Suara  itu  menjawab,  'Dahulu  ketika  di  dunia  ia 
suka  meminum  khamr  dan  ia  mati  sebelum  sempat  bertaubat!'  Yang 
ketiga  wahai  amirul  mukminin,  ketika  saya  membongkar  kuburan  yang 
lain,  tampak  oleh  saya  penghuni  kuburan  itu  telah  diikat  di  tanah 
dengan  temali  dari  api  dan  lidahnya  dikeluarkan  dari  lehernya. 

Saya  takut  dan  hendak  keluar.  Namun  tiba-tiba  saya  dipanggil,  'Apakah 
kamu  tidak  ingin  tahu  mengapa  ia  disiksa  seperti  itu?’  'Mengapa?’,  jawab 
saya.  'Dulunva  ia  orang  yang  tidak  seksama  dalam  bersuci  dari  air 
kencingnya  dan  suka  ke  sana  ke  mari  mengadu  domba.  Inilah  balasan 
bagi  yang  melakukan  dosa  semisalnya.',  jawab  suara  itu.  yang  keempat 
wahai  amirul  mukminin,  saya  membongkar  sebuah  kuburan  dan  saya 
dapati  si  mayyit  telah  terpanggang  dalam  api. 

Saya  ketakutan  dan  ingin  keluar.  Namun  suara  itu  mencegah  saya, 
Apakah  kamu  tidak  ingin  bertanya  tentang  keadaannya?'  'Bagaimana 
keadaannya?',  tanya  saya.  Suara  itu  menjawab,  'Dahulu  ia  suka 
meninggal-kan  shalat.'  Yang  kelima  wahai  amirul  mukminin,  saya 
membongkar  sebuah  kuburan,  tampak  oleh  saya  kuburan  itu  teiah 
dilapangkan  untuk  si  mayit  sejauh  mata  memandang.  Di  dalamnya  ada 
cahaya  yang  terang  benderang.  Adapun  si  mayit,  dia  tidur  di  atas  dipan 
dengan  wajah  yang  berseri-seri  dan  memakai  pakaian  yang  indah-indah. 
Saya  menjadi  gentar  karenanya  dan  bermaksud  akan  keluar.  Tiba-tiba 
terdengar  suara,  'Apakah  kamu  tidak  ingin  bertanya  mengapa  ia 
mendapatkan  kemuliaan  itu?'  'Mengapa  demi-kian?',  tanya  saya.  Suara 
itu  menjawab,  'Karena  ia  adalah  seorang  yang  taat,  yang  tumbuh  dalam 
ketaatan  dan  ibadah  kepada  Allah 

Setelah  pemuda  itu  menceritakan  pengalamannya,  maka  Abdul  Malik 
berkata,  "Sesungguhnya  dalam  kejadian-kejadian  itu  ada  pelajaran  dan 
peringatan  bagi  orang-orang  yang  durhaka,  serta  kabar  gembira  bagi 
orang-orang  yang  taat.  Bagi  orang  yang  telah  melakukan  bentuk-bentuk 
kemaksiatan  di  atas,  mestinya  segera  bertaubat  kepada  Allah  dan 
mentaati-Nya.” 


Minum-minuman  Leras  ►►  143 


Semoga  Allah  menjadikan  kita  semua  sebagai  bagian  dari  golongan 
orang-orang  yang  taat  serta  menjauhkan  kita  dari  perbuatan  orang- 
orang  fasik.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi  lagi  Maha  Pemurah. 


D;D1sa  Besar 


144 


BERJUDI 


D#sa 

Besar 


Allah  i*;  berfirman,  “Hai  orang-orang  yang  beriman,  sesungguhnya 
(meminum)  khamr,  berjudi,  ( berkorban  untuk  ) berhala,  mengundi  nasib 
dengan  panah,  adalah  perbuatan  keji  termasuk  perbuatan  syaitan.  Maka 
jauhilah  perbuatan-perbuatan  itu  agar  kamu  mendapat  keberuntungan. 
Sesungguhnya  syaitan  itu  bermaksud  hendak  menimbulkan  permusuhan  dan 
kebencian  diantara  kamu  di  dalam  khamr  dan  berjudi  itu,  dan  menghalangi 
kamu  dari  mengingat  Allah  dan  shalat:  maka  berhentilah  kamu  (dari 
mengerjakan  pekerjaan  itu)."  (Al-Maidah  : 90-91) 

Maisir  adalah  judi  dengan  segala  macam  bentuknya;  baik  itu  berupa 
dadu,  catur,  kartu,  telur,  kerikil,  dan  lain-lain.  Ia  termasuk  memakan 
harta  orang  lain  dengan  cara  yang  batil  (tidak  benar),  yang  dilarang 
oleh  Allah  kst  dalam  firman-Nva: 

2 } > .-  ' J f | - ' 

ujLjL  i yS  0 b' 1 

Dan  janganlah  sebagian  kamu  memakan  harta  sebagian  yang  lain  di  antara 
zamu  dengan  jalan  yang  batil  (Al-Baqarah:  188) 

Juga  termasuk  ke  dalam  sabda  Nabi  pg  yang  bunyinya: 

. : ' i'"'  * * ' • * *■.  r.,  n . .*  z - --  f . ' 

<L*Lj2J!  * 4.;  J LL 1 AbJ * jU  <3  a-Jd>  L)l>t  j >J ! 

Sesungguhnya  orang-orang  yang  berusaha  mendapatkan  harta  Allah  tanpa 
bagi  mereka  disediakan  neraka  pada  hari  kiamat.283 

Di  dalam  Shahih  Bukhariy  disebutkan  bahwa  Rasulullah 
ber  sabda: 


253.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (311 8)  dari  Khaulah  Al-Anshariyan 


Berjudi  ►►  145 


JUi  Jii 


"Barangsiapa  berkata  kepada  saudaranya,  "Kemarilah,  ayo  kita  taruhan!" 
maka  hendaklah  ia  bersedekah ,JM 

Jika  sekedar  mengajak  saja  mesti  membayar  kaffarah  atau 
shadaqah,  lalu  bagaimana  dengan  melakukannya?! 


Pasal  Bermain  Dadu  dan  Catur 


Para  ulama  berselisih  pendapat  tentang  dadu  dan  catur  yang  tidak 
mengandung  taruhan  di  dalamnya.  Namun  mereka  bersepakat  tentang 
haramnya  bermain  dengan  menggunakan  dadu  berdasarkan  sebuah 
hadits  shahih,  Rasulullah  bersabda: 


4^0  * 


" Barangsiapa  bermain  dengari  menggunakan  nardasyir  (dadu)  maka  ia 
bagaikan  mencelupkan  tangannya  di  dalam  daging  dan  darah  babi."2H ? 


Juga, 


J' 


Barangsiapa  bermain  dengan  dadu  berarti  ia  telah  durhaka  kepada  Allah  dan 
Rasul-Nya ,286 

Ibnu  'Umar  sg*  berkata,  "Bermain  dengan  menggunakan  dadu 
itu  sama  dengan  melumuri  tubuh  dengan  minyak  babi." 

Adapun  tentang  catur,  sebagian  besar  ulama  mengharamkan 
bermain  dengannya;  baik  dengan  atau  tanpa  taruhan.  Jika  mengguna- 
kan taruhan  itu  adalah  judi  tanpa  diperselisihkan  lagi.  Sedangkan  jika 
tidak,  maka  itu  pun  juga  judi  dan  menurut  sebagian  besar  ulama 
hukumnya  haram.  Ada  riwayat  dari  Imam  Syafi'iy  yang  membolehkan, 
jika  dalam  permainan  catur  itu  tidak  sampai  melalaikan  dari  yang  wajib 
dan  shalat  pada  waktunya. 

284.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Bukhari  (4860.6301 ).  Muslim  (1647).  At-Tirmidzi  (1545),  An-Nasa’i  (7/7)  dan  Ahmad 
(2/309)  dari  AbuHurairah. 

285.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/352,357).  Muslim  (2260).  Abu  Dawud  (4939).  Ibnu  Majah  (3763)  dan  Ibnu 
Hibban  (5874)  dari  Buraidah. 

286.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/958).  Ahmad  (4/379).  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad(  1269),  Abu 
Dawud  (4938).  Ibnu  Majah  (37621.  Al-Hakim  (1  50).  Ibnu  Hibban  (5872)  dan  Al-Baihaqi  (10/315)  dari  Abu 
Musa  dan  di-sbab/b-kan  oleh  Asy-Syaikh  seraya  berkata:  Hasan dalam  Al-lrwa' (2670)  dan  Shahih  Al- 
Jami'  (6529). 

146 1 D~D%aBesar 


Imam  an-Na\vawiy  aiA  pernah  ditanya  tentang  hukum  bermain 
catur,  apakah  haram  atau  jaiz  (dibolehkan),  beliau  menjawab,  "Menurut 
sebagian  besar  ulama  hukumnva  haram."  Beliau  pernah  pula  ditanya 
tentang  permainan  catur,  boleh  atau  tidak?  Apakah  pemain  catur  itu 
berdosa  atau  tidak?  Beliau  menjawab,  "Jika  permainan  itu  menyebabkan 
hilangnya  kesempatan  untuk  menunaikan  shalat  pada  waktunya  atau 
permainan  itu  disertai  dengan  taruhan  maka  hukumnya  haram.  Jika 
tidak,  hukumnva  makruh  saja.  Begitu  menurut  pendapat  madzhab 
Svafi'iy.  Sedangkan  menurut  pendapat  madzhab  lainnya  tetap  saja 
haram." 

Dalil  yang  dipakai  oleh  kebanyakan  ulama  untuk  mengharamkan 
catur  adalah  firman  Allah,  “ Diharamkan  bagimu  (memakan)  bangkai, 
darah,  daging  babi,  (daging  hewan ) yang  disembelih  atas  nama  selain  Allah, 
yang  tercekik,  yang  terpukul,  yang  jatuh,  yang  ditanduk,  yang  diterkam 
binatang  buas,  kecuali  yang  sempat  kamu  menyembelihnya,  dan  (diharamkan 
bagimu ) yang  disembelih  untuk  berhala.  Dan  (diharamkan  juga)  mengundi 
nasib  dengan  azlam.”  (Al-Maidah:  3) 

Sufyan  dan  Waki'  bin  Jarrah  berkata,  "Azlam  itu  adalah  catur" 

Ali  bin  Abu  Thalib  A berkata,  "Catur  itu  adalah  judinya  orang- 
orang  ajam  (non  Arab)." 

Suatu  hari  Ali  berjalan  melewati  orang  yang  sedang  bermain  catur, 
lalu  beliau  berkata,  "Patung-patung  apakah  yang  kalian  hadapi  ini? 
Seandainya  kalian  menyentuh  bara  api  sampai  padam  adalah  lebih  baik  dari 
pada  menyentuh  benda  ini!"2*'  Lalu  beliau  berkata,  "Demi  Allah,  bukan 
untuk  ini  kalian  diciptakan!” 

Beliau  juga  berkata,  "Pemain  catur  itu  adalah  orang  yang  paling 
pendusta.  Yang  seorang  berkata,  'Sudah  aku  bunuh!'  padahal  ia  ia  tidak 
membunuh,  dan  yang  satunya  berkata,  'Skak  mat!"  padahal  tidak  mati." 

Abu  Musa  al-Asy’ariy  cik  berkata,  "Orang  yang  bermain  catur  itu 
hanyalah  orang  yang  salah. "2!<s 

Ishaq  bin  Rahawaih  ditanya,  "Apakah  menurut  Anda  dalam 
permainan  catur  itu  ada  siksanya!"  Beliau  menjawab,  "Siksaan  semuanya 
ada  di  situ!"  Dikatakan  pula  kepadanya,  "Sesungguhnya  para  ahli  tsughur 
(orang-orang  yang  berjaga  di  perbatasan)  bermain  catur  untuk 
(berlatih)  perang.”  Beliau  menjawab,  "Itu  adalah  kemaksiatan." 

287.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  daiam  Dzammul  MalahU 39)  dari  jalurnya  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab 
(6518)  dan  As-Sunan  (10/21 2).  Sedangkan  Isnadnya  lemah. 

288.  Diriwayatkan  oleh  Al-Balhaql  dalam  As-Sunan  (10/2 12)  dan  menyebutnya  dalam  Asy-Syu'ab  (5/241). 

Berjudi  ►►  147 


Muhammad  bin  Ka'ab  al-Qurazhiy  ditanya  tentang  catur  menjawab, 
"Akibat  yang  paling  ringan  dari  permainan  itu  adalah  bahwa  orang  vang 
bermain  catur  itu  akan  dibangkitkan  pada  hari  kiamat  bersama  orang- 
orang  yang  berbuat  batih' 

Ibnu  'Umar  s • pernah  ditanya  tentang  catur.  Beliau  menjawab, 
"Catur  lebih  buruk  dari  pada  dadu!"-'"  Pengharaman  permainan  catur 
telah  disebutkan  di  depan. 

Imam  Malik  bin  Anas  Ajb  pernah  pula  ditanya  tentang  catur,  beliau 
menjawab,  "Catur  itu  termasuk  dadu." 

Ibnu  Abbas  pernah  menjadi  wali  anak-anak  yatim  dan  mengurus 
harta  waris  mereka.  Di  antara  peninggalan  ayah  anak  yatim  itu  terdapat 
catur  dan  beliau  membakarnya. 292  Andaikata  bermain  catur  itu 
dibolehkan,  tentu  beliau  tidak  membakarnya.  Sebab  catur  yang  beliau 
bakar  itu  adalah  harta  anak  yatim.  Karena  catur  itu  haram  maka  beliau 
membakarnya.  Itu  sama  dengan  khamr.  Jika  terdapat  khamr  dalam  harta 
anak  yatim,  maka  wajib  ditumpahkan.  Begitu  pula  halnya  dengan  catur. 
Ini  adalah  pendapat  ulama  ummat  ini,  Abdullah  bin  Abbas  A?) 

Ibrahim  an-Nakha'iy  ditanya,  'Apa  pendapat  Anda  tentang  bermain 
catur?"  beliau  menjawab,  "Bermain  catur  itu  terkutuk."291 

Dalam  kitab  al-Jami',  Abu  bakar  al-Atsram  meriwayatkan  dari 
Watsilah  bin  al-Asqa’  dari  Rasulullah  /mg  sabda  beliau,  " Sesungguhnya 
Allah  dalam  setiap  harinya  memandang  kepada  makhluknya  sebanyak  360 
kali,  namun  tidak  sekalipun  untuk  pemain  catur,  karena  ia  berkata  'raja 

mati!'"191 

Abu  Bakar  al-Aajurriy  meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  iga  bahwa 
Rasulullah  bersabda,  "Jika  kalian  melewati  orang-orang  yang  tengah 
bermain  dadu  dan  catur  serta  segala  bentuk  permainan  yang  melalaikan, 
janganlah  kalian  mengucapkan  salam  kepada  mereka.  Sesungguhnya  ketika 
mereka  berkumpul  itu  setan  bersama  tentara-tentaranya  datang  kepada  mereka 
dan  mengerumuni  mereka.  Setiap  ada  yang  keluar  dari  kerumunan  itu  dan 
■nemalingkan  mukanya  darinya  setan  memukulnya  dengan  tentara- 


2:9  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Dzammul  Malahi  (102)  dan  Al-Baihaqi  menyebutnya  dalam  Asy- 
Syu'ah  (5/241 ).  Sedangkan  Sanad  Ibnu  Abi  Dunya  hasan. 

IA  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Dzammul  Malahi  ( 101 ) dan  Al-Baihaqi  (10/212). 

2 y Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Dzammul  Malahi  (95).  Al-Baihaqi  (10/21 2)  dan  juga  dalam  Asy- 
Syu’ab  (6520).  Sedangkan  sanadnya  hasan 

2?2.  293.  dan  294.  Saya  belum  menemukannya  setelah  pencarian  yang  melelahkan.  Al-Mundziri  dalam  At- 
Targhib  berkata,  kata-kata  Asy-Syati iramtpermalnan  caturi  ada  disebutkan  dalam  beberapa  hadits  yang 
aku  sama  sekali  tak  tahu  sanadnya.  baik  yang  shahih  maupun  hasan.  Wa/lahu alam. 

i48  i D~D%a Besar 


tentaranya.  Mereka  tenis  bermain  sampai  akhirnya  mereka  bubaran  seperti 
anjing  yang  mengerumuni  bangkai,  lalu  makan  darinya  sampai  kenyang  dan 
barulah  beranjak  pergi.  Dan  juga  karena  mereka  berdusta,  mereka  berkata, 
'raja  mati!'"293 

Diriwayatkan  pula  bahwa  beliau  yg  bersabda,  "Manusia  yang  pal- 
ing berat  adzabnya  pada  hari  kiamat  adalah  pemain  catur."  Pemain  catur 
itu  berkata,  "Aku  sudah  membunuhnya.  Demi  Allah  dia  sudah  mati!" 
Demi  Allah  dia  telah  berdusta  atas  nama  Allah.294 


Mujahid  berkata,  "Apabila  seseorang  akan  meninggal  dunia, 
akan  ditampakkan  di  hadapannya  teman-teman  duduknya.  Suatu  hari 
seorang  yang  suka  bermain  catur  sedang  menghadapi  ajal,  lantas 
ditalqinkan  kalimat  ’laa  ilaaha  illallaah'.  Namun  orang  itu  mengucapkan 
kalimat  'Skak ! ' kemudian  dia  mati.  Lidahnya  sudah  terbiasa 
mengucapkan  kata  itu  selagi  hidup,  sehingga  ketika  datang  ajal  ia 
mengganti  kalimat  tauhid  dengan  kalimat  Skak!" 


Begitu  juga  yang  terjadi  pada  orang  lain  yang  terbiasa  duduk 
berkumpul  dengan  para  pemabuk.  Ketika  datang  ajalnya,  dan  diajarkan 
kepadanya  kalima  syahadat,  ia  malah  berkata,  "Minumlah  dan  beri  aku 
minum!".  Lalu  ia  mati.  Laa  haula  walaa  quwwata  illaa  billaah. 


Semua  ini  seperti  yang  telah  disitir  oleh  sebuah  hadits: 


«J, S-  UU' D b> 


ulp  D w'  1— ° I l/L  UU 


"Tiap-tiap  orang  itu  akan  mati  dalam  keadaan  seperti  apa  yang  biasa  ia 
lakukan,  dan  akan  dibangkitkan  dalam  keadaan  seperti  saat  ia  mati.1'29-' 

Marilah  kita  memohon  kepada  Allah  Yang  Maha  Memberi  semoga 
Dia  mewafatkan  kita  sebagai  orang-orang  Islam  -dengan  anugerahNya- 
bukan  sebagai  orang  yang  menggantinya,  merubahnya,  tersesat,  dan 
bukan  pula  berpaling.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah. 


295.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/331 .366).  Muslim  12878).  Ath-Thahawi  Musykil( 255),  Al-Hakim  (2/452)  dan 
Ibnu  Hibban  (731 9)  dari  Jabir. 


Berjudi  ►►  149 


" 21 

MENUDUH  WANITA  MUKMINAH 
BERBUAT  ZINA 


Allah  iir  berfirman: 


^ //  £ J j * j 3 ' 3 ^ 3 ' ^ S * 

j 0 ^ ' « llj  jJl  l j-JtJ  ol  w'  y*  j i y j jJl  «jJ 

/ j / > 3 ,y  3x  ^ / v« 

• i •"  a ^ A ^ . s o S , > * j o#  (f3  5IX  9 £ 9 ' * ' 

i jJ  L 1 ^ j ' • t ^ _■  w\j  I ^4  -y  ■ ,«y  ^ «1  P >A  ^ .«■♦•O  ^ yt 


Sesungguhnya  orang-orang  yang  menuduh  wanita-wanita  yang  baik-baik, 
yang  lengah  lagi  beriman  (berbuat  zina),  mereka  kena  laknat  di  dunia  dan 
akhirat,  dan  bagi  mereka  azab  yang  besar,  pada  hari  (ketika)  lidah,  tangan 
dan  kaki  mereka  menjadi  saksi  atas  mereka  terhadap  apa  yang  dahulu  mereka 
kerjakan.  (An-Nur:  23-24) 


-'i-'  " . , ' u 0 ■*  * i 3 \ y'  5 > * - 9 * ♦ . * 0 

oJuL^r  'rjLoJ  « JwL>r  13  $■  ^ 4_*j  < L'  ^ «jL  «J  a_j  ^Ol.l.-O  ^>r  )1  w'  4_a 

- \ y ' • s • y * \ \ _/  > 


/ -3  } y 'G  ^ ' * O s S 

a-fi - l_iJ ' -v-A  2. JLiljlj  IJbl  ■>  g 1 I aLjijV  j 


Dan  orang-orang  yang  menuduh  wanita-wanita  yang  baik-baik  (berbuat  zina) 
dan  mereka  tidak  mendatangkan  empat  orang  saksi,  maka  deralah  mereka 
(yang  menuduh  itu)  delapan  puluh  kali  dera,  dan  janganlah  kamu  terima 
keksaksian  mereka  buat  selama-lamanya.  Dan  mereka  itulah  orang-orang 
yang  fasik.  (Aan-Nur:  4) 

Pada  ayat  di  atas,  Allah  i*  menjelaskan  bahwa  barangsiapa 
menuduh  wanita  baik-baik,  merdeka  (bukan  budak),  dan  menjaga  diri 
mereka  dari  perbuatan  zina  serta  perbuatan-perbuatan  keji  lainnya, 
maka  ia  akan  mendapatkan  laknat  di  dunia  dan  di  akhirat  serta  adzab 
yang  berat.  Selain  itu  mereka  mendapatkan  hukuman  80  kali  cambukan 
di  dunia  dan  kesaksiannya  tidak  akan  diterima  walaupun  ia  berlaku 
adil. 


Menuduh  Wanita  Mukminah  Berbuat  Zina  ►►  151 


Imam  Bukhari  dan  Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda,  "Jauhilah  oleh  kalian  tujuh  perkara  yang  membinasakan /"2% 
Lalu  beliau  menyebutkannya.  Di  antaranya  vaitu  menuduh  wanita  baik- 
baik  yang  beriman  telah  berbuat  zina. 

Tuduhan  ini  dapat  berupa  perkataan  yang  ditujukan  kepada  seorang 
wanita  'ajnabi'  (bukan  mahram)  yang  merdeka,  menjaga  diri,  dan 
seorang  muslimah.  Misalnya;  'Hai  pezina!',  'Hai  pelacur!',  'Hai  wanita 
murahan!1.  Bisa  juga  ditujukan  kepada  suaminya,  misalnya;  'Hai  suami 
wanita  murahan!'.  Dan  bisa  juga  kepada  anaknya,  semisal;  'Hai  anak 
wanita  pezina!'  atau  'Hai  anak  wanita  murahan!'  Kata  'wanita  murahan' 
adalah  kiasan  dari  kata  'wanita  pezina'.  Jika  ada  seseorang,  baik  laki- 
laki  atau  perempuan,  mengatakan  kepada  orang  lain,  baik  laki-laki  atau 
pun  perempuan,  seperti  ucapan  yang  ditujukan  kepada  seorang  laki- 
laki,  'Hai  pezina!'  atau  kepada  anak  kecil  yang  merdeka,  'Hai  anak 
haram!1  maka  wajib  atas  orang  yang  mengucapkan  itu  hukuman 
cambuk  80  kali.  Kecuali  jika  ia  dapat  menunjukkan  buktinya.  Menurut 
Allah  buktinya  adalah  kesaksian  empat  orang  laki-laki  bahwa  apa  yang 
dia  ucapkan  itu  benar  adanya,  bahwa  orang  yang  dituduhnya  berbuat 
zina  telah  benar-benar  berbuat  zina.  Namun  jika  tidak  ada  bukti  maka 
ia  dihukum  cambuk.  Yaitu  apabila  orang  yang  telah  dia  tuduh  itu 
menuntutnya.  Begitu  pula  dengan  seseorang  yang  menuduh  budaknya 
telah  berbuat  zina  baik  yang  laki-laki  atau  pun  perempuan  dengan 
mengatakan,  'Hai  pezina!',  'Hai  pelacur!',  atau  'Hai  wanita  murahan!'. 

Yang  demikian  ini  karena  Rasulullah  -t-g  pernah  bersabda, 


JVi  UT 


' * \_L'  C L 


"Barangsiapa  menuduh  budaknya  dengan  tuduhan  zina  niscaya  akan 
ditegakkan  hukum  hadd  pada  hari  kiamat  nanti,  kecuali  jika  benar  apa  yang 
diucapkannya."1'*' 


Banyak  orang  yang  tidak  mengerti  terjerumus  dalam  perkataan 
yang  keji  ini.  Perkataan  yang  akan  mengantarkan  mereka  kepada 
hukuman;  di  dunia  dan  di  akhirat.  Berkaitan  dengan  ini  Rasulullah  tjg 
pernah  bersabda: 


296.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

297.Shahfh.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6858).  Muslim  (1660).  Abu  Dawuddan  Ahmad  (2/431)  dari  Abu 
Hurairah. 


D: d' .«Besar 


152 


"Sesungguhnya  seseorang  itu  benar-benar  mengucapkan  kata-kata  yang  ia 
tidak  mengecek  ulang  terlebih  dahulu  kebenarannya,  dan  itu  pun 
menjadikannya  tergelincir  di  neraka  melebihi  jauhnya  Timur  dan  Barat.''19” 

Mu'adz  bin  Jabal  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  kita  akan  diadzab 
gara-gara  ucapan  kita?"  Beliau  menjawab, 


J* 


il 


jll!'  g .aL'I  L-Ssj  lij  b ZJutSJ 


"Ibumu  kehilanganmu  hai  Mu'adz,  tidakkah  orang-orang  itu  jatuh 
tertelungkup  di  atas  wajah  mereka  di  dalam  neraka  hanya  dikarenakan  hasil 
kerja  lidah-lidah  mereka?”199 

Dalam  sebuah  hadits  Nabi  bersabda: 

i y 3*3,  o ' y ' ' 

3 i 9 ► < 0 ' . „ • , . r,  0 't  + -*  o > , . 0 - 

C-O-1  •!  1 LS-Jj  yv-V  * wl j aLL 

" Barangsiapa  beriman  kepada  Allah  dan  hari  akhir  hendaknya  dia  berkata 
yang  baik  atau  diam."300 

Di  dalam  al-Qur’an  yang  mulia  Allah  i*  berfirman: 

.Lup  v_~Jj  ajJJ  V)  J ii  ■ Ji-dj  D 

Tiada  suatu  ucapanpun  yang  diucapkan  melainkan  ada  di  dekatnya  malaikat 
Raqib  (pengawas),  'Atid  (yang  selalu  siap  sedia).  (Qaf:  18) 

'Uqbah  bin  Amir  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  apakah  keselamatan 
itu?"  Beliau  menjawab, " Tahanlah  lidahmu,  hendaknya  kamu  merasa  lapang 
dengan  rumahmu,  dan  menangislah  oleh  karena  kesalahanmu.  Sesungguhnya 
manusia  yang  paling  jauh  dari  Allah  adalah  vang  keras  hatinya."30' 

Ada  sebuah  hadits  yang  berbunyi,  "Sesungguhnya  manusia  yang  pal- 
ing dimurkai  oleh  Allah  adalah  ’al-fahisy'  ( manusia  yang  banyak  mengucapkan 
kata-kata  yang  keji)  dan  'al-badziy',  (manusia  yang  banyak  mencela)  yang 

298.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Bukhari  '6477).  Musim  (2988)  dan  Ahmad  (2/378)  dari  Abu  Hurairah. 

299.  Diriwayatkan  olehAbd  bin  Humaid  (112;  dan  Hannad  dalam  Az-Zuhd 1 1 09C).  At-Tirmidzi  (2616).  Ibnu 
Majah  (3973).  Ibnu  Abi  Dunyadaiam  Ash-Shamtul6).  Ai-Hakim  (2  41 21.  Al-Bainaqi  Asy-Syuab  (4607), 
As-Sunan  (9/20)  dan  di-snanih-kan  oleh  Asy-Syaikh  Ai-Aibani. 

300.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  A -B  :khari  (6018/.  Muslim  (47).  Ahmad  (2  463),  ibnu  Mandah  (300)  dan  Ibnu 
Hibban  (506)  dari  Abu  Hurairah. 

301.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (2406).  Ahmad  (5148.149.259).  Ibnu  Abi  Dunyadaiam  Ash-Shamtu  (2), 
Ath-Thabrani  (1 7/270,743).  Al-Balhaqi  dalam  Asy-Syu’ab  (4582)  juga  dalam  Az-Zuhd (236).  Al-Adab{ 403), 
Abu  Nu'aim  (2/9).  Dan  di-s.bab/Man  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (890)  dan  Ash-Shahih  1 1 383). 


Menuduh  Wanita  Mukminah  Berbuat  Zina  ►►  153 


selalu  mengatakan  kata-kata  yang  buruk."302 

Semoga  Allah  -dengan  anugerah  dan  kemuliaanNya-  menjaga  kita 
semua  dari  kejahatan  lisan  kita.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi 
lagi  Maha  Mulia. 


302.  Hadits  dengan  lafazh  ini  belum  aku  temukan,  hanya  saja  terdapat  banyak  hadits  dengan  versi  yang  senada, 
seperti,  'L aisal  Mu’min  bith-tha'an  walla'an  wa  la  al-fahisyal-badzi',  diriwayatkan  Al-Bukhari  dalam  Al- 
Adab  Al-Mufrad  (312),  At-Tirmidzi  (2043).  Ahmad  (1/405).  dan  Al-Hakim  (1/12)  dari  Ibnu  Mas'ud. 

D:t%,  Besar 


154 


D.sa 

Besar 


GHULUL TERHADAP 
HARTA  GHANIMAH,  HARTA 
BAITUL  MAL,  DAN  ZAKAT 


Allah  berfirman: 

; i >'  ^ * 

julUJI  aD'  j! 

Sesungguhnya  Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  berkhianat.  (Al-Anfal: 
58) 

Dan  tidak  mungkin  seorang  nabi  berbuat  ghulul.  Barangsiapa  yang  berbuat 
ghulul,  maka  pada  hari  kiamat  ia  akan  datang  membawa  apa  yang 
dikhianatkannya  itu  (Ali  Imran:  161) 

Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  berkata, 

"Suatu  hari  Rasulullah  berdiri  di  tengah-tengah  kami.  Beliau 
menyebut  tentang  ghulul,  menganggapnya  sebagai  sesuatu  yang  besar, 
menganggapnya  sebagai  suatu  urusan  yang  besar.  Lalu  beliau  bersabda, 
'Sungguh  aku  akan  mendapati  seseorang  diantara  kalian  pada  hari  kiamat 
datang  dengan  memikul  onta  yang  melenguh-lenguh.  la  akan  berkata,  'Wahai 
Rasulullah  tolonglah  aku.'  Maka  Aku  jawab,  'Aku  tidak  memiliki  sesuatupun 
dari  Allah  untuk  itu.  Sungguh  aku  telah  menyampaikan  semuanya  kepadamu. 
Aku  juga  akan  mendapati  seseorang  diantara  kalian  pada  hari  kiamat  datang 
dengan  memikul  kuda  yang  meringkik-ringkik.  Ia  akan  berkata,  'Wahai 
Rasulullah  tolonglah  aku.'  Maka  Aku  jawab,  'Aku  tidak  memiliki  sesuatupun 
dari  Allah  untuk  itu.  Sungguh  aku  telah  menyampaikan  semuanya  kepadamu.' 
Aku  juga  akan  mendapati  seseorang  diantara  kalian  pada  hari  kiamat  datang 
dengan  memikul  kambing  yang  mengembik-embik,  la  akan  berkata,  'Wahai 
Rasulullah  tolonglah  aku.'  Maka  Aku  jawab,  'Aku  tidak  memiliki  sesuatupun 
dari  Allah  untuk  itu.  Sungguh  aku  telah  menyampaikan  semuanya  kepadamu.' 
Aku  juga  akan  menda-pati  seseorang  diantara  kalian  pada  hari  kiamat  datang 
dengan  memi-kul  binatang  yang  mengeluarkan  suara-suara  yang  keras.  Ia 


Ghulul  Terhadap  Harta  Ghanimah,  Harta  Baitul  Maal,  dan  Zakat  ►►  155 


akan  berkata,  'Wahai  Rasulullah  tolonglah  aku.'  Maka  Aku  jawab,  'Aku  tidak 
memiliki  sesuatupun  dari  Allah  untuk  itu.  Sungguh  aku  telah  menyampaikan 
..  luanya  kepadamu.'  Aku  juga  akan  mendapati  seseorang  diantara  kalian 
paaa  nari  kiamat  datang  dengan  memikul  kain  dan  baju-baju  yang  berkibar- 
kibar.  la  akan  berkata,  'Wahai  Rasulullah  tolonglah  aku.'  Maka  Aku  jawab , 
'Aku  tidak  memiliki  sesuatupun  dari  Allah  untuk  itu.  Sungguh  aku  telah 
menyampaikan  semuanya  kepadamu.'  Aku  juga  akan  mendapati  seseorang 
diantara  kalian  pada  hari  kiamat  datang  dengan  memikul  barang-barang 
berharga,  la  akan  berkata,  'Wahai  Rasulullah  tolonglah  aku.'  Maka  Aku  jawab, 
'Aku  tidak  memiliki  sesuatupun  dari  Allah  untuk  itu.  Sungguh  aku  telah 
menyampaikan  semuanya  kepadamu.'30' 

Barangsiapa  mengambil  sesuatu  dari  harta  ghanimah  yang  tersebut 
di  atas  sebelum  dibagikan  kepada  mereka  yang  berhak  atasnya,  atau 
mengambilnya  dari  baitul  maal  tanpa  seizin  imam,  atau  dari  zakat  yang 
dikumpulkan  untuk  orang-orang  fakir,  pada  hari  kiamat  akan  datang 
dengan  memikulnya  di  leher.  Demikian  seperti  yang  difirmankan  oleh 
Allah  'Barangsiapa  yang  berbuat  ghulul,  maka  pada  hari  kiamat  ia  akan 
datang  membawa  apa  yang  dikhianatkannya  itu.' 

Nabi  pernah  bersabda: 


li'i  /J 


» tS'P'i  * U -k.  ^ i 


"Serahkanlah  benang  dan  jarum.  Hindarilah  ghulul  sebab  ia  akan  memper- 
malukan orang  yang  melakukannya  pada  hari  kiamat  kelak."304 

Ketika  Ibnu  Latbiyyah  yang  diperintah  oleh  Nabi  ^ untuk 
mengurusi  zakat  datang  dan  berkata,  "Ini  untuk  kalian  sedangkan  yang 
ini  dihadiahkan  kepadaku.",  Nabi  g;  naik  ke  mimbar,  memuji  Allah 
dan  lalu  bersabda, "Demi  Allah,  tidak  seorang  pun  dari  kalian  yang  mengambil 
sesuatu  yang  bukan  merupakan  haknya  kecuali  pada  hari  kiamat  kelak  ia 
akan  memikulnya.  Aku  tidak  akan  mengenal  siapapun  dari  kalian  yang  datang 
menghadap  Allah  dengan  memikul  onta  atau  sapi  yang  melenguh,  atau 
kambing  yang  mengembik."  Lalu  beliau  mengangkat  kedua  tangan 
sambil  berucap,  "Ya  Allah,  adakah  aku  telah  menyampaikan  semuanya?"303 

Abu  Hurairah  g-  meriwayatkan,  "Kami  berangkat  bersama 
Rasulullah  ig  menuju  Khaibar  (maka  kami  memenangkan 
pertempuran).  Kami  tidak  mendapati  ghanimah  berupa  emas  ataupun 

303.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/426)  dan  Al-Bukhan  (73). 

304.  Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/318,319).  At-Tirmidzi  (1561).  An-Nasa'i  (7/131).  Ibnu  Majah  (2852), 
Ath-Thabari  (15655).  Ibnu  Hibban  (4855)  dan  Al-Hakim  (2/136)  dari  Llbadah  bin  Shamit. 

305.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2597)  dan  Muslim  (1832)  dari  Abu  Hamid  As-Sa'idi. 

D~o%.,Besar 


156 


uang.  Yang  kami  dapatkan  adalah  makanan  dan  pakaian.  Lalu  kami 
berangkat  lagi  menuju  lembah  (Wadil  Qura).  Saat  itu  ada  seorang  budak 
bersama  Rasulullah  p*;,  hadiah  dari  salah  seseorang  bani  Jidzam  (yaitu 
Rafa'ah  bin  Yazid  dari  bani  Dlabib).  Ketika  kami  sampai  di  lembah,  budak 
milik  Rasulullah  itu  melepaskan  pelana  unta  beliau.  Tiba-tiba 
meluncur  anak  panah  mengenainya  dan  ia  pun  menemui  kematiannya. 
Kami  pun  berkata,  "Duhai,  indah  sekali  dia  mendapatkan  kesyahidan, 
wahai  Rasulullah."  Maka  Rasulullah  pun  bersabda,  "Tidak,  demi  Yang 
jiwaku  ada  di  tangan-Nya.  Mantel  (yang  dipakainya)  itu  benar-benar  akan 
dipenuhi  api  yang  menyala-nyala.  Dia  telah  mengambilnya  dari  harta 
ghanimah  yang  belum  sempat  dibagi."  Hal  itu  mengagetkan  orang-orang. 
Lalu  ada  seseorang  yang  datang  membawa  satu  atau  dua  buah  tali  sepatu 
sambil  berkata,  "Aku  mengambilnya  ketika  terjadi  pertempuran  di 
Khaibar."  Rasulullah  bersabda,  "Satu  atau  dua  buah  tali  sepatu  dari 
api Y306 

Abdullah  bin  Amru  berkata,  "Dalam  rombongan  Rasulullah 
#2  ada  seorang  laki-laki  bernama  Karkara.  Orang  itu  meninggal  dunia. 
Nabi  Jyijj  bersabda,  'Dia  masuk  neraka.'  Maka  orang-orang  mendatangi  dan 
memeriksanya.  Mereka  menemukan  sebuah  jubah  yang  telah  dicurinya  dari 
harta  rampasan  perang."M~ 

Zaid  bin  Khalid  al-Jahniy  berkata,  "Ada  seorang  laki-laki  yang  telah 
mencuri  harta  rampasan  perang  pada  peperangan  Khaibar.  Ketika  ia 
mati,  Nabi  tidak  mau  menshalatinva.  Beliau  bersabda,  'Temanmu  itu 
telah  berbuat  ghulul  dalam  jihad  f'i  sabilillah.'  Kami  pun  memeriksa  barang- 
barangnya  dan  kami  temukan  manik-manik  orang  Yahudi  yang  nilainya  tidak 
lebih  dari  dua  dirham."?os 

Imam  Ahmad  berujar,  "Setahu  kami  Nabi  tidak  pernah  menolak 
untuk  menshalati  mayat  seseorang  kecuali  jika  ia  adalah  seorang  ghaal 
(pencuri  harta  rampasan  perang)  atau  seorang  yang  bunuh  diri."509 

306.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2,459).  Al-Bukhari  (4234,6077).  Muslim  (11 5),  Abu  Dawud  (2711)  dan 
An-Nasa’i  (7/24)  dari  Abu  Hurairah. 

307.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3074).  dan  Ahmad  (21 60)  dari  Ibnu  Amr. 

308.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (2710),  An-Nasa  i (4/64),  Ibnu  Majah  (2848),  Malik  (2/458),  Ai-Humaidi 
(81 5),  Abdur  Razzaq  (9501  i.  Ahmad  (5  1 92).  Ath-T'nabari  (5174.5175)  dan  Ibnu  Hibban  (4853)  dari  Khalid 
bin  Zaid  Ai-Juham  dan  hadits  ini  shahih. 

309.  Terdapat  riwayat  yang  menyatakan  bahwa  Rasuuliah  tidak  berkenan  menshalatKan  si  mayit  yang  masin 
meninggalkan  hutang.  Tetapi  tampaknya  setelah  selang  beberapa  waktu  beliau  menshaiatkannya,  berdasarkan 
hadits  Abu  Hurairah.  Bahwa  Rasulullah  •:  pernah  didatangkan  seorang  yang  sudah  meninggal  yang 
masih  menanggung  hutang.  Nabi  js  bertanya.  "Apakah  ia  ada  mempunyai  hutang?"  Atau,  ’Apakahiaada 
meninggalkan  sesuatu  yang  ia  pesankan  untuk  melunasinya  ?"Biia  jawabannya  ia  ada  meninggalkan 
sesuatu  untuk  membayar  hutangnya,  maka  Rasui  saw  menshaiatkannya,  jika  tidak,  beliau  saw  berkata 
kepada  para  sahabat. " Shalatkaniah  teman  kalian.  "Namun  ketika  Allah  telah  membukakan  kunci  penaklukan 

Ghulunerhadap  Harta  Ghanimah,  Harta  Baitul  Maal,  dan  Zakat  ►►  157 


Diriwayatkan  bahwa  Nabi  bersabda: 


j\ Ip  Jlli-'i  bljLfc 

"Hadiah  yang  diberikan  kepada  pejabat  itu  sama  dengan  harta  ghulul."3 10 

Berkenaan  dengan  masalah  ini  banyak  sekali  hadits  yang 
membicarakannya.  Sebagiannya  tersebut  dalam  babaz-Zhulmu  (Tentang 
Kezhaliman) . 

Kezhaliman  itu  sendiri  ada  tiga;  Pertama,  memakan  harta  orang 
lain  secara  batil.  Kedua,  menzhalimi  orang  dengan  membunuhnya, 
memukulnya  dengan  pukulan  yang  mematahkan  tulang,  atau 
melukainya.  Ketiga,  menzhalimi  orang  dengan  mencelanya, 
melaknatnya,  mencacinya,  atau  menuduhnya  berbuat  mesum. 

Di  Mina,  Nabi  pernah  berkhutbah  yang  isinya: 


7^ 


3 ^3, 

]y>- 


jfr''  « *a\  * jl 

- f ' 

'di  IS'jJu  \jjt 


"Ketahuilah,  bahwa  sesungguhnya  darah,  harta,  dan  kehormatan  kalian  haram 
atas  kalian  semuanya  sebagaimana  haramnya  hari  kalian  ini,  pada  bulan  kalian 
ini,  di  negeri  kalian  ini."iU 


Nabi  bersabda: 

3**3  * ' ' ' 3 y * 3 * ' K * 3 ' 

_ JLi  kt  * j Jtj  jp-i  J-iV 


“Allah  tidak  akan  meneriman  shalat  tanpa  bersuci  dan  sedekah  dari  hasil 
ghulul.”2’12 

Kita  memohon  taufik  kepada  Allah  untuk  hal-hal  yang  dicintai  dan 
diridlai-Nya,  sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah  lagi  Maha  Memberi. 

berbagai  kota,  Rasul  bersabda.  "Aku  mi  lebih  berhak  terhadap  kaum  mukminin  daripada  diri  mereka  sendiri. 
Maka  barang  siapa  yang  meninggal  dan  ada  meninggalkan  hutang,  maka  akulah  yang  melunasinya,  dan 
barangsiapa  yang  meninggalkan  harta,  maka  itu  untuk  ahli  warisnya".  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/290), 
Muslim  (1619).  An-Nasa'i  (4/66),  Abu  Dawud  (2955).  dan  A!-Bukhari  juga  meriwayatkan  hadits  senada 
(5371). 

310.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/424),  Ibnu  Adi  (1/300).  A!-Baihaqi  (10f138)  dari  Abu  Hurairah  dan  Abdur 
Razzaq  (14665).  Ath-Thabrani  Ausath  (4969).  Ibnu  Adi  (1  '2841  dan  Jabir  dan  di-shahih-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  Al-Albani  dalam  Al-lrwa’i 2622). 

311.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (105,1741).  Muslim  (1679).  Abu  Dawud  (1948).  Ibnu  Majah  (233) 
dan  Ahmad  (5/37,39)  dari  Abu  Bakrah. 

312.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/5).  Muslim  (224).  Abu  Awanah  (1/235).  At-Tirmidzi  (1),  Ibnu  Majah 
(273),  Ahmad  (2/20,39)  dari  Ibnu  Umar.  Dan  juga  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/74),  Abu  Dawud  (59).  An- 
Nasa’i  (5/56),  Ibnu  Majah  (271 ),  Ath-Thabrani  (505)  dan  Ath-Thayalisi  (13 1 9)  dari  Usamah  bin  Umair. 

DD%a  Besar 


158 


MENCURI 


D 


rkL 


sa 

Besar 


Allah  berfirman: 


y.y 


\ ' \ - * * >' 
4lll  • iUjl  ■ r*  ^'ISo 


'-'M 


Laki-laki  yang  mencuri  dan  perempuan  yang  mencuri  potonglah  tangan 
keduanya  (sebagai)  pembalasan  dari  apa  yang  mereka  kerjakan  dan  sebagai 
siksaan  dari  Allah.  Dan  Allah  Maha  Perkasa  lagi  Maha  Bijaksana.  (Al- 
Maidah:  38) 

Menjelaskan  ayat  di  atas,  Ibnu  Syihab  berkata,  'Allah  menjatuh- 
kan hukuman  potong  tangan  bagi  siapa  saja  yang  mencuri  harta  orang 
lain.  Allah  Maha  Perkasa  dalam  menghukum  si  pencuri.  Allah  Maha 
Bijaksana  dalam  menetapkan  kewajiban  potong  tangannya  itu. 

Rasulullah  Mg  bersabda,  “Tidaklah  beriman  seorang  pezina  kala  ia 
berzina.  Tidaklah  beriman  seorang  pencuri  kala  ia  mencuri.  Namun  pintu 
taubat  senantiasa  terbuka.  ”-,B 

Abdullah  bin  Umar  meriwayatkan  bahwa  Nabi  M3  memotong 
tangan  seseorang  yang  mencuri  perisai  seharga  tiga  dirlaan-if14 

Aisyah  ^5.  berkata,  "Adalah  Rasulullah  MS  memotong  tangan 
pencuri  untuk  pencurian  seperempat  dinar  atau  lebih."415 


313. 7aWir//-nyatelah  disebutkan  dimuka. 

314.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (95,96,98).  Muslim  (1686).  Abu  Dawud  (4386),  An-Nasa'i  (8/77), 
Ibnu  Majah  (2584)  dan  Ahmad  (2.-54). 

315.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6789,6790),  Muslim  (1684),  Abu  Dawud  (43C4)  dan  An-Nasa'i  (8/ 
78). 


Mencuri  ►►  159 


Dalam  satu  riwayat  disebutkan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
"Pencuri  tidak  dipotong  tangannya  jika  harga  barang  yang  dicurinya  lebih 
rendah  dari  harga  perisai.''  Lalu  Aisvah  ditanya,  "Berapakah  harga  perisai?" 
" Seperempat  dinar.",  jawabnya.31” 

Dalam  riwayat  yang  lain  beliau  bersabda,  "Potonglah  (tangan 
pencuri)  dalam  kasus  pencurian  senilai  seperempat  dinar  dan  jangan  kalian 
potong  dalam  kasus  pencurian  yang  nilainya  lebih  rendah  dari  itu!"317 
Sepermpat  dinar  pada  saat  itu  sama  dengan  tiga  dirham.  Satu  dinar 
berarti  dua  belas  dirham. 


Abu  Hurairah  meriwayatkan  Rasulullah  ygr  bersabda: 


a-Li  « jg 


s a_b 


,UJl  A)i 


Allah  melaknat  seorang  pencuri  yang  mencuri  telur  lalu  dipotong  tangannya 
dan  mencuri  seutas  tali  lalu  dipotong  tangarmya."ils 

Al-A'masy  mengomentari  hadits  di  atas  mengatakan,  "Para  sahabat 
menafsirkan  'sebutir  telur'  dalam  hadits  tersebut  dengan  topi  baja,  dan 
'seutas  tali’  sebagai  tali  yang  nilainya  sama  dengan  tiga  dirham." 

Aisvah  m berkata,  "Seorang  wanita  dari  suku  Makhzum  pernah 
meminjam  barang,  namun  ia  mengingkarinya.  Lalu  Nabi  ^ memerin- 
tahkan untuk  memotong  tangannya.  Keluarga  wanita  itu  mendatangi 
Usamah  bin  Zaid  untuk  memintakan  dispensasi  kepada  Nabi.  Lalu 
Usamah  membicarakan  hal  itu  kepada  Nabi  iyy;  Mendengarnya,  Nabi 
bersabda,  "Wahai  Usamah,  aku  tidak  ingin  melihatmu  memintakan 
dispensasi  berkenaan  dengan  hukum  had  yang  telah  ditetapkan  oleh 
Allah  Sk  . Setelah  itu  Nabi  berdiri  berkhutbah, 


U! 


U"  J 1 


ui  > Jir ; 


> - - 


w 


Uji 


La  Jj 


"Sesungguhnya  kebinasaan  orang-orang  sebelum  kalian  dahulu  adalah  karena 
membiarkan  orang  mulia  (bangsawan)  yang  mencuri  tanpa  dijatuhi  hukuman. 
Sedangkan  jika  golongan  lemah  mencuri,  maka  ia  dijatuhi  huku-man  potong 
tangan.  Demi  (Allah)  yang  jiwaku  ada  di  tangan-Nya,  seandai-nya  Fatimah 
binti  Muhammad  mencuri,  pasti  aku  potong  tangannya!" 

316.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6792,6793.6794)  dan  Muslim  (1685). 

317.  Riwayat  Ahmad  dalam  Musnadnya  (6.'80 . 

318.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6783.6799).  Muslim  (1687).  An-Nasa'i  (8/65),  ILnu  Majah  (2583). 
Ibnu  Hibban  (5748)  dan  Al-Baihaqi  (8/253)  dan  Abu  Hurairah 

d:d%,i  Besar 


160 


Lalu  tangan  wanita  dari  suku  Makhzum  itu  pun  dipotong. 

Abdurrahman  bin  Jarir  berkata,  "Kami  bertanya  kepada  Fadlalah  bin 
ilbaid  tentang  menggantungkan  tangan  pencuri  di  lehernya,  adakah  itu 
termasuk  sunnah.  Beliau  menjawab,  Seorang  pencuri  yang  sudah  dipotong 
tangannya  dibawa  menghadap  Nabi  (yg  kemudian  beliau  memerintahkan 
supaya  tangan  orang  itu  digantungkan  di  lehernya."3 20 

Para  Ulama  berkata,  "Taubat  seorang  pencuri  itu  tidak  berguna 
kecuali  jika  ia  mengembalikan  barang  yang  telah  dicurinya.  Jika  ia  sudah 
tidak  mempunyai  apa-apa  lagi,  maka  ia  harus  meminta  kehalalan  apa 
vang  dicurinya  kepada  pemiliknya. 

Wallahu  a'lam. 


319.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6788).  Muslim  (1 688)  dan  An-Nasa'i  (8/72-73). 

320.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4411),  At-Tirmidzi  (1447).  An-Nasa'i  (8/92).  Ibnu  Majah  (2587)  dan  di- 
cffia’/7-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lrna ' (2432)  dan  Dha  IfAbi  Dawud  (948). 


Mencuri  ►►161 


MENYAMUN 


DJsa 

Besar 


Allah  berfirman: 


«!  I jlliL  jl  Ijll— i jV'  c®  ~i  ‘ ^ J J 4^'  j^JjL>xJ  jjl  1JI  y>r  Lu) 

^ o * VtN  l4*>3f  ’K'  S * * 0 C\  3 «f  ' 7 f I ^\'  * 

tS  J*-  3 »■  ddJ.i  J'  ' JJS~!  _•'  ' — > r'->-  v ■>  j l3r  j'  j .v-fJ-tj'  l_J«J-v2 J 


■>  J? t-  _M.U>  a j>-')i^  idjJ'  ^ 


Sesungguhnya  pembalasan  terhadap  orang-orang  yang  memerangi  Allah  dan 
Rasul-Nya  dan  membuat  kerusakan  di  muka  bumi,  hanyalah  mereka  dibunuh 
atau  disalib,  atau  dipotong  tangan  dan  kaki  mereka  dengan  bertimbal  balik 
atau  dibuang  dari  negeri  (tempat  kediamannya).  Yang  demikian  itu  (sebagai) 
suatu  penghinaan  untuk  mereka  di  dunia,  dan  di  akhirat  mereka  beroleh 
siksaan  yang  besar.  (Al-Maidah:  33) 

Al-Wahidiy  iksc  berkata,  "Makna  memerangi  Allah  dan  Rasul-Nya 
(pada  ayat  di  atas)  adalah  durhaka  terhadap  keduanya  dan  tidak  mentaati 
keduanya.  Setiap  orang  yang  mendurhakai  Anda  disebut  memerangi 
Anda,  maksud  'membuat  kerusakan  di  muka  bumi'  adalah  melakukan 
pembunuhan,  pencurian,  dan  perampasan  harta  benda.  Siapa  saja  yang 
mengangkat  senjata  melawan  orang-orang  beriman  maka  ia  juga 
memerangi  Allah  dan  Rasul-Nya.  Ini  merupakan  pendapat  Imam  Malik, 
al-Auza'iy,  dan  Imam  Syafi'i. 

Menafsirkan  penggalan  ayat: 


y 


,4w 


3 rt*'- 


Jjl 


n • i '■ 


1 UUjIj 


J! 


hanyalah  mereka  dibunuh  atau  disalib,  atau  dipotong  tangan  dan  kaki  mereka 
dengan  bertimbal  balik  atau  dibuang  dari  negeri  (tempat  kediamannya). 


Menyamun  ►►  163 


Ai-Walibiv  meriwayatkan  ucapan  Abdullah  bin  Abbas  a/?,  "Kata 
'aw'  (atau)  pada  ayat  ini  menunjukkan  'takhyir'  (pilihan),  maksudnya 
'ibahah'  (dibolehkan).  Artinya  jika  imam  menghendaki-nya  dibunuh 
maka  ia  dibunuh,  jika  imam  menghendakinya  disalib  maka  ia  disalib, 
dan  jika  imam  menghendakinya  dibuang  maka  ia  dibuang."  Ini  juga 
merupakan  pendapat  al-Hasan  al-Bashriy,  Sa'id  bin  Musayyib,  dan 
Mujahid. 

Sedangkan  Athiyyah  meriwayatkan  Ibnu  Abbas  berkata,  "Kata 
'aw'  di  sini  bukan  untuk  'ibahah'  tetapi  untuk  menunjukkan  urut-urutan 
hukuman  sesuai  kejahatan  yang  dilakukan.  Barangsiapa  membunuh 
dan  merampas  harta  benda  maka  ia  dibunuh  atau  disalib.  Barangsiapa 
merampas  harta  tanpa  membunuh  maka  ia  dipotong  (tangan  dan  kaki 
secara  bersilang).  Barangsiapa  menumpahkan  darah  tanpa  merampas 
harta  maka  ia  dibunuh.  Barangsiapa  mengancam  para  pejalan  tanpa 
membunuh  maka  ia  diasingkan/  dibuang."  Ini  juga  merupakan  pendapat 
Imam  Syafi'i. 

Imam  Syafi'i  juga  berkata,  "Masing-masing  pelaku  kejahatan 
dihukum  sesuai  dengan  kejahatan  yang  dilakukannya.  Barangsiapa 
mendapat  hukuman  dibunuh  dan  disalib  maka  ia  dibunuh  terlebih 
dahulu  sebelum  disalib  untuk  menghindari  penyiksaan  terhadapnya. 
Lalu  ia  disalib  selama  tiga  hari,  kemudian  diturunkan.  Barangsiapa 
mendapat  hukuman  dibunuh  maka  ia  dibunuh  lalu  diserahkan  kepada 
keluarganya  untuk  dikebumikan.  Barangsiapa  terkena  hukuman  potong 
tanpa  dibunuh  maka  tangan  kanannya  dipotong  lalu  diobati1  sampai 
darahnya  tidak  mengalir  lagi.  Jika  ia  mengulangi  perbuatannya  dan 
mencuri  lagi  maka  kaki  kirinya  dipotong.  Jika  ia  mengulanginya  dan 
mencuri  lagi  maka  tangan  kirinya  dipotong.  Hal  ini  berdasarkan  sabda 
Rasulullah  "Jika  seseorang  mencuri  maka  potonglah  tangannya;  dan 
jika  ia  mencuri  lagi  maka  potonglah  kakinya;  dan  jika  ia  mencuri  kembali 
maka  potonglah  tangannya;  kemudian  jika  ia  mencuri  lagi,  maka  potonglah 
kakinya."1'1' 

Demikian  pula  yang  dilakukan  oleh  Abu  Bakar  AA  danUmar  £// 
di  mana  tidak  ada  seorang  sahabat  pun  yang  menyelisihi  beliau 
berdua.322  Tentang  kaki  kiri  yang  mesti  dipotong  merupakan  kesepakatan 


321.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (441 0).  An-Nasa':  (8,‘90)  dan  Ai-Baihaqi  (8/272)  dari  Jabir.  Dan  haditsdari 
Abu  Hurairah,  Al-Harits  bin  Huwaithib  dan  selainnya.  Di-s/iab/b-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  At-lrwa 
(2434). 

322.  Atsar  "Bahwa  Abu  Bakr  dan  Umar".  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (11/61/2)  dan  Al-Baihaqi  (8/273). 
Al-Albani  berkata  dalam  Al-lrwa’i 2439)  shahth 

1 64 1 D:u}s;iBesar 


mereka  yang  memahami  pemotongan  kaki  setelah  pemotongan  tangan 
dari  firman  Allah,  yang  artinya  : ...  dengan  bertimbal  balik... 

Dalam  menjelaskan  firman  Allah  yang  artinya  : ...atau  dibuang  dari 
negeri  (tempat  tinggalnya)...  Abdullah  bin  Abbas  berkata,  "Maksudnya 
imam  mempermaklumkan  dibolehkannya  menumpahkan  darahnya  dengari 
mengatakan,  'Barangsiapa  bertemu  dengannya  hendaklah  ia  membunuhnya!' 
Ini  berkenaan  dengan  mereka  yang  tidak  tertangkap,  namun  jika  ia  sudah 
tertangkap,  maka  pembuangannya  adalah  dengan  dimasukkan  ke  dalam 
penjara.  Apabila  ia  sudah  ditahan  dan  dicekal  dari  bergerak  bebas  di  negerinya 
maka  ia  sudah  terbuang ." 

Ibnu  Qutaibah  pernah  bersyair  untuk  orang-orang  yang  dipenjara. 
Kita  keluar  dari  dunia  dan  kitalah  penghuninya 
Bukanlah  kita  orang-orang  yang  hidup  tidak  pula  mati  di  sana 
Apabila  sipir  datang  untuk  satu  keperluan  suatu  ketika 
Kita  pun  terheran-heran ; inilah  dia  yang  datang  dari  dunia 

Jika  perbuatan  membegal  dan  mengancam  para  pejalan  saja  sudah 
termasuk  dosa  besar,  bagaimana  lagi  jika  ditambah  dengan  merampas 
harta,  melukai,  atau  bahkan  membunuh’  Tentu  saja  pelakunya  telah 
melakukan  beberapa  dosa  besar  sekaligus,  itu  masih  ditambah 
kemungkinan  besar  mereka  meninggalkan  shalat  dan  menghabiskan 
hasil  rampasan  mereka  untuk  bermabuk-mabukan,  zina,  dan  lain 
sebagainya. 

Semoga  Allah  memelihara  kita  semua  dari  segala  bencana  dan  ujian. 
Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah,  Maha  Pengasih,  Maha  Pengampun 
lagi  Maha  Penyayang. 


Menyamun  ►►  165 


SUMPAH  PALSU 


DJsa 

Besar 


Allah  berfirman: 


Jf  ^ ®'  b’wwU  iLo_j 


U>_!  1 «|  djt)  I 
r - ^ 


A/*Lj2J' 


Sesungguhnya  orang-orang  yang  menukar  janji  (nya  dengan)  Allah  dan 
sumpah-sumpah  mereka  dengan  harga  yang  sedikit,  mereka  itu  tidak  mendapat 
bahagian  ( pahala ) di  akhirat,  dan  Allah  tidak  akan  berkata-kata  dengan  mereka 
dan  tidak  akan  melihat  kepada  mereka  pada  hari  kiamat  dan  tidak  (pula) 
akan  mensucikan  mereka.  Bagi  mereka  azab  yang  pedih.  (Ali  Imran:  77) 


Al-Wahidiy  berkata,  "Ayat  ini  turun  berkenaan  dengan  dua  or- 
ang yang  bersengketa  dalam  sebidang  tanah  menghadap  Nabi  Si 
tergugat  bermaksud  akan  bersumpah,  lalu  Allah  menurunkan  ayat  ini. 
Maka  si  tergugat  membatalkan  niatnya  dan  kemudian  mengakui  hak  si 
penggugat."323 


Abdullah  berkata,  "Rasulullah  yy},  bersabda: 


4JJ1 


l S M 


' L*  Lp  a h':  s J j>r  li  4^  « 
~ --j  j j 


Barangsiapa  bersumpah  dengan  suatu  sumpah  sedangkan  ia  berdusta  dalam 
sumpahnya  itu,  dengan  tujuan  untuk  mengambil  sebagian  harta  sese-orang 
muslim,  maka  ia  akan  berjumpa  dengan  Allah  taala  sedang  Allah  murka 
kepadanya.1" 


323.  Dikeluarkan  oleh  Ibnu  Jarir  (7283)  dari  Asy-Sya’bi. 


Sumpah  Palsu  ►►  167 


Al-Asy'ats  berkata,  "Ayat  ini,  demi  Allah,  diturunkan  berkenaan 
denganku.  Dahulu,  antara  aku  dengan  seorang  lelaki  Yahudi  ada 
sengketa  tanah.  Tanah  itu  milikku,  tetapi  si  Yahudi  mengingkarinya. 
Aku  mengajukan  perkara  itu  kepada  Nabi  >jt.  Beliau  bertanya,  "Apakah 
kamu  memiliki  bukti?"  "Tidak.",  jawabku,  lalu  beliau  memerintahkan  si 
Yahudi  itu,  "Ber sumpahlah!"  Aku  pun  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  terus 
jika  ia  bersumpah  ia  boleh  pergi  membawa  hartaku?"  Maka  Allah  W pun 
menurunkan:  "Sesungguhnya  orang-orang  yang  menukar  janji  (nya  dengan) 
Allah  dan  sumpah-sumpah  mereka  dengan  harga  yang  sedikit"31*  yakni  dengan 
harta  benda  duniawi  yang  sedikit,  yang  menjadikannya  rela  bersumpah 
palsu,  "mereka  itu  tidak  mendapat  bagian  di  akhirat " yakni  pahala,  "dan 
Allah  tidak  akan  berkata-kata  dengan  mereka"  yakni  dengan  kata-kata  yang 
menggembirakan  mereka.  " dan  tidak  akan  melihat  kepada  mereka"  yaitu 
pandangan  yang  menyenangkan  mereka,  pandangan  rahmat,  "dan  tidak 
akan  mensucikan  mereka."  artinya  tidak  akan  menambahkan  kebaikan 
mereka  pun  tidak  akan  memuji  mereka. 

Abdullah  bin  Mas'ud  berkata,  "Saya  mendengar  Rasulullah 
bersabda, 

A 'Z-  , K - 

. i '9  , • 9,  ' ' > ' \ \ ' ~\  - 8 I 8 -*  8 j - ■ '.l'  ^ " 

JuJgp  • 4JLD  -AJ  [j,  y\  gjS-  ^ 

''a  a'  ' 

'Barangsiapa  bersumpah  atas  harta  seseorang  muslim  dengan  tidak  benar 
(dengan  tujuan  untuk  memilikinya),  maka  ia  akan  berjumpa  Allah  (kelak  di 
akhirat)  sedang  Allah  murka  kepadanya Abdullah  melanjutkan,  "Lalu 
Rasulullah  membacakan  satu  ayat  dari  al-Kitab  yang  membenarkan 
sabda  beliau  itu,  yang  bunyinya: 

Sesungguhnya  orang-orang  yang  menukar  janji  (nya  dengan)  Allah  dan 
sumpah-sumpah  mereka  dengan  harga  yang  sedikit,  mereka  itu  tidak  mendapat 
bahagian  (pahala)  di  akhirat,  dan  Allah  tidak  akan  berkata-kata  dengan  mereka 
dan  tidak  akan  melihat  kepada  mereka  pada  hari  kiamat  dan  tidak  (pula) 
akan  mensucikan  mereka.  Bagi  mereka  azab  yang  pedih.323 

Abu  Umamah  berkata,  "Kami  pernah  berada  di  sisi  Rasulullah  ;:g 
dan  beliau  bersabda, 


<d  Jlii  aJs-  > • jlii'  4J  Lu!  •!  Jdi 


1 


y y? 


j! , Jli  LL"  J 


’ jr^**+*J 


J l J 15"  sjt  4 5*r 


324.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2516,2357),  Muslim  (138)  dan  Ibnu  Majah  (2323). 

325.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7445)  dan  Muslim  (138). 

168 1 D:o%,  Besar 


'Barangsiapa  mengambil  hak  seseorang  muslim  dengan  sumpahnya,  maka  Allah 
telah  mewajibkan  neraka  baginya  dan  mengharamkan  surga  atasnya.'  Lalu 
seseorang  bertanya,  'Walaupun  itu  sedikit,  wahai  Rasulullah?'  Beliau 
menjawab,  'Walaupun  hanya  sepotong  kayu  arak  (sejenis  kayu  yang  biasa 
dipakai  untuk  bersiwak,  pent.).'":'Zo 

Mengomentari  hadits  di  atas,  Hafsh  bin  Maisarah  berkata,  "Duhai, 
keras  sekali  hadits  ini!  Namun,  bukankah  dalam  kitab-Nya  Allah  is 
telah  berfirman: 

bbii  » aU t J 4 yww  ■jjJUl 

Sesungguhnya  orang-orang  yang  menukar  janji  (nya  dengan)  Allah  dan 
sumpah-sumpah  mereka  dengari  harga  yang  sedikit... 

Abu  Dzar  agy  meriwayatkan  dari  Nabi  sabda  beliau: 


!li  "'l 


'JlP 


‘ J JijlS-  ji  y)  jli  0')'u  j •di i-  jLa  jJdi  jj — vv  jli  \ jii 

•_olisJl  oJb-Jl»  jjLuii  • jlLjs « L.l-J'  Jli  <dJl  J L 


"Tiga  golongan  yang  tidak  akan  diajak  bmara  oleh  Allah  pada  hari  kiamat, 
tidak  dipandang-Nya,  tidak  disucikan-Nya,  dan  akan  mendapatkan  adzabyang 
pedih."  Rasulullah  saw.  mengulangnya  sampai  tiga  kali.  Maka  Abu  Dzar 
berkata,  "Celaka  dan  merugilah  mereka,  wahai  Rasulullah,  siapakah  mereka!?" 
Beliau  menjawab,  "Orang  yang  mengulurkan  bajunya  (isbal),  orang  yang 
mengungkit-ungkit  pemberiannya  (di  depan  orang-orang) , dan  orang  yang 
menjual  perniagaannya  dengan  sumpah  palsu ,"32r 

Beliau  bersabda,  " Dosa-dosa  besar  itu  adalah;  menyekutukan 
Allah,  durhaka  kepada  kedua  orang-tua,  membunuh,  dan  bersumpah  palsu.328 


Bersumpah  Dengan  Selain  Allah 

Termasuk  kategori  dosa  besar  ini,  bersumpah  dengan  selain 
Allah  &&  ; seperti  dengan  Nabi,  Ka'bah,  malaikat,  langit,  air,  kehidupan, 


326.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/227).  Muslim  (137).  Ahmad  (5/260),  An-Nasa'i  (8/246),  Ibnu  Majah  (2324),  Ath- 
Thabrani  (796)  dan  A!-Baihaqi  (10/179). 

327.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/1 48.1 62).  Muslim  ( 1 06),  Abu  Awanah  (1/40),  Abu  Dawud  (4087).  At-Tirmidzi 
(1211)  dan  An-Nasa'i  (7/245). 

328.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6675)  dari  Ibnu  Amr. 


Sumpah  Palsu  ►►  169 


amanah  -yang  merupakan  terdahsyat  di  sini-,  nyawa,  kepala,  kehidupan 
penguasa,  pemberian  penguasa,  tanah  tertentu,  dan  lain  sebagainva. 

Abdullah  bin  Umar  alk  meriwayatkan  bahwa  Nabi  wr  bersabda: 


a3c  l 


■ L'  L I SjI-Dk-' 


•u  ir 


4-S 


"Sesungguhnya  Allah  melarang  kalian  untuk  bersumpah  dengan  bapak-bapak 
kalian.  Maka  barangsiapa  bersumpah  hendaknya  bersumpah  dengan  Allah 
atau  lebih  baik  diam."329 


Dalam  riwayat  lain: 

a — .v . .?  J »'  a3o  U V)  oiDtj  Liil?-  jlS" 

Barangsiapa  bersumpah  janganlah  ia  bersumpah  dengan  selain  Allah  atau 
lebih  baik  diam , 33° 

Abdurrahman  bin  Samurah  berkata,  Rasulullah  bersabda: 

JOlfl  i jlibJ  'j 


janganlah  kalian  bersumpah  dengari  berhala-berhala  dan  jangan  pula  dengan 
bapak-bapak  kalian!'"'X] 

Ada  hadits  lain  yang  menyebutkan  bahwa  (berhala-hala)  ini  adalah 
berhala  (sesembahan)  kaum  Daus.  32 

Dari  Buraidah  bahwa  Rasulullah  bersabda, 


"Barangsiapa  bersumpah  dengan  amanah  maka  bukanlah  termasuk  golongan 
kita ."3-33 


Masih  dari  Buraidah  , Rasulullah  igs  bersabda, 


,'ir 


ju  lt  biir  jir  jii  v>c~< Y' 


d'?  «'S?  A o? 


Jl  JUi 


329.  dan  330.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3836. 6108. 6646, 6648),  Muslim  (1646),  Abu  Dawud  (3249).  At- 
Tirmidzi  (1534)  danAhmad  (2/11.17)  dari  ibnu  Umar 

331 . Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1 648). 

332.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7116)  dari  Abu  Hurairah  secaiamarfu'"Takakanterjadiharikiamathingga 
pantat  wanita  kaum  Daus  meliuk-liuk  mengelilingi  Dzil  Khaiashah.  "Dzil  khalashah  adalah  berhala  kaum 
Daus  yang  mereka  sembah  di  zaman  jahiliyah. 

333.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/352),  Abu  Dawud  i3253).  Ibnu  Hibban  (4363),  Al-Hakim  (4/298)  dan  di- 
shahih-  kan  oleh  Asy-Syaikh  daiam  Ash-Shahihah  (94)  dan  Shahih  Al-Jami’( 6203). 

°d%*  Besar 


170 


UC  ^jl  *^T  jl  'Ji  IS-ilA 

'Barangsiapa  bersumpah  lalu  berkata,  ‘Aku  berlepas  diri  dari  Islam.1  jika  ia 
berdusta  sesungguhnya  ia  seperti  apa  yang  diucapkannya  (telah  keluar  dari 
Islam)  dan  jika  ia  benar  maka  ia  tidak  akan  kembali  kepada  Islam  dengan 
selamat ."3'4 

Dari  Abdullah  bin  Umar  bahwa  ia  pernah  mendengar 
seseorang  mengucapkan,  'Demi  Ka'bah',  kemudian  beliau  berkata, 
"Janganlah  kamu  bersumpah  dengan  selain  Allah,  sebab  aku  pernah 
mendengar  Rasulullah  saw.  bersabda,  'Barangsiapa  bersumpah  dengan 
selain  Allah,  maka  ia  telah  kafir  dan  musyrik.'"**5 

Sebagian  ulama  menafsirkan  kalimat  'maka  ia  telah  kafir  dan 
musyrik'  adalah  sebagai  'taghlizh'  (penguat),  sebagaimana  sabda  Nabi 
dalam  hadits  lain: 


Riya ' itu  adalah  syirik. 

Rasulullah  ig*  juga  bersabda, 

AS  - - 3 * 0 - S 3 ^ 

A'  N | d ^ 'j  Lidi  O*)'-''  * jDi  Adjv.  ■ ^ 

'Barangsiapa  bersumpah  dengan  mengatakan,  ‘Demi  Latta  dan  Uzza‘. 
hendaknya  ia  mengucapkan  Laa  ilaaha  illallaah ."**" 

Adalah  seorang  sahabat  yang  baru  masuk  Islam,  sebelumnya  ia 
sering  bersumpah  dengan  mengucapkan  kalimat  tersebut.  Karena  tidak 
sengaja  mungkin  ia  terlanjur  bersumpah  dengan  mengucapkan  kata- 
kata  itu.  Maka  Nabi  memerintahkannya  untuk  bersegera 
mengucapkan  kalimat  tauhid  'La  ilaha  illallah'  sebagai  kafarat  (tebusan) 
dari  apa  yang  sudah  terlanjur  diucapkannya  itu. 


334.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/335/356).  An-Nasa'i  (2-1 40).  Ibnu  Majah  (2100),  Abu  Dawud  (3258)  dan  Al- 
Baihaqi  (10/30)  dari  Buraidah.  Dan  di-sbabib-kan  oleh  Asy-Syaikh dalam  Al-lrwal 2576)  dan  ShahihAI- 
Jami'(6 421). 

335.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/125).  Abu  Dawud  (3251),  At-Tirmidzi  (1535),  Ath-Thayalisi  (1896),  Ibnu 
Hibban  (4358).  Al-Hakim  (4/297)  dan  Al-Baihaqi  (10  29)  dari  Ibnu  Umar  dan  di-sbab/b-kan  oleh  Asy- 
Sya/kb  dalam  Ash-Shahihah  (2042)  dan  ShahihAI-Jamt'(6204). 

336.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6107)  dan  Muslim  (1647)  dari  Abu  Hurairah.  Dan  diriwayatkan  oleh 
Ahmad  (1/183),  Ibnu  Majah  (2097),  Abu  Ya'la  (7 1 9.736)  dan  Ibnu  Hibban  (4364)  dari  Sa'ad  bin  Abi  Waqas. 


Sumpah  Palsu  ►►  I 7 I 


BERBUAT  ANIAYA 


Dthsa 


Besar 


Bab  ini  meliputi  memakan  dan  mengambil  harta  orang  lain  secara 
zhalim,  berbuat  aniaya  kepada  manusia  dengan  cara  memukul,  mencaci 
maki,  bertindak  sewenang-wenang  dan  melampaui  batas  terhadap  or- 
ang-orang lemah. 

Allah  berfirman,  “Dan  janganlah  sekali-kali  kamu  (Muhammad) 
mengira,  bahwa  Allah  lalai  dari  apa  yang  diperbuat  oleh  orang-orang  yang 
zhalim. Sesungguhnya  Allah  memberi  tangguh  kepada  mereka  sampai  hari 
yang  pada  waktu  itu  mata  (mereka)  terbelalak,  mereka  datang  bergegas- 
gegas  dengan  mengangkat  kepalanya,  sedang  mata  mereka  tidak  berkedip- 
kedip  dan  hati  mereka  kosong.  Dan  berikanlah  peringatan  kepada  manusia 
terhadap  hari  (yang  pada  waktu  itu)  datang  azab  kepada  mereka,  maka 
berkatalah  orang-orang  yang  zhalim,  "Ya  Rabb  kami,  beri  tangguhlah  kami 
(kembalikan  kami  ke  dunia)  walaupun  dalam  waktu  yang  sedikit,  niscaya 
kami  akan  mematuhi  seruan  Engkau  dan  akan  mengikuti  rasul-rasul".  (Kepada 
mereka  dikatakan),  "Bukankah  kamu  telah  bersumpah  dahulu  (di  dunia)  bahwa 
sekali-kali  kamu  tidak  akan  binasa,  dan  kamu  telah  berdiam  di  tempat-tempat 
kediaman  orang-orang  yang  menganiaya  diri  mereka  sendiri,  dan  telah  nyata 
bagimu  bagaimana  Kami  telah  berbuat  terhadap  mereka  dan  telah  Kami 
berikan  kepadamu  beberapa  perumpamaan".  (Ibrahim:  42-45) 

' s,  f , „ . - * i , ; 

,-Uji  c dp  L-wLJl 

w •'  'W'  O •*  • * 


Sesungguhnya  dosa  itu  atas  orang-orang  yang  berbuat  zalim  kepada  manusia 
(Asy-Syura:  42) 


Dan  orang-orang  yang  zalim  itu  kelak  akan  mengetahui  ke  tempat  mana 
mereka  akan  kembali.  (Asy-Syu'ara:  227) 


Berbuat  Aniaya  ►►  173 


Nabi  >J5I  bersabda: 

c&  t i'  .JlliD  As'  j! 

Sesungguhnya  Allah  menangguhkan  (hukuman  terhadap)  orang  zhalim  itu 
(untuk  beberapa  lama),  sampai  tiba  saatnya  Allah  menghukumnya,  maka 
Allah  tidak  akan  melepaskanya  lagi.  Kemudian  Rasulullah  igj  membaca 
ayat: 


Jjjdi  *_J'  sJu>-'  j'  ^ i 


*X>- ' 'Sl  jjj  i I 


Dan  begitulah  adzab  Rabbmu,  apabila  Dia  mengadzab  penduduk  negeri-negeri 
yang  berbuat  zhalim.  Sesungguhnya  azab-Nya  itu  adalah  sangat  pedih  lagi 
keras.  (Hud:  102)*'" 

Rasulullah  bersabda,  “Barangsiapa  merasa  pernah  berbuat  aniaya 
terhadap  saudaranya  baik  berupa  kehormatan  dirinya  atau  sesuatu  yang  lain, 
maka  hendaklah  ia  meminta  keridlaannya  hari  ini,  sebelum  tiba  hari  (kiamat) 
yang  sudah  tidak  berguna  lagi  dinar  atau  dirham.  Jika  ia  mempunyai  amal 
shalih  maka  amalnya  itu  akan  diambil  sebanyak  kezhalimannya  itu,  dan  jika 
ia  tidak  mempunyai  kebaikan,  maka  akan  diambil  keburukan  orang  yang 
dianiayanya  itu,  lalu  dipikulkan  kepadanya.-'3* 

Dalam  sebuah  hadits  qudsi,  Allah  tabaraka  vva  ta’ala  berfirman 


J ' h t y.1  j j 


i - l 


- > J 


' ,s^Lp  b 


Wahai  hamba-hamba- Ku,  sesungguhnya  Aku  telah  mengharamkan  kezha- 
liman  atas  diri-Ku,  dan  Aku  jadikan  ia  haram  (dikerjakan)  di  antara  kamu, 
maka  janganlah  kamu  saling  menzhalimi d39 

Rasulullah  -tjg  bertanya  kepada  para  sahabat,  Tahukah  kamu, 
siapakah  orang  yang  bangkrut  itu?"  Sahabat  menjawab,  " Wahai  Rasulullah, 
menurut  kami  orang  yang  bangkrut  adalah  orang  yang  tidak  memiliki  dirham 
atau  kekayaan " Rasulullah  feg  menjelaskan,  "Sebenarnya  orang  yang  bangkrut 
dari  ummatku  itu  adalah  orang  yang  datang  pada  hari  kiamat  dengan 
membawa  shalat,  shiyam,  dan  haji.  Namun  ia  datang  dalam  keadaan  telah 
mencela  si  anu,  mengambil  harta  si  anu,  melecehkan  kehormatan  si  anu, 


337.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (4686).  Muslim  (2583),  At-Tirmidzi  (3110).  Ibnu  Majah  (4018),  Ib 
nu  Hibban  (5175)  dan  Ath-Thabrani  (18559)  dan  Abu  Musa 

338.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2449).  Ath-Thayalisi  (2318).  Ahmad  (2/435.506)  dan  Ibnu  Hibban  (7361 ) dari 
Abu  Hurairah. 

339.  Hadits  Qudsi  diriwayatkan  oleh  Muslim  (2577).  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  AI-Mufrad(A90),  Ath-Thayalisi 
(463),  At-Tirmidzi  (2495).  Ibnu  Majah  (4257)  dan  Ahmad  (5/1 60)  dari  Abu  Dzar. 

dd%*  Besar 


174 


memukul  si  anu,  dan  menumpahkan  darah  si  anu.  Maka  kebaikannya  diambil 
untuk  si  anu,  diambil  lagi  untuk  si  anu.  Apabila  kebaikannya  sudah  habis 
sebelum  habisnya  kesalahannya  terhadap  orang-orang  itu,  maka  diambillah 
kejahatan  orang-orang  itu  lalu  dipikulkan  kepadanya,  hingga  akhirnya  ia 
masuk  neraka."*40 

Hadits-hadits  di  atas  semuanya  ada  di  dalam  kitab-kitab  kumpulan 
hadits  shahih. 

Dalam  bab  terdahulu  tersebutkan  sebuah  hadits: 


; La 


Sesungguhnya  orang-orang  yang  berusaha  memperolah  harta  Allah  dengan 
jalan  yang  tidak  benar,  maka  bagi  mereka  neraka  pada  hari  kiamat  kelak.*41 

Telah  disebutkan  juga  sabda  Nabi  sg*  kepada  Mu'adz  agi  kala  beliau 
mengutusnya  ke  Yaman,  "Dan  takutlah  kamu  kepada  doa  orang  yang 
terzhalimi.  Sebab  antara  doa  itu  dan  Allah  tidak  ada  penghalang.''1"12 

Nabi  syg  bersabda: 


<Ui  tu> 


Barangsiapa  menganiaya  seseorang  dalam  perkara  sejengkal  tanah,  maka  pada 
hari  kiamat  kelak  ia  akan  dikalungi  tujuh  bumi.'4* 

Dalam  sebuah  hadits  qudsi  Allah  berfirman,  "Sangat  besar 
kemurkaan-Ku  terhadap  orang  yang  menganiaya  orang  yang  tidak  memiliki 
penolong  selain  Aku." 

Seorang  penyair  berkata: 


Ji  adi  U N jdli 

0 'C  3 [ i * ' 3 , " * * * 

■*Jj  dAJ  * ' yS'  « dd-dp  ClP  Jj 

1 \ w - V ^ 


jA  oA  A*  **■  • 


J» , *1£p 


Janganlah  engkau  berbuat  zhalim  kala  berkuasa 
Sungguh  kezhaliman  itu  hanya  penyesalanlah  akibatnya 


340.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/303.334),  Muslim  (2581 ).  At-Tirmidzi  (2418).  Ibnu  Hibban  (4411 ),  Al- 
Baihaqi  (6/93)  dan  A!-Baghawi  (41 64)  dari  Abu  Hurairah. 

341 . dan  342.  Takhrij keduanya  telah  disebutkan  dimuka. 

343.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/188,189),  Al-Bukhari  (2452).  Muslim  (1610),  At-Tirmidzi  (1418),  Abu 
Ya’la  (956),  Ibnu  Hibban  (31 95)  dan  Ath-Thabrani  (352.353)  dari  Sa’id  bin  Zaid-  dan  diriwayatkan  oleh  Al- 
Bukhari  (2453)  dan  Muslim  (1612)  dari  Aisyah. 


Berbuat  Aniaya  ►►  175 


Matamu  tidur...  sedangkan  orang  yang  teraniaya  itu  terus  berjaga, 

Ia  memohonkan  keburukan  atasmu...  dan  mata  Allah  tidaklah  tidur. 

Sebagian  salaf  berkata,  "Janganlah  engkau  menganiaya  orang  yang 
lemah,  supaya  engkau  tidak  menjadi  sejahat-jahat  orang  yang  kuat." 

Abu  Hurairah  yfy  berkata,  "Sesungguhnya  burung  hubara  mati 
di  dalam  sangkarnya  karena  tindak  aniaya  orang  yang  zhalim." 

Diberitakan  bahwa  di  dalam  kitab  Taurat  tertulis,  "Seorang  penyeru 
akan  menyerukan  di  balik  shirath  'Wahai  orang-orang  zhalim  yang 
bertindak  sewenang-wenang,  wahai  orang-orang  celaka  yang  bertindak 
sekehendak  hatinya,  sesungguhnya  Allah  telah  bersumpah  dengan 
kemuiaan-Nya,  bahwa  pada  hari  ini  orang-orang  zhalim  tidak  akan 
melewati  jembatan  ini.”’ 

Jabir  bin  Abdillah  berkata,  "Setelah  penaklukan  kota  Mekah,  orang- 
orang  yang  dahulu  berhijrah  ke  Habasyah  (Etiopia)  kembali  dan 
menemui  Rasulullah  (g*,  Beliau  menanyai  mereka,  "Maukah  kalian 
mengabarkan  kepadaku  suatu  kejadian  yang  paling  menakjubkan  kalian  di  tanah 
Habasyah?"  Beberapa  orang  pemuda  dari  mereka  menjawab,  "Tentu,  wahai 
Rasulullah.  Suatu  ketika  kami  sedang  duduk-duduk  tiba-tiba  lewat 
seorang  wanita  tua  di  hadapan  kami.  Wanita  itu  membawa  sebuah 
gentong  berisi  air  yang  diletakkan  di  atas  kepalanya.  Wanita  tua  itu 
melewati  seorang  pemuda.  Pemuda  itu  meletakkan  tangannya  di  antara 
kedua  pundak  wanita  itu,  dan  mendorongnya  hingga  wanita  itu  jatuh 
berlutut  dan  gentong  airnya  pecah.  Wanita  itu  bangkit  kembali  dan 
memandang  pemuda  tadi  sambil  berkata,  'Kamu  nanti  akan  tahu,  hei 
pengkhianat!  Apabila  Allah  telah  meletakkan  kursi  dan  mengumpulkan 
semua  manusia,  yang  awal  dan  yang  akhir,  serta  tangan-tangan  dan  kaki- 
kaki  mereka  berbicara  mengenai  apa  yang  sudah  mereka  kerjakan.  Kelak, 
kamu  akan  tahu  bagaimana  nanti  urusan  antara  aku  dan  kamu  ini 
diputuskan  di  sisi-Nya.'"  Sahabat  Jabir  melanjutkan,  "Lalu  Rasulullah 
/g*  bersabda,  "Apa  yang  dikatakan  wanita  itu  benar.  Bagaimana  mungkin 
Allah  memberkati  suatu  kaum  yang  tidak  menolong  dari  (tindak  aniaya)  yang 
kuat."'M4 


344.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  (401 0).  Abu  Ya'la  (2003)  dan  Ibnu  Hibban  (5058)  dari  Jabir.  Dan  baginya 
syahid  dari  Hadits  Buraidah,  diriwayatkan  oleh  A!-8azzar  (1596)  dan  Al-Baihaqi  (6/95)  dan  di  dalam  At- 
Asma  ’ (hal:404 ) . Dan  dari  hadits  Ibnu  Abbas.  diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  ( 1 1 230) . Dan  juga  syahid  dari 
hadits  Abu  Sufyan  bin  Harits,  diriwayatkan  oleh  Al-Hakim  (3/256)  dan  Al-Baihaqi  (10/93).  Juga  dari  hadits 
Abu  Sa’id,  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (6/592).  Ibnu  Majah  (2626),  Abu  Ya’la  (1 091 ) dan  selainnya. 
Dan  ia  terdapat  dalam  Shahih  Al-Jami’  (4597,4598). 

1 76 1 D:D%aBesar 


Pabila  si  zhalum  telah  menjadikan  kezhaliman  sebagai  kendaraan 
Dan  berkesinambungan  dalam  kekejian  adalah  usahanya 
Maka  ...  serahkanlah  ia  kepada  perubahan  zaman  dan  keadilannya 
Niscaya  akan  tampak  nyata  segala  yang  tiada  pernah  diperhitungkan 

Diriwayatkan  bahwa  Nabi  bersabda,  "Lima  golongan  yang  dimurkai 
oleh  Allah.  Jika  Allah  menghendaki  Dia  akan  menumpahkan  kemurkaan-Nya 
di  dunia  kepada  mereka,  dan  jika  tidak  Dia  akan  memerintahkan  mereka  untuk 
masuk  neraka  di  akhirat  kelak.  Mereka  adalah;  pemimpin  suatu  kaum  yang 
mengambil  haknya  dari  rakyat  tetapi  ia  tiada  bersikap  adil  kepada  mereka  dan 
tidak  pula  mencegah  kezhaliman  terhadap  mereka,  pemimpin  suatu  kaum  yang 
ditaati  oleh  kaumnya  tetapi  ia  membeda-bedakan  antara  yang  kuat  dengan 
yang  lemah  dari  mereka  dan  ia  berbicara  dengan  hawa  nafsunya,  seorang  laki- 
laki  yang  tidak  memerintahkan  istri  dan  anaknya  untuk  taat  kepada  Allah 
serta  tidak  mengajarkan  perihal  diennya,  seseorang  yang  mempekerjakan  or- 
ang sementara  orang  itu  memenuhi  kewajibannya  malah  dia  tidak  memenuhi 
upahnya,  dan  seorang  laki-laki  yang  menzhalimi  istrinya  dalam  hal 
maharnya ,"345 

Abdullah  bin  Salam  berkata,  "Sesungguhnya  Allah  ta'ala,  ketika 
menciptakan  seluruh  makhluk  lalu  mereka  berdiri  di  atas  kaki-kaki 
mereka,  mereka  menengadahkan  kepala  mereka  ke  arah  langit  seraya 
berkata,  'Wahai  Rabb,  Engkau  berpihak  kepada  siapa?'  Allah  menjawab, 
Berpihak  kepada  orang-orang  yang  terzhalimi  sampai  haknya  diberikan 
kepadanya.'" 

Wahb  bin  Munabbih  berkata,  "Seorang  penguasa  yang  bengis 
tengah  membangun  sebuah  istana.  Seorang  wanita  tua  yang  miskin 
mendirikan  sebuah  gubuk  di  sebelahnya  untuk  tempat  tinggalnya. 
Suatu  saat  penguasa  yang  bengis  itu  berjalan-jalan  mengelilingi 
istananya.  Ia  melihat  gubuk  wanita  itu  dan  berkata,  'Milik  siapa  gubuk 
ini?'  Ada  yang  menjawab,  'Milik  seorang  wanita  miskin  untuk  tempat 
tinggalnya.'  Kemudian  penguasa  itu  menyuruh  orang  agar  merobohkan 
gubuk  itu.  Ketika  wanita  tua  itu  datang  dan  melihat  gubuknya  sudah 
rata  dengan  tanah  ia  bertanya,  'Siapa  yang  merobohkan  gubukku?'. 
Seseorang  menjawabnya,  'Sang  raja.  Ia  melihatnya  lalu  merobohkannya.’ 
Maka  wanita  tua  itu  menengadahkan  kepalanya  ke  langit  seraya  berkata, 
'Duhai  Rabbku,  jika  saya  tidak  ada,  lalu  di  manakah  Engkau?'  Lalu 
Allah  memerintahkan  Jibril  untuk  membalik  istana  penguasa  tadi 

345.  Ibnu  Hajar  Al-Haitsami  menyebutkannya  dalam  Az-Zawajir{ 2/122).  Tentang  hadits  tersebut  Ibnu  Hajar  Al- 
Haitsami  tidak  menyebutkan  bahwa  dia  menurunkan  hadits  ini  dari  penyusun  buku  Al-Kaba'irmi.  Namun 
saya  belum  mendapatkan  hadits  dengan  lafazh  seperti  ini. 


Berbuat  Aniaya  ►►  177 


beserta  siapa  pun  yang  ada  di  dalamnya,  maka  Jibril  pun 
melaksanakannya. " 

Ketika  Khalid  bin  Barmak  (mantan  pejabat  Bani  Umayyah,  pent) 
dan  anaknya  dipenjarakan,  anaknya  bertanya,  "Wahai  Ayahku, 
bagaimana  kita  bisa  sampai  dibelenggu  dan  dipenjara  padahal 
sebelumnya  kita  hidup  dalam  kemuliaan?"  Ayahnya  menjawab,  "Wahai 
anakku,  doa  orang  yang  teraniaya  berkumandang  sepanjang  malam. 
Kita  melalaikannya,  padahal  Allah  tidak  demikian!" 

Yazid  bin  Hakim  berkata,  "Saya  tidak  pernah  merasa  takut  kepada 
seorang  pun  melebihi  rasa  takut  saya  kepada  orang  yang  sava  zhalimi. 
Sebab  saya  tahu  bahwa  tidak  ada  penolongnya  selain  Allah.  Ia  berkata 
di  hadapanku,  'Hasbiyallah,  cukuplah  Allah  sebagai  penolongku.  Allah 
yang  akan  menjadi  penengah  antara  aku  dan  kamu.'" 

Ar-rasyid  pernah  memenjarakan  Abui  Atahiyyah  sang  penyair.  Dari 
dalam  penjara  ia  mengirimkan  dua  bait  syair  untuknya. 


> >3  s 3 % f >3  , , 

> * 1 h U 4A  £ ^4*0, 1 g ' La  4 


f 's  3 ^ a .. 

. aJu  I ' i -Up 


> Ici  i h ' 1 ji  i L° i 

^ a ..  ^ 

I ' C ^ L 


Ingatlah,  demi  Allah,  kezhaliman  itu  jahat 
dan  orang  yang  tersakiti  itu  dialah  yang  terzhalimi 
Wahai  zhalum,  kau  pasti  kan  tahu,  jika  kita  bertemu 
kelak,  di  hadapan  Maharaja,  siapa  yang  tercela. 

Abu  Umamah  W berkata,  "Pada  hari  kiamat  nanti  orang  yang 
zhalim  akan  bertemu  dengan  orang  yang  dizhaliminya  di  atas  jembatan 
yang  dipancangkan  di  atas  Jahannam.  Ia  akan  memberitahukan  kepada 
si  zhalim  itu  apa-apa  yang  sudah  dianiayakannya.  Orang  yang  teraniaya 
itu  tidak  akan  meninggalkan  si  zhalim  sampai  ia  mengambil  semua 
kebaikan  si  zhalim.  Setelah  kebaikannya  habis,  maka  dipikulkanlah 
kepada  si  zhalim  kejahatan-kejahatan  orang  yang  teraniaya  hingga 
akhirnya  ia  masuk  ke  dalam  neraka  yang  paling  bawah."346 

'Abdullah  bin  Unais  berkata,  Saya  mendengar  Rasulullah 


346.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (5976)  secara  marfu'  dari  Abu  Umamah  dari  jalur  Ammar 
bin  Thalut  Muhammad  bin  Abi  Ady  dari  Husain  Al-M j'allim  dari  Ayyub  dari  Ai-Jahm  bin  Fadhalah.  Dan  Al- 
Haitsami  berkata  (10/354).  “Para  perawinya  dipandang  tsiqah  oleh  para  ulama.”  Aku  berkata,  “Para 
perawinya  tsiqat  kecuali  Al-Jahm.  la  telah  disebut  oleh  Ibnu  Abl  Hatim  (2/521 ) namun  ia  tidak  menyinggung 
tentang  cacatnya  maupun  keadilannya,  hanya  saja  a berkata,  dua  orang  tsiqah  telah  meriwayatkan 
darinya.  Maka  hadits  ini  insya  Allah  hasan.” 

1 78 1 D i? .«Besar 


bersabda,  “ Pada  hari  kiamat  nanti  manusia  akan  dibangkitkan  dalam  keadaan 
tanpa  alas  kaki,  tanpa  busana,  dan  tanpa  dikhitan.  Mereka  akan  mendengar 
suara  yang  terdengar  dari  jarak  dekat  maupun  jauh,  'Aku  adalah  Maha  Raja 
dan  Maha  Kuasa.  Tidak  boleh  seorang  pun  ahli  surga  untuk  memasukinya 
atau  ahli  neraka  untuk  memasukinya  selama  masih  ada  padanya  kezhaliman 
hingga  Aku  selesai  mengadili,  sekali  pun  itu  hanya  satu  makian,  apalagi  yang 
lebih  dari  itu.  Rabbmu  tidaklah  menganiaya  seorang  pun!'  Kami  bertanya, 
'Wahai  Rasulullah,  bagaimana  itu  sedangkan  kami  saja  datang  tanpa  alas 
kaki  dan  tanpa  busana?'  Beliau  menjawab,  'Dengan  kebaikan  dan  kejahatan 
sebagai  gantinya.  Rabbmu  tidaklah  menganiaya  seorang  punl"147 

Nabi  -Mri  bersabda,  "Barangsiapa  memukul  dengan  cambuk  secara 
zhalim,  maka  pada  hari  kiamat  kelak  akan  diambil  qishashnya  darinya ,"348 

Dikisahkan  bahwa  Kisra,  raja  Persia,  mengangkat  seorang  guru 
zr.tuk  mengajar  dan  mendidik  anaknya  hingga  si  anak  menjadi  seorang 
Yang  terpelajar.  Pada  suatu  hari  sang  guru  memanggilnya  dan  tanpa 
sebab  vang  jelas  sang  guru  memukulnya  dengan  sangat  keras.  Anak 
::u  menjadi  dendam  kepada  gurunya.  Setelah  ia  besar  dan  ayahnya 
meninggal,  ia  diangkat  menjadi  raja  menggantikan  ayahnya.  Maka  ia 
pun  memanggil  gurunya  agar  menghadap,  lalu  berkata,  ‘'Apa  yang 
menyebabkanmu  memukulku  pada  hari  itu  dengan  pukulan  yang  keras 
dan  menyakitkan,  padahal  aku  tidak  merasa  bersalah  sama  sekali?!" 
Sang  guru  menjawab,  "Dengarlah  wahai  Raja,  ketika  Paduka  telah 
mencapai  pendidikan  yang  demikian  tinggi,  saya  sadar  bahwa  kelak 
Paduka  akan  diangkat  menjadi  raja  untuk  menggantikan  ayah  Paduka. 
Karena  itu,  saya  ingin  agar  Paduka  merasakan  bagaimana  sakitnya 
pukulan  dan  kezhaliman,  supaya  nanti  ketika  Paduka  berkuasa,  Paduka 
tidak  menzhalimi  seorang  pun!”  Raja  pun  berkata,  "Semoga  Tuhan 
membalasmu  dengan  kebaikan!"  Lalu  raja  pun  memberinya  hadiah  dan 
membiar-kannya  pulang. 

Yang  termasuk  kezhaliman  di  antaranya  adalah  mengambil  harta 
anak  yatim.  Telah  disebutkan  di  bagian  depan  sebuah  hadits  yang 
diriwayatkan  oleh  Mu'adz  bin  jabal  ketika  ia  diberi  wasiat  oleh  Rasulullah 


347.  Al-Bukhari  menyebutkan  penggalan  dari  hadits  in  dalam  kitab  4/- 7/m  bab  al-khuruj  fi  thalabil  ‘ilm  secara 
mu allaq dengan  lafazh  yang  mengindikasikan  kepastian.  Dan  ia  me-maushul-kamya  daiam  Al-Adab  Al- 
Mufrad(970),  Ahmad  (3/495),  Al-Khara'ithi  dalam  Al-Masawi'(634)  dan  Al-Hakim  (2/437),  dan  d\-shahih- 
kan  oleh  Al-Albani  dalam  Shahih  Al-Adab  Al-Mufrad  (724). 

348.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (1468)  dan  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad  (185) 
dari  Abu  Hurairah  dan  d\-shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (5352). 


Berbuat  Aniaya  ►►  179 


"Takutlah  kamu  akan  doa  orang  yang  teraniaya,  karena  antara  dia  dan  Allah 
tidak  ada  penghalang /"34? 

Dalam  sebuah  riwayat  disebutkan  bahwa  doa  orang  yang  teraniaya 
itu  diangkat  ke  atas  langit,  kemudian  Allah  isi  berfirman,  "Demi 
kemuliaan  dan  kebesaran-Ku,  Aku  benar-benar  akan  menolongmu,  walaupun 
telah  lewat  waktunya!"3™ 

Karena  itulah  seorang  penyair  bersenandung 

Waspadailah  doa  orang  yang  terzhalimi  karena  ianya 

Benar-benar  diangkat  ke  atas  awan  lalu  diperkenankan 

Waspadailah  doa  orang  yang  antara  dia  dan 

Ilah  semesta  alam  tiada  hijab  penghalang 

Jangan  kau  kira  Allah  membiarkannya 

Pun  tidak  satu  kata  tersembunyi  bagi-Nya 

Sungguh  benarlah  jika  Allah  berfirman;  DEMI  'IZZAHKU, 

Aku  akan  menolong  si  teraniaya  dan  akan  memberinya  pahala 
Siapa  saja  yang  tidak  membenarkan  pemilik  kata-kata  ini 
Sungguh  dia  orang  sangat  tolol  atau  akalnya  tengah  terganggu 

Pasal 

Salah  satu  kezhaliman  yang  terbesar  adalah  menunda-nunda 
membayar  hutang  padahal  dia  mampu  untuk  menyegerakannya,  yang 
demikian  ini  berdasarkan  sebuah  hadits  yang  diriwayatkan  oleh  Imam 
al-Bukhariy  dan  Imam  Muslim  bahwa  Rasulullah  ^ bersabda: 

ftllk  Jua* 

Penundaan  oleh  orang  kaya  adalah  kezhaliman. 35 1 
Dalam  riwayat  lain  disebutkan: 


349.  Takhrijnya  telah  disebutkan  dimuka. 

350.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/305).  At-Tirmidzi  (3598).  Ibnu  Majah  (1752),  Ibnu  Hibban  (3428),  Ibnu 
Khuzaimah  (1901),  Al-Kharaithi  dalam  A/-Masavv/  (618).  Al-Baihaqi  (3/345),  Al-Baghawi  (1395)  dan  di- 
hasan- kan  oleh  Al-Albani  dalam  Ash-Shahihah  (1211)  dari  Abu  Hurairah. 

351 . Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/674),  Ahmad  (2/279).  Ai-Bukhari  (2287),  Muslim  (1564),  Abu  Dawud  (3345), 
An-Nasa’i  (7/317),  Ibnu  Hibban  (5053)  dan  Ath-Thahawi  Musykit(4IB)  dari  Abu  Hurairah. 

1 80 1 d'l>} s.i  Besar 


y y^ 

oJiS'  #1 


'a  £ -Jds 


ph  al 


Penundaan  oleh  orang  yang  mampu  adalah  kezhaliman.  Ia  halal  kehor- 
matannya dan  dihukumP 52 


Pasal 


Termasuk  kezhaliman  juga,  seorang  suami  yang  menzhalimi  hak 
istrinya;  baik  berupa  maharnya,  nafkahnya,  atau  pun  pakaiannya.  Semua 
itu  masuk  ke  dalam  sabda  Nabi  5^£: 


y 

* >'0  „ > 
aj2_P  ® 


yy  o 

S* 


L><-)  U»-l  Jl 


Penundaan  oleh  orang  yang  mampu  adalah  kezhaliman.  Ia  halal 
kehormatannya  dan  dihukum. 353 


Ibnu  Mas'ud  berkata,  "Pada  hari  kiamat,  seseorang  akan 
dipegang  tangannya,  lalu  diserukan  kepada  khalayak  ramai,  'Ini  adalah 
rulan  bin  fulan.  Barangsiapa  mempunyai  hak  atasnya,  hendaklah  ia 
mengambilnya."'  Lalu  Ibnu  Mas'ud  melanjutkan,  "Seorang  wanita  yang 
mempunyai  tuntutan  kepada  ayahnya,  saudara  laki-lakinya,  atau 
suaminya  akan  menjadi  gembira  karenanya."  Kemudian  beliau 
membacakan  ayat: 


j L-uj  b t 


b' J 


maka  tidaklah  ada  lagi  pertalian  nasab  di  antara  mereka  pada  hari  itu,  dan 
tidak  ada  pula  mereka  saling  bertanya.  (Al-Mukminun:  101) 

Ibnu  Mas'ud  melanjutkan,  "Lalu  Allah  mengampuni  dosa-dosa 
vzng  berkaitan  dengan  hak-Nva  sekehendak-Nya.  Tetapi  Dia  tidak  akan 
mengampuni  dosa-dosa  yang  berkaitan  dengan  hak-hak  manusia. 
Kemudian  orang  itu  ditegakkan  di  hadapan  orang  banyak,  dan  Allah 
u ' memerintah-kan  orang-orang  yang  mempunyai  hak  atas  orang  itu, 
Ambillah  hak-hak  kalian!'  Lalu  Allah  berfirman  kepada  malaikat, 
'Ambillah  dari  amal-amal  baiknya  kemudian  berikanlah  kepada  orang-orang 
yang  berhak  sesuai  dengan  tuntutannya1.'  Jika  orang  itu  termasuk  orang 
yang  dikasihi  oleh  Allah  dan  tersisa  dari  kebaikannya  kebaikan  seberat 
biji  jagung,  maka  Allah  A;  melipatgandakannya  hingga  akhirnya  dia 

352.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/222).  An-Nasa’i  (7/316).  Abu  Dawud  (3628),  Ibnu  Majah  (2427).  Ath-Thabrani 
(7249)  dan  Al-Hakim  (4/102).  Dan  di-shah/h-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  /4/-/rwa’(1434). 

353.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  dimuka. 


Berbuat  Aniaya  ►►  181 


masuk  ke  dalam  surga.  Kalau  ia  termasuk  hamba  yang  celaka  dan  tidak 
ada  sisa  amal  sedikit  pun,  maka  malaikat  akan  berkata,  'Oh  Rabb  kami, 
kebaikan  orang  ini  sudah  habis,  sedangkan  tuntutan  terhadapnya  masih 
banyak!'  Allah  menjawab, ' Ambillah  dari  kejahatan  mereka  (yang  menuntut) 
itu  lalu  tambahkan  kepada  kejahatannya !'  lalu  orang  itu  pun  dilemparkan 
ke  dalam  neraka."35'1 

Pernyataan  Abdullah  bin  Mas'ud  ini  sesuai  dengan  hadits 
sebelumnya  yaitu,  Rasulullah  ^ bertanya  kepada  para  sahabat,  "Tahukah 
kamu,  siapakah  orang  yang  bangkrut  itu?"  Sahabat  menjawab,  "Wahai 
Rasulullah,  menurut  kami  orang  yang  bangkrut  adalah  orang  yang  tidak 
memiliki  dirham  atau  kekayaan"  Rasulullah  menjelaskan,  "Sebe- 
narnya orang  yang  bangkrut  dari  ummatku  itu  adalah  orang  yang  datang 
pada  hari  kiamat  dengan  membawa  shalat,  shiyam,  dan  haji.  Namun  ia  datang 
dalam  keadaan  telah  mencela  si  anu,  mengambil  harta  si  anu,  melecehkan 
kehormatan  si  anu.  memukul  si  anu,  dan  menumpahkan  darah  si  anu.  Maka 
kebaikannya  diambil  untuk  si  anu , diambil  lagi  untuk  si  anu.  Apabila 
kebaikannya  sudah  habis  sebelum  habisnya  kesalahannya  terhadap  orang-or- 
ang  itu,  maka  diambillah  kejahatan  orang-orang  itu  lalu  dipikulkan  kepadanya, 
hingga  akhirnya  ia  masuk  neraka ,"355 


Pasal 


Termasuk  kezhaliman  pula;  jika  seseorang  mempekerjakan 
seseorang  untuk  suatu  pekerjaan  tetapi  ia  tidak  membayarkan  upahnya. 
Ini  berdasarkan  sebuah  hadits  shahih  yang  diriwayatkan  oleh  Imam 
Bukhariy  bahwa  Rasulullah  igs;  bersabda: 


.Ap 


J 


\ L>-  \ 4>LJLh  > 


W 3 i . 3 J 3 T >3  , 3 ^3  ‘ \ * * / / ‘ /O  " f * ’ 1 . * f 

3 J>r'  4.L2AJ  pj J ^ br  j j AJLoj  15  li  1 


2JW  <0Jl  J U 


Allah  ta'ala  berfirman,  "Tiga  golongan  manusia  yang  pada  hari  kiamat  kelak 
Aku  akan  mendebatnya;  orang  yang  berjanji  dengan  menyebut  nama-Ku  lalu 
ia  mengingkarinya,  orang  yang  menjual  orang  merdeka  kemudian  memakan 
hasil  penjualan  itu,  dan  orang  yang  mempekerjakan  buruh  lalu  buruh  itu 
menyelesaikan  pekerjaannya,  namun  orang  itu  tidak  mau  membayar 
upahnya.35b 


354.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Jarir  (18/42).  Ibnui  Mubarak  dalam  Az-Zu/ic/(1416)  dan  Abu  Nu'aim  (4/202). 

355.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  dimuka. 

356.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2227.2270)  dari  Abu  Hurairah, 

D~6 Besar 


182 


Begitu  juga  jika  ia  menzhalimi  seorang  yahudi  atau  nasrani,  atau 
membebaninya  melebihi  kemampuannya.  Atau  mengambil  sesuatu 
darinya  tanpa  kerelaan  hatinya,  maka  itu  semua  termasuk  ke  dalam 
firman  Allah  '...Aku  akan  mendebatnya  pada  hari  kiamat  ...' 

Dan  termasuk  juga  ke  dalamnya,  seseorang  yang  bersumpah  palsu 
tidak  mengakui  hutang  yang  menjadi  tanggungannya.  Sebab  Rasulullah 
telah  bersabda: 


l l'  Id' 

J v 


. .1  jJb 


. o ) Si'-'  » ^ 

Ij,  Jj»\ 


4d  jLti  aJs-  > 

il'  d L.  Ja5  O'  « '15  «Jd'  j w i U i iwo  buli  j \S~  o'  i Wi 


Barangsiapa  berusaha  untuk  memiliki  hak  seorang  muslim  dengan  sumpahnya, 
maka  Allah  mewajibkan  baginya  neraka  dan  mengharamkan  atasnya  surga. 
Salah  seorang  sahabat  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  bagaimana  kalau  yang 
diambilnya  itu  sedikit?"  Rasulullah  menjawab.  " Sekalipun  hanya  sepotong 
batang  kayu  arak  (kayu  untuk  bersiwak )."357 

Takutlah  qishash  di  esok  hari 

Kala  segala  perbuatan  ditimbang  dengan  sangat  teliti 

Pada  suatu  tempat,  tiada  seorang  pun  kecuali  orang  yang  mendongak 

yang  bermuka  masam,  yang  ketakutan  dan  yang  tertunduk. 

Anggota  badan  menjadi  saksi;  dan  penjaranya 
Adalah  neraka,  yang  hakimnya  mempunyai  adzab  yang  pedih 
Teruslah  menunda-nunda  sementara  kau  berpunya 
Besok  kau  bisa  membayarnya  kala  kau  telah  papa 

Diriwayatkan,  yang  paling  tidak  disukai  oleh  seseorang  pada  hari 
l<iamat  kelak  adalah  berjumpa  dengan  orang  yang  pernah  dikenal  di 
dunia.  Sebab  ia  khawatir  jangan-jangan  orang  itu  menuntutnya 
berkaitan  dengan  kezhaliman  yang  pernah  dilakukannya  di  dunia. 
Sebagaimana  disabdakan  oleh  Rasulullah  tgg: 


a'3  i a - % i 3 ’o  ai.'’'*}31"*' 

»U yd\  oUiJ'  jlSilsti'  aldiJj  sLjj  pe>-  'OsUjL'  > LjJA)  J; b-2  i 


S. inti  pada  hari  kiamat  kalian  benar-benar  akan  menunaikan  berbagai  hak 
-.epada  yang  memilikinya.  Sampai-sampai  akan  dibalaskan  untuk  seekor 
•-ambing  yang  tidak  bertanduk  atas  perbuatan  kambing  yang  bertanduk."358 

x~  ~3<nrij- nya telah  disebutkan  dimuka. 

Izc  3 -wayatkan  oleh  Muslim(2582).  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad(  183).  At-Tirmidzi  (2420),  Ibnu 
- roan  (7363)  dan  Ahmad  (2/235,323)  dari  Abu  Hurairah. 


Berbuat  Aniaya  ►►  183 


Rasulullah  ^ bersabda 


OjSsj  ^ Ji  . Li  f j^}\  41 £ gC*  j'  ^ A^JJ^L*  aJ  sJl^jlS^  j. 

4j  ■ <,  ,^J  O i * 4vk 11? ^ i jJL  *Wa  J_>- 1 L?  Lj^P  43 ! 0 ir  lJ  1 ^ O V,  ' ll 


t - 


4JLP  ‘Uz>-L-3  oL4~“  ‘r-4  -L^l  C4U- 


Barangsiapa  pernah  menganiaya  saudaranya,  baik  berkaitan  dengan 
kehormatannya  atau  sesuatu  yang  lain,  hendaklah  ia  meminta  kerelaannya 
sekarang,  sebelum  datangnya  hari  yang  tidak  ada  lagi  dinar  ataupun  dirham. 
jika  ia  mempunyai  amal  shalih,  maka  akan  diambillah  dari  amalnya  itu 
sebanyak  kezhalimannya.  Dan  jika  ia  tidak  mempunyai  amal  kebajikan,  maka 
akan  diambillah  kejahatan  orang  yang  dianiayanya  itu  lalu  dipikulkan 
kepadanya,  lalu  ia  dilemparkan  ke  neraka A59 

'Abdullah  bin  Abud-Dunya  meriwayatkan  sebuah  hadits  yang 
sanadnya  sampai  kepada  Abu  Ayyub  al-Anshariy  bahwa  Rasulullah 
bersabda,  "Pada  hari  kiamat  kelak,  yang  pertama-tama  berbantah-bantahan 
adalah  seorang  laki-laki  dengari  istrinya.  Demi  Allah,  bukanlah  lisan  istrinya 
yang  berbicara,  tetapi  tangan  dan  kakinya.  Keduanya  memberikan  kesaksian 
yang  memberatkannya  berkaitan  dengan  perbuatannya  yang  menyakitkan 
suaminya  di  dunia  dulu.  Begitu  juga  tangan  dan  kaki  laki-laki  itu  memberikan 
kesaksian  atas  apa  yang  telah  dilakukannya  terhadap  istrinya,  yang  baik  atau 
yang  buruk.  Kemudian  ditemukan  pula  antara  seorang  laki-laki  dengan 
pelayannya.  Bukan  dirham  atau  dinar  yang  diambil  dari  mereka,  melainkan 
kebaikan  orang  yang  zhalim  diserahkan  kepada  orang  yang  terzhalimi  dan 
keburukan  orang  yang  terzhalimi  diambil  dan  diserahkan  kepada  orang  yang 
menzhalimi.  Kemudian  orang-orang  yang  kejam  akan  dihadapkan  dengan 
rantai  dari  besi,  lalu  dikatakan,  jerumuskan  mereka  ke  dalam  neraka !"m 


Syuraih  al-Qadli  berkata,  "Orang-orang  yang  zhalim  itu  benar- 
benar  akan  mengetahui  bahwa  orang  yang  zhalim  itu  menunggu 
siksaan,  sedangkan  orang  yang  dizhalimi  itu  menunggu  pertolongan 
dan  pahala." 

Diriwayatkan  bahwa  ia  juga  bertutur,  "Jika  Allah  menghendaki 
kebaikan  bagi  seorang  hamba,  maka  Allah  akan  memberikan  kuasa 
kepada  seseorang  untuk  menzhaliminya." 


359.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

360.  Lemah  sekali:  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  Al-Kabir( 3969)  dari  jalur  Abdullah  bin  Abdul  Aziz  Al-Laitsi 
dari  Ibnu  Syihab  dari  Atha’  bin  Yazid  dari  Abu  Ayyub  dengan  me-marfu‘-kannya.  Ai-Haitsami  berkata 
dalam  Al-Majma'  (10/349)  dan  di  dalamnya  terdapat  Abdullah  bin  Abdul  Aziz,  sedangkan  ia  dha  1f.  Dan 
Adz-Dzahabi  menyebutkan  hadits  ini  sebagai  kebatilan  dari  Al-Laitsi  ini. 


184 


D:d\*  Besar 


Suatu  hari  Thawus  al-Yamaniy  datang  menghadap  Hisyam  bin 
'Abdul  Malik  (salah  seorang  penguasa  Bani  Umayyah),  lalu  berkata 
kepadanya,  "Takutlah  kepada  Allah  berkenaan  dengan  hari  adzan/" 
Hisyam  bertanya,  "Apakah  hari  adzan  itu?"  Thawus  menjawab,  "Allah 
ta'ala  berfirman  '...kemudian  seorang  penyeru  (muadzin)  mengumumkan 
(beradzan)  di  antara  dua  golongan  itu,  'Kutukan  Allah  ditimpakan  kepada 
orang-orang  yang  zhalim!  (Al-A'raf:  44)”  Hisyam  pingsan  mendengarnya. 
Maka  Thawus  pun  berkata,  "Ini  baru  akibat  mendengar  sifatnya,  apalagi 
kalau  nanti  mengalami  sendiri?  Hai  orang  yang  rela  disebut  sebagai  si 
zhalim,  sudah  berapa  banyak  kezhalimanmu?!  Penjara  nanti  adalah 
Jahannam,  dan  Allah  adalah  Hakim!" 

Pasal  Larangan  Berkumpul  dan  Bergaul  Dengan  Orang- 
orang  Zhalim 

Allah  iu:  berfirman: 

p ‘JLJ»  yj\  J\  1 

Dan  janganlah  kalian  cenderung  kepada  orang-orang  yang  zhalim  yang 
menyebabkan  kalian  disentuh  api  neraka  (Hud:  113) 

Maksud  cenderung  pada  ayat  di  atas  adalah  perasaan  senang 
disertai  rasa  cinta. 

Ibnu  'Abbas  zS  berkata,  "Janganlah  kamu  cenderung  dengan 
sepenuh  hati  dan  cinta  serta  berbicara  lemah  lembut  penuh  kasih." 

As-Suddiy  dan  Ibnu  Zaid  berkata,  "Janganlah  kalian  menjilat  or- 
ang-orang zhalim  itu!" 

'Ikrimah  berkata,  "Maksud  ayat  itu  adalah  mentaati  dan  mencintai 
mereka." 

Abui  'Aliyah  berkata,  "Janganlah  kamu  merasa  rela  dengan 
perbuatan  mereka,  '...sehingga  kamu  disentuh  api  neraka  ...'  (Hud:  113) 
maka  kamu  akan  terkena  hembusan  angin  panasnya,  ’...dan  sekali-kali 
kamu  tidak  mempunyai  seorang  penolong  pun  selain  Allah...'  (As-Shaffat  : 
22)" 

Ibnu  'Abbas  berkata,  "Kamu  tidak  akan  mempunyai  penolong 
yang  menolongmu  dari  adzab  Allah,  '...Kemudian  kalian  tidak  akan  diberi 
pertolongan...'  (As-Shaffat  : 22)  yakni  tidak  akan  ditolong  dari  adzab-Nya." 

Allah  ;M  berfirman: 


Berbuat  Aniaya  ►►  185 


( kepada  malaikat  diperintahkan) -."Kumpulkanlah  orang-orang  yang  zalim 
bersama  teman  sejawat  mereka  (As-Shaffat  : 22) 

Ibnu  Mas'ud  berkata,  Rasulullah  syg  bersabda,  "Akan  datang  suatu 
masa  di  mana  para  penguasa  dikelilingi  oleh  para  pembantu  dan  sanak  kerabat. 
Mereka  berbuat  zhalim  dan  berdusta.  Barangsiapa  menemui  mereka  dan 
membenarkan  kedustaan  mereka  serta  membantu  kezhaliman  mereka,  maka 
ia  bukan  golonganku  dan  aku  bukan  dari  golongannya.  Dan  barangsiapa 
tidak  menemui  mereka  serta  tidak  membantu  kezhaliman  mereka,  maka  ia 
termasuk  golonganku  dan  aku  termasuk  golongannya."361 

Masih  dari  Ibnu  Mas'ud  ^ , Rasulullah  bersabda,  "Barangsiapa 
membantu  orang  zhalim  maka  ia  akan  dikuasainya."301 

Sa'id  bin  Musavvib  zjZ  berkata,  "Janganlah  kamu  penuhi 
penglihatanmu  dengan  melihat  kepada  para  pembantu  orang-orang 
zhalim  kecuali  dengan  perasaan  ingkar  di  dalam  hati,  agar  amal-amal 
shalihmu  tidak  berguguran." 

Makhul  ad-Dimasyqiy  ziz  berujar,  "Pada  hari  kiamat  kelak  akan 
diserukan  'Mana  orang-orang  zhalim  dan  pembantu-pembantu 
mereka?"  Maka  tidak  disisakan  di  sana  seorang  pun  yang  hanya 
memberikan  tinta  kepadanya  atau  meruncingkan  pensilnya  dan 
seterusnya.  Semuanya  akan  hadir  bersama  dan  dikumpulkan  dalam 
sebuah  peti  dari  api  lantas  dilempar-kan  ke  dalam  neraka." 

Seorang  laki-laki  tukang  jahit  datang  menemui  Sufyan  ats-Tsauriy 
dan  berkata,  "Saya  seorang  penjahit  baju  sultan,  apakah  termasuk 
pembantu  orang  yang  zhalim?"  beliau  menjawab,  "Bahkan  kamu 
termasuk  orang  yang  zhalim.  Adapun  pembantu  orang  zhalim  itu  adalah 
orang  yang  menjual  jarum  dan  benang  kepadamu!” 

Diriwayatkan  bahwa  Nabi  bersabda,  "Yang  pertama  akan  masuk 
neraka  pada  hari  kiamat  nanti  adalah  tukang-tukang  cambuk.363  Yaitu  or- 
ang-orang yang  selalu  membawa  cambuk  dan  mencambuk  orang-orang  di 
hadapan  orang  yang  zhalim." 

361 . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3. 24).  Ibnu  Hibban  (286)  dan  Abu  Ya'la  dari  Abu  Sa:id.  Al-Haitsami  berkata  (5/ 
246),  '“Di  dalamnya  terdapat  Sulaiman  bin  Abu  Smaiman  Al-Qurasyi.  aku  tidak  mengenalnya,  namun  para 
perawi  yang  lainnya  adalah  para  perawi  Ash-Shahih." 

362. Maudhu':  Diriwayatkan  oleh  Abu  Hafs  A!-Kat!ani  dalam  bagian  haditsnya  (141-142).  Dan  Asy-Syaikh 
berkata  dalam  Adh-Dha'ifah  (1937)  dan  Adh-Dha‘if( 5453).  'maudhu'. 

363.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausatn  (6635).  Ibnu  Adi  (7/267)  dari  jalur  Hisyam  bin  Ammar, 
telah  menceritakan  kepada  kami  A!-Walid  bin  Muslim,  telah  menceritakan  kepada  kami  Hamniad  bin 

186 1 D:D%a Besar 


Ibnu  'Umar  Ak  berkata,  "Pembantu  orang  zhalim  dan  hulubalang- 
nya adalah  anjing-anjing  neraka  pada  hari  kiamat  kelak." 

Diriwayatkan  bahwa  Allah  mewahyukan  kepada  Nabi  Musa 
"Perintahkanlah  kepada  Bani  lsrail  (dalam  satu  riwayat;  perintahkanlah  or- 
ang-orang yang  zhalim  dari  Bani  lsrail)  supaya  mereka  tidak  menyebut  nama- 
Ku.  Sebab  Aku  akan  menyebut  orang  yang  menyebut  nama-Ku,  dan  sebutan- 
Ku  terhadap  mereka  adalah  berupa  laknat." 

Dalam  riwayat  yang  lain;  Sesungguhnya  Aku  menyebut  orang  yang 
menyebut-Ku  di  antara  mereka  dengan  laknat." 

Nabi  juga  bersabda,  " janganlah  seseorang  di  antara  kalian  berdiri 
di  tempat  orang  yang  teraniaya  sedang  dipukuli.  Sesungguhnya  laknat  itu 
akan  turun  kepada  siapa  saja  yang  ada  di  tempat  kejadian  itu,  kecuali  mereka 
yang  membelanya."36 4 

Diriwayatkan  dari  Rasulullah  bahwa  beliau  bersabda,  "Seorang 
laki-laki  didatangi  oleh  malaikat  di  dalam  kuburnya,  kemudian  malaikat  itu 
berkata,  'Kami  akan  memukulmu  dengan  seratus  pukulan!’  Orang  itu 
berulang-ulang  meminta  keringanan  kepada  malaikat  itu  hingga  akhirnya 
menjadi  hanya  satu  pukulan,  lalu  malaikat  itu  memukulnya.  Maka  menyalalah 
api  di  dalam  kuburnya.  Orang  itu  bertanya,  'Mengapa  kamu  memukulku 
dengan  pukulan  tadi?'  Para  malaikat  menjawab,  'Karena  engkau  shalat  tanpa 
tersuci  dan  engkau  pernah  berjalan  melewati  orang  yang  teraniaya  namun 
engkau  tidak  menolongnya!'  Itu  adalah  keadaan  orang  yang  tidak  menolong 
orang  yang  teraniaya,  padahal  ia  mampu  menolongnya."365 


Dalam  Shahih  Bukhariy  dan  Muslim  disebutkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda: 


dii-a  JlT 


} S 5« 

i -^2j' 


J lii  L»  U-ii-*  * I L<J  lii  li- 1 

w -K  J y 


0 


f 

3 


J > 


Salamah.  telah  menceritakan  kepada  kami  Abu  Mahzam  dari  Abu  Hurairah.  Sedangkan  Abu  Mahzam 
Matruk,  namanya  adalah  Yazid  bin  Sufyan.  Ibnu  Adi  berkata:  Hadits  ini  ghairu  mahfuzh. 

364.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  (11675)  dan  jalur  Mundil  bin  Ali  oari  Asad  bin  Atha'  dari  ikramah  dari  ibnu 
Abbas.  Ai-Haitsami  berkata  (6284!  'Di  dalamnya  terdapat  Asad  bin  Atha.  Al-Azdi  berkata  ia  adalah  majhul, 
sedangkan  Mundil  telah  dipandang  isiaah  oieh  Abu  Hatim.  namun  Ahmad  dan  lainnya  men-dha'ff-kannya. 
Sedangkan  perawi  lainnya  tsiaat. 

365.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dari  Hadits  Ibnu  Umar  yang  di  dalamnya  terdapat  Yahya  bin  Abdullah  bin 
Adh-Dhahak  Al-Babiluti.  la  seorang  yang  dha  'it.  Al-Mundziri  dalam  At-  7argb®  menisbatkannya  pada  Abu 
Syaikh  dalam  A!- Taubikh sembari  mengisyaratkan  ke-ctoT-annya.  Kukatakan,  aku  tidak  menemukannya 
di  sana. 


Berbuat  Aniaya  ►►  187 


Tolonglah  saudaramu  baik  ia  dalam  keadaan  zhalim  ataupun  mazhlum 
(terzhalimi) ! Seorang  sahabat  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  saya  bisa 
menolongnya  apabila  ia  terzhalimi,  lalu  bagaimana  jika  ia  zhalim?"  Beliau 
menjawab,  "Engkau  cegah  ia  dari  melakukan  perbuatan  zhalim  itu.  Itulah 
bentuk  pertolonganmu  untuknya 

Seorang  yang  arif  pernah  bercerita,  "Suatu  malam  saya  bermimpi 
melihat  seorang  laki-laki  yang  sudah  meninggal  dunia  beberapa  lama. 
Orang  itu  semasa  hidupnya  suka  melayani  orang-orang  zhalim  dan 
pemungut  cukai.  Keadaannya  sangat  buruk  sekali,  lalu  saya  bertanya, 
'Bagaimana  kabarmu?'  Ia  menjawab,  'Kabar  buruk!'  Saya  bertanya  lagi, 
'Kamu  mau  ke  mana?'  Ia  menjawab,  'Ke  adzab  Allah.'  Saya  bertanya 
lagi,  'Bagaimana  keadaan  orang-orang  yang  zhalim  di  sana?'  Ia 
menjawab,  'Keadaan  mereka  buruk  sekali.  Tidakkah  Anda  mendengar 
firman  Allah: 


Dan  orang-orang  yang  zalim  itu  kelak  akan  mengetahui  ke  tempat  mana 
mereka  akan  kembali.  (Asy-Syu’ara':  227) 

Seorang  arif  yang  lain  menyampaikan,  "Saya  pernah  melihat 
seorang  laki-laki  yang  terpotong  tangannya  sampai  ke  pundaknya.  Or- 
ang itu  berkata,  'Barangsiapa  sudah  melihatku,  maka  janganlah  pernah 
berbuat  zhalim  lagi  kepada  seseorang!'  Saya  mendekatinya  lalu  bertanya, 
'Wahai  saudara,  apa  kisahmu?’  Orang  itu  menjawab,  'Kisahku  sangat 
aneh.  Dahulu  aku  adalah  seorang  pembantu  orang  yang  zhalim.  Suatu 
hari,  aku  melihat  seorang  nelayan  yang  telah  berhasil  menangkap  seekor 
ikan  yang  sangat  besar.  Aku  tertarik  kepada  ikannya,  lalu  menemuinya 
dan  kekatakan,  'Berikan  ikan  itu  kepadaku!'  Orang  itu  menjawab,  'Aku 
tidak  akan  memberikannyakepadamu.  Aku  akan  menjualnya  untuk 
memberi  makan  keluargaku.'  Lalu  orang  itu  aku  pukul  dan  kuambillah 
ikannya  secara  paksa.  Aku  pun  pulang  dengan  membawa  ikan  itu. 
Ketika  saya  sedang  berjalan  sambil  membawa  ikan  itu,  tiba-tiba  ikan 
itu  menggingit  ibu  jari  tanganku  dengan  kuat  sekali.  Setibanya  di  rumah, 
ikan  itu  aku  lemparkan  dari  tanganku  begitu  saja  dan  aku  pegang  ibu 
jari  tanganku.  Rasanya  sakit  sekali  sehingga  aku  tak  bisa  tidur 
dibuatnya.  Lukaku  membengkak,  dan  keesokan  harinya  aku  pergi 
menemui  seorang  tabib.  Aku  ceritakan  kepada  tentang  sakitku.  Ia 
berkata,  ’Ibu  jarimu  harus  dipotong,  karena  sudah  membusuk.  Kalau 

366.  S/iab/L  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2443.2444),  Ahmad  (3/99)  dan  At-Tirmidzi  (2282)  dari  Anas, 
diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/324)  dan  Muslim  (2584)  dari  Jabir. 


188  D:o%aBesar 


tidak  ia  akan  menjalar  ke  tanganmu!’  Maka  ibu  jariku  pun  dipotong. 
Akan  tetapi,  rasa  sakitnya  tidak  hilang,  sehingga  malamnya  aku  tidak 
bisa  tidur  dan  tenang.  Ada  yang  menyarankan  supaya  kupotong  saja 
telapak  tanganku,  karena  sakitnya  yang  tak  tertahankan  lagi,  aku  pun 
mengikuti  saran  itu,  kupotong  telapak  tanganku.  Rupanya  rasa  sakit 
itu  tetap  tinggal.  Bahkan  akhirnya  menjalar  sampai  ke  lengan.  Saya  tak 
tahan  lagi  dan  mulai  berteriak.  Ketika  ada  yang  menyarankan  supaya 
kupotong  sampai  siku-siku,  aku  pun  melakukannya.  Namun  tetap  saja 
rasa  sakitnya  menjalar  sampai  ke  lengan  atas  dan  lebih  sakit  dari  pada 
sebelumnya.  Seseorang  menyarankan  agar  kupotong  tanganku  sampai 
pangkal  lengan.  Aku  pun  mengikuti  sarannya.  Lalu  ada  orang  yang 
menanyakan  kepadaku  penyebab  sakitku  itu.  Aku  pun  menceritakan 
bahwa  aku  telah  merampas  ikan  milik  nelayan  itu.  Orang  itu  berkata, 
"Wah,  andaikata  sejak  pertama  kali  sakit  Anda  pergi  menemui  nelayan 
itu  dan  meminta  maaf  serta  kerelaannya  lalu  dia  menerimanya,  tentu 
Anda  tidak  perlu  memotong  tangan  Anda.  Sekarang,  cobalah  untuk 
mencarinya,  dan  mintalah  maaf  kepadanya  sebelum  penyakit  ini 
menjalar  ke  seluruh  tubuh  Anda!”  maka  aku  pun  pergi  mencari  nelayan 
ituke  berbagai  penjuru  kota.  Sampai  akhirnya  kutemukan  ia  dan  kucium 
kakinya  sambil  menangis.  Aku  katakan,  'Tuan,  saya  mohon  dengan 
menyebut  nama  Allah,  sudilah  kiranya  tuan  memaafkan  saya!'  Nelayan 
itu  terkejut  lalu  bertanya,  'Anda  ini  siapa?'  Aku  pun  menjawab,  'Saya 
adalah  orang  yang  beberapa  hari  yang  lalu  telah  merampas  ikan  milik 
Tuan  secara  paksa.'  Lalu  aku  ceritakan  kepadanya  apa  yang  sudah  terjadi 
padaku.  Aku  perlihatkan  tanganku  kepadanya  dan  kala  melihatnya, 
nelayan  itu  menangis  seraya  berkata,  'Wahai  saudaraku,  aku  telah 
memaafkanmu  setelah  melihat  bencana  yang  menimpamu  ini.' 
Kemudian  aku  bertanya,  'Tuan,  demi  Allah,  apakah  tuan  telah 
mendoakan  saya  dengan  doa  yang  tidak  baik  ketika  saya  merampas 
ikan  itu  tempo  hari?'  Nelayan  itu  menjawab,  'Benar.  Saya  berdoa  'ya 
Allah,  orang  itu  telah  memaksakan  kehendaknya  kepadaku  dengan 
kekuatannya  atas  kelemahanku,  la  merampas  rezki  yang  telah  Engkau 
anugerahkan  kepadaku  secara  zhalim.  Karenanya,  tunjukkanlah 
kekuasan-Mu  kepadaku  atas  dirinya!"  Aku  pun  berkata,  'Tuan,  Allah 
telah  memperlihatkan  kekuasan-Nya  terhadap  saya  kepada  tuan,  dan 
saya  bertaubat  kepada  Allah  dari  segala  perbuatan  zhalim  yang  telah 
lalu,  dan  saya  berjanji  tidak  akan  membantu  orang  yang  zhalim  lagi 
selama  hidup  saya.  Insyd'allah  wa  billdhit  taufiq."' 


Berbuat  Aniaya  ►►  189 


Nasihat 


Wahai  saudaraku,  berapa  banyak  kematian  itu  mengeluarkan 
nyawa  dari  sarangnya  tanpa  diketahuinya?!  Berapa  banyak  tubuh 
diletakkan  di  bumi  tanpa  disadarinya?!  Berapa  banyak  ia  sudah  membuat 
mata  mengalirkan  air  seperti  mata  air  setelah  ia  tenang  tak  berombak?! 

Hai  orang  yang  berpaling  karena  nikmat  duniawi 
Engkau  kan  terputus  darinya,  suka  tidak  suka 
Kejadian  itu  menghenyakkan  manusia  dari  kampungnya 
Juga  burung-burung  dari  sarangnya 

Di  manakah  raja  timur  dan  barat?!  Juga  pembikin  keramaian  dari 
berbagai  penjuru?!  Juga  mereka  yang  rajin  berkebun?!  Dan  yang  telah 
menggapai  harapannya  serta  telah  menikahi  para  gadis?!  Di  mana?! 

Ada  burung  gagak  menggaok  di  negerinya  dari  antara  sekian  suara! 
Ia  mengetuk  dalam  candanya  ketukan  yang  dahsyat.  Guntur  dan  guruh 
menggelegar  padanya. Ia  diantar  oleh  para  pecinta  yang  belum  berpisah, 
lalu  ditinggalkan  oleh  teman  dan  para  sahabat.  Ia  dipindahkan  dari 
antara  makhluk  ke  hadapan  al-Khaliq. 

Demi  Allah,  ia  telah  dijemput  maut  tanpa  belas  kasih.  Ia  dihinakan 
secara  paksa  setelah  ia  begitu  mulia.  Digantikan  baginya  tanah  kasar 
setelah  kasur  yang  empuk.  Cacing-cacing  mengkoyak-koyaknya 
sebagaimana  ia  mengkoyak-koyak  bajunya.  Ia  dalam  kesusahan  yang 
sangat  dari  kehidupannya.  Jauh  dari  teman  seakan  tiada  pernah  punya 
kenalan. 

Demi  Allah,  penjagaan  tiada  manfaat  baginya.  Hartanya  pun  tiada 
mengembalikannya.  Bahkan  semua  bekal  yang  dibawanya  membuatnya 
dalam  bahaya.  Dan  demi  Allah,  ia  benar-benar  akan  menjadi  pelajaran 
bagi  siapa  yang  'kan  lewat  dan  memotong  jalan  yang  berliku.  Ia 
tergadaikan  tanpa  tahu  adakah  kecelakaan  ataukah  selamat.  Inilah 
bagianmu  dalam  beberapa  hari  mendatang,  yang  hari  ini  kamu  tiada 
pernah  memimpikannya. 

Sungguh,  duniamu  tiada  indah.  Apa  yang  kau  dengar  kini  esok 
' kan  kau  saksikan,  sempurna!  Akan  terjadi  bagi  diri  ini  juga  dirimu! 
Celaka!  Adakah  kata-kata  ini  membekas  di  hatimu?! 


190  D u' uiBesdi' 


MEMUNGUT  CUKAI 


Djsa 

Besar 


Perbuatan  memungut  cukai  termasuk  ke  dalam  firman  Allah  : 

r j. j V 1 j a -.j-Ul  ^ - -*d'  L*j| 

«e’*  ' 

'Jij  WJLip 

Sesungguhnya  dosa  itu  atas  orang-orang  yang  berbuat  zhalim  kepada  manusia 
dan  melampaui  batas  di  muka  bumi  tanpa  hak. Mereka  itu  mendapat  adzab 
yang  pedih.  (Asy-Syura:  42) 

Orang  yang  memungut  cukai  itu  adalah  orang  yang  paling  besar 
bantuannya  kepada  orang-orang  yang  zhalim.  Bahkan  ia  sendiri 
termasuk  yang  zhalim.  Sebab,  ia  telah  mengambil  apa  yang  bukan 
menjadi  haknya  dan  memberikannya  kepada  yang  tidak  berhak. 

Nabi  bersabda: 

"Pemungut  cukai  itu  tidak  akan  masuk  surga" 

Beliau  juga  bersabda: 

"Tidak  akan  masuk  surga  orang  yang  kerjanya  memungut  cukai"**7 

Pemungut  cukai  itu  memikul  tanggung  jawab  penganiayaan 
terhadap  manusia.  Pada  hari  kiamat  kelak  mereka  tidak  akan  menda- 
patkan sesuatu  untuk  membayar  kembali  hak  orang  yang  sudah  diam- 


367.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/143.150).  Abu  Dawud  (2937),  Ad-Darimi  (1673),  Ibnu  Khuzaimah  (2333),  Abu 
Ya’la  (1750),  Ath-Thabrani  (17  317878).  Ibnu!  Jarud  (339)  dan  Al-Hakim  (1/404)  dari  Uqbah  bin  Amir.  Di- 
dha‘if- kanoleh  Asy-Syaikh  dalam  D/ia7M/-Jam/'(6341)dan  Dha'JfAbi Dawud (631).  Namun  aku  beium 
menemukan  teks  hadits  yang  pertama.  Wallahu  Alam 


Memungut  Cukai  ►►  I 9 I 


bilnya.  Sesungguhnya  mereka  akan  membayarnya  dengan  diambilkan 
kebaikannya  jika  ia  mempunyai  kebaikan. 

Rasulullah  jgg  bersabda,  "Tahukah  kamu,  siapakah  orang  yang  bangkrut 
itu?"  Sahabat  menjawab,  "Wahai  Rasulullah,  menurut  kami  orang  yang 
bangkrut  adalah  orang  yang  tidak  memiliki  dirham  atau  kekayaan" 
Rasulullah  yW  menjelaskan,  "Sebenarnya  orang  yang  bangkrut  dari 
ummatku  itu  adalah  orang  yang  datang  pada  hari  kiamat  dengan  membawa 
shalat,  shiyam,  dan  haji.  Namun  ia  datang  dalam  keadaan  telah  mencela  si 
anu,  mengambil  harta  si  anu,  melecehkan  kehormatan  si  anu,  memukul  si 
anu,  dan  menumpahkan  darah  si  anu.  Maka  kebaikannya  diambil  untuk  si 
anu,  diambil  lagi  untuk  si  anu.  Apabila  kebaikannya  sudah  habis  sebelum 
habisnya  kesalahannya  terhadap  orang-orang  itu,  maka  diambillah  kejahatan 
orang-orang  itu  lalu  dipikulkan  kepadanya,  hingga  akhirnya  ia  masuk 
neraka ."3bR 

Pemungut  cukai  itu  sama  dengan  perampok  atau  pencuri.  Semua 
orang  yang  terlibat  dalam  pekerjaan  pemungutan  cukai  itu  seperti 
menulisnya,  saksinya,  petugas  yang  memungutnya;  mereka  semua 
bersekutu  dalam  berbuat  dosa.  Mereka  semua  memakan  barang  haram. 
Rasulullah  ^ bersabda: 

-'S  ; J ' ' , 3 J, 

4j  _!  1 1 I 'W 1 U— ^->J  ‘UStJ I b-_tj 

- • O ^ s - ‘ V 

"Daging  yang  tumbuh  dari  barang  haram  tidak  akan  masuk  surga.  Neraka 
lebih  pantas  sebagai  tempat  tinggalnya." m 

Ketika  menafsirkan  firman  Allah: 


Katakanlah,  "Tidak  sama  yang  buruk  dengan  yang  baik,  meskipun  banyaknya 
yang  buruk  itu  menarik  hatimu"  (Al-Maidah:  100) 

Al-Wahidiy  menyebutkan  bahwa  sahabat  Jabir  berkata, 
"Seorang  laki-laki  bertanya  kepada  Rasulullah  yg,  'Wahai  Rasulullah, 
dahulu  khamr  adalah  dagangan  saya.  Saya  telah  mengumpulkan  harta 
yang  banyak  dari  hasil  menjualnya.  Apakah  harta  itu  dapat  menda- 
tangkan manfaat  bagi  saya  jika  saya  mempergunakannya  untuk  berbuat 
taat  kepada  Allah?'  Beliau  menjawab,  'Seandainya  harta-mu  itu  kamu 

368.  TaWinfnya  telah  disebutkan  di  muka. 

369.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab (5373.5374)  dari  Uqbah  bin  Amir  sedangkan  Isnadnya 
shahih.  Dan  selanjutnya  akan  terdapat  hadits  dengan  lafadz  riwayat  Abu  Bakr. 

D:D%a  Besar 


192 


gunakan  untuk  menunaikan  haji,  berjihad,  atau  bersede-kah,  maka  nilainya 
tidak  sebanding  dengan  sehelai  sayap  nyamuk.  Allah  tidak  akan  menerima 
kecuali  yang  baik.'  Kemudian  Allah  menurunkan  ayat  ini  sebagai 
pembenaran  atas  sabda  Nabi  tersebut. 


Katakanlah,  "Tidak  sama  yang  buruk  dengari  yang  baik,  meskipun  banyaknya 
yang  buruk  itu  menarik  hatimu"  (Al-Maidah:  100) 370 

'Atha'  dan  al-Hasan  berkata,  "Maksud  yang  baik  dalam  ayat 
tersebut  adalah  yang  halal  dan  maksud  yang  buruk  adalah  yang  haram." 


370.  Telah  disebutkan  dalam  Asbabun  Nuzul oleh  Al-Wahidi  (hal:  1 2 1 ) tanpa  isnad. 


Memungut  Cukai  ►►  193 


D 


sa 

Besar 


MEMAKAN  BARANG  HARAM 


Allah  berfirman: 

_<4  *kS\y\  i Jrk  Yj 

Dan  janganlah  sebahagian  kamu  memakan  harta  sebahagian  yang  lain  di 
antara  kamu  dengan  jalan  yang  batil  (Al-Baqarah:  188) 

Ibnu  Abbas  'S  berkata,  "Maksudnya  adalah  dengan  sumpah  palsu, 
yang  dengan  sumpah  palsu  itu  seseorang  bisa  mendapatkan  harta  saudaranya 
secara  batil." 


Memakan  dengan  cara  yang  batil  itu  ada  dua  macam; 

Pertama,  diperoleh  dengan  jalan  kezhaliman  seperti;  merampas, 
berkhianat,  atau  mencuri. 

Kedua,  diperoleh  dengan  cara  bermain  seperti;  berjudi,  tempat-tempat 
hiburan,  dan  lain-lain. 


Dalam  Shahih  Bukhari  disebutkan,  Rasulullah  bersabda: 


QJi  / 


,13'  L 


LL  '.L* 


3 f ^ i 
) 1—5 


^ \j>r  \ vl)  t 


Sesungguhnya  orang-orang  yang  menceburkan  diri  ke  dalam  harta  Allah  tanpa 
hak,  maka  bagi  mereka  disediakan  neraka  pada  hari  kiamat.  '’'1 

Di  dalam  Shahih  Muslim  disebutkan  bahwa  Nabi  bersabda: 


>\  4-0-*  /7  4 s J \ L 

v y • J - 

CiJJJLJ 


U Jj  ajIu  jUj  jS 


> - . 

X - ..  z'./  * ^ ^ 

-o  ^ li  > ; * a'  j > l Aj  t 


371.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 


Memakan  Barang  Haram  ►►  i 95 


"Ada  seorang  laki-laki  yang  melakukan  perjalanan  jauh  hingga  rambutnya 
penuh  debu.  Ia  mengangkat  tangannya  ke  langit  seraya  berdoa,  'Ya  Rabb,  ya 
Rabb!'  sedangkan  tempat  makanannya  haram,  tempat  minumannya  haram, 
pakaiannya  haram,  dan  juga  makanannya  haram,  maka  bagaimana  doanya 
akan  dikabulkan!"’''2 

Dari  Anas  , "Saya  berkata  kepada  Rasulullah  -jyg,  'Wahai 
Rasulu-llah,  mohonkanlah  kepada  Allah  supaya  Dia  menjadikanku 
seorang  yang  doanya  selalu  terkabul.’  Beliau  menjawab,  'Wahai  Anas, 
perbaikilah  usahamu  niscaya  doamu  akan  terkabul.  Sesungguhnya  orang  yang 
mema-sukkan  sesuap  barang  haram  ke  mulutnya,  doanya  tidak  akan 
dikabulkan  selama  empatpuluh  hari.""73 

Al-Baihaqiy  meriwayatkan  sebuah  hadits  dengan  sanad  yang 
sampai  kepada  Nabi  beliau  bersabda,  "Sesungguhnya  Allah  membagi- 
bagikan  akhlak  kalian 'itu  sebagaimati  membagi-bagikan  rezki.  Sesungguh- 
nya Allah  memberikan  dunia  kepada  orang  yang  dicintai-Nya  dan  yang  tidak 
dicintai.  Tetapi  Dia  hanya  memberikan  dien  kepada  orang  yang  dicintai-Nya. 
Tidaklah  seseorang  mengusahakan  harta  haram,  kemudian  menufkah-kannya 
lalu  diberkati,  dan  menyedekahkannya  lalu  diterima.  Dan  tidaklah  ia 
meninggalkannya  di  belakangnya  kecuali  harta  itu  akan  menjadi  bekalnya  ke 
neraka.  Sesungguhnya  Allah  tidak  akan  menghapus  keburukan  dengan 
keburukan,  melainkan  menghapus  keburukan  dengan  kebaikan."373 

Ibnu  'Umar  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
"Dunia  itu  manis  dan  hijau.  Barangsiapa  berusaha  di  dalamnya  secara  halal 
lalu  menafkahkannya  pada  jalan  yang  benar,  niscaya  Allah  akan  mengganjar- 
nya dan  mewariskan  surga  baginya.  Dan  barangsiapa  berusaha  di  dalamnya 
melalui  cara  yang  haram  dan  membelanjakannya  pada  jalan  yang  tidak  benar, 
niscaya  Allah  ta'ala  akan  memasukkannya  ke  tempat  yang  hina  (neraka). 

372.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1015).  At-Tirmidzi  (2989).  Ad-Darimi  (696),  Ahmad  (2/328)  dan  Al-Baihaqi  Asy- 
Syu'ab  (11 18). 

373.  Hadits  ini  bukan  dari  Anas.  tetapi  yang  meminta  hal  tersebut  adalah  Sa’ad.  lantas  Rasulullah  saw 
bersabda, "Wahai  Sa'ad.  perbaikilah  makananmu,  pasti  engkau  akan  menjadi  orang  yang  doanya  terkabul. 
Demi  Dzat  Yang  jiwa  Muhammad  berada  dalam  genggaman  tangan-Nya,  sungguh  seorang  hamba 
memasukkan  sesuap  makanan  yang  haram  ke  dalam  perutnya  yang  menyebabkan  amalnya  selama 
empat  puluh  hari  tidak  diterima.  Hamba  mana  saja  yang  dagingnya  tumbuh  dari  barang  haram  dan  riba, 
maka  neraka  lebih  layak  untuk  dirinya.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (6495)  dari  Ibnu 
Abbas  secara  mariu’.  Al-Haitsami  berkata  (10/291 ) di  dalamnya  terdapat  perawi  yang  tak  kukenal. 

374.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/387),  Al-Hakim  (1/34 ).  Ibnu  Adi  (4/166).  A!-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  (599), 
Abu  Nu'aim  (4/1 66)  dan  Ibnul  Jauzi  dalam  Al-  1/a/ (2/352)  dari  Ibnu  Mas'ud  secara  marfu’.  Dan  diriwayatkan 
oleh  Ibnul  Mubarak  dalam  Az-Zuhd[  11 34)  Zawaid.  dan  Ibnu  Abi  Syaibah  (3/294),  Al-  Bukhari  dalam  Al- 
Adab  Al-Mufrad (279).  Ath-Thabrani  (8990/9/229)  dan  Abu  Nu'aim  (4/195)  secara  mauquf dari  Ibnu  Mas'ud. 
Ad-Daruquthni  berkata:  terdapat  sekelompok  ulama  yang  me-ma/fu'-kannya  dan  sebagian  yang  lain  me- 
mauquf- kannya,  namun  yang  benar  adalah  mauquf. 

196  I D:6 Besar 


berapa  banyak  orang  yang  menceburkan  diri  pada  apa-apa  yang  haram  yang 
disenangi  hawa  nafsunya,  mengakibatkan  ia  masuk  neraka  pada  hari  kiamat 
nanti.  ”7'7 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan  bahwa  Rasulullah  bersabda 

Barangsiapa  tidak  mempedulikan  dari  mana  ia  mengusahakan  harta  niscaya  Allah 
tidak  akan  mempedulikannya  dari  pintu  mana  ia  dimasukkan  ke  dalam  neraka.7,76 

Abu  Hurairah  Ajk  berkata,  "Adalah  lebih  baik  bagi  salah  seorang 
dari  kalian  memasukkan  tanah  ke  dalam  mulutnya  dari  pada 
memasukkan  barang  haram."1” 

Yusuf  bin  Asbath  meriwayatkan,  katanya,  "Jika  ada  seorang  pemu- 
da melakukan  ibadat  dengan  tekun,  setan  berkata  kepada  kaki 
tangannya,  'Coba  kamu  lihat  dari  mana  makanannya!’ Jika  makanannya 
buruk,  maka  setan  akan  berkata,  'Biarkanlah  ia  bersusah  payah  dan 
giat  beribadah.  Kalian  tidak  perlu  repot  lagi.  Ketekunannya  yang  disertai 
dengan  barang  haram  itu  tidak  berguna  sama  sekali!"' 

Ungkapan  di  atas  didukung  oleh  hadits  Abu  Hurairah  yang 
disebutkan  dalam  Shahih  Muslim,  di  mana  Rasulullah  mence-ritakan 
tentang  seorang  laki-laki  vang  berdoa  namun  tempat  makanan-nya 
haram,  tempat  minumannya  haram,  pakaiannya  haram,  dan  juga 
makanannya  haram,  maka  bagaimana  doanya  akan  dikabulkan. 

Dalam  sebuah  hadits  diriwayatkan  bahwa  ada  dua  malaikat  di  Baitul 
Maqdis  yang  setiap  siang  dan  malam  berseru,  "Barangsiapa  memakan 
barang  haram  maka  Allah  tidak  akan  meneriman  amalnya  yang  sunnah 
dan  yang  wajib." 

Abdullah  bin  Mubarak  berkata,  "Mengembalikan  uang  satu  dirham 
vang  meragukan  itu  lebih  saya  sukai  dari  pada  saya  bersedekah  seratus 
ribu  dirham." 

/ 

Nabi  bersabda,  "Barangsiapa  menunaikan  haji  dengari  uang  haram, 
maka  ketika  ia  mengucapkan  kalimat  'Labbaik!',  malaikat  akan  menjawabnya, 
Tidak  ada  labbaik  dan  tidak  pula  sadaik,  hajimu  tidak  diterima"'77* 

375.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu’ab  (5139)  dari  Ibnu  Umar  dan  di-shahih-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (1 592)  dan  Ash-Shahih  (3410). 

376.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  (1660,1661 ,1662)  dan  Al-Baihaqi  (5370)  dari  Jundub  secara  marfu 

" Barangsiapa  di  antara  kalian  yang  mampu  untuk  tidak  mengalirkan  darah  yang  diharamkan  dan  tidak  juga 
mengalirkan  sedikit  darah  pun  yang  diharamkan . maka  ia  tidak  akan  mendatangi  sebuah  pintu  dan  pintu- 
pintu  surga  kecuali  pintu  surga  sudah  berada  di  hadapannya  ketika  hendak  memasukinya.  "Dan  isnadnya 
tidak  ada  masalah. 

3~7.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syuab (5379)  secara  marfu’ dari  Abu  Hurairah.  Dan  isnadnya 
shahih. 


Memakan  Barang  Haram  ►►  197 


Imam  Ahmad  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
"Barangsiapa  membeli  sebuah  baju  dengan  harga  sepuluh  dirham  sedangkan 
di  dalamnya  ada  satu  dirham  uang  haram,  niscaya  Allah  tidak  akan  menerima 
shalatnya  selama  baju  itu  dipakainya ."37y 

Wahb  bin  al-Ward  berkata,  "Sekalipun  Anda  berdiri  (shalat)  laksana 
tiang,  itu  tidak  berguna  bagimu  sampai  kamu  memperhatikan  apa  saja 
vang  masuk  ke  dalam  perutmu;  halalkah  atau  haramkah?"380 

Ibnu  Abbas  ae»  berkata,  'Allah  tidak  akan  menerima  shalat  sese- 
orang yang  di  dalam  perutnya  ada  makanan  haram  sampai  ia  bertaubat 
kepada  Allah  ta'ala  darinya." 

Sufyan  ats-Tsauriy  berkata,  "Orang  yang  menafkahkan  uang  haram 
dalam  perbuatan  taat  adalah  ibarat  orang  yang  mencuci  baju  dengan 
air  seni.  Padahal  baju  tidaklah  dicuci  kecuali  dengan  air,  dan  dosa 
tidaklah  dihapus  kecuali  dengan  yang  halal." 

Umar  AIA  berkata,  "Kami  membiarkan  sembilan  persepuluh  yang 
halal  karena  khawatir  jatuh  ke  dalam  yang  haram." 

Ka’ab  bin  Ajrah  Agi  berkata,  “Rasulullah  bersabda,  'Tidak  akan 
masuk  surga  tubuh  yang  diberi  makan  dengan  yang  haram."'381 

Zaid  bin  Arqam  berkata.  Dahulu,  Abu  Bakar  mempunyai  seorang 
budak  yang  memberikan  kepada  beliau  uang  tebusan  dirinya.  Setiap 
kali  budak  itu  datang  sambil  menyerahkan  tebusan  itu,  Abu  bakar  selalu 
menanyainya,  'Dari  mana  kamu  memperoleh  ini?' Jika  jawaban  budak 
Itu  merelakannya,  maka  dimakannya,  dan  jika  tidak  maka 
ditinggalkannya.  Pada  suatu  malam,  budak  itu  datang  membawa 
makanan.  Kebetulan  ketika  itu  Abu  Bakar  tengah  berpuasa.  Maka  beliau 
pun  makan  sesuap  darinya  dan  lupa  belum  menanyakan  kepada  budak 
itu  asal  makanan  yang  dibawanya.  Sesudah  makan,  barulah  beliau 
bertanya,  'Dari  mana  kamu  peroleh  makanan  itu?'  Budak  itu  menjawab, 
Saya  pernah  menjadi  dukun  sewaktu  masih  jahiliyah.  Sebenarnya  saya 
tidak  bisa  apa-apa,  saya  hanya  membohonginya  saja.'  Abu  Bakar  berkata, 


278.  Al-Mundziri  berkata:  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  sedangkan  sanadnya  dha'if.  Dan  Ibnu  Adi  telah 
mengeluarkannya  (3/1 06)  dan  IbnuIJauzi  dalam  Al- ‘llal (2/930). 

379.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/98),  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  A/-tVara ' ( 1 73).  Ibnu  Adi  (2/153).  Ibnu  Hibban 
dalam  Al-Majruhin  (2/38)  dan  Al-Khathib  dalam  Al-Jami’(  14/21)  sedangkan  hadits  ini  sangat  lemah- 
sebagaimana  dalam  Adh-Dha’if  (5A2S)  dan  Adh-Dha1fah(84Q). 

380.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Nu'aim  (8/154). 

381 . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/399).  Al-Bazzar  (1609)  kasyf.  Ad-Daarimi  dalam  Ar-Raqa’iq  (hal:714),  Abdur 
Razzaq  (20719),  Ibnu  Hibban  (5567),  Ai-Hakim  (1/79,4/422),  Abu  Ya'la  (1999)  dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab 
(5377).  Dan  hadits  ini  adalah  hadits  hasart. 

198 1 °‘D%a  Besar 


'Celaka!  hampir  saja  kamu  membinasakan  aku!'  Kemudian  beliau 
memasukkan  tangannya  ke  mulutnya  supaya  dapat  memun-tahkannya, 
namun  tidak  bisa.  Seseorang  memberitahukan  bahwa  itu  bisa 
dikeluarkan  dengan  bantuan  air.  Maka,  beliau  pun  mengambil  air, 
meminumnya,  dan  lalu  memuntahkan  seluruh  isi  perut  beliau. 
Seseorang  berujar,  'Semoga  Allah  merahmati  Anda.  Apakah  ini  semua 
hanya  karena  sesuap  saja?’  Beliau  menjawab,  'Sungguh  jika  ia  tidak 
dapat  keluar  kecuali  bersama  keluarnya  nyawaku  aku  pasti 
melakukannya.  Sebab  aku  telah  mendengar  Rasulullah  -jA?;  bersabda, 
'Setiap  tubuh  yang  tumbuh  dari  barang  haram  itu  neraka  lebih  pantas 
untuknya.'  Saya  khawatir  jangan-jangan  yang  sesuap  itu  tumbuh  menjadi 
daging  di  dalam  tubuhku. 

Di  depan  telah  disebutkan  bahwa  sabda  Nabi  yang  artinya,  'Daging 
yang  tumbuh  dari  barang  haram  tidak  akan  masuk  surga.  Neraka  lebih  pantas 
sebagai  tempat  tinggalnya.'  adalah  hadits  shahih.w 

Para  ulama  berkata,  "Termasuk  dalam  bab  ini  antara  lain;  pemu- 
ngut cukai,  pengkhianat,  pemalsu,  pencuri,  penganggur,  pemakan  riba 
dan  wakilnya,  pemakan  harta  anak  yatim,  orang  yang  memberi  kesaksian 
palsu,  orang  yang  meminjam  barang  lalu  tidak  mau  mengakui  bahwa 
ia  telah  meminjamnya,  pemakan  uang  suap,  orang  yang  mengurangi 
timbangan/  takaran,  orang  yang  menjual  barang  cacat  namun  ia 
menutupinya,  penjudi,  penyihir,  peramal,  pelukis  (makhluk  hidup, pmL), 
pelacur,  orang  yang  berprofesi  meratapi  mavit,  makelar  yang  mengambil 
komisi  tanpa  seizin  penjual,  orang  yang  memberitahu  pembeli  dengan 
harga  yang  lebih  tinggi  dari  harga  jual  (agar  ia  mendapat  bagian  dari 
aqad  tersebut,  pent.),  dan  orang  yang  menjual  orang  yang  merdeka  lalu 
memakan  uangnva. 

Pasal 

Diriwayatkan  bahwa  Rasulullah  -tgg  bersabda,  "Pada  hari  kiamat 
akan  didatangkan  orang-orang  yang  membawa  kebaikan  laksana  gunung 
Tihamah.  Tetapi  Allah  menjadikannya  bagai  debu  yang  beterbangan  lalu 
mereka  dilemparkan  ke  dalam  neraka."  Seseorang  bertanya,  "Wahai  Rasu- 
lullah, bagaimana  itu  bisa  terjadi?"  Beliau  menjawab,  "Mereka  dahulu 
adalah  orang-orang  yang  rajin  mengerjakan  shalat,  berpuasa,  mengeluarkan 


382.  Shahih.  Dan  diriwayatkan  oleh  Ai-Baihaai  (5375)  dan  telah  disebutkan  di  muka.  Adapun  asalnya  dalam 
Ash-Shahthaindan  riwayat  Aisyah. 

383.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 


Memakan  Barang  Haram  ►►  199 


zakat,  menunaikan  haji,  dan  lain-lain  dari  amal  kebajikan.  Namun  demikian 
jika  disodorkan  kepada  mereka  harta  yang  haram,  mereka  mau  mengambil- 
nya. maka  Allah  pun  menghapuskan  amal  mereka ."?84 

Seorang  yang  shalih  meninggal.  Ada  orang  yang  bermimpi  berte- 
mu dengannya.  Orang  itu  pun  bertanya,  "Apa  yang  telah  Allah  lakukan 
terhadapmu?"  Orang  shalih  itu  menjawab,  "Baik,  hanya  saja  aku  terta- 
han dari  surga  karena  sebuah  jarum  yang  pernah  saya  pinjam  namun 
belum  sempat  aku  kembalikan." 

Semoga  Allah  memberi  kita  ampunan,  kesejahteraan,  dan  taufiq 
kepada  apa  yang  dicintai  dan  diridlai-Nya. 


384.  As-Suyuti  berkata  dalam  Ad-Durr{ 5/1 22)  dikeluarkan  oleh  Samawaih  dalam  Fawaidi iya  dari  Salim  budak 
Abu  Hudzaifah. 

Ds:D%a  Besar 


200 


BUNUH  DIRI 


j.J 


s a 

Besar 


Allah  <?•:  berfirman: 


diJ  ^ L*-ij  ' ^ * Lg-*>-  J 3d  bis"  Ai  ji  t 1 lili .' V ‘ 

'jwv  Jji5i  j\SN  'jli  aJAl 

Dan  janganlah  kamu  membunuh  dirimu;  sesungguhnya  Allah  adalah  Maha 
Penyayang  kepadamu.  Dan  barangsiapa  berbuat  demikian  dengan  melang- 
gar hak  dan  aniaya,  maka  Kami  kelak  akan  memasukkannya  ke  dalam  neraka. 
Yang  demikian  itu  adalah  mudah  bagi  Allah.  (An-Nisa’:  29-30) 

Menafsirkan  '...Dan  janganlah  kamu  membunuh  dirimu...',  al-Wahidiy 
mengatakan  bahwa  maksudnya  adalah  'Janganlah  sebagian  kamu 
membunuh  sebagian  yang  lain  (saling  membunuh),  karena  kalian 
adalah  pemeluk  dien  yang  satu  dan  kalian  bagaikan  satu  tubuh.' 

Begitu  pula  pendapat  Ibnu  'Abbas  dan  sebagian  besar  ulama. 
Sedangkan  yang  lainnya  berpendapat  bahwa  yang  dimaksud  oleh  ayat 
ini  adalah  membunuh  diri  sendiri.  Pendapat  ini  didukung  oleh  sebuah 
hadits  yang  diriwayatkan  dari  Abu  Manshur  Muhammad  bin 
Muhammad  al-Manshuriy  dari  ’Amru  bin  al-Ash  YiA,  katanya,  "Pada 
suatu  malam  yang  dingin,  di  dalam  peperangan  Dzatus  Salasil,  saya 
mimpi  basah.  Saya  khawatir  kalau  saya  mandi  nanti  bisa  celaka.  Karena 
itu  saya  hanya  bertayammum,  lalu  menunaikan  shalat  Shubuh  bersama- 
sama  para  sahabat  yang  lain.  Lalu  kejadian  itu  saya  ceritakan  kepada 
Nabi  igt  Beliau  berkata,  "Wahai  ’Amru,  kamu  shalat  dengan  para  sahabatmu 
sedangkan  kamu  dalam  keadaan  junub ?"  Maka  saya  pun  menyampaikan 
kepada  beliau  alasan  saya  sehingga  saya  tidak  mandi  wajib.  Saya  katakan, 


Bunuh  Diri  ►►  20  I 


"Saya  mendengar  firman  Allah  ‘Dan  janganlah  kamu  membunuh  dirimu; 
sesungguhnya  Allah  adalah  Maha  Penyayang  kepadamu'"  Maka  Rasulullah 
sgg;  pun  tertawa  dan  tidak  mengucapkan  apa-apa. 

Dalam  hadits  di  atas  'Amru  bin  al-'Ash  telah  mentakwilkan  ayat 
dengan  kebinasaan  dirinya,  dan  bukan  diri  orang  lain.  Sedangkan  Nabi 
tidak  membantahnya. 

Tentang  firman  Allah  ‘...Dan  barangsiapa  berbuat  demikian...1,  Ibnu 
Abbas  berkata,  "yang  dimaksud  dengan  berbuat  demikian  itu  adalah 
semua  larangan  Allah  yang  telah  dijelaskan  sejak  dari  awal  surat." 
Sebagian  ulama'  berpendapat,  'Itu  kembali  kepada  memakan  harta 
secara  batil  dan  membunuh  manusia  yang  diharamkan." 

Jundub  bin  Abdullah  mengatakan  bahwa  Nabi  Jgy  bersabda: 

'SS  S f s''*  't'  ' ' * l J ' -t  S ' S S S 

U , LA  sJj  U}j  L_us ^ Jik-li  y y-  j>r  Cv  i ulif  J 

' ~ ■ ’ ' ~ ' 's  ' \ ' 'S  " ' 

■gOS-  J>-  <0— io  ^jjL;  L-*-  Al  jli  »jJl 

"Dahulu,  pada  umat  sebelum  kalian,  ada  seorang  laki-laki  yang  terluka.  Ia 
tidak  sabar  lalu  ia  mengambil  pisau  dan  dia  potong  sendiri  tangannya.  Belum 
lagi  darahnya  kering,  orang  itu  pun  meninggal  dunia.  Lalu  Allah  ta’ala 
berfirman,  "Hamba-Ku  telah  mendahului  Aku  dengan  nyawanya,  maka  Aku 
haramkan  baginya  surga ."386 

Abu  Hurairah  berkata,  Rasulullah  ygy  bersabda,  “Barangsiapa 
membunuh  dirinya  dengan  benda  tajam,  maka  nanti  di  Jahannam  benda  itu 
akan  ditusuk-tusukkannya  ke  perutnya  dan  ia  kekal  di  dalamnya.  Barangsiapa 
membunuh  dirinya  dengan  racun,  maka  nanti  di  Jahannam  ia  akan  memegang 
racun  itu  dengan  tangannya  lalu  menghi-rupnya  dan  ia  kekal  di  dalamnya. 
Barangsiapa  membunuh  dirinya  dengan  terjun  dari  puncak  gunung,  maka 
nanti  ia  akan  terjun  ke  dalam  neraka  Jahannam  dan  ia  kekal  di  dalamnya ,”387 

Tsabit  bin  Dlahhak  AL  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda: 


AL 


jJs- 


385.  Diriwayatkan  oieh  Ahmad  (4/203-204),  Abu  Dawud  (334),  Ad-Daruquthni  dan  Al-Hakim  (1/177)  dan  di- 
shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  daiam  Al-lrwa  '(154). 

386.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3463)  dan  Muslim  (113). 

387.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5778)  dan  Muslim  (109) 


D;DUsa  Besar 


202 


"Barangsiapa  membunuh  dirinya  sendiri  dengan  sesuatu  maka  kelak  ia  akan 
disiksa  dengan  sesuatu  itu  di  neraka  Jahannatn.  Melaknat  seorang  mukmin 
itu  sama  dengan  membunuhnya.  Dan  barangsiapa  menuduh  seorang  mukmin 
sebagai  seorang  kafir  sama  saja  ia  telah  membunuhnya.. "3SS 

Sebuah  hadits  shahih  juga  menjelaskan  ada  seorang  laki-laki  yang 
tidak  sabar  menahan  rasa  sakit  dari  luka-lukanya  di  medan  perang, 
lalu  ia  membunuh  dirinya  sendiri  dengan  mata  pedangnya  sendiri.  Lalu 
Rasulullah  bersabda,  "Ia  termasuk  penghuni  Neraka ."-Wl 

Semoga  Allah  menuntun  kita  ke  jalan  yang  benar  daxi  melindungi 
kita  dari  kejahatan  diri  kita  serta  keburukan  amal  kita.  Sesungguhnya 
Dia  Maha  Memberi,  maha  Pemurah,  Maha  Pengam-pun,  lagi  Maha 
Penyayang. 


V.:  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (61 05)  dan  Muslim  (110). 

i 'i  ' b - ' .v ayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6607)  dan  Muslim  (1 1 2)  dari  Sahal  bin  Sa’ad. 


Bunuh  Diri  ►►  203 


Drhsa. 

Besar 


BANYAK  BERDUSTA 


Allah  berfirman: 

Lalu  kita  minta  supaya  laknat  Allah  ditimpakan  kepada  orang-orang  yang 
dusta.  (QS.  Ali  Imran:  61) 

' j s,  • - > 

J JJ'  Ui 


Terkutuklah  orang-orang  yang  dusta  (QS.  Adz-Dzariyat:  10) 

* o J J ' > 

w’i-bf  —i  jJ$  ja  V a1)I  jj 

Sesungguhnya  Allah  tidak  menunjuki  orang-orang  yang  melampaui  batas 
lagi  pendusta.  (QS.  Ghafir:  28) 

Imam  Bukhari  dan  Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Abdullah  bin 
Mas'ud,  Rasulullah  tgz,  bersabda: 


t * f ' * 

Jl  Jl  J,  j lj» 


J'  J' 


) sfrhi — i J'  J'  j! 


‘luaJl  jl 


J U Jjlj  J'  ulp  jluajl 

v^jJbSJl  j k-—jwiJXj  bv  Jl  ^jljj  L«  « jLl-I  ^Jl  j ^Jj 

b'jj  J'  jjp 


"Sesungguhnya  kejujuran  itu  menunjukkan  kepada  kebaikan  dan  kebaikan 
itu  menunjukkan  kepada  surga.  Seseorang  itu  akan  terus  benaku  jujur  dan 
berhati-hati  agar  selalu  jujur  sehingga  ia  ditulis  di  sisi  Allah  sebagai  seorang 


Banyak  Berdusta  ►►  205 


shiddiq  (orang  yang  selalu  jujur).  Dan  sesungguhnya  kedustaan  itu  menun- 
jukkan kepada  kedurhakaan  dan  kedurhakaan  itu  menunjukkan  kepada  neraka. 
Seseorang  itu  akan  terus  berdusta  dan  membiasakan  diri  dengannya  sehingga 
ia  ditulis  di  sisi  Allah  sebagai  seorang  kadzdzab  (pendusta)."3*0 


Beliau  berdua  juga  meriwayatkan  sebuah  hadits  yang  berbunyi: 

• ' ' s'  ' k'-  S.  " .'y'i  “t  i ' T 

JS'  ->*\S  OJ>-  O}  Aj!  yS-  \ * 4 Ji  * vjOt-O  ^jOU^j!  4 j' 

jL>-  • ^<>J  «1  'o!  ft 


"Tanda  munafik  itu  ada  tiga,  walaupun  orangnya  mengerjakan  shalat,  puasa 
dan  mendakwakan  diri  sebagai  seorang  muslim ; jika  berbicara  berdusta,  jika 
berjanji  berkhianat,  dan  jika  diberi  amanah  berkhianat.''391 

Rasulullah  bersabda: 


e > 3 s 2 ^ ' * J ' ' 2*3  ° C 

4-0  sj^j  LS^  ■ 4*i  O-  Jb  tlailA  Liilb»  Jir  4-0  • S ' ^ 5 ! 


» wLa UP  W 9 •fcO'1  'o  ^ O L>-  ■ « ! O ! O > cSj>~ 


J* 

u 


"Empat  hal  yang  apabila  terkumpul  pada  diri  seseorang  maka  ia  benar-benar 
seorang  munafik  tulen.  Dan  barangsiapa  melekat  padanya  salah  satu  dari 
keempatnya  berarti  ada  sifat  munafik  pada  dirinya  sampai  ia  mening- 
galkannya. Keempat  hal  itu  adalah;  jika  diberi  kepercayaan  berkhianat,  jika 
berjanji  menyelisihinya,  dan  jika  bertengkar  berbuat  jahat.”392 

Imam  Bukhari  meriwayatkan  sebuah  hadits  tentang  mimpi  Nabi 
Sfe  Beliau  bersabda,  " Lalu  kami  sampai  kepada  seseorang  yang  berbaring 
telentang,  sedangkan  yang  lain  berdiri  di  atasnya  dengan  sepotong  besi  yang 
bengkok  pada  ujungnya.  Orang  itu  menggorok  sudut  mulutnya  sampai  ke 
tengkuknya  dan  kedua  matanya  sampai  ke  tengkuknya  pula.  Kemudian  or- 
ang itu  menuju  ke  sisi  yang  lain  untuk  melakukan  hal  yang  sama  seperti  yang 
dilakukannya  di  tempat  yang  pertama.  Sebelum  ia  kembali  ke  tempat  pertama, 
orang  yang  disiksa  itu  sudah  kembali  seperti  sedia  kala.  Lalu  orang  itu  pun 
melakukan  lagi  apa  yang  telah  dilakukannya  tadi.  Begitu  terus  berulang- 
ulang  sampai  hari  kiamat.  Aku  bertanya  kepada  keduanya  (Jibril  dan  Mikail), 
'Siapakah  orang  ini?'  Ia  adalah  orang  yang  keluar  dari  rumahnya  lalu  berbuat 


390.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6094).  Muslim  (2607).  Ibnu  Hibban  (273)  dan  Al-Baihaqi  1 1 0/243)  dari  Ibnu 
Mas’ud. 

391 . Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (33).  Muslim  (59),  At-Tirmidzi  dan  An-Nasa'i  dari  Abu  Hurairah. 
392. Shahih.  Diriwayatkan  oieh  Al-Bukhari  (34).  Muslim  (58).  Abu  Dawud  (4688).  At-Tirmidzi  (2768)  dan 

Ahmad  (2/1 89)  dari  Ibnu  Mas'ud. 

D:b%aBesar 


206 


dusta  sampai  mencapai  ufuk.", jawab  keduanya.'9' 

Rasulullah  y-;:  bersabda: 

■'  ' - ' 0 S-  **  y S ' f s j S t S 

* «jGJi  U i L^JiS"  JlBsJl  - „ ~ 1 1 * . . — ■ 


Seorang  mukmin  itu  ditabiatkan  pada  semua  sifat  selain  sifat  khianat  dan 
dusta. 


Dalam  hadits  yang  lain  disebutkan: 

c-jJj-Ji  ij SS'*  - J2J1'  jli  pjfLil 


Jauhilah  prasangka  karena  sesungguhnya  prasangka  itu  merupakan  perkataan 
yang  paling  dusta du' 

Rasulullah  iyte  juga  bersabda: 


i* 


}i  ‘iil  v . L.OJI 


y Vs,  .- 

'V  aj'Ai' 


Ulp  . 


' jJwC*  . 


"Tiga  golongan  manusia  yang  pada  hari  kiamat  nanti  tidak  akan  diajak  bicara 
oleh  Allah,  tidak  akan  dipandang  oleh-Nya,  serta  tidak  akan  disucikan  oleh 
Allah,  dan  bagi  mereka  adzab  yang  pedih.  Mereka  adalah;  lelaki  tua  yang 
berzina,  raja  yang  suka  berdusta,  dan  orang  miskin  yang  sombong.”*9" 

Beliau  %££  juga  bersabda,  " Celakalah  orang  yang  berbicara  dengan  suatu 
pembicaraan  dusta  untuk  membuat  orang  lain  tertawa,  celakalah  ia,  celakalah 
ia,  celakalah  ia ,"397 

Yang  lebih  besar  dosanya  dari  itu  adalah  sumpah  palsu, 
sebagaimana  Allah  memberitahukan  tentang  sifat  orang-orang  munafik 
dalam  firman-Nya: 

yy  y y 3 - - A 

. ' .»  - 5 •*  -XV  . " . ,1»  ' 


393.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dan  di  muka  telah  disebutkan  takhrij- nya. 

394.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

395.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/907-908).  Ahmad  (2-465.517).  Al-Bukhari  (6066).  Muslim  (2563),  Abu  Dawud 
(4917).  Ibnu  Hibban  (5687)  dan  Al-Baihaqi  (6  85)  dan  Abu  Hurairah. 

396.  Takhrij  nya  telah  disebutkan  di  muka. 

397.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4990),  At-Tirmidzi  (231 5).  Ad-Darimi  (692).  Ahmad  (5/5),  Ath-Thabrani  ( 1 9/ 
403/950),  Hannad  dalam  Az-Zuhd[  11 50),  Al-Hakim  (1/46).  Al-Baihaqi  (4491 ) Asy-Syu'ab  dan  Al-Khathib 
(4/4)  dari  Bahz  bin  Hakim  dari  bapaknya  dari  kakeknya.  Dan  di-hasan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih 
Al-JamiJ  7013). 


Banyak  Berdusta  207 


Dan  mereka  bersumpah  untuk  menguatkan  kebohongan,  sedang  mereka 
mengetahui.  (Al-Mujadilah:  14) 

Dalam  sebuah  hadits  shahih  Rasulullah  bersabda: 


f .L»  1 S L>rj  j*-Jl  V_— ' i -v-j—  ji  b « » Jj  4JJI  b'  Ajb'd 

Jc ji  D al  b c-1  aliuJ  b)  b1  L«Lh  *jLj  l_bbJl  -D  <_u>  yUL 

> / / S 3 3 £ , - -■  i-  s s s s 

C- 1 _ULl  4_Ub  J • bb>r  j *jtlj  1>-  ^ a aJ  b')  J b a 

L^j  la » ; a \jS'  a ibS"  L^j 


"Tiga  golongan  manusia  yang  pada  hari  kiamat  nanti  tidak  akan  diajak  bicara 
oleh  Allah,  tidak  akan  disucikan  oleh  Allah,  dan  bagi  mereka  adzab  yang 
pedih.  Mereka  adalah;  orang  yang  memiliki  kelebihan  namun  ia  menahannya 
dari  musafir,  orang  yang  membaiat  seorang  pemimpin  dengan  tujuan 
keduniaan,  jika  pemimpin  itu  memberinya  sesuatu  maka  ia  akan  setia,  tetapi 
jika  tidak  ia  pun  tidak  setia,  orang  yang  menjual  barang  kepada  seseorang 
setelah  Ashar  dengan  bersumpah  menyebut  nama  Allah  bahwa  ia  telah 
membelinya  sekian-sekian  lalu  pembelinya  mempercayainya  dan  membelinya 
padahal  sebenarnya  tidak  demikian 

Rasulullah  bersabda: 


olS" 


<»J  o 


4j 


jiJ 


a-*  Lj-l>-  J j i «jL>- 


& 


"Adalah  khianat  besar  jika  engkau  berbicara  kepada  saudaramu  dengan 
pembicaraan  dusta,  sedangkan  ia  mempercayaimu ,"m 

Dalam  hadits  lain  juga: 

- a -v  3 '+>  % * 3 3. 

^ W'  '<  • ® - ^ „ ® I f*"  - S | ; ‘ I r'  P ^ ' 

• ■ r*J  JuL*J  J ' a ji  • r* 

"Barangsiapa  mengaku  telah  bermimpi  melihat  sesuatu  padahal  ia  tidak 
bermimpi  begitu,  niscaya  kelak  akan  dipaksa  untuk  mengikatkan  antara  dua 
butir  gandum,  padahal  sekali-kali  ia  tidak  dapat  melakukannya ."4J0 


398.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2358).  Muslim  (108).  Abu  Dawud  (3474),  An-Nasa’i  (7/246),  Ibnu 
Majah  (2207)  dan  Ahmad  (2/480)  dari  Abu  Hurairah. 

399.  Diriwayatkan  oleh  Hanad  dalam  Az-Zuhd (1384).  Ahmad  (4/183),  Ibnu  Adi  (1/50),  Al-Baihaqi  Asy-Syu’ab 
(4479)  dan  Abu  Nu'aim  (6/99)  dari  An-Nawwas  bin  Sam'an,  dan  d i- dha  ’/T-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam 
Adh-Dhaifah  (1251). 

400.  Diriwayatkan  oleh  Al-Humaidi  (531 ).  Ahmad  (1/21 6,359),  Al-Bukhari  (7042).  Ath-Thabrani  ( 1 1 831 , 1 1 923), 
Ibnu  Hibban  (5685)  dan  Al-Baihaqi  (7/269)  dari  Ibnu  Abbas. 

208 1 Besar 


Rasulullah  juga  bersabda: 


b j>  y b 


J J2'  S>A- 


<Ul' 


'J*  *s/ 


Sebesar-besar  kedustaan  terhadap  Allah  adalah  seseorang  yang  mengaku 
melihat  sesuatu  yang  tidak  dilihatnya d01 

Ibnu  Mas'ud  A*  berkata,  "Seseorang  itu  akan  terus-menerus 
berdusta  dan  mencari-cari  cara  untuk  berdusta  sampai  satu  titik  hitam 
dititikkan  di  hatinva.  Demikian  sampai  hitam  seluruh  hatinya  dan  ia 
ditulis  di  sisi  Allah  sebagai  salah  seorang  pendusta." 

Seyogyanyalah  seorang  muslim  itu  menjaga  lisannya  dari  berbicara 
selain  pembicaraan  yang  jelas-jelas  mendatangkan  maslahat.  Sebab  di 
dalam  diam  itu  ada  keselamatan,  sedangkan  keselamatan  itu  tidak  bisa 
ditandingi  oleh  apa  pun. 


Imam  Bukhari  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  Abu  Hurairah 
Mi>  bunyinya: 


a > 3' 

jibi 


y’-V'  i*  ^ j dJiL  JLS"”  ^ 


Barangsiapa  beriman  kepada  Allah  dan  hari  akhir , hendaknya  ia  berbicara 
baik  atau  diam  A02 


Hadits  yang  disepakati  keshahihannya  ini  mestinya  menjadi  dalil 
yang  tegas  bahwa  seseorang  itu  tidak  pantas  berbicara  kecuali  jika 
pembicaraannya  baik,  pembicaraan  yang  jelas-jelas  akari  mendatang- 
kan maslahat  bagi  orang  yang  berbicara. 

Abu  Musa  bercerita,  Aku  pernah  berkata,  'Wahai  Rasulullah, 
orang  Islam  yang  bagaimana  yang  utama  itu?1  Beliau  bersabda: 


5 wC1  4 


'Orang  yang  orang-orang  Islam  selamat  dari  gangguan  lisan  dan  tangan- 
nya.”402. 

Imam  Bukhari  dan  Imam  Muslim  meriwayatkan, 

O ~ ^ 3 3. 

A I jLjl  Lp  ji  ' rt  ) La  ‘ubSOL  , 1 X •;  J Wjtll  L)  t 


401 . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/1 06),  Al-Bukhari  (3509).  Ath-Thabrani  (22/72/1 78),  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab 
(4490)  dan  Al-Khathib  dalam  Al-Jami'(  1289)  dari  Watsilah  bin  Al-Asqa 

402.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

403.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  ( 1 1 ) dan  Muslim  (42). 


Banyak  Berdusta  ►►  209 


Sesungguhnya  seseorang  itu  benar-benar  mengucapkan  satu  kalimat  yang 
tidak  pernah  terbersit  di  benaknya  bahwa  itu  kalimat  vang  haram  diucapkan, 
namun  ucapan  itu  telah  menjadikannya  terperosok  di  neraka  melebihi  jauhnya 
timur  dan  barat. 4U4 

Dalam  kitab  Al-Muwaththa’  Imam  Malik  meriwayatkan  dari  Bilal 
bin  Harits  al-Muzniy  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


% o - jl 


<di'  L»  *_Lj  ‘Jij  j 15"  L* 

jl<"  U <dJl  t- 


j! ^9  CiSJL  j J 

^ S - J . 5 ^ ^ 

-1,  . . | - o-  , -■  t . 

w'[j  3uUj  L^J  4J 

^ i 3 --  s )■  3 * t * 

■*  ; , f * V - o X . ✓ . ,3^  , « £ J.  - 

4j  AjJ ' 1 • i R? ; 


"Sungguh  ada  seseorang  yang  mengucapkan  kalimat  yang  diridlai  Allah  ta'ala 
padahal  ia  tidak  pernah  menyangkanya  sampai  sedemikian  akibatnya,  Allah 
ta'ala  menetapkan  keridlaan-Nya  baginya  hingga  hari  berjumpa  dengan-Nya. 
Dan  sungguh  ada  seseorang  yang  mengucapkan  kalimat  yang  dimurkai  Allah 
ta'ala  padahal  ia  tidak  pernah  menyangkanya  sampai  sedemikian  akibatnya, 
Allah  ta'ala  menetapkan  kemurkaan-Nya  atasnya  hingga  hari  berjumpa 
dengan-Nya.4 05 

Hadits-hadits  shahih  seperti  yang  telah  kami  sebutkan  di  atas 
banyak  sekali,  namun  apa  yang  telah  kami  sebutkan  itu  kiranya  sudah 
mencukupi. 

Sebagian  ulama  pernah  ditanya,  "Berapa  banyak  aib  yang  Anda 
dapati  pada  diri  anak  Adam?"  Ulama  itu  menjawab,  "Terlalu  banyak 
untuk  dapat  dihitung.  Yang  dapat  aku  hitung  saja  ada  8000  aib.  Dan 
aku  mendapati  satu  hal  jika  seseorang  memegangnya  erat-erat  seluruh 
aibnya  akan  tertutupi,  yaitu  memelihara  lidah." 


Sebuah  Nasihat 

Wahai  diri,  sesungguhnya  tidak  ada  yang  lebih  mulia  pada  dirimu 
selain  umurmu,  tetapi  kamu  sudah  menyia-nviakannya.  Tidak  ada 

404.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

405.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/985).  dan  dari  jalurnya  oleh  Ath-Thabrani  ( 1 /369/1 1 34),  Hanad  dalam  Az-Zuhd 
(11 41)  dan  darinya  At-Tirmidzi  (2319).  Ibnu  Majah  (3969).  Ahmad  (3/469).  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Ash- 
Shamtu(  1129),  Al-Humaidi  (91 1 ).  Ibnul  Mubarak  dalam  Az-Zuhd  (t  394)  dan  dari  jalurnya  oleh  Al-Baghawi 
(41 25),  Ath-Thabrani  ( 1 /369/11 36).  Al-Hakim  (1  45).  Ai-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  (4606),  dan  dl-shahih- 
kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (8861 

2io I D-cn'sa Besar 


musuh  bagimu  selain  setan,  tetapi  kamu  malah  mentaatinya.  Tidak  ada 
yang  lebih  berbahaya  bagimu  selain  mengikuti  seruan  nafsumu,  tetapi 
kamu  justru  mengakrabinya.  Tidak  ada  modal  yang  kamu  miliki  selain 
masa-masa  sehatmu,  namun  kamu  malah  berbuat  israf  dalam 
melewatkannya.  Kini  masa  muda,  masa  terbaiknya  telah  berlalu.  Apa 
yang  tersisa  setelah  uban  bertebaran. 

Wahai  jasad  tanpa  hati,  semua  aib  dan  uban  telah  menjadi  musibah. 
Masa  remaja  masa  bercinta  telah  berlalu.  Cukuplah  uban  menjadi 
peringatan.  Wahai  jiwa  yang  lalai,  di  manakah  tangisan  karena  dosa 
besar  yang  lalu,  di  manakah  zaman  yang  hilang  bersama  permainan. 
Kau  telah  menyaksikan  akhir  akibatnya.  Pada  hari  kiamat  nanti,  berapa 
deras  air  mata  yang  harus  dikucurkan  bersama  semua  dosa  vang  telah 
tercatat.  Siapa  yang  akan  membantu  di  kala  aku  berdiri  di  tempat  hisab 
dan  ditanya,  "Apa  yang  telah  engkau  perbuat  terhadap  kewajiban-kewajiban 
itu?" 

Bagaimana  kamu  bisa  berharap  keselamatan  sedangkan  kamu  terus 
bermain-main,  bersendau-gurau.  Apabila  angan-angan  itu  da-tang 
bersama  prasangka  pendusta.  Sesungguhnya  kematian  itu  sulit  lagi 
pahit.  Ia  akan  menebar  semuanya  dengan  gelas  dada  pasukan  kuda. 
Lihatlah,  tunggulah  datangnya  yang  ghaib  bersama  kebengisan  dan 
anak  panah  yang  menghunjam. 

Wahai  diri  yang  mengangankan  keselamatan  dan  kesehatan  nan 
abadi,  sungguh  kamu  sedang  membangun  rumah  laba-laba.  Di  mana- 
kah orang-orang  yang  telah  membangun  kapal.  Kematian  telah 
menyempitkan  jalan  mereka.  Dan  kamu,  tak  lama  lagi  akan  berkawan 
musibah.  Nah,  lihatlah,  berpikirlah,  dan  merenunglah  sebelum 
datangnya  semua  keajaiban. 


Banyak  Berdusta  ►►  2 I I 


HAKIM  YANG  JAHAT 


D.sa 

Besar 


Allah  M berfirman: 


jli  a3jI  jv-1 

Barangsiapa  yang  tidak  berhukum  menurut  apa  yang  diturunkan  Allah,  maka 
mereka  itu  adalah  orang-orang  yang  kafir.  (Al-Maidah:  44) 

Barangsiapa  yang  tidak  berhukum  menurut  apa  yang  diturunkan  Allah,  maka 
mereka  itu  adalah  orang-orang  yang  zhalim.  (Al-Maidah:  45) 

Barangsiapa  yang  tidak  berhukum  menurut  apa  yang  diturunkan  Allah,  maka 
mereka  itu  adalah  orang-orang  yang  fasiq.  (Al-Maidah:  47) 

Al-Hakim  meriwayatkan  dari  Thalhah  bin  Ubaidillah  2^  dari  Nabi 
sabdanya,  "Allah  tidak  akan  menerima  shalat  seorang  penguasa  yang 
berhukum  menurut  selain  yang  diturunkan  oleh  Allah ."406 

Sebuah  hadits  diriwayatkan  dari  Buraidah  oleh  Hakim  dan 
dinyatakannya  sebagai  hadits  shahih  berbunyi,  "Hakim  itu  ada  tiga;  satu 
masuk  surga  dan  dua  masuk  neraka.  Hakim  pertama  adalah  yang  mengetahui 
-.ebenaran  dan  menetapkan  keputusan  berdasarkan  kebenaran  itu,  maka  ia 
masuk  surga.  Kedua,  seorang  hakim  yang  mengetahui  kebenaran  tetapi  ia 
menyimpang  darinya.  Ketiga,  hakim  yang  menetapkan  keputusan  tanpa  ilmu." 
Para  sahabat  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  apakah  dosa  hakim  yang  jahil 
:;u?"  Beliau  menjawab,  "Dosanya  adalah  seharusnya  ia  tidak  mau  diangkat 
sebagai  hakim  sebelum  ia  berilmu."407 

06.  Driwayatkan  oleh  Al-Hakim  (4/89)  dari  Thalhah  bin  Ubaidillah.  dan  ia  berkata  bahwa  isnadnya  shahih.  Hal 
ini  dikomentari  Adz-Dzahabi  dengan  ucapannya,  (sejatinya)  sanadnya  sangat  kelam,  di  dalamnya  terdapat 
Abdullah  Bin  Muhammad  Al-Adawi,  ia  seorang  yang  tertuduh  (berdusta). 

07.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (3573),  At-Tirmidzi  (1322),  Ibnu  Majah  (2315),  Al-Hakim  (4/90),  Ath- 
Thabrani  (1154.1156).  Al-Baihaqi  (10/1 16)  dan  baginya  syahid  dari  hadits  Ibnu  Umar,  diriwayatkan  oleh  Al- 


Hakim  yang  Jahat  ►►213 


Abu  Hurairah  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  wy.  bersabda: 

n f - ^ - - 

_~*J  **tj  2 -Li3  ,P\jJ ' ■ i_3  L*J*T  ' rA 

Barangsiapa  diangkat  sebagai  hakim  di  antara  manusia,  maka  (seakan-akan) 
ia  telah  disembelih  tanpa  menggunakan  pisau.40* 

Fudlail  bin  ’lyadl  berkata,  "Mestinya  hari-hari  seorang  hakim  itu 
dua  saja;  sehari  di  pengadilan,  dan  sehari  lagi  ia  habiskan  untuk 
menangisi  keadaan  dirinya." 

Muhammad  bin  Wasi'  berkata,  "Orang  yang  pertama  kali  dipanggil 
untuk  dihisab  pada  hari  kiamat  kelak  adalah  para  hakim." 

Aisyah  berkata,  "Saya  pernah  mendengar  Rasulullah  bersabda: 

%»  3 2 2 ' S $ 

apLL-j  /L»LjL!'  » 4J  JjJdl  Jlp  -^jL J 


'Pada  hari  kiamat  kelak  akan  datarig  suautu  saat  bagi  seorang  hakim  yang 
adil,  (karena  beratnya  hisab  yang  diterimanya)  ia  berangan  andai  ia  tidak 
memutuskan  perkara  antara  dua  orang  dalam  kasus  sebiji  kurma.’409 

Mu'adz  bin  Jabal  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
"Sesungguhnya  seorang  hakim  itu  akan  tergelincir  ke  dalam  jurang  J ahannam 
yang  dalamnya  melebihi  luasnya  Aden ."41° 

Ali  bin  Abi  Thalib  berkata,  "Saya  telah  mendengar  Rasulullah  saw. 
bersabda,  'Pada  hari  kiamat  nanti,  tiap-tiap  hakim  dan  penguasa  itu 
pasti  akan  dibawa  ke  hadapan  Allah  dan  diberdirikan  di  atas  shirath, 
lalu  semua  rahasianya  disiarkan  dan  dibacakan  di  atas  kepala  seluruh 
makhluk.  Jika  dahulu  ia  seorang  hakim  yang  adil,  Allah  akan 
menyelamat-kannya  berkat  keadilannya  itu.  Namun  jika  dahulu  ia 
seorang  hakim  yang  zhalim  maka  jembatan  shirath  itu  akan  bergoncang 
menggoncang-goncang-kannya  sehingga  setiap  anggota  badannya 
terlepas  dari  persendiannya.  Kemudian  jembatan  itu  akan 
mengantarkannya  terjun  ke  neraka."41i 

Oudha'i  (317),  Ath-Thabrani  Al-Kabir.  Dan  di-shah/h-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  A/-/rwa’  (2614)  dan 
Shahth  A/-Jam/'(4446,4447). 

408.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (3571 .3572).  At-Tirmidzi  ( 1 323)  dan  Al-Hakim  (4/90)  dan  Abu  Hurairah.  Dan 
di-hasan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahih( 6594). 

409.  Isnadnya  dha'if.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6  75).  Ibnu  Hibban  (5055)  dan  A!-Baihaqi  (10/96)  dari  Aisyah. 
Lihat  Dha'if  Al-Jami’(  1516). 

410.  Diriwayatkan  oleh  Abd  bin  Humaid  dalam  Al-Muntakhab(  108)  dan  sanadnya  dha'if. 

411 . Saya  belum  menemukannya.  Ibnu  Hajar  Al-Haitsami  telah  menyebutkannya  dalam  Az-Zawajir( 2/1 87) 
tanpa  menisbatkannya  pada  siapapun. 


214 


Di£>%aBe$ar 


Makhul  berkata,  "Jika  seandainya  aku  diminta  untuk  memilih 
antara  menjadi  hakim  dan  dipenggal  leherku,  niscaya  aku  lebih  memilih 
dipenggal  leher  dari  pada  menjadi  hakim." 

Ayyub  as-Sukhtiyaniy  berkata,  "Sungguh  aku  mendapati  orang  yang 
paling  berilmu  itu  orang  yang  paling  kencang  berlari  menghindar  dari 
jabatan  itu." 

Ats-Tsauriy  diberitahu  bahwa  Syuraih  telah  diangkat  sebagai  hakim. 
Ia  berkata,  "Siapa  orang  yang  telah  merusak  beliau?" 

Malik  bin  Mundzir  memanggil  Muhammad  bin  Wasi'  untuk 
jabatan  hakim  di  Bashrah,  tetapi  ia  menolaknya.  Kemudian  Malik 
memaksanya,  "Pilihlah;  kamu  menerima  jabatan  itu  atau  aku  akan 
mencambukmu!"  Muhammad  menjawab,  "Kalau  pun  kamu 
melakukannya,  kamu  adalah  penguasa.  Dan  sungguh  kehinaan  di  dunia 
itu  jauh  lebih  baik  dari  pada  kehinaan  di  akhirat." 

Wahb  bin  Munabbih  berkata,  "Jika  seorang  hakim  berniat  akan 
berbuat  zhalim  atau  melakukan  satu  kezhaliman,  niscaya  Allah  akan 
memasukkan  kekurangan  ke  dalam  masyarakat  negerinya,  sampai  ke 
dalam  pasar,  rezki,  tanaman,  ternak  dan  segala  sesuatu.  Jika  berniat 
akan  berbuat  baik  atau  adil,  niscava  Allah  akan  melimpahkan  barokah 
ke  dalam  masyarakat  negerinya  seperti  itu  pula." 

Suatu  saat  gubernur  kota  Himsh  mengirim  sepucuk  surat  kepada 
khalifah  Umar  bin  Abdul  Aziz  yang  isinya,  "Amma  ba’du.  Sesungguhnya 
kota  Himsh  telah  hancur  dan  membutuhkan  perbaikan."  Maka  khalifah 
pun  membalas,  "Bentengilah  ia  dengan  keadilan  dan  bersihkan  jalan- 
jalannya  dari  kezhaliman!  Wassalam." 

Seorang  hakim  haram  hukumnya  memutuskan  suatu  perkara 
ketika  ia  sedang  marah. 412 

Jika  pada  diri  seorang  hakim  terkumpul  sifat-sifat : kurang  ilmu, 
niat  buruk,  akhlak  yang  tercela,  dan  kurang  wara',  maka  telah  sempur- 
nalah kerugian  dan  kerusakannya.  Jika  sudah  begitu  wajib  baginya 
untuk  melepaskan  jabatannya  dan  bersegera  meninggalkannya. 

Semoga  Allah  memberi  kita  ampunan,  'afiyah,  dan  taufik  untuk 
segala  yang  dicintai  dan  diridlai-Nya.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemberi 
lagi  Maha  Pemurah.'113 


412.  Diriwayatkan  secara  marfu1.  dengan  iafazh,  La  yaqahi  a!-qadhi  baina  itsnaini  wa  huwa  ghadhban.  diriwayatkan 
oleh  A!-Bukhari  (7158),  Muslim  (1717).  Abu  Dawud  (3589),  At-Tirmidzi  (1334)  dan  An-Nasa’i  (8/237)  dari 
AbuBakrah. 


Hakim  yang  Jahat  ►►215 


Sebuah  Nasihat 


Wahai  diri  yang  setiap  kali  umurnya  bertambah  berarti  juga 
berkurang, 

Wahai  diri  yang  merasa  aman  dari  malaikat  maut  padahal  ia  tidak 
dapat  menghindar, 

Wahai  diri  yang  cenderung  kepada  dunia,  apakah  kamu  selamat 
dari  kekurangan? 

Wahai  diri  yang  berbuat  sia-sia  sepanjang  umurnya,  adakah  masih 
tersisa  waktu  luangmu? 

Wahai  diri  yang  jika  menempuh  jalan  petunjuk  lalu  memandang 
indahnya  hawa  nafsu  lalu  menarik  diri,  siapakah  pembelamu  ketika 
catatan  amal  dibagikan? 

Duhai,  ajaib  sekali  ada  jiwa  yang  melalui  malam  dengan  tenang, 
melupakan  kedahsyatan  hari  kiamat,  mendengarkan  berbagai  nasihat 
lalu  peringatan-peringatan  pun  hilang  dalam  sekejap! 

Bagaimana  semua  jiwa  mengharap  kemurahan  al-Karim,  tetapi  ia 
tidak  mau  mentaatinya  sama  sekali?  Pun  kaki  berjalan  memenuhi 
panggilan  nafsu  meski  jalanan  terjal,  sesudah  jelas  jalan  petunjuk  lagi 
lapang! 

Bagaimana  hasrat  itu  menempuh  seruan  nafsu?  Nasihat  akal  tiada 
guna,  hati  pun  menyembunyikan  taubat  kala  dikejutkan  oleh  peringatan 
yang  keras!  Sesudah  itu,  ia  kembali  kepada  yang  tidak  dihalalkan  terus- 
menerus  berkesinambungan! 


41 3.  Ibnu  Hajar  berkata  dalam  Az-Zawajir(2ft  87):  ringkas  kata,  bahwa  jabatan  ini  termasuk  jabatan  yang  paling 
riskan  dan  celaan  yang  paling  parah.  Aku  telah  menyusun  buku  secara  khusus  tentang  para  qadhi  yang 
busuk  dengan  judul  Jamrul  Ghadha  liman  tawalla  al-qadha Dalam  buku  tersebut  aku  menyebutkan  kondisi 
mereka  yang  sangat  parah  yang  membuat  telinga  panas  dan  naluri  suci  mengingkarinya,  disebabkan 
bahwa  kelancangan  untuk  melakukannya  sudah  cukup  untuk  dapat  memastikan  bahwa  mereka  bukanlah 
orang  yang  bertakwa  -dan  bahkan  bukan  kaum  muslimin-  Kita  memohon  kepada  Allah  agar  selalu  diberi 
keselamatan  dengan  anugrah  dan  kemuliaan-Nya.  Komentarku:  Ini  dikatakan  pada  masa  diberlakukannya 
hukum  yang  telah  Allah  turunkan.  Maka  bagaimana  jadinya  pada  masa  diberlakukannya  hukum  yang 
bukan  dari  Allah?  Kalau  memang  demikianlah  kondisi  para  qadhi  di  masa  pemerintahan  yang  memperlakukan 
hukum  syar’i.  lalu  bagaimana  kondisi  mereka  pada  era  di  mana  hukum  asing  yang  diterapkan  dan  zaman 
yang  penuh  dengan  praktik  suap  menyuap?  Kita  mohon  kepada  Allah  agar  diberi  keselamatan  dengan 
anugrah  dan  kemuliaan-Nya. 

216 1 D^sa  Besar 


MENERIMA  SUAP 


D0sa 

Besar 


Allah  i*/:  berfirman: 


Jl LL^j  I jJ5~ l£!  ^Jl  i Jjj  » lil3L  ’C : ;i  y\  I jjtfj  )x‘j 

jAjl 


Dan  janganlah  sebahagian  kamu  memakan  harta  sebahagian  yang  lain  di 
antara  kamu  dengan  jalan  yang  batil  dan  (janganlah)  kamu  membawa  harta 
itu  kepada  hakim,  supaya  kamu  dapat  memakan  sebahagian  daripada  harta 
benda  orang  lain  itu  dengan  (jalan  berbuat)  dosa,  padahal  kamu  mengetahui. 
(Al-Baqarah:  188) 

Maksud  dari  kalimat  '..janganlah  kamu  membawa  harta  itu  kepada 
hakim..'  adalah  janganlah  kamu  menyuap  atau  menyogok  hakim 
sehingga  kamu  memenangkan  suatu  perkara,  padahal  kamu  mengerti 
bahwa  hasil  keputusan  itu  tidak  halal  bagimu. 

Abu  Hurairah  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  Rasulullah 

J* 

Allah  melaknat  orang  yang  menyuap  dan  orang  yang  disuap  dalam  suatu 
perkara.414 

Abdullah  bin  Amru  berkata: 

o } 9 ' i 9'  5 s f j ' 

^£«0  f*)  I y ' u I y 4U  i dj  t j 

'Rasulullah  melaknat  orang  yang  menyuap  dan  orang  yang  disuap."415 


41 4.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/387,388).  At-Tirmidzi  (1 336),  Ibnul  Jarud  (585),  Ibnu  Hibban  (5076),  Al-Hakim 
(4/103),  Al-Khathib  dalam  Tarikhnya  (10/254),  hadits  ini  dimuat  dalam  Shahih  Al-Jami‘( 5093). 

415.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/164,190.212),  Abu  Dawud  (3580),  At-Tirmidzi  (1337),  Ibnu  Majah  (2313),  Ath- 


Menerima  Suap  ►►217 


Para  ulama  berkata,  "Ar-Rasyi  adalah  orang  yang  menyuap  dan  al- 
murtasyi  adalah  orang  yang  disuap.  Hanyasanya  laknat  itu  menimpa 
orang  yang  menyuap  jika  ia  bermaksud  menyakiti  seorang  muslim, 
atau  mendapatkan  sesuatu  vang  bukan  menjadi  haknya.  Sedangkan 
jika  ia  memberikan  uang  suap  dengan  maksud  untuk  memperoleh 
haknya  atau  menolak  kezhaliman  terhadap  dirinya,  maka  ia  tidak 
termasuk  orang  yang  terlaknat.  Adapun  bagi  hakim  suap  itu  haram 
baginya;  baik  itu  untuk  membatalkan  suatu  hak  atau  pun  mencegah 
kezhaliman." 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan  bahwa,  “laknat  itu  juga  berlaku 
pula  atas  orang  yang  menjadi  perantara  dalam  kasus  suap .”41h  Ia  sebagaimana 
penyuap,  jika  niatnya  baik  ia  tidak  mendapat  laknat,  tetapi  jika  niatnya 
buruk  laknat  pun  berlaku. 

Dalam  kitab  Sunan  Abu  Dawud  diriwayatkan  dari  Abu  Umamah 
al-Bahiliy  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


3 C o s!  , * y 9 , ' '\  C ^ I ' ' s ' i' . f \ ' ' , \ O y 

ijjl  U y?  P bu  Jui3  t ^ i . a*  L^-d-P  4J  J /jj» 

O 


"Barangsiapa  memberikan  syafaat  (rekomendasi)  bagi  saudaranya  lalu  or- 
ang itu  memberikan  hadiah  atas  hal  itu  dan  ia  menerimanya,  sebenarnyalah 
ia  telah  mendatangi  satu  pintu  terbesar  dari  pintu-pintu  riba."4'7 

Abdullah  bin  Mas'ud  bertutur,  "Adalah  suht  (barang  haram)  jika 
kamu  menerima  pemberian  saudaramu  muslim  atas  bantuan  yang 
dibutuhkannya  yang  telah  kamu  lakukan  untuknya."418 

Dikisahkan  bahwa  Masruq  menyampaikan  kepada  Ibnu  Ziyad 
bahwa  ia  mempunyai  suatu  tanggungan  atas  seseorang.  Ibnu  Ziyad 
mengembalikan  tanggungan  itu.  Lalu  pemilik  hak  itu  memberi  Masruq 

Thayalisi  (2276),  Ibnul  Jarud  (586).  Ibnu  Hibban  (5077).  Al-Hakim  (4/102).  Dan  hadits  ini  adalah  hadits 
hasan. 

41 6.  Dalam  hadits  Abdurrahman  bin  Auf  menggunakan  lafal  'Allah  melaknat  orang  yang  memakan  dan  yang 
memberi  makan  yaitu  penyuap  dan  yang  dl  suap.”  Asy-Syaikh  Al-Albam  berkata  dalam  Al-lrwa'  (8/245), 
diriwayatkan  oleh  Abu  Nu’aim  dalam  Al-Oadha' dan  sanadnya  dha’it  Kukatatakan, "Hadits  ini  diriwayatkan 
oleh  Ibnu  AbiSyaibah  (6/549.587).  Ath-Thabrani  (2'94/1 41 5)  dan  Al-Baihaqi  (5/51)  dari  Tsauban  secara 
marfu’  dengan  lafal  " Rasulullah  melaknat  orang  yang  menyuap,  yang  disuap  dan  perantaranya.  "Di -dha  If- 
kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Dha'if  Al-Jami’  (4687). 

417.  Hasan.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/261).  Abu  Dawud  (3524)  dan  Ath-Thabrani  (7853, 7928)  dari  Abu 
Umamah  dan  di-basan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami' ( 631 6 ). 

41 8.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (8/147-148).  Ibnu  Jarir  ( 6 '257  ).  Al-Baihaqi  ( 10/ 139 ) dalam  Asy- 
Syu’ab  (5116)  dan  para  perawinya  tsiqat. 

2i8 1 D:'u%*Besar 


seorang  pelayan  sebagai  hadiah,  namun  ia  menolaknya.  Ia  berkata,  "Aku 
pernah  mendengar  Ibnu  Mas'ud  berkata,  'Barangsiapa  mengembalikan 
hak  seorang  muslim  lalu  orang  itu  memberinya  sesuatu  sedikit  atau 
pun  buruk,  maka  itu  termasuk  suht."  Orang  yang  dibantu  Masruq  itu 
berkata,  "Wahai  Abu  Abdurrahman,  kami  menyangka  bahwa  suht  itu 
terbatas  pada  urusan  suap-menyuap  saja."  Masruq  menjawab,  "Itu 
adalah  kufur."  (Diriwayatkan  oleh  at-Thabaraniy  secara  mauquf 
kepadanya.) 

Kita  berlindung  kepada  Allah  darinya.  Juga  memohon  ampunan 
dan  ’afiyah  dari  segala  bala  dan  kejahatan. 

Hikayat 

Dari  Imam  Abu  Amru  al-Auza'iy  yang  tinggal  di  Beirut,  ada 
seorang  nasrani  yang  menemuinya.  Orang  itu  berkata,  "Sesungguhnya 
gubernur  kota  Ba’labak  telah  berbuat  aniaya  terhadapku.  Aku  minta 
tolong  kepadamu  untuk  menulis  surat  kepadanya  mengenai  masalah 
ini."  Lalu  orang  itu  menyerahkan  seguci  madu.  Imam  al-Auza’iy  berkata, 
"Anda  bisa  memilih;  kamu  mengambil  kembali  madu  itu  dan  aku 
tuliskan  surat  bagimu  untuknya  atau  kamu  mengambil  kembali  madu 
itu  tanpa  suratku."  Kemudian  Imam  menulis  sepucuk  surat  kepada 
gubernur  itu  supaya  ia  menghapuskan  pajak  dari  orang  nasrani  itu. 
Orang  nasrani  itu  mengambil  surat  dan  guci  madu  itu,  kemudian  ia 
berangkat  menghadap  gubernur  dan  menyerahkan  surat  sang  Imam. 
Berkat  surat  itu  gubernur  menghapuskan  pajak  atas  nasrani  itu 
sejumlah  tiga  puluh  dirham. 

Semoga  Allah  merahmati  Imam  al-Auza'iy,  dan  semoga 
mengumpulkan  kita  ke  dalam  golongannva. 

Nasihat 

Wahai  hamba  Allah,  renungkanlah  akhir  dari  segala  perkara, 
waspadailah  kekuatan  perilaku,  dan  takutlah  hukuman  dan  ancaman 
dari  Allah! 

Di  manakah  orang-orang  yang  duduk-duduk  untuk  menggapai 
impian?  Lalu  mereka  berdiri  dan  berputar-putar  serta  mengelilingi 
jejak-jejak  kandang  unta.  Sebentar  sekali  mereka  bernaung  dan 
sempurna  sekali  apa  yang  mereka  usahakan.  Sungguh  mereka  tela!: 
menjerumuskan  diri  mereka  sendiri  ke  jurang  kubur  mereka  atas  apa 


Menerima  Suap  ►►219 


yang  telah  mereka  kerjakan  dan  mereka  cela. 

Demi  Allah,  andai  manusia  itu  mengerti  untuk  apa  ia  diciptakan, 
Niscaya  ia  tiada  dapat  tidur  dan  terlelap. 

Mereka  diciptakan  untuk  sesuatu,  jika  mata  hati  mereka  menyaksikan 
Niscaya  mereka  terhenyak  dan  ketakutan 

Kematian  ...  Kubur  ...  Hasyr  ...  Celaan  ..  dan  Kengerian  nan  dahsyat 

Untuk  menghadapi  mahsyar  di  sana  banyak  lelaki 

Tunaikan  shalat,  perbanyak  puasa 

Tapi  kita,  jika  kita  diperintah  atau  dilarang 

Seperti  penghuni  gua  yang  bangunnya  adalah  tidurnya 

Wahai  yang  telah  terkotori  dengan  kesalahan  dan  dosa!  Wahai 
yang  telah  diliputi  berbagai  bencana!  Wahai  yang  mendengar  ucapan 
orang  yang  mencaci  dan  mencela!  Sesungguhnya  ikatan  taubat  telah 
dikencangkan,  sampai  di  senja  hari  ia  dilonggarkan. 

Wahai  yang  membiarkan  lidahnya  sedangkan  malaikat  jelas 
menghitung  dan  mencatat!  Wahai  yang  di  dadanya  telah  bersemayam 
burung  nafsu  dan  bersarang!  Berapa  banyak  kematian  menumpas  para 
raja  yang  gagah  bagai  gunung?  Berapa  banyak  kematian  mengguncang 
para  panglima  yang  perkasa?  Lalu  menempatkan  mereka  di  kegelapan 
lahad  dan  menyediakan  di  belakangnya  barzakh! 

Wahai  yang  hatinya  lebih  kotor  karena  dosa  dari  pada  badan-nya! 
Wahai  yang  telah  berbuat  dosa  besar  secara  terang-terangan!  Adakah 
engkau  merasa  aman  dari  adzab  berupa  ditenggelamkan  ke  bumi  atau 
dirubah  raut  wajahmu? 

Wahai  yang  terus-menerus  mengakrabi  aib  sampai  setelah  uban 
meliputi  kepala  dan  itu  tercatat  dalam  sejarah! 

Segala  puji  bagi  Allah,  selalu,  selamanya. 


220 


D*r>%aBesar 


Besar  33 


D. 'sa 


PEREMPUAN  MENYERUPAI 
LELAKI  DAN  SEBALIKNYA 


Sebuah  hadits  shahih  menyebutkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


X s' 

£.  d b 


J&DI 


^ ^ ^ s n..  st  0 \ 

'lap  jb  «.d—D  • ^ p!  ^ ll  djjt 


/U/ah  melaknat  wanita-wanita  yang  menyerupai  ( dalam  berpakaian  dan 
bersikap)  pria,  dan  juga  pria-pria  yang  menyerupai  wanita.419 

Dalam  riwayat  yang  lain  disebutkan: 


:d)l 


Sl>- 


bili  jjd 


Allah  melaknat  wanita  yang  kepria-priaan.420 
Dalam  satu  riwayat  disebutkan: 


s * s j’?  ' ' } ,,  ^ Z'  f 0 ''  t 

jd-Jl  ‘r»  od>r jlsJi'1  J ^b*r yli  Ji  A)1  /j* J 

Allah  melaknat  pria  yang  kewanita-wanitaan  dan  wanita  yang  kepria- 
priaan.42' 

Maksudnya  wanita  yang  menyerupai  pria  dalam  berpakaian  dan 
berbicara. 


Abu  Hurairah  bft  berkata,  "Rasulullah  bersabda: 

O vi  O i>l 


419.  S/iab/h.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5885, 6834),  At-Tirmidzi  (2784),  Abu  Dawud  (4097),  Ibnu  Majah 
(1904)  dan  Ath-Thabrani  (11 647, 1 1 823)  dari  ibnu  Abbas, 

420.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4099)  dari  Aisyah  dan  di-s/rad/ri-kan  oleh  Al-Albani. 

421.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1  / 225,  227, 254),  Al-Bukhari  (5886),  Abdur  Razzaq  (20433),  At-Tirmidzi 
Z~?5'  Ad-Darimi  ( 5649 ),  Abu  Ya'la  (2433)  dan  Ath-Thabrani  (1 1678, 1 1 83, 1 1 847, 1 1 848 ) dari  Ibnu  Abbas. 


Perempuan  Menyerupai  Lelaki  dan  Sebaliknya  ►►  22  I 


Allah  melaknat  perempuan  yang  berpakaian  dengan  pakaian  laki-laki  dan 
laki-laki  yang  berpakaian  dengan  pakaian  perempuan.*22 

Apabila  seorang  perempuan  memakai  pakaian  yang  biasa  dipakai 
oleh  orang  laki-laki,  seperti  model  baju  atau  celana  panjang,  atau  lengan 
yang  sempit,  maka  ia  telah  menyerupai  laki-laki  dalam  hal  pakaian  dan 
dengan  demikian  ia  berhak  atas  laknat  dari  Allah  dan  Rasul-Nya.  Jika 
perempuan  itu  telah  bersuami,  sedangkan  suaminya  itu 
mendiamkannya  atau  malah  ridla  terhadapnya  dan  tidak  melarangnya, 
maka  si  suami  juga  terkena  laknat.  Sebab  salah  satu  kewajiban  suami 
adalah  membimbing  istri  menuju  ketaatan  kepada  Allah  dan 
melarangnya  dari  perbuatan  maksiat. 

Allah  berfirman,  “Hai  orang-orang  yang  beriman,  peliharalah  dirimu 
dan  keluargamu  dari  api  neraka  yang  bahan  bakarnya  adalah  manusia  dan 
batu.”  (At-Tahrim:  6) 

Maksud  ayat  di  atas;  didiklah,  ajarilah,  dan  perintahkanlah  mereka 
supaya  taat  kepada  Allah,  dan  laranglah  mereka  berbuat  durhaka  kepada 
Allah,  demikian  pula  hal  itu  wajib  bagi  dirimu  sebagai  hak  dirimu. 

Hal  ini  sesuai  juga  dengan  sabda  Nabi 


- f i f 
j 

5 ^ 

GLjD  j * 


Masing-masing  kalian  adalah  pemimpin  dan  masing-masing  kalian  akan 
dimintai  pertanggungjawaban  atas  mereka  yang  dipimpinya.  Seorang  laki- 
laki  itu  pemimpin  dalam  keluarganya  dan  akan  dimintai  pertanggungja-waban 
atas  mereka  pada  hari  kiamat:'1'' 

Dalam  hadits  lain  disebutkan  bahwa  Nabi  ^ bersabda, " Ingatlah , 
kaum  lelaki  akan  binasa  dikala  mereka  mentaati  wanita." 


Al-Hasan  berkata,  "Demi  Allah,  tidaklah  seorang  laki-laki  tunduk 
kepada  istrinya  dalam  segala  hal  yang  diinginkannya  kecuali  Allah  ta'ala 
akan  menelungkupkannya  di  dalam  neraka." 


Dalam  hadits  lain.  Nabi  -gr  bersabda: 

3 ' 3 ° Z'  ^ ^ 

f G I i r‘  > U jw  ^ ^ , > Ij  3 D G L t 


,Gl  G'  ■ ^ 


422.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/325),  Abu  Dawud  (4098).  Ibnu  Majah  (3903),  Ibnu  Hibban  (5751 , 5752),  Al- 
Hakim  (4/194)  dan  hadits  ini  shahih. 

423.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5188),  Muslim  (1829).  At-Tirmidzi  (1705)  dan  Ahmad  (2/54. 55)  dari  Ibnu 
Umar. 


222  D:'cK'saBesar 


f t 


15*"  ' &*■  j o*)l.’u«  d-AL-*»-4  daLjU  du 

IjJ  a 'JjT  0 *^~~~»  V J^>r  *J  Uk);  ' 'j'  a 1 -J  2-  , d-L>*-J  V a dj^J'  -pAj^-J-J 


Dua  macam  calon  penghuni  neraka  yang  belum  aku  lihat  (sekarang),  yaitu; 
orang  yang  mempunyai  cambuk  seperti  ekor  sapi,  yang  dengan  cambuk  itu  ia 
memukuli  orang-orang  dan  wanita  yang  memakai  pakaian  yang  tipis  sehingga 
tampak  warna  kulitnya,  yang  berlenggak-lenggok  dalam  berjalan,  serta 
memakai  sanggul  yang  tebal  di  rambutnya  (wig),  mereka  tidak  akan  masuk 
surga  dan  tidak  akan  mencium  harumnya  surga,  padahal  harumnya  itu 
terciaum  dari  jarak  sekian  sekian l42" 

Nafi’  berkata,  "Ketika  Ibnu  ’Umar  dan  Abdullah  bin  'Amru  sedang 
berada  di  tempat  Zubair  bin  Abdul  Muththallib,  tiba-tiba  datang  seorang 
perempuan  menggiring  kambing  sambil  bersandar  pada  sebuah  busur. 
Kemudian  Abdullah  bin  'Umar  bertanya,  "Kamu  ini  laki-laki  atau 
perempuan?"  Wanita  itu  menjawab,  "Perempuan."  Lalu  Ibnu  'Umar 
berpaling  kepada  Ibnu  'Amru  sambil  berkata,  "Sesungguhnya  Allah 
ta'ala  melalui  lisan  Nabi-Nva,  telah  melaknat  wanita  yang  menyerupai 
laki-laki  dan  laki-laki  yang  menyerupai  wanita." 

Di  antara  perbuatan-perbuatan  yang  apabila  dikerjakan  oleh  wanita, 
ia  akan  mendapat  kutukan  adalah  menampakkan  perhiasan  emas, 
mutiara  atau  yang  lainnya  dari  balik  cadar,  memakai  wewa-ngian  atau 
parfum  jika  keluar  rumah,  memakai  pakaian-pakaian  yang  ketat  dan 
merangsang  ketika  keluar  rumah,  dan  lain-lain.  Semua  itu  termasuk 
tabarruj  yang  dibenci  oleh  Allah,  dan  Allah  membenci  orang-orang  yang 
melakukannya  di  dunia  dan  di  akhirat.  Perbuatan-perbuatan  yang  sudah 
banyak  dilakukan  oleh  kaum  wanita  ini,  Rasulullah  bersabda  tentang 
mereka,  "Aku  pernah  melihat  ke  neraka,  maka  kulihat  kebanyakan 
penghhuninya  adalah  wanita."41'1 

Beliau  juga  bersabda,  "Tidaklah  kutinggalkan  sesudahku  suatu  fitnah 
'tang  lebih  membahayakan  kaum  lelaki  dari  pada  wanita."42 

-24,  Diriwayatkan  oieh  Al-Hakim  ( 4 / 291  i,  Ath-Thabran  Ausath  ( 427 ),  Abu  Nu'aim  dalam  AkhbarAshbahan 
(2/34),  Ibnu  Adi  ( 1 /38).  Ahmad  (5/45 ),  Dan  di-ofna 7f-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Mh- Dhalfah  {436 
) dan  Adh-Dha  1f{  61 1 0 ) , Adapun  dengan  lafadz  "Lan  yufliha  qaumun  tamlikuhum  imra  'aff,  adalah  shahih, 
diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  ( 4425 ),  ( 7099  ).  At-Tirmidzi  (2262  ).  An  Nasa'i  ( 7 / 227 ),  Ahmad  ( 5 / 43 
) dan  Ath-Thayalisi  ( 878 ) dari  Abu  Bakrah. 

425. Shahih  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2128)  dan  Ahmad  (2/ 356, 440 ) dari  Abu  Hurairah. 

426,  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5198),  ( 3241 ),  (6449, 6546 ) dari  Imran,  diriwayatkan  oleh  Muslim 
( 2737 ) dari  Ibnu  Abbas.  dan  diriwayatkan  oieh  Muslim  ( 2738 ) dari  Imran  dengan  lafadz:  "Sesungguhnya 
penduduk  surga  paling  sedikit  adalah  wanita." 

427,  Shahih. Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  ( 5096 ) oan  Muslim  ( 2740 ) dari  Usamah  bin  Zaid. 


Perempuan  Menyerupai  Lelaki  dan  Sebaliknya  ►►  223 


Semoga  Allah  menjaga  kita  dari  fitnah  mereka,  dan  semoga  pula 
Allah  memperbaiki  keadaan  mereka,  juga  keadaan  kita  dengan  karunia 
dan  kemurahan-Nya. 

Nasihat 

Wahai  anak  Adam,  sepertinya  terhadap  kematian  kamu  ...  Pada- 
hal ia  telah  mengejutkanmu  dan  menyerangmu.  Ia  telah  mempertemu- 
kanmu  dengan  kaum-kaum  sebelummu.  Ia  telah  memindahkanmu  ke 
negeri  asing  nan  gulita.  Lalu  menuju  perkemahan  orang-orang  yang 
sudah  mati,  terpisah  dari  segala  yang  kau  miliki  dan  kau  kuasai.  Kamu 
tidak  bisa  mencegahnya  dengan  banyaknya  harta  dan  pendukungmu. 
Kamu  pun  menyesal  dengan  sepenuh  penyesalan  atas  kecerobohanmu. 

Duhai  ajaib  sekali!  Ada  mata  tertidur  sedangkan  yang  menuntutnya 
tidak  tidur!  Kapankah  kamu  akan  waspada  terhadap  ancaman  dan 
hardikan  itu?  Kapankah  api  khauf  di  hatimu  akan  menyala  dan 
membara?  Sampai  kapankah  kebaikan-kebaikanmu  terus  layu  dan 
kejahatan-kejahatanmu  terus  bersemi?  Sampai  kapankah  nasehat  itu 
mampu  menggugah  dirimu?!  Sampai  kapankah  kamu  berada  di  antara 
futur  dan  kemalasan?  Kapankah  kamu  waspada  terhadap  hari  berbicara 
dan  bersaksinya  kulitmu?  Kapankah  kamu  akan  meninggalkan  semua 
yang  akan  sirna  ini  menuju  yang  abadi?  Kapankah  semilir  angin  khauf 
dan  raja'  bertiup  membawamu  ke  lautan  rasa?  Kapankah  kamu  akan 
berdiri  di  malam  yang  sunyi? 

Di  manakah  orang-orang  yang  bermu’amalah  dengan  Penolongnya 
dalam  kesendirian?  Mereka  yang  berdiri,  ruku1,  sujud,  dan  mengetuk 
pintu-Nya  pada  waktu  sahur?  Mereka  yang  menahan  lapar,  shiyam  di 
waktu  siang,  bersabar,  dan  bersungguh-sungguh?  Mereka  semua  telah 
berlalu  sedangkan  kamu  tertinggal  dan  kehilangan  apa  yang  telah 
mereka  rasakan.  Dan  kamu  akan  tetap  berada  di  belakang  mereka  ... 
jika  tidak  mau  segera  bergabung. 

Wahai  orang  yang  tidur  kapan  kau  bangun?! 

Bangunlah  kekasih,  janji  itu  semakin  dekat. 

Siapa  yang  tidur  sampai  malam  berlalu 

Ia  tidak  akan  sampai  ke  tujuan,  atau  tidak  bersungguh-sungguh 

Katakan  kepada  ulul  albab,  orang-orang  yang  bertakwa 

Jembatan  shirath  telah  menunggu! 


Djfsa 
Djfisa 


Besar 


224 


D.:sa 


Besar 


LELAKI  YANG  MEMBIARKAN 
ISTRINYA  BERBUAT  SERONG 
(DAYYUTS) 


Allah  'M  berfirman: 


Laki-laki  yang  berzina  tidak  mengawini  melainkan  perempuan  yang  berzina, 
atau  perempuan  yang  musyrik;  dan  perempuan  yang  berzina  tidak  dikawini 
melainkan  oleh  laki-laki  yang  berzina,  atau  laki-laki  musyrik,  dan  yang  demi- 
kian itu  diharamkan  atas  orang-orang  yang  mu' min.  (An-Nur:  3) 

Abdullah  bin  'Umar  ufe  mengatakan  bahwa  Nabi  bersabda: 

^ 0 - a 0 ^ ' 

c.  L-J i i . ~~  ajjJi  # 4jjjl  jJ  diLajl  d A>-Oj  4j  phj 

Tiga  golongan  manusia  yang  tidak  akan  masuk  surga;  orang  yang  durhaka 
kepada  ibu-bapaknya,  dayyuts  (lelaki  yang  mendiamkan  istrinya  berbuat 
serong),  dan  perempuan  yang  kelaki-lakian .42^ 

An-Nasa'iy  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  yyy  bersabda: 


'yy.  cbd-'1 


i_**— ) mJ  — I 


JjJf. 


jLaJl  4 


‘7^ 


Ji  obC 


Tiga  golongan  manusia  yang  Allah  mengharamkan  surga  atas  mereka;  orang 
yang  terus-menerus  meminum  khamr,  orang  yang  durhaka  kepada  ibu- 
bapaknya,  dan  lelaki  yang  membiarkan  kekejian  (perbuatan  serong)  pada 

428.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/69, 128 ),  Al-Hakim  (1/72).  A!-Baihaqi  (10/226).  Dan  di-s/iabMan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-Shahih  (3052)  dari  Ibnu  Umar. 


Lelaki  yang  Membiarkan  Istrinya  Berbuat  Serong  (Dayyuts)  ►►  225 


keluarganya  (istrinya). 41- 


Mushannif  berkata,  "Seseorang  yang  memperkirakan  istrinya 
berbuat  serong,  lalu  ia  berpura-pura  tidak  mengetahuinya  karena 
cintanya  kepada  istrinya  itu,  atau  karena  ia  masih  punya  hutang  padahal 
ia  orang  yang  lemah  (istrinya  yang  bekerja  misalnya),  atau  karena 
maskawinnya  yang  besar,  atau  karena  ia  mempunyai  anak  yang  masih 
kecil-kecil  dan  jika  istrinya  itu  mengajukan  kepada  hakim  sang  hakim 
akan  memutuskan  istrinya  lebih  berhak  mengurus  anak-anaknya, 
sehingga  ia  tidak  bisa  mengambil  tindakan  apa-apa  terhadap  istrinya 
itu,  sungguh  tidak  ada  kebaikan  sama-sekali  padanya,  pada  orang  yang 
tidak  lagi  memiliki  kecemburuan. 

Semoga  Allah  menganugerahkan  kepada  kita  kesejahteraan  batin 
dari  segala  bala'  dan  ujian.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi  lagi  Maha 
Pemurah. 

Nasihat 

Wahai  diri  yang  tersibukkan  dengan  syahwat  yang  fana,  kapankah 
engkau  kan  bersiap-siap  menghadapi  kematian?  Sampai  kapankah 
engkau  bermalas-malasan  untuk  segera  menyusul  kafilah  yang  'tlah 
berlalu?  Benar-benarkah  engkau  serius  sedangkan  engkau 
menggadaikan  sandaran  untuk  menjemput  orang-orang  yang  mulia? 
Terlalu  jauh  panggang  dari  api! 

Wahai  yang  mengangankan  kenikmatan,  waspadailah  datang-nya 
penghancur  segala  kelezatan!  Waspadailah  tipu-dayanya  di  sela-sela 
hembusan  nafas  dan  berlalunya  masa. 

Telah  berlalu  manisnya  apa  yang  kau  sembunyikan  dan  yang 
tertinggal  kini 

Adalah  kepahitan  yang  pasti  menyertai 
Duh,  merugilah  ahli  maksiat  pada  hari  kembali 
Andai  pun  mereka  digiring  ke  surga 
Andai  tiada  rasa  malu  selain  kepada 

Yang  telah  menutup  segala  aib,  niscaya  ada  banyak  kerugian 


429.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/1 34),  An-Nasa'i  (5/80).  Ath-Thabrani  (13180).  Dan  di-s/iab/Man  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-Shahth  (3063)  dan  baginya  syahid  dari  hadits  Ammar  bin  Yasir-  lihat  Shahih  Al-Jami’  ( 
3062). 

226 1 Difea Besar 


Wahai  yang  lembar  catatan  amalnya  dipenuhi  dosa-dosa,  yang 
timbangannya  diberatkan  dengan  banyaknya  dosa,  apakah  engkau 
belum  mendapati  sesuatu  yang  dapat  menghentikan  kerakusan  untuk 
mendapatkannya?!  Belumkah  kau  saksikan  tempat  duduk  pengantin 
itu  sangat  cepat  berubah  menjadi  liang  lahad?  Belumkah  kau  lihat  betapa 
iasad  orang-orang  yang  hidup  mewah  itu  hanya  ditutupi  lembaran  kain 
kafan?  Belumkah  kau  saksikan  perkembangan  jasad  di  dalam  rahim? 
Kapankah  kau  tersadar  untuk  membebaskan  dirimu,  wahai  yang  selalu 
dalam  kantuk?  Kapankah  kau  mengambil  pelajaran  dari  demamnya 
saudaramu? 

Di  manakah  para  kaisar  nan  pemberani  para  penunggang  kuda? 
Di  manakah  mereka  vang  selalu  bercengkrama  dengan  budak-budak 
nan  jelita?  Di  manakah  orang-orang  yang  congkak  yang  selalu  ber- 
muka masam?  Di  manakah  orang-orang  yang  terbiasa  dengan 
lapangnya  istana?  Yang  ada  hanyalah  penjara  kubur  yang  sangat  sempit! 
Dimanakah  orang-orang  yang  selalu  berbangga  dengan  pakaiannya? 
Kini  hanya  berkainkan  kafan  terkubur  tanah  merah!  Di  manakah  si 
lalai  dari  angan  dan  keluarganya?  Kini  semua  telah  direnggut  oleh 
perebut  terulung!  Di  manakah  si  pengumpul  harta?  Penjaga  dan  yang 
dijaga  telah  musnah! 

Sungguh!  Barangsiapa  mengerti  tipu  daya  dunia  niscaya  akan 
meninggalkannya.  Barangsiapa  jahil  terhadap  dirinya  pastilah 
menghardiknya.  Barangsiapa  merasakan  kenikmatan  pastilah 
mensyukurinya.  Dan  barangsiapa  diseru  kepada  negeri  keselamatan 
Daarus  Salam',  niscaya  akan  memupus  segala  keinginan  hawa  nafsu. 


Lelaki  yang  Membiarkan  Istrinya  Berbuat  Serong  (Dayyuts)  ►►  227 


mSB%sar 


MUHALLIL* 

DAN  MUHALLAL  LAHU** 


Abdullah  bin  Mas'ud  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
melaknat  muhallil  dan  muhallil  lahu.430 

Abdullah  bin  Abbas  berkata,  "Rasulullah  pernah  ditanya 
tentang  muhallil.  Lalu  beliau  menjawab,  "Jangan!  Hendaknya  pernikahan 
itu  didasari  oleh  suatu  keinginan  dan  bukan  kepura-puraan!  Jangan  pula  ia 
merupakan  pelecehan  terhadap  Kitab  Allah  y*  ! Sampai  ia  merasakan  lezatnya 
persetubuhan!"4il 

'Uqbah  bin  Amir  meriwayatkan  Rasulullah  %£%  bersabda,  "Maukah 
kalian  aku  beritahukan  tentang  at-taisil  musta'ar  (kambing  hutan  pinjaman)?" 
Para  sahabat  menjawab,  "Tentu,  wahai  Rasulullah."  Beliau  melanjutkan, 
Yaitu  seorang  muhallil.  Allah  melaknat  muhallil  dan  muhallil  lahu ,"432 

Seorang  laki-laki  bertanya  kepada  Ibnu  ’umar  Wz , "Bagaimana 
pendapat  Anda  jika  saya  menikahi  seorang  wanita  untuk  menjadikannya 
halal  bagi  suaminya  terdahulu,  sedangkan  sang  suami  tidak  menyuruh 
saya  untuk  menikahinya,  pun  tidak  mengetahuinya?"  Ibnu  'Umar 
menjawab,  "Jangan,  kecuali  jika  kamu  menikahinya  atas  dasar  suka. 
Jika  wanita  itu  menarik  hatimu,  kamu  bisa  mempertahankannaya,  dan 

Muhallil  adalah  seorang  laki-laki  yang  menikahi  wanita  yang  telah  ditalak  dengan  talak  bain  secara  zhahir 
saja,  la  akan  segera  menceraikannya  agar  suaminya  terdahulu  dapat  menikahinya  lagi. 

’ ' Seorang  suami  yang  telah  mentalak  istrinya  dengan  talak  bain,  talak  tiga,  sehingga  ia  tidak  boleh  lagi  ruju' 
cengannya.  Lalu  ia  merelakan  istrinya  dinikahi  oleh  seseorang  untuk  nanti  diceraikan  dan  ia  pun  bisa 
-enikahinya  kembali. 

-V  D nwayatkan oleh  An-Nasa'i (2/98).  At-Tirmidzi dan Ad-Darimi ( 2258 ),  Ibnu Abi Syaibah (7/44, 45 ),  Al- 
3aihaqi  ( 7/208 ) dan  Ahmad  ( 1 /448 ) dari  Ibnu  Mas'ud . Dan  di-sbah/Man  oleh  Asy-Syaikh dalam  Al- 
v.a'(  1 897 ) dan  ada  mempunyai  berbagai  jalur  periwayatan,  lihat  di  sana. 

-O'  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Kabir{  1 1 567 ) dari  ibnu  Abbas,  sedangkan  isnadnya  dha’if. 
-12  j nwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  ( 1 936 ).  Al-Hakim  ( 2 / 198 ),  Al-Baihaqi  (7/208)  dan  di-hasan-kan  oleh  Asy- 
Syaikh dalam  Al-lrwa 'dengan  berbagai  jalurnya  ( 6/210 ). 


Muhallil  dan  Muhallal  Lahu  ►►  229 


jika  tidak  kamu  bisa  menceraikannya.  Kami  menganggap  perbuatan 
seperti  itu  pada  masa  Rasulullah  sebagai  perbuatan  zina!"433 

Beberapa  atsar  dari  para  sahabat  dan  tabi'in  diantaranya  seperti 
yang  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Mundzir  dari  'Umar  bin  Khaththab  agk, 
katanya,  "Tidaklah  dihadapkan  kepadaku  seorang  muhallil  dan  muhallil 
lahu,  melainkan  akan  kurajam  keduanya." 

'Umar  i®?  juga  pernah  ditanya  tentang  hukum  tahlil  (mengha- 
lalkan) wanita  untuk  suaminya,  dan  dia  menjawab,  "Itu  adalah  zina."434 

Abdullah  bin  Syarik  al-'Amiriy  berkata,  "Saya  mendengar  Ibnu 
'Umar  r.a.  ditanya  tentang  seorang  laki-laki  yang  telah  menceraikan 
anak  perempuan  pamannya,  kemudian  ia  merasa  menyesal  dan  ingin 
kembali  kepadanya,  maka  ada  laki-laki  yang  ingin  menikahinya  supaya 
bisa  menjadi  halal  untuknya.  Ibnu  'Umar  menjawab,  "Keduanya  berzina, 
sekalipun  keduanya  hidup  bersama  selama  dua  puluh  tahun  atau  lebih, 
apabila  ia  mengetahui  bahwa  ia  berkehendak  menghalalkan  wanita  itu 
buat  suami  sebelumnya."433 

Ibnu  'Abbas  pernah  ditanya  oleh  seorang  laki-laki,  katanya,  "Anak 
pamanku  telah  menceraikan  istrinya  dengan  talak  tiga,  lalu  menyesal." 
Ibnu  'Abbas  menjawab,  "Anak  pamanmu  itu  telah  berbuat  durhaka 
kepada  Rabbnva  lalu  Dia  menjadikannya  menyesal.  Ia  telah  mematuhi 
setan  sedangkan  setan  tidak  menjadikan  jalan  keluar  buatnya."  Orang 
itu  bertanya,  "Bagaimana  pendapat  Anda  jika  ada  orang  yang  menikahi 
bekas  istrinya  itu  supaya  bisa  menjadi  halal  baginya?"  Ibnu  'Abbas 
menjawab,  "Barangsiapa  menipu  Allah  maka  Dia  akan  menipunya!  "43h 

Ibrahim  an-Nakha'iy  berkata,  "Jika  niat  salah  satu  dari  tiga  orang, 
suami  yang  pertama,  suami  yang  yang  terakhir,  atau  wanita  itu  adalah 
untuk  tahlil  (menjadikan  wanita  itu  halal  bagi  suami  pertamanya)  maka 
pernikahan  yang  terakhir  itu  batal  (tidak  sah),  dan  wanita  itu  tetap 
tidak  halal  untuk  suaminya  yang  pertama."437 

Hasan  al-Bashriy  berkata,  "jika  salah  seorang  dari  ketiga  orang  itu 
berniat  akan  melakukan  tahlil,  maka  pernikahan  itu  menjadi  rusak."138 

433.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath dan  Al-Hakim  (2/1 99).  Al-Baihaqi  (7/208)  dan  di -shahih- 
kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lrwa ' ( 1 898). 

434.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (10776).  Ibnu  Abi  Syaibah  (4/294).  Al-Baihaqi  (7/208)  dan  isnadnya 
shahih. 

435.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (10778). 

436.  Asy-Syaikh  menyebutkan  di  dalam  Al-lrwa' ( 1 899)  dan  beliau  mendiamkannya.  Dan  diriwayatkan  oleh 
Abdur  Razzaq  (10779),  Sa’id  bin  Manshur  (1060).  (1061),  Ath-Thahawi  (2/33),  sedangkan  isnadnya 
shahih. 

437.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (4/295)  dan  Sa’id  bin  Manshur  (1 994), 

230 1 d~dS:x Besar 


Sehubungan  dengan  seorang  laki-laki  yang  menikahi  seorang 
wanita  dengan  tujuan  supaya  wanita  itu  bisa  menjadi  halal  untuk 
suaminya  yang  pertama,  Sa'id  bin  Musayyib  -imam  tabi'in-  berkata, 
'Tidak  halal."439 

Termasuk  yang  berpendapat  demikian  adalah  Malik  bin  Anas,  al- 
Laits  bin  Sa'ad,  Sufyan  ats-Tsauriv,  dan  Imam  Ahmad  bin  Hanbal. 

Isma'il  bin  Sa'id  berkata,  "Saya  pernah  bertanya  kepada  Imam 
Ahmad  tentang  seorang  laki-laki  yang  menikahi  seorang  wanita 
sedangkan  dalam  hati  laki-laki  itu  berniat  untuk  menjadikan  wanita 
itu  halal  bagi  suaminya  yang  pertama,  namun  wanita  itu  tidak 
mengetahui  tentang  niatnya  tersebut,  bagaimanakah  hukumnya?" 
Beliau  menjawab,  "Dia  adalah  muhallil.  Dan  kalau  ia  bermaksud  dengan 
pernikahannya  itu  untuk  menghalalkan  wanita  itu  supaya  bisa  menikah 
kembali  dengan  mantan  suaminya  yang  dulu,  maka  terkutuklah  ia." 

Pendapat  madzhab  Syafi'iy  menyebutkan,  "Jika  syarat  tahlil  itu 
disebutkan  dalam  akad,  maka  akadnya  batal  (tidak  sah).  Karena  ia 
diakadkan  dengan  syarat  yang  akan  memutuskannya  sebelum  sampai 
ke  tujuannya,  maka  ia  batal  seperti  nikah  mut’ah.  Jika  syaratnya  itu 
disebutkan  sebelum  akad,  menurut  pendapat  yang  benar  pernikahan 
itu  tetap  sah.  Begitu  pula  jika  diakadkan  dengan  tidak  menyebutkan 
$varat  tersebut  dalam  akad  dan  tidak  pula  sebelumnya,  maka  akad  itu 
tidak  rusak.  Apabila  seorang  laki-laki  mengawini  seorang  wanita  dengan 
catatan  jika  ia  sudah  menggaulinva  maka  ia  harus  menceraikannya, 
dalam  hal  ini  ada  dua  pendapat;  dan  pendapat  yang  paling  benar  bahwa 
pernikahan  itu  batal.  Adapun  sebab  batalnya  itu  adalah  karena  adanya 
syarat  yang  mencegah  sahnya  pernikahan,  yaitu  kelanggengannya.  Jadi 
ini  mirip  ta'qit  (pembatasan  waktu  seperti  dalam  nikah  mut’ah)  Ini 
adalah  pendapat  yang  paling  shahih  menurut  ar-Rafi’iy.  Pendapat  kedua 
menganggap  bahwa  dalam  pernikahan  itu  ada  syarat  yang  rusak  yang 
menyertai  akad,  maka  ia  tidak  membatalkan  pernikahan  itu, 
sebagaimana  jika  disyaratkan  supaya  si  suami  tidak  kawin  lagi,  atau 
tidak  membawanya  pergi  meninggalkan  negerinya.  Wallahu  a'lam. 

Semoga  Allah  memberikan  taufiq  kepada  kita  untuk  segala  yang 
diridlai-Nya  serta  menjauhkan  kita  dari  kemaksiatan  kepada-Nya. 
Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi,  Maha  Pemurah,  Maha  Pengam- 
pun, dan  Maha  Penyayang. 


-33.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (4/295)  dan  Sa'id  bin  Manshur  (1995). 
-39.  Diriwayatkan  oleh  Sa'id  bin  Manshur  (1989). 


Muhallil  dan  Muhallal  Lahu  ►►  23  I 


Nasihat 


Betapa  tinggi  suatu  kaum  ...  yang  meninggalkan  dunia  sebelum 
meninggal  dunia.  Mereka  mengeluarkan  hati  nurani  dari  kegelapan 
warna-warninya.  Mereka  menemukan  hari-hari  keselamatan  dan 
beruntunglah  mereka.  Mereka  menikmati  firman-firman  Maula-nya 
dan  mereka  pun  berserah  diri  dan  pasrah  kepada  perintahNya.  Mereka 
mengambil  seluruh  pemberian-Nya  dengan  syukur  dan  tangan  terbuka. 
Mereka  berhijrah  menuju  ketaatan  kepada-Nya  selezat  tidur  yang  pulas. 
Mereka  berlari  kepada-Nya  dari  segala  makhluk.  Mereka  mengutamakan 
ketaatan  kepada-Nya  seperti  yang  dilakukan  oleh  orang  yang  sangat 
paham  dan  mengerti.  Mereka  ridla  dan  tidak  pernah  mengeluh  atas 
apa  yang  terjadi.  Mereka  telah  menjual  diri  mereka,  dan  duhai  indahnya 
jual-beli  ini.  Mereka  berserah  diri  kepada-Nya  kala  mereka  menyerahkan 
ruh.  Mereka  berkhidmah  kepada-Nya  dengan  dada  yang  lapang.  Mereka 
mengetuk  pintu-Nya  dan  pintu  pun  terbuka.  Mereka  senantiasa 
berlinang  air  mata  dan  kelopak  mata  pun  sembab  karenanya.  Mereka 
ridla  terhadap  diri  mereka  sehingga  yang  tidak  mengenakkan  pun  jadi 
terpuji.  Anda  akan  dapat  mengenalnya  dengan  ciri  khas  yang  ada  pada 
mereka.  Bekas-bekas  kejujuran  mereka  sangat  nyata.  Mereka  telah 
menebar  wangi  gaharu  dengan  kelembutan  sikap.  Harumnya  pujian 
untuk  mereka  di  setiap  tempat  tercium.  Hanyasaja,  bagi  siapa  yang 
tidak  memiliki  wangi  gaharu  seperti  mereka,  itu  semua  teramat 
menakutkan. 


232  D%|sa Besar 


D#sa 


Besar 


TIDAK  MENJAGA  DIRI  DENGAN 
SEKSAMA  TERHADAP  AIR  SENI 


Allah  M berfirman: 


j ; la  t ^JjLj  « 


Dan  pakaianmu,  sucikanlah!  (Q.S.  al-Muddatstsir  : 4) 

Ibnu  Abbas  agi  berkata,  "Suatu  hari  Nabi  berjalan  melewati 
dua  buah  kuburan,  lantas  beliau  berkata: 


.s-Vl 


Kedua  penghuni  kuburan  ini  sedang  diadzab.  Mereka  disiksa  bukan  karena 
telah  mengerjakan  dosa  besar,  yang  seorang  suka  mengadu  domba  ke  sana-ke 
mari,  sedangkan  yang  satunya  lagi  tidak  menjaga  diri  dengan  seksama1 
terhadap  air  seni."440 

Rasulullah  bersabda,  "Jagalah  diri  dengan  seksama  terhadap  air 
seni,  sesungguhnya  kebanyakan  adzab  kubur  itu  disebabkan  clehnya."44] 

Sesungguhnya  orang  yang  tidak  menjaga  dirinya  dan  juga 
pakaiannya  dari  air  seninya  maka  shalatnya  tidak  diterima. 


— 1 Shahih  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1378.6052,1361).  Muslim  (292),  Abu  Dawud  (20),  At-Tirmidzi  (70), 
An-Nasa'i  (1/28-30),  Ibnu  Majah  (347)  dan  Ahmad  (1/225)  dari  Ibnu  Abbas. 

— ■ Diriwayatkan  oleh  Ad-Daruquthni  (1/128)  dari  Abu  Hurairah.  Dan  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (1/ 
44/2),  Ibnu  Majah  (348),  Ad-Daruquthni  (1/128).  Al-Ajurri  dalam  Asy-Syari’ah  (hal:362,363)  dan  Al-Hakim 
(1/183). 

Dan  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/326,388,389)  dengan  lafal  ‘ Kebanyakan  siksa  kubur  itu  karena  kencing", 
isnadnya  shahih  menurut  syarat  Al-Bukhari  dan  Muslim  sebagaimana  yang  dikatakan  oleh  Al-Hakim.  Adz- 
Dzahabi  dan  Al-Albani.  Baginya  pendukung  dari  hadits  Ibnu  Abbas  dan  Anas.  Lihat  kembali  Ai-lrwa' (280) 
dan  Shahih  At-Jami’  (3002). 


Tidak  Menjaga  Diri  Dengan  Seksama  Terhadap  Air  Seni  ►►  233 


Al-Hafizh  Abu  Nu'aim  di  dalam  kitab  Hilyatul  Auliya'  meriwa- 
yatkan sebuah  hadits  dari  Svaqiv  bin  Mani'  al-Ashbahiy,  dari  Rasulullah 
-gfe  sabda  beliau,  "Empat  golongan  penghuni  neraka  yang  akari  mengganggu 
para  penghuni  neraka  lainnya  karena  siksaan  yang  mereka  terima.  Mereka 
beringsut  diantara  hamim  (cairan  panas  yang  mendidih)  dan  jahim  (nyala 
api  yang  berkobar-kobar),  sambil  berteriak-teriak  mengeluarkan  sumpah 
serapah.  Para  penghuni  neraka  lainnya  saling  bertanya  kepada  sesama  mereka, 
'Kenapa  mereka  itu  mengganggu  kita  yang  menambah  beban  siksaan  kita 
saja!'  Keempat  orang  itu;  yang  pertama  seseorang  di  atas  kepalanya  ada  peti 
bara  api,  kedua  seseorang  yang  berjalan  sambil  menyeret  ususnya,  ketiga, 
seseorang  yang  mengalir  nanah  dan  darah  dari  mulutnya,  dan  keempat, 
seseorang  yang  memakan  daging  tubuhnya  sendiri."  Rasulullah  ypcp 
melanjutkan,  " Para  penghuni  neraka  akan  bertanya-tanya  tentang  orang 
yang  memikul  peti  bara  api  di  atas  kepalanya.  'Mengapa  orang  jahat  itu 
mengganggu  kita  yang  menambah  beban  hukuman  saja?'  pertanyaan  ini 
dijawab,  'Orang  jahat  itu  meninggal  sambil  membawa  beban  harta  manusia 
di  lehernya.'  Kemudian  mereka  akan  bertanya  tentang  orang  yang  berjalan 
sambil  menyeret  ususnya,  'Mengapa  orang  jahat  itu  mengganggu  kita  yang 
menambah  beban  hukuman  saja?'  pertanyaan  ini  dijawab.  'Orang  jahat  itu 
adalah  orang  yang  tidak  peduli  di  mana  air  seninya  mengenai  (pakaian  atau 
badannya)  dan  ia  tidak  mencucinya.'  Lalu  mereka  bertanya  tentang  orang 
yang  mengalir  nanah  dan  darah  dari  mulutnya,  'Mengapa  orang  jahat  itu 
menggang-gu  kita  yang  menambah  beban  hukuman  saja?'  pertanyaan  ini 
dijawab.  'Orang  jahat  itu  adalah  orang  yang  dahulu  mendapati  kata-kata 
yang  buruk  dan  ia  menikmatinya  (dalam  riwayat  lain;  ia  dahulu  makan 
daging  manusia  dan  berjalan  sambil  mengadu  domba).  Lalu  mereka 
bertanya  tentang  orang  yang  memakan  daging  tubuhnya  sen-diri,  'Mengapa 
orang  jahat  itu  mengganggu  kita  yang  menambah  beban  hukuman  saja?' 
pertanyaan  ini  dijawab,  'Orang  jahat  itu  adalah  orang  yang  dahulu  makan 
daging  manusia  (berbuat  ghibah,  menggunjing)442 

Mari  memohon  ampunan  dan  kesejahteraan  kepada  Allah  dengan 
karunia  dan  kemurahan-Nya.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Pengasih. 


442.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Ghibah  (49).  Ash-Shamtu  (1 86),  Abu  Nu'aim  (5/1 67),  Ath- 
Thabrani  Kabir( 7226)  dan  Ibnul  Mubarak  dalam  Az-Zawaid  lizZuhd( 328)  dari  Syafiy  bin  Mani1.  Dia  adalah 
seorang  Tabiin  menurut  pendapat  yang  kuat.  Adapun  haditsnya  adalah  mursal  dan  para  perawinya  tsiqat. 
Ibnul  Mubarak  juga  meriwayatkan  yang  seperti  itu  di  dalam  Az-Zawaid ( 336)  dan  Ibnu  Abi  Dunya  dalam 
Washfun  Nar  (37)  darinya  pula. 

234 1 D:D%*Besar 


Nasihat 


Wahai  sang  hamba,  perhatikanlah  padang  sengketa  orang-orang 
terdahulu!  Cermatilah  akhir  akibat  yang  mereka  terima  dan  dari  mana 
mereka  memulainya!  Ketahuilah  bahwa  mereka  telah  berpencar  dan 
berpisah.  Ahli  kebaikan  telah  menggapai  kemuliaan,  ahli  kejahatan  telah 
menuai  kesengsaraan.  Lihatlah  pada  dirimu  sebelum  kamu  menemui 
apa  yang  mereka  temui: 

Seseorang  itu  ibarat  bulan  sabit  ...  pada  awal  kemunculannya 

Tampak  tipis,  halus  ...  lalu  menjadi  penuh 

Terus  bertambah  ...  sampai  kala  telah  sempurna  akan  diikuti 

Siang  malam  yang  terus  mengurangi  lalu  sirna  tanpa  sisa 

Adalah  masa  muda  selendang  yang  kau  banggakan 

Untuk  suatu  bencana,  segala  cacat  telah  pergi  darinya 

Ia  telah  mati  tersenyum,  uban  kini  menghias 

Seperti  malam...  dalam  kelemahannya  ufuk  datang  menjelang 

Aku  heran,  masa  tiada  pernah  kehilangan  keheranannya 

Ada  manusia  cenderung  kepada  dunia  padahal  mereka  orang-orang  jujur 

Setiap  kali  ia  menghibur  pemiliknya  dengan  kesedihan 

Mereka  pun  mengetuk  dengan  ketukan  kesedihan  dan  kepayahan 

...  Adalah  kampung  di  sana  masa  pasti  kan  binasa 

Segala  yang  penuh  pengalaman  pun  takut  bergetar 

Wahai  Rijal  ...  yang  tertipu  dengan  kebatilannya 

Percaya  padanya  setelah  datang  keterangan  dan  terpedaya 

Kukatakan;  "Diriku  pun  menyeru  bagi  perhiasannya 

Di  manakah  para  raja?  Para  raja  manusia  dan  pasar  mereka? 

Ke  manakah  orang-orang  yang  bergelut  dengan  kenikmatannya 
Kemarin  mereka  kaya  dengan  kehidupan  dan  dekat 
Sore  ini  rumah-rumah  mereka  kosong  bak  rumah  tua 
Sepertinya  itu  tiada  seorangpun  diciptakan  untuknya 
Wahai  pecandu  nikmat  kampung  yang  tiada  berkekal 
Tertipu  oleh  bayang-bayang  adalah  suatu  ketololan!" 


Tidak  Menjaga  Diri  Dengan  Seksama  Terhadap  Air  Seni  ►►  235 


RIYA' 


D#sa 

Besar 


Mengabarkan  perihal  orang-orang  munafik  Allah  ta’ala  berfirman: 

^ si  s\  ' tes**,*  t 

bdli  )>\  <3ii  JjJ  JbV j 

Mereka  bermaksud  riya  (dengan  shalatnya)  di  hadapan  manusia.  Dan  tidaklah 
mereka  menyebut  nama  Allah  kecuali  sedikit  sekali.  (An-Nisa’:  142) 

Maka  kecelakaanlah  bagi  orang-orang  yang  shalat,  (yaitu)  orang-orang  yang 
lalai  dari  shalatnya,  (yaitu)  orang-orang  yang  berbuat  riya,  dan  enggan 
(menolong  dengan)  barang  berguna.  (Al-Ma’un:  4-7) 

Hai  orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kamu  menghilangkan  (pahala) 
sedekahmu  dengan  menyebut-nyebutnya  dan  menyakiti  (perasaan  si 
penerima),  seperti  orang  yang  menafkahkan  hartanya  karena  riya  kepada 
manusia.  (Al-Baqarah:  264) 

Barangsiapa  mengharap  perjumpaan  dengan  Rabbnya  maka  hendaklah  ia 
mengerjakan  amal  yang  shalih  dan  janganlah  ia  mempersekutukan  seorangpun 
dalam  beribadat  kepada  Rabb-nya  (Al-Kahfi:  110) 

Maksud  'janganlah  ia  mempersekutukan  seorangpun  dalam 
beribadat  kepada  Rabb-nya'  adalah  jangan  berbuat  riya'  dengan 
amalnya.' 

Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  bahwa 
Rasulullah  bersabda,  "Sesungguhnya  orang  yang  pertama  kali  akan  diadili 
rada  hari  kiamat  adalah  seorang  yang  mati  di  jalan  Allah  (dalam  perang  fi 
sabilillah).  Orang  itu  didatangkan,  lalu  Allah  mengingatkannya  tentang  nikmat- 
nikmat  yang  telah  Allah  berikan  kepadanya  dan  ia  pun  mengakuinya.  Lalu 
Ailah  bertanya,  'Apa  yang  telah  kamu  lakukan  dengan  segala  nikmat  itu?'  Ia 


Riya’  ►►IB/ 


menjawab,  'Saya  telah  berperang  di  jalan-Mu  hingga  saya  mati  syahid.'  Allah 
menjawab,  'Engkau  berdusta.  Tetapi  engkau  melakukan  itu  supaya  dikatakan 
orang  bahwa  engkau  adalah  seorang  pemberani  dan  itu  sudah  dikatakan 
orang!'  Kemudian  Allah  memerintahkan  kepada  malaikat  agar  menyeret  orang 
itu  pada  wajahnya  lalu  dilemparkan  ke  dalam  neraka.  Kemudian  didatangkan 
pula  seorang  laki-laki  yang  telah  diberi  oleh  Allah  kelapangan  dan  harta 
kekayaan  yang  banyak.  Allah  mengingatkannya  tentang  nikmat-nikmat  yang 
telah  Allah  berikan  kepadanya  dan  ia  pun  mengakuinya.  Lalu  Aliah  bertanya, 
'Apa  yang  telah  kamu  lakukan  dengan  segala  nikmat  itu?'  la  menjawab,  'Saya 
tidak  meninggalkan  satu  jalan  pun  yang  Engkau  sukai  saya  menginfakkan  harta 
di  sana  melainkan  saya  menginfakkan  harta  di  sana  hanya  karena-Mu.'  Allah 
menjawab,  'Engkau  telah  berdusta.  Tetapi  engkau  melakukan  itu  hanyalah  demi 
mengharap  pujian  orang,  supaya  dikatakan  bahwa  engkau  adalah  seorang 
dermawan,  dan  itu  sudah  dikatakan  orang!'  Kemudian  Allah  memerintahkan 
kepada  malaikat  agar  menyeret  orang  itu  pada  wajahnya  lalu  dilemparkan  ke 
dalam  neraka.  Lalu  didatangkan  pula  seseorang  yang  mempelajari  ilmu, 
mengajarkannya  dan  membaca  al-Qur'an.  Allah  mengingatkannya  tentang 
nikmat-nikmat  yang  telah  Allah  berikan  kepadanya  dan  ia  pun  mengakuinya. 
Lalu  Allah  bertanya,  'Apa  yang  telah  kamu  lakukan  dengan  segala  nikmat  itu?' 
Ia  menjawab,  'Saya  belajar  ilmu  dan  mengajarkannya,  serta  membaca  al-Qur'  an 
karena-Mu.'  Allah  menjawab,  'Engkau  dusta.  Tetapi  engkau  belajar  dengan 
maksud  supaya  dikatakan  oleh  orang-orang  bahwa  engkau  adalah  orang  alim, 
dan  engkau  membaca  al-Qur'an  dengan  maksud  agar  dikatakan  sebagai  pari'!' 
Kemudian  Allah  memerintahkan  kepada  malaikat  agar  menyeret  orang  itu  pada 
wajahnya  lalu  dilemparkan  ke  dalam  neraka .44? 

Rasulullah  bersabda: 

\ , ' * , i . , ; . - . , 

dj  4^  ctS  J J'  J • ~A  4 4j  di)!  • +A 

■ \ ^ ^ V ^ ^ 

Barangsiapa  berlaku  sum'ah  Allah  akan  memperdengarkan  aibnya.  Dan 
barangsiapa  berbuat  riya'  Allah  akan  memperlihatkan  aibnya d4-1 

Al-Khaththabiy  berkata,  "Maksud  hadits  di  atas  adalah  barangsiapa 
mengerjakan  suatu  amalan  dengan  tidak  ikhlas,  tetapi  hanya  ingin 
dilihat  dan  didengar  orang,  maka  ia  akan  dibalas  dengan  membukakan 
kejelekan-kejelekannya,  sehingga  tampaklah  semua  yang 
disembunyikan  dan  dirahasiakannya.  Wallaahu  alam.” 

Rasulullah  ^ bersabda: 


—3.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1905). 

—4, 7aW?/7/-nya  telah  disebutkan  di  muka  pada  permulaan  kitab 

238 1 D:of:saBesar 


Yang  sedikit  dari  riya’  itu  syirik."' 

Rasulullah  juga  bersabda,  "Sesuatu  yang  paling  aku  takuti  menimpa 
kalian  adalah  syirik  kecil."  Para  sahabat  bertanya,  "Apakah  itu , wahai 
Rasulullah?"  Beliau  menjawab,  "Riya'.  Pada  hari  Allah  membalas  amal 
hamba-hamba-Nya,  Dia  berfirman.  Pergilah  kepada  orang-orang  yang  dahulu 
kalian  memperlihatkan  amal-amal  kalian  kepada  mereka.  Lihatlah,  adakah 
kalian  mendapat  pahala  di  sisi  mereka?:"''40 

Allah  W berfirman,  ‘‘Dan  jelaslah  bagi  mereka  dari  Allah  apa-apa 
yang  belum  pernah  mereka  perkirakan.’’  (Az-Zumar:  47) 

Tafsir  ayat  di  atas  adalah  bahwa  dahulu  ketika  mereka  tinggal  di 
dunia  mereka  mengerjakan  amal-amal  yang  mereka  anggap  sebagai 
amal-amal  yang  baik,  kemudian  pada  hari  kiamat  ternyata  amal-amal 
itu  buruk  semuanya. 

Sebagian  salaf,  jika  membaca  ayat  di  atas  berkata,  "Celakalah 
orang-orang  yang  berbuat  riya’." 

Dikatakan,  pada  hari  kiamat  nanti  orang  yang  riya'  itu  akan 
dipanggil  di  hadapan  seluruh  makhluk  dengan  empat  nama;  wahai 
mura'i  (si  pelaku  riya'),  hai  ghaadir  (penipu),  hai  faajir  (pendosa), 
dan  hai  khaasir  (orang  yang  merugi),  ambillah  pahala  yang  disediakan 
oleh  orang  yang  karenanya  kamu  beramal!  Kamu  sudah  tidak  memiliki 
pahala  lagi  di  sisi  Kami. 

Al-Hasan,  "Orang  yang  berbuat  riya'  itu  pada  hakekatnya  ingin 
mengalahkan  takdir  Allah  padanya.  Ia  adalah  orang  yang  jahat.  Ia  ingin 
manusia  menyebutnya  sebagai  orang  yang  shalih.  Bagaimana  mungkin 
orang-orang  akan  mengatakan  demikian,  sedangkan  ia  telah  menempati 
ieedudukan  yang  buruk  di  sisi  Rabbnya.  Mestinya,  hati  semua  orang 
vang  beriman  mengetahui  hal  ini." 

Qatadah  berkata,  "Jika  seorang  hamba  berbuat  riya' , maka  Allah 
akan  berkata,  'Lihatlah  kepada  hamba-Ku,  bagaimana  ia  memperolok- 
elokkan-Ku."1 

'Umar  bin  Khaththab  LA  pernah  melihat  seorang  laki-laki 
menekuk  lehernya.  Ia  berkata,  “Wahai  orang  yang  menekuk  lehernya, 
tegakkan  lehermu.  Sesungguhnya  khusyuk  itu  bukan  di  leher  namun 

445.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka  pada  permulaan  kitab 
44?  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 


Riya’  ►►  239 


ia  ada  di  dalam  hati." 


Abu  Umamah  al-Bahiliy  28?  pernah  berjalan  melewati  seorang 
laki-laki  yang  sedang  bersujud  di  masjid.  Orang  itu  bersujud  sambil 
menangis  dan  berdoa.  Abu  Umamah  berkata  kepadanya,  "Wahai  kamu 
...  alangkah  baiknya  kalau  kamu  melakukannya  di  dalam  rumahmu!" 

Muhammad  bin  Mubarak  as-Shuriy  berkata,  "Menampakkan 
ketaatan  itu  lebih  baik  di  malam  hari  dari  pada  di  siang  hari.  Sebab, 
menampakkan  ketaatan  di  siang  hari  itu  untuk  makhluk,  sedangkan  di 
malam  hari  untuk  Rabb  semesta  alam." 

'Ali  bin  Abu  Thalib  berkata,  "Orang  yang  berbuat  riya'  itu  ada  tiga 
tandanya;  jika  ia  sendirian  ia  malas  beramal,  jika  ia  di  keramaian  ia 
rajin,  dan  jika  dipuji  ia  meningkatkan  amalnya  sedangkan  jika  dicela  ia 
menguranginya." 

Fudlail  bin  'Iyadl  berkata,  “Meninggalkan  amal  karena  manusia 
itu  riya’,  sedangkan  mengerjakannya  karena  mereka  itu  syirik.  Ikhlas 
adalah  apabila  Allah  menjagamu  dari  keduanya.” 

Semoga  Allah  memberikan  ma'unah  kepada  kita,  juga  keikhlasan 
dalam  setiap  amal,  kata,  gerakan  dan  diamnya  kita.  Sesungguhnya  Dia 
maha  Memberi  lagi  maha  Pemurah. 


240  D^saBesar 


D. 


.4  __  _ 

i s a 

Besar 


MENUNTUT  ILMU  UNTUK  DUNIA 
DAN  MENYEMBUNYIKAN  ILMU 


Allah  berfirman: 

..  '.f  ? ✓ o s a s *■  & 

^ <o^  L*j! 

Sesungguhnya  yang  takut  kepada  Allah  diantara  hamba-hamba-Nya,  hanyalah 
ulama.  (Faathir:  28) 

Yaitu  ulama  yang  mengerti  (ma'rifah)  kepada  Allah. 

Ibnu  'Abbas  berkata,  "Maksud  ayat  itu  adalah  sesungguhnya 
orang-orang  yang  takut  kepada-Ku  di  antara  makhluk-Ku  ialah  yang 
mengerti  tentang  keperkasaan-Ku  (jabarut),  kemuliaan-Ku  ('izzah)  dan 
kekuasaan-Ku  (sulthan)." 

Mujahid  dan  asy-Sya’biv  berkata,  “Orang  yang  berilmu  (alim) 
adalah  orang  yang  takut  kepada  Allah  ta’ala." 

Rabi'  bin  Anas  berkata,  "Barangsiapa  yang  tidak  takut  kepada 
Allah,  maka  ia  bukanlah  seorang  yang  berilmu”  (walaupun  ilmunya 
banyak,  pent) 

Allah  juga  berfirman,  “Sesungguhnya  orang-orang  yang 
menyembunyikan  apa  yang  telah  Kami  turunkan  berupa  keterangan- 
keterangan  (yang  jelas)  dan  petunjuk,  setelah  Kami  menerangkannya  kepada 
manusia  dalam  Al-Kitab,  mereka  itu  dilaknati  Allah  dan  dilaknati  (pula) 
oleh  semua  (makhluk)  yang  dapat  melaknat.”  (Al-Baqarah:  159) 

Ayat  di  atas  diturunkan  berkenaan  dengan  ulama'  Yahudi.  Yang 
dimaksud  dengan  ' al-bayyinat ' adalah  hukum  rajam,  had,  dan  seluruh 
hukum;  'al-huda'  adalah  berita  dan  ajaran  Nabi  Muhammad  *§|;  'mim 
ba'di  ma  bayyanndhu  linnds'  adalah  kepada  Bani  Israil;  'fil  kitab'  adalah  di 
dalam  Taurat;  'uldika'  adalah  orang-orang  yang  menyem-bunyikan;  dan 


Menuntut  Ilmu  untuk  Punia  dan  Menyembunyikan  Ilmu  ►►  241 


'yal'anuhumul  laa'inun'  Ibnu  'Abbas  berkata,  "Yaitu  segala  sesuatu  selain 
jin  dan  manusia.” 

Ibnu  Mas'ud  berkata,  "Tidaklah  dua  orang  muslim  itu  saling 
melaknat  satu  sama  lainnya,  kecuali  laknat  mereka  itu  akan  menimpa 
orang-orang  Yahudi  dan  Nasrani,  yang  telah  menyembunyikan  berita 
tentang  kedatangan  Nabi  Muhammad  feg  dan  sifat-sifat  beliau.” 

Allah  ist  berfirman,  “Dan  (ingatlah),  ketika  Allah  mengambil  janji  dari 
orang-orang  yang  telah  diberi  kitab  (yaitu),  "Hendaklah  kamu  menerangkan 
isi  kitab  itu  kepada  manusia,  dan  jangan  kamu  menyembunyikannya,"  lalu 
mereka  melemparkan  janji  itu  ke  belakang  punggung  mereka  dan  mereka 
menukarnya  dengan  harga  yang  sedikit.  Amatlah  buruk  tukaran  yang  mereka 
terima .”  (Ali  'Imran:  187) 

Al-Wahidiy  berkata,  "Ayat  ini  diturunkan  berkenaan  dengan 
orang-orang  Yahudi  Madinah.  Allah  telah  mengikat  janji  dengan  mereka 
di  dalam  Taurat  perihal  Muhammad  sifat-sifatnya,  dan  waktu 
diutusnya,  serta  mereka  tidak  boleh  menyembunyikannya.  Itulah  makna 
firman-Nya  '...Hendaklah  kamu  menerangkan  isi  kitab  itu  kepada  manusia, 
dan  jangan  kamu  menyembunyikannya  ..."' 

Al-Hasan  berkata, " itu  adalah  perjanjian  antara  Allah  ta'ala  dengan 
para  ulama  Yahudi,  supaya  mereka  menerangkan  kepada  manusia  apa 
yang  disebut  dalam  kitab  mereka.  Di  antaranya  adalah  perihal 
Rasulullah 

Tentang  firman  Allah, ' ...lalu  mereka  melemparkan  janji  itu  ke  belakang 
punggung  mereka..',  Ibnu  'Abbas  Y-  berkata,  "Kemudian  mereka 
membuang  perjanjian  itu  di  belakang  punggung  mereka."  Dan  '...dan 
mereka  menukarnya  dengan  harga  yang  sedikit...'  yaitu  apa  yang  mereka 
ambil  dari  orang-orang  yang  berada  di  bawah  mereka  dengan  keadaan 
mereka  sebagai  orang  yang  berilmu.  Adapun  'Amatlah  buruk  tukaran 
yang  mereka  terima.',  Ibnu  'Abbas  berkata,  "Buruk  sekali  tukaran  yang 
mereka  terima  dan  mereka  sangat  merugi." 

Rasulullah  sgg  bersabda: 


Barangsiapa  mempelajari  suatu  ilmu  yang  seharusnya  ilmu  itu  diperguna- 
kannya untuk  mengharap  wajah  Allah,  namun  ia  tidak  mempelajarinya  kecuali 


t,  .1  > ’ I ' " v . | ,,  > 9 

. -wc-wt-J  ^ ^ \>r  4 'S  4_L'^ 

* c “ w 


v - • • 


. 0 --  3 --  O f I 

-j jS  jJ  LJjJt 


d:d%*  Besar 


242 


untuk  memperoleh  materi  dunia,  maka  ia  tidak  akan  mencium  mewangi 
surga.44 

Pada  bab  terdahulu  (dosa  besar  ke-37)  telah  disebutkan  sebuah 
hadits  yang  diriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  A&?  tentang  tiga  orang 
yang  diseret  oleh  malaikat  lalu  dilemparkan  ke  dalam  neraka.  Salah 
satunya  adalah  orang  yang  menuntut  ilmu  hanya  karena  ingin  dikatakan 
sebagai  seorang  yang  alim. 

Rasulullah  bersabda: 


dlil 


c - i > t , 

cLJjtd  4j  d r i ^ 3 


d i 4j  j \Jj_J  1 ■ p4 

,ld'  ‘djl  j i ^ 4 jLjl  j ^ 4-Jl 


Barangsiapa  menuntut  ilmu  untuk  mendebat  orang-orang  yang  bodoh,  atau 
untuk  membanggakan  diri  di  hadapan  para  ulama',  atau  untuk  menarik 
perhatian  manusia  agar  cenderung  kepadanya,  niscaya  akhir  baginya  adalah 
neraka.  Dan  di  lain  riwayat  'Allah  akan  memasukkannya  ke  dalam  neraka.'448 


Rasulullah  juga  bersabda: 

4*4  LoL)  ■*  4J  U ' p*  > I ydS-  ' ' y* 


Barangsiapa  ditanya  tentang  suatu  ilmu  (yang  diketahuinya)  namun  ia 
menyembunyikannya,  maka  pada  hari  kiamat  nanti  ia  akan  dikekang  dengan 
kekang  dari  api  neraka.44 - 

Di  antara  doa  Nabi  sg*  adalah: 

i y^S-  -p»  Z yS- I 

Aku  berlindung  kepada-Mu  dari  ilmu  yang  tidak  bermanfaat.450 

Rasulullah  bersabda,  Barangsiapa  mempelajari  suatu  ilmu  namun 
tidak  diamalkannya,  maka  itu  tidak  menambahkan  baginya  kecuali 


—7.  Diriwayatkan  oieh  Ahmad  (2/338).  Abu  Dawud  (3664),  Ibnu  Majah  (252),  Al-Hakim  (1/85),  Ibnu  Hibban 
(78)  dan  Ibnu  Abdil  Barr  dalam  Jamiut  7/m/(hal:230)  dari  Abu  Hurairah  dan  di-shah/Man  oleh  Asy-Syaikh 
dalam  Ash-  Shahih  (6159). 

—3.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  dan  Ai-Baghdadi  dalam  lqtidha ’u I 'llm  (hal:  1 02)  dan  d\-shahih-kar\  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-  Shahih  (6158). 

—3,  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/263,305).  Abu  Dawud  (3658).  At-Tirmidzi  (2649),  An-Nasa’i  dan  Ibnu  Majah 
(261 ),  Al-Baihaqi  Asy-Syu’ab  (1 61 2)  dari  Abu  Hurairah  dan  di-shah/Man  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash- 
Shahih  (6284). 

450.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (10/187).  Muslim  (2722)  dan  Ibnu  Abdil  Barr  daiam  Al-'llmu  (hal:21 5) 
dari  Zaid  bin  Arqam.  Dan  diriwayatkan  oleh  Ath-Thayalisi  (2007).  Ibnu  Abi  Syaibah  (10/1 87, 1 88),  Ahmad 
(3/1 92),  An-Nasa’i  (8/264)  dan  Al-Hakim  (1/104)  dan  Anas. 


Menuntut  Ilmu  untuk  Dunia  dan  Menyembunyikan  Ilmu  ►►  243 


kesombongan.451 


Abu  Umamah  berkata,  "Rasulullah  piy  bersabda: 


" ^ ^ g ^ ^ ^ 4 0 ' 3 £ s .'f 

jjjj  <L>4  A ■ jJ-L3  jll)i  s oL-fli'  £.  j ~Jl  ^JlkJlj  C-L^tJ 

u ji  r<ij>i  Ur  jui  ?2l  iL^i  a{,  ij u iiS  ll  il  jii  : J 

& ’Jr\$ 


Kelak  pada  hari  kiamat  akan  didatangkan  seorang  alim  yang  jahat.  Ia 
dilemparkan  ke  dalam  neraka,  dan  ia  berputar-putar  membawa  ususnya  seperti 
keledai  berputar  pada  gilingan.  Seseorang  bertanya,  " Bagaimana  Anda 
mengalami  nasib  seperti  ini?  Padahal  kami  mendapatkan  petunjuk  melalui 
Anda?"  Ia  pun  menjawab,  " Aku  mengerjakan  apa  yang  kalian  aku  larang 
mengerjakannya."452 

Hilal  bin  Ala’  bertutur,  "Menuntut  ilmu  itu  sulit.  Menjaganya  lebih 
sulit.  Mengamalkannya  lebih  sulit  dari  pada  menjaganya.  Selamat  darinya 
lebih  sulit  dari  pada  mengamalkannya." 


451 . Ibnu  Majah  meriwayatkan  yang  seperti  itu  (258)  dari  Ibnu  Umar  dan  isnadnya  dhalf.  Terdapat  riwayat 
dengan  redaksi  yang  sama  dari  Ibnu  Mas'ud  secara  mauquf. 

452.  Dikeluarkan  oleh  Ai-Ashbahani  dalam  At-Targhib( 2136)  dan  sanadnya  Dhalf. 

D:o%n  Besar 


244 


KHIANAT 


D^hsa 

Besar 


Allah  },t:  berfirman: 


<^UL.t 1 


jn 


/ 


jlj  Aijt  I y sSj 'i/  1 L^hL 


Hai  orang-orang  beriman,  janganlah  kamu  mengkhianati  Allah  dan  Rasul 
(Muhammad)  dan  juga  janganlah  kamu  mengkhianati  amanat-amanat  yang 
dipercayakan  kepadamu,  sedang  kamu  mengetahui.  (Al-Anfal:  27) 

Al-Wahidiy  jLSc  berkata,  "Ayat  ini  diturunkan  sehubungan  dengan 
kasus  Abu  Lubabah  bin  Abdul  Mundzir.  Rasulullah  mengutus  Abu 
Lubabah  kepada  Bani  Quraizhah.  Bani  Quraizhah  terkepung  sedangkan 
istri  dan  anak-anak  Abu  Lubabah  bersama  mereka.  Mereka  berkata, 
Wahai  Abu  Lubabah,  bagaimana  pendapat  m u jika  kami 
memberlakukan  keputusan  Sa'ad  bagi  kami?'  Abu  Lubabah  memberikan 
isyarat  dengan  menunjuk  leher  yang  artinya  'jangan  kalian  lakukan 
jika  kalian  tidak  mau  dibunuh.'  Ini  adalah  bentuk  pengkhianatan  kepada 
Allah  dan  Rasul-Nya.  Abu  Lubabah  berkata,  "Tidaklah  kakiku  berpindah 
dari  tempat  semula  melainkan  aku  sudah  mengerti  bahwa  aku  telah 
berkhianat  kepada  Allah  dan  Rasul-Nya."453 

Dalam  menafsirkan  kata  'al-amaanaat'  pada  ayat  di  atas,  Ibnu  'Abbas 
berkata,  "Ia  adalah  amal-amal  yang  telah  dipercayakan  oleh  Allah  kepada 
hamba-hamba-Nya,  yaitu  al-faraidl  (segala  yang  wajib) . Maka  janganlah 
kalian  melangarnya.” 

Al-Kalbiy  berkata,  "Adapun  maksud  mengkhianati  Allah  dan  Rasul- 
Nya  adalah  bermaksiat  kepada  keduanya.  Sedangkan  mengkhianati 

-53.  As-Suyuthi  berkata  dalam  Ad-Durr  (3/323),  diriwayatkan  oleh  Sa'id  bin  Manshur,  Ibnu  Jarir,  Ibnul  Mundzir, 
Ibnu  Abi  Hatim  dan  Abu  Syaikh  dari  Abdullah  bin  Oatadah-  lalu  ia  menyebutkannya.  Dan  diriwayatkan  oleh 
Sunaid  dan  Ibnu  Jarir  dari  Az-Zuhri  dan  dikeluarkan  oleh  Abd  Hamid  dari  Al-Kalbi. 


Khianat  ►►  245 


amanat  itu  artinya  setiap  orang  yang  telah  diberi  amanat  oleh  Allah 
dengan  kewajiban-kewajiban,  bisa  saja  ia  mengkhianati  atau 
memenuhinya,  sebab  tiada  seorang  pun  yang  mengetahuinya  selain 
Allah  ta'ala." 

Firman-Nya  sedang  kamu  mengetahui..'  artinya  kamu  mengetahui 
bahwa  itu  amanat  tanpa  keraguan  sedikit  pun. 

Allah  berfirman: 

L>J  t 4-f  ^ U-£j  V «Uli  j A 

Dan  bahwasanya  Allah  tidak  meridhai  tipu  daya  orang-orang  yang  berkhianat 
(Yusuf:  52) 

Maksudnya  Allah  tidak  akan  memberi  petunjuk  kepada  orang  yang 
telah  mengkhianati  amanat. 

Rasulullah  Jig  bersabda: 

J S-  t Al  « > idS"  OJ>  Al  ,*J — ^ aJI  \ > -L^>  « »La5  j!  » olll  iiU^Jl  A ’ I 

J t j < c , v v -_S  i.  j ^ , - 

i ^ f , To  < 

jL>.  AA  olA- 


Tanda  munafik  itu  ada  tiga;  jika  berbicara  bohong,  jika  berjanji  mengingkari, 
dan  jika  diberi  amanat  berkhianat.4  "' 

Beliau  juga  bersabda: 

J t ' .9  f ' ' 3 , , ^ , 

A-  Nj  • ‘ ^ ^ J,  AJ  AJ  \ ^ 

Tidak  ada  iman  bagi  orang  yang  tidak  amanat,  dan  tidak  ada  dien  bagi  orang 
yang  tidak  memelihara  janji.453 


Sifat  khianat  itu  sangat  buruk  dalam  segala  sesuatu.  Ia  bertingkat- 
tingkat;  khianat  dalam  masalah  uang  tidaklah  sama  dengan  khianat 
dalam  masalah  keluarga  atau  dosa-dosa  besar. 


Rasulullah  bersabda: 


UT 


J i A A Y i 9 1 


Tunaikanlah  amanat  kepada  orang  yang  berhak,  dan  janganlah  kamu 
mengkhianati  orang  yang  mengkhianatimu .bo 


454.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

455.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  dalam  At-iman( 7)  dan  di  dalam  AI-Mushannaf^Mtt).  Ahmad  (3 
135,154,210),  (849,850).  Ibnu  Hibban  (194).  Al-Saihaqi  (6/288)  dan  Al-Baghawi  (38)  dari  Anas.  Dan  di- 
hasan-  kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-  Shahih  (7179). 

456.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud.  At-Tirmidzi  dan  Al-Hakim  dari  Abu  Hurairah,  Ad-Daruquthni.  Adh-Dhiya 


D“D;/sa  Besar 


246 


Dalam  hadits  yang  lain  disebutkan,  Orang  mukmin  itu  disifati  dengan 
apa  saja  selain  khianat  dan  dusta d’ 

Rasulullah  bersabda: 

L*  0 IjI 

Allah  berfirman,  "Aku  adalah  yang  ketiga  dari  dua  orang  yang  bersekutu 
selama  yang  satu  tidak  mengkhianati  temannya."458 

Beliau  «gg  juga  bersabda,  "Yang  pertama  kali  akan  diangkat  adalah 
amanat  dan  yang  terakhir  kali  tersisa  adalah  shalat,  dan  betapa  banyak 
orang  yang  melaksanakan  shalat  namun  tiada  kebaikan  padanya."45- 

Nabi  ASg  bersabda: 

J ' 3 3 s''  0 s y s 

Lk?_J  j L " --‘i  4j  L>Jlj  +S\j\ 

Jauhilah  khianat,  sesungguhnya  ia  adalah  seburuk-buruk  bithanah.460 
Beliau  ^ bersabda: 

4j\_>-  Y -j'  * <0  fJLP-t-i  ^ J>r  ) S'  5 

* O"  J J J J lw 

Begitulah  penghuni  neraka.  Lalu  beliau  menyebut  salah  seorang  dari  mereka 
adalah  seorang  laki-laki  yang  tidaklah  tampak  ketamakan  baginya  walau  sedikit 
melainkan  ia  mengkhianatinya .4nl 

Ibnu  Mas'ud  berkata,  "Pada  hari  kiamat  nanti,  orang  yang  pernah 
mengemban  amanat  kemudian  mengkhianatinya  akan  dihadapkan  ke 
pengadilan  akhirat.  Dikatakan  kepadanya,  Tunaikan  amanatmu!'  Ia  akan 
menjawab,  'Diriku  wahai  Rabbku,  dunia  telah  hancur.'  Lalu  dibuatlah 
gambaran  amanat  itu  di  dasar  Jahannam  seperti  hari  ia  mengambilnya 
dahulu  lalu  dikatakan  kepadanya,  Turunlah  dan  keluarkanlah  ia!'  Maka 

dari  Anas,  Ath-Thabrani  dari  Abu  Umamah.  Ad-Daruquthm  dari  Ubay  bin  Ka'ab  dan  di-shahih-kan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Ash-  Shahihah  (424)  dan  juga  dalam  Ash-  Shahih  (240). 

-f'  Takhrif  nya  telah  disebutkan  di  muka. 

-fc  Diriwayatkan  oleh  Al-Khathib  dalam  Tarikhnya  (4/31 6)  dari  jalur  Muhammad  bin  Sulaiman  Luwaian  bahwa 
Abu  Humam  Al-Ahwazi  telah  mengabarkan  kepada  kami  dari  Abu  Hayyan  At-Taimi  dari  bapaknya  dari 
Abu  Hurairah  secara  marfu Luwain  berkata:  Tidak  seorang  pun  yang  meriwayatkannya  dengan  isnadnya 
ocuali  hanya  Abu  Humam  dan  dia  adalah  tsabat  (terpercaya).  Kukatakan, "Isnadnya  hasarf. 

D riwayatkan oleh Al-Kharalthi dalam MakarimulAkhlaq (hal: 28).  Adh-Dhiya’ dalam  Al-Mukhtarah (1/495). 
Adu  Nu'aim  dalam  Al-Hilyah  (6/265)  dan  Akhbar  Ashbahan  (2/213)  dari  Anas-  ini  yang  dinisbatkan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Ash-  Shahihah  (1 739)  dan  di  sana  b\-shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh. 

-5!  D mvayatkan  oleh  Abu  Dawud  (1547),  An-Nasa'i  (8/263).  Ibnu  Majah  (3354),  Ibnu  Hibban  (1029)  dan  Al- 
Saghawi  ( 1370)  dari  Abu  Hurairah  dengan  lafadz  “ YaAllah , sesungguhnya  aku  berlindung  kepada-Mu  dan 
■asa  lapar  karena  rasa  lapar  itu  adalah  sejelek-jelek  teman  tidur  Al-Hadits.  Di-hasarrkan  oleh  Asy-Syaikh 
:aam  Al-Jami’(  1283). 

D mvayatkan  oleh  Muslim  (2865)  dari  lyadhbin  Himar. 


Khianat  ►►  247 


orang  itu  pun  turun  dan  memikulnya  di  pundaknya.  Dan  baginya,  itu 
terasa  lebih  berat  dari  pada  gunung-gunung  di  dunia.  Ketika  orang  itu 
merasa  bahwa  ia  telah  berhasil,  beban  yang  dipikulnya  itu  jatuh  lagi 
dan  jatuh  pulalah  ia  selama-lamanya."  Kemudian  Ibnu  Mas  ud  berkata, 
"Shalat  itu  merupakan  amanat,  wudlu  juga  amanat,  mandi  juga,  timbangan 
juga,  takaran  juga,  dan  yang  paling  besar  adalah  barang-barang  titipan." 

Ya  Allah,  perlakukanlah  kami  dengan  kelembutan-Mu  dan  berilah 
kami  pengampunan-Mu. 


248 


Besar 


D#sa 


Besar 


40 


MENGUNGKIT-UNGKIT 

PEMBERIAN 


Allah  is  berfirman: 


L 40lS_L^>  ' jIb-4  ^d-il  1^46 


Hai  orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kamu  menghilangkan  ( pahala ) 
sedekahmu  denga  menyebut-nyebutnya  dan  menyakiti  (perasaan  si  penerima) 
(Al-Baqarah:  264) 


Al-Wahidiy  berkaca,  "Maksudnya  adalah  menyebut-nyebut  apa  yang 
sudah  diberikan" 


Al-Kalbiy  berkata,  "Menyebut-nyebut  sedekahnya  kepada  Allah  dan 
menyakiti  perasaan  orang  yang  menerimanya." 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan  bahwa  Rasulullah  £4  bersabda: 


jOJt . 

j 


y,'  > » 0 j ^ 


Tiga  golongan  orang  yang  tidak  akan  diajak  bicara  oleh  Allah  pada  hari  kiamat 
kelak,  serta  tidak  akan  dipandang-I\'ya,  dan  tidak  pula  disucikan-Nya,  yaitu; 
orang  yang  mengulurkan  kainnya,  orang  yang  suka  mengungkit-ungkit 
kebaikannya,  dan  orang  yang  menjual  dagangannya  dengan  sumpah  palsu.i0 2 

Berkaitan  dengan  orang  yang  mengulurkan  kainnya  melebihi  mata 
kaki,  ada  hadits  lain  yang  berbunyi: 

l'  ' 5 0 0 ' 3 'o* 

llk  j vii  >'  'N'  'r"  U--1'  D 


-162, 463,  dan  464,  Tak/iri/ketiganya  telah  disebutkan  di  muka. 


Mengungkit-ungkit  Pemberian  ►►  249 


Kain  yang  menjulur  melebihi  mata  kaki,  (pemakai)nya  akan  masuk  neraka.463 
Juga  disebutkan  sebuah  hadits: 

J ' 3 ' s'3)  * ' 5 ' ; 'g'9'  o*)  o ' ' 

j 4jjJ' 0 ^ 


Tiga  golongan  yang  tidak  akan  masuk  surga;  orang  yang  durhaka  kepada 
ibu-bapaknya  dan  orang  yang  terus-menerus  minum  arak,  dan  orang  yang 
suka  mengungkit-ungkit  pemberiannya.404 

Dalam  hadits  lain  disebutkan: 

f ' ' ,a  " 'j,-  3 *>  o , ' 

j Lu  'L  * L>tj  N » ,_j>-  J)  li-Uj  \ 

J ' J 


Tidflfe  afean  masuk  surga  orang  yang  memperdaya,  orang  yang  kikir  dan 
orang  yang  suka  mengungkit-ungkit  pemberian d" 


Rasulullah  bersabda,  ‘jauhilah  mengungkit-ungkit  kebaikan,  sebab 
ia  akan  membatalkan  rasa  syukur  dan  menghapuskan  pahala.”400  Lalu 
Rasulullah  membacakan  ayat: 


‘ 'dJb  'j  \ ^yulf.  jj!  L^jkJ 


Hai  orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kamu  menghilangkan  (pahala) 
sedekahmu  dengan  menyebut-nyebutnya  dan  menyakiti  (perasaan  si  penerima) 
(Al-Baqarah:  264) 

Suatu  hari,  Ibnu  S i r i n mendengar  seorang  berkata  kepada 
temannya,  "Aku  sudah  berbuat  baik  kepadamu.  Aku  sudah  melakukan 
ini  ..  dan  itu..!"  Maka  Ibnu  Sirin  menegurnya,  "Hei  diamlah!  Tidak  ada 
kebaikan  dalam  amal  kebajikanmu  jika  ia  disebut-sebut!" 

Sebagian  ulama  berkata,  "Barangsiapa  mengungkit-ungkit 
kebaikannya,  ia  bukan  termasuk  orang  yang  bersyukur;  dan  barangsiapa 
merasa  bangga  dengan  amalnya  pahalanya  menjadi  terhapus." 

Imam  Syafi'i  .v.L~-  berkata, 

, , .p  „ i> , £ 

■»  s ,■  ■?  ' 

*uj>-  * 

S S 3 0 ✓ I / 

' _ 3 ^ C 

1 ^ \ 


grf  'j 

JUr^JI  ’jZ 


))  3 

JJl! 


465.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (2029).  Ibnu  Majah  (3691 ),  Al-Baihaqi  Asy-Syu’ab  (1 0862)  dan  Al-Kharaithi 
dalam  Al-Masawi'l 359,360)  dari  Abu  Bakrdan  di-dba’/7-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-Jami' (6354). 

466.  Aku  belum  mendapatkannya. 

°%sa  Besar 


250 


Janganlah  engkau  menerima  kebaikan  dari  mereka 
Yang  mereka  akan  mengungkit-ungkitnya  di  hadapanmu 
Pilihlah  bagi  dirimu  apa  yang  menjadi  bagiannya 
Dan  bersabarlah,  karena  sabar  itu  adalah  surga 
Ungkitan  seseorang  itu  apabila  melukai  hati 
Itu  lebih  sakit  dari  pada  tusukan  tombak 


Mengungkit-ungkit  Pemberian  ►►  25  I 


[> 


u 


sa 

Besar 


MENDUSTAKAN  TAKDIR 


Allah  M berfirman: 

s j o * ? t 

,JuL  c ir  U' 

J • u * 

'S'-  ? 

Sesungguhnya  segala  sesuatu  itu  Kami  ciptakan  dengan  takdir  (QS.  al- 
Qamar:  49) 

Dalam  tafsirnya  Ibnul  Jauziy  berkata,  "Ada  dua  pendapat 
sehubungan  dengan  sababun-nuzul  ayat  ini.  Pertama,  bahwa  orang- 
orang  musyrik  Mekah  mendatangi  Rasulullah  untuk  mendebat 
beliau  dalam  masalah  takdir.  Lalu  turunlah  ayat  ini.  Hadits  ini  hanya 
diriwayatkan  oleh  Imam  Muslim.’67  Abu  Umamah  meriwayatkan 
bahwa  ayat  ini  turun  berkenaan  dengan  Qadariyyah.468  Kedua,  seorang 
uskup  dari  Najran  datang  menemui  Rasulullah  i^g  berkata,  'Wahai 
Muhammad,  Anda  menyangka  bahwa  semua  kemaksiatan  itu  dengan 
takdir,  padahal  tidak  demikian!'  Maka  Rasulullah  menyanggah,  'Kalian 
orang-orang  yang  membantah  (ayat)  Allah.'  Lalu  turunlah  ayat  berikut: 

, f > * S S 

i - = •* 

J>r  J j UD  J ju*. 


Sesungguhnya  orang-orang  yang  berdosa  berada  dalam  kesesatan  (di  dunia) 
dan  dalam  neraka.  (Ingatlah)  pada  hari  mereka  diseret  ke  neraka  atas  muka 
mereka. (Dikatakan  kepada  mereka) Rasakanlah  sentuhan  api  neraka". 
Sesungguhnya  Kami  menciptakan  segala  sesuatu  dengan  takdir.  (Al-Qamar: 

467.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (19/2656),  Ahmad  (2/444).  Al-Wahidi  dalam  Asbabun  Nuzul( 826),  Al-Lalika'i 
dalam  As-Sunnah  (947)  dan  At-Tirmidzi  (21 57)  dari  Abu  Hurairah. 

468,  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Adi  (5/380)  dan  Al-Wahidi  dalam  Asbabun  Nuzul( 827)  dari  jalur  Ufair  bin  Ma'dan 
dan  ia  telah  disepakati  akan  k e-dha  ’/7-annya. 


J'bO»  Jt  b) 

- f O s ^ * * s s 

jjJL'  sLJLLp  & JS"  U j 


Mendustakan  Takdir  ►►  253 


47-49)  ”469 


Telah  diriwayatkan  dari  Umar  bin  Khaththab  bahwa  Rasulullah 
bersabda, "Apabila  Allah  telah  mengumpulkan  manusia,  mulai  ( generasi ) 
pertama  hingga  yang  terakhir,  Allah  memerintahkan  kepada  (malaikat)  untuk 
berseru  dengan  seruan  yang  bisa  didengar  oleh  seluruh  makhluk,  'Mana 
orang-orang  yang  telah  membantah  Allah?'  Lalu  bangkitlah  orang-orang 
Qadariyyah,  mereka  diperintahkan  untuk  masuk  neraka.470  Allah  berfirman, 
" Rasakanlah  sentuhan  api  neraka!  Sesungguhnya  Kami  menciptakan  segala 
sesuatu  dengan  takdir."  (HR.  Ibnu  Mardawaih  dari  Ibnu  'Abbas  mirip 
dengan  hadits  ini  baik  secara  lafazh  atau  pun  makna.) 

Orang-orang  Qadariyyah  disebut  sebagai  Khushama' ullah  (orang- 
orang  yang  membantah  Allah)  karena  mereka  membantah  Allah  hal 
mana  mereka  meyakini,  adalah  tidak  dapat  diterima  jika  Allah 
menakdirkan  kemaksiatan  atas  seorang  hamba  lalu  Allah  meng- 
adzabnya  atas  kemaksiatan  itu.4~! 

Hisyam  bin  Hissan  meriwayatkan  dari  al-Hasan,  katanya,  "Demi 
Allah,  jika  pun  seorang  Qadariyyah  terus-menerus  berpuasa  sampai 
kurus  seperti  seutas  tali,  lalu  terus-menerus  shalat  sampai  bungkuk 
seperti  tali  busur,  niscaya  Allah  tetap  akan  menelungkupkan  wajahnya 
di  neraka  Saqar.  Kemudian  dikatakan  kepadanya,  "Rasakanlah  sentuhan 
api  neraka!  Sesungguhnya  Kami  menciptakan  segala  sesuatu  dengan 
takdir." 

Dalam  kitab  shahihnya,  Imam  Muslim  meriwayatkan  sebuah 
hadits  dari  Ibnu  Umar  bahwa  Rasulullah  ig  bersabda: 

^ 3 - 3 s ' * * 

J-Uj  i (K 

' * ' f ■ 

"Segala  sesuatu  itu  dengan  takdir,  termasuk  kelemahan  dan  kecerdasan."472 

Ibnu  Abbas  c/U  berkata,  Maksud  ayat  'Kami  menciptakan  segala 
sesuatu  dengan  takdir'  adalah  telah  tertulis  di  Lauhul  Mahfuzh  sebelum 
terjadinya."473 


469.  Diriwayatkan  oleh  Al-Wahidi  (828)  dari  jalur  Banr  As-Saqa'  dari  Syaikh  berasal  dari  Ouraisy  dari  Atha’. 
Adapun  isnadnya  cfta 77dan  di  dalamnya  terdapat  tiga  cacat  yaitu  terputusnya  sanad,  lemah  dan  tidak 
diketahui  nya  perawi  (majhul). 

470.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Ashim  dalam  As-Sunnah  (336)  dan  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (651 0).  Asy- 
Syaikh  berpendapat  bahwa  isnadnya  cfha'/Tdalam  ZhilalAI-Jannah. 

471 . Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  Kabir  ( 11 1 63)  dari  Ibnu  Abbas.  Dan  Al-Haitsami  berkata  (7/1 1 7)  di  dalamnya 
terdapat  Abdul  Wahab  bin  Mujahid  dan  ia  dha'it. 

472.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/899).  Ahmad  (2/ 110),  Al-Bukhari  dalam  KhalqAf!aalH‘lbad(Ual:25),  Muslim 
(2655)  dan  Al-Baghawi  (73). 

254 1 Besar 


Allah  berfirman,  “Padahal  Allah-lah  yang  menciptakan  kamu  dan  apa 
yang  kamu  perbuat  itu.”  (Ash-Shaffat:  96) 

Ibnu  jarir  berkata,  "Ada  dua  kemungkinan  maksud  ayat  di  atas; 
pertama,  bermakna  sebagai  'mashdar',  sehingga  artinya  menjadi  'Padahal 
Allah-lah  yang  menciptakan  kamu  dan  apa  yang  kamu  perbuat  itu.' 
kedua,  bermakna  sebagai  'alladzi'  (yang),  sehingga  artinya  menjadi 
'Padahal  Allah-lah  yang  menciptakan  kamu  dan  menciptakan  berhala- 
berhala  yang  kamu  perbuat  dengan  tangan-tangan  kamu.  Ayat  di  atas 
juga  menjadi  dalil  bahwa  semua  perbuatan  hamba  adalah  makhluk. 
Wallahu  a'lam." 

Allah  berfirman: 


..  S , s J.  S S S .t  , 

L&l  « U , 4^3  1 g „ g H i 

“Maka  Allah  mengilhamkan  kepada  jiwa  itu  (jalan)  kefasikan  dan 
ketakwaannya.”  (Asy-Syams  [9 1 ] :8) . 

Ilham  adalah  masuknya  sesuatu  dalam  jiwa,  Sa’id  bin  Jabir  berkata, 
“Memberikannya  keterikatan  terhadap  kefajiran  dan  ketakwaan.”  Ibnu 
Zayid  berkata,  “Dia  memasukkan  itu  (ilham)  di  dalam  jiwa  berupa 
taufik-Nya  agar  bertakwa  dan  meninggalkannya  hingga  jiwa  berada 
dalam  kekejian.  Wallahu  a’lam.” 

Diriwayatkan  dalam  sebuah  hadits,  bahwa  Rasulullah 
bersabda, "Sesungguhnya  Allah  memberikan  ilham  kebaikan  kepada  suatu 
kaum,  maka  Dia  memasukkan  mereka  dalam  rahmat-Nya.  Dia  menguji  kaum 
lainnya,  membiarkan  mereka,  dan  mencela  mereka  atas  perbuatan  mereka. 
Sedang,  mereka  tidak  mampu  berlepas  diri  dari  ujian  itu,  maka  Dia  menyiksa 
mereka  dan  Dia  Maha  Adil.”  Firman  Allah,  “Dia  tidak  ditanya  tentang  apa 
yang  diperbuat-Nya,  dan  merekalah  yang  akan  ditanyai.”  (Al-Anbiya’ : 23)474 

Diriwayatkan  dari  Mu’adz  bin  Jabal  bahwasannya  Rasulullah 
bersabda,  “Allah  tidak  mengutus  seorang  Nabi  pun,  sedang  di  dalam 
umatnya  ada  ( kelompok ) Qadariyah  dan  Murjiah.  Sesungguhnya  Allah  telah 
melaknat  Qadariyah  dan  Murjiah  lewat  lisan  70  Nabi.  475 


473.  Al-Bukhari  menyebutkannya  dalam  KhalqAf'alil1bad(ha\:26)  dari  Ibnu  Abbas  juga  dengan  lafal " segala 
sesuatu  itu  ada  ketentuannya  (takdir),  sampai  perkara  tanganmu  yang  engkau  letakkan  pada  pipimd' . 

474.  Diriwayatkan  oleh  Ad-Daruquthni  dalam  Al-lfrad (2/46),  (76-1  -2).  Thabaqat  Al-Ashbahaniyyin  (76/2001 ), 
Akhbar Ashbahan  (1/326)  dari  Abu  Hurairah.  Inilah  pemsbatan  riwayat  ini  oleh  syaikh  dalam  Adh-Dharfah. 
(1 640)  dan  di-dba7f-kan  oleh  Asy- Syaikh  dalam  D/ia'ffA/-Jam/’(1663). 

475.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Ashim  (325).  Al-Khathib dalam  AI-Muwadhdhih(2/6),  Ath-Thabrani  (20/1 1 7/232) 
dan  di-dha'/f-kan  oleh  Asy-Syaikh  Al-Albani  dalam  ZhilahlJannah. 


Mendustakan  Takdir  ►►  255 


Diriwayatkan  dari  Aisvah  «g  bahwasannva  Rasulullah  yg 
bersabda,  “Qadariyah  adalah  Majusinya  umat  ini.’’47'6 

Diriwayatkan  dari  Ibnu  Umar  sgg  bahwasannya  Rasulullah  yig 
bersabda,  “Pada  setiap  umat  ada  Majusinya.  Dan  Majusinya  umat  ini477 
adalah  mereka  yang  berkeyakinan  tidak  adanya  takdir,  dan  setiap  urusan  ada 
dengan  sendirinya.  Beliau  melanjutkan,  “Apabila  kalian  menjumpai  mereka, 
maka  katakan  kepada  mereka,  bahwa  aku  berlepas  diri  dari  mereka  dan  mereka 
berlepas  diri  dariku.”  Kemudian  Beliau  bersabda,  “Demi  Dzat  yang  jiwaku 
ada  dalam  genggaman-Nya,  seandainya  seorang  di  antara  mereka  memiliki 
(harta)  senilai  emas  satu  gunung  Uhud.  Kemudian  dia  menginfakkannya  di 
jalan  Allah,  maka  tidak  akan  diterima,  hingga  dia  beriman  kepada  takdir 
yang  baik  maupun  buruk.  Kemudian  dia  menyebutkan  hadits  Jibril,  di 
mana  Jibril  menanyakan  kepada  Nabi  -~g,  “Apakah  Iman?”  Beliau 
menjawab,  “Engkau  beriman  kepada  Allah,  para  malaikat-Nya,  semua  kitab- 
Nya,  para  rasul-Nya,  dan  engkau  beriman  kepada  takdir  yang  baik  maupun 
buruk.”478 

Sabda  Beliau,  “Engkau  beriman  kepada  Allah.”  Iman  kepada  Allah 
yakni  membenarkan  bahwa  Dia  berwujud  dan  disifati  dengan  sifat- 
sifat  yang  agung  dan  sempurna,  dan  membebaskan-Nya  dari  sifat-sifat 
kekurangan.  Dia  Maha  Esa,  tempat  bergantung,  Pencipta  semua 
makhluk.  Dia  menentukan  aturan  (hukum)  sesuai  dengan  kehendak- 
Nya.  Iman  kepada  malaikat  yakni  membenarkan  peribadahan  mereka 
kepada  Allah,  "Sebenarnya  (malaifeat-malaifeat  itu),  adalah  hamba-hamba 
yang  dimuliakan.  Mereka  itu  tidak  mendahului-Nya  dengan  perkataan  dan 
mereka  mengerjakan  perintah-perintahNya.  Allah  mengetahui  segala  sesuatu 
yang  di  hadapan  mereka  (malaikat)  dan  yang  di  belakang  mereka,  dan  mereka 
tiada  memberi  syafaat  melainkan  kepada  orang  yang  diridhai  Allah,  dan  mereka 
itu  selalu  berhati-hati  karena  takut  kepada-Nya.  (Al-Anbiya’:  26-28) 

Iman  kepada  para  rasul  yakni  membenarkan  bahwa  mereka  jujur 
dalam  memberitakan  apapun  yang  (datang)  dari  Allah  la'ala,  Allah 
memberikan  lewat  tangan  mereka  mu'jizat  sebagai  bukti  kebenaran 
mereka.  Mereka  menyampaikan  risalah  dari  Allah  Ta’ala  dan 
menjelaskan  perintah  Allah  kepada  siapa  pun  yang  bertanggung  jawab 
melaksanakannya.  Allah  mewajibkan  untuk  memuliakan  mereka  dan 

476,  Hasan  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4691 ).  Al-Hakim  dan  Ibnu  Abi  Ashim  (338.339,340,341 ) dari  Ibnu 
Umar,  dan  diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Ashim  (342),  Ad-Daulabi  (1/148),  Al-Ajurri  (hal:191)  dari  Abu 
Hurairah.  Dan  di-hasan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  ZhilaliIJannah dan  juga  dalam  Shahih  A/-Jam/’(4442). 

477,  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4691).  telah  disebut  dimuka,  silahkan  lihat  kembali,  juga  Abu  Dawud 
(4695),  At-Tirmidzi  (2738)  dan  Ahmad  (1/27)  dan  Abdullah  bin  Umar  dari  Umar. 

478,  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (8)  dari  Umar. 

256 1 d:d%.^  Besar 


tidak  membeda-bedakan  salah  seorang  pun  di  antara  mereka. 

Iman  kepada  hari  akhir  yakni  membenarkan  hari  kiamat  dan 
apapun  yang  termasuk  di  dalamnya;  kebangkitan  dati  mati,  hari 
berkumpulnya  manusia  di  padang  Mahsyar,  hari  perhitungan,  hari 
penimbangan  (Al- Mizan) , Ash-Shirath,  surga,  dan  neraka  -keduanya 
(surga  dan  neraka)  adalah  tempat  pemberian  pahala  bagi  orang-orang 
yang  baik  (surga)  dan  tempat  pemberian  siksa  bagi  orang-orang  yang 
jahat  (neraka)-  serta  hal-hal  lain  sebagaimana  yang  tercantum  dalam 
dalil  naqli  yang  shahih.  Iman  kepada  takdir  yakni  membenarkan  apa 
yang  telah  disebutkan  di  depan,  dan  kesimpulannya  adalah  apa  yang 
ditunjukkan  dalam  firman-Nya,  “Padahal  Allah-lah  yang  menciptakan  kamu 
dan  apa  yang  kamu  perbuat  itu.”  (Ash-Shaffat[37j : 96).  Dan,  firman 
Allah,  ‘‘ Sesungguhnya  Kami  menciptakan  segala  sesuatu  menurut  ukuran.” 
(Al-Qamar[54]:  49). 

Dalam  hal  ini,  Ibnu  Abbas  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda,  “Dan  ketahuilah  bahwa  seandainya  suatu  umat  bahu-membahu 
untuk  memberikan  manfaat  kepadamu  dengan  sesuatu,  maka  mereka  tidak 
akan  dapat  memberi  manfaat,  melainkan  dengan  sesuatu  yang  telah  Allah 
tetapkan  bagimu.  Sebaliknya,  seandainya  mereka  bersekutu  untuk  memberikan 
madharat  kepadamu  dengan  sesuatu,  maka  mereka  tidak  akan  dapat  memberi 
madharat,  melainkan  dengan  sesuatu  yang  telah  Allah  tetapkan  bagimu.  Pena- 
pena  telah  diangkat  dan  lembar-lembar  pun  telah  kering.  479 

Di  antara  madzhab  salafusshalih  dan  para  imam  generasi 
setelahnya  ( khalaf ) menyatakan  bahwa  barangsiapa  membenarkan 
urusan-urusan  ini  dengan  pembenaran  yang  seutuhnya,  dan  tidak  ragu- 
ragu  sedikitpun  di  dalamnya,  maka  dia  adalah  mukmin  yang  sebenarnya. 
Sama  saja,  apakah  itu  tentang  keterangan-keterangan  yang  dogmatis 
maupun  keyakinan-keyakinan  yang  mutlak.  Wallahu  a’lam. 

Pasal 

Tujuh  puluh  orang  dari  kalangan  tabi’in,  imam  kaum  muslimin, 
ulama  salaf,  dan  ahli  fikih  dari  berbagai  negeri  telah  berijma'  bahwa 
sunnah  yang  diwariskan  oleh  Rasulullah  sgg  adalah;  ridla  terhadap  qadla’ 
dan  qadar  Allah,  berserah  diri  kepada  perintah-Nya,  bersabar  di  bawah 
ketetapan-Nya,  menunaikan  semua  perintah-Nya,  meninggalkan  semua 


479.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/293.303).  At-Tirmidzi  (2516),  Abd  bin  Humaid  (636),  Ibnu  Abi  Ashim  (31 5,31 6), 
Ath-Thabrani  (11 243, 11416).  Al-Ajurri  (hal;1 89).  Abu  Ya'la  (2549),  Ibnu  Sina  (419)  dan  di-sha/i/7>kan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami’ (7957). 


Mendustakan  Takdir  ►►  257 


larangan-Nya,  ikhlash  beramal  semata-mata  karena  Allah,  beriman 
kepada  takdir  yang  baik  dan  yang  buruk,  meninggalkan  perdebatan  dan 
sejenisnya  dalam  urusan  dien,  mengusap  khuf  (kaos  kaki  dari  kulit) 
dalam  wudlu,  berjihad  bersama  khalifah;  baik  ataupun  jahat,  menyalati 
mayat  ahli  qiblat,  bahwa  iman  itu  mencakup  perkataan,  perbuatan,  dan 
niat  serta  dapat  bertambah  dengan  berbuat  taat  dan  berkurang  dengan 
bermaksiat,  bahwa  al-Qur’an  itu  kalam  Allah  yang  diturunkan  melalui 
Jibril  kepada  nabi-Nya  Muhammad  «gg  dan  bukan  makhluk,  sabar  di 
bawah  pemerin-tahan  penguasa  (muslim  dan  memberlakukan  hukum 
Allah);  adil  maupun  fajir,  tidak  memberontak  dengan  mengangkat 
senjata  terhadap  penguasa  (muslim  dan  memberlakukan  hukum 
Allah),  walaupun  mereka  berlaku  lalim,  tidak  mengkafirkan  seorang 
pun  dari  ahli  qiblat,  sekali  pun  ia  melakukan  dosa  besar,  kecuali  jika  ia 
menyatakan  kehalalannya,  tidak  pula  menyaksikan  bahwa  si  fulan  dan 
si  fulan  pasti  masuk  surga  karena  amal  kebajikannya,  selain  dari  mereka 
yang  sudah  dijanjikan  Nabi  akan  masuk  surga,  menahan  diri  dari 
membicarakan  perselisihan  yang  terjadi  di  antara  para  sahabat  Nabi 
•tgg,  dan  bahwa  seutama-utama  makhluk  sesudah  Rasulullah  adalah 
Abu  Bakar,  Umar,  Utsman,  dan  Ali  A Juga  harus  menghormati  semua 
istri  Nabi  anak-cucu  beliau,  dan  sahabat-sahabatnya.  Semoga 
Allah  meridlai  mereka  semuanva. 

Catatan 

Ada  beberapa  ucapan  yang  dinyatakan  oleh  para  ulama  sebagai 
ucapan  kufur.  Di  antaranya;melecehkan  salah  satu  asma  Allah,  perintah- 
Nya,  janji-Nya,  atau  ancaman-Nya,  mengatakan  'Seandainya  Allah 
memerintahkanku  begini,  maka  aku  tidak  akan  melakukannya'  atau 
'Seandainya  kiblat  itu  ke  arah  ini  maka  aku  tidak  akan  shalat  menghadap 
padanya.1  atau  jika  dikatakan  'Jangan  engkau  meninggalkan  shalat, 
sebab  nanti  Allah  akan  menghukummu!'  lalu  dijawab  'Jika  Allah 
menghukumku  padahal  aku  sedang  sakit  dan  dalam  keadaan  payah, 
berarti  Dia  telah  menzhalimiku.',  mengatakan  'Kalaulah  para  nabi  dan 
malaikat  bersaksi  kepadaku  bahwa  sesuatu  itu  begini,  aku  tetap  tidak 
akan  mempercayainya.’,  jika  dikatakan  'Pendekkanlah  kuku-kukumu, 
sesungguhnya  itu  termasuk  sunnah!'  dijawab,  'Saya  tidak  akan 
melakukannya  walau  pun  itu  termasuk  sunnah.',  mengatakan  'Dalam 
pandanganku  si  fulan  itu  seperti  yahudi',  mengatakan  kepada  sesama 
muslim  'Semoga  Allah  mematikanmu  dalam  keadaan  yang  buruk'  atau 
Semoga  Allah  mencabut  imanmu.',  dan  jika  sese-orang  meminta 

258 1 D o%a Besar 


orang  lain  supaya  bersumpah  kemudian  orang  itu  hendak  bersumpah 
atas  nama  Allah  tetapi  orang  tadi  memintanya  untuk  bersumpah  dengan 
ucapan  talak. 

Selanjutnya  para  ulama  berselisih  pendapat  jika  seseorang 
mengatakan  'Aku  melihatmu  seperti  melihat  maut’.  Sebagian  ulama 
mengatakan  bahwa  itu  termasuk  ucapan  kufur.  Para  ulama  berse-pakat 
pula;  jika  seseorang  mengatakan  'Seandainya  si  fulan  itu  Nabi,  saya 
tidak  akan  mempercayainya.'  telah  kafirlah  ia.  Begitu  juga  seseorang 
yang  mengucapkan  'Jika  saja  apa  yang  diucapkannya  itu  benar  pastilah 
kita  akan  selamat1.  Termasuk  di  sini  jika  seseorang  mengerjakan  shalat 
tanpa  wudlu  dengan  maksud  pelecehan  atau  penghalalan,  jika  dua  orang 
bersengketa  lalu  yang  pertama  mengucapkan  'Laa  haula  wa  laa  quwwata 
illaa  billaah.'  lalu  dijawab  oleh  yang  kedua  'Laa  haula  wa  laa  quwwata 
illaa  billaah,  tidak  akan  menyelesaikan  masalah',  jika  terdengar  suara 
adzan  dikatakan  muadz-dzin  itu  dusta,  ucapan  'Aku  tidak  takut  pada 
kiamat.',  jika  seseorang  meletakkan  barangnya  kemudian  berkata  'Saya 
menitipkannya  kepada  Allah.'  Lalu  ada  orang  yang  mengatakan  'Anda 
menitipkan-nya  kepada  yang  tidak  dapat  menangkap  pencuri?',  apabila 
seseorang  duduk  di  suatu  tempat  yang  tinggi  menyerupai  khatib, 
kemudian  orang-orang  bertanya  kepadanya  beberapa  masalah  sambil 
tertawa-tawa,  atau  salah  seorang  dari  mereka  berkata  'Semangkuk 
bubur  lebih  baik  dari  pada  ilmu.1,  apabila  ditimpa  musibah  lalu  berkata 
'Engkau  telah  mengambil  harta  dan  anakku,  apa  yang  akan  Engkau 
lakukan  (lagi)!’,  apabila  seseorang  memukul  anaknya  atau  budaknya 
kemudian  ada  orang  yang  bertanva  'Apakah  anda  seorang  muslim?' 
lalu  dijawab  'Bukan!',  seseorang  mengangankan  seandainya  zina, 
membunuh,  dan  tindakan  aniaya  itu  tidak  diharamkan  oleh  Allah, 
apabila  seseorang  mengikatkan  seutas  tali  pada  pinggangnya  lalu  ia 
ditanya  tentang  itu  dan  ia  menjawab  'Ini  adalah  zinnar  (ikat  pinggang 
orang-orang  nasrani.'  menurut  sebagian  besar  ulama  ia  telah  kafir. 
Termasuk  kekufuran  juga;  jika  seorang  guru  berkata  'Orang  yahudi  itu 
lebih  baik  dari  pada  orang  islam  karena  mereka  memberi  upah  untuk 
guru  anak-anak  mereka.’  Atau  mengatakan  'orang  nasrani  itu  lebih  baik 
dari  pada  orang  majusi.'  Atau  jika  ditanya  'Apakah  iman  itu?’  ia  men- 
jawab Aku  tidak  tahu.' 

Selain  hal-hal  tersebut  di  atas,  ada  juga  beberapa  perkataan  yang 
sering  diucapkan  padahal  itu  tidak  baik,  seperti;  Dasar  kamu  orang  tak 
punya  agama!  Dasar  kamu  manusia  tak  punya  iman!  Dasar  kamu 
orang  tak  punya  keyakinan!  Dasar  kamu  manusia  durjana!  Dasar 
munafik  kamu!  Bedebah,  zindiq  kamu!,  Kurang  ajar,  fasik  kamu!,  dan 


►►  259 


yang  semisal  dengannya.  Semua  ini  haram  dan  dikhawatirkan  dapat 
memusnahkan  keimanan  orang  yang  mengucapkannya  dan 
mengekalkannya  di  dalam  neraka. 

Marilah  kita  memohon  kepada  Allah  yang  Maha  Memberi,  semoga 
mewafatkan  kita  semua  sebagai  orang-orang  Islam  yang  komit  kepada 
al-Qur’an  dan  as-Sunnah.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Penyayang. 

Nasihat 

Wahai  hamba  Allah,  di  manakah  orang-orang  yang  telah  meng- 
himpun harta  kekayaan,  bergelimang  nafsu  syahwat,  dan  mencitakan 
keabadian?  Adakah  mereka  mampu  menggapai  ketamakan  mereka? 
Bukankah  mereka  menghabiskan  umur  mereka  dengan  menipu  diri 
sendiri?  Betapa  setan  telah  menyediakan  pemuas  nafsu  lalu  mereka 
menceburkan  diri  ke  dalamnya.  Ketika  malaikat  maut  mendatangi 
mereka,  mereka  pun  terhina  dan  tertunduk.  Malaikat  maut  telah 
mengeluarkan  mereka  dari  istana  mereka  dan  tak  akan  pernah  -demi 
Allah-  mereka  kembali.  Tulang  belulang  mereka  hancur  di  alam  kubur, 
dan  jika  sangkakala  telah  ditiup  mereka  akan  dikumpulkan  kembali. 

Bagaimana  bisa  ahli  ilmu  merasakan  sejuknya  pandangan  mata 

Atau  mencoba  menikmati  lezatnya  hidup  ...  atau  tidur  barang  sejenak 

Sedangkan  kematian  mengintai  mereka  terang-terangan 

Andai  saja  manusia  dapat  mendengar...  niscaya  mereka  telah  mendengar 

Dan  neraka  itu  pasti  adanya  ...  pun  semua  melaluinya 

Tanpa  terketahui  siapa  yang  selamat  dan  siapa  yang  tercebur 
jmpd  mwtmui  mpn  yang  ®wm  ™ mtw» 

Memang,  burung-burung  dan  ternak  merasa  aman 

Juga  ikan  paus  di  lautan  ...  tidak  dikhawatirkan  keganasannya 

Tapi  manusia,  atas  segala  usaha  akan  ditanya 

Setiap  satunya  ada  pengawas,  juga  seluruh  rahasia 

Sampai  nanti  ia  akan  melihatnya  sendiri,  pada  hari  semua  dikumpulkan 

Pendebatnya  adalah  kulit,  mata,  dan  telinga 

Ketika  mereka  berdiri  dan  para  saksi  pun  berdiri 

Jin,  Manusia,  Malaikat,  semuanya  khusyu 

Buku  catatan  beterbangan  tersebar  sampai  di  tangan 

Padanya  seluruh  rahasia  dan  kabar  peristiwa 

Bagaimana  dengan  manusia;  kabar  berita  itu  menjelaskan 

tentang  perkara  kecil  dan  semua  perkara  yang  terjadi 

Dus;  surgakah  kebahagiaan  abadi  nan  kekal 

Ataukah  Jahim  yang  tidak  menyisakan  bentuk 


Besar 


260 


bagi  mereka  yang  berhak  atasnya  dan  lalu 

mengangkat  siapa  saja  yang  ingin  melepaskan  diri  dari  belenggunya 
untuk  dilemparkan  kembali  ke  dalamnya 
Tangis  berkepanjangan,  namun  tiada  lagi  manfaat  bagi 
Ketundukan  mereka;  Tidak  sama  sekali! 

Tiada  ucapan  pun  teriakan  dapat  menghentikannya 


MENGUPING 
RAHASIA  ORANG  LAIN 


a 

Sesar 


42 


Allah  berfirman: 


Dan  janganlah  kamu  mencari-cari  kesalahan  orang  lain!  (Al-Hujurat:  12) 

Ibnul  Jauziy  rrA  berkata,  'Abu  Zaid,  al-hasan,  adl-Dlahhak,  dan 
Ibnu  Sirin  membaca  ’tajassasuu'  dengan  'ha'  (tahassasuu)." 

Abu  Ubaidah  berkata,  "Tajassus  dan  tahassus  itu  maknanya  sama, 
yaitu  mencari-cari.  Dari  sinilah  muncul  kata  jadian  al-jaasuus  (mata- 
mata)" 


Yahya  bin  Abu  Katsir  berkata,  "Tajassus  berarti  mencari-cari  aib 
orang  lain,  sedangkan  tahassus  berarti  menguping  pembicaraan 
orang  lain." 

Para  mufassir  berkata,  'Tajassus  maknanya  mencari-cari  aib 
orang-orang  Islam  serta  kekurangan  mereka.  Jadi  maksud  ayat  di  atas, 
janganlah  seseorang  dari  kalian  mencari-cari  aib  saudaranya,  jika 
Allah  telah  menutupinya'. 


Seseorang  menemui  Abdullah  bin  Mas'ud  cS*  berkata,  "Itu  Walid 
bin  'Uqbah,  dari  jenggotnya  menetes  khamr."  Ibnu  Mas'ud  berkata, 
Kita  dilarang  bertajassus.  Jika  memang  tampak  jelas  sesuatu 
kemaksiatan),  maka  kita  pun  baru  mengambil  sikap."480 


Rasulullah  bersabda: 


J 


'r* 


r30.  Zadul  Masir  (7/471 ) dan  atsar  Ibnu  Mas'ud  diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4890).  Sedangkan  isnadnya 
shahih. 


Mengiipi ng  Rahasia  Orang  Lain  ►►  263 


Barangsiapa  menguping  pembicaraan  suatu  kaum  padahal  kaum  itu  tidak 
suka  akan  hal  itu , maka  kelak  pada  hari  kiamat  akan  dituangkan  timah 
mendidih  ke  dalam  telinganya.48'1 

Semoga  Allah  melindungi  kita  dari  hal  itu  dan  juga  memberikan 
taufik-Nya  kepada  kita  untuk  hal-hal  yang  dicintai  dan  diridlai-Nya. 
Sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah  lagi  Maha  Mulia. 

Nasihat 

Wahai  hamba  Allah,  sesungguhnya  kematian  itu  benar-benar  telah 
dekat  dan  berdenting.  Seluruh  jiwa  telah  tergadaikan.  Semua  telah 
dikumpulkan  dan  kelelahan.  Seakan  kalian  telah  berkuasa  dan  merebut 
dengan  telapak  tangan  yang  hina.  Betapa  banyak  mentari  menyinari 
kubur  kini  telah  tenggelam.  Wahai  sang  pemuja  kefanaan,  kini  jerat 
kehancuran  telah  terpancang! 

Wahai  hamba  Allah,  semua  kemaksiatan  telah  tertulis  dan  ter- 
catat. Dan  jiwa  telah  tergadai  atas  apa  yang  dilakukan  dan  diusaha- 
kan. Ia  akan  mendapatkan  balasan  untuk  kebaikan  dan  kejahatan. 

Wahai  yang  tertipu  dengan  angan-angan  dan  khayalan  dusta,  wahai 
yang  menantang  dengan  segala  kekejian  tanpa  tahu  siapa  yang 
ditantang,  wahai  yang  jasadnya  hadir  tanpa  hati  menyertai,  adakah 
kalian  ridla  kehilangan  seluruh  kebaikan  dan  hal-hal  yang  dijanjikan? 

Wahai  diri  yang  umurnya  berlalu  dalam  kepahitan  dan  lewat  begitu 
saja,  wahai  diri  yang  telah  beruban  dan  tetap  tidak  bersegera  untuk 
bertaubat,  ini  sungguh  ajaib! 

Ajaib  sekali,  bagaimana  si  tertuntut  tidur  padahal  sang  penuntut 
tidak  tidur?! 


481.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7042).  Ai-Humaidi  (531),  Ibnu  Hibban  (5685),  Ath-Thabrani  (11 855),  Al- 
Baihaqi  (7/269)  dan  Ahmad  (1/216.359). 

264 1 D:o%aBesar 


D 


jU 


sa 

Besar 


43 


NAMIMAH  (MENGADU  DOMBA) 


Pengadu  domba  adalah  orang  yang  menyampaikan  pembicaraan 
dari  satu  orang  kepada  yang  lainnya  dengan  tujuan  mendatangkan 
keretakan  di  antara  mereka. 

Hukum  mengadu  domba  adalah  haram,  menurut  ijma'  kaum 
muslimin.  Keharamannya  telah  ditunjukkan  oleh  dalil-dalil  syar'iy  baik 
dari  al-Qur’an  atau  pun  as-Sunnah. 

Allah  k"  berfirman,  “Dan  janganlah  kamu  ikuti  setiap  orang  yang 
banyak  bersumpah  lagi  hina  yang  banyak  mencela,  yang  kian  ke  mari  mengadu 
domba.”  (Al-Qalam:  10-11) 

Dalam  Shahih  Bukhariy  dan  Muslim  disebutkan  bahwa  Nabi 
bersabda: 

\*  * o > ^ ^ 

b*- Jj 


Tukang  mengadu  domba  itu  tidak  akan  masuk  surga.AS 2 

Dalam  hadits  lain  disebutkan  bahwa  Rasulullah  pernah  berjalan 
melewati  dua  buah  kuburan,  kemudian  beliau  bersabda: 


>.  N,1  S UI  j C lAd  i UI  ^ uddjij  D j .jL-l* J U ^ I 

-j  'y' 


.Kedua  penghuni  kuburan  ini  sedang  disiksa.  Mereka  disiksa  (menurut 
pandangan  mereka)  bukan  karena  suatu  dosa  yang  besar,  adapun  itu  adalah 


-:2  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/391 .396),  Muslim  (105)  dan  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Ghaibah  (116)  dari 
Hudzaifah.  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6056),  Muslim  (105).  Abu  Dawud  (4871 ).  At-Tirmidzi  (2026), 
An-Nasa'i  (8/318)  dan  Ahmad  (5/382,389)  dengan  lafal  "gattaf'-semakna  dengan  nammam-. 


Namimah  (Mengadu  Domba)  ►►  265 


dosa  besar.  Yang  pertama,  ia  kurang  seksama  ketika  bersuci  dari  air  kencing. 
Sedangkan  yang  kedua,  ia  suka  berjalan  untuk  mengadu  domba.'™1' 

Lalu  beliau  mengambil  sehelai  pelepah  korma,  beliau  belah  menjadi 
dua,  dan  meletakkannya  di  atas  masing-masing  kuburan  itu,  seraya 
berucap,  "Semoga  siksaan  keduanya  diringankan  selama  pelepah  korma  ini 
belum  kering d8’ 

Maksud  'mereka  disiksa  bukan  karena  suatu  dosa  yang  besar' 
adalah;  pertama,  mereka  disiksa  bukan  karena  suatu  dosa  yang  berat 
bagi  mereka  untuk  meninggalkannya,  dan  kedua,  mereka  disiksa  bukan 
karena  suatu  dosa  yang  besar  dalam  anggapan  mereka.  Karena  itulah 
dalam  riwayat  lain  disebutkan,  "Padahal,  itu  adalah  dosa  yang  besar." 

Abu  Hurairah  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  $ga;  bersabda: 


4J>t  <U  £ 


V si 


4 >T  ■ 


i. 


Kalian  akan  mendapati  sejahat-jahat  manusia  adalah  orang  yang  memiliki  dua 
wajah;  yang  datang  kepada  sebagian  orang  dengan  satu  wajah  dan  datang 
kepada  yang  lain  dan  wajah  yang  lain* 84 


KaLjjJl 


■»*  ■*> 


■ li-J  «J  lairj  c, S)  1 w' li  Ijjjt 


j jlCJ  'S  jlf  j* j 


Barangsiapa  memiliki  dua  lidah  di  dunia,  niscaya  Allah  akan  menjadikan 
untuknya  dua  lidah  dari  api  neraka  pada  hari  kiamat  kelak.4SS 

Makna  'mempunyai  dua  lidah’  dalam  hadits  di  atas  adalah  orang 
yang  berbicara  pada  si  A begini  dan  dengan  si  B begitu.  Jadi  'mempunyai 
dua  lidah'  artinya  sama  dengan  'memiliki  dua  wajah1. 

Abu  Hamid  al-Ghazzaliy  berkata,  "Gelar  'berwajah  dua'  itu 
biasanya  diperuntukkan  bagi  orang  yang  suka  menyampaikan  omongan 
orang  lain  kepada  orang  yang  menjadi  objek  pembicaraan.  Misalnya 
dengan  mengatakan  'Si  fulan  berkata  begini-begitu  tentangmu!'. 

Sebenarnya  adu  domba  itu  tidak  terbatas  pada  hal  itu  saja,  tetapi 
juga  termasuk  membuka  rahasia  seseorang  yang  orang  itu  sendiri  atau 
orang  yang  diajak  bicara  tidak  suka  kepada  terbongkarnya  rahasia  itu. 
Baik  caranya  dengan  ucapan,  tulisan,  isyarat  atau  pun  yang  lain.  Baik 


483.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

484.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3493,3494.3495).  Muslim  (2526).  At-Tirmidzi  (2025),  Ibnu  Hibban 
(5754)  dan  Ahmad  (2/307). 

485.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1310!  Ath-Thayalisi  (644),  Ibnu  Hibban  (5756)  dan  Abu  Ya'la 
(1637). 

D|o|sa  Besar 


266 


rahasia  itu  berupa  perkataan  maupun  perbuatan,  baik  berupa  aib  atau 
lainnya.  Hakekat  mengadu  domba  itu  adalah  menyingkap  rahasia  dan 
aib  orang  lain. 

Jadi,  sebaiknya  seseorang  itu  lebih  banyak  diam  terhadap  apa  yang 
dilihatnya  dari  keadaan  orang  lain,  kecuali  apabila  membicarakannya 
akan  mendatangkan  manfaat  bagi  kaum  muslimin  atau  dapat  mencegah 
perbuatan  maksiat.” 

Al-Ghazzaliy  melanjutkan,  "Setiap  orang  yang  menerima  penga- 
duan dari  seseorang  berupa  ucapan,  'Si  fulan  berbicara  begini-begitu 
tentang  dirimu!',  maka  ia  harus; 

1 . Tidak  mempercayai  perkataan  orang  itu,  karena  ia  (seorang  tukang 
mengadu  domba)  itu  fasik,  sehingga  kabar  darinya  tidak  dapat 
diterima. 


2. 

3. 

4. 


Melarang  orang  itu  dari  perbuatan  demikian,  menasehatinya,  dan 
menjelaskan  bahwa  itu  adalah  perbuatan  yang  buruk. 

Membenci  orang  itu  karena  Allah  . Sebab  ia  termasuk  orang 
yang  dibenci  oleh  Allah,  dan  membenci  karena  Allah  itu  wajib. 


Tidak  berprasangka  buruk  terhadap  orang  yang  omongannya 
disampaikan,  karena  Allah  ./•:  berfirman: 

, 1 - ^ 1 -o  » ■ I • , 1 i r 1 I 1 aC ^ lc  ■ ,j  J- ' Ljj  ^ lj 


Hai  orang-orang  yang  beriman,  jauhilah  kebanyakan  dari  prasangka, 
sesungguhnya  sebagian  prasangka  itu  adalah  dosa  ( QS . al-Hujurat:  12) 

5.  Jangan  sampai  omongan  tukang  pengadu  domba  tadi  menghan- 
tarkannya untuk  mencari-cari  kebenaran  berita  itu,  sebab  Allah 
telah  berfirman: 


dan  janganlah  kamu  mencari-cari  kesalahan  orang  lain  (Al-Hujurat:12) 

6.  Hendaklah  ia  tidak  membiarkan  si  pengadu  domba  menyebarkan 
omongannya. 

Dikisahkan  bahwa  ada  seorang  laki-laki  menceritakan  keburukan 
laki-laki  lain  kepada  'Umar  bin  'Abdul  'Aziz,  lalu  'Umar  berkata,  "Hai 
fulan,  kalau  kamu  mau  kami  akan  meneliti  kasusmu.  Jika  kamu  benar, 
uamu  termasuk  orang  yang  disebut  dalam  ayat  ini: 


Namimah  (Mengadu  Domba)  ►►  267 


f s * 

*•  Ljj  JU*1  li  k>r  J l 

* ' ' 

jika  datang  kepadamu  orang  fasik  membawa  suatu  berita,  maka  periksalah 
dengan  teliti  (Al-Hujurat:  6) 

Dan  jika  kamu  dusta,  kamu  termasuk  orang  yang  disebut  dalam 
ayat  ini:  “yang  banyak  mencela,  yang  kian  ke  mari  mengadu  domba.  ” (Al-Qalam: 
11) 

Dan  jika  kamu  mau,  kami  akan  memaafkanmu!"  Orang  itu 
menjawab,  "Wahai  Amirul  mukminin  saya  memilih  maaf  dan  saya  tidak 
akan  mengulangi  lagi  perbuatan  itu  selama-lamanya." 

Seseorang  menulis  surat  kepada  Shahib  bin  'Ubbad  yang  isinya 
menyarankan  kepada  beliau  supaya  mengambil  harta  anak  yatim,  karena 
anak  itu  memiliki  harta  yang  banyak.  Kemudian  Shahib  menulis 
balasannya  di  balik  surat  itu,  "Namimah  itu  buruk  sekalipun  benar,  mayat 
itu  semoga  Allah  merahmatinya,  anak  yatim  itu  semoga  Allah  mencukupinya, 
harta  itu  semoga  Allah  mengembangkannya,  dan  orang  yang  ingin  menguasai 
harta  itu  semoga  Allah  melaknatnya." 

Hasan  al-Bashriy  berkata,  "Barangsiapa  menyampaikan  suatu 
omongan  kepada  Anda,  maka  ketahuilah  bahwa  ia  pun  akan 
menyampaikan  omongan  Anda  kepada  orang  lain.  Ini  adalah  seperti 
kata  pepatah: 

ySfs-  ya!  lii 

W - c W 

Orang  yang  bercerita  kepada  Anda,  akan  bercerita  tentang  Anda 

Karena  itu,  hati-hatilah  terhadapnya!" 

Ibnul  Mubarak  berkata,  "Anak  haram  tidak  bisa  menyimpan  omongan." 

Pernyataan  ini  menunjukkan  bahwa  setiap  orang  yang  tidak  bisa 
menyimpan  omongan  dan  berjalan  sambil  mengadu  domba  adalah  anak 
haram.  Ini  berdasarkan  pada  firman  Allah,  “yang  kaku  kasar,  selain  dari 
itu,  yang  terkenal  kejahatannya."  (Al-Qalam:  13) 

Zanim  dalam  ayat  di  atas  adalah  anak  haram  (anak  zina) 

Diriwayatkan  adalah  seseorang  yang  mengunjungi  saudaranya. 
Ia  menceritakan  tentang  saudaranya  yang  lain  yang  tidak  disukainya. 
Saudara  yang  dikunjunginya  itu  berkata,  "Duhai  saudaraku,  kamu 
sudah  banyak  berghibah,  dan  kamu  datang  kepadaku  dengan  tiga 
kesalahan;  kamu  sudah  membuatku  benci  kepada  saudaraku,  kamu 

268 1 D*ofsaBesar 


sibukkan  hatiku  karenanya,  dan  kamu  jadikan  dirimu  yang  jujur  sebagai 
si  tertuduh." 

Sebagian  ulama  berkata,  "Barangsiapa  memberitahukanmu  cela  dari 
saudaramu,  maka  sesungguhnya  ia  juga  mencelamu." 

Seseorang  datang  menemui  'Ali  bin  Husein  sg&,  lalu  berkata,  "Si 
fulan  telah  mencacimu,  dan  mengatakan  tentang  dirimu  begini  begitu." 
Beliau  menjawab,  "Mari  kita  pergi  menemuinya!"  Maka  pergilah  'Ali 
bersama  orang  itu.  Orang  itu  mengira  Ali  akan  membela  dirinya.  Setelah 
sampai  di  tempat  orang  yang  dituju,  'Ali  berkata,  "Wahai  saudaraku, 
seandainya  apa  yang  engkau  katakan  tentang  diriku  itu  benar,  semoga 
Allah  mengampuniku;  dan  seandainya  tidak  benar  semoga  Allah 
mengampunimu!" 

Sehubungan  dengan  firman  Allah,  “(Dan  begitu  pula  dengan) 
pembawa  kayu  bakar."  (Al-Lahab:  4) 

Dikatakan  bahwa  yang  dimaksudkan  di  sini  adalah  istri  Abu  Lahab. 
Ia  suka  mengadu  domba.  Tindakan  adu  domba  itu  disamakan  dengan 
kayu  bakar  karena  ia  menjadi  sebab  dari  lahirnya  permusuhan, 
sebagaimana  kayu  bakar  menjadi  sebab  menyalanya  api. 

Dikatakan  pula  bahwa  kelakuan  orang  yang  mengadu  domba  itu 
.ebih  berbahaya  dari  pada  perbuatan  setan.  Setan  hanya  membisikkan 
rasa  was-was,  sedangkan  tukang  mengadu  domba  itu  berhadapan 
langsung. 

Hikayat 

Diriwayatkan  seseorang  melihat  ada  budak  yang  dijual  tanpa  cacat 
kecuali  ia  suka  mengadu  domba.  Ia  meremehkan  cacat  itu  dan 
membelinya.  Beberapa  hari  kemudian,  budak  itu  berkata  kepada  istri 
tuannya,  "Tuan  bermaksud  akan  kawin  lagi,  dan  ia  mengatakan  bahwa 
ia  sudah  tidak  cinta  lagi  kepada  nyonya.  Agar  tuan  tetap  mencintai 
nyonya  dan  membatalkan  niatnya  untuk  kawin  lagi,  hendaknya  nyonya 
mencoba  cara  ini.  Apabila  tuan  tidur  nanti,  hendaknya  nyonya 
mengambil  pisau  cukur  untuk  mencukur  beberapa  helai  rambut 
jenggotnya  lalu  nyonya  menvimpannva."  Si  nyonya  itu  berkata  dalam 
hati,  "Baiklah."  Hati  wanita  itu  panas  dan  ia  bertekad  untuk  melakukan 
itu  jika  suaminya  sudah  pulas  tidurnya.  Lalu  budak  itu  menemui 
tuannya  seraya  berkata,  "Tuan,  istri  tuan  sudah  tidak  setia  lagi.  Ia  sudah 
mempunyai  laki-laki  lain  sebagai  kekasih  gelap,  dan  ia  sudah  tidak  cinta 


Namimah  (Mengadu  Domba)  ►►  269 


lagi  kepada  tuan.  Ia  bermaksud  melepaskan  diri  dari  tuan.  Ia  sudah 
bertekad  malam  ini  akan  menggorok  leher  tuan.  Kalau  tuan  tidak 
percaya,  buktikanlah  sendiri.  Nanti  malam,  tuan  berpura-pura  tidur 
saja,  lalu  lihat  apa  yang  dipegangnya,  itulah  yang  akan  dipergunakannya 
untuk  menggorok  leher  tuan."  Tuannya  itu  percaya.  Malamnya,  laki- 
laki  itu  berpura-pura  tidur.  Istrinya  pelan-pelan  mengambil  pisau  cukur 
untuk  memotong  beberapa  helai  rambut  dari  jenggotnya.  Lelaki  itu 
berkata  dalam  hati,  "Demi  Allah,  apa  vang  dikatakan  budak  itu  benar 
adanya."  Ketika  wanita  itu  sudah  meletakkan  pisau  cukur  dan  hendak 
mulai  mencukur  helai-helai  rambut  jenggot  itu,  suaminya  bangun  dan 
merebut  pisau  itu  dari  tangan  istrinya,  lalu  ia  pun  menggorok  leher 
istrinya.  Ketika  keluarga  wanita  itu  datang  dan  menyaksikan  bahwa 
wanita  itu  telah  terbunuh,  mereka  pun  membunuh  laki-laki  tadi. 
Akhirnya  terjadilah  bunuh-membunuh  di  antara  kedua  keluarga  itu 
sebagai  akibat  dari  ulah  si  pengadu  domba  yang  celaka  itu.486 

Karena  itulah  Allah  menyebut  orang  yang  suka  mengadu  domba 
itu  sebagai  orang  fasik,  “ Hai  orang-orang  yang  beriman,  jika  datang 
kepadamu  orang  fasik  membawa  suatu  berita,  maka  periksalah  dengari  teliti, 
agar  kamu  tidak  menimpakan  suatu  musibah  kepada  suatu  kaum  tanpa 
mengetahui  keadaannya  yang  menyebabkan  kamu  menyesal  atas  perbuatanmu 
itu.”  (Al-Hujurat:  6) 

Nasihat 

Wahai  yang  dipenjarakan  oleh  hawa  nafsunya  dan  tak  mampu 
melepaskan  diri  darinya!  Wahai  yang  alpa  terhadap  kebinasaan  padahal 
ia  telah  benar-benar  menemuinya!  Wahai  yang  tertipu  oleh 
kesehatannya  padahal  kematian  mengintainya  setiap  saat!  Renungkan 
perjalananmu  sedangkan  kamu  tetap  dalam  keadaan  seperti  itu  ... 
menangis,  berusahalah  untuk  menangis! 

Dikau  menangis  tetapi  mengapa  tidak  di  masa  muda 
Peringatan  si  uban  mestinya  cukup  dan  cukup 
Bukankah  si  uban  telah  mengambil  peran 
Sebagai  pemuda  berbakti  yang  mengingatkanmu  akan  maut 
Belum  datangkah  hari 

Kehartcuran  orang-orang  yang  pantas  hancur  mengingatkanmu 

456.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Ghibah  (133)  dan  juga  dalam  Ash-Shamthu  (271)  dari 
Hammad  bin  Salamah  dari  Hamid  lalu  ia  pun  menyebutkannya. 

270 1 d~d %aBesar 


Duhai  si  pasti  binasa  telah  tiba  masamu 

Masihkah  dikau  tamak  untuk  bertahan  sedangkan  kau  tak  di  sana  lagi 

Engkau  'kan  lewat  dan  apa  yang  kau  saksikan  tetap  apa  adanya 

Semua  yang  kau  tinggalkan  'kan  melupakanmu  ...  itulah  dirimu 

Kau  pasti  mati  seperti  orang-orang  yang  telah  kau  lupakan 

Dikau  lupa  dan  kehidupan  akan  menuntunmu  setelah  hawa  nafsumu 

Seakan  kau  dijauhkan  setelah  sangat  dekat 

Ya  ...  meski  tangis  ratap  menghadang 

Seakan  penabur  tanah  merah 

Dengan  taburannya  mengharap  relamu 

Seakan  urusan  sepanjang  masa  ini  belum  genap  sesaat 

Tiba-tiba  urusan  agung  datang 

Kau  lihat  bumi  padanya  sekian  jaminan  terkubur 

la  tetap  diam  tertutup  tidak  sesaat  pun  membukakan  pintu  keluar  bagi 

mereka. 


Namimah  (Mengadu  Domba)  ►►  271 


D 'sa 
" Besar 


BANYAK  MELAKNAT 


Nabi  «yg  bersabda: 


aJ  Lis  j (_*  a 

Mencela  seorang  muslim  itu  suatu  kefasikan  dan  membunuhnya  itu  suatu 
kekafiran .487 

Imam  Bukhariy  meriwayatkan  bahwa  beliau  bersabda: 


-,/ui' 


Melaknat  seorang  muslim  itu  sama  dengan  membunuhnya. ',8a 

Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 

, sf.  ’ : , 


* aJ  £ 


Orang-orang  yang  suka  melaknat/  mengutuk  itu  tidak  akan  menjadi  pemberi 
syafaat  atau  saksi  pada  hari  kiamat  kelak.48* 


Juga, 


iJlli 


Tidaklah  pantas  seorang  yang  jujur  itu  menjadi  seorang  yang  banyak 
melaknat.490 


437.  Diriwayatkan  oleri Al-Bukriari  (8044.8043)  dan juga  dalam  AI-AdabAI-Mutrad  (431),  Muslim {84},  Ah 
Tirmidzi  (1983),  An-Nasa'i  (7/1 22),  Ibnu  Majah  (69).  Al-Humaidi  (104),  Ath-Thayatisi  (248)  dan  Ahmad  (1  / 
385.41 1)  dari  Ibnu  Mas’ud. 

488.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6047)  dan  Muslim  ( 1 1 0)  dari  Hadits  Tsabit  bin  Adh-Dhahak. 

459.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2598)  dari  Abu  Darda'. 

490.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2597)  dari  Abu  Hurairah. 


Banyak  Melaknat  ►►273 


Juga, 


\ . 

v' 


jlilj  \ * j i » U : 


Seorang  mukmin  itu  bukanlah  seorang  yang  banyak  mencela,  banyak 
melaknat,  buruk  akhlaknya,  dan  bukan  pula  seorang  yang  suka  mengucapkan 
kata-kata  kotor. 491 


Rasulullah  -tgig  bersabda: 


Ljj  o (U- 


5'  •>  . J >. 
aJ  ' v L<*_ 


]■  4_Jcu'  ^ LlwJw  *Jtj  1^1  jlJlIi 


3 V 3 . ,,  ( / #-  / , > f / J J v v x ^ v 0<  9 .3  %\  c 

i 3 ls  ^ Lo— vj  4 Ij  <y-i  a 3 L^j  1 «j  1 I 


IfL'li  Jl  UDjOt;  Vj_j  Vj»'  2lui  jlT  jU  ',*J  jjJJ'  Ji  : 


"Sesungguhnya  apabila  seseorang  melaknat  sesuatu  maka  naiklah  laknatnya 
itu  ke  langit,  namun  pintu  langit  tertutup  darinya,  la  pun  kembali  turun  ke 
bumi,  namun  pintu  bumi  juga  tertutup  darinya.  Kemudian  ia  mencari  jalan 
ke  kanan  dan  ke  kiri.  Apabila  ia  tidak  mendapatkan  jalan  keluar,  maka  ia 
menuju  ke  orang  yang  dilaknat  itu  jika  memang  ia  pantas  untuk  dilaknat. 
Jika  tidak , maka  ia  akan  kembali  kepada  orang  yang  mengucapkannya ,"492 

Rasulullah  pernah  menghukum  seorang  wanita  yang  telah 
melaknat  ontanva  agar  omanya  dilepaskannva.  Imran  bin  Hushain 
berkata,  "Ketika  Rasulullah  yyy  sedang  dalam  salah  satu  perjalanan,  beliau 
mendengar  seorang  wanita  Anshar  yang  sedang  menunggang  onta  melaknat 
ontanya  yang  membuat  gaduh.  Beliau  bersabda,  'Ambillah  barang-barang 
yang  ada  di  punggung  onta  itu  dan  biarkanlah  ia  lepas.  Sebab  ia  sudah 
dilaknat!"'  'Imran  melanjutkan,  Sepertinya  saya  melihat  onta  itu  sekarang 
berjalan  di  tengah-tengah  orang  banyak  tanpa  diganggu  seorang  pun."493 

Abu  Hurairah  itik  berkata,  "Nabi  Jgs  bersabda: 


Ail  U:.-1.  \jj Jp 


1 jl 


Sesungguhnya  riba  yang  paling  berat  itu  adalah  perbuatan  seorang  muslim 
yang  mencemarkan  kehormatan  saudaranya  sesama  muslim.994 


491  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

492.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4905),  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Ash-Shamthu( 202)  dan  di-shah/Man  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  ShahihAl-Jami’{  1672)  dan  Ash-  Shahihah  (1269). 

493.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2595). 

494.  Takhrij-r\ya  telah  disebutkan  di  muka. 

d:d %*Besar 


274 


'Amru  bin  Qais  berkata,  "Jika  seorang  laki-laki  menunggang  hewan 
tunggangannya,  maka  si  hewan  tersebut  berkata,  "Ya  Allah,  jadikanlah 
ia  bersikap  belas  kasihan  kepadaku."  Apabila  orang  itu  mengutuk  hewan 
tersebut,  si  hewan  berkata,  "Orang  yang  tidak  taat  kepada  Allah  dan 
rasul-nya,  semoga  Allah  ’azza  wa  jalla  melaknatnya." 


Melaknat  Ahli  Maksiat  Tanpa  Menyebut  Namanya 

Allah  iz  berfirman: 

^1 S-  4jj<J  Y' 

Ingatlah,  kutukan  Allah  (ditimpakan)  atas  orang-orang  yang  zhalim.  (Hud: 

18) 

y 3 y ^ s-  y a ..  % 

• (i  i'  > y ''O  ( . y s ■- . ■ yO ' y *, 

kemudian  marilah  kita  bermubahalah  kepada  Allah  dan  kita  minta  supaya  laknat 
Allah  ditimpakan  kepada  orang-orang  yang  dusta.  (Ali  'Imran:  61) 

Beberapa  hadits  shahih  menyebutkan  bahwa  Rasulullah  yM  pernah 
melaknat  orang-orang  yang  melakukan  amalan  tertentu.  Di  antaranya; 

4.^15  * a dff  i L jl  IffT  dJl 

Allah  melaknat  orang  yang  makan  riba,  wakilnya,  saksinya,  dan  penulisnya.495 

' y i ^ O y y S K 

d iU!l  -j«J 

Allah  melaknat  muhallil  dan  muhallal  lahu.  49t’ 


<0*2 


* 4 . i 


i ^ A 1 1 • 1 d 1 dU \ 


Allah  melaknat  orang  yang  menyambung  rambutnya  (memakai  sanggul,  wig, 
nan  yang  sejenisnya,  pent.)  orang  yang  menyambungkannya,  orang  yang 
mentato  tubuhnya,  orang  yang  mentatokannya,  orang  yang  mencabut  bulu 
alisnya,  dan  orang  yang  mencabutkannya.497 


495.  dan  496.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

497.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5931 ) dan  Muslim  (2125)  dari  Ibnu  Mas'ud.  Dan  diriwayatkan  oleh 
Al-Bukhari  (5947),  Muslim  (2124),  Abu  Dawud  (4186).  At-Tirmidzi  (2783).  An-Nasa'i  (8/145)  dan  Ahmad 
(2/21)  dari  Ibnu  Umar.  Dan  diriwayatkan  oleh  Muslim  (2 126).  Ath-Thahawi  (2/42).  dan  Ahmad  (3/387)  dari 
Aisyah. 


Banyak  Melaknat  ►►  275 


Juga  bahwa  Rasulullah  igg  telah  melaknat  wanita  yang  meratapi 
mayat,  yang  menggunduli  kepalanya  kala  ditimpa  musibah,  dan  yang 
mengkoyak-koyak  pakaiannya  ketika  mengalami  musibah;498  Rasulullah 
telah  melaknat  tukang-tukang  gambar,499  Rasulullah  telah 
melaknat  orang  yang  mengubah  batas-batas  tanah.500 


Disebutkan  bahwa  Rasulullah  igs  bersabda 


4 1 


Jdji, 


u - ^ ^ I vd 


Allah  melaknat  orang  yang  mengutuk  orang  tuanya  dan  melaknat  orang 
yang  mencela  ibunya.50' 

Di  dalam  Sunan  disebutkan  bahwa  Allah  melaknat  orang  yang 
menyesatkan  orang  buta  dari  jalannya.502  Allah  melaknat  orang  yang 
menggauli  binatang.503  Allah  melaknat  orang  yang  melakukan 
perbuatan  kaum  Nabi  Luth.504  Allah  melaknat  orang  yangmendatangi 
dukun,505  dan  orang  yang  menggauli  wanita  dari  duburnya.506  Allah 
melaknat  orang  yang  meratapi  mayat  dan  mereka  melaknat  yang  ada  di 
sekitarnya.507  Allah  melaknat  orang  yang  mengimami  suatu  kaum 
sedang  mereka  tidak  suka  kepadanya.508  Allah  melaknat  wanita  yang 
tidur  sedangkan  suaminya  jengkel  kepadanya.509  Allah  melaknat  orang 
yang  orang  yang  mendengar  adzan  namun  ia  tidak  menjawabnya. 
Allah  melaknat  orang  yang  menyembelih  bukan  karena  Allah.510  Allah 

498.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1296)  secara  mu'aiiaq.  dan  Muslim  telah  me-maushul-kan  sanadnya  (104), 
Abu  Awanah  (1/56),  An-Nasa'i  (4/20)  dan  Ibnu  Majah  (1586)  dari  Abu  Musa,  Dan  diriwayatkan  oleh  Ibnu 
Abi  Syaibah  (3/290),  Ibnu  Majah  (1585),  Ath-Thabrani  (7591 ) dan  Ibnu  Hibban  (3156)  dari  Abu  Umamah 
dengan  lafal  “ Allah  melaknat  wanita  yang  mencakar-cakar  wajahnya,  yang  merobek-robek  rongga  bajunya, 
yang  berteriak  histeris  mengumbar  kata  celaka  . Dan  ia  shahih. 

499.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2086)  dari  Abu  Juhaifah. 

500.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/188.152)  dan  Al-Bukhari  (17)  dalam  Ai-AdabAI-Mufrad.  Muslim  (1978).  An- 
Nasa’i  (7/232),  Abu  Yaia  (602)  dan  Ibnu  Hibban  (5896)  dari  Ali  secara  marfu’dengan  lafal  “ Allah  melaknat 
orang  menyembelih  untuk  selain  Ailah,  dan  Allah  melaknat  orang  yang  melakukan  sabotase  terhadap 
tanda-tanda  perbatasan  dua  daerah,  dan  Allah  melaknat  orang  yang  mengumpat  kedua  orangtuanya,  dan 
Allah  melaknat  orang  yang  menunjukkan  kerelaannya  terhadap  perkara  bid’ah." 

501 . Telah  disebutkan  dalam  hadits  di  muka, 

502. , 503.  dan  504.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1  /21 7.31 7).  Abu  Yaia  (212).  Ibnu  Hibban  dan  Abd  bin  Humaid 
(587),  Al-Baihaqi  (4988)  dan  As-Sunan  (8/231)  dari  Ibnu  Abbas  secara  marfu"' Allah  melaknat  budak 
merdeka  yang  menyatakan  wala’nya  kepada  selain  tuan  yang  telah  memerdekakannya,  dan  Allah  melaknat 
orang  yang  mengubah  tanda-tanda  perbatasan  satu  wilayah.."  kurang  hadits  hal  179  n.1 ,2,3 
505,  dan  506.  TaWrri/ keduanya  telah  disebutkan  di  muka. 

507,  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  dan  Abu  Dawud  dari  Abu  Sa'id  sedangkan  dia  dha'if,  lihat  Al-lrwa'( 769)  dan 
Dha'if  AI-Jami\A693)  dengan  lafal  Allah  melaknat  wanita  yang  meratap  dan  yang  selalu  bermaksud  untuk 
mendengarkan  (berita  miring)" 

508,  Riwayat  At-Tirmidzi  dari  Abu  Umamah  tanpa  menggunakan  kata  ‘melaknat’,  Hadits  ini  juga  dimuat  dalam 

509,  Dimuat  dalam  banyak  hadits,  di  antaranya  adalah  yang  diriwayatkan  Al-Bukhari  (3237),  Muslim  (1436)  dari 
Abu  Hurairah. 

D::u.s;Sesar 


276 


melaknat  pencuri.315  Allah  melaknat  orang  yang  mencela  para  sahabat 
Nabi.312  Allah  melaknat  laki-laki  yang  menyerupakan  diri  dengan  wanita 
dan  wanita  yang  menyerupakan  diri  dengan  laki-laki.513  Allah  melaknat 
wanita  yang  me-makai  pakaian  laki-laki  dan  laki-laki  yang  memakai 
pakaian  wanita.514 

Juga,  Allah  melaknat  orang  yang  membuang  kotorannya  di  jalan 
umum.515  Allah  melaknat  wanita  yang  tidak  memakai  inai  dan 
bercelak.516  Allah  melaknat  orang  yang  merusak  hubungan  antara  suami 
dengan  istrinya  atau  antara  budak  dengan  tuannya.517  Allah  melaknat 
orang  yang  menggauli  istrinya  yang  sedang  haid  atau  menggaulinya 
pada  duburnya.5l8Allah  melaknat  orang  yang  mengancam  saudaranya 
(muslim)  dengan  senjata  tajam.519  Allah  melaknat  orang  yang  menahan 
pembayaran  zakat.520  Allah  melaknat  orang  yang  menasabkan  diri 
kepada  selain  ayahnya.521  Allah  melaknat  orang  yang  mencap  hewan 
pada  wajahnya.522  Allah  melaknat  orang  yang  memberikan  syafaat  atau 
memintakan  syafaat  dalam  salah  satu  hukum  Allah  (hudud)  ketika 
kasusnya  sudah  ditangani  hakim.  Allah  melaknat  wanita  yang  keluar 
rumah  tanpa  seizin  suaminya.523  Allah  melaknat  wanita  yang  mening- 
galkan tempat  tidur  suaminya  sampai  ia  kembali.524  Allah  melaknat 
orang  yang  meninggalkan  antar  ma'ruf  nahyi  murtkar.  Allah  melaknat 
kedua  pelaku  homoseks  (yang  pasif  maupun  yang  aktif)-52  Allah 
melaknat  khamr,  orang  yang  meminumnya,  orang  yang  memberi 
minum,  orang  yang  menjualnya,  orang  yang  membelinya,  orang  yang 
memerasnya,  orang  yang  diperaskan,  orang  yang  membawanya,  orang 
yang  dibawakan,  orang  yang  memakan  harganya,  dan  orang  yang 
menunjukkan  kepadanya. 

5i0  dan  511.  TaWin/'keduanya  telah  disebutkan  di  muka. 

5' 2.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dan  Ibnu  Abbas.  Ai-Khathib  dari  Anas.  Ath-Thabrani  dari  Ibnu  Umar.  dan 
di-rtasan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-  Shahihah  (2340)  dan  Shahih  Al-Jami' ( 511 1 ). Shahih  Al-jami' 
(3057). 

5*3.  51 4,  dan  515.  7aWv/}nya  telah  disebutkan  di  muka. 
z' 5.  Shahih bukan  dengan  lafazh  ini.  akan  disebut  nanti. 

; ‘ ~ Shahih  dengan  lafal  "man  khabbaba  zaujatamri’in  au  mamlukahu  falaisa  minna."  lihat  Shahih  Al-Jami' 
- 6223)  dan  Ash-  Shahihah  (324 ). 

518.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

519. Ahmad  dan  Muslim  meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  dengan  lafal  "barangsiapayartg  mengacungkan 
sebilah  senjata  kepada  saudaranya,  sungguh  para  malaikat  akan  melaknatnya." . 

520.  dan  521 . Telah  di- takhrij  tanpa  kata  iaknat 

522.  Diriwayatkan  oieh  Muslim.  Abu  Dawud  dan  Ibnu  Hibban  dari  Jabir.  dan  diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dari 
Ibnu  Abbas  dengan  lafal  "Allah  melaknat  orang  yang  membuat  cap  di  wajah."  Lihat  Shahih  Al-Jami' ( 511 0) 
dan  Ash-  Shahihah  (2149). 

523.  dan  524.  Selanjutnya  akan  segera  disebutkan. 

525.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 


Banyak  Melaknat  ►►  277 


Rasulullah  bersabda: 


^3  Jj Ijjl j aLi  jUaj  s^poJl  <djl  ,^JjJ j jv-J^-1  41 — 

ilii  '>(  ^ ji—Uj  ilii  jif  ^ iul  ^ 

^iLj  iLi  *>•  U ^ Jji  r^iJ  J^iLIjV. 


Enam  golongan  yang  aku  melaknatnya  dan  juga  Allah.  Padahal  masing-masing 
Nabi  itu  doanya  dikabidkan.  Mereka  adalah;  orang  yang  mendustakan  takdir, 
orang  yang  menambah-nambahi  isi  al-Qur'an,  orang  yang  menggunakan 
kekerasan  untuk  memuliakan  orang  yang  dihinakan  oleh  Allah  dan 
menghinakan  orang  yang  dimuliakan  oleh  Allah,  orang  yang  menghalalkan 
apa-apa  yang  diharamkan  oleh  Allah,  orang  yang  menghalalkan  dari  keluargaku 
apa-apa  yang  diharamkan  oleh  Allah,  dan  orang  yang  meninggalkan 
sunnahku ,526 


Beliau  juga  melaknat  orang  yang  berzina  dengan  istri 
tetangganya.526  Beliau  juga  melaknat  orang  yang  melakukan  onani/ 
masturbasi.528  Beliau  juga  melaknat  orang  yang  menikahi  ibu  atau  anak 
gadisnya.529  Beliau  juga  melaknat  orang  yang  menyuap  dan  yang  disuap 
dalam  suatu  hukum,  pun  yang  menjadi  perantara  antara  keduanya.530 
Beliau  juga  melaknat  orang  yang  menyembunyikan  ilmu.531  Beliau  juga 
melaknat  orang  yang  menimbun  makanan.532  Beliau  juga  melaknat 
orang  yang  membiarkan  seorang  muslim  dalam  kesulitan  dan  tidak 
membantunya.  Beliau  juga  melaknat  seorang  penguasa  yang  tidak 
mempunyai  rasa  belas  kasihan.  Beliau  juga  melaknat  laki-laki  atau 
perempuan  yang  memilih  hidup  membujang. Beliau  juga  melaknat 
orang  yang  berkendaraan  sendirian  di  tengah  padang  belantara.  Beliau 
juga  melaknat  orang  yang  menggauli  binatang.533 

Semoga  Allah  melindungi  kita  dari  laknat-Nya  dan  juga  laknat  rasul- 
Nya  s|g. 


526.  dan  527.  Takhrij keduanya  telah  disebutkan  di  muka. 

528.  Tidak  shahih. 

529.  riwayat  yang  ada  tanpa  kata  laknat. 

530.  dan  531.  7a/tf)r//keduanya  telah  disebutkan  di  muka. 

532.  Terdapat  tiga  hadits  tentang  orang  yang  menimbun  untuk  memonopoli,  namun  tak  terdapat  kata  laknat,  dan 
semuanya  dhalf,  lihat  Dhalful  Jami’ ( 5355,5356.5357). 

533  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

D~D%*Besar 


278 


Pasal 


Ketahuilah  bahwa  mengutuk  seorang  muslim  yang  menjaga  dirinya 
dari  aib  hukumnya  haram  berdasarkan  kepada  ijma'  kaum  muslimin. 
Dibolehkan  melaknat  orang-orang  yang  mempunyai  sikap  sikap  tercela, 
seperti  dengan  mengucapkan  'Semoga  Allah  melaknat  orang-orang 
yang  zhalim!'  atau  'Semoga  Allah  melaknat  orang-orang  kafir!'  atau 
'Semoga  Allah  melaknat  orang-orang  Yahudi  dan  nasrani'  atau  'Semoga 
Allah  melaknat  orang-orang  fasik'  atau  'Semoga  Allah  melaknat  para 
tukang  gambar’,  atau  yang  serupa  dengan  itu,  sebagaimana  telah 
disebutkan  di  depan. 

Adapun  melaknat  orang  tertentu  yang  memiliki  salah  satu  sifat 
dari  sifat-sifat  durhaka  seperti  yahudi,  Nasrani,  penganiaya,  pelacur, 
pencuri,  pemakan  riba,  maka  menurut  zhahir  (makna  tekstual)  dari 
hadits-hadits  yang  ada  tidaklah  haram.  Namun  Imam  al-Ghazzaliy 
mengatakan  bahwa  itu  haram  kecuali  terhadap  orang  yang  kita  ketahui 
bahwa  ia  mati  kafir  seperti;  Abu  lahab,  Abu  jahal,  Fir'aun,  Haman,  dan 
yang  sama  dengan  mereka.  Beliau  berkata,  "yang  demi-kian  itu  karena 
laknat  adalah  menjauhkan  dari  rahmat  Allah,  padahal  kita  tidak  tahu 
bagaimana  akhir  hayat  seorang  yang  fasik  atau  yang  kafir  itu." 

Beliau  juga  berkata,  "Adapun  orang-orang  yang  mendapat  kutukan 
Rasulullah  ygf,  dengan  menyebut  nama-nama  mereka,  seperti  sabda  beliau 

"Ya  Allah,  kutuklah  Ra'lan,  Dzikwan,  dan  Ashiyyah  yang  telah  men- 
durhakai Allah  dan  rasul-Nya"^4  maka  itu  dimungkinkan  karena  Rasulullah 
W,  sudah  mengetahui  bahwa  mereka  akan  mati  dalam  kekafiran." 

Beliau  juga  berkata,  "Yang  sama  dengan  kutukan  itu  adalah  mendoakan 
seseorang  dengan  keburukan,  sekalipun  terhadap  orang  yang  zhalim.  Seperti 
ucapan  seseorang  'Semoga  Allah  tidak  menyehatkanmu'  atau  'Semoga  Allah 
tidak  menyelamatkanmu'  atau  yang  serupa  dengan  itu.  Semua  itu  tercela. 
Begitu  juga  melaknat  segala  jenis  binatang  atau  benda-benda  mati,  semua  itu 
tercela." 

Sebagian  ulama  berkata,  "Barangsiapa  mengutuk  seseorang  yang 
tidak  berhak  mendapatkan  kutukan  itu,  maka  hendaklah  ia  segera 
melanjutkannya  dengan  '...Kecuali  jika  ia  tidak  berhak 
mendapatkannya!" 


W 

534.Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (675). 


Banyak  Melaknat  ►►  279 


Pasal 


Orang-orang  yang  biasa  bertugas  untuk  beramar  ma'ruf  nahyi 
munkar  (da'i)  dan  semua  pendidik  boleh  mengucapkan  kepada  orang 
yang  diajak  berbicara  kata-kata  semisal  'Hai  orang  yang  lemah 
keadaannya!’  atau  'hai  orang  yang  kurang  perhatian  kepada  dirinya!' 
atau  'hai  orang  yang  menzhalimi  diri  sendiri!’  atau  yang  sejenisnya 
selama  tidak  melampaui  batas,  mengandung  kedustaan,  dan  tidak 
mengandung  tuduhan  yang  jelas  atau  sindiran,  sekalipun  ia  benar  dalam 
hal  itu.  Semua  yang  tersebutkan  di  depan  dibolehkan  hanya  untuk 
tujuan  mendidik  dan  memberi  peringatan  serta  supaya  lebih 
diperhatikan  dan  membekas  di  hati.  Wallaahu  alam. 

Nasihat 

Wahai  musafir  tanpa  bekal  sedangkan  perjalanan  itu  panjang! 
Wahai  sang  penjemput  mudlarat  penyia-nyia  manfaat!  Adakah  terlalu 
sulit  bagimu  untuk  mengetahui  mana  hal  yang  bijak?!  Sampai  kapan 
kau  sia-siakan  waktu  padahal  ia  selalu  waspada  dengan  adanya  Raqib 
dan  'Atid. 

Berlalu,  masa  lalu  menahan  saksi  keadilan 
Disambut  hari  yang  menjadi  saksi  bagi  dirimu 
Jika  kemarin  kau  akui  satu  kekeliruan 

Segeralah  tutup  ia  dengan  kebaikan  ...  selagi  kau  belum  dimaki 
Tak  usah  kau  tunda  kebajikan  yang  bisa  kau  datangkan  hari  ini 
Banyak  esok  hari  tanpa  ada  kehadiranmu 
Andaipun  maut  keliru  menjemput  karibmu;  seharusnya  kamu 
Pastikan  ia  akan  tetap  kembali  untuk  dirimu. 


280  D:ii> Besar 


MENIPU  DAN 
MENGINGKARI  JANJI 


sa  A R 
Besar  r\_J 


Allah  w berfirman: 

**  ^ / < 3 * 3 f S S' 

^ ,jls  ■ ^3  a A 

Dan  penuhilah  janji;  sesungguhnya  janji  itu  pasti  diminta  pertanggungan 
jawabnya  (Al-Isra’:  34) 

Az-Zajjaaj  berkata,  "Tiap-tiap  yang  diperintahkan  oleh  Allah  atau 
uang  dilarangnya  itu  termasuk  dalam  'ahd  (janji)" 

Allah  i®  berfirman: 

’ i . . f u 

3 Ij3jl  l^j'L 

Hai  orang-orang  yang  beriman,  penuhilah  aqad-aqad  itu.  (Al-Maidah:  1) 

Al-Wahidiy  berkata,  Ibnu  Abbas  mengatakan  di  dalam  riwayat  al- 
Walibiy,  "(Makna  ’uhuud)  adalah  apa-apa  yang  dihalalkan,  yang 
diharamkan,  yang  diwajibkan,  dan  apa-apa  yang  ketetapan  hadnya  ada 
di  dalam  al-Qur'an." 

Adl-Dlahhak  berkata,  "Al-'uhuud  adalah  apa-apa  yang  diwajibkan 
oleh  Allah  kepada  umat  ini  supaya  memenuhi  apa-apa  yang  dihalalkan- 
Nva  dan  yang  diharamkan-Nva,  atau  apa-apa  yang  diwajibkan-Nya; 
seperti  shalat  dan  kewajiban-kewajiban  lainnya.  Sedangkan  ’uquud 
adalah  apa-apa  yang  sudah  ditetapkan  oleh  Allah  berupa  kewajiban- 
kewajiban  yang  tidak  bisa  dibatalkan  sama-sekali" 

Muqatil  bin  Hayyan  berkata,  'penuhilah  aqad-aqad  itu',  yaitu  yang 
telah  diamanatkan  oleh  Allah  kepada  kalian  di  dalam  al-Qur'  an,  berupa 
perintah  taat  kepadaNya  untuk  kalian  kerjakan,  dan  berupa  larangan 
untuk  kalian  jauhi.  Juga  berupa  janji-janji  di  antara  kalian  dan  kaum 


Menipu  dan  Mengingkari  Janji  ►►  28  I 


musyrikin  serta  janji-janji  yang  ada  di  antara  manusia.  Walldhu  alam." 
Nabi  sg*  bersabda: 

«uj  C—' ti  ^ dl^>-  *-i  cv  w • k»  » LaJ l>-  lii d j ir  «_i  -S'  ■ r»  *j  \ I 

j Jjj-  -AaI-p  s 'd  • dd--  ■ ^d/  r d j L^_pu j ga>-  ^ Laj i) 

j^ts- 

Empat  perkara  yang  apabila  ada  pada  diri  seseorang  maka  ia  adalah  seorang 
munafik  yang  sejati.  Apabila  salah  satunya  ada  pada  seseorang  maka  pada 
dirinya  ada  sifat  munafik  sampai  ia  meninggalkannya;  jika  berbicara  berdusta, 
jika  diberi  amanat  berkhianat,  jika  berjanji  mengingkari,  dan  jika  bertengkar 
melampaui  batas ,325 

Beliau  sg|  juga  bersabda: 

jNi  f J'dii  s «Ap  si*  1\_L  A^SdJaiS  f v d d ode-  :pd 

Pada  hari  kiamat  kelak  setiap  penipu  akan  memiliki  bendera,  dan  dikatakan. 
'Inilah  pengkhianatan  fulan  bin  _fulanA2c 

Rasulullah  bersabda: 


^ s * >'  ' 's'  £ . 

y \j  , j 4^La)I  f J- 


o J J , 


ih  Zjyc  *dJ)  J d 


3^' 


« 


i 


irU  r 


" Allah  Ta’ala  berfirman,  'Tiga  golongan  yang  akan  Aku  perkarakan  pada 
hari  kiamat  kelak ; orang  yang  berjanji  dengan  menyebut  nama-Ku  lalu 
mengingkarinya,  orang  yang  menjual  orang  merdeka  lalu  memakan  hasilnya, 
dan  orang  yang  mempekerjakan  seorang  pekerja  namun  ia  tidak  membayarkan 
upahnya  padahal  orang  itu  sudah  menyelesaikan  pekerjaannya.''227 

Rasulullah  sg*  bersabda: 


4j  *OrcJ>" 


^ 3 ^ s\  s s s 

* <L*LJL!l  > 4J  a)0'  -aJ  4P  l_L?  • lli 

J'  \ v"*  s_p--  ^ Lv  ■>'  " 


'r* 


•eJuAlip  O 0>L* 


535.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

536.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3186),  Muslim  (1736).  Ibnu  Majah  (2872)  dan  Ahmad  (1/411 ,417)  dari  Ibnu 
Mas'ud.  Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3188).  Muslim  (1735)  dan  Abu  Dawud  (2756)  dari  Ibnu  Umar. 

537.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2227,2270)  dan  Ahmad  (2/242)  dari  Abu  Hurairah. 

Dio|sa  Besar 


282 


Barangsiapa  melepaskan  tangannya  dari  ketaatan,  dia  akan  menjumpai 
Allah  pada  hari  Kiamat  tanpa  dapat  membawa  hujjah  (alasan).  Dan 
barangsiapa  mati  tanpa  ada  ikatan  bai’ah  (janji  setia),  dia  mati  dalam  keadaan 
jahiliyah.338 

Rasulullah  bersabda: 


^ j 4_UL  j-kj  “UU-4  jbJl  • ,p  7-  ^ ; jl  ^__>-l  DD 

^ s'  S l'-  ^ i'  s 9 ’ s'  f,  0 t l % * ' g O'-  __ 

aJo  aUapli  ajIj  gy  \ <ujt  yy  -M  Jjiil  ollij  ^>-^1 

- r , - f t t s t > t *>>*-',  * .1  '3  . . > gt  \t  t'  ' V 

JUP  i y yjAi  A£.  juj  yy-''  £.b>r  lJU  y U 2JL-J  d *fl_JL5  3 y*J  y 


i n 


Barangsiapa  ingin  supaya  terhindar  dari  neraka  dan  masuk  ke  dalam  surga 
hendaklah  ia  meninggal  dunia  dalam  keadaan  beriman  kepada  Allah  dan  hari 
akhir.  Hendaknya  pula  ia  memperlakukan  orang  seperti  ia  ingin  orang  lain 
memperlakukan  dirinya.  Barangsiapa  memberi  bai'at  kepada  seorang  pemimpin 
dengan  menjabat  tangannya  dan  itu  dilaksanakannya  dengan  sepenuh  hati, 
hendaknya  ia  mentaatinya  dengan  segenap  kemampuannya.  Jika  ada  orang 
lain  yang  merebut  kepemimpinannya  penggallah  lehernya.329 


538.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1 851)  dari  Ibnu  Umar. 

539.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1 844),  Abu  Dawud  (4248).  An-Nasa'i  (7/1 52. 1 54),  Ibnu  Majah  (4956)  dan  Ibnu 
Hibban  (5916)  dari  Ibnu  Amr. 


Menipu  dan  Mengingkari  Janji  ►►  283 


Dfsa 

Besar 


MEMBENARKAN  DUKUN 
ATAU  TUKANG  RAMAL 


Allah  kt:  berfirman: 


11 s-  OlST  ddiy  P jS”  Atid . 


Up  <u  dL' 


Dan  janganlah  kamu  mengikuti  apa  yang  kamu  tidak  mempunyai  pengeta- 
huan tentangnya,  sesungguhnya  pendengaran,  penglihatan  dan  hati,  semua- 
nya itu  akan  diminta  pertanggunganjawabnya.  (Al-Isra’:  36) 

Dalam  menafsirkan  firman  Allah  "Dan  janganlah  kcmu  mengikuti 
apa  yang  kamu  tidak  mempunyai  pengetahuan  tentangnya " al-Wahidiy 
menyebutkan  bahwa  al-Kalbiy  berkata,  "Maksudnya  janganlah  engkau 
mengatakan  apa  yang  engkau  tidak  mempunyai  pengetahuan 
tentangnya!".  Qatadah  berkata,  "Maksudnya  jangan  kamu  katakan  aku 
mendengar  padahal  kamu  tidak  mendengarnya  atau  aku  melihatnya 
padahal  kamu  tidak  melihatnya  atau  aku  mempunyai  ilmu  tentangnya 
padahal  kamu  tidak  memilikinya!"^0  Maknanya;  janganlah  kamu 
mengatakan  sesuatu  yang  tidak  kamu  ketahui. 

Sedangkan  ayat  "sesungguhnya  pendengaran,  penglihatan  dan  hati, 
semuanya  itu  akan  diminta  pertanggunganjawabnya  " al-Walibiy  menye- 
butkan bahwa  Ibnu  Abbas  berkata,  "Allah  akan  bertanya  kepada  hamba- 
hamba-Nya  untuk  apa  mereka  pergunakan  pendengaran,  penglihatan 
dan  hati  mereka.  Dalam  ayat  ini  terdapat  peringatan  keras  agar  tidak 
menyalahgunakan  pandangan  untuk  perkara  yang  tidak  dihalalkan; 
tidak  menggunakan  pendengaran  untuk  hal-hal  yang  diharamkan;  dan 
:;dak  mem biarkan  had  untuk  menginginkan  sesuacu  yang  diharamkan. 


540.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thabari  (15/86)  dari  Oatadah  secara  mauguf dengan  isnad  shahih. 


Membenarkan  Dukun  Atau  Tukang  Ramal  ►►  285 


Wallahu  alam." 

Dalam  ayat  yang  lain  Allah  is:  berfirman: 

i j • A ! d ' 1 '-L>-  I -aJI 

(Dia  adalah  Rabb)  Yang  Mengetahui  yang  ghaib,  maka  Dia  tidak  memper- 
lihatkan kepada  seorangpun  tentang  yang  ghaib  itu.  Kecuali  kepada  rasul 
yang  diridhai-Nya  (Al-Jin:  26-27) 

Ibnul  Jauziy  berkata,  "Yang  mengeahui  perkara  ghaib  hanya  Allah 
3-A  saja,  tiada  sekutu  bagi-Nya  dalam  kerajaan-Nya.  Dia  tidak  memper- 
lihatkan kepada  seorang  pun  tentang  yang  ghaib  itu,  dan  tidak 
mengajarkan-nya  kepada  seorang  manusia  pun,  kecuali  kepada  Rasul 
yang  diridlai-Nya.  Sebab,  tanda  kebenaran  seorang  Rasul  adalah 
pemberitahuannya  tentang  hal-hal  ghaib.  Artinya  Allah  akan 
memperlihatkan  hal-hal  ghaib  yang  dikehendaki-Nya  kepada  orang  yang 
diridlai-Nya  untuk  mengemban  risalah-Nya.  Ayat  ini  juga  menunjukkan 
bahwa  orang  yang  menyangka  bintang-gemintang  itu  menunjukkan  hal- 
hal  yang  ghaib  maka  telah  kafirlah  ia.  Wallahu  alam ,"451 


f * - 
• 


\ ^ 'o*  ' ' 0 } o ' 

•dil  by  Wzi  g ca — j L2j  aj  j, i L_^15^  P y y\ 

y* 


Barangsiapa  datang  kepada  tukang  ramal  atau  dukun  kemudian  membenarkan 
apa-apa  yang  dikatakannya,  maka  ia  telah  kafir  terhadap  apa  yang  diturunkan 
kepada  Muhammad  ^.452 

Di  dalam  Shahih  Bukhari-Muslim  disebutkan  sebuah  hadits  dari 
Zaid  bin  Khalid  al-Jahniy  Wk  katanya,  "Rasulullah  §£§  mengerjakan 
shalat  Shubuh  berjamaah  bersama-sama  kami  sedangkan  langit  masih 
menyisakan  hujan  yang  turun  semalaman.  Setelah  selesai  beliau 
menghadapkan  wajah  ke  arah  hadirin  seraya  berkata, 


1*  3 -»  . - 3 - '5  * ' \\'-  * \*  * * ^ * ' -*  T|  \ t 3 S'*'  ' , ' ' A 

J'*  iS  'r*  w li  « a AJJ1  ^ ^ «JIS  j LS  I ^ L-  0 i 

<_S' ^SsJb  * y y» y dJ L.6  li ypA  Jli  y*  ti»l3  JsdD  * 

i ^ •AjAt  y f W diidi  ijlT  * iJeT"  i y , ! L5  -a  l aIj 


541 . Lihat:  Zadul  Masir  (8/385). 

542.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/429)  dan  Al-Hakim  (1/8)  dari  Abu  Hurairah  dan  di-sba/h/Ti-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-  Shahih  (5639). 


D*b*saBesar 


286 


Tahukah  kalian  apa  yang  dikatakan  oleh  Rabb  kalian?'  Mereka  menjawab, 
'Allah  dan  Rasul-Nya  lebih  tahu."  Lalu  beliau  melanjutkan,  'Dia  berfirman, 
'Pagi  ini,  di  antara  hamba-hamba-Ku  ada  yang  mukmin  kepada-Ku  dan  ada 
yang  kafir.  Orang  yang  berkata  'hujan  turun  menyirami  kita  berkat  kemurahan 
Allah  dan  rahmat-Nya’ , ia  adalah  orang  beriman  kepada-Ku  dan  kafir  kepada 
bintang-bintang.  Sedangkan  orang  yang  berkata,  'hujan  turun  menyirami  kita 
karena  pengaruh  bintang  ini  dan  itu’,  ia  adalah  orang  yang  kafir  kepada-Ku 
dan  beriman  kepada  bintang-bintang.3 

Para  ulama  berkata,  "Apabila  seorang  muslim  berkata,  'Hujan  turun 
karena  bintang  ini  dan  itu,  dengan  maksud  bahwa  bintang-bintang 
itulah  yang  mengadakan  dan  pelaku  timbulnya  hujan,  maka  ia  menjadi 
kafir  dan  murtad,  tanpa  diragukan  lagi.  Namun  apabila  ia  mengatakan 
itu  dengan  maksud  bahwa  itu  hanya  sebagai  tanda-tandanya  dan  hujan 
akan  turun  dengan  adanya  tanda-tanda  itu,  sedangkan  turunnya  hujan 
tersebut  adalah  oleh  Allah,  Dia  menciptakannya,  maka  ia  tidak  menjadi 
kafir.  Para  ulama  berselisih  pendapat  dalam  hal  makruhnya.  Pendapat 
yang  lebih  rajih  adalah  hal  itu  makruh,  sebab  itu  merupakan  perkataan 
orang-orang  kafir.  Itu  merupakan  zhahir  (makna  tekstual)  hadits 
tersebut." 


9 1 9 9 * 

-•  3 - f „ • J . i ' 


» | - >.*  - - * • - 
y Sj  4i~L.3.,8  U'  y y'  y 


Barangsiapa  datang  kepada  tukang  ramal  lalu  ia  mempercayai  apa  yang 
dikatakannya,  maka  shalatnya  tidak  diterima  selama  empat  puluh  hari.3 'M 

'Aisyah  ggg  berkata,  "Beberapa  orang  bertanya  kepada  Rasulullah 
vS  tentang  para  dukun.  Beliau  menjawab,  'Mereka  itu  fidak  ada  apa- 
apanyal'  Para  sahabat  berkata  lagi,  "Wahai  Rasulullah,  adakalanya 
mereka  meramalkan  sesuatu  dan  kemudian  ternyata  benar!'  Rasulullah 
vs?!  menjawab: 


«j U»  LgJL*  j Arj  di'  y D yfi  y>D\  v*  L UdJ i, 


4j 


:tu  adalah  sesuatu  yang  hak  yang  didengar  oleh  jin  kemudian  dibisikkannya 
kepada  para  walinya  dan  mereka  mencampurnya  dengan  seratus  kedustaan.''S4S 


543.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (846).  Muslim  (71 ).  Abu  Dawud  (3906),  Ai-Humaidi  (813),  An-Nasai  (3/1 65) 
danlbnuMandah(503). 

544.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2230)  dan  Ahmad  (5/380)  dari  sebagian  Ummahatul  Mukminin. 

545.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5762,621 3).  Muslim  (2228),  Ahmad  (6/87)  dan  Abdur  Razzag  (20347). 


Membenarkan  Dukun  Atau  Tukang  Ramal  ►►  287 


Masih  dari  'Aisyah  ^ , Rasulullah  -gg  bersabda: 


% c % * 3 " * 

£.L>dJi  ^jt  y^\ 

0 - y , y 8 ^ 0 

JbiT  u jj  jl^So'  J J 


ji 


aJS>  a 


j Lili 


ws; 


Para  malaikat  turun  ke  awan,  kemudian  mereka  membicarakan  sesuatu 
perkara  yang  telah  ditetapkan  di  atas  langit.  Setan  mencuri  dengar 
pembicaraan  itu,  kemudian  ia  membisikkannya  ke  telinga  dukun-dukun  itu. 
lalu  para  dukun  itu  menambahkan  padanya  seratus  kebohongan  dari  dirinya/'' 

Qubaishah  bin  Abu  Mukhariq  P£k  berkata,  Saya  mendengar 
Rasulullah  sgg  bersabda: 

8 f Z y f * y * y : 

^ Jt  3 j ■ b i I a SiLjk. 

'lyafah,  Thiyarah,  dan  Tharq  itu  termasuk  perbuatan  sihir P47 

Maksud  'iyafah  adalah  meramal  nasib  dengan  membuat  garis-garis 
di  tanah.Thiyarah  adalah  meramal  nasib  dengan  gerak-gerik  burung. 
Sedangkan  Tharq  adalah  menggertak  burung  supaya  terbang. 
Kemudian  dilihat;  jika  ia  terbang  ke  arah  kanan  maka  itu  pertanda  baik, 
dan  jika  terbang  ke  arah  kiri  maka  itu  pertanda  buruk. 

Ibnu  'Abbas  berkata,  Rasulullah  sgg  bersabda: 

''''g.*'  ^ + f 3 f ^ ^ 0 

ilj  d»  .P  : y y LdjP  y 

Barangsiapa  mempelajari  satu  cabang  ilmu  nujum  maka  ia  telah  mempelajari 
satu  cabang  ilmu  sihir.  Dan  itu  bertambah  dengan  bertambahnya  apa  yang 
dipelajarinya. vls 

Ali  bin  Abu  Thalib  ,-A  berkata,  "Dukun  itu  adalah  tukang  sihir, 
dan  tukang  sihir  itu  adalah  seorang  yang  kafir!" 

Semoga  Allah  memberi  kesejahteraan  kepada  kita  dan  melindungi 
kita  di  dunia  dan  di  akhirat. 


546.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2210). 

547.  Dikeluarkan  oleh  Abdur  Razzaq  (19502).  Ibnu  Sa'ad  (7/35).  Ahmad  (3/477),  Abu  Dawud  (3907),  Ath- 
Thabrani  (18/941 ,942.943,945),  Al-Baihaqi  (8/139).  Ibnu  Hibban  (6131)  dan  isnadnya  dha'ff.  Lihat:  Dha’if 
Abi  Dawud  (842). 

548.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1  /311),  Abu  Dawud  (3905).  Ibnu  Majah  (3726)  dan  61-shahih-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami' (607 4)  dan  Ash-  Shahihah (793). 

D ^ ^ Besar 


288 


Nasihat 

Wahai  sekalian  hamba  Allah,  renungkanlah  masa-masamu  yang 
telah  lewat  sebelum  kehancuranmu!  Cermatilah  seluruh  urusanmu 
sebelum  kedatangan  kuburmu!  Bersiap-siaplah  untuk  perjalanan 
panjang  sebelum  tercerabutnya  usahamu!  Di  hari  tiada  lagi  teman, 
saudara,  atau  pun  pengawal.  Mereka  semua  -Demi  Allah-  telah  bertolak, 
berangkat,  meninggalkan  negeri  ini.  Di  dalam  lahad  seluruh  kafan  itu 
telah  tercabik-cabik.  Peringatan  itu  benar-benar  nyata  bagi  mereka  ahli 
ma'rifah.  "Segala  yang  ada  di  atasnya  adalah  fana".  Keadaan  telah  benar- 
benar  terbalik.  Mereka  kini  hanyalah  permainan  bagi  malam-malam. 
Mereka  telah  dilupakan  oleh  anak-anak  dan  harta  kekayaan.  Pun  juga 
dengan  teman-teman,  semua  melupakan  mereka  bersama  dengan 
berlalunya  malam.  Mereka  hanva  berkawankan  tanah  dan  telah 
meninggalkan  semua  yang  dimiliki.  Andaikan  ada  di  antara  mereka 
yang  diizinkan  untuk  berbicara  niscaya  ia  akan  berucap; 

Barangsiapa  melihat  kami  hendaknya  berucap  kepada  diri  sendiri 

Sesungguhnya  dia  berdiri  di  tepi  kehancuran,  dan 

Perubahan  masa  sampai  tiada  lagi  sisa 

Lalu  mengapa  mereka  masih  mendaki  puncak  bukit 

Tak  terhitung  pengendara  menderum  di  sekitar  kita 

Menenggak  arak  bagai  air  jernih  sejuk 

Segala  kendi  kepada  mereka  berdatangan 

Lepasnya  kuda  seiring  dengan  keagungan 

Semusim  mereka  diberi  umur  dengan  nikmat  kehidupan 

Putihnya  masa  mereka  bukanlah  muhal  (mustahil) 

Lalu  keesokan  harinya  musim  pun  mempermainkan  mereka 
Dan  demikianlah  masa  memperlakukan  rijal. 


Membenarkan  Dukun  Atau  Tukang  Ramal  ►►  289 


DMsa 


Besar 


DURHAKA  KEPADA  SUAMI 


Allah  Ss  berfirman: 


5»  > f o 


,<-SrL2a 


t,  . 4 ' >>  » i J i t' 

J'  ^3  J’-*  J 1 ’ -*  y3^  ■ 


j ji  l>t_i  jK/l  ^ 


' ;>-J  LG  o U aI'  1 o 1 bJ~~-  • -£-1_p  ' Jkyblj  ' 


Wanita-wanita  yang  kamu  khawatirkan  nusyuznya,  maka  nasehatilah  mereka, 
pisahkanlah  diri  dari  tempat  tidur  mereka,  dan  pukullah  mereka.  Kemudian 
jika  mereka  menta’atimu,  maka  janganlah  kamu  mencari-cari  jalan  untuk 
menyusahkannya.  Sesungguhnya  Allah  Maha  Tinggi  lagi  Maha  Besar.  (An- 
Nisa’:  34) 

Al-Wahidiy  aSc  berkata,  "Maksud  nusyuz  dalam  ayat  di  atas  adalah 
durhaka  kepada  suami." 

Atha’  berkata,  "Nusyuz  adalah  perbuatan  wanita  yang  memakai 
wewangian  di  hadapan  suami  namun  tidak  mau  dikumpuli  serta  tidak 
taat  lagi  kepada  suaminya." 

Maksud  'maka  nasehatilah  mereka'  adalah  menasehati  mereka 
dengan  kitab  Allah  dan  mengingatkan  mereka  tentang  apa  saja  yang 
menjadi  perintah  Allah  bagi  mereka. 

Tentang  'pisahkanlah  diri  dari  tempat  tidur  mereka',  Ibnu  'Abbas 
berkata,  "Maksudnya  adalah  membalikkan  punggung  dari  istri  dan  tidak 
mengajaknya  berbicara."  Sedangkan  asy-Sya'biy  dan  Mujahid  berkata, 
"Maksudnya  adalah  tidak  tidur  bersama  istri  dan  tidak  mencampurinya." 

Maksud  'dan  pukullah  mereka'  adalah  pukulan  yang  tidak 
membahayakan.  Ibnu  Abbas  berkata,  "Pukulan  yang  mendidik,  seperti 
dengan  telapak  tangan."  Seorang  suami  berhak  untuk  memperbaiki 


Durhaka  Kepada  U>uami  ►►291 


kedurhakaan  istrinya  dengan  cara  yang  diizinkan  oleh  Allah,  sebagai- 
mana tersebut  dalam  ayat  di  atas. 

Tentang  'Kemudian  jika  mereka  mentaatimu'  maksudnya  mentaatimu 
dalam  hal  mereka  diperintahkan  untuk  itu. 

Adapun  'maka  janganlah  kamu  mencari-cari  jalan  untuk  menyu- 
sahkannya' Ibnu  Abbas  berkata,  Janganlah  kamu  menuduh  mereka 
berbuat  dosa!" 

Rasulullah  Jgg  bersabda: 


tSvjLLoJl 


3 e ^ 3 

Jlp  jl i-  od  <0'L:  ♦li 


I 


Apabila  seorang  suami  mengajak  istrinya  ke  tempat  tidurnya  kemudian  si 
istri  menolaknya  sehingga  suaminya  tidur  dalam  keadaan  marah  kepadanya, 
maka  ia  dikutuk  oleh  malaikat  sampai  pagi.'4'1 

Dalam  riwayat  yang  lain,  "Jika  seorang  wanita  meninggalkan  tempat 
tidur  suaminya  dan  ia  enggan  terhadapnya  (tidak  mau  dikumpuli)  maka 
pastilah  siapa-siapa  yang  ada  di  langit  murka  kepadanya  sampai  suaminya 
ridla  kepadanya ."S5° 

Sahabat  Jabir  meriwayatkan  bahwa  Nabi  bersabda,  "Tiga 
golongan  yang  shalat  mereka  tidak  akan  diterima  oleh  Allah  dan  kebaikan 
mereka  tidak  akan  diangkat  ke  langit:  budak  yang  melarikan  diri  dari  tuannya 
sampai  ia  kembali,  meletakkan  tangannya  pada  tangan  tuannya,  wanita 
yang  suaminya  marah  kepadanya  sampai  si  suami  ridla  kepadanya  kembali, 
dan  orang  yang  mabuk  sampai  ia  sadar  kembali."^1 

Al-Hasan  berkata,  "Seseorang  yang  mendengar  dari  Nabi  yg 
menyampaikan  kepadaku  bahwa  beliau  ygg  bersabda: 

- , - - 9 * ' 0 * C0  '*  f O ^ *■  0 > * * l 

- LjJ*>L*9  ■ S-  IDLJL)  > zj  si  j,  l acs-  L»  ^ j : 

Yang  pertama-tama  akan  ditanyakan  kepada  wanita  pada  hari  kiamat  nanti 
adalah  tentang  shalatnya  dan  suaminya/  1 


549.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3237).  Muslim  (1436).  Abu  Dawud  (2141)  dan  Ahmad  (2/433)  dari  Abu 
Hurairah. 

550.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5194)  dan  Muslim  (1436). 

551  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka  dalam  dosa  yang  ke  sembilan  belas. 

552.  Mursal:  Hadits  senada  diriwayatkan  oleh  Abu  Syaikh  dalam  TsawabulA ‘mal dari  Anas  secara  marfu. 

Besar 


292 


Dalam  riwayat  lain  disebutkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


Aj  ^ b \\  AJLj  ^ Ij  V a Aj  ^ U N ' JJt  Li  W->r  « i 4 > o-u 2j  tD  5 ^ *-oJj  b 

^ c-  c ^ . — ok  j ^ i.'  * t - c J y y , y j ' - 

Tidak  halal  bagi  seorang  wanita  yang  beriman  kepada  Allah  dan  hari  akhir 
untuk  mengerjakan  puasa  (sunnah)  sedangkan  suaminya  menyaksikan  (tidak 
bepergian)  kecuali  dengan  seizinnya;  dan  tidak  halal  memberi  izut  (kepada 
orang  lain  untuk  masuk)  ke  dalam  rumahnya  kecuali  dengan  seizin 
suaminya  A 

Maksud  'menyaksikan'  dalam  hadits  di  atas  adalah  hadir,  tidak  sedang 
bepergian.  Adapun  istri  tidak  diperbolehkan  berpuasa  (sunnah)  kecuali 
dengan  seizin  suaminva,  dalam  rangka  taat  kepada  suaminya. 


Rasulullah  bersabda: 


u j >! 


J 3 


^ > 3 


Seandainya  aku  (boleh)  menyuruh  seseorang  untuk  bersujud  kepada  orang 
lain,  tentu  aku  akan  menyuruh  wanita  bersujud  kepada  suaminya.3 -14 

Bibi  dari  Hushain  bin  Muhshin  mengadukan  suaminya  kepada 
Nabi  kemudian  beliau  menjawab,  "Lihatlah  bagaimana  keadaanmu 
bersamanya!  Dia  adalah  surga  dan  nerakamu Z"555 

Abdullah  bin  Amru  berkata,  "Rasulullah  bersabda,  'Allah 
tidak  akan  memandang  kepada  wanita  yang  tidak  mensyukuri  suaminya  dan 
tidak  merasa  cukup  dengannya."'3'10 

Dalam  hadits  lain  disebutkan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
'Apabila  seorang  wanita  keluar  dari  rumah  suaminya  (tanpa  seizinnya)  maka 
ia  dikutuk  oleh  malaikat  sampai  ia  kembali  atau  bertaubat."31' 

Beliau  bersabda: 

> ? r,  ' ' , , 3 " . ,,,  , ’j 

sjp_i>0  LA  j jjj  C— j'u*  #i  L*jI 


553.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhar:  (5195)  dan  Muslim  (1026). 

554.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1159).  Ibnu  Hibban  (4162),  Al-Hakim  (4/171)  dan  Al-Baihaqi  (7/291). 
Sedangkan  ia  shahih  dari  Abu  Hurairah. 

555.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/341 .6/41 9)  dan  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (532).  Al-Haitsami  berkata  (4/ 
306)  para  perawinya  adalah  perawi  yang  Ash-Shahih  selaiin  Hushain,  ia  adalah  tsiqah.  Kukatakan, 
isnadnya  insya  Allah  hasan. 

556.  Dikeluarkan  oleh  An-Nasa'i  daiam  'Isyratun  Nisa'  (251)  secara  mauquf  dan  saradnya  shahih . Dan 
diriwayatkan  oleh  Ath-Thabrani  dan  Al-Bazzar  dengan  dua  isnad  dan  salah  satu  isnad  Al-Bazzar  para 
perawinya  adalah  perawi  Ash-Shahih  secara  marfu'.  demikian  yang  dikatakan  Al-Haitsami. 

557.  Dikeluarkan  oleh  Al-Khathib  daiam  At-Tarikh  (6/200,201)  dari  Anas.  Asy-Syaikh  berkata  dalam  Adh- 
Dhafah,  hadits  tersebut  maudhu'  (1020)  dan  Dhalf  Al-Jami'  (2221  ). 


Durhaka  Kepada  Suami  ►►  293 


Wanita  mana  saja  yang  meninggal  dunia  sedangkan  suaminya  ridla  ter- 
hadapnya, niscaya  akan  masuk  ke  dalam  surga.5'* 

Dus,  seorang  wanita  berkewajiban  untuk  mencari  keridlaan 
suaminya  dan  menjauhi  kebenciannya,  serta  tidak  enggan  melayaninya 
kapan  saja  si  suami  menginginkannya.  Hal  ini  sesuai  dengan  sabda 
Nabi  "Apabila  seorang  laki-laki  mengajak  istrinya  ke  tempat  tidurnya 
maka  si  istri  harus  datang  memenuhinya  sekali  pun  ia  sedang  berada  di 
perapian."5'1'5 

Para  ulama  berkata,  "Kecuali  jika  si  istri  berada  dalam  keadaan  udzur 
(berhalangan)  seperti  ketika  sedang  haid  atau  nifas.  Dalam  keadaan 
ini  ia  tidak  boleh  memenuhi  ajakan  suaminya.  Begitu  pula  sang  suami 
tidak  diperbolehkan  menggauli  istri  vang  sedang  haid  atau  nifas  sampai 
si  istri  suci  dari  keduanya.” 

Allah  is-:  berfirman,  “Oleh  sebab  itu  hendaklah  kamu  menjauhkan  diri 
dari  wanita  di  waktu  haidh ; dan  janganlah  kamu  mendekati  mereka,  sebelum 
mereka  suci."  (Al-Baqarah:  222) 

Maksudnya,  jangan  menggauli  mereka  sampai  mereka  suci. 

Ibnu  Qutaibah  berkata,  "Maksud  'yathhurna'  pada  ayat  di  atas 
adalah  berhentinya  darah  haid,  sedangkan  maksud  'faidzaa  tathahharna' 
adalah  jika  mereka  telah  mandi  dengan  air.  Wallahu  alam." 

Pada  bab  terdahulu  (liwath,  pentj  telah  disebutkan  sebuah  hadits 
yang  berbunyi: 


* ' * 


j 5 £ ^ 3 ^ f , S-  s l __  C ^ 3 t t s A i 

y 1 Lj-’  -UL?  LaIS  LA  3 \ l - -Ln  l >-  ^i\  • ^ 

s'  * 


Barangsiapa  menggauli  istri  yang  sedang  haid  atau  pada  duburnya,  atau 
mendatangi  seorang  dukun,  maka  ia  telah  kafir  terhadap  apa  yang  diturunkan 
kepada  Muhammad.500 


Juga: 


\js 


t , „ 0 f 1 ^ i''  df  0 ' . 

y~  ^ $1^*1  j'  L/2jI>-  Ji\  j 


558.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (7/47/1),  At-Tirmidzi  (1171 ),  Ibnu  Majah  (1854 ),  Al-Hakim  (4/1 73)  dan 
Ath-Thabrani  (23/374/884).  Asy-Syaikh  berkata  dalam  Dha'ifAI-Jami'{2226)  dha'if. 

559.  Diriwayatkan  oleh  Ath-Thayalisi  (1097),  Ahmad  (4/22.23).  At-Tirmidzi  (1160).  Ath-Thabrani  (8235,8248,8224). 
Ibnu  Hibban  (4165),  Al-Baihaqi  (7/294)  dan  isnadnya  shahih  dari  Thalq. 

560.  dan  561 . Telah  disebutkan  di  muka  dalam  dosa  yang  ke  sebelas. 

294 1 Dio haBesar 


Terlaknatlah  orang  yang  menggauli  istrinya  ketika  haid  atau  pada  anusnya.  ' 

Nifas  hukumnya  sama  dengan  haid  sampai  empat  puluh  hari. 

Seorang  wanita  tidak  boleh  mentaati  suaminya  apabila  si  suami 
hendak  menggaulinya  ketika  ia  sedang  haid  atau  nifas,  dan  ia  wajib 
mentaatinya  pada  selain  dari  dua  keadaan  tersebut.  Wanita  harus 
menyadari  bahwa  dirinya  adalah  milik  suaminya.  Karenanya  ia  tidak 
boleh  bertindak  sekehendak  hatinya  atau  membelanjakan  harta  suami 
kecuali  dengan  seizinnya.  Ia  harus  mendahulukan  hak  suami  dari  pada 
haknya  sendiri.  Juga  hak  keluarga  suami,  harus  didahulukan  dari  pada 
hak  keluarganya.  Ia  harus  selalu  siap  melayani  suami  dalam  keadaan 
bersih  dan  rapi.  Ia  tidak  boleh  membanggakan  kecantikannya  pada 
suaminya  dan  mencela  keburukan  rupa  suaminya  jika  si  suami  kurang 
tampan. 

Al-Ashma'iy  berkata,  "Saya  pernah  mengunjungi  suatu  dusun.  Di 
sana  saya  melihat  seorang  wanita  cantik  yang  mempunyai  suami  buruk 
rupa.  Saya  katakan  kepada  wanita  cantik  itu,  'Bagaimana  kamu  rela 
bersua-mikan  orang  seperti  dia?'  Wanita  itu  menjawab,  ’Hei  kamu, 
dengarlah!  mungkin  ia  telah  berbuat  baik  antara  ia  dan  Khaliqnya,  lalu 
Dia  menjadikan  aku  sebagai  pahala  baginya.  Atau  mungkin  aku  pernah 
melakukan  perbuatan  yang  tidak  baik,  lalu  ini  menjadi  hukuman 
bagiku!'" 

’Aisyah  yy  berkata,  "Wahai  kaum  wanita,  seandainya  kalian 
mengetahui  apa  saja  hak-hak  suami  kalian  atas  diri  kalian,  niscaya  setiap 
wanita  di  antara  kalian  akan  mengusap  debu  di  kaki  suaminya  dengan 
pipinya." 

Rasulullah  bersabda,  " Istri-istri  kalian  dari  golongan  penghuni 
surga  adalah  yang  penuh  kasih  sayang,  yang  apabila  ia  menyakiti  suami  atau 
disakiti  suami  ia  akan  datang  kepada  suaminya  itu  sambil  meletakkan 
tangannya  di  telapak  tangan  suaminya  supaya  berkata,  "Saya  tidak  akan 
tidur  sampai  Kanda  ridla  kepada  saya."~'°2 

Diwajibkan  pula  bagi  wanita  untuk  selalu  bersikap  malu  kepada 
suaminya,  menundukkan  mata  di  hadapannya,  mematuhi  segala 
perintahnya,  diam  ketika  suaminya  berbicara,  berdiri  ketika  suaminya 
datang  dan  beranjak  pergi,  menjauhi  segala  yang  dibencinya,  siap 


:c2  Diriwayatkan  oleh  Ad-Daruquthni  dalam  Al-Md.  Ath-Thabrani  (19/140/307)  dan  juga  dalam  Al-Ausath 
1 5648)  dari  Ka’ab  bin  Ajrah  dan  di-basa/>kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahih  (2604)  dan  diriwayatkan 
oleh  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (17 64)  an  Ash-Shaghir(  1 1 8)  dari  Anas  dengan  lafal  “Maukah  kuberitahu 
kalian  tentang  kaum  perempuan  kalian  Al-Hadits 


Durhaka  Kepada  Suami  ►►  295 


melayani  suami  kala  ia  akan  tidur,  tidak  berkhianat  kala  ia  tidak  di  rumah; 
baik  itu  berkenaan  dengan  tempat  tidur,  harta,  dan  rumahnya.  Istri 
juga  harus  selalu  mengharumkan  tubuhnya  dengan  wewangian, 
bersiwak  untuk  mengusir  bau  mulutnya,  berdandan  di  kala  suami  ada 
di  rumah,  dan  tidak  melakukannya  ketika  suaminya  pergi,  serta  selalu 
menghormati  keluarga  dan  kerabat  suami.  Satu  lagi,  yang  sedikit  dari 
(kebaikan)  suami  mesti  dilihat  banyak. 

Pasal  Keutamaan  Wanita  yang  Taat  Kepada  Suami  dan 
Kerasnya  Siksa  Bagi  yang  Durhaka 

Wanita  yang  benar-benar  takut  kepada  Allah  W mestilah  berusaha 
keras  untuk  taat  kepada  Allah  dan  suaminya  serta  mencari  keridlaan 
suaminya  semaksimal  mungkin.  Suaminya  itulah  surga  dan  nerakanya. 
Ini  berdasarkan  sebuah  hadits  yang  berbunyi; 

i'  i'3'  . s -i  ' f ' 0 . •' 

Wanita  mana  saja  yang  meninggal  dunia  sedangkan  suaminya  ridla 
terhadapnya,  niscaya  akan  masuk  ke  dalam  surga/"* 

Juga,  “Jika  seorang  wanita  telah  mengerjakan  shalat  lima  waktu,  puasa 
di  bulan  Ramadlan,  dan  taat  kepada  suaminya,  maka  ia  berhak  untuk  masuk 
ke  dalam  surga  dari  pintu  mana  pun  yang  dikehendakinya.  ”5b4 

Diriwayatkan  pula  bahwa  Rasulullah  bersabda,  "Wanita  yang 
taat  kepada  suaminya  itu  akan  dimintakan  ampun  oleh  burung-burung  di 
angkasa,  ikan-ikan  di  lautan,  para  malaikat  di  langit,  serta  matahari  dan 
bulan,  selama  ia  berada  dalam  keridlaan  suaminya.  Wanita  mana  saja  yang 
durhaka  kepada  suaminya,  maka  ia  akan  mendapatkan  laknat  dari  Allah, 
malaikat,  dan  manusia  seluruhnya.  Wanita  mana  saja  yang  bermuka  masam 
di  depan  suaminya,  maka  ia  akan  mendapat  kemurkaan  Allah  sampai  ia 
membuat  suaminya  tertawa  dan  mendapat  keridlaan  suaminya.  Wanita  mana 
saja  yang  keluar  dari  rumahnya  tanpa  seizin  suaminya,  ia  akan  dilaknat  oleh 
malaikat  sampai  ia  pulang."*"" 

Dalam  hadits  lain  disebutkan  bahwa  Rasulullah  S*  bersabda,  "Empat 
macam  wanita  ahli  surga  dan  empat  macam  ahli  neraka.  Empat  wanita  penghuni 

563.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

564.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Hibban  (4163)  dan  Ath-Thabrani  dalam  Al-Ausath  (4598)  dari  Abu  Hurairah.  Dan 
diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/1 91 ) dan  Ath-Thabrani  Ausath  (8805)  dari  Abdurrahman  bin  Auf.  Dan  diriwayatkan 
oleh  Al-Bazzar  ( 1 463)  dari  Anas  dan  d\-shahih-kar\  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami'(  661 ). 

565.  Aku  belum  menemukannya. 

296  | D“b %a  Besar 


surga  adalah ; wanita  yang  menjaga  diri  dari  hal-hal  yang  diharamkan,  taat 
kepada  Allah  dan  suaminya;  wanita  yang  banyak  anak , sabar,  dan  merasa  puas 
(qana'ah)  terhadap  yang  sedikit  bersama  suaminya;  wanita  yang  pemalu,  jika 
suaminya  pergi  ia  menjaga  diri  dan  harta  suaminya  dan  jika  suaminya  ada 
maka  ia  menjaga  lisannya;  dan  yang  keempat  adalah  wanita  yang  ditinggal 
mati  oleh  suaminya  yang  ia  memiliki  anak-anak  yang  masih  kecil,  lalu  ia  menahan 
diri,  mengurus,  mendidik,  dan  berbuat  baik  kepada  anak-anaknya,  serta  tidak 
menikah  lagi  karena  khawatir  anak-anaknya  akan  menjadi  terlantar.  Sedangkan 
empat  wanita  ahli  neraka  adalah;  wanita  yang  tidak  bisa  menjaga  lisannya, 
tidak  bisa  menjaga  diri  kala  suaminya  pergi,  dan  jika  ada  ia  menyakitinya  dengan 
kata-katanya;  kedua,  wanita  yang  suka  membebani  suaminya  dengan  apa-apa 
yang  tidak  disanggupi  oleh  suaminya;  ketiga,  wanita  yang  tidak  menutup 
auratnya  dari  laki-laki  lain  serta  suka  bersolek  kala  keluar  rumah;  dan  yang 
keempat  adalah  wanita  yang  kerjanya  hanya  makan,  minum  dan  tidur,  Ia  tidak 
mempunyai  keinginan  sama  sekali  untuk  mengerjakan  shalat,  taat  kepada 
Allah,  taat  kepada  Rasul-Nya,  pun  tidak  untuk  taat  kepada  suaminya.  Wanita 
seperti  ini  jika  keluar  dari  rumahnya  tanpa  seizin  suaminya  maka  ia  terkutuk 
dan  termasuk  ahli  neraka,  kecuali  jika  ia  bertaubat  kepada  Allah."56b 

Rasulullah  bersabda: 


c- 


V J 


B 


Aku  memandang  ke  dalam  neraka,  maka  tampak  olehku  kebanyakan 
penghuninya  adalah  wanita. ^ 

Yang  demikian  ini  disebabkan  oleh  kurangnya  ketaatan  mereka 
kepada  Allah,  Rasulullah,  dan  suami  mereka.  Juga  karena  seringnya 
mereka  memamerkan  kecantikan  mereka  kepada  selain  suaminya. 
Apabila  mereka  hendak  keluar  rumah,  mareka  memakai  pakaian  yang 
indah-indah,  berhias  dan  mempercantik  diri  sehingga  menimbulkan 
fitnah  bagi- orang  banyak  . Jika  dirinya  sendiri  selamat,  orang  banyak 
belum  tentu  selamat  darinya.  Karena  itulah  Rasulullah  -tgg  bersabda: 

> ^ ^ ^ 1*^  > s o 

^ 3 «V  , 3 s * s ^ 3 .-  £3  j 


Wanita  itu  aurat,  jika  ia  keluar  rumah  maka  setan  memuliakannya ,568 


566.  Aku  belum  menemukannya  dengan  iafazh  seperti  Ini.  Akan  tetapi  terdapat  riwayat  shahih  Sa'ad  secara 
marfu'  dengan  Iafazh. 'Arba' mmas  sa'adah"  dan  "Arba' mmasy  syaqa"\  dan  ini  shahihdah  Shahihul Jamf 
(887),  dan  Ash-Shahihah  (282). 

567.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Bukhari  (3241 ) dan  Muslim  (2737)  dari  Ibnu  Abbas. 

568.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1 1 73).  Ibnu  Hibban  (5598.5599),  Ibnu  Khuzaimah  (1686)  dan  Ath-Thabrani 
(10115)  dari  Ibnu  Mas'ud.  Dan  ia  shahih.  lihat  Shahih  Al-Jami' (6690)  dan  Al-lrwa  '(273). 


Durhaka  t kepada  Suami  ►►  297 


Anugerah  terbesar  dari  Allah  bagi  seorang  wanita  adalah  ketika  ia 
ada  di  dalam  rumah.  Dalam  sebuah  hadits  disebutkan, " Wanita  itu  adalah 
aurat.  Karenanya  tahanlah  ia  di  dalam  rumah d'™9 

Seorang  wanita  jika  telah  keluar  ke  jalan,  keluarganya  bertanya, 
" Mau  ke  mana?"  maka  wanita  itu  akan  menjawab,  " Mau  mengunjungi 
orang  sakit."  atau  "Mau  berta'ziyah."  atau  seribu  satu  alasan  lainnya, 
demikianlah  setan  membujuknya  sampai  akhirnya  ia  keluar  dari 
rumahnya 

Sungguh  wanita  itu  tidak  akan  mendapatkan  ridla  Allah  melebihi 
yang  didapatnya  dengan  tinggal  di  rumahnya  sambil  terus  beribadah 
kepada  Rabbnya  dan  berbakti  kepada  suaminya. 

'Ali  2$«  berkata  kepada  istrinya,  Fathimah  %$. , "Wahai  Fathimah, 
apa  yang  paling  baik  bagi  seorang  wanita?"  Fathimah  menjawab, 
"Tidak  melihat  laki-laki  dan  tidak  dilihat  oleh  mereka." 

Pada  suatu  hari  'Aisyah  dan  Hafshah  sedang  duduk-duduk 
bersama  Rasulullah  lalu  masuk  Ibnu  Ummi  Maktum  yang  buta. 
Nabi  berkata  kepada  keduanya,  "Berhijablah  kalian  berdua  darinya!" 
Mereka  menjawab,  "Wahai  Rasulullah,  bukankah  ia  seorang  yang  buta, 
yang  tidak  melihat  kami  dan  tidak  mengetahui  kami?"  Beliau  menjawab, 
"Apakah  kalian  berdua  buta?  Apakah  kalian  berdua  tidak  melihatnya?"570 

Sebagaimana  laki-laki  wajib  menundukkan  pandangan  dari  wanita, 
begitu  pun  wanita  wajib  menundukkan  pandangan  dari  laki-laki.  Seperti 
yang  diungkapkan  oleh  Fathimah  di  depan,  yang  baik  bagi  wanita 
adalah  tidak  melihat  laki-laki  dan  tidak  dilihat  oleh  mereka. 

Apabila  seorang  wanita  terpaksa  keluar  rumah  untuk  mengun- 
jungi kedua  orang-tuanya  atau  kerabatnya,  atau  untuk  urusan  penting 
lainnya,  maka  hendaklah  ia  keluar  dengan  seizin  suaminya  dan  tanpa 
memamerkan  kecantikannya.  Yaitu  dengan  memakai  pakaian  yang 
menutup  seluruh  tubuhnya  dan  sepanjang  perjalanan  ia  harus 
menundukkan  pandangannya,  tidak  memandang  ke  sana  ke  mari.  Jika 
ia  tidak  memenuhi  syarat-syarat  tersebut,  berarti  ia  telah  berbuat 
durhaka. 

Dikisahkan  ada  seorang  wanita  yang  semasa  hidupnya  suka 
memamerkan  kecantikannya.  Suatu  saat  ia  keluar  rumah  dan  seperti 


569.  Aku  belum  menemukannya. 

570.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4112)  dan  At-Tirmidzi  (2940)  dari  Ummu  Salamah.  Dan  di-c/Aia  77-kan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Dha'ifAbi  Dawud  (887)  dan  A/-/rwa’(1806). 

298 1 Besar 


biasa  ia  memamerkan  kecantikannya.  Lalu  ia  mati.  Sebagian  keluarga- 
nya menyaksikannya  dalam  mimpi  bahwa  ia  dihadapkan  kepada 
Allah  dengan  pakaian  yang  sangat  tipis.  Tiba-tiba  bertiup  angin  dan 
pakaiannya  tersingkap  sehingga  Allah  berpaling  darinya  seraya 
berfirman,  "Bawalah  ia  ke  arah  kiri,  ke  neraka.  Sesungguhnya  di  dunia  dulu 
ia  termasuk  yang  suka  memamerkan  kecantikannya." 

'Ali  bin  Abu  Thalib  cgg  berkata,  "Pada  suatu  hari  aku  dan  Fathimah 

mengunjungi  Nabi  ygr  Kami  mendapati  beliau  dalam  keadaan 
menangis  tersedu-sedu.  Lalu  aku  bertanya,  'Ayah  dan  ibuku  menjadi 
tebusan  bagimu  wahai  Rasulullah,  apakah  yang  menyebabkan  Anda 
menangis?'  Beliau  menjawab,  'Wahai  'Ali,  pada  malam  aku  diisra'kan  ke 
langit,  aku  melihat  para  wanita  dari  umatku  sedang  disiksa  dengan  berbagai 
adzab.  Aku  menangis  karena  menyaksikan  beratnya  siksaan  itu.  Aku  melihat 
ada  wanita  yang  tergantung  pada  lidahnya  dan  dituangkan  ke  dalam 
tenggorokannya  timah  yang  mendidih.  Ada  juga  wanita  yang  kedua  kakinya 
diikatkan  ke  dadanya  dan  kedua  tangannya  diikatkan  ke  ubun-ubunnya.  Ada 
pula  seorang  wanita  yang  tergantung  pada  buah  dadanya.  Juga  wanita  yang 
berkepala  babi  dan  berbadan  keledai  yang  ditimpakan  kepadanya  sejuta  macam 
adzab. Aku  lihat  pula  wanita  berupa  seekor  anjing.  Dari  mulutnya  api  masuk 
dan  keluar  dari  duburnya,  sedangkan  para  malaikat  memukul  kepalanya  dengan 
godam  dari  api.'  Fathimah  ;-k  berdiri  seraya  berkata,  'Wahai  kekasihku 
dan  permata  hatiku,  apa  amalan  yang  telah  mereka  lakukan  sehingga 
mereka  menerima  adzab  yang  sedemikian  mengerikan?'  Beliau 
menjawab,  "Wahai  anakku,  wanita  yang  tergantung  pada  rambutnya  itu  adalah 
wanita  yang  tidak  menutupi  rambutnya  dari  pandangan  laki-laki.  Wanita  yang 
tergantung  pada  lidahnya  itu  adalah  wanita  yang  suka  menyakiti  suami.  Wanita 
yang  tergantung  pada  buah  dadanya  itu  adalah  wanita  yang  berbuat  mesum  di 
tempat  tidur  suaminya.  Wanita  yang  kedua  kakinya  diikat  ke  dadanya  dan 
kedua  tangannya  diikat  ke  ubun-ubunnya  serta  dikerumuni  oleh  ular  dan 
kalajengking  adalah  wanita  yang  tidak  mensucikan  tubuhnya  dari  janabah  dan 
haid  serta  menyia-nyiakan  shalat.  Wanita  yang  kepalanya  kepala  babi  dan 
badannya  badan  keledai  adalah  wanita  yang  banyak  mengadu  domba  lagi 
pendusta.  Sedangkan  wanita  yang  berupa  seekor  anjing  sedangkan  api  masuk 
ke  mulutnya  dan  keluar  dari  duburnya  adalah  wanita  yang  suka  mengungkit- 
ungkit  pemberian  dan  pendengki 

Mu'adz  bin  Jabal  ig?  berkata,  Rasulullah  5 p:  bersabda: 


gili'li  JjijJ  v j Ov  j j ylJls  Vj  1 —J  jJi  ^ t J 51  y>\  <_£  i 'j 


571 . Belum  aku  temukan,  tapi  tak  kuragukan  lagi  kepalsuan  hadits  ini. 


Durhaka  Kep ada  Suami  ►►  299 


Upr  *j  sl  lj^  Ajj' 

Tidaklah  seorang  wanita  itu  menyakiti  hati  suaminya  di  dunia  melainkan 
bidadari  yang  menjadi  istri  suaminya  akan  berkata,  "Jangan  kamu  sakiti  dia! 
Semoga  Allah  membinasakanmu!"  Dan  ketahuilah  wahai  putriku, 
kecelakaanlah  bagi  wanita  yang  durhaka  kepada  suaminya.”572 


Pasal  Tanggung  Jawab  Suami  Terhadap  Istri 


Jika  seorang  wanita  diperintahkan  supaya  mentaati  suaminya  dan 
mencari  keridlaannya,  seorang  suami  pun  diperintahkan  supaya  berbuat 
baik  dan  bersikap  lemah  lembut  kepada  istrinya.  Juga  supaya  bersabar 
atas  sikap  kurang  baik  dari  istrinya  dan  yang  lainnya.  Selain  itu,  ia  harus 
memberikan  hak-hak  istrinva;  baik  berupa  nafkah,  pakaian,  dan  pergaulan 
yang  baik,  sebagaimana  difirmankan  oleh  Allah,  “Dan  pergaulilah  istri- 
istrimu  dengan  cara  yang  baik.”  (An-Nisa’:  19) 

Juga  sabda  Nabi  JJg,: 


S-W  Uli  U>-  -UnUp  .*SuL~-U  U^>-  Js-  S-  jl  \ ya y i 

3 f Z-  ' a - 3 f f o ^ f s 

. *'  S'  9 ' \ 9 S - ” • * ' S'  9 " a •*  ■ ' ♦ " 

0 Jfc-U  yj  U 2 * w • r*  ' «Jtis?  J’3  ' wvO 

i ^ f i --3  £ 3 'y  * 3 3 « 3 ^ o’!”-  5 J 


Bersikap  baiklah  kepada  wanita  (istri-istri  kalian)!  Ketahuilah  bahwa  kalian 
mempunyai  hak  atas  mereka  dan  mereka  pun  mempunyai  hak  atas  kalian. 
Hak  kalian  atas  mereka  adalah  tidak  membiarkan  laki-laki  yang  tidak  kalian 
sukai  menginjak  tempat  tidur  kalian  serta  tidak  mengizinkan  laki-laki  yang 
tidak  kalian  sukai  memasuki  rumah  kalian. Sedangkan  hak  mereka  atas  kalian 
adalah  kalian  berbuat  baik  kepada  mereka  dalam  hal  pakaian  dan  makanan."' 

Rasulullah  sgg  bersabda: 

U &j3 

Waspadailah  para  tawanan. 

Rasulullah  (S.  menyamakan  kedudukan  istri  dalam  kekuasaan 
suaminya  dengan  seorang  tawanan  dalam  kekuasaan  orang  yang 

572,  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/242),  At-Tirmidzi  (11 84).  Ibnu  Majah  (201 4)  dan  Ath-Thabrani  (20/1 1 3/224)  da' 
Mu’adz.  Dan  ia  berada  dalam  ShahihAI-Jami't 7192)  dan  Ash-Shahthah  (M3). 

573,  Bagian  dari  hadits  yang  diriwayatkan  oleh  Muslim  (1218)  dari  Jabir,  dan  diriwayatkan  oleh  At-Tirmidz 
(1 1 63)  dan  Ibnu  Majah  (1851)  dari  Amr  bin  Aush  dan  didalamnya  terdapat  kelemahan. 

300 1 d:d *saBesar 


menawannya. 

Beliau  J^g.  juga  bersabda: 


Orang  yang  paling  baik  di  antara  kalian  adalah  yang  paling  baik  terhadap 
istrinya.'1 

Dalam  riwayat  yang  lain: 


Orang  yang  paling  baik  di  antara  kalian  adalah  yang  paling  lembut  terhadap 
istrinya.' 

Rasulullah  sendiri  adalah  orang  yang  paling  lembut  terhadap 
istrinya.  Beliau  bersabda,  “Laki-laki  mana  saja  yang  bersabar  terhadap 
akhlak  tercela  istrinya,  niscaya  Allah  akan  memberinya  pahala  seperti  pahala 
yang  diberikan-Nya  kepada  Ayyub  ••  -d d yang  sabar  dalam  tnenerima  ujian 
dari-Nya.  Wanita  mana  saja  yang  bersabar  terhadap  akhlak  tercela  suaminya, 
niscaya  Allah  akan  memberinya  pahala  seperti  pahala  yang  diberikan-Nya 
kepada  Asiyah  binti  Muzahim,  istri  Fir'ann d7" 

Diriwayatkan  ada  seorang  laki-laki  datang  mengunjungi  'Umar  bin 
Khaththab  ygp,  untuk  mengadukan  keburukan  akhlak  istrinya.  Orang 
itu  berdiri  di  pintu  rumah  'Umar  menunggu  dia  keluar.  Tiba-tiba 
terdengar  olehnya  suara  istri  'Umar  yang  Mengeluarkan  kata-kata  kasar 
kepadanya,  sedangkan  'umar  diam  saja.  Dia  tidak  menjawab  sepatah 
kata  pun.  Orang  itu  pun  beranjak  pergi  seraya  berkata  dalam  hati,  "Jika 
'Umar  yang  terkenal  keras  dan  tegas  saja  seperti  itu  padahal  dia  amirul 
mukminin,  lalu  bagaimana  dengan  diriku?"  Ketika  itu  'Umar  keluar 
dan  melihat  lelaki  itu  sudah  berbalik  untuk  pergi.  Maka  ia  pun 
memanggilnya,  "Wahai  fulan,  apa  keperluanmu  datang  ke  mari?" 
Orang  itu  menjawab,  "Wahai  amirul  mukminin,  sebenarnya  kedatangan 
saya  ke  mari  untuk  mengadukan  keburukan  akhlak  istri  saya  kepada 
Anda.  Namun,  ketika  saya  sampai  di  sini,  saya  mendengar  istri  Anda 
pun  ternyata  bersikap  sama  dengan  istri  saya.  Maka  saya  berkata  dalam 


574.  Diriwayatkan  oieh  At-Tirmidzi  (3895).  Ad-Darimi  (2260)  dan  Ibnu  Hibban  (4177)  dari  Aisyah  dan  d\-shahih- 
kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihahi  1.513). 

575.  Aku  beium  menemukan  hadits  im  dengan  iafazh  ini.  Dan  telah  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6/47,99)  dan  Al- 
Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab(8719)  dengan  lafal  "kaum  mukminin  yang  paling  sempurna  imannya  adalah 
mereka  yang  paling  bagus  akhlaknya  dan  paling  lembut  terhadap  keluarganya."  dan  baginya  berbagai 
riwayat  pendukung  yang  men-sbabib-kan  hadits  dengannya  dalam  Shahth  Al-Jami'l 3316). 

576.  Aku  belum  mendapatkannya 


Durhaka  Kepada  Suami  » 301 


hati,  Jika  keadaan  amiruJ  mukminin  dengan  istrinya  saja  seperti  itu 
lalu  bagaimana  dengan  diriku?1.  Saya  pun  mengurungkan  niat  saya  dan 
mau  pulang.  Umar  berkata,  "Wahai  saudaraku,  aku  memaafkannya 
karena  beberapa  sebab;  ia  adalah  juru  masak  untuk  makananku, 
membuatkan  roti  untukku,  mencucikan  bajuku,  dan  menyusui  anak- 
anakku  ...  padahal  itu  semua  tidak  wajib  baginya.  Pun  juga  dialah  yang 
menenangkan  hatiku  dari  perbuatan  haram,  karena  semua  itulah  aku 
memaafkannya."  Orang  itu  menjawab,  "Wahai  amirul  mukminin,  begitu 
pulalah  dengan  istriku."  Umar  berkata  lagi,  "Maafkanlah  dia  wahai 
saudaraku,  itu  tidak  lama!" 

Dikisahkan,  ada  seorang  shalih  vang  mempunyai  saudara  fillaah 
(karena  Allah)  yang  juga  seorang  yang  shalih.  Setahun  sekali  ia 
mengunjungi  saudaranya  itu.  Suatu  saat  ia  mengunjungi  saudaranya 
dan  mengetuk  pintu  rumahnya.  Terdengar  suara  istrinya  menyahut, 
"Siapa  di  luar?".  Ia  menjawab,  "Aku,  saudara  suamimu  fillaah.  Aku 
datang  untuk  mengunjunginya."  Wanita  itu  berkata,  "Ia  sedang  pergi 
mencari  kavu  bakar.  Kuharap  ia  tidak  kembali  dengan  selamat!"  Lalu 
wanita  itu  mencela  dan  mencaci-maki  suaminya  sekehendak  hatinya. 

Ketika  ia  sedang  berdiri  di  depan  pintu  itu,  orang  yang  ditunggu- 
tunggunya  pun  datang  dari  arah  gunung  sambil  membawa  seikat  kayu 
bakar  yang  diletakkannya  di  atas  punggung  seekor  singa.  Ia  menuntun 
singa  itu!.  Orang  yang  baru  datang  itu  memberi  salam  kepada 
saudaranya  dan  mengucapkan  selamat  datang  kepadanya.  Ia  masuk 
rumah  dan  memasukkan  kayu  bakarnya  lalu  berkata  kepada  si  singa, 
"Pergilah!  Semoga  Allah  memberkatimu."  Kemudian  orang  itu 
mempersilakan  saudaranya  masuk  rumah.  Adapun  istrinya  masih  terus 
saja  mengomelinya  sedangkan  ia  diam  saja  tidak  menjawab.  Ia  makan 
bersama  saudaranya  itu  sekedarnya  lalu  saudaranya  berpamitan. 
Saudaranya  itu  heran  atas  kesabaran  saudaranya  terhadap  istrinya. 

Tahun  berikutnya  ia  datang  kembali.  Ketika  mengetuk  pintu  rumah 
saudaranya.  Dari  dalam  terdengar  suara  istri  saudaranya,  "Siapa  itu?" 
Ia  menjawab,  "Saya,  saudara  suamimu  fillah."  Wanita  itu  berkata  lagi, 
"Selamat  datang,  ahlan  wa  sahlan.  Mohon  menunggu  sebentar  in 
syaa’alLah  beliau  akan  datang  dengan  selamat  dan  sejahtera."  orang 
itu  kagum  akan  lembut  dan  halus  budi  bahasa  istri  saudaranya.  Tak 
lama  kemudian  datanglah  saudaranya  sambil  memikui  kayu  bakar  di 
pundaknya.  Sekali  lagi  ia  terheran-heran  menyaksikannya. 

Setelah  mengucapkan  salam  dan  masuk  ke  rumah,  ia  mempersila- 
kan saudaranya  masuk.  Istri  saudaranya  itu  menghidangkan  makanan 

302 1 °~b%aBesar 


bagi  keduanya  sambil  mempersilakan  mereka  makan  dengan  kata-kata 
yang  ramah  dan  lembut. 

Ketika  akan  pulang,  ia  berkata  kepada  saudaranya.  Wahai 
saudaraku,  jawablah  dengan  jujur  pertanyaanku  ini."  "Apakah  itu,  wahai 
saudaraku?",  ia  balik  bertanya.  "Setahun  yang  lalu,  kala  aku 
mengunjungi-mu,  aku  mendengar  kata-kata  istrimu  yang  kotor  dan 
kasar,  tidak  beradab,  dan  banyak  mencela.  Aku  juga  melihatmu  datang 
dari  arah  gunung  bersama  seekor  singa  yang  membawakan  kayu 
bakarmu  dan  selalu  menuruti  apa  yang  kamu  katakan.  Tetapi  sekarang, 
aku  lihat  istrimu  berbudi  bahasa  nan  halus  dan  tak  terdengar  celaan 
sedikit  pun.  Juga  kamu  membawa  kayu  bakar  di  punggungmu  sendiri. 
Bagaimana  semua  ini  terjadi?",  tanyanya.  Sauda-ranya  menjawab, 
"Wahai  saudaraku,  Istriku  yang  bawel  itu  sudah  mening-gal.  Aku 
dahulu  sabar  menghadapi  akhlak  buruk  dan  segala  perlakuannya. 
Bersamanya  aku  sangat  kesusahan  tetapi  aku  selalu  memaafkannya. 
Karena  itulah  Allah  menundukkan  seekor  singa  untukku  supaya 
membantuku  memi-kul  kayu  bakai'  seperti  yang  kamu  lihat.  Setelah 
istriku  itu  meninggal,  aku  pun  menikahi  wanita  shalihah  ini.  Maka 
aku  pun  hidup  berbahagia  bersama-nya  dan  singa  itu  meninggalkanku 
sehingga  aku  harus  memikul  kayu  bakar  di  atas  punggungku  sendiri. 
Semua  itu  karena  aku  sudah  bersenang-senang  dengan  istriku  vang 
sangat  taat  kepadaku  nan  penuh  berkah." 

Marilah  kita  memohon  kepada  Allah  agar  diberi  r i z k i berupa 
kesabaran  terhadap  apa  saja  vang  dicintai  dan  diridlai-Nva. 
Sesungguhnya  Dia  Maha  memberi  lagi  Maha  Pemurah. 


Durhaka  Kepada  5uami  ►►  303 


DJsa 

Besar 


MENGGAMBAR  DAN  MELUKIS 


Allah  w'  berfirman: 


l; . ^ a V:\js-  >-jJ  -Xp'  * j >-S'  * iduj'  ^ jJt'  ■>  ;• «J  <09 


Sesungguhnya  orang-orang  yang  menyakiti  Allah  dan  Rasul-Nya,  Allah  akan 
melaknatinya  di  dunia  dan  di  akhirat,  dan  menyediakan  baginya  siksa  yang 
menghinakan.  (Al-Ahzab:  57) 

'Ikrimah  berkata,  "Vang  dimaksud  oleh  ayat  tersebut  adalah  mereka 
yang  membuat  gambar-gambar." 

Ibnu  'Umar  A&i  berkata,  "Rasulullah  sg*  bersabda  “Sesungguhnya 
orang-orang  yang  membuat  gambar-gambar,  akan  disiksa  pada  hari  kiamat 
kelak.  Dikatakan  kepada  mereka,  'Hidupkanlah  apa-apa  yang  kalian  ciptakan 
itu!."-'77 

'Aisyah  ■©$  berkata,  "Ketika  Rasulullah  og  pulang  dari  suatu 
perjalanan,  beliau  datang  menemuiku.  Sebelumnya  aku  telah  memasang 
tirai  pada  lubang  angin  di  tembok  berupa  kain  tipis  yang  bergambar. 
Ketika  beliau  melihat  lain  itu,  wajah  beliau  langsung  berubah  seraya 
berkata,  'Wahai  'Aisyah,  manusia  vang  paling  berat  siksanya  pada  hari 
kiamat  kelak  adalah  orang-orang  vang  mencoba  menyamai  Allah  dalam 
hal  menciptakan  sesuatu."'  'Aisvah  melanjutkan,  "Maka  aku  pun 
memotong  kain  itu  dan  aku  jadikan  ia  dua  buah  bantai. 

Ibnu  'Abbas  W berkata,  "Saya  mendengar  Rasulullah  ^ bersabda: 

^ . , "i-  ./  * * S'  > - ''  - ' - . • * - > "i^' 

^ LAj  CNj  <U  j UJ 1 <3  j p 


577.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5951 .7558)  dan  Muslim  (2108). 

578.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhart  (5954)  dan  Muslim  (2106). 


Menggambar  dan  Melukis  ►►305 


Semua  tukang  gambar  akan  masuk  neraka.  Setiap  gambar  yang  dibuatnya 
akan  diberi  nyawa  dan  akan  menyiksanya  di  neraka  jahannam . ’ 11 


Masih  dari  Ibnu  'Abbas 
Rasulullah  bersabda: 

Ijji  ■*  4J  T-  4 w' 

• ~ v ' ' 


katanya,  "Saya  telah  mendengar 


'V 


Barangsiapa  membuat  gambar  di  dunia  kelak  pada  hari  kiamat  akan  dipaksa 
untuk  meniupkan  nyawa  ke  dalamnya,  padahal  ia  tidak  akan  pernah  bisa 
meniupkannya  ke  dalamnya  selama-lamanya ,5S0 

Rasulullah  bersabda: 


Allah  'azza  wajalla  berfirman,' Siapa  yang  lebih  zhalim  dari  pada  orang  yang 
berusaha  membuat  ciptaan  seperti  ciptaan-Ku?!  Maka  hendaklah  mereka 
membuat  sebutir  biji,  atau  sebutir  j agung  (kalau  bisa )/’?lS1 

Nabi  bersabda: 


uj 


<uJi 


lio 


v 


>k->T 


Nanti  pada  hari  kiamat  akan  keluar  unqun  ( jenis  binatang)  dari  dalam  neraka, 
ia  berkata,  "Aku  diperintahkan  untuk  (menyiksa)  tiga  jenis  manusia;  orang- 
orang  yang  menyekutukan  Allah  dengan  sesuatu,  penguasa  yang  kejam  lagi 
bengis,  dan  tukang-tukang  gambar."'*2 

Rasulullah  bersabda: 

> s - ' 3 - } , y 3 % 

- * y > '•*  l •l'”3''  z'*"  , ' l | ^ 0 / | 

o . = — i a o Lio  l>-Oj  } 

v'  ^ V - Lz 

Malaikat  (pembawa  rahmat)  tidak  akan  memasuki  rumah  yang  di  dalamnya 
ada  anjing  atau  gambar. 

Di  dalam  Sunan  Abu  davvud  disebutkan  sebuah  hadits  yang 
diriwayatkan  oleh  'Ali  bin  Abu  Thalib  bahwa  Rasulullah  bersabda: 

579.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2225)  dan  Muslim  (2110) 

580.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5963)  dan  Muslim  (2110). 

581 . Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5953.7559)  dan  Muslim  (2111)  dari  Abu  Hurairah. 

582.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/336)  dan  At-Tirmidzi  (2574)  dari  Abu  Hurairah  dan  di-sbab/b-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-Shahih  (8051)  dan  Ash-Shahihah  { 512). 

583.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5948.5958),  Muslim  (2106)  dan  At-Tirmidzi  (2804)  dari  Thalhah. 

D-o%.,  Besar 


306 


Malaikat  (pembawa  rahmat)  tidak  akan  memasuki  rumah  yang  di  dalamnya 
ada  anjing  atau  gambar  atau  orang  junub.'*'* 

Menjelaskan  hadits  di  atas,  al-Khaththaabiy  zlr  berkata,  'Yang 
dimaksudkan  dalam  hadits  itu  adalah  malaikat  rahmat,  bukan  malaikat 
hafazhah  (penjaga).  Sebab  malaikat  hafazhah  itu  tidak  pernah 
meninggalkan  orang  yang  dijaganya,  baik  orang  yang  junub  maupun 
orang  yang  tidak  junub. Dikatakan  bahwa  yang  dimaksud  bukan  orang 
junub  bukanlah  orang  vang  mengakhirkan  mandi  sampai  tiba  waktu 
shalat,  tetapi  maksudnya  adalah  orang  junub  vang  tidak  mandi  dan 
meremehkan  perkara  mandi  janabah  ini,  serta  menjadikan  hal  itu 
sebagai  kebiasaan.  Ini,  karena  Nabi  ;;.;v  pernah  menggauli  istri-istri 
beliau  dengan  satu  kali  mandi  saja."  ' 

’Aisyah  iA.  berkata,  'Adalah  Rasulullah  tidur  dalam  keadaan 
junub  tanpa  menyentuh  air."5fis 

Adapun  yang  dimaksud  dengan  anjing  pada  hadits  itu  adalah 
orang  yang  memiliki  anjing  bukan  untuk  menjaga  ladang,  ternak,  atau 
berburu.  Jika  anjing  diperlukan  untuk  suatu  kepentingan  semisal 
menjaga  rumah,  maka  tidak  mengapa,  insya  Allah. 

Sedangkan  yang  dimaksud  dengan  gambar  adalah  semua  bentuk 
gambar  atau  lukisan  dari  makhluk  yang  bernvawa,  baik  ia  berupa 
patung,  ukiran  pada  langit-langit  rumah,  dinding,  atau  disulamkan  pada 
permadani  dan  kain  atau  ditempelkan  pada  suatu  tempat,  dan  lain 
sebagainya. 

Gambar-gambar  tersebut  wajib  dirusak  dan  dihilangkan  bagi 
orang  yang  mampu  melakukannya.  Imam  Muslim  meriwayatkan 
sebuah  hadits  dari  Hayyan  bin  Hushain  bahwa  'Ali  bin  Abu  Thalib  ASa 
berkata,  "Ketahuilah,  aku  mengutusmu  berdasarkan  apa  yang  Rasulullah 
mengutusku  dahulu,  yaitu;  Jangan  engkau  biarkan  satu  gambar  pun 
kecuali  engkau  hilangkan,  dan  jangan  engkau  biarkan  satu  kuburan  pun  yang 
menonjol  dari  permukaan  tanah  kecuali  engkau  ratakan  ta."5fr 

534  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1  83.dan  104.139.150).  Abu  Dawud  (227),  An-Nasa'i  (1/141).  Ibnu  Majah 
(3650)  dan  di-c(/ia'/7-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Dha'ifAbi  Dawud  (38)  dan  DhalfAI-Jami' (6203). 

585  Muttafaqun  'Alaih  dari  riwayat  Anas.  lihat  ShahihuIJamr (4977), 

5 36.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  dan  Abu  Dawud  (228).  At-Tirmidzi  (118.119).  dan  An-Nasa'i  beserta  Ibnu  Majah 
(581 ) dari  Aisyah  dan  di-s/iah/Man  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami’( 5019). 

557  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1  96.128).  Muslim  (669).  Abu  Dawud  (321 8).  An-Nasa'i  (4/88)  dan  Abu  Ya'la 
(338)  dari  Ali. 


Menggambar  dan  Melukis  ►►  307 


Semoga  Allah  menunjukkan  kepada  apa  saja  vang  dicintai  dai 
diridlai-Nya.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi  lagi  Maha  Pemurah. 


°-D*sa  Besar 


308 


D sa  /|  O 

Besar 

MEMUKUL  WAJAH,  MENJERIT-JERIT, 
MEROBEK-ROBEK  BAJU,  MENGGUNDULI 
KEPALA  DAN  BERSUMPAH  SERAPAH  DI 
KALA  MENGALAMI  MUSIBAH 


Imam  Bukhariy  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  Abdullah  bin 
Mas'ud  i#  , Rasulullah  yg  bersabda: 


■ulisUt.'1 


t>- 


Jj  lp: 


Bukan  termasuk  golongan  kami,  orang  yang  menampar  pipi,  merobek  saku, 
dan  menyeru  dengan  seruan-seruan  jahiliyyah /Si’ 

Imam  Bukhariy  dan  Imam  Muslim  juga  meriwayatkan  sebuah 
hadits  dari  Abu  Musa  ai-Asv'ariv  A bahwa  Rasulullah  yy;  berlepas 
diri  dari  shaliqah,  haliqah  dan  svaqqah. 

Shaliqah  adalah  wanita  yang  menjerit-jerit  ketika  ada  orang 
meninggal  dunia.  Haliqah  adalah  wanita  yang  menggunduli  kepalanya 
ketika  mengalami  musibah.  Syaqqah  adalah  wanita  yang  suka  merobek- 
robek  bajunya  kala  ditimpa  musibah.  Para  ulama  bersepakat  bahwa 
ketiga  perkara  ini  haram  hukumnya.  Begitu  juga  dengan  mencerai- 
beraikan  rambut,  menampar  pipi,  mencakar  wajah,  dan  mengucapkan 
sumpah  serapah. 

Ummu  Athiyyah  berkata,  'Rasulullah  y membaiat  kami  untuk 

tidak  meratap."'-'1' 


Abu  Hurairah 


meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


588.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1/432.456.465).  Al-Bukhari  (12971.(2197).  Muslim  (103).  At-Tirmidzi  (999),  An- 
Nasa’i  (4/20)  dan  Ibnu  Majah  ( 1 584)  dari  ibnu  Mas'ud. 

589.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

590.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (3. 389).  Ahmad  (6  407).  Al-Bukhari  (1306.3892.7215).  Muslim  (936) 
dan  An-Nasa'i  (7/148.1 49). 


Memukul  Wajah,  Menjerit  jerit.  Merobek- robek  Baju  ....  ►►  309 


Dua  perkara  yang  ada  pada  manusia  yang  dengan  keduanya  mereka  menjadi 
kafir;  mencela  nasab  dan  meratapi  mayit.'*' 

Abu  Sa'id  al-Khudriy  berkata,  "Rasulullah  melaknat  wanita 
yang  suka  meratap  dan  yang  mendengarkannya."5- 

Abu  Dawud  meriwayatkan  hadits  dari  Abu  Burdah  katanya,  "Suatu 
ketika,  Abu  Musa  al-Asy’ariy  menderita  sakit.  Beliau  tak  sadarkan  diri  di 
pangkuan  istrinya,  Ummu  Abdullah.  Ia  pun  mulai  meratap  sedangkan 
Abu  Sa’id  tak  mampu  mencegahnya.  Setelah  siuman,  Abu  Sa’id  berkata, 
'Aku  berlepas  diri  dari  apa  yang  Rasulullah  -sg  berlepas  diri  darinya. 
Sesungguhnya  Rasulullah  berlepas  diri  dari  wanita  yang  suka  meratapi 
mayit,  wanita  yang  menggunduli  dan  mencabuti  rambutnya  ketika  ditimpa 
musibah,  serta  wanita  yang  merobek-robek  bajunya  pada  waktu 
mengalami  musibah."5- 

Nu'man  bin  Basyir  y-h  berkata,  "Suatu  saat  'Abdullah  bin  Rawahah 
pingsan.  Saudara  perempuannya  meratapinya,  "Duh  ...  begini,  Duh  ... 
begitu!"  Ketika  Abdullah  sadar  kembali,  ia  berkata,  "Tidaklah  engkau 
mengatakan  sesuatu  melainkan  dikatakan  kepadaku,  'Engkau  begini, 
engkau  begitu!’"5"4 

Di  dalam  Shahih  Bukhariy  dan  Muslim  disebutkan  bahwa 
Rasulullah  bersabda: 

-n-;.'  L«_'  > 'J: 


Mayit  akan  disiksa  di  dalam  kuburnya  dengan  ratapan  (orang  hidup) 
terhadapnya .595 

Abu  Musa  ;S-  berkata,  Tidaklah  seseorang  yang  meninggal  dunia 
kemudian  keluarganya  meratapinya  sambil  mengatakan  'Duhai 
pemimpin  kami,  duhai  pemuka  kami,  duh  ...  ini,  duh  ...  itu!'  melainkan 
akan  didatangkan  dua  malaikat  meninjunya  serava  berkata,  'Benarkah 
engkau  demikian?’"4" 


Nabi  bersabda: 


o 

9 D 


L 


* '-jCj  ' ^ L*. 


U3 


O' 


B 


591 , Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (3/390).  Ahmad  [2  496),  Al-Bukhari  dalam  At-Adab  Al-Mufrad  (395). 
Muslim  (67).  ibnul  Jarud  (515)  dan  Ibnu  Hibban  (314)  dan  Abu  Hurairah  dengan  lafal-lafal  yang  berdekatan 

592,  dan  593.  Takhrij keduanya  telah  disebutkan  di  muka. 

594.  Diriwayatkan  oieh  Al-Bukhari  (4267). 

595.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  ( 1 292).  Muslim  (927)  dan  At-Tirmidzi  (1002)  dari  Umar. 

596.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1003)  dan  Ibnu  Majah  (1594)  secara  marfui  Dan  di-basan-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Shahih  At-Tirmidzi  1 801). 


3io  D:o%aBesar 


Wanita  yang  suka  meratap  itu  jika  tidak  bertaubat  sebelum  datang  kematian- 
nya  niscaya  kelak  pada  hari  kiamat  ia  akan  dibangkitkan  dengan  memakai 
jubah  dari  ter  dan  zirah  berupa  kudis.  ■ 

Rasulullah  bersabda,  “Namun  aku  melarang  dua  suara  yang  tolol 
lagi  durhaka;  suara  dalam  musibah  sambil  menampar  wajah,  dan  merobek 
saku,  serta  nyanyian  setan."1" 

Al-Hasan  berkata,  "Dua  suara  yang  terkutuk;  yaitu  seruling  dalam 
nyanyian  dan  rintihan  dalam  musibah." 

Diriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda,  "Sesungguhnya 
wanita-wanita  yang  suka  meratapi  orang  mati  itu  akan  dijadikan  dua  barisan 
di  dalam  neraka  nanti,  mereka  akan  menggonggong  kepada  penghuni  neraka 
seperti  menggonggongnya  anjing.""" 

Al-'Auza'iy  berkata,  "Suata  hari  ‘Umar  bin  Khaththab  mendengar 
suara  tangisan  dari  dalam  sebuah  rumah,  lalu  ia  masuk  ke  dalam  rumah 
bersama  yang  lain,  tampak  di  situ  seorang  wanita  sedang  meratap.  ’Umar 
memukul  wanita  itu  sampai  kerudungnya  terjatuh  seraya  berkata,  Aku 
memukulnya  karena  ia  meratap  dan  tidak  ada  kehormatan  baginya.  Ia 
menangis  bukan  karena  kesedihan  kalian,  tetapi  ia  mengalirkan  air  mata 
untuk  mengambil  dirham-dirham  kalian.  Sesungguhnya  ia  telah 
menyakiti  orang-orang  mati  di  antara  kalian  di  dalam  kubur-kubur 
mereka  dan  mereka  pun  menyakiti  orang-orang  yang  hidup  di  antara 
kalian  di  rumah-rumah  mereka.  Ia  mencegah  kesabaran  yang 
diperintahkan  oleh  Allah  dan  menganjurkan  kesedihan  yang  dilarang 
oleh-Nya.'" 

Ketahuilah  bahwa  yang  dimaksud  dengan  niyahah  itu  adalah 
meratapi  orang  yang  sudah  meninggal  sambil  menyebut-nyebut 
kebaikannya. 

Para  ulama  berkata,  "Haram  hukumnya  menangisi  orang  mati 
secara  berlebih-lebihan  dan  dengan  menjerit-jerit.  Sedangkan  menangis 
dalam  batas  wajar  yang  tanpa  disertai  dengan  jerit  memilukan  juga 

597.  Dikeluarkan  oleh  Muslim  (934).  Ahmad  (5  342.343.344)  dan  Al-Hakim  (1/333)  dari  Abu  Malik  Al-Asy'ari, 
iihat  Ash-Shahihah  (1952). 

598.  Diriwayatkan  oleh  Al-Hakim  (4/40)  dari  Abdurrahman  bin  Autdan  dalam  sanadnya  terdapat  kelemahan, 
akan  tetapi  hadits  ini  didukung  oleh  hadlts  Anas  yang  iafazhnya  adalah,  "dua  suara  yang  terlaknat. . . ", 
dengan  pendukung  ini  Syaikh  Al-Albam  menilai  hadits  mi  hasan  dalam  Ash-Shahihah  (427)  dan  Shahihul 
Jami"( 3801). 

599.  Ath-Thabrani  meriwayatkan  di  dalam  Al-Ausath( 5229)  dari  Abu  Hurairah.  Dan  isnadnya  dha'il. 


Memukul  Wajah.  Menjerit-jerit.  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  3 I I 


ratapan,  itu  masih  diperbolehkan." 

Dalam  Shahih  Bukhariy  dan  Muslim,  disebutkan  bahwa  Ibnu 
'Umar  menyampaikan  bahwa  Rasulullah  ug  mengunjungi  Sa'ad  bir. 
'Ubadah  bersama  'Abdurrahman  bin  'Auf,  Sa'ad  bin  Abu  Waqqash,  dar. 
'Abdullah  bin  Mas'ud.  Ketika  beliau  melihat  keadaan  Sa'ad  tersebut, 
beliau  menangis.  Melihat  beliau  menangis,  para  sahabat  pun  iku: 
menangis.  Beliau  bersabda: 


)>'  Aji  j> 


"Tidakkah  kalian  mendengar  bahwa  Allah  tidak  menyiksa  karena  mengalirnya 
air  mata  dan  sedihnya  hati?  Hanyasanya  Dia  menyiksa  dan  menyayangi  karena 
ini!"  Lalu  beliau  mengisyaratkan  ke  arah  lidahnya ,n0C 

Di  dalam  keduanya  juga  disebutkan  bahwa  Usamah  bin  Zaid  ib- 
menyampaikan,  putri  Rasulullah  wg;  wafat.  Ketika  mayatnya  diangkat, 
didekatkan  kepada  beliau,  beliau  menitikkan  air  mata.  Sa’ad  bertanya. 
"Apakah  ini,  wahai  Rasulullah?'  Beliau  menjawab,  "Ini  adalah  rasa  kasih 
sayang  yang  ditanamkan  oleh  Allah  ke  dalam  kalbu  hamba-hamba-Nya. 
Hanyasanya  Allah  mengasihi  yang  pengasih  saja  dari  hamba-hamba-Nya 

Imam  al-Bukhariy  dalam  kitab  Shahihnya  meriwayatkan  sebuah 
hadits  dari  Anas  ibk  bahwa  Rasulullah  og:  menghadapi  putra  beliau 
Ibrahim  yang  sedang  menghadapi  ajalnya.  Beliau  mencucurkan  air 
mata.  'Abdurrahman  bin  'Auf  bertanya,  "Mengapa  Anda  menangis, 
wahai  Rasulullah?"  Beliau  menjawab,  " Wahai  Ibnu  'Auf,  ini  adalah  kasih 
sayang."  Lalu  beliau  melanjutkan, 

, y-  ^ > .'  t * - > 

' g j U U D Ljj  - L»  b | w aJj  * J 


"Sesungguhnya  mata  meneteskan  air  dan  hati  merasa  sedih,  namun  kami  tidak 
mengatakan  kecuali  apa  yang  diridlai  oleh  Rabb  kami.  Sungguh  kami  dengar : 
berpisah  darimu  benar-benar  bersedih,  wahai  Ibrahim.'"'02 


600.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1304).  Muslim  (924).  Ibnu  Hibban  (3159).  Ai-Baihaqi  (4/69)  dan  Al-Baghs.'. 
(1529). 

601.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Syaibah  (3  392).  Ahmad  (5  204).  Ath-Thayalisi  (636),  Al-Bukhari  (1264 
Muslim  (923)  dan  An-Nasa'i  (4  21 ). 

602.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1303)  dan  Muslim  (2315). 

3 1 2 1 D:D%a  Besar 


Hadits-hadits  shahih  yang  menyatakan  bahwa  mayit  akan  disiksa 
karena  ratapan  keluarganya  tidak  mesti  dipahami  secara  zhahir 
(tekstual).  Namun  ia  harus  dipahami  dengan  ta’wil.  Para  ulama  masih 
berselisih  pendapat  tentang  ta'wilannya.  Pendapat  yang  paling  kuat  - 
wallaahu  alam-  adalah  pendapat  vang  mengatakan  bahwa  vang  dimaksud 
hadits  itu  adalah  tangisan  yang  ada  sebabnya,  misalnya  si  mayit  telah 
berpesan  keluarganya  untuk  meratapinya,  atau  yang  lain. 

Para  ulama  madzhab  Syafi'iy  mengatakan,  "Boleh  menangis 
sebelum  atau  sesudah  kematian.  Hanya  saja,  sebelum  kematian  itu  lebih 
baik.  Sebab  ada  sebuah  hadits  shahih  vang  berbunyi: 


Jika  kematian  telah  datang,  jangan  ada  seorang  wanita  pun  yang  menangis. b0■, 

Imam  Syafi’iy  dan  para  ulama  yang  berpegang  kepada  madzhabnya 
telah  menaskan  bahwa  dimakruhkan  menangis  setelah  kematian  dan 
tidak  haram.  Mereka  memahami  hadits  tersebut  sebagai  larangan  yang 
bersifat  makruh,  wallahu  alam. 

Pasal 

Orang  yang  meratapi  mayit  itu  akan  mendapat  siksa  dan  laknat 
karena  ia  menganjurkan  ketidaksabaran  dan  mencegah  kesabaran. 
Padahal  Allah  dan  Rasul-Nva  telah  memerintahkan  untuk  bersabar  dan 
ikhlas. 

Allah  kv  berfirman,  “Hai  orang-orang  yang  beriman,  mohonlah 
pertolongan  dengan  sabar  dan  shalat.  sesungguhnya  Allah  beserta  orang- 
orang  yang  sabar.”  (Al-Baqarah:  153) 

Atha’  dan  Ibnu  Abbas  berkata,  "(Maksudnya)  Aku  (Allah)  akan 
bersama  kalian  menolong  kalian  dan  tidak  menghinakan  kalian." 

Allah  w juga  berfirman,  “Dan  sungguh  akan  Kami  berikan  cobaan 
kepadamu...,  dengan  sedikit  ketakutan,  kelaparan,  kekurangan  harta,  jiwa  dan 
ouah-buahan.  Dan  berikanlah  berita  gembira  kepada  orang-orang  yang  sabar, 
yaitu)  orang-orang  yang  apabila  ditimpa  musibah,  mereka  mengucapkan," Innd 
.Ulahi  \va  innd  ilaihi  rdji'un"  (Sesungguhnya  kami  adalah  milik  Allah  dan  kepada - 
Ayalah  kami  kembali)."  (Al-Baaarah:  155-156) 


503  Diriwayatkan  oleh  Malik  1 1.233).  Ahmad  (5/446).  Abu  Dawud  (3111  j.  An-Nasa’i  (4/13).  Ibnu  Majah  (2703). 
Ibnu  Hibban  (3189).  Ath-Thabrani  (1780).  Al-Hakim  (1/351)  dan  di-sbabib-kan  oleh  Asy-Syaikh  Ai-Albani 


Memukul  Wajah.  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►313 


Dan  sungguh  akan  Kami  berikan  cobaan  kepadamu,  maksudnya 
Aliah  akan  memperlakukan  manusia  dengan  perlakuan  penguji.  Sebab 
sebenarnya  Allah  telah  mengetahui  akhir  dari  segala  perkara  sehingga 
Allah  tidak  perlu  mengadakan  pengujian  untuk  mengetahui  akhirnya. 
Hanya,  Allah  akan  memperlakukan  mereka  dengan  perlakuan  penguji. 
Barangsiapa  yang  bersabar,  ia  akan  mendapatkan  pahala  atas  kesaba- 
rannya itu,  dan  barangsiapa  tidak  sabar  maka  ia  tidak  berhak  atas  pahala. 

...  dengan  sedikit  ketakutan,  kelaparan...,  Ibnu  'Abbas  berkata, 
"Maksudnya  adalah  ketakutan  terhadap  musuh,  dan  kelaparan  pada 
musim  kering  dan  paceklik". 

...  kekurangan  harta,  jiwa  dan  buah-buahan  ...  maksudnya  adalah 
kerugian  dan  kekurangan  dalam  harta  dan  binasanya  binatang  ternak; 
dengan  kematian,  penyakit  dan  lanjut  usia;  serta  berbagai  kebutuhan. 
Buah-buahan  tidak  keluar  seperti  biasanya. 

Kemudian  Allah  menutup  ayat  itu  dengan  memberi  kabar  gembira 
bagi  orang-orang  yang  sabar  untuk  menunjukkan  bahwa  apabila  mereka 
bersabar  atas  semua  musibah  ini,  mereka  akan  mendapatkan  janji  pahala 
dari  Allah  i*  ...  Dan  berikanlah  berita  gembira  kepada  orang-orang  yang 
sabar,  (yaitu)  orang-orang  yang  apabila  ditimpa  musibah,  mereka 
mengucapkan," Innaa  lillahi  wa  innaa  ilaihi  raaji’um".  Maksudnya  apabila 
mereka  ditimpa  musibah  vang  telah  disebutkan  sebelumnya  -bukan  berupa 
kebaikan-  lalu  mereka  mengatakan  bahwa  mereka  itu  hanyalah  hamba 
Allah,  Dia  berhak  memperlakukan  mereka  sekehendak-Nya  dan  mereka 
pun  setelah  mati  akan  menghadap-Nva,  serta  segala  urusan  kembali 
kepada- Nya  . 

Aisyah  berkata,  "Rasulullah  yg  bersabda: 


Lp”Lij  iS" 


CCS- 


Tidaklah  suatu  musibah  itu  menimpa  seorang  mukmin,  kecuali  Allah  akan 
menghapuskan  dengannya  suatu  dosa,  sekalipun  musibah  itu  berupa  duri  yang 
menusuknya .DtH 

Alqamah  bin  Murtsid  bin  Sabith  menyampaikan  dari  ayahnya 
bahwa  Rasulullah  pernah  bersabda,  "Barangsiapa  ditimpa  suatu 
musibah,  hendaklah  ia  mengingat  musibah  yang  menimpanya  dengan 
(kematian)ku,  sebab  itu  merupakan  sebesar-besar  musibah. "60r,(Majma'uz 
Zawaid)) 

604,  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5640)  dan  Muslim  (2572). 

605.  Diriwayatkan  oleh  Ad-Darimi  (1/40),  Ibnu  Sa'ad  (2-275).  Ath-Thabrani  (6718),  Abu  Nu'aim  dalam  Al-Akhbar 

3i4  I D:cKs*Besar 


Rasulullah  -gg  bersabda: 


3 Jk^S'  -X 


r,  iLi  ju  ju«]i  ir 


j j <J  «JLi  o -'“i-  Jli  'ib*  J bLi  wu  j J JLi  «jl  ji  j 


ji 


&ji  j ll;  1^1  iLi 


"/Ifea  anak  seorang  hamba  meninggal  Allah  akan  berkata  kepada  malaikat, 
'Engkau  mencabut  anak  hamba-Ku?'  Malaikat  menjawab,  'Benar.'  Allah  berkata 
lagi.  'Engkau  mencabut  permata  hatinya?'  Malaikat  menjawab,  'Benar.'  Allah 
bertanya  lagi,  'Apa  yang  ia  katakan?'  Mereka  menjawab,  'Ia  memujimu  dan 
beristirja'  (mengucapkan  ’lnnaa  lillahi  wa  innaa  ilaihi  raaji'uun).  Kemudian 
Allah  berfirman,  'Bangunkan  bagi  hamba-Ku  sebuah  rumah  di  surga  dan 
namakanlah  dengan  ’Baitul  Hamdi'  (Rumah  Pujian)’"000 

Rasulullah  gg;  bersabda: 


SJ  UuJ'  lis 


5 % S . - 

r* 


v*  bdi  li  . JL*j  aJJs  jJ 


> ..  3 3. 

4_b> d S g1  S A. 


> > 
J 


"Allah  ta'ala  berfirman,  ‘Tidak  ada  ganjaran  di  sisi-Ku  bagi  hamba-Ku  yang 
kala  kucabut  nyawa  seseorang  yang  dikasihinya  dari  penghuni  dunia  lalu  ia 
bersabar  dan  ikhlas,  hanya  mengharapkan  pahala  dari-Ku  selain  surga."b0‘ 

Rasulullah  Jgg  bersabda: 


L«j  »^S  -g  3 «ULi 


■ **  4 4J  4JJ' 


Lu  3IL2  i 


v'  8 3 k 


d Xi" 


"Termasuk  kebahagiaan  anak  Adam  adalah  keridlaannya  terhadap  apa  yang 
ditetapkan  oleh  Allah,  dan  termasuk  kemalangan  anak  Adam  adalah  kebenci- 
annya terhadap  apa  yang  ditetapkan  oleh  Allah."°m 

’Umar  bin  Khaththab  TM  berkata,  "Apabila  malaikat  maut  sudah 
mencabut  nyawa  seorang  mukmin,  ia  berdiri  di  depan  pintu  sementara 


(1/158)  dan  di-Sdab/b-kan  oleh  syaikh  Al-Albam  dengan  berbagai  jalurnya  Ash-Shahihah(V\06). 

606.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/415).  Ibnul  Mubarak  dalam  Zawa’iduzZuhd(  108).  At-Tirmidzi  (1026),  Ibnu 
Hibban  (2948).  Ath-Thayalisi  (508)  dan  Al-Baihaq:  (4  68)  dari  Abu  Musa  dan  di-basarrkan  oleh  Asy-Syaikh 
dalam  Ash-Shahihah  (1408). 

607.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6424)  dari  Abu  Hurairah. 

308.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (1444),  At-Tirmidzi  (2151 ) dan  A!-Hakim  (1/51 8)  dari  Sa'ad  bin  Abi  Waqash.  Dan 
di-dba'b-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Adh  Dna'ifantl906). 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►315 


peng-huni  rumah  itu  gempar.  Ada  vang  menampar  muka,  ada  yan; 
menceraibe-raikan  rambut,  dan  ada  pula  yang  meratap.  Maka  malaika: 
maut  itu  berkata,  'Oleh  sebab  apa  kecemasan  dan  kesedihan  ini?  Dem: 
Allah,  aku  tidak  mengu-rangi  umur  salah  seorang  dari  kalian.  Juga 
tidak  mengambil  bagian  rizki  kalian.  Pun  aku  tidak  menzhalirr.: 
seseorang  dari  kalian.  Apabila  pengaduan  dan  kemurkaan  kalian  kaliar. 
tujukan  kepadaku,  aku  ini  demi  Allah  hanyalah  pesuruh.  Adapun  jika 
kalian  tujukan  kepada  si  mayit,  sesungguhnya  ia  itu  tidak  dapat  menolak 
(kehadiranku).  Sedangkan  jika  kepada  Rabb  kalian,  sungguh  telah 
kafirlah  kalian.  Dan  aku  akan  terus  mendatangi  kalian  satu  demi  satu 
sampai  tidak  ada  seorang  pun  dari  kalian  yang  tersisa.'" 

Rasulullah  bersabda,  "Demi  (Dzat)  yang  jiwaku  ada  di  tangan- 
Nya,  seandainya  mereka  melihat  tempatnya  dan  mendengar  perkataannya 
niscaya  mereka  akan  menjadi  lupa  kepada  orang  yang  mati  itu  dan  akan 
menangisi  diri  mereka  masing-masing."  ' 


Pasal  Ta’ziyah 

Abdullah  bin  Mas’ud  :A  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  e • ; 
bersabda 

- f i,  , 

3 j>r  i H*  u U 


Barangsiapa  berta'ziyah  kepada  orang  yang  ditimpa  musibah,  maka  ia  akan 
mendapat  pahala  seperti  yang  didapat  orang  itu."10 


Abu  Burdah  meriwayatkan  bahwa  kepada  Fathimah 
Rasulullah  pernah  bersabda: 

. 3 < f '9  , 

1 ^ I A'" 

^ „p  ’-A  _r~-  O A 


Barangsiapa  berta'ziyah  kepada  orang  yang  kesusahan,  akan  dipakaikan 
kepadanya  mantel  di  dalam  surga.""'- 

'Abdullah  bin  'Amru  bin  al-'Ash  berkata,  "Kepada  Fathimah  . 
Rasulullah  -w?  pernah  bertanya,  'Apa  yang  menyebabkanmu  keluar  dari 
rumahmu,  wahai  Fathimah?'  la  menjawab,  'Saya  mendatangi  keluarga 
rumah  itu.  Saya  doakan  semoga  mereka  mendapatkan  rahmat  dari 

609.  Saya  belum  mendapatinya. 

610.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1073).  Ibnu  Majah  (1602).  Al-Baihaqi  (4  59).  Al-Khathib  (4/25.450)  dan  Al- 
Uqaili  dari  Ibnu  Mas  ud  dan  di-dha/f-kan  oieh  Asy-Svaikh  dalam  Al-lnva' (765)  dan  Adh-Dha 77(5708). 

61 1 . Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  ( 1 076)  dan  Abu  Ya  la.  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  dan  di-dba'/Y-kan  oieh 
Asy-Syaikh  dalam  Dha'if  Al-Jami'  (5707)  dan  Al-lrwa  (3  21 7)  dari  Abu  Barzah. 


316 


D:D%aBe$ar 


Allah  dan  saya  berta'ziyah  kepada  mereka  atas  kematiannya.'" 

'Amru  bin  Hazm  menyampaikan  sebuah  hadits  Nabi  yang 
bunyinya 

Tidaklah  seorang  mukmin  itu  berta'ziyah  kepada  saudaranya  yang 
ditimpa  suatu  musibah  kecuali  Allah  akan  memakaikan  kepadanya  pakaian 
kemuliaan  pada  hari  kiamat.01 3 

Ta'ziyah  adalah  tashbir.  anjuran  untuk  bersabar  dan  mengucap- 
kan kata-kata  yang  menghibur,  mengurangi  kesedihan  dan  meringankan 
musibah  dari  keluarga  mayit.  Ta'ziyah  itu  hukumnya  sunnah.  Di 
dalamnya  terkandung  amar  ma'ruf  nahvi  munkar.  Ia  pun  termasuk  ke 
dalam  firman  Allah,  “Dan  tolong-menolonglah  kamu  dalam  (mengerjakan) 
kebajikan  dan  taq\vad'  (Al-Maidah:  2) 

Pernyataan  dan  ayat  ini  adalah  dalil  yang  paling  baik  dalam  perkara 
ta'ziyah. 

Perlu  diketahui  pula  bahwa  ta'ziyah  itu  disunnahkan  baik  sebelum 
atau  pun  seusai  prosesi  pemakaman.  Para  ulama  maazhab  Syafi'iy 
berpendapat,  "Waktunya  adalah  sejak  meninggalnya  seseorang  sampai 
tiga  hari  sesudah  pemakaman.  Sebagian  ulama  berpendapat  bahwa 
makruh  hukumnya  berta'ziyah  jika  sudah  lewat  tiga  hari.  Sebab,  tujuan 
dari  ta'ziyah  adalah  menenangkan  hati  orang  yang  ditimpa  musibah. 
Biasanya  hati  seseorang  itu  akan  tenang  setelah  lewat  tiga  hari.  Karena 
itu  tidak  perlu  diingatkan  akan  kesedihannya  (dengan  didatangi  untuk 
ta'ziyah). 

Abui  'Abbas,  salah  seorang  ulama  madzhab  Syafi'iy  berpendapat, 
tidak  mengapa  melakukan  ta'ziyah  sesudah  lewat  tiga  hari.  Bahkan 
ta'ziyah  itu  berlaku  untuk  selamanya,  meski  masa  telah  berlalu. 

Imam  an-Nawawiy  uW  berkata,  "Pendapat  yang  tepat  adalah  bahwa 
ta'ziyah  itu  tidaklah  dilakukan  setelah  lewat  tiga  hari,  kecuali  dalam 
dua  keadaan  seperti  yang  disebutkan  oleh  para  ulama  madzhab  ini 
(Syafi'iy).  Yaitu;  apabila  orang  yang  akan  dita'ziyahi  atau  orang  yang 
ditimpa  musibah  tidak  ada  (belum  datang)  pada  waktu  pemakaman 
dan  baru  datang  sesudah  lewat  tiga  hari.  Ta'ziyah  setelah  pemakaman 
itu  lebih  utama  dari  pada  sebelumnya.  Sebab  keluarga  si  mayit  sedang 
sibuk  mempersiapkan  pemakamannya,  dan  bahwa  kedukaan  mereka 

612.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (3123).  An-Nasa'i  (4  27).  Ibnu  Hibban  (3177),  Al-Hakim  (1/373 ) dan  Al- 
Baihaqi  (4/60)  dari  Abduliah  binAmr.  Dandi-cfbaiT-kan  oieh  Asy-Syaikh  dalam  Dha’ifAbi  Dawud  ( 684). 

613.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  (1601 ).  Al-Baihaqi  (4/59)  dan  di-dba/7-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lrwa' 
(764). 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►317 


sesudah  pemakaman  itu  lebih  besar.  Ini  jika  tidak  terlihat  kegoncangan 
pada  mereka.  Namun  jika  terlihat  kegoncangan,  ta'ziyah  diajukan 
(sebelum  pemakaman)  untuk  menenangkan  mereka.  Wallaahu  alam." 

Adalah  suatu  yang  makruh  jika  keluarga  mayit  berkumpul  dalam 
suatu  rumah  supaya  didatangi  oleh  orang-orang  yang  hendak 
berta'ziyah. 

Kalimat  ta'ziyah  itu  sudah  masyhur.  Namun  yang  paling  baik 
diucapkan  adalah  seperti  yang  diriwayatkan  dalam  Shahih  al-Bukhariy 
dan  Shahih  Muslim  dari  usamah  bin  Zaid  , katanya,  "Salah  seorang 
putri  Nabi  mengutus  seseorang  untuk  menyampaikan  kepada 
Rasulullah  guna  mengundang  dan  memberitahukan  kepada  beliau 
bahwa  putranya  telah  meninggal.  Kepada  utusan  itu,  Rasulullah  yy;, 
bersabda,  'Kembalilah  kepadanya  dan  sampaikan: 

■*-■*  prL-  i ,-S.  ls  » D d » -U>- ' L*  aJJ  j) 

Sesungguhnya  milik  Allah-lah  apa  yang  Dia  ambil.  Milik-Nya  pulalah  apa 
yang  Dia  berikan.  Dan  segala  sesuatu  itu  sudah  ada  batas  masanya. 

Suruhlah  ia  untuk  bersabar  dan  ikhlas  mengharapkan  ridla-Nya.'"6U 

Imam  an-nawawiv  iri?  berkata,  "Hadits  di  atas  merupakan  pondasi 
dien  Islam  yang  besar  karena  ia  mencakup  beberapa  masalah  penting, 
seperti;  pokok-pokok  dien,  cabang-cabangnya,  adab,  sabar  kala  ditimpa 
musibah,  kegelisahan  atau  pun  penyakit,  dan  lain-lain. 

Maksud  Rasulullah  gg  'Sesungguhnya  milik  Allah-lah  apa  yang 
Dia  ambil'  adalah  bahwa  seluruh  alam  ini  merupakan  kepunyaan 
Allah.  Dia  tidak  mengambil  apa  yang  menjadi  milikmu,  tetapi  Dia 
mengambil  milik-Nya  yang  ada  padamu,  dipinjamkan  kepadamu. 

Maksud  Rasulullah  ^ 'Milik-Nya  pulalah  apa  yang  Dia  berikan', 
adalah  bahwa  apa-apa  vang  diberikan  oleh  Allah  kepadamu  itu  tidak 
keluar  dari  kepemilikan-Nva.  Artinya  masih  tetap  menjadi  milik 
Allah  ii:  , Dia  berhak  untuk  melakukan  apa  saja  terhadapnya 
sekehendak-Nva. 

Maksud  Rasulullah  igg  'Dan  segala  sesuatu  itu  sudah  ada  batas 
masanya’,  adalah  hendaknya  kamu  tidak  terguncang.  Sebab  sesung- 
guhnya jika  ada  orang  yang  diambil  nyawanya  berarti  memang  sudah 
tiba  batas  waktu  baginya,  dan  ajal  tidak  dapat  ditunda  atau  diajukan. 

614,  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  ( 1 284,7377.7448).  Muslim  (923)  dan  An-Nasa'i  beserta  Ibnu  Majah  (1588) 
dari  Usamah  dan  telah  disebutkan  di  muka. 

318 1 d*d%* Besar 


Nah,  jika  kamu  sudah  mengerti  tentang  semua  ini,  bersabarlah  dan 
ikhlaslah,  mengharapkan  ri dia  Allah  semata  atas  segala  yang 
menimpamu.  Wallahu  alam. 

Mu'awiyyah  bin  Iyas  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  ayahnya 
Lgk , katanya,  "Nabi  -m  merasa  kehilangan  salah  seorang  sahabat  beliau. 
Beliau  pun  menanyakannya.  Para  sahabat  menjawab,  'Wahai  Rasulullah, 
anaknya  yang  pernah  Anda  lihat  meninggal  dunia.'  Kemudian  Nabi  -,y: 
pergi  menemui  orang  tersebut  dan  menanyakan  keadaan  anaknya. 
Orang  itu  menjawab  bahwa  putranya  sudah  meninggal  dunia.  Maka 
Nabi  pun  mengucapkan  ta’ziyah  kepadanya  seraya  berkata,  'Wahai  fulan, 
mana  yang  lebih  kamu  sukai;  engkau  bersenang-senang  dengan  anakmu  itu 
sepanjang  hidupmu,  atau  engkau  mendatangi  salah  satu  pintu  surga  kelak, 
sedangkan  anakmu  mendahuluimu  untuk  membukakan  pintu  untukmu?' 
Orang  itu  menjawab,  "Wahai  Nabi  Allah,  dia  mendahului  saya  ke  pintu 
surga  dan  membukakannya  untuk  saya,  itu  lebih  saya  sukai!'  Beliau 
pun  berkata,  'Kamu  akan  mendapatkan  itu.'  Kemudian  seseorang 
bertanya,  'Wahai  Rasulullah,  apakah  itu  khusus  untuknya  ataukah 
untuk  seluruh  kaum  muslimin?'  Beliau  menjawab,  'Untuk  seluruh  kaum 
muslimin d"015 

Abu  Musa  meriwayatkan  sua tu  hari  Rasulullah  ^ pergi  ke  Baqi' 
(pekuburan  kaum  muslimin  di  Madinah).  Beliau  mendatangi  seorang 
wanita  yang  sedang  berlutut  di  depan  sebuah  nisan  sambil  menangis. 
Beliau  berkata,  "Wahai  hamba  Allah,  bertakwalah  kepada  Allah  dan 
bersabarlah!"  Wanita  itu  menjawab,  "Wahai  hamba  Allah,  saya  baru  saja 
kehilangan  anak."  Beliau  berkata  lagi,  "Wahai  hamba  Allah,  bertakwalah 
kepada  Allah  dan  bersabarlah!"  Wanita  itu  menjawab,  "Wahai  hamba 
Allah,  jika  Anda  yang  tertimpa  musibah  pastilah  Anda  memaklumiku." 
Beliau  berkata  lagi,  "Wahai  hamba  Allah,  bertakwalah  kepada  Allah  dan 
bersabarlah!"  Wanita  itu  menjawab,  "Wahai  hamba  Allah,  nasehat  Anda 
sudah  saya  dengar,  sekarang  pergilah!"  Lalu  Rasulullah  pun 
meninggalkan  wanita  itu.  Kejadian  itu  dilihat  oleh  seorang  laki-laki, 
maka  ia  pun  mendekati  wanita  itu  dan  bertanya,  "Apa  vang  barusan 
dikatakan  oleh  laki-laki  itu?"  Wanita  itu  pun  menceritakan  apa  saja  yang 
diucapkan  oleh  laki-laki  tadi  dan  apa  juga  vang  menjadi  jawabannya.  Laki- 
laki  itu  bertanya,  "Apakah  kamu  mengenalnya?"  perempuan  itu  menjawab, 
"Demi  Allah,  tidak!"  Laki-laki  itu  menjelaskan,  "Celaka  kamu,  orang  tadi 
Rasulullah  Jgs!"  Maka  wanita  itu  pun  bersegera  mengejar  Rasulullah 


615.  Dikeluarkan  oleh  Ath-Thayalisi  ( 1 075).  Ahmad  (5'35).  An-Nasa’i  (4/22).  Ibnu  Hibban  (2947).  Ath-Thabrani 
(19/54).  Al-Hakim  (1/384)  dan  isnadnya  shahih. 


Memukul  Wajah.  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  3 I 9 


-tgs  dan  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  saya  bersabar."  Beliau  berkata, 
"Kesabaran  itu  adanya  pada  awal  ditimpa  musibah."0'10  Artinya  seseorang  itu 
harus  bersikap  sabar  di  saat  musibah  datang,  sedangkan  jika  ia  sudah 
berlalu  sudah  sewajarnya  jika  seseorang  mulai  terhibur. 

Dalam  Shahih  Muslim  disebutkan,  seorang  anak  laki-laki  Abu 
Thalhah  dari  istrinya,  Ummu  Sulaim  meninggal  dunia.  Ummu  Sulaim 
berpesan  kepada  seluruh  anggota  keluarga,  'Jangan  kalian  beritahukan 
ini  kepada  Abu  Thalhah  sampai  aku  sendiri  yang  memberitahukan 
kepadanya!"  Ketika  Abu  Thalhah  datang,  Ummu  Sulaim  menyuguhkan 
makan  malam  untuknya.  Setelah  puas  makan  dan  minum  Ummu  Sulaim 
berdandan  dan  mulai  menggoda,  merayunya  melebihi  hari-hari  biasa, 
dan  Abu  Thalhah  tergoda  lalu  menggaulinya.  Setelah  semuanya  selesai, 
Ummu  Sulaim  berkata,  "Wahai  Abu  thalhah,  bagaimana  pendapat  kanda 
apabila  ada  yang  meminjamkan  sesuatu  kepada  satu  keluarga  lalu  yang 
meminjamkan  itu  memintanya,  bolehkah  keluarga  itu  menolaknya?"  Abu 
Thalhah  menjawab,  "Tidak!"  Ummu  Sulaim  berkata,  "Jika  begitu, 
bersabarlah  dan  mengharaplah  keridlaan  Allah,  anakmu  sudah  meninggal 
dunia."  Mendengar  penuturan  istrinya.  Abu  Thalhah  marah  seraya 
berkata,  "Apakah  kamu  sengaja  membiarkanku  sehingga  ketika  aku  dalam 
keadaan  kotor  (junub)  kamu  baru  memberitahukan  kepadaku  perihal 
anakku?  Demi  Allah,  kamu  tidak  mengalahkanku  dalam  hal  kesabaran!" 
Maka  Abu  Thalhah  langsung  berangkat  menemui  Rasulullah  dan 
mengabarkan  keadaannya  kepada  beliau.  Lalu  Rasulullah  Jgg  bersabda, 
"Semoga  Allah  memberkati  kalian  berdua  pada  malam  kalian  berdua  itu"017 
Dalam  riwayat  Bukhari  disebutkan,  'Dan  tidaklah  seseorang  itu  diberi 
pemberian  yang  lebih  baik  dan  lebih  lapang  melebihi  kesabaran."0'* 

'Ali  bin  Abu  Thalib  W berkata  kepada  Asy'ats  bin  Qais,  "Seyogya- 
nyalah  kamu  bersikap  sabar  dengan  penuh  keimanan  dan  mengharapkan 
keridlaan  Allah.  Jika  tidak  maka  kamu  tetap  akan  melupa-kannya  seperti 
binatang  pun  melupakan  kepedihan  yang  dirasakannya." 


61 6.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Ya'la  (6041 ) dan  isnadnya  dhaif can  asalnya  ada  di  Ash-Shahihain.  Telah  diriwayatkan 
oleh  Al-Bukhari  (1283).  Muslim  (926).  Abu  Dawud  i 3 1 24 1 . At-Tirmidzi  (987).  An-Nasa'i  (8/22)  dan  ibnu 
Majah  (1596)  dan  Anas. 

61 7.  Muttafaqun  ‘Alaih  dari  riwayat  Anas.  Saya  mengalihkan  untuk  takhrij hadits  ini  pada  kitab  Ahkam  Al-Jana’iz 
karya  Syaikh  Al-Aibam  semoga  Allah  melimpahkan  rahmat  dan  ampunan-Nya.  Beliau  wafat  pada  penghujung 
Jumada!  Akhirah  1420  H.  Beliau  telah  mengmmoun  berbagai  jalurnya  dan  lafazhnya  serta  merapikan 
susunannya  dengan  susunan  yang  belum  pernah  terpikirkan  oleh  orang  lain.  Semoga  Aliah  memberi 
balasan  kepada-Nya  dengan  sebaik  bamsan.  Mengingat  urgennya  kisah  mi  dan  pelajarannya  yang  sangat 
bernilai,  saya  menasihatkan  para  da'i  dan  para  pengkaji  ilmu  agar  senantiasa  'bergelut'  dengan  buku  ini. 

618.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1469)  dan  Muslim  (1053)  dari  Abu  Sa'ia. 


320  ° D sa  Besar 


Seorang  yang  bijak  menulis  surat  kepada  seorang  laki-laki  yang 
tertimpa  musibah,  katanya,  "Sesungguhnya  Anda,  telah  pergi  dari  Anda 
sesuatu  yang  membuat  Anda  bersedih.  Maka  janganlah  Anda  menambah 
dengan  kepergian  sesuatu  yang  Anda  sudah  berpaling  darinya."  Yaitu 
pahala. 

Ahli  hikmah  yang  lain  berkata,  "Orang  yang  berakal  itu  akan 
melakukan  sesuatu  sejak  hari  pertama  mendapatkan  musibah.  Sesuatu 
yang  hanya  dilakukan  oleh  orang  vang  bodoh  setelah  lewat  lima  hari 
sejak  datangnya  musibah." 

Telah  diketahui  bahwa  dengan  berlalunya  masa,  maka  orang  yang 
ditimpa  musibah  itu  akan  terhibur.  Karena  itulah  riwayat 
memerintahkan  untuk  bersabar  pada  saat  pertama  terjadinya  musibah. 

Imam  asy-Syafi'iy  zd*  mendengar  bahwa  putra  Abdurrahman  bin 
Mahdiy  meninggal  dunia.  Abdurrahman  terguncang  karenanya.  Maka 
Imam  asy-Syafi'iy  menulis  surat,  "Wahai  saudaraku,  hiburlah  dirimu 
dengan  kata-kata  yang  biasa  kamu  ucapkan  kala  berta'ziyah  kepada 
orang  lain.  Juga,  pandang  buruklah  apa  vang  kamu  lakukan  itu 
sebagaimana  kamu  memandang  buruk  kala  hal  itu  dilakukan  oleh 
orang  lain.  Ketahuilah  bahwa  seberat-berat  musibah  adalah  hilangnya 
keceriaan  dan  terhapusnya  pahala.  Bagaimana  jika  keceriaan  dan  pahala 
itu  hilang  bersama  datangnya  dosa’  Maka  rengkuhlah  bagianmu 
mumpung  ia  masih  dekat  darimu,  wahai  saudaraku,  sebelum  kau  cari- 
cari  padahal  ia  sudah  menjauh  darimu!  Semoga  Allah  mengilhamkan 
kesabaran  kepadamu  di  kala  musibah  menimpa.  Semoga  pula  Dia 
menyediakan  pahala  bagi  kita  atas  kesabaran  itu.  lalu  Imam  Syafi'iy 
menulis  bait; 


iW  J*  gri 

, _s  L 

s w ■ w y 


Aku  turut  berbela  sungkawa  kepadamu  ...  bukannya  karena  aku  yakin 

akan  kehidupan,  tetapi  karena  ini  sunnah  dalam  dien 

Orang  yang  dita'ziyahi  pun  yang  berta'ziyah  tiadalah  kekal  setelah 

kematiannya 

...Walau  keduanya  hidup  untuk  beberapa  saat  lamanya 
Seorang  laki-laki  menulis  surat  kepada  saudaranya  berta'ziyah  atas 
kematian  anaknya,  "Amma  ba'du.  sesungguhnya  seorang  anak  itu  apabila 
ia  hidup,  ia  menjadi  sebab  kesusahan  dan  fitnah  bagi  orang  tuanya. 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  321 


Namun  jika  ia  mendahului,  meninggal  terlebih  dahulu,  ia  menjadi  sebab 
keselamatan  dan  rahmat,  karenanya  janganlah  kamu  bersedih  atas 
lenyapnya  kesusahan  dan  fitnah  darimu,  dan  jangan  pula  kau  sia-siakan 
keselamatan  dan  rahmat  yang  Allah  anugerahkan  kepadamu." 

Dalam  ta'ziyahnya  kepada  Ibrahim  bin  Salmah,  Musa  bin  Mahdi 
berkata,  "Apakah  anak  itu  menvenangkanmu  padahal  itu  ujian  dan  fitnah, 
dan  apakah  kematiannva  menyedihkanmu  padahal  itu  keselamatan  dan 
rahmat." 

Seseorang  yang  berta'ziyah  berkata,  "Sesungguhnya  orang  yang 
di  akhirat  menjadi  pahala  bagimu  itu  lebih  baik  dari  pada  orang  yang  di 
dunia  menyenangkan  dan  menggembirakanmu." 

'Abdullah  bin  ’Umar  baru  saja  menguburkan  anaknya.  Ia 
tertawa  di  sisi  kuburannya.  Ada  seseorang  yang  bertanya,  "Mengapa 
Anda  tertawa  di  kuburan?"  Ibnu  'Umar  menjawab,  "Aku  ingin  membuat 
setan  marah."*'19 

Ibnu  Juraij  berkata,  "Barangsiapa  tidak  bersabar  dan  ikhlas, 
mengharapkan  ridla  Allah  atas  musibah  vang  menimpa,  maka  ia  pun 
akan  tetap  melupakannya  seperti  binatang  pun  melupakan  kepedihan 
yang  dirasakannya." 

Hamid  al-A’raj  berkata,  "Saya  pernah  melihat  Sa'id  bin  Jubair 
memandang  dan  berkata  kepada  anaknya,  'Wahai  anakku,  aku  melihat 
satu  celah  kebaikan  ada  padamu!'  Ia  ditanya,  'Apakah  itu?'  'Kematian, 
lalu  aku  mengharap  ridla  Allah  dengan  kesabaran.',  jawabnya."20 

Hasan  al-Bashriy  menceritakan  bahwa  pada  suatu  hari  ada  seorang 
laki-laki  datang  mengadukan  kesedihan  hatinya  karena  ditinggal  mati 
oleh  anaknya.  Hasan  berkata,  "Bukankah  dulu  anakmu  sering 
bepergian?"  "Benar,  ia  lebih  sering  pergi  dari  pada  di  rumah.",  jawab 
orang  itu.  Hasan  melanjutkan.  Nah,  anggap  saja  ia  sedang  pergi. 
Sungguh  tidak  ada  kepergiannya  yang  lebih  mendatangkan  pahala 
bagimu  melebihi  kepergiannya  kali  ini."  Orang  itu  berkata,  "Wahai  Abu 
Sa'id,  engkau  telah  meringankan  kesedihanku  karena  kepergian 
anakku." 


61 9.  Aku  berkata."Aku  ragu  terhadap  pemsbatan  atsar  ini  kepada  Abdullah  bin  Umar  karena  dia  terkenal  dengan 
orang  yang  sangat  antusias  mengikuti  sunnah  dan  orang  yang  sangat  memperhatikan  hal  ittiba Hal  ini 
menyelisihi  keadaan  Rasulullah  saw  yang  menggabungkan  antara  rahmat  dan  keridhaan  terhadap  qadha', 
Beliau  sendiri  menangis  dan  tidak  marah. 

620.  Diriwayatkan  oleh  Ad-Dimyathi  dalam  AMasa///'(96).  Al-Baihaqi  Asy-Svu'ab( 9768)  dan  Abu  Nu'alm  (4/ 
275). 

322 1 D:o%aBesar 


'Umar  bin  'Abdul  'Aziz  mengunjungi  anaknva  yang  sedang  sakit: 
bertanya,  "Wahai  anakku,  bagaimana  keadaanmu?"  Anaknya  menjawab, 
"Rasanya  ajalku  hampir  tiba,  ayah."  'umar  berkata,  "Wahai  anakku,  aku 
lebih  suka  engkau  berada  di  timbangan  amalku  dari  pada  aku  berada  di 
timbangan  amalmu."  Anaknya  menjawab,  "Ayah,  saya  lebih  menyukai 
apa  yang  ayah  sukai  dari  pada  apa  yang  saya  sukai."621 


Ketika  anak  Imam  Syafi'iv  meninggal,  beliau  bersyair 


5 L i 


1 JlSsJs>  Njl  ’y&jJ'  Uj 


Beginilah  hidup  ...  karenanya  bersabarlah 
Hilangnya  harta  ...  atau  perginya  yang  dicinta 
Ketika  ’Urwah  telah  lanjut  usia,  kakinya  terpaksa  dipotong  sampai 
ke  lututnya  karena  memderita  suatu  jenis  penyakit  yang  menjalar.  Saat 
dipotong  tidak  ada  seorang  pun  yang  memeganginya,  bahkan  ia  tidak 
meninggalkan  wiridnya.  Hanya  saja  malam  itu  ia  membaca  ayat: 

L^aJ  iJla  U A—  llii  jJL' 

y •- 


Sesungguhnya  kita  telah  merasa  letih  karena  perjalanan  kita  ini.  (Al-Kahfi: 

62) 

Kemudian  ia  membaca  beberapa  bait  syair: 


V j LkJi  ^\j  'g  , 

* | f « 3 y f 9 » u 3 - . 

^ Jj  j* 


J C»  ^ j-o-aJ 


,»  3 - 0 C 


^ V5  . 


Ali  \ 


UT 


3 > 9 , 9 t .0  f 


3 % 0 f 

r1*  J 


Duhai,  tiada  pernah  kuulurkan  tanganku  untuk  suatu  yang  masih  ragu 

Pun  kakiku  tiada  pernah  menghantarku  kepada  kemesuman 

Pendengaranku  dan  penglihatanku  tiada  berbeda 

Begitu  pun  dengan  pikiran  dan  akalku 

Kutahu,  tiada  musibah  yang  menimpaku 

Pasti  pemuda  sebelumku  pernah  tertimpa  musibah  itu. 


Beliau  berdoa,  "Ya  Allah,  sekalipun  Engkau  menimpakan  bencana  namun 
Engkau  juga  menyehatkan;  sekalipun  Engkau  telah  mengambil  namun  Engkau 
juga  menyisakan.  Engkau  mengambil  satu  anggota  tubuhku,  namun  Engkau 

621 . Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  kitab  A!-Muhtadhirin(l55 ) dan  Tarikh  Dimasyq(  15/202). 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  323 


menyisakan  beberapa  anggota  tubuhku  yang  lain;  dan  sekalipun  Engkau  telah 
mengambil  satu  anak  namun  Engkau  juga  telah  menyisakan  beberapa  anak 
yang  lain." 

Malam  itu  juga  seorang  laki-laki  buta  dari  Bani  'Abs  datang 
mengunjungi  al-Walid.  Dia  menanyakan  penyebab  kebutaannya.  Or- 
ang itu  menjawab,  Dulu  saya  adalah  orang  yang  terkaya  di  kabilah  saya. 
Tidak  ada  seorang  pun  yang  kekayaannya  melebihi  kekayaan  saya.  Pada 
suatu  malam,  ketika  kami  sedang  tidur,  air  bah  datang  dan  banjir  pun 
tak  terhindarkan.  Akibatnya  musnahlah  harta  benda  dan  keluarga  saya. 
Yang  tersisa  hanyalah  seekor  onta  dan  seorang  anak  saya  yang  masih 
kecil.  Onta  itu  agak  nakal,  ia  melepaskan  diri  dan  lari.  Saya  mengejarnya. 
Tiba-tiba  saya  mendengar  suara  anak  sava  menjerit,  sehingga  saya  pun 
menuju  ke  arahnya.  Begitu  tiba  di  sana,  saya  lihat  kepala  anak  saya 
tertindih  perut  onta  dan  ia  pun  sudah  menjadi  mayat.  Saya  kejar  onta 
itu,  saya  ingin  menangkapnya,  tetapi  saya  malah  disepaknva  dan 
sepakannya  mengenai  mata  sava  dan  butalah  saya.  Ya,  dalam  satu  malam 
saya  kehilangan  keluarga,  harta,  anak,  onta,  dan  mata."  Walid  berkata, 
"Bawalah  orang  ini  menemui  'Urwah,  agar  ia  tahu  bahwa  di  muka  bumi 
ini  ada  orang  yang  lebih  berat  musibahnya  dari  pada  dia!" 

Dikisahkan,  ketika  ’Utsman  .•  kena  bacok  dan  darah  mengalir 
dari  sela-sela  jenggotnya,  ia  berkata,  "Tiada  ilah  vang  berhak  diibadahi 
selain  Engkau,  Maha  suci  Engkau,  sesungguhnya  aku  termasuk  or- 
ang-orang vang  zhalim.  Ya  Allah,  aku  minta  tolong  kepada-Mu  atas 
perlakuan  mereka,  aku  minta  tolong  kepada-Mu  untuk  semua 
urusanku,  dan  aku  minta  tolong  kepada-Mu  untuk  kesabaran 
menghadapi  ujian  dari-Mu."' :: 

Al-Mada’iniv  berkata,  "Aku  pernah  melihat  seorang  wanita  cantik 
di  suatu  desa.  Aku  belum  pernah  melihat  yang  lebih  cantik  lagi  bersih 
kulitnya  selain  dia.  Aku  berkata,  "Demi  Allah,  atas  anugerah  Allah 
padamu  ini  pastilah  kamu  hidup  senang  dan  bahagia."  Wanita  itu 
menjawab,  "Bahkan  sebaliknya.  Demi  Allah,  sava  adalah  wanita  yang 
sangat  kesusahan  dan  menderita.  Sava  akan  menceritakan  kepada  Anda 
apa  yang  sudah  terjadi.  Dahulu  sava  mempunyai  seorang  suami.  Darinya 
saya  dikaruniai  dua  anak.  Pada  hari  ledul  Adlha  ayah  keduanya 
menyembelih  seekor  kambing.  Kedua  anak  itu  sedang  bermain-main. 
Sang  kakak  berkata,  "Maukah  kamu  aku  beritahu  bagaimana  cara  ayah 
menyembelih  kambing?"  Si  kecil  menjawab,  "Ya."  Maka  sang  kakak  pun 

622.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Muhtadnirin  (49),  Tarikh  Dimasyq(  16/221 ).  Ar-Riqqah  wal 
Buka' oleh  Ibnu  Oudamah  (ha!:l94i  dan  Ar-Riyadh  An-  Nadhirah (372). 

324  I D- K- s*  Besar 


menyembelihnya.  Ketika  ia  melihat  darah  mengalir  ia  terkejut  dan  takut 
lalu  berlari  ke  arah  bukit.  Di  sana  ia  disergap  oleh  serigala.  Ayahnya 
keluar  untuk  mencarinya,  namun  tersesat  di  padang  pasir  hingga 
akhirnya  mati  kehausan.  Dan  saya  pun  hidup  sebatang  kara  sepanjang 
masa."  Al-Mada'  i n i y bertanya,  "Bagaimana  Anda  bersabar?"  Wanita  itu 
menjawab,  "Saya  sudah  berusaha,  namun  kejadian  itu  ibarat  luka, 
kadang  kala  ia  masih  kambuh." 

Ibnu  'Abbas  ' berkata,  "Saya  mendengar  Rasulullah  bersabda: 


lii 


J lii  L>-  s gg» ' JJj  i 'C1  J W ■ r 


J?' 


j Uli  jli 


\\1  * \ 


■ _->  32  3 «J  • ,3sj  ■ ^3  jA li  433  i«  b Uy  4 j jK  '3  « 


4-  l ..i'?  ■ >- 


Barangsiapa  di  antara  ummatku  mempunyai  dua  orang  anak  yang  belum 
cukup  umur  (belum  baligh)  mendahuluinya  meninggal  dunia,  maka  ia  akan 
masuk  surga. Lalu  'Aisyah  >.-■  bertanya.  "Ayahku  tebusannya,  bagaimana 
jika  orang  itu  hanya  mempunyai  satu  anak  saja?"  Beliau  menjawab.  " Juga 
siapa  yang  memiliki  satu,  wahai  (Aisyah)  yang  telah  mendapatkan  petunjuk.” 
"Aisyah  bertanya  lagi.  "Bagaimana  dengan  yang  tidak  sama  sekali?"  Beliau 
menjawab.  'Akulah  gantinya,  karena  tidak  ada  musibah  yang  lebih  besar 
bagi  ummatku  melebihi  kematianku ."";i 

Abu  'Ubaidah  :a>  meriwavatkan  sebuah  hadits  dari  bapaknya, 
katanya,  "Rasulullah  09  bersabda,  “ Barangsiapa  mempunyai  tiga  orang 
anak  yang  belum  cukup  umur  meninggal  dunia  maka  mereka  akan  menjadi 
perisai  baginya  dari  api  neraka.” 

Lalu  Abu  Darda’  berkata,  "Saya  ditinggal  mati  oleh  dua  orang  anak." 
Beliau  jgg  bersabda, " Dua  pun  sama."  Lalu  Ubay  bin  Ka’ab  -sayyidul  qurra’- 
berkata,  "Saya  ditinggal  mati  oleh  seorang  anak."  Beliau  bersabda, 
" Satu  pun  sama,  tetapi  harus  bersabar  pada  awal  musibah."”2' 

Waki'  berkata,  "Ibrahim  al-Harbiy  mempunyai  seorang  anak  laki- 
laki  yang  berusia  sepuluh  tahun.  Dalam  usia  yang  belia  itu  anak  tersebut 
sudah  hafal  al-Qur'an,  mengerti  fiqih  dan  hadits  secara  mendalam. 
Kemudian  anak  itu  meninggal  dunia.  Ketika  saya  mengucapkan  ta’zivah 


623.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  i 1 068).  Ahmacf  (2  334).  Ath-Thabrani  ( 1 2880).  Ad-Dimyati  dalam  At-Tasalli 
(40.41),  Al-Baghawi  (1550)  dan  di-ddavAkan  oleh  Asv-Syaikh  dalam  Dha'if  Al-Jami' { 5813). 

624.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidz:  (1076).  ibnu  Majan  (1606).  Ad-Dimyati  dalam  At-Tasalli (35)  dan  At-Tirmidzi 
berkataThadrts  gharib.  Abu  Ubaidah  tidak  pernah  mendengar  hadits  dari  bapaknya,  demikian  pula  yang 
dikatakan  Ibnu  Abi  Hatim  dalam  Marasiln ya  (460)  dan  di-dhavY-kan  oleh  syaikh  dalam  Dhalful  Ibni  Majah 
(351). 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  325 


Kemudian  anak  itu  meninggal  dunia.  Ketika  saya  mengucapkan  ta'ziyah 
saya  kepadanya,  ia  berkata,  "Saya  memang  menginginkan  kematian  anak 
ini."  Saya  bertanya,  "Wahai  Abu  !shaq,  Anda  seorang  yang  berilmu, 
tetapi  Anda  mengucapkan  kata-kata  seperti  itu?  Padahal  putra  Anda 
sudah  hafal  aI-Qur’an.  mengerti  fiqih  dan  juga  hadits  secara  mendalam." 
Ia  menjawab,  "Ya,  begitulah.  Namun,  sava  pernah  bermimpi  hari  kiamat 
telah  terjadi.  Tampak  olehku  anak-anak  kecil  membawa  kendi  berisi  air 
di  tangan  mereka  dan  membagi-bagikan  air  kepada  orang-orang.  Ketika 
itu  hari  sangat  panas  sekali.  Saya  memanggil  salah  seorang  dari  mereka, 
"Berilah  aku  air!"  Anak  itu  memandang  sava  serava  berkata,  "Anda 
bukan  ayah  saya!"  Saya  bertanya,  "Siapakah  kalian?"  Mereka  menjawab, 
"Kami  adalah  anak-anak  yang  meninggal  dunia  dalam  Islam  dengan 
meninggalkan  bapak-bapak  kami.  Sekarang  kami  menyambut  mereka 
dan  memberi  mereka  minum  dengan  air  ini!"  Nah,  sejak  mimpi  itulah 
saya  ingin  semoga  anak  saya  meninggal  lebih  dulu  dari  pada  saya." 

Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Abu  Hissan  bahwa  ia  pernah 
berkata  kepada  Abu  Hurairah  - , "Beritahukanlah  kepada  kami  sebuah 
hadits  yang  dapat  menghibur  hati  kami  dari  mengingat  keluarga  kami 
yang  sudah  meninggal!"  la  menjawab,  "Baiklah.  Anak-anak  yang 
meninggal  dunia  sebelum  kedua  orang  tua  mereka,  kelak  di  dalam  surga 
mereka  akan  bebas  bergerak  laksana  jentik-jentik  yang  bebas  bergerak 
di  dalam  air.  mereka  masing-masing  akan  menemui  ayahnya  atau  kedua 
orang  tua  mereka,  menarik  bajunya  dengan  tangan  mereka  dan  tidak 
melepaskannya  sampai  ia  dimasukkan  ke  dalam  surga."61" 

Kisah  Mank  bin  Dinar 

Malik  bin  Dinar  o A bercerita,  "Dahulu,  ketika  saya  masih  muda, 
saya  senang  berfoya-foya  dan  minum  khamr.  Pada  suatu  hari  saya 
membeli  seorang  budak  perempuan  dan  saya  pun  menggaulinya  (hal 
itu  diperbolehkan  dalam  Islam,  pent).  Darinva  sava  mendapat  seorang 
anak  perempuan.  Saya  sangat  sayang  kepada  anak  saya  itu.  Ketika  ia 
sudah  bisa  merangkak  dan  berjalan,  ia  datang  mendekati  saya  yang 
sedang  minum  khamr.  Dengan  tangannya  yang  mungil,  dirampasnya 
botol  minuman  itu  dari  tangan  saya  lalu  ditumpahkannya  di  depan  saya. 
Setelah  genap  usianya  dua  tahun,  ia  meninggal  dunia.  Bukan  main 
sedihnya  hati  saya. 

Malam  itu  purnama  bulan  Sva'ban.  Saya  tertidur  dalam  keadaan 

625.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2635).  Ahmad  (2/488).  Ai-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad (145).  Ad-Dimyati 
dalam  At-Tasalli(U)  dan  Al-Baihaqi  (4/67). 

326 1 d:d% aBesar 


mabuk  karena  kebanyakan  minum  khamr.  Dalam  tidur  saya  bermimpi 
seolah-olah  hari  kiamat  telah  terjadi.  Saya  bangkit  dari  kuburan  saya. 
Sekonyong-konyong  datang  seekor  ular  besar  yang  sangat  menakut- 
kan mengejar  saya  dari  belakang.  Sava  pun  ketakutan.  Saya  berlari, 
namun  ia  tetap  mengejar  sava.  Setiap  kali  sava  mempercepat  lari  saya, 
ular  itu  pun  mempercepat  larinya.  Di  tengah  jalan  saya  berjumpa  dengan 
seorang  lelaki  tua  dengan  pakaian  vang  bersih,  namun  dalam  keadaan 
lemah.  Saya  berkata  kepadanya,  Pak,  demi  Allah,  tolonglah  saya  dari 
ular  itu.  Ia  hendak  memangsa  saya.  Orang  itu  menjawab  dengan  suara 
yang  lirih,  "Nak,  saya  sudah  tua,  sedang  dia  lebih  kuat  dari  saya.  Saya 
tidak  mampu  menghadapinya'  Pergilah  dan  cepat  lari,  semoga  Allah 
menyelamatkanmu!" 

Saya  pun  berlari  lagi  sekencang-kencangnya,  sedangkan  ular  besar 
itu  masih  saja  mengejar  saya.  Sampai  akhirnya  saya  tiba  di  tepi  neraka 
yang  apinya  menvala-nyala.  Hampir  saja  sava  terjerumus  ke  dalamnya. 
Tiba-tiba  terdengar  suara,  "Engkau  bukan  termasuk  penghuniku!"  Lalu 
sava  kembali  berlari,  dan  ular  besar  itu  pun  masih  tetap  mengikuti. 
Lalu  saya  melihat  ada  sebuah  gunung  yang  berca-haya.  Di  situ  tampak 
sebuah  bangunan  mirip  kubah.  Pada  bangunan  itu  ada  pintu  dan  tirai- 
tirai.  Tiba-tiba  terdengar  suara,  "Bergegaslah  kalian  untuk  menolong 
orang  yang  sedang  kesulitan  itu,  sebelum  musuhnya  berhasil 
menangkapnya!" 


Kemudian  pintu-pintu  itu  terbuka  dan  tira-tirai  itu  terangkat. 
Keluarlah  dari  dalamnya  anak-anak  kecil  yang  wajahnya  bak  bulan 
purnama.  Di  antara  mereka  ada  anak  perempuan  saya  yang  meninggal 
dulu.  Ketika  ia  melihat  saya,  ia  turun  lalu  memukul  ular  besar  itu  dengan 
tangan  kanannya  hinga  ular  itu  berbalik  dan  lari.  Kemudian  ia  duduk 
di  pangkuan  saya  sambil  berkata,  "Wahai  avah, 


Beliankah  datang  waktunya  bagi  orang-orang  yang  beriman,  untuk  tunduk 
■:ati  mereka  mengingat  Allah  dan  kepada  kebenaran  yang  telah  turun  (kepada 
mereka)?  (Al-Hadid:  16) 

Saya  bertanya,  "Nak,  kalian  juga  mengerti  al-Qur’an?"  Ia  menjawab, 
"Bahkan  kami  lebih  mengerti  dari  pada  kalian."  Saya  bertanya  lagi,  "Nak, 
apa  yang  kalian  lakukan  di  sini?"  Ia  menjawab,  "Kami,  anak-anak  kaum 
muslimin  yang  meninggal  dunia.  Semuanya  tinggal  di  sini  sampai  hari 
kiamat,  menunggu  mereka  datang  kepada  kami."  Saya  bertanya  pula, 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  327 


"Nak,  mengapa  ular  besar  itu  mengejar-ngejar  ayah  dan  hendak 
memangsa  ayah"  ia  menjawab,  "Ayah,  itu  adalah  amal  buruk  ayah  yang 
senantiasa  ayah  perbuat  hingga  nanti  bisa  membinasakan  ayah."  "Nak, 
siapakah  orang  tua  vang  lemah  yang  saya  lihat  itu?",  tanya  saya  lagi,  ia 
menjawab,  "Itu  adalah  amal  shalih  ayah  yang  senantiasa  ayah  perlemah 
sehingga  ia  tidak  mampu  menghadapi  amal  buruk  ayah.  Maka 
bertaubatlah  kepada  Allah  dan  janganlah  menjadi  orang-orang  yang 
celaka."  Lalu  anak  perempuanku  bangkit  dan  aku  pun  terbangun.  Dan 
saat  itu  juga  saya  bertaubat  kepada  Allah.’"'2" 

Mari  kita  perhatikan,  betapa  besar  berkah  yang  Allah  berikan 
kepada  kita  dengan  kematian  anak-anak  kita  kala  mereka  masih  kecil, 
baik  laki-laki  atau  pun  perempuan,  hanyasaja,  itu  tidak  akan  memberi 
manfaat  kepada  kedua  orang  tuanva  di  akhirat  kecuali  apabila  mereka 
menghadapinya  dengan  kesabaran  dan  hanya  mengharapkan  keridlaau 
Allah  serta  mengucapkan.  Segala  puji  bagi  Allah,  Sesungguhnya  kami 
adalah  milik  Allah  dan  kepada-Nya  saja  kami  akan  kembali." 

Tsauban  berkata,  "Rasulullah  wg  bersabda,  "Tidaklah  seseorang  hamba 
ditimpa  oleh  suatu  musibah  melainkan  karena  dua  kemungkinan;  apakah 
karena  suatu  dosa  yang  tidak  akan  diampuni  oleh  Allah  kecuali  dengan  musibah 
itu,  ataukah  karena  derajat  yang  ia  tidak  akan  disampaikan  oleh  Allah  L 
sana  kecuali  dengan  musibah  itu."627 

Sa’id  bin  Jubair  A berkata,  ’Ummat  ini  telah  diberi  sesutu  yang 
belum  pernah  diberikan  kepada  ummat  sebelum  mereka  tatkala  ditimpa 
musibah.  Sesuatu  itu  adalah  kalimat  Innaa  lilaahi  wa  innaa  ilaihi 
raaji'uun’,  Sesungguhnya  kami  adalah  milik  Allah  dan  kepada-Nya  saja 
kami  akan  kembali.  Seandainya  kalimat  ini  sudah  diberikan  kepada  nabi- 
nabi  terdahulu,  niscaya  Nabi  Ya'qub  tidak  akan  mengucapkan,  ’Yaa 
asafan  'ala  yuusufa  (Duhai,  duka  citaku  terhadap  Yusuf)!'" 

Ummu  Salamah  > berkata,  "Sava  telah  mendengar  Rasulullah 
sgg  bersabda: 


626.  Al-Maqdisi  menyebutkannya  dalam  kitab  At-Tawmbin  (hal:  104) 

627.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  (9854)  Asy-Syu'ab  dari  Buraidah  Ai-Aslami  secara  marfu’ dan  isnadnya 
shahih.  Adapun  hadits  Tsauban  yakni  dengan  iafal " Tak  ada  yang  dapat  menolak  takdir  selain  doa.  dan  ta- 
ada  yang  dapat  menambah  umur  selain  kebaikan , dan  sungguh  seseorang  benar-benar  terhalang  dar 
rezeki  karena  dosa  yang  ia  lakukan"  diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/287.280).  tbnu  Majah  (4022),  Ath- 
Thahawi  /lteyfa/(4/169),  Ath-Thabram  (1442).  Al-Hakim  f 1 493).  Ai-Qudhai  (831 ) dan  di-shah/h-kan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (154). 

328 1 D:D%aBesar 


} * •*  i * 

( J 0J*J>7  I i Ali)  U'  » d u UTl  j «ih  i M 

i « V _✓  j s - Z C7  . . c/  V . 

141.  4'  ilji  Iju^i  Vi  ’^i-  l' 


UT- 


.-  j i 

J U-*-1 


Tiada  seorang  muslim  pun  yang  ditimpa  suatu  musibah  lalu  mengucapkan, 
Tnnd  Ulahi  wa  innd  ilaihi  rdji'un,  ya  Allah,  berilah  aku  pahala  dari  musibahku 
dan  gantikanlah  bagiku  yang  lebih  baik  darinya',  kecuali  Allah  akan 
menggantinya  dengan  yang  lebih  baik  dari  itu." 


Unimu  Salamah  melanjutkan,  "Ketika  Abu  Salamah  (suaminya) 
meninggal  dunia,  saya  bertanya  kepada  diri  saya  sendiri,  'Siapa  yang 
lebih  baik  dari  pada  Abu  salamah?'.  kemudian  Allah  menggantikannya 
untuk  saya  dengan  Rasulullah 


Dari  asy-Sya'biy  bahwa  Syuraih  berkata,  "Apabila  musibah 
menimpa  saya,  maka  saya  mengucapkan  'alhamdulillah'  empat  kali; 
pertama  karena  saya  tidak  ditimpa  musibah  yang  lebih  besar  darinya, 
kedua  karena  Dia  telah  menganugerahkan  kesabaran  kepada  saya  untuk 
menghadapi  musibah  ini,  ketiga,  karena  Dia  telah  memberi  petunjuk 
kepada  saya  untuk  mengucapkan  kalimat  istirja'  (Innaa  lilaahi  wa  innaa 
ilaihi  raaji’uun)  sehingga  saya  dapat  mengharapkan  pahala  dari-Nya, 
keempat,  karena  Dia  tidak  menjadikan  musibah  itu  dalam  perkara  dien 
saya."62- 


Orang  yang  sabar  dalam  menghadapi  musibah  itu  dijanjikan 
ganjaran  oleh  Allah  seperti  yang  tertera  dalam  firman-Nya,  “Mereka 
itulah  yang  mendapatkan  shalawat  dan  rahmat  dari  Rabbnya,  dan  mereka  itulah 
orang-orang  yang  mendapat  petunjuk."  (Al-Baqarah:  157) 

Shalawat  dari  Allah  adalah  ampunan  dan  rahmat-Nya.  Sedang-kan 
maksud  mendapat  petunjuk  dalam  ayat  itu  adalah  mendapat  petunjuk 
untuk  mengucapkan  kalimat  'Innaa  lilaahi  wa  innaa  ilaihi  raaji'uun.  Ada 
juga  yang  berpendapat,  mendapat  petunjuk  kepada  surga  dan  pahala. 

Berkaitan  dengan  ayat  di  atas,  'Umar  bin  Khaththab  -A  berkata, 
Mereka  itulah  yang  mendapatkan  shalawat  dan  rahmat  dari  Rabbnya', 
adalah  sebaik-baik  pembalasan,  dan  'dan  mereka  itulah  orang-orang 
vang  mendapat  petunjuk'  adalah  sebaik-baik  tambahan."630 


Sebaliknya  jika  orang  yang  ditimpa  musibah  itu  menjadi  murka 


628.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (918)  dan  Ai-Baihaqi  (9697). 

629.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Baihatji  (9980)  dari  Asy-Sya  bi 

530.  Diriwayatkan  oleh  Al-Kakim  (2/270)  dan  Al-Baihaqi  (9688). 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  329 


sambil  mengeluarkan  kata-kata  kotor  dan  meratap,  mencakari  pipi, 
merobek-robek  baju,  mencerai-beraikan  rambut,  menggunduli  kepala, 
serta  mencabuti  rambut,  maka  ia  akan  mendapatkan  kemurkaan  dan 
kutukan  dari  Allah,  baik  itu  laki-laki  atau  pun  perempuan. 

Diriwayatkan  bahwa  memukul  paha  ketika  ditimpa  musibah  dapat 
menggugurkan  pahala,  juga,  bahwa  barangsiapa  ditimpa  musibah 
kemudian  ia  merobek  bajunya,  atau  menampar  pipinva  atau  mengoyak 
sakunya,  atau  mencabuti  rambutnya,  maka  seolah-olah  ia  hendak 
memerangi  rabbnya  dengan  sebatang  tombak. 

Pada  bagian  terdahulu  telah  dijelaskan  bahwa  mavit  itu  akan  disiksa 
di  kuburnya  karena  ratapan  seseorang  yang  berkata,  ’Duh  penolongku!' 
atau  ’Duh  pemimpinku!'  atau  yang  lain,  nanti  mavit  akan  ditarik  dan 
ditanva,  'Benarkah  kamu  penolongnya!',  'benarkah  kamu  pemimpinnya!'. 

Dus,  meratap  adalah  haram.  Sebab  ia  dapat  menimbulkan 
kesedihan  dan  menafikan  sifat  sabar  serta  padanya  ada  bentuk 
penentangan  terhadap  kerelaan  dalam  menerima  keputusan  Allah  dan 
ketundukan  kepadaNya. 

Hikayat 

Shalih  al-Murriv  bercerita,  "Pada  suatu  malam  Jumat  saya  berada 
di  area  pekuburan  dan  tertidur.  Tiba-tiba  kuburan-kuburan  itu  terbelah 
dan  keluarlah  mayat-mayat  dari  dalamnya  lalu  duduk  berkelompok- 
kelompok.  Kemudian  turunlah  talam-talam  yang  tertutup  menghampiri 
mereka.  Di  antara  mereka  ada  seorang  pemuda  yang  mendapat  siksa 
dengan  berbagai  siksa.  Saya  mendekatinya  dan  menanyainya,  "Wahai 
pemuda,  mengapa  engkau  disiksa  di  tengah-tengah  kaum  itu?"  Pemuda 
itu  menjawab,  "Wahai  Shalih,  demi  Allah,  saya  minta  tolong  kepadamu 
untuk  menyampaikan  berita  sava  kepada  ibu  saya.  Kasihanilah  saya! 
Semoga  Allah  menjadikan  jalan  keluar  untuk  sava  melalui  tangan  Anda. 
Ketika  saya  meninggal,  ibu  saya  mengumpulkan  wanita-wanita  tukang 
meratap  untuk  meratapi  sava. 

Mereka  meratapi  saya  setiap  hari.  Dan  karena  itu,  saya  disiksa  dari 
arah  kanan  dengan  api,  dari  kiri  juga,  dari  belakang  juga,  dan  dari  depan 
juga.  Saya  benar-benar  dikepung  api.  Semua  ini  karena  ucapan  buruk 
ibu  saya."  Lalu  pemuda  itu  menangis  sedih  sehingga  saya  pun  turut 
menangis.  Pemuda  itu  melanjutkan,  "Wahai  Shalih,  demi  Allah,  saya 
minta  tolong  kepada  Anda,  temuilah  ibu  saya  di  kampung  'anu1  dan 

330 1 D u' ^ Besar 


katakan  kepadanya  'Mengapa  Ibu  tega  menyiksa  anak  Ibu?  Bukankah 
Ibu  telah  memelihara  dan  menjaga  saya  dari  segala  yang  tidak  baik, 
namun  mengapa  setelah  saya  meninggal,  ibu  malah  melemparkan  saya 
kepada  siksaan? 

Wahai  Ibu,  seandainya  ibu  melihat  keadaan  sava,  rantai  di  leher  saya 
dan  belenggu  di  kaki  saya  , serta  malaikat  adzab  yang  memukul  dan 
membentak  saya.  Seandainya  Ibu  melihat  keadaan  saya  yang  buruk, 
tentu  ibu  akan  mengasihani  saya.  Kalau  Ibu  tidak  mau  meninggalkan 
perbuatan  meratap  itu,  niscava  akan  sava  tuntut  kelak  di  akhirat."  Shalih 
melanjutkan,  "Saya  terbangun  dengan  perasaan  takut  dan  gelisah  hingga 
tidak  bisa  tidur  lagi  sampai  fajar  menjelang.  Paginya  saya  langsung  pergi 
ke  kota  untuk  menemui  ibu  pemuda  itu.  Ketika  saya  sampai  di 
rumahnya,  tampak  suasana  duka  menghiasi  rumah  itu.  Suara  tangisan 
dan  ratapan  terdengar  dari  dalamnya.  Sava  mengetuk  pintu,  lalu 
keluarlah  seorang  wanita  tua.  Wanita  itu  bertanya,  "Tuan  perlu  apa?" 
Saya  menjawab,  "Saya  ingin  menemui  ibu  pemuda  yang  meninggal  itu." 
Wanita  itu  bertanya  lagi,  "Apa  yang  tuan  inginkan?  Dia  sedang  sibuk 
dalam  kesedihannya."  Saya  menjawab,  "Pertemukan  saya  dengannya, 
saya  membawa  kabar  dari  anaknya.  Wanita  itu  masuk  lalu  membe- 
ritahukan kepada  ibu  pemuda  itu. 

Tak  lama  kemudian,  keluarlah  ibu  pemuda  itu  dalam  pakaian  hitam- 
hitam.  Wajahnya  lebam  kebiru-biruan  karena  banyak  menangis  dan 
tamparan.  Lalu  ia  bertanya,  "Anda  siapa?"  Saya  menjawab,  "Saya  Shalih 
al-Murriy.  tadi  malam  sava  bermimpi  di  pekuburan  bertemu  dengan 
anak  ibu.  Saya  melihatnya  dalam  keadaan  disiksa.  Dia  berkata,  "Wahai 
Ibu,  Ibu  telah  memelihara  dan  menjaga  sava  dari  segala  hal  yang  buruk. 
Namun  mengapa  ketika  sava  meninggal  dunia,  ibu  malah  melemparkan 
saya  ke  dalam  siksaan?  Jika  ibu  tidak  mening-galkan  perbuatan  meratap 
itu,  kelak  pada  hari  kiamat  akan  sava  tuntut!"  Begitu  wanita  itu 
mendengar  berita  anaknva  tersebut,  ia  menjadi  tak  sadarkan  diri, 
pingsan,  dan  jatuh  ke  lantai.  Setelah  siuman,  ia  menangis  sedih  seraya 
berkata,  "Wahai  anakku,  sungguh  malang  nasibmu!  Seandainya  aku 
tahu  keadaanmu  akan  menjadi  demikian,  tentu  aku  tidak  akan 
melakukannya. 

Sekarang  aku  bertaubat  kepada  Allah  ta'ala."  Kemudian  wanita  itu 
masuk  ke  dalam  rumah,  menyuruh  pergi  wanita-wanita  tukang  meratap 
itu,  dan  mengganti  bajunya  dengan  yang  lain.  Setelah  itu,  ia 
mengeluarkan  sekantong  uang,  lalu  berkata,  "Wahai  Shalih,  tolong 
Anda  bagi-bagikan  ini  kepada  fakir  miskin  sebagai  sedekah  atas 


Memukul  Wajah,  Menjerit-jerit,  Merobek-robek  Baju  ....  ►►  33  1 


anakku!"  Kemudian  saya  mohon  diri,  dan  mendoakannya  lalu  membagi- 
bagikan  uang  sedekah  itu  kepada  fakir  miskin.  Pada  malam  Jumat 
berikutnya,  seperti  biasa  sava  mendatangi  area  pekuburan  dan  tidur  di 
sana.  Saya  bermimpi  melihat  penghuni  kubur  itu  semuanya  sudah 
keluar  dari  dalam  kubur  mereka  dan  duduk  sebagaimana  biasanya. 
Mereka  menerima  talam-talam  yang  tertutup.  Tiba-tiba  tampak  oleh 
saya,  pemuda  itu  sedang  tertawa  gembira,  ia  pun  menerima  talam  itu. 
Ketika  ia  melihat  saya,  ia  menghampiri  saya  dan  berkata,  "Terima  kasih 
wahai  Shalih,  semoga  Allah  membalas  kebaikan  Anda  kepada  saya.  Allah 
telah  meringankan  adzab-Nya  kepada  saya,  karena  ibu  telah 
meninggalkan  perbuatannya  dahulu.  Saya  telah  menerima  balasan  dari 
apa  yang  disedekahkan  oleh  beliau  atas  nama  saya." 

adalah  hadiah  orang  hidup  untuk  orang  vang  sudah  mati,  berupa 
sedekah,  bacaan  Qur’an.o3i  doa,  dan  lain-lain.  Ini  turun  setiap  malam 
Jum'at  sambil  dikatakan,  "Ini  hadiah  dari  si  fulan  kepadamu!"  "O. ..ya, 
kembalilah  kepada  ibuku  dan  sampaikan  salam  saya  kepadanya  dan 
katakan  kepadanya,  'Semoga  Allah  membalas  kebaikannya  terhadap 
saya.  Sedekah-nya  sudah  sampai  kepada  saya,  dan  beliau  tidak  lama 
lagi  akan  menyusul  saya,  maka  hendaknya  beliau  bersiap-siap."  Lalu 
saya  terbangun  dan  beberapa  hari  kemudian  saya  pergi  ke  rumah  ibu 
pemuda  itu.  Di  depan  rumah  itu  tampak  ada  keranda  mayat.  Sava 
bertanya,  "Siapa  yang  meninggal  dunia?"  Orang-orang  yang  ada  di  situ 
menjawab,  "Ibu  pemuda  itu."  Saya  pun  lalu  menshalatinya  dan 
menguburkannya  di  samping  kuburan  anaknya.  Kemudian  saya 
mendoakan  keduanya  dan  lalu  pulang. 

Semoga  Allah  mewafatkan  kita  sebagai  orang-orang  yang  berserah 
diri  serta  mempertemukan  kita  dengan  orang-orang  shalih  dan  juga 
menyelamatkan  kita  dari  siksa  api  neraka.  Sesungguhnya  Dia  Maha 
Memberi  lagi  Maha  Pemurah. 


631 . Hal  ini  tidaklah  menunjukkan  atas  kebolehan  membaca  Al-Qur  an  di  atas  kuburan  atau  atas  orang-orang 
yang  telah  meninggal,  hal  Ini  tidaklah  dibolehkan.  Wallahu  A’lam-  yang  dapat  sampai  kepada  orang  yang 
telah  meninggal  dari  orang  yang  masih  hidup  adalah  apa  yang  diriwayatkan  dalam  Shahih  Muslim" Bila 
anakadam  telah  meninggal,  terputuslah  amalnya  kecuali  tiga  perkara...".  Adapun  yang  mengatakan 
bahwa  menghadiahkan  pahala  dari  membaca  Al-Qur'an  kepada  orang  yang  telah  meninggal,  mereka  jauh 
dari  kebenaran,  karena  tak  ada  seorangpun  yang  tahu  apakah  si  mayit  dapat  memperoleh  pahala  bacaannya 
ataukah  tidak. 

332 1 D:oosa Besar 


D 


.i./ 


'isa. 

Besar 


50 


BERTINDAK  MELAMPAUI  BATAS 


Allah  berfirman: 

iisJ  wJU  ^ ,\|  J iJcj  0 

- .j  j-  • ^ y o 


.Jl  UJI 


Sesungguhnya  dosa  itu  atas  orang-orang  yang  berbuat  zalim  kepada  manusia 
dan  melampaui  batas  di  muka  bumi  tanpa  hak.  Mereka  itu  mendapat  azab 
yang  pedih.  (QS.  Asy-Syura:  42) 

Rasulullah  bersabda: 


V » _e>-i  gs-  jl>-I 


J 


<di'  J' 


u.?- ) 


Sesungguhnya  Allah  telah  mewahyukan  kepadaku,  " Hendaklah  kalian 
bertawadlu  7 Sehingga  tidak  ada  seorang  pun  yang  membanggakan  diri  atas 
yang  lain  dan  tidak  seorang  pun  bertindak  melampaui  batas  terhadap  yang 
lain.""''2 

Dalam  sebuah  atsar  disebutkan  bahwa  seandainya  gunung 
bertindak  melampaui  batas  terhadap  gunung  lainnya,  niscaya  Allah  akan 
menjadikan  gunung  yang  lalim  itu  hancur  berantakanO3 


632.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2865).  Abu  Dawud  (4895).  Ibnu  Hibban  (4179),  Ath-Thabrani  (17/364/1 000)  dan 
Ahmad  (4/162)  dari  lyadh  bin  Himar. 

633.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  Al-Mufrad (588),  Ibnu  Hibban  dalam  Raudhatul  'Uqa!a' 
(hal:66)  dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab ( 6693)  dari  Ibnu  Abbas  dan  di-shah/h-kan  oleh  Al-Albam  dalam  Shahih 
Adab  Al-Mufrad (457). 


Bertindak  Melampaui  Batas  ►►BBS 


Rasulullah  bersabda: 


L. 


a c*-r  ‘r*4  5 *>■  . 


Ridai?  ada  satu  dosa  yang  lebih  pantas  untuk  disegerakan  hukumannya  di 
dunia  untuk  pelakunya,  disamping  hukuman  yang  disediakan-Nya  di  akhirat 
selain  tindak  melampaui  batas  dan  memutus  hubungan  rahim."'4 

Allah  telah  membenamkan  Qarun  ke  dalam  bumi  ketika  ia  bertindak 
melampaui  batas  kepada  kaumnya.  Allah  telah  mengi-sahkan  dalam 
firman-Nva,  “Sesungguhnya  Qarun  adalah  termasuk  kaum  Masa,  maka  ia 
berlaku  aniaya  terhadap  mereka,  dan  Kami  telah  menganugerahkan  kepadanya 
perbendaharaan  harta  yang  kunci-kuncinya  sungguh  berat  dipikul  oleh  sejumlah 
orang  yang  kuat-kuat.  (Ingatlah)  ketika  kaumnya  berkata  kepadanya:" J anganlah 
kamu  terlalu  bangga:  sesungguhnya  Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang 
terlalu  membanggakan  diri’.  Dan  carilah  pada  apa  yang  telah  dianugerahkan 
Allah  kepadamu  (kebahagiaan)  negeri  akhirat,  dan  janganlah  kamu  melupakan 
bahagianmu  dari  (kenikmatan)  duniawi  dan  berbuat  baiklah  (kepada  orang  lain) 
sebagaimana  Allah  telah  berbuat  baik  kepadamu,  dan  janganlah  kamu  berbuat 
kerusakan  di  (muka)  bumi. Sesungguhnya  Allah  tidak  menyukai  orang-orang 
yang  berbuat  kerusakan.  Qarun  berkata:" Sesungguhnya  aku  hanya  diberi  harta 
itu,  karena  ilmu  yang  ada  padaku". Dan  apakah  ia  tidak  mengetahui,  bahwasanya 
Allah  sungguh  telah  membinasakan  umat-umat  sebelumnya  yang  lebih  kuat 
daripadanya,  dan  lebih  banyak  mengumpulkan  harta?  Dan  tidaklah  perlu  ditanya 
kepada  orang-orang  yang  berdosa  itu  tentang  dosa-dosa  mereka.  Maka  keluarlah 
Qarun  kepada  kauvmya  dalam  kemegahannya. Berkatalah  orang-orang  yang 
menghendaki  kehidupan  dunia:" Moga-moga  kiranya  kita  mempunyai  seperti  apa 
yang  telah  diberikan  kepada  Qarun;  sesungguhnya  ia  benar-benar  mempunyai 
keberuntungan  yang  besar".  Berkatalah  orang-orang  yang  dianugerahi 
ilmu:" Kecelakaan  yang  besarlah  bagimu,  pahala  Allah  adalah  lebih  baik  bagi 
orang-orang  yang  beriman  dan  beramal  saleh,  dan  tidak  diperoleh  pahala  itu. 
kecuali  oleh  orang-orang  yang  sabar".  Maka  Kami  benamkan  Karun  beserta 
rumahnya  ke  dalam  bumi."  (7U-Qashash:  76-81) 

Mengomentari  ayat-ayat  di  atas,  Ibnul  Jauziy  berkata,  "Ada  bebe- 
rapa pendapat  tentang  tindakan  melampaui  batas  yang  dilakukan  oleh 
Qarun; 

634.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab Al-Mu f rad (67).  Abu  Dawud  (4902),  At-Tirmidzi  (2511),  Ibnu 
Majah  (4211 ).  Ath-Thayalisi  (880),  Al-Hakim  (3/356)  dan  Ahmad  (5/36)  dari  Abu  Bakrah  dan  di-shahih-kan 
oleh  Asy-Syaikh 


334 


°:D%a  Besar 


1.  Ia  membayar  seorang  pelacur  untuk  menuduh  Nabi  Musa 
telah  berbuat  mesum  dengannya,  namun  ketika  pelacur  itu  diminta 
oleh  Nabi  Musa  • -'k  untuk  bersumpah  atas  tuduhannya  itu,  dia 
memberitahu  bahwa  sebenarnya  ia  hanyalah  suruhan  Qarun.  Ini 
seperti  dituturkan  oleh  Ibnu  'Abbas. 

2.  Ia  melampaui  batas  dengan  kafir  kepada  Allah  ini  menurut  adl- 
Dhahhak. 

3.  Ia  kafir,  ini  menurut  Qatadah. 

4.  Ia  mengulurkan  kainnya  sejengkal  karena  kesombongannya.  Ini 
dikatakan  oleh  'Atha'  al-Khurasaniv. 

5.  Ia  membantu  Fir.aun  dalam  menindas  bani  Israil.  Ini  menurut  al- 
Mawardiy."^ 

Firman  Allah: 


Maka  Kami  benamkan  Qarun  beserta  rumahnya  ke  dalam  bumi. 

Maksudnya,  ketika  Qarun  membayar  seorang  pelacur  untuk 
menuduh  Nabi  Musa  •-.—  berbuat  mesum  dengannya,  Nabi  Musa 
menjadi  marah  dan  melaknatnya.  Kemudian  Allah  mewahyukan  kepada 
Nabi  Musa,  "Aku  telah  perintahkan  kepada  bumi  untuk  mentaati  perintahmu, 
maka  perintahkanlah  dia!"  Kemudian  Nabi  Musa  berkata,  "Wahai  bumi, 
telanlah  ia!"  Maka  bumi  menelan  lenyap  singgasananya.  Ketika  Qarun 
menyaksikan  hal  itu,  ia  mengemis  kepada  Nabi  Musa  untuk  dikasihani. 
Namun  Nabi  Musa  tidak  mengacuhkannya  dan  malah  berkata,  "Wahai 
bumi,  telanlah  ia!"  bumi  pun  menelan  Qarun  sampai  kakinya.”  Nabi 
musa  terus  menyuruh  bumi  untuk  menelannya  sampai  Qarun  lenyap 
tertelan  olehnya.  Setelah  itu  Allah  berfirman,  "Wahai  Musa,  seandainya 
ia  meminta  tolong  kepada-Ku,  niscaya  Aku  akan  menolongnya."0*0 

Ibnu  'Abbas  berkata,  "Qarun  ditelan  bumi  sampai  ke  dasarnya  yang 
paling  bawah." 

Samurah  bin  Jundub  berkata,  "Ia  (Qarun)  setiap  harinya  terbenam 
setinggi  badan. 

635.  Zadul  Masir  (6/263). 

636.  Hadits  senada  diriwayatkan  oleh  Ath-Thabari  (20/1 1 7)  dan  di  dalam  sanadnya  terdapat  perawi  yang  majhul , 
dan  diriwayatkan  oleh  Ahmad  dalam  Az-Zuhd  dengan  ringkas  dari  Aun  bin  Abdullah  Al-Qari . 

637.  Al-Hafizh  berkata  dalam  A!-Fath diriwayatkan  oleh  Ath-Thabari  dalam  At-Tarikhdarl  jalur  Sa'id  bin  Abu 
Arubah  dari  Oatadah  ia  berkata,  "diceritakan  kepada  kami.  . As-Suyuthi  berkata  dalam  Ad-Durr{ 5/1 38) 
diriwayatkan  oleh  ibnu  Abi  Hatim  dari  jalur  Oataaah  dari  Samurah. 


Bertindak  Melampaui  Batas  ►►335 


Muqatil  berkata,  "Ketika  Qarun  telah  binasa,  orang-orang  Bani 
Israil  berkata,  'Sesungguhnya  Musa  membinasakan  Qarun  adalah 
untuk  mengambil  harta  dan  istananya!'  maka  Allah  memerintahkan 
kepada  bumi  setelah  lewat  tiga  hari  dari  kejadian  itu  supava  menelan 
seluruh  harta  benda  Qarun  berikut  istananya. 

Maka  tidak  ada  baginya  suatu  golonganpun  yang  menolongnya  terhadap  azab 
Allah,  dan  tiadalah  ia  termasuk  orang-orang  (yang  dapat)  membela  (dirinya) 
(Al-Qashash:  81) 

Wallahu  a'lam.6w 

Ya  Allah,  usirlah  kegelapan  dosa-dosaku  dengan  cahaya  ma'ri-fah 
dan  petunjuk-Mu.  Jadikanlah  kami  sebagai  orang-orang  yang  Eng-kau 
terima  dan  bukan  yang  Engkau  berpaling  dari  mereka.  Ampunilah  kami, 
kedua  orang  tua  kami,  dan  seluruh  kaum  muslimin.  Amin. 


638.  Zadul  /Wasfr(6/245). 

336 1 D6%*  Besar 


Dghsa 

Besar 


BERTINDAK  SEMENA-MENA 
TERHADAP  ORANG  YANG  LEMAH, 
BUDAK,  ISTRI,  DAN  BINATANG 


Yang  demikian  ini  karena  Allah  telah  memerintahkan  kita  untuk 
berbuat  baik  kepada  mereka.  Allah  berfirman: 


j s ^ j ^ «i  f / x A ; j ' 

J » UI *, :JJ'  ajU  4 li ISi  Aj  \ S 4 « 


s>r 


j'  j[s>xj\  J g h£-‘'  o 


I . ^>xj:  \ w w 


o>- 

Y a5j'  j! 


_SwL>l*  i 


Beribadahlah  kepada  Allah  dan  janganlah  kamu  mempersekutukan-Nya 
dengan  sesuatupun.  Dan  berbuat  baiklah  kepada  dua  orang  ibu-bapak,  karib- 
kerabat,  anak-anak  yatim,  orang-orang  miskin,  tetangga  yang  dekat  dan 
tetangga  yang  jauh,  teman  sejawat,  ibnu  sabil  dan  hamba  sahayamu. 
Sesungguhnya  Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  sombong  dan 
membangga-banggakan  diri.  (QS.  an-Nisa’:  36) 


Berkenaan  dengan  avat  'Beribadahlah  kepada  Allah  dan  janganlah  kamu 
mempersekutukan-Nya  dengan  sesuatupun...1  Al-Wahidiy  menga-takan 
bahwa  Ahmad  bin  Ibrahim  al-Mahrajaniy  telah  memberitahu-kan 
sebuah  hadits  dari  Sahabat  Mu'adz  bin  Jabal  katanya,  "Aku  berada 
di  belakang  Nabi  Jgg  di  atas  seekor  keledai,  lalu  beliau  bersabda, 
Hai  Mu'adz!'  Aku  menjawab,  'Ya,  saya  Rasulullah.’  Beliau  bertanya, 
" Apakah  kamu  tahu  apa  hak  Allah  atas  sekalian  hamba,  dan  apa  hak  sekalian 
hamba  atas  Allah?'  Aku  menjawab,  'Allah  dan  Rasul-Nya  lebih 
mengetahui.'  Beliau  menjelaskan,  'Hak  Allah  atas  sekalian  hamba  adalah 
hendaknya  mereka  beribadah  kepada-Nya  dan  tidak  menyekutukan-Nya 
dengan  sesuatu  pun ; sedangkan  hak  sekalian  atas  Allah  adalah  bahwa  Allah 
tidak  akan  mengadzab  orang  yang  tidak  menyekutukan-Nya  dengan  sesuatu 
pun.'"619 


Bertindak  Semena-mena  Terhadap  Orang  yang  Lemah  ►►  337 


Ibnu  Mas’ud  £§-:  berkata,  "Nabi  Jgs  didatangi  oleh  seorang  Arab 
badui,  ia  bertanya,  'Wahai  Nabi  Allah,  berilah  aku  wasiat!'  Beliau 
menjawab: 

k'  a dl)l  1 ^ p aJ  S-  -0  b a U! 2 ->■  ‘ U j a IjLU^  dJjL'  I ^ 

„u  o ■*-  1 jULa  U I „■  urj 

'Janganlah  engkau  menyekutukan  Aliah  dengan  sesuatu  pun  sekalipun  eng- 
kau dipenggal  atau  dibakar.  Janganlah  engkau  meninggalkan  shalat  pada 
waktunya,  sebab  ia  adalah  jaminan  dan  Allah.  Janganlah  engkau  minum 
arak,  sebab  ia  adalah  kunci  segala  kejahatan k"640 

Tentang  firman-Nva  Dan  berbuat  baiklah  kepada  dua  orang  ibu- 
bapak  ...',  maksudnya  adalah  berbakti  kepada  keduanya  dengan  cara 
memperlakukan  keduanya  dengan  lemah  lembut,  tidak  menjawab 
perkataan  mereka  dengan  kasar,  tidak  memandang  mereka  dengan 
pendangan  yang  tajam,  tidak  meninggikan  suara  di  hadapan  mereka, 
dan  bahkan  bersikap  seperti  seorang  budak  terhadap  tuannya,  selalu 
menundukkan  kepala. 

Firman-Nya  1 ...karib-kerabat...1 , yaitu  dengan  cara  menghubung- 
kan tali  kekeluargaan  dan  bersikap  ramah  terhadap  mereka. 

Firman-Nya  '...anak-anak  yatim...1,  yaitu  dengan  jalan  mengasihi 
mereka,  mendekati  dan  mengusap  kepala  mereka. 

Firman-Nya  '...orang-orang  miskin...’,  vaitu  dengan  menyantuni 
mereka  atau  kalau  pun  menolak  mereka  dengan  penolakan  yang  baik. 

Firman-Nya  '...tetangga  yang  dekat...',  yaitu  tetangga  yang  masih 
memiliki  hubungan  kekeluargaan.  Maka  ia  mempunyai  hak  kekera- 
batan, hak  tetangga,  dan  hak  Islam. 

Firman-Nva  '...tetangga  yang  jauh...',  yakni  tetangga  yang  tidak 
memiliki  hubungan  kekerabatan.  Aisyah  meriwayatkan  sebuah 
hadits  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


639.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (20546).  Ahmad  (5/228),  Al-Bukhari  (2856,5967),  Muslim  (30). (49).  Abu 
Awanah  (1/1 6.1 7),  Ath-Thayalisi  (565),  At-Tirmidzi  (2643).  Ibnu  Majah  (4296)  dan  Ibnu  Hibban  (210). 

640.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/238)  dan  Ath-Thabrani  (20/82/1 56)  dari  Mu'adz  bin  Jabal.  Dan  diriwayatkan 
oleh  Al-Bukhari  dalam  AI-AdabAI-Mufrad(18).  Ath-Thabrani  dan  Ibnu  Majah  (4034)  dan  Al-Baihaqi  Asy- 
Syu'ab  (5589)  dari  Abu  Darda' . dan  diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  dalam  Asy-Syu'ab  (7865)  dan  ibnu  Asakir 
(17/322/1 ) dari  Ummu  Aiman  dan  di-shah/Man  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Al-lrwa’( 2026)  dan  saya  tidak 
mendapatinya  dalam  riwayat  Ibnu  Mas'ud. 

D~D%aBesar 


338 


Jibril  senantiasa  berwasiat  kepadaku  untuk  selalu  berbuat  baik  kepada  tetangga, 
sampai-sampai  aku  menyangka  Jibril  akan  menjadikannya  sebagai  ahli 
warisku”41 

Anas  bin  Malik  A meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  yy-  bersabda, 
"Sesungguhnya  seorang  tetangga  akan  bergantung  kepada  tetangganya  pada 
hari  kiamat  kelak  seraya  berkata,  'Duhai  Rabbku,  Engkau  telah  memberikan 
keluasan  kepada  saudaraku  ini,  dan  ia  dekat  denganku.  Aku  kelaparan  dan 
dia  kekenyangan.  Tanyakan  kepadanya  mengapa  ia  mengunci  pintunya  dariku. 
dan  tidak  memberiku  sesuatu  pun  dari  yang  telah  Engkau  anugerahkan 
kepadanya Z'"642 

Firman-Nva  '...teman  sejawat...',  Ibnu  'Abbas  dan  Mujahid  ber-kata, 
"Ia  adalah  teman  dalam  perjalanan.  Ia  mempunyai  hak  tetangga  dan  hak 
sebagai  sahabat.’ 

Firman-Nya  '...ibnu  sabil...',  yaitu  orang  yang  lemah  yang  wajib 
dibantu  sampai  tiba  di  tempat  tujuan.  Ibnu  'Abbas  berkata,  "Yaitu 
pengembara  yang  harus  diberi  tempat  menginap  dan  makan  sampai  ia 
berpamitan,  melanjutkan  perjalanan.'' 

Firman-Nya  ...dan  hamba  sahayamu...'.  maksudnya  adalah  budak 
belian  yang  harus  diperlakukan  dengan  baik,  memberinya  nafkah  dan 
memaafkan  kesalahan-kesalahannya. 

Firman-Nya,  '...  Sesungguhnya  Aslah  tidak  menyukai  orang-orang  yang 
sombong  dan  membangga-banggakan  diri.  . Ibnu  'Abbas  berkata,  " Maksud 
orang  sombong  di  sini  adalah  orang  yang  mengagung-agungkan  diri  dan  tidak 
melaksanakan  hak-hak  Allah.  Maksud  membangga-banggakan  diri  adalah 
orang  yang  membangga-banggakan  dirinya  terhadap  hamba-hamba  Allah 
dengan  kemuliaan  yang  diberikan  Allah  kepadanya  dan  dengan  nikmat-nikmat 
yang  dianugerahkan-Nya  kepadanya." 

Abu  Hurairah  A-  berkata, 1 Rasulullah  -Ag bersabda,  "Ketika  seorang 
laki-laki  muda  dari  umat  sebelum  kalian  berjalan  dengan  pakaian  mewah 
dengan  penuh  kesombongan  dan  keangkuhan,  sekonyong-konyong  ia  ditelan 
bumi,  maka  ia  tenggelam  di  dalamnya  sampai  hari  kiamat. "64i 

641 . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6/238).  Muslim  (2624).  Ai-Bukhari  daiam  Al-Adab  AI-MufradPOA.  dan  juga 
dalam  Ash-Shahih-nya  (6014),  Abu  Dawud  (5151)  Ai-Tirmidzi  (1942)  dan  Ibnu  Majali  (3673)  dari  Aisyah. 
Dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3015)  dan  Muslim  (2625)  dari  Ibnu  Umar, 

642.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  AI-AdabAi-Mufrad(V\1 ) dari  Ibnu  Umar  dengan  lafal  "Berapa  banyak 
tentangga  yang  akan  bergelayut  pada  tetangga  pada  hari  kiamat  kelak  seraya  berkata.  'Ya  Rabbi,  tetanggaku 
ini  menutup  pintunya  dariku,  sehingga  ia  menghalangiku  dari  kebajikannya  Dan  Asy-Syaikh  berkata 
dalam  ShahihulAdab(8t ) hasan  lignairih.. 

643.  Takhripnya  telah  disebutkan  di  muka  daiam  Dosa  ke- 1 7 


Bertindak  Semena-mena  Terhadap  Oranq  yang  L emah  ►!>  339 


Usamah  berkata,  "Saya  mendengar  Ibnu  'Umar  berkata,  'Sava 
mendengar  Rasulullah  m:  bersabda: 

Li — 1 -a.  ) . ^2  O ^ . -O  ^ ■ „4 


Barangsiapa  mengulurkan  bajunya  karena  sombong,  Allah  tidak  akan 
memandangnya  (dengan  pandangan  rahmat)  pada  hari  kiamat  kelak.* 44 

Demikianlah  yang  disebutkan  oleh  al-Wahidiy. 

Adalah  Rasulullah  kala  menjelang  ajal  berpesan: 

t-bvJLoT  - \ i J l_4  t abb.aJ.'i  A 

" J 


(Takutlah  kepada ) Allah,  (takutlah  kepada)  Allah,  (dengan  cara  menjaga) 
shalat  dan  (berbuat  baik  kepada)  budak-budakmu."* - 

Dalam  hadits  lain  disebutkan  bahwa  beliau  bersabda: 


SjnJLJI 


Tabiat  yang  baik  itu  keberuntungan  dan  akhlak  yang  buruk  itu  kesialan.  " 


Beliau  juga  bersabda: 


U U \' 


Tidak  akan  masuk  surga  orang  yang  tabiatnya  buruk.*47 

Abu  Mas’ud  UU  berkata,  "Aku  pernah  mencambuk  budakku 
dengan  cemeti,  tiba-tiba  aku  dengar  suara  dari  belakangku,  'Ketahuilah 
wahai  Abu  Mas'ud,  Allah  lebih  berkuasa  atasmu  dari  pada  kuasamu 


644.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/44.46.81 ).  Ai-Bukhan  (5733).  Muslim  (2085).  An-Nasa'i  (8/206)  dan  lbr_ 
Majah  (3569)  dari  Ibnu  Umar. 

645.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/117).  Ibnu  Sa'ad  (2  253).  Ath-Thahawi  Musykil (4/235),  Ibnu  Majah  (3697). 
Ibnu  Hibban  (6605)  dan  Al-  Hakim  (3  57)  dari  Anas  dengan  latai " Ash-shalah  ash-shalah.  wa  ma  malaka! 
aimanukurrf  Dan  dikeluarkan  oleh  Ahmad  (178)  Abu  Dawud  (51 56).  Ibnu  Majah  (2698)  dan  Al-Baihaqi  (8. 

1 1 ) dari  Ali  bin  Abi  Thalib  dengan  redaksi  senada.  Ahmad  (6  31 1 ).  Ibnu  Sa’ad  (2/254),  Ibnu  Majah  (1625) 
dan  Al-Baghawi  (241 5)  dari  Ummu  Salamah  dengan  redaksi  semakna.  Dan  ia  shahih  dengan  berbagai  jalur 
periwayatannya. 

646.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (2011 8).  Ahmad  (3  502).  Ath-Thabrani  (4451 ) dan  Al-Qudha‘i  (245)  dari 
Rafi’  bin  Makits  secara  marfu' dengan  lafal  "prilaku  baik  terhadap  pelayan  adalah  keberkahan,  dan  prilaku 
jelek  terhadap  pelayan  adalah  kesialan,  perbuatan  bajik  akan  menambah  umur,  sedangkan  sedekah  akan 
mencegah  kematian  yang  jelek."  dan  isnadnya  dha  'if.  Dan  diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (51 62,51 63) 
darinya  dengan  lafal  "prilaku  baik  terhadap  pelayan  adalah  keberkahan,  dan  prilaku  jelek  terhadap  pelayan 
adalah  kesialan.'  Dan  demikian  pula  Abu  Ya'la  ( 1 541 ).  Ahmad  (3/502)  dan  di-dha /Akan  oleh  Asy-Syaikh 
dalam  Adh-Dha'ifah{7%). 

647.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1946).  Ibnu  Majah  (3691 ).  Abu  Ya’la  (92).  Abu  Nu’aim  (4/1 64).  Ath-Thabrani 
Ausa//i(9312)  dandi-dba'/7-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Dhalf  Al-Jami' (6255). 

D-D%aBesar 


340 


atas  budak  ini.'  Maka  aku  pun  berucap,  'Wahai  Rasulullah,  aku  tidak 
akan  pernah  memukul  budak  lagi  setelahnya  selama-lamanya.1" 

Dalam  riwayat  lain  disebutkan  'Lalu  cemeti  itu  jatuh  dari  tanganku 
karena  kharisma  Rasulullah  yy:;. 


Dalam  riwayat  lain,  'Aku  berucap,  "la  aku  merdekakan  demi 
mengharapkan  wajah  Allah."  Lalu  Rasulullah  bersabda,  "Adapun  kamu, 
seandainya  kamu  tidak  melakukannya  niscaya  kamu  akan  terkena  hembusan 
api  neraka  pada  hari  kiamat  kelak.'"6** 

Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Ibnu  'Umar  bahwa  Rasulullah 
Hg  bersabda: 


f „ » t 


p aj  ,ur  jii 


Barangsiapa  memukul  budaknya  dengan  pukulan  yang  ada  qishashnya  tetapi 
ia  tidak  mengambilnya  atau  melecehkan  budak  itu  maka  kaffaratnya  adalah 
memerdekakannya W9 


Dari  Hakim  bin  Hizam  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


1'ID 


W 


-'Di  j ajJju  ‘ ,J  D I v — AjJ ' O' 


" Sesungguhnya  Allah  akan  mengadzab  orang-orang  yang  menyiksa  manusia 
di  dunia."050 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan,  "Barangsiapa  memukul  dengan 
cambuk  secara  zhalim,  maka  pada  hari  kiamat  nanti,  ia  akan  dipishash  karena 
perbuatannya  itu."6 51  Seseorang  bertanya  kepada  Rasulullah  , "Berapa 
kali  kita  memaafkan  pembantu?"  Beliau  menjawab,  "Tujuh  puluh  kali 
dalam  sehari."052 

Suatu  hari  Rasulullah  memanggil  pembantu  beliau  sedang  beliau 
memegang  siwak.  Pembantu  itu  tidak  segera  datang.  Maka  beliau  pun 
bersabda,  " Seandainya  tidak  ada  qishash,  tentulah  kupukul  kamu  dengan 
siwak  ini. [ 

648.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1659).  Abu  Dawud  (5159)  dan  At-Tirmidzi  (1948). 

649.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2  61  j dan  Muslim  (1657)  dari  Ibnu  Umar. 

650.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/404),  Muslim  (2613).  Abu  Dawud  (3045).  Ibnu  Hibban  (2/56)  dan  A!-Baihaqi 
(9/205)  dari  Hisyam  bin  Hakim. 

651 . Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

652.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (5164).  At-Tirmidzi  ( 1 949)  dan  Ahmad  (2/1 1 1 ) dari  Ibnu  Umar  dan  dl-shahih- 
kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-  prilaku  baik  terhadap  pelayan  adalah  keberkahan,  dan  prilaku  jelek 
terhadap  pelayan  adalah  kesialanah  (488). 

353.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  AI-AdabAI-Mufrad(  184).  Abu  Ya'la  (6901)  dan  Abu  Nu’aim  (8/378) 
dari  Ummu  Salamah  dan  di-shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  prilaku  baik  terhadap  pelayan  adalah 
keberkahan,  dan  prilaku  jelek  terhadap  pelayan  adalah  kesialanulAdab  (34). 


Bertindak  Semena-mena  Terhadap  Orang  yang  Lemah  ►►  34  I 


AbuHurairah  a§i  mempunyai  seorang  budak  wanita  berkulit  hitam. 
Suatu  hari  Abu  Hurairah  mengangkat  cambuknya  seraya  berkata,  "Kalau 
bukan  karena  qishash  pastilah  kamu  sudah  kucambuk  sampai  pingsan, 
namun  aku  akan  menjualmu  kepada  siapa  yang  mau  membayar  hargamu. 
Sekarang  pergilah,  kamu  bebas  karena  aku  mengharapkan  wajah 
Allah." 

Seorang  perempuan  menemui  Nabi  sgg  bercerita,  "Wahai 
Rasulullah,  aku  telah  berkata  kepada  budak  wanitaku  'Hai  pezina!"’ 
beliau  bertanya,  "Apakah  engkau  melihatnya  melakukan  perbuatan  itu?" 
Wanita  itu  menjawab,  "Tidak."  Beliau  igj  bersabda,  "Nanti  pada  hari 
kiamat,  ia  akan  menuntutmu!"  Wanita  itu  pulang,  dipanggilnya  budaknya 
lalu  diberinya  sebuah  cambuk  seraya  berkata,  "Cambuklah  aku!"  budak 
itu  tidak  mau  melakukannya.  Lalu  wanita  itu  memerdekakannya.  Setelah 
itu  ia  kembali  menemui  Nabi  dan  menceritakan  bahwa  ia  telah 
memerdekakan  budak  itu.  Beliau  bersabda,  "Semoga!" 

Maksudnya;  Mudah-mudahan  dengan  kamu  memerdekakannya 
akan  menghapuskan  dosamu  yang  telah  menuduhnya  berbuat  zinaA' 

Dalam  Shahih  Bukhariv  dan  Muslim  disebutkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda: 

y - s s % S ^ S 3 ' ^ l'''  J l'  l'  -*a  - ' ' ^ 

,Jli  lkS""  „WC  ,_')  S_*LJL!i  * u uli-  J, U c,  jj  »1«-*  . idi 


Barangsiapa  menuduh  budaknya  berbuat  mesum,  maka  kelak  di  hari  kiamat 
ia  akan  dicambuk  sesuai  dengan  hadnya,  kecuali  jika  budak  itu  memang 
melakukannya .65S 

Dalam  hadits  lain  disebutkan: 


■h j L»  N j 


t £ 


Ad  « -Caljtl?  Td  U-Cld. 


Budak  itu  mempunyai  hak  untuk  diberi  makan  dan  pakaian,  dan  ia  tidak 
boleh  dibebani  dengan  pekerjaan  yang  tidak  disanggupinyaA5b 

Menjelang  ajal,  Rasulullah  berwasiat,  "(Takutlah  kepada)  Allah, 
(takutlah  kepada)  Allah,  (dengan  cara  menjaga)  shalat  dan  (berbuat  baik 
kepada)  budak-budakmu  A57  Berilah  mereka  makan  dari  apa  yang  kamu  makan. 

654.  Diriwayatkan  oleh  Al-Hakim  (4/370)  dan  isnadnya  sangat  dha'if. 

655.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6858).  Muslim  (1660),  Ahmad  (2/431),  Ad-Daruquthni  (3/214)  dan  Al- 
Baghawi  (2412)  dari  Abu  Hurairah. 

656.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/247).  Al-Bukhari  dalam  Al- Adab  (1 92, 1 93),  Muslim  (1 662)  dan  Ibnu  Hibban 
(4313)  dari  AbuHurairah. 

657.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 


342  Besar 


Berilah  mereka  pakaian  dengan  apa  yang  kamu  pakai.  Janganlah  memaksakan 
kepada  mereka  untuk  melakukan  sesuatu  pekerjaan  yang  tidak  mereka 
sanggupi.  Jika  kamu  memaksa  mereka,  maka  bantulah  mereka.  Janganlah 
kamu  menyiksa  makhluk  Allah,  karena  Dia  telah  menjadikan  kalian  berkuasa 
atas  mereka,  dan  jika  Dia  menghendaki  Dia  akan  menjadikan  mereka  berkuasa 
atas  kalian ,"658 

Serombongan  orang  menemui  Salman  al-Farisiy  a®?  yang  kala  itu 
menjabat  sebagai  gubernur  Madain.  Mereka  menemui  Salman  yang 
sedang  membuat  adonan  roti  untuk  keluarga  beliau.  Mereka  berkata, 
"Bukankah  sebaiknya  budak  perempuan  Anda  yang  melakukannya?" 
Beliau  menjawab,  "Kami  sudah  menyuruhnya  untuk  melakukan  suatu 
pekerjaan.  Karenanya  kami  tidak  ingin  menambah  dengan  pekerjaan 
lain." 

Sebagian  salaf  berkata,  "Janganlah  Anda  memukul  budak  Anda 
setiap  kali  ia  melakukan  kesalahan.  Tetapi  ingatkanlah  dia.  Apabila  ia 
ber-maksiat  kepada  Allah,  pukullah  ia  karena  kemaksiatan  itu  dan 
kelakuannya  menyebut-nyebut  dosa  antara  Anda  dengan  Allah." 

Pasal 

Di  antara  perbuatan  buruk  yang  paling  besar  terhadap  budak;  laki- 
laki  atau  perempuan,  adalah  memisahkannya  dari  anak  atau  saudaranya. 

Nabi  jyg  bersabda: 

4-»LjL!I  » t oj-o  «Jil  £ lijJ  t j ajJ'  j ji  g-* 

"Barangsiapa  memisahkan  antara  seorang  anak  dari  ibunya,  niscaya  Allah 
akan  memisahkannya  dari  orang-orang  yang  dicintainya  pada  hari  kiamat."659 

Ali  &§;>  berkata,  "Aku  diberi  dua  orang  budak  bersaudara  oleh 
Rasulullah  lalu  aku  menjual  salah  satunya.  Maka  Rasulullah 
berkata,  Ambil  kembali  ia,  ambil  kembali  ia!’"660 

Termasuk  perbuatan  buruk  juga  adalah  membikin  lapar  hamba 
sahaya  atau  hewan  peliharaan.  Rasulullah  bersabda: 


658.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2545)  dan  Muslim  (1661)  dari  hadits  Abu  Dzar. 

659.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/413).  At-Tirmidzi  (1566).  Ad-Darimi  (2479).  Al-Hakim  (2/55)  dan  Al-Baihaqi 
(11081)  dari  Abu  Ayyub  dan  ia  terdapat  dalam  Shahih  Al-Jami'( 6412). 

660.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1284)  dan  Ibnu  Majah  (2249)  dari  Ali  bin  Abi  Thaiib  dan  di-dha7f-kan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Dhalt  Ibm  Majah  (492).  Dan  Asy-Syaikh  berkata,  Terdapat  riwayat  yang  shahih 
dengan  lafal  lain",  lihat  Shahih  Abi  Dawud( 2415) 


Bertindak  Semena-mena  Terhadap  Orang  yang  Lemah  ►►  343 


.'1  LJ! 


ib  JT 


i ^ 


Cukuplah  sebagai  suatu  dosa  jika  seseorang  itu  menahan  makanan  dari  orang 
yang  makannya  menjadi  tanggungannya.0 


Termasuk  di  sini  juga;  memukul  binatang  ternak  dengan  pukulan 
yang  menyakitkannya,  atau  mengurungnya  tanpa  mencukupi  makan 
minumnya,  atau  membebaninya  di  luar  kesanggupannya 


Allah  berfirman,  “ Dan  tiadalah  binatang-binatang  yang  ada  di  bumi 
dan  burung-burung  yang  terbang  dengan  kedua  sayapnya,  melainkan  umat- 
umat  (juga)  seperti  kamu.”  (Al-Anam:  38) 

Dalam  tafsirnya,  disebutkan  bahwa  pada  hari  kiamat  nanti  ketika 
umat  manusia  sedang  berkumpul  di  padang  mahsyar  untuk  diadili, 
didatangkanlah  binatang-binatang  itu  kepada  mereka,  kemudian  mereka 
pun  mulai  diadili.  Setelah  semua  binatang  itu  mendapatkan  keadilan, 
lalu  dikatakan  kepada  mereka,  "Kembalilah  menjadi  tanah!"  Di  sanalah 
orang-orang  kafir  berkata,  "Mudah-mudahan  saya  pun  menjadi  tanah!" 

Ini  adalah  dalil  tentang  pengadilan  antara  binatang  dengan 
binatang,  serta  binatang  dengan  manusia,  sehingga  apabila  seorang 
manusia  memukul  binatang  tanpa  alasan,  atau  membuatnya  lapar  dan 
haus,  atau  membebaninya  melebihi  kemampuannya,  binatang  itu  akan 
menuntutnya  pada  hari  kiamat  tentang  kezhaliman  yang  telah 
diterimanya. 


Dalil  yang  sama  disebutkan  dalam  Shahih  Bukhari  dan  Muslim 
dari  Abu  Hurairah  ijP  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


- 3 --  / / , 

^ jllii 


5 u*  J, 


3'  .W 


gflJ  ps  « 


Seorang  wanita  disiksa  gara-gara  seekor  kucing,  la  mengurungnya  sampai 
mati  kelaparan,  la  pun  masuk  neraka  karenanya,  la  tidak  memberinya  makan 
dan  minum  selama  mengurungnya,  serta  tidak  pula  membiarkannya  bebas 
mencari  makanan  berupa  serangga-serangga  bumic 02 

Di  dalam  Shahih  Bukhari  diriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
melihat  seorang  wanita  tergantung  di  neraka,  sedangkan  seekor  kucing 

661 . Diriwayatkan  oleh  Muslim  (996)  dan  Ahmad  (5  1 60)  dari  Abdullah  bin  Amr. 

662.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2365,231 8)  dan  Muslim  (2242)  dari  Ibnu  Umar.  Al-Bukhari  (331 8),  Muslim 
(2242)  dan  Ibnu  Majah  (4256)  dari  Abu  Hurairah. 

344 1 D:b%*Besar 


mencakari  wajah  dan  dadanya.  Kucing  itu  menyiksanya  seperti  ia  telah 
menyiksa  kucing  itu  di  dunia  dengan  cara  mengurung  dan  membuatnva 
kelaparan. 663 

Ancaman  ini  umum  untuk  segala  jenis  binatang.  Begitu  juga  jika 
seseorang  membebani  binatang  melebihi  kesanggupannya,  kelak  pada 
hari  kiamat  ia  akan  diqishash  karenanva. 

Disebutkan  dalam  Shahih  Bukhariy  dan  Muslim,  bahwa  Rasulullah 
-sl3  bersabda:  “Ketika  seorang  laki-laki  menggiring  seekor  sapi,  tiba-tiba  ia 
menungganginya  laku  memukulinya,  sapi  itu  berkata,  "Kami  tidak  diciptakan 
untuk  ini,  tetapi  diciptakan  untuk  membajak."661 

Sapi  itu  dijadikan  Allah  dapat  berbicara  di  dunia  untuk  membela 
dirinya,  bahwa  ia  tidak  mau  disakiti  dan  tidak  mau  dipakai  selain  untuk 
tugasnya.  Barangsiapa  membebaninya  melebihi  kesanggupan-nya  atau 
memukulnya  tanpa  alasan,  pada  hari  kiamat  nanti  ia  akan  menuntut 
orang  yang  telah  melakukannya  sesuai  berat-ringan  pukulan  dan 
siksaan  yang  diterimanya. 

Abu  Sulaiman  ad-Daraniy  berkata,  "Pada  suatu  hari  saya  menung- 
gang seekor  keledai,  kemudian  saya  memukulnya  dua  atau  tiga  kali. 
Lalu  keledai  itu  mengangkat  kepalanya  dan  memandang  saya  seraya 
berkata,  'Hai  Abu  Sulaiman,  perbuatanmu  itu  akan  diqishash  pada  hari 
kiamat  nanti.  Selanjutnya  terserah  kepadamu  apakah  akan  kau  kurangi 
ataukah  kau  tambah.  " Abu  Sulaiman  melanjutkan,  "Saya  pun  berkata, 
'Aku  tidak  akan  memukul  sesuatu  pun  sesudahnya  selamanya."' 

Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  suatu  hari  Ibnu  'Umar  ber- 
jalan melewati  anak-anak  suku  Quraisy  yang  sedang  bermain-main. 
Mereka  mengikat  seekor  burung  lalu  melemparinya.  Setiap  lemparan 
yang  meleset,  menjadi  keuntungan  bagi  si  pemilik  burung  itu.  Ketika 
mereka  melihat  Ibnu  'Umar,  mereka  berlarian.  Ibnu  'Umar  bertanya, 
"Siapa  yang  melakukan  ini?  Allah  melaknat  orang  yang  melakukan 
perbu-atan  ini.  Sesungguhnya  Rasulullah  5=g  telah  mengutuk  orang 
yang  menjadi-kan  sesuatu  yang  bernyawa  sebagai  sasaran."665  Maksudnya 
sasaran  lemparan. 

Rasulullah  Ayu;  telah  melarang  mengurung  binatang  untuk  dibunuh 
(sebagai  bentuk  penyiksaan,  pent ).  " Adapun  tentang  binatang  yang 


663.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (745.2364)  dari  Asma'  binti  Abu  Bakr. 

664.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3471 ) dan  Muslim  (2388)  dari  Abu  Hurairah. 

665.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5515)  dan  Muslim  (1958)  dari  Ibnu  Umar. 

666.  Diriwayatkan  oleh  Ai-Bukhari  (5513),  Muslim  (1956)  dan  Abu  Dawud  (281 6)  dari  Anas. 


Bertindak  Semena-mena  Terhadap  Oranq  yang  Lemah  ►►  345 


syara’  membolehkan  membunuhnya  seperti;  ular,  kalajengking,  tikus, 
dan  anjing  gila,  maka  harus  dibunuh  secepatnya,  tidak  boleh  disiksa. 
Ini  sebagaimana  sabda  beliau  -yg: 


O O'  0 J ' , O'  $ . ' ' . ' S'''  o 

f.  , * " o ' t C-  f.  ^ O . , •*  3 f . 5 >3  " . , 

7-  jAs  4j  4 rcjJJ'  ' t— « 4JJo2Jl 


f • ° • i • 

-li  di3  b J i 


Jika  kamu  membunuh  maka  lakukanlah  dengan  cara  sebaik-baiknya.  Jika  kamu 
hendak  menyembelih  maka  sembelihlah  dengan  cara  sebaik-baiknya.  Hendaknya 
salah  seorang  dari  kalian  mengasah  pisaunya  dan  menyenangkan 
sembelihannya  itu.°° 7 

Begitu  juga,  tidak  boleh  membakar  binatang  hidup-hidup, 
sebagaiman  telah  disebutkan  dalam  hadits  shahih  bahwa  Rasulullah 
^ bersabda: 


^ J 

U Jb  . 


j-O-j  jli  dJ'  Vj  i-f> 


y . u'b'i . 


<v3  b t 


S’?  " 
y » 


Dahulu  aku  pernah  menyuruh  kalian  supaya  membakar  si  fulan  dan  si  fulan. 
Sesungguhnya  api  itu  tidak  ada  yang  berhak  mengadzab  dengannya  kecuali 
Allah.  Maka  jika  kalian  mendapati  keduanya  bunuhlah  mereka.6bS 

Ibnu  Mas'ud  i®s  berkata,  "Kami  pernah  bersama  Rasulullah  yg 
dalam  suatu  perjalanan.  Kemudian  beliau  pergi  untuk  suatu  keperluan. 
Kami  melihat  ada  seekor  burung  bersama  dua  ekor  anaknya,  kemudian 
kami  ambil  keduanya  anaknya.  Lalu  induknya  datang  sambil  mengepak- 
ngepakkan  sayapnya.  Ketika  Nabi  - datang,  beliau  bertanya,  "Siapa  yang 
mengganggu  burung  ini  dengan  mengambil  anaknya?  Kembalikan  anak- 
anaknya  kepadanya!"  (Hadits  riwayat  Abu  Dawud  dari  Abdullah  bin 
Mas'ud) 


Suatu  ketika  Rasulullah  melihat  rumah  semut  yang  sudah  kami 
bakar,  lalu  beliau  bertanya,  "Siapa  yang  membakarnya ?"  kami  menjawab, 
"Kami."  Lalu  beliau  bersabda: 


" Tidak  sepantasnya  seseorang  menyiksa  dengan  menggunakan  api,  kecuali 

667.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1955).  Ath-Thayalisi  (11 19),  Abu  Dawud  (2815),  At-Tirmidzi  (1409).  An-Nasa  i 
(7/227)  dan  Ibnu  Majah  (1370)  dari  Syaddad  bin  Aus. 

668.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3016)  dan  At-Tirmidzi  (1571)  dari  Abu  Hurairah. 

346 1 u:u.  inBesar 


Rabb  api.”b6- 


Hadits  di  atas  menjadi  dalil  larangan  membunuh  dan  menyiksa 
dengan  api  sekali  pun  itu  adalah  kutu  atau  kutu  busuk  sekali  pun. 


Pasal  Membunuh  Binatang  Secara  Sia-sia 


Makruh  membunuh  binatang  secara  sia-sia,  berdasarkan  sabda 

Nabi 


* s y > Z.  t s J 3 3.  / * x ^ «S  * ^ Z 3 

«—Jj  b »jj  l>-  j y aJJS  y-  Lx1p  ' j ^jLas-  Jsi  y 

t 0 t" 


Barangsiapa  membunuh  seekor  burung  kecil  secara  sia-sia,  burung-burung  itu 
akan  berteriak  kepada  Allah  Mr  pada  hari  kiamat  nanti.  Katanya,  "Duh  Rabb- 
ku,  tanyalah  kepada  orang  ini,  mengapa  ia  membunuhku  secara  sia-sia,  dan 
tidak  membunuhku  untuk  diambil  manfaat.''670 

Makruh  pula  memburu  burung  pada  musim  menetasnya, 
berdasarkan  riwayat  dalam  atsar.  Makruh  menyembelih  binatang  di 
hadapan  induknya,  berdasarkan  riwayat  dari  Ibrahim  bin  Adham  sdK 
katanya,  "Seorang  laki-laki  menyembelih  seekor  anak  sapi  di  depan 
induknya,  kemudian  Allah  melumpuhkan  tangannya!" 


Pasal  Keutamaan  Memerdekakan  Budak 

Abu  Hurairah  ^ menyampaikan  sebuah  hadits  dari  Nabi  |g|: 


,1- 


' , - * % \ ^ # * s s 

. *-  # 9 ‘ a # o ' > o e 3 s . * y/*  ' ' c » " 9 * c ' 

'r*  ^jU^PI  'jA  3*3  P 4jL  3p'  • yA  ju-2-P  13 VJ  di'  3*^  ^-^3®  3*^  3^ 


o . > y 0 . - 0 > S-' 


Barangsiapa  memerdekakan  seorang  budak  mukmin,  maka  Allah  akan 
memerdekakan  dengan  setiap  anggota  dari  anggota  tubuh  budak  itu  setiap 
anggota  dari  anggota  tubuhnya  dari  api  neraka.  Sampai-sampai  Dia 
memerdekakan  dengan  kemaluan  budak  itu  kemaluan  orang  itu.a,] 


669.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  (382).  Abu  Dawud  (2675)  dan  Al-Hakim  (4/239)  dari  Ibnu 
Mas'ud  dan  Asy-Syaikh  men-s/iah/h-kan  hadits  di  dalam  Ash-Shahihah  (25). 

670.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/389),  An-Nasa  i (7/239).  Ath-Thabrani  (7245),  Al-Hakim  (4/233).  Al-Baihaqi 
Asy-Syu'ab  (11075)  dan  di-dfta'/Y-kan  oleh  Asy-SyaiKh  dalam  Adh-Dha'if  (5763). 

671 . Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2517),  Muslim  (1509)  dan  At-Tirmidzi  (1541). 


Bertindak  Semena-mena  Terhadap  Orar\q  yang  Lemah  ►►  347 


Abu  Umamah  Ajfe  meriwayatkan  sebuah  hadits,  bahwa  Nabi  sgs 
bersabda: 


jbaP  b jU'  ^v3 

b'  y ^ ll'lS"  yL 


c£ y'  kJ 


3 z'  .'  . 3 > 


^ez-  3 -'  -'S  * , 3 ^ 3 z'  .J*  -*3  3-* 

b «b  ilP  I ^ I b*J 1 4 l a-bs.P 


y O'  y'  ^ 3 Z'  b m'-!3  -*  3 ^ .O  C ^ Z-  3 .«  J z ifi'"  .i  j ;#  o i ^ » 3 3 j *" 

L^S  b^5  b ^ y'* ' i'1  w4 ^ bk_‘  ^ a *A^/«  ' g bi P’  ^ A ^ j\ -vb P*  b 


^3  ^ 3 • z'  3 3 , > 3 > ! £■ 

V ^ 'z3  1 A *Z^  P'  V.^.  Z.  A Q ^--'2  i'  lj5  [J*y  J kb  ^ 


Orang  muslim  mana  pun  yang  memerdekakan  seorang  budak  muslim,  maka 
itu  akan  menjadi  pembebas  baginya  dari  api  neraka,  setiap  anggota  tubuh 
budak  itu  akan  membebaskan  setiap  anggota  tubuhnya.  Orang  muslim  mana 
pun  yang  memerdekakan  dua  orang  budak  wanita  muslimah,  maka  mereka 
berdua  menjadi  pembebas  baginya  dari  api  neraka,  setiap  anggota  tubuh  dari 
kedua  budak  itu  membebaskan  anggota  tubuhnya.  Dan  wanita  muslimah  mana 
pun  yang  memerdekakan  seorang  budak  wanita  muslimah,  maka  budak  itu 
akan  menjadi  sebab  bebasnya  ia  dari  api  neraka,  setiap  anggota  tubuhnya 
akan  membebaskan  setiap  anggota  tubuhnya k72 

Ya  Allah,  jadikanlah  kami  sebagai  bagian  dari  tentara-Mu  yang 
beruntung  dan  hamba-hamba-Mu  yang  shalih. 


672.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (1547)  dari  Abu  Umamah  dan  Ath-Thabrani  dari  Abdurrahman  bin  Auf,  Abu 
Dawud.  Ibnu  Majah  dan  Ath-Thabrani  dari  Murrah  bin  Ka'ab.  Dan  di-shab/Man  oleh  Asy-Syaikh  dalam 
Shahih  Ai-Jami’  (2700). 

348 1 D:K:s*Besar 


Djsa 


Besar 


MENYAKITI  TETANGGA 


Imam  Bukhari  dan  Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  Rasu- 
lullah sgg  bersabda: 


iJ'  Jli  <dJl 


U*--* 


V dJ),  Vs_l 


V 4ill 


4jd>r  ' r^lj 


Demi  Allah  tidaklah  beriman,  demi  Allah  tidaklah  beriman,  demi  Allah  tidaklah 
beriman!  Seseorang  bertanya,  Siapakah  dia,  wahai  Rasulullah?  Rasulullah 
menjawab,  Barangsiapa  yang  tetangganya  tidak  merasa  aman  dari  perilaku 
buruknya ,673 

Dalam  riwayat  yang  lain  beliau  bersabda: 

. , " . , ' . . > • ' , . r, 

AjL;'  u tjl>r  ' rAj  2 j*  ‘UJtdl  J 

Tidak  masuk  surga  orang  yang  tetangganya  tidak  merasa  aman  dari  perilaku 
buruknya .°74 

Rasulullah  ditanya  tentang  dosa  yang  paling  besar  di  sisi 
Allah.  Maka  beliau  menyebutkan  tiga  hal;  kamu  menjadikan  sekutu  bagi 
Allah  padahal  Dialah  yang  menciptakanmu,  kamu  membunuh  anakmu  karena 
takut  jika  kelak  ia  makan  bersamamu,  dan  kamu  berzina  dengan  kekasih 
(istri)  tetanggamu ,°75 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan: 

4jl>-  2 t:  b'vi  * «di  4 <dJ\j 

673.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6106)  dari  Abu  Syuraih 

674.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (46)  dari  Abu  Hurairah 

675.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (4477).  Muslim  (86)  dan  Abu  Dawud  (2310)  dari  Ibnu  Mas'ud. 


Menyakiti  Tetangga  ►►  349 


"Barartgsiapa  beriman  kepada  Allah  dan  hari  akhir,  hendaknya  tidak  menyakiti 
tetangganya ."676 

Tetangga  itu  ada  tiga;  tetangga  muslim  dan  masih  kerabat,  tetangga 
muslim,  dan  tetangga  kafir.  Tetangga  pertama  memiliki  tiga  hak;  hak 
sebagai  tetangga,  hak  sebagai  orang  Islam,  dan  hak  sebagai  kerabat. 
Tetangga  kedua  memiliki  dua  hak;  hak  sebagai  tetangga  dan  hak  sebagai 
orang  Islam.  Tetangga  ketiga  memiliki  satu  hak,  yaitu  hak  sebagai 
tetangga.677 

Adalah  Abdullah  bin  Umar  bertetangga  dengan  seorang  Yahudi. 
Jika  dia  menyembelih  kambing  selalunya  dia  berkata,  "Bawakan  sebagian 
dagingnya  untuk  tetangga  kita  yang  Yahudi  itu."'’78 

Diriwayatkan  bahwa  pada  hari  kiamat  nanti  seorang  tetangga  yang 
miskin  akan  mengikuti  tetangga  yang  kaya.  Ia  akan  berkata,  "Duhai 
Rabbku,  tanyakan  kepadanya  mengapa  ia  menghalangiku  dari 
kebaikannya  dan  menutupkan  untukku  pintu  uluran  tangannya?"679 

Seorang  tetangga  selayaknya  menanggung  'adza',  kesusahan  yang 
disebabkan  oleh  tetangganya.  Ini  merupakan  salah  satu  bentuk  'ihsan', 
sikap  baik  kepadanya.  Seseorang  mendatangi  Nabi  -v4g  bertanya,  "Wahai 
Rasulullah,  tunjukkanlah  kepadaku  suatu  amalan,  jika  aku 
mengerjakannya  maka  akupun  dapat  masuk  surga."  Beliau  menjawab, 
"Jadilah  seseorang  yang  penuh  dengan  sifat  ihsan."  Orang  itu  bertanya,  "Wahai 
Rasulullah,  bagaimana  aku  dapat  mengetahui  bahwa  aku  ini  seorang 
muhsin  (orang  yang  dipenuhi  sifat  ihsan)?"  Beliau  menjawab, " Bertanyalah 
kepada  tetanggamu.  Jika  mereka  mengatakan  bahwa  kamu  itu  seorang  muhsin, 
berarti  memang  kamu  seorang  muhsin.  Namun  jika  mereka  mengatakan  bahwa 
kamu  itu  seorang  musi ' (orang  yang  dipenuhi  dengan  sifat  isa'ah,  tidak  baik), 
berarti  memang  kamu  seorang  musi' A30 

Telah  sampai  kabar  dari  Nabi  (sg  bahwa  beliau  bersabda,  "Barangsiapa 
menutup  pintunya  dari  tetangganya  karena  khawatir  akan  mengurangi 


676.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (601 8.61 36).  Muslim  (47)  dan  Abu  Dawud  (5154)  dari  Abu  Hurairah. 

677.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bazzar  (1896),  Abu  Nu'aim  (5/207).  Al-Ashbahani  dalam  At-Targhfb  (870),  Al- 
Kharaithi  dalam  Makarimul  Akhlag  (41 ).  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Akhlaq  (340)  dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu’ab 
(9560)  dari  Jabir  dan  di-dha'/f-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Adh-Dha'if  (2673). 

678.  At-Tirmidzi  menyebutkannya  dalam  hadits  no  (1 943)  dan  Al-Baihaqi  (9562).  (9563). 

679.  Diriwayatkan  oleh  Al-Ashbahani  dalam  At-Targhib dari  Ibnu  Umar  dan  sanadnya  dha'if.  Dan  diriwayatkan 
oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Makarimul  Akhlaq  (346)  sedangkan  sanadnya  hasan  dan  telah  disebutkan  di 
muka  hadits  yang  semisal. 

680.  Diriwayatkan  oleh  Al-Hakim  (1/378)  dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (9567).  Al-Hakim  berkata,  hadits  di 
tersebut  sesuai  dengan  kriteria  yang  disyaratkan  Al-Bukhan  dan  Muslim,  dan  hal  ini  disepakati  oleh  Adz- 
Dzahabi.  Aku  berkata,  hadits  ini  hanya  sesuai  dengan  syarat  Muslim  saja. 

350  I D'D% a Besar 


(bagian)  keluarga  dan  hartanya,  maka  dia  bukanlah  seorang  mukmin.  Tidak 
pula  seseorang  itu  beriman  jika  tetangganya  tidak  merasa  aman  dari  perilaku 
buruknya."oSi 

Diriwayatkan  bahwa  Nabi  tyg  bersabda,  "Seseorang  yang  berzina 
dengan  sepuluh  wanita  itu  lebih  ringan  urusannya  dari  pada  ia  berzina  dengan 
istri  tetangganya.  Seseorang  yang  mencuri  dari  sepuluh  rumah  itu  lebih  ringan 
urusannya  dari  pada  ia  mencuri  dari  rumah  tetangganya."b82 

Abu  Dawud  meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  kgfc  bahwa 
seseorang  mengadukan  tetangganya  kepada  Rasulullah  Beliau 
bersabda,  "Pergi  dan  bersabarlah !"  Orang  itu  menghadap  Nabi  untuk 
yang  kedua  kali  atau  ketiga  kalinya,  lalu  beliau  bersabda,  "Pergi  dan 
letakkan  semua  perbendaharaanmu  dijalan!"  Orang  itu  pun  menuruti  sabda 
Nabi.  Orang-orang  mengerumuninya  dan  bertanya  tentang 
permasalahannya.  Ia  menceritakan  semuanya  sehingga  semua  yang 
hadir  mulai  melaknat  tetangganya.  Mereka  berucap,  "Semoga  Allah 
membalasnya."  Mereka  mendoakan  yang  buruk-buruk  untuk 
tetangganya  itu.  Selanjutnya  tetangganya  itu  datang  dan  berkata,  "Wahai 
saudaraku,  pulanglah  ke  rumahmu.  Setelah  ini  kamu  tidak  akan  pernah 
melihat  sesuatu  yang  tidak  kamu  sukai  selama-lamanya."683 

Diwajibkan  pula  menanggung  kesusahan  disebabkan  tetangga 
yang  dzimmi  (orang  kafir  yang  membayar  jizyah  sebagai  jaminan 
kehidupannya  di  pemerintahan  Islam)  sekalipun.  Diriwayatkan  bahwa 
Sahi  bin  Abdullah  at-Tustariy  zly  mempunyai  seorang  tetangga  Majusi 
dzimmi.  Tetangganya  ini  memiliki  WC  yang  bocor  dan  dari  sebuah 
lubang  sebagian  airnya  mengalir  ke  salah  satu  bagian  rumah  Sahi.  Setiap 
hari  Sahi  meletakkan  sebuah  bejana  di  bawah  tempat  mengalirnya  air 
itu  untuk  menampungnya.  Sahi  membuangnya  di  malam  hari  agar  tidak 
diketahui  orang  lain.  Demikian  ini  berlangsung  dalam  waktu  yang  lama. 
Sampai  akhirnya  menjelang  wafat,  Sahi  meminta  untuk  dipanggilkan 
tetangganya  yang  Majusi  itu.  Ia  berkata  kepadanya,  "Masuklah  ke  situ 
dan  lihatlah!"  Orang  itu  masuk  dan  melihat  sebuah  lubang  dan  air 
bercampur  kotoran  jatuh  dalam  bejana,  la  bertanya,  "Apa  yang  kulihat 
ini?"  Sahi  menjawab,  "Yang  demikian  ini  sudah  berlangsung  lama.  Air 
itu  mengalir  dari  rumahmu.  Aku  mewada-hinya  di  siang  hari  dan 

681.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Adi  (5/171)  dan  Al-Baihaqi  (9560)  sedangkan  sanadnya  dhalf. 

682.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (103)  Al-Adab.  Ahmad  (6/8)  Ath-Thabrani  dalam  AI-Kabir(20/256/605)  dan 
di  dalam  Al-Ausath  (6333)  dari  Al-Miqdad  bin  Al-Aswad  dan  di-sbab/b-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash- 
Shahihah  (65). 

683.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (5153),  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  1 124)  Al-Hakim  (4/1 60)  dan  Ibnu  Hibban 
(520).  Dan  Asy-Syaikh  berkata:  Hasan  Shahih dalam  Shahihul  Adab  (92). 


Menyakiti  Tetangga  ►►  35  I 


membuangnya  di  malam  hari.  Jika  bukan  karena  sudah  dekat  ajalku 
dan  kekhawatiranku  kepada  akhlak  selainku  yang  tidak  kuat  melihatnya, 
niscaya  aku  tidak  akan  memberitahukan  kepadamu  tentang  hal  ini. 
Sekarang,  lakukan  apa  yang  kamu  mau."  Orang  Majusi  itu  berkata, 
"Wahai  Syaikh,  Anda  telah  mempergauliku  seperti  ini  sejak  lama  dan 
aku  tetap  berada  di  atas  kekufuranku.  Ulurkan  tangan  Anda,  aku 
bersaksi  bahwa  tidak  ada  yang  berhak  diibadahi  selain  Allah  dan  bahwa 
Muhammad  itu  utusan  Allah."  Lalu  Sahi  pun  wafat,  syfe. 

Marilah  kita  memohon  kepada  Allah  agar  menunjukkan  kepada  kita 
akhlak  perbuatan  dan  ucapan  yang  mulia.  Semoga  pula  Dia  menjadikan 
akhit  wtgkLik . Mte J , 

Maha  Pemurah,  Maha  Pengasih,  lagi  Maha  Penvavang. 


Drc£sa  Besar 


352 


Drhsa 


Besar 


MENYAKITI  ORANG-ORANG 
ISLAM  DAN  MENCELA  MEREKA 


Allah  3H  berfirman: 


„ i 


I -lii  ' 


O ti  ' ^ 


JJl 


Dan  orang-orang  yang  menyakiti  orang-orang  mukmin  laki-laki  dan  perempu- 
an tanpa  kesalahan  yang  mereka  perbuat,  maka  sesungguhnya  mereka  telah 
memikul  kebohongan  dan  dosa  yang  nyata.  (Al-Ahzab:  58) 

Hai  orang-orang  yang  beriman,  janganlah  suatu  kaum  mengolok-olokkan 
kaum  yang  lain  (karena)  boleh  jadi  mereka  (yang  diolok-olokkan)  lebih  baik 
dari  pada  mereka  (yang  mengolok-olokkan)  dan  jangan  pula  wanita-wanita 
(mengolok-olokkan)  wanita  lain  (karena)  boleh  jadi  wanita-wanita  (yang 
diperolok-olokkan)  lebih  baik  dari  pada  wanita  (yang  mengolok-olokkan)  dan 
janganlah  kamu  mencela  dirimu  sendiri  dan  janganlah  kamu  panggil 
memanggil  dengan  gelar-gelar  yang  buruk.  Seburuk-buruk  panggilan  ialah 
(panggilan)  yang  buruk  sesudah  iman  dan  barangsiapa  yang  tidak  bertaubat, 
maka  mereka  itulah  orang-orang  yang  zhalim.  (Al-Hujurat:  11) 

Dan  janganlah  kamu  mencari-cari  kesalahan  orang  lain  dan  janganlah 
sebahagian  kamu  menggunjing  sebahagian  yang  lain.  (Al-Hujurat:  12) 

Rasulullah  bersabda: 


a *■  O j 


r* 


"Sesungguhnya  orang  yang  paling  buruk  kedudukannya  di  sisi  Allah  adalah 
orang  yang  ditinggalkan  oleh  orang-orang  karena  mereka  khawatir  terkena 
perilaku  bejatnya."68'1 


684.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6131 .6054).  Muslim  (2591 ).  Abu  Dawud  (4791 ).  At-Tirmidzi  (1996)  dan  Al- 
Humaidi  (249)  dari  Aisyah. 


Menyakiti  Orang-orang  Islam  dan  Mencela  Mereka  ►►  353 


Beliau  juga  pernah  bersabda,  "Wahai  sekalian  hamba  Allah, 
sesungguhnya  Allah  meniadakan  kesempitan  kecuali  siapa-siapa  yang 
mengadakannya  dengan  (menzhalimi)  kehormatan  saudaranya.  Maka  dialah 
yang  akan  mendapat  kesempitan  atau  kehancuran 


Di  hadits  yang  lain  beliau  bersabda: 


J J o 


Jt  > 


"Setiap  muslim  itu  haram  atas  muslim  yang  lain;  darahnya,  hartanya,  dan 
kehormatannya."686 


b 


b’  .O- 


^ c?  y' 


V 


3 


"Seorang  muslim  itu  saudara  bagi  muslim  yang  lain.  Dia  tidak  akan 
menzhaliminya,  menghinakannya,  dan  tidak  pula  meremehkannya.  Keburukan 
seseorang  itu  diukur  dari  sejauh  mana  dia  meremehkan  saudaranya."68 ' 

» t t ' f f a » 

yS"  fljl iij  yLL- 

"Mencela  seorangmuslim  itu  perbuatan  fasiq,  sedangkan 
perbuatan  kufur."685 Demikian  dikatakan  oleh  al-  lraqiy  dalam  Takhrij  Ihya’. 

Dari  Abu  Hurairah  berkata,  seseorang  bertanya,  "Wahai 
Rasulullah,  ada  seorang  wanita  yang  rajin  shalat  malam  dan  shiyam 
sunnah,  tetapi  tetangganya  tersiksa  karena  lisannya."  Beliau  bersabda, 
"Dia  tidak  memiliki  kebaikan  sama  sekali.  Dia  akan  masuk  neraka."689 

Dalam  sebuah  hadits  Rasulullah  bersabda,  "Ingatlah  kebaikan- 
kebaikan  orang-orang  yang  sudah  mati  di  antara  kalian.  Jagalah  diri  kalian 
dari  menyebut  keburukan-keburukan  mereka."690 

Rasulullah  hg?;  bersabda: 


685.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  (291),  Al-Humaidi  (824).  Abu  Dawud  (2015),  At-Tirmidzi 
(2038),  Ath-Thayalisi  (1232),  Ibnu  Majah  (3436).  Ibnu  Hibban  (6061),  Ath-Thabrani  dalam  Ash-Shaghir 
(559),  dan  Al-Kabir (463,464)  dari  Usamah  bin  Syuraik  dan  ia  shahih. 

686.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2564)  dan  Ahmad  (2/277,287,288)  dari  Abu  Hurairah. 

687.  Bagian  dari  hadits  yang  telah  disebutkan  di  muka. 

688.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (48).  Muslim  (64).  At-Tirmidzi  (1983)  dan  Ibnu  Majah  (69)  dari  Ibnu  Mas’ud. 

689.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/440).  Al-Bukhari  dalam  Al-Adab  ( 119),  Ibnu  Hibban  (5764).  Al-Baihaqi  Asy- 
Syu’ab  (9546)  dan  di-shahih-kar  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (190). 

690.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  ( 1 01 9).  Abu  Dawud  (4900),  Ath-Thabrani  ( 1 3599),  Ibnu  Hibban  (3020)  dan  A - 
Hakim  (1/385). 

° ‘d'™  Besar 


354 


4_J_P  t aJJI  a-lp  Jli  j'  jsA>d  Ij  SK>r  j lp3  a 

"Barangsiapa  memanggil  seseorang  dengan  panggilan  kufur  atau  memang- 
gilnya dengan  mengucap,  'Hai  musuh  Allah!',  padahal  keadaan  orang  itu  tidak 
demikian,  maka  panggilannya  tadi  akan  kembali  kepadanya ."69i 

Rasulullah  -feg  bersabda: 


0-* 


«l>cj  iLibl 


J ^*j5j  J * *>«J  w L '—J-Ul  LA  jli  l J 


alV  » ' ' | - • 

; j a-A  ■ r*  UL-U13 


"Pada  malam  aku  dimi'rajkan  aku  melewati  satu  kaum  yang  memiliki  kuku 
dari  tembaga.  Mereka  mencakari  wajah  dan  dada  mereka.  Aku  pun  bertanya, 
'Siapakah  mereka  itu,  Jibril?'  Ia  menjawab,  'Merekalah  orang-orang  yang 
memakan  daging  manusia  dan  menodai  kehormatan  mereka."692 


Ancaman  Terhadap  Perusakan  dan  Penghasutan  yang 
Dilakukan  Kepada  Orang-Orang  yang  Beriman  Serta  Mengadu 
Binatang 

Dalam  sebuah  hadits  shahih  Nabi  bersabda: 


"Sesungguhnya  setan  telah  berputus  asa  terhadap  orang-orang  yang  menu- 
naikan shalat  di  Jazirah  Arab  untuk  menyembahnya.  Tetapi  ia  tidak  berputus 
asa  terhadap  penghasutan  di  antara  mereka."093 

Maka  barangsiapa  mengadu  domba  dua  orang  dari  kalangan  anak 
Adam  serta  membawa  sesuatu  yang  menyakitkan  yang  berasal  dari 
salah  satunya  dan  sebaliknya,  dialah  'nammam,  si  tukang  adu  domba. 
Ia  termasuk  tentara  setan  dan  seburuk-buruk  manusia.  Dalam  hal  ini 
Nabi  'JiT,  pernah  menawarkan, " Maukah  kalian  aku  beritahukan  orang  yang 

691 . Diriwayatkan  oleh  Muslim  (61 ) dari  Abu  Dzar  dan  lafalnya  "Tak  ada  seorangpun  yang  menlsbatkan  dirinya 
bukan  kepada  bapaknya,  sedangkan  ia  mengetahuinya,  kecuali  dia  telah  kufur.'’. 

692.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4878).  Ahmad  (3/1 80.329),  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Ghibah  (26)  dan  juga 
dalam  Ash-ShamthuC\65),  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (6716)  dan  d\-shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam 
Shahih  Abi  Dawud. 

693.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2812)  dan  At-TIrmidzi  ( 1 937)  dari  Jabir. 


Menyakiti  Orang-orang  Islam  dan  Mencela  Mereka  ►►  355 


paling  buruk  di  antara  kalian?"  Para  sahabat  menjawab,  "Tentu,  wahai 
Rasulullah."  Beliau  bersabda,  " Orang  yang  paling  buruk  di  antara  kalian 
adalah  orang-orang  yang  berjalan  ke  sana  ke  mari  dengan  namimah  (bahan 
untuk  mengadu  domba),  orang-orang  yang  membuat  kerusakan  di  antara 
orang-orang  yang  saling  mencintai,  orang-orang  yang  terlalu  memberatkan 
usaha  pembebasan  (yang  dilakukan  budak) 

Sebuah  hadits  shahih  menvebutkan  bahwa  Rasulullah  igg  bersabda: 

*L«_)  h' 


"Tidak  akan  masuk  surga  seorang  nammam."0 95 

Nammam  adalah  seseorang  yang  menyebarkan  pembicaraan  kepada 
orang  banyak  atau  kepada  dua  orang,  pembicaraan  yang  menyakitkan 
salah  satu  dari  keduanya  atau  membangkitkan  amarah  dalam  hati  sahabat 
atau  teman  dekatnya.  Misalnya  dengan  mengatakan,  "Si  fulan  mengatakan 
tentangmu  begini  dan  begitu.  Juga  ia  berbuat  begini  dan  begitu."  Ini 
terkecuali  jika  padanya  ada  maslahat  atau  faedah  semisal  memperingatkan 
datangnya  keburukan  yang  akan  terjadi. 

Berkenaan  dengan  mengadu  binatang  ternak,  binatang  buas,  dan 
burung,  semisal  adu  jago,  biri-biri,  anjing,  dan  sebagainva  maka 
hukumnya  haram.  Rasulullah  -rgg  telah  melarangnya.  Barangsiapa 
melakukannya  berarti  ia  telah  bermaksiat  kepada  Allah  dan  Rasul-Nya. 
Termasuk  pembahasan  ini  juga:  menghasut  istri  agar  membenci 
suaminya  dan  budak  agar  membenci  tuannya.  Rasulullah  bersabda, 
"Terlaknatlah  orang  yang  merusak  hubungan  baik  istri  dari  suaminya  dan 
budak  dari  tuannya."  ""n 

Kita  berlindung  kepada  Allah  dari  semua  itu. 

Keutamaan  Mengadakan  Islah  Antar  Sesama  Manusia 

Allah  k"  berfirman,  “ Tidak  ada  kebaikan  pada  kebanyakan  bisikan- 
bisikan  mereka,  kecuali  bisikan-bisikan  dari  orang  yang  menyuruh  (manusia) 
memberi  sedekah,  atau  berbuat  maruf  atau  mengadakan  perdamaian  diantara 
manusia.  Dan  barangsiapa  yang  berbuat  demikian  karena  mencari  keridhaan 


694.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (323)  Al-Adab.  Ath-Thabrani  (24/167/423).  Al-Hakim  (4/270).  Ahmad  (6/ 
459) . Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Al-Ghibah  (120)  dan  juga  dalam  Ash-Shamthu  (257).  Abu  Syaikh  dalam  At- 
Taubtkh  (4/230).  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (111 08)  dan  di-basan-kan  oleh  Al-Albani  dalam  Shahihul  Adab 
(246)  dari  Asma'  binti  Yazid. 

695.  Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 

696.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka 

356 1 o:u%n Besar 


Allah,  maka  kelak  Kami  memberi  kepadanya  pahala  yang  besar."  (An-Nisa’: 
114) 

Mengomentari  ayat  ini  Mujahid  berkata,  "Ayat  ini  berlaku  umum 
bagi  seluruh  manusia.  Maksudnya,  bisik-bisik  dan  pembicaraan 
manusia  itu  tidak  ada  kebaikannya  sedikitpun  kecuali  jika  itu  termasuk 
amal  kebajikan.  Yaitu  anjuran  untuk  bersedekah  dan  anjuran  untuk 
berbuat  yang  ma'ruf." 

Ibnu  Abbas  berkata,  "Yang  dimaksud  dengan  yang  ma'ruf  adalah 
shilaturrahim  dan  taat  kepada  Allah." 

Sebenarnya  semua  amal  kebaikan  termasuk  yang  ma'rul  karena 
akal  manusia  menganggapnya  demikian. 

Tentang  mengadakan  ishiah  diantara  manusia,  kepada  Abu  Ayyub 
al-Anshariy  Rasulullah  pernah  bersabda,  "Maukah  kamu  aku 
beritahukan  jenis  sedekah  yang  lebih  baik  bagimu  dari  pada  menyedekahkan 
onta-onta  yang  terbaik?"  "Tentu  saja,  wahai  Rasulullah.",  jawabnya.  Rasu- 
lullah pun  melanjutkan,  "Kamu  mengadakan  ishiah  diantara  manusia 
ketika  mereka  saling  merusak  dan  kamu  mendekatkan  hubungan  mereka  ketika 
mereka  saling  menjauh  satu  sama  lain."6Q~ 

Ummu  Habibah  meriwayatkan  bahwa  Nabi  bersabda, 
"Pembicaraan  anak  Adam  itu  semuanya  menjadi  beban  baginya  dan  tidak 
berpahala  kecuali  pembicaraan  tentang  amar  ma'ruf,  nahi  munkar,  dan  dzik- 
rullah ."698 

Diriwayatkan  bahwa  seseorang  berkata  kepada  Sufyan,  "Hei,  ini 
pembicaraan  yang  amat  dahsyat!"  Sufyan  pun  berkata,  "Belumkah  kamu 
dengar  bahwa  Allah  berfirman,  'Tidak  ada  kebaikan  pada  kebanyakan 
bisikan-bisikan  mereka,  kecuali  bisikan-bisikan  dari  orang  yang  menyuruh 
(manusia)  memberi  sedekah,  atau  menyuruh  berbuat  ma'ruf.'  Nah,  pembi- 
caraan seperti  itulah  pembicaraan  kalian.” 

Allah  juga  mengajarkan  bahwa  pembicaraan  itu  baru  benar-benar 
bermanfaat  jika  ditujukan  untuk  mengharapkan  sesuatu  di  sisi  Allah. 
Allah  berfirman,  " Dan  barangsiapa  yang  berbuat  demikian  karena  mencari 
keridhaan  Allah,  maka  kelak  Kami  memberi  kepadanya  pahala  yang  besar." 

Pahala  yang  besar  adalah  pahala  yang  tak  terhingga. 

697.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bazzar  dari  Anas  dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu:ab  ( 1 1 093)  dan  Al-Ashbahani  dalam  At- 
Targhib  (180)  dari  Abu  Ayyub. 

698.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (2412).  ibnu  Majah  (3974).  Abu  Ya'ia  (7132),  Al-Hakim  (2/512),  Ath-Thabrani 
(23/243/484)  dan  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Ash-Shamthu  (14)  dari  Ummu  Habibah  dan  di-ctf?a‘/7-kan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Dha'iflbni  Majah  (861 ). 


Menyakiti  Orang-orang  Islam  dan  Mencela  Mereka  ►>  357 


Dalam  sebuah  hadits  disebutkan,  "Tidaklah  disebut  sebagai  pendus- 
ta seseorang  yang  mengadakan  ishlah  dt  antara  manusia  dengari  menumbuh- 
kan kebaikan  atau  mengatakan  kebaikan."0'- 


Ummu  Kultsum  aS  berkata, 


bi  l J yij  ^ 


y y (-3  y . y ) yt- y 3 } y , y y \ y 3^  0 9 / . 

L^_>r  * j si  y> Ji  kJU-i  Jti-  * aJ!  'C— ,vu]t  ■ yj 


"Aku  belum  pernah  mendengar  Rasulullah  -gte  memberikan  keringanan  boleh 
berbohong  kecuali  dalam  tiga  situasi ; da/am  peperangan,  dalam  upaya  ishlah 
antara  manusia,  dan  pembicaraan  seorang  laki-laki  tentang  istrinya  atau  seorang 
perempuan  tentang  suaminyaT00 

Sahi  bin  Sa'ad  as-Sa'idiv  ■£§*$  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
mendengar  kabar  adanya  keburukan  yang  dilakukan  oleh  orang-orang 
Bani  Amru  bin  Auf.  Maka  Rasulullah  pun  berangkat  untuk 
mengupayakan  ishlah  di  antara  mereka  di  tengah-tengah  para  sahabat 
yang  ikut  dengan  beliau.701 

Abu  Hurairah  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  «gS  bersabda, 
''Tidak  ada  amalan  yang  diamalkan  yang  lebih  utama  dibandingkan 
berjalannya  seseorang  menuju  shalat  atau  mengupayakan  ishlah  antara  dua 
orang  yang  bersengketa,  atau  mengadakan  persekutuan  yang  diperbolehkan 
di  antara  orang-orang  Islam."702 

Rasulullah  sgg  bersabda,  "Barangsiapa  mengupayakan  ishlah  antara  dua 
orang,  Allah  akan  mengishlah  urusannya  dan  memberikan  kepadanya  untuk 
setiap  kata  yang  ia  ucapkan  ( pahala ) membebaskan  seorang  budak  dan  juga  ia 
akan  pulang  dalam  keadaan  telah  diampuni  semua  dosa  yang  telah  ia  lakukan.  "7C- 

Wa  billaahit  taufiq. 

Ya  Allah  curahkanlah  kelembutanMu  kepadaku,  dan  ampunilah 
aku  wahai  Yang  Maha  Penyayang. 


699.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (20196).  Ahmad  (6/403.404).  Al-Bukhari  (2692)  dan  di  dalam  Al-Ada: 
(385).  Muslim  (2605),  Abu  Dawud  (4920)  dan  At-Tirmidzi  (1938)  dari  Ummu  Kultsum  binti  Uqbah. 

700.  Ini  adalah  tambahan  dalam  riwayat  Muslim  dan  An-Nasa'i. 

701 . Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1234). 

702.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  di  dalam  At-Tariih  Al-i KaWr(1/63),  Al-Baihaqi  Syu’ab  (11 090),  Al-Ashbahan 
Targhib(t8t)  dan  di-sbab/Man  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Ash-Shahihah  (1448). 

703.  Dikeluarkan  oleh  Al-Ashbahani  dalam  At-Targhib  (186). 

D:D%a  Besar 


358 


D#sa 

Besar 


MENYAKITI  HAMBA-HAMBA 
ALLAH  DAN  BERTINDAK  LALIM 
TERHADAP  MEREKA 


Allah  k;  berfirman: 

3 J ° ' t * ' * t * 

S”" IL«  Lo-f  « ' -vC*  tk'  j O v'  V-iJl  * 

^ - ■ > v -•-/  J J*  *■  J 

Dan  orang-orang  yang  menyakiti  orang-orang  mukmin  dan  mukminat  tanpa 
kesalahan  yang  mereka  perbuat,  maka  sesungguhnya  mereka  telah  memikul 
kebohongan  dan  dosa  yang  nyata.  (Al-Ahzab  : 58) 


dan  rendahkanlah  dirimu  terhadap  orang-orang  yang  mengikutimu,  yaitu 
orang-orang  yang  beriman.  (Asy-Svu’ara’:  215) 

Abu  Hurairah  berkata,  "Rasulullah  ^ bersabda,  'Sesungguh- 
nya Allah  ta'ala  berfirman,  Barangsiapa  memusuhi  wali-Ku,  maka  Aku  telah 
mengizinkan  untuk  memeranginya."  Dalam  riwayat  lain,  "...  berarti  telah 
mengumumkan  perang  dengan-Ku.''~0A 

Dalam  hadits  lain  diriwayatkan  bahwa  pada  suatu  hari  Abu  Sufyan 
berjalan  melewati  sahabat  Salman,  Shuhaib  dan  Bilal  bersama  beberapa 
orang.  Mereka  berkata,  "Sayang  sekali,  pedang  Allah  tidak  tepat 
mengenai  musuh  Allah!"  (Dulu  Abu  Sufyan  pernah  memusuhi  Islam) 
Lalu  Abu  Bakar  igL  berkata,  "Apakah  kalian  mengatakan  yang  seperti 
itu  kepada  tetua  suku  Quraisy  dan  penghulunya?"  Kemudian  Abu  Bakar 
menemui  Nabi  £gdan  menceritakan  kejadian  itu.  Lalu  Nabi  bersabda, 
"Wahai  Abu  Bakar,  mungkin  kamu  sudah  membuat  mereka  marah 
sehingga  Allah  pun  marah."  Maka  Abu  Bakar  kembali  menemui  mereka 
dan  bertanya,  "Wahai  saudara-saudaraku,  adakah  aku  telah  membuat 


704.  Shahih.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6502)  dan  lonu  Hibban  (347). 


Liw'  I ^ 


jJh  I 


Menyakiti  Hamba -Hamba  Aliah  dan  Bertindak  Lalim  Terhadap  Mereka  ►►  359 


kalian  marah?"  Mereka  menjawab,  'Tidak,  wahai  saudara  kami,  semoga 
Allah  mengampunimu."705 


Pasal 


Firman  Allah  w : 

> - o ^ f f ? . ' \ ' -i'  - h i l t s - - *■*+,** * i 

j vJjJjjj  j ©'UJub  '*-■${ j i)  <~JL>  * 

Dan  bersabarlah  kamu  bersama  dengan  orang-orang  yang  menyeru  Rabbnya 
di  pagi  dan  senja  hari  dengari  mengharap  wajah-Nya  (QS.  al-Kahfi:  28) 

Ayat  ini  berkenaan  tentang  keutamaan  orang-orang  fakir.  Sebab 
turunnya  ayat  ini,  bahwa  orang-orang  vang  mula-mula  beriman  kepa- 
da Nabi  -gs  adalah  orang-orang  fakir.  Begitu  pula  dengan  yang  mula- 
mula  beriman  kepada  para  nabi  sebelum  beliau.  Adalah  Rasulullah  sjig 
sering  duduk-duduk  bersama  para  sahabat  beliau  yang  fakir  seperti; 
Salman,  Shuhaib,  Bilal,  dan  ’Ammar  bin  Yasir  Orang-orang  musyrik 
mencari  cara  untuk  mengusir  orang-orang  fakir  dari  sekeliling 
Rasulullah,  ketika  mereka  mendengar  bahwa  tanda  kebe-naran  para 
rasul  adalah  yang  mula-mula  mengikuti  mereka  adalah  orang-orang 
fakir.  Beberapa  tokoh  musyrik  menghadap  Nabi  dan  berkata,  "Wahai 
Muhammad,  usirlah  orang-orang  fakir  itu  dari  sekelilingmu. 
Sesungguhnya  jiwa  kami  merasa  enggan  untuk  duduk-duduk  bersama 
mereka.  Seandainya  kamu  mau  mengusir  mereka,  pastilah  orang- 
orang  yang  mulia  dan  tokoh-tokoh  masyarakat  akan  beriman 
kepadamu." 

Maka  Allah  menurunkan  ayat; 

> - 3 ' ^ f 3 * Z 

eMjr>r  « J ft -L'  D 

j j - v- 


W 0-P 


3 


; Y 


Dan  janganlah  kamu  mengusir  orang-orang  yang  menyeru  Rabbnya  di  pagi 
hari  dan  petang  hari,  sedang  mereka  menghendaki  wajah-Nya.  (Al-An’am: 
52) 

Maka  tatkala  orang-orang  musyrik  berputus  asa  untuk  dapat 
mengusir  mereka,  mereka  berkata,  "Wahai  Muhammad,  jika  kamu  tidak 
mau  mengusir  mereka,  khususkan  bagi  kami  satu  hari  dan  bagi  mereka  satu 
hari." 

Maka  Allah  menurunkan  ayat: 


705.  Shahih.  Dikeluarkan  oleh  Muslim  (2504). 

360 1 D:cr'saBesar 


, .0.  ; 3;  . t ' S . > > 

ijLL^P  wUj  ) j 4_£j>r 


Dan  bersabarlah  kamu  bersama  dengan  orang-orang  yang  menyeru  Rabbnya 
di  pagi  dan  senja  hari  dengan  mengharap  wajah-Nya  dan  janganlah  kedua 
matamu  berpaling  dari  mereka  (karena)  mengharapkan  perhiasan  kehidupan 
dunia  ini  (Al-Kahfi:  28) 700 

Maksudnya,  janganlah  kamu  memusuhi  mereka  dan  memaling- 
kan pandangan  dari  mereka  sebagai  tanda  tidak  senang  kepada  mere- 
ka, karena  kamu  menginginkan  bersahabat  dengan  hamba-hamba  dunia 
itu. 

Dan  katakanlah,  "Kebenaran  itu  datangnya  dari  Rabbmu;  maka  barangsiapa 
yang  ingin  (beriman)  hendaklah  ia  beriman,- dan  barangsiapa  yang  ingin  (kafir) 
biarlah  ia  kafir."  (QS.  al-Kahfi:  29) 

Lalu  Allah  memberikan  perumpamaan  tentang  orang  kaya  dan 
orang  miskin  itu  dalam  firman-Nya 

Dan  berikanlah  kepada  mereka  sebuah  perumpamaan  dua  orang  laki-laki  (QS. 
al-Kahfi:  32) 

Dan  berilah  perumpamaan  kepada  mereka  (manusia),  kehidupan  dunia  (QS. 
al-Kahfi:  45) 

Implikasinya,  Rasulullah  yg  menjadi  sangat  menghormati  dan 
memuliakan  para  fakir  miskin  itu. 

Ketika  Rasulullah  yg  berangkat  berhijrah  ke  Madinah,  mereka  - 
para  fakir  miskin  itu-  ikut  berhijrah  pula  bersama  beliau.  Di  sana,  mereka 
tinggal  di  shuffah  (serambi)  masjid  sambil  beribadat  di  situ,  hingga 
akhirnya  mereka  dinamakan  ashhabush-shuffah.  Setelah  itu  datang  pula 
rombongan  muhajir  lain  yang  juga  fakir,  lalu  bergabung  bersama 
mereka,  hingga  bertambah  jumlah  mereka. 

Mereka  menyaksikan  kebaikan-kebaikan  yang  telah  dijanjikan  oleh 
Allah  kepada  para  wali-Nva.  Mereka  menyaksikan  itu  dengan  cahaya 
iman,  karenanya  hati  mereka  tidak  lagi  bergantung  kepada  sesuatu  pun 
yang  ada  di  dunia.  Bahkan  mereka  mengatakan,  "Hanya  kepada  Engkaulah 
kami  beribadah,  hanya  karena  Engkaulah  kami  merendahkan  diri  dan  bersujud, 
serta  dengan  pertolongan-Mulah  kami  memohon  petunjuk  dan  bimbingan. 

"36.  Diriwayatkan  oleh  Al-Wahidi  dalam  Asbabun  Nuzul(&2p  dan  sanadnya  sangat  lemah.  Lihat  Zadul Masir 
(5/132). 


t a 0 1 _lk.  L ^ ^ , O -U  V JJ  t 

gi  \ * £ 0 f 3 ' 

UaJl  o *<  wL*  J 


Menyakiti  Hamba-Hamba  Allah  dan  Bertindak  Lalim  Terhadap  Mereka  ►►  361 


Kami  bertawakkal  dan  bergantung  kepada-Mu.  Kami  merasa  senang  dan 
gembira  dengan  menyebut-Mu.  Kami  merumput  dan  menggembala  di  padang 
kasih  sayang-Mu.  Kami  bekerja  dan  berusaha  keras  karena-Mu.  Dan  kami 
tidak  akan  meninggalkan  pintu-Mu  selama-lamanya. 

Kemudian  Allah  berfirman,  “Dan  janganlah  kamu  mengusir  orang- 
orang  yang  menyeru  Rabbnya  di  pagi  hari.”  (Al-An'am:  52) 

Maknanya;  janganlah  kamu  mengusir  orang-orang  yang  setiap  pagi 
dan  sore  selalu  berdzikir  mengagungkan  asma  Allah.  Janganlah  kamu 
mengusir  orang-orang  yang  menjadikan  masjid  sebagai  tempat  tinggal 
mereka,  serta  Allah  menjadi  tumpuan  dan  kecintaan  mereka.  Lapar 
menjadi  makanan  mereka,  selalu  berjaga  ketika  orang-orang  tengah 
tidur  menjadi  lauk  mereka,  kefakiran  dan  kemelaratan  menjadi  ciri  khas 
mereka.  Mereka  mengikat  kemauan  mereka  di  pintu  Rabb  mereka. 
Mereka  bentangkan  wajah  mereka  di  mihrab-mihrab  tempat  berbisik 
mereka. 

Kefakiran  itu  ada  yang  umum  dan  ada  yang  khusus.  Kefakiran 
yang  umum  itu  adalah  kebutuhan  kepada  Allah  swt.  Ini  sudah  menjadi 
sifat  semua  makhluk,  baik  yang  mukmin  maupun  yang  kafir.  Inilah 
makna  firman  Allah,  “Wahai  manusia,  kalianlah  yang  butuh  kepada 
Allah.”  (QS  Fathir  : 15) 

Adapun  yang  khusus  adalah  sifat  fakir  yang  dimiliki  oleh  para  wali 
Allah  dan  orang-orang  yang  dicintai-Nya.  Tangan  mereka  terbebas  dari 
dunia  dan  hati  mereka  pun  terputus  dari  ketergantungan  kepadanya. 
Mereka  hanya  sibuk  dengan  Allah,  merindukan-Nya,  dan  merasa 
tenang  dengan  berkhalwat  bersama-Nya. 

Ya  Allah,  anugerahkanlah  kemampuan  untuk  merasakan  manisnya 
munajat  kepada-Mu.  Bimbinglah  kami  ke  jalan  yang  Engkau  ridlai. 
Jauhkanlah  dari  kami  segala  hal  yang  dapat  menjauhkan  kami  dari- 
Mu.  Mudahkanlah  bagi  kami  segala  yang  Engkau  mudahkan  bagi 
orang-orang  yang  Engkau  cintai.  Ampunilah  kami,  kedua  orang  tua 
kami,  dan  semua  kaum  muslimin. 


D:imsB  Besar 


362 


[> 


Ay 


-sa 

Besar 


ISBAL  (MENGULURKAN  KAIN  DI 
BAWAH  MATA  KAKI)  DENGAN 
PERASAAN  SOMBONG 


Allah  i*  berfirman: 


Dan  janganlah  kamu  berjalan  di  muka  bumi  dengan  angkuh.  Sesungguhnya 
Allah  tidak  menyukai  orang-orang  yang  sombong  lagi  membanggakan  diri. 
(Luqman:  18) 


Nabi  bersabda: 


j. 


Atf'  & 


■Z&\\ 


LL.I  L» 


Kain  yang  menjulur  melebihi  mata  kaki,  (pemakai)nya  akan  masuk  neraka.707 

> ' ' ' ' K z,  ' 

' jJaj  Sjljl  J>r  \A  <0)1  dsOj  'j 

Allah  tidak  akan  memandang  kepada  orang  yang  mengulurkan  kainnya  karena 
sombong.708 


Beliau  juga  bersabda: 


v 


Tiga  gogolngan  orang  yang  tidak  akan  diajak  bicara  oleh  Allah  pada  hari 
kiamat  kelak,  serta  tidak  akan  dipandang-Nya,  dan  tidak  pula  disucikan-Nya, 
yaitu;  orang  yang  mengulurkan  kainnya,  orang  yang  suka  mengung-kit-ungkit 
kebaikannya,  dan  orang  yang  menjual  dagangannya  dengan  sumpah  palsu.  09 


707.  Takhrij -nya  telah  disebutkan  di  muka. 

708.  Diriwayatkan  oleh  AI-Bukhari  (5788)  dan  Muslim  (2078)  dari  Abu  Hurairah. 


Isbal  » 363 


Dalam  hadits  lain  disebutkan,  "Ketika  seorang  laki-laki  berjalan 
dengan  pakaian  yang  indah,  bangga  akan  dirinya,  tiba-tiba  ia  ditelan  bumi, 
dan  ia  bergerak-gerak  di  dalamnya  sampai  hari  kiamat."710 


Rasulullah  bersabda,  "Barangsiapa  mengulurkan  kainnya  karena 
sombong,  kelak  pada  hari  kiamat,  Allah  tidak  akan  memandangnya.”711 

Beliau  ^ bersabda: 

■ L»L>j<Jl  » J jljV 


o s 3,  -•  . » t , os  . \ \ ' 3 

f Ajj'  y2-~  i 


"Adanya  isbal  itu  adalah  dalam  masalah  kain,  baju  gamis,  dan  sorban.  Orang 
yang  mengulurkan  sesuatu  darinya  karena  sombong,  maka  Allah  tidak  akan 
memandangnya  pada  hari  kiamat  kelak.''7 11 


Sabda  Rasulullah  syg: 


o . o > i „ 

j j\  d \ 

- O * w - -/ 


O x 3 -'O  ^ ? ■-  3 -■  > y'»  - * . 3 ^ ^ i , 

)15  L*  4 *1p  ?r  j>~  2 4 

j&\  j ^ ^ 'u ’J 


"Bentuk  cara  mengenakan  kain  orang  mukmin  itu  adalah  sampai  separuh 
betisnya,  dan  tidak  apa-apa  lebih  sedikit  antara  separuh  betis  sampai  ke  mata 
kaki,  sedangkan  orang  yang  memakainya  di  bawah  mata  kaki,  maka  ia  akan 
masuk  neraka."710 


Ini  adalah  sifat  umum  dalam  semua  pakaian,  seperti;  celana,  baju, 
jubah,  qaba  (sejenis  pakaian  luar),  dan  lain-lain. 

Sahabat  Abu  Hurairah  gfy  berkata,  "Ketika  seorang  laki-laki 
sedang  mengerjakan  shalat  dengan  mengulurkan  kainnya,  Rasulullah 
#§  berkata  kepadanya;  pergilah  dan  ulangi  wudlumu!.  Kemudian  orang 
itu  datang,  lalu  disuruh  oleh  beliau  supaya  berwudlu  lagi.  Lalu  seseorang 
bertanya,  ’Ya  Rasulullah,  mengapa  Anda  memerintahkannya 
mengulangi  wudlu?'  Beliau  menjawab, 

l'  ' ^ t J ' 'S  l 3 ' - ' z.  s * 3 f f ' * f'  ' l' 

ajljj  ^ 4uJl  '-'l*  ajljj  jlK  4jj 


709.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

71 0.  Diriwayatkan  oleh  A!-Bukhari  (5789)  dan  Muslim  (2088)  dari  Abu  Hurairah. 

71 1 . Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5791 ) dan  Muslim  (2085)  dari  Ibnu  Umar. 

712.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (4094),  Ibnu  Majah  (3576).  An-Nasa'i  (8/208)  dan  Ath-Thabrani  (1 3209)  dari 
Ibnu  Umar,  dan  di-sbab/b-kan  oieh  Asy-Syaikh  dalam  ShahihAI-Jami  ( 2770). 

713.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/914).  Ahmad  (3/5  30).  Ath-Thayalisi  (2228),  Abu  Dawud  (4093),  Ibnu  Majah 
(3573)  dan  Ibnu  Hibban  (5446)  dari  Abu  Sa’id  dan  sanadnya  shahih. 


364 


D'o%a  Besar 


'Karena  ia  mengerjakan  shalat  dengan  mengulurkan  kainnya.  Allah  tidak 
akan  menerima  shalat  orang  yang  mengulurkan  kainnya.'"' 14 

Rasulullah  bersabda,  " Barangsiapa  mengulurkan  kainnya  karena 
sombong,  maka  Allah  tidak  akan  memandangnya  pada  hari  kiamat  kelak.1' 
Kemudian  Abu  Bakar  /Yk  bertanya,  "Ya  Rasulullah,  kain  saya  suka  turun 
dengan  sendirinya  kecuali  kalau  saya  pegang."  Rasulullah  ‘pM.  menjawab, 
"Engkau  tidak  termasuk  orang  yang  melakukannya  karena  sombong."  in 

Ya  Allah,  curahkanlah  kepadaku  kelembutan-Mu,  dengan  rahmat- 
Mu  wahai  Yang  Maha  Mengasihi. 


714.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (638.4086)  dan  Abu  Hurairah  dan  di-c/ba'ff-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam 
Adh-Dha‘if  (124 .884). 

715.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/136).  Al-Bukhari  (3665.5784).  Muslim  (2085),  Abu  Dawud  (4085),  An-Nasa'i 
(8/208)  dan  Ibnu  Majah  (3576). 


Isbal  ►►  365 


D#sa 

Besar 


MEMAKAI  KAIN  SUTERA  DAN 
EMAS  BAGI  KAUM  LELAKI 


Dalam  Shahih  Bukhariy  dan  Muslim  disebutkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda: 

- r . . J o 3 , 'O*  , . - 3 . ! : 

^ /-S*-  j 

Orang  yang  memakai  sutera  di  dunia,  tidak  akan  memakainya  di  akhirat. ' 

Hadits  ini  bermakna  umum,  baik  untuk  tentara  maupun  yang 
lainnya.  Rasulullah  ^ bersabda: 

^1  J ^JjC-  , -jSjJl  a * y>- 

Diharamkan  sutera  dan  emas  atas  ummatku  yang  laki-laki. 717 
Hudzaifah  bin  Yaman  berkata: 


iru  o 


4 4 * 1-7  ii  : 


iil  « 


SwUl  I 


«ID  ' jt . - Gaji 
" - - v ^ ■ 


^y- ■ dL^j 


"Nabi  melarang  kami  minum  di  dalam  bejana  emas  dan  perak,  dan  makan 
di  dalamnya.  Juga  melarang  kami  memakai  kain  sutera  yang  halus  dan  kasar, 
serta  duduk  di  atasnya."~ls 


Maka  barangsiapa  menghalalkan  pakaian  sutera  untuk  kaum  lelaki, 
orang  itu  menjadi  kafir.  Hanvasanya  Nabi  gs  mengizinkan 
pemakaiannya  bagi  orang  yang  sedang  menderita  sakit  gatal-gatal,  kudis 


716.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5832)  dan  Muslim  (2073)  dari  Anas  dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5833) 
dari  Ibnu  Zubair,  dan  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5834)  dari  Umar. 

717.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/396).  Ath-Thayalisi  (506).  An-Nasa'i  (8/161 ) dan  At-Tirmidzi  (1720)  dari  Abu 
Musa.  Dan  Ahmad  (1/96),  Abu  Dawud  (4057).  An-Nasa'i  (8/160).  Ibnu  Majah  (3595)  dan  Ath-Thahawi  (4/ 
250)  dari  Ali  dan  ia  adalah  hadits  shahih. 

718.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (5837)  dan  Muslim  (2067)  dari  Hudzaifah. 


Memakai  Kain  Sutera  dan  Emas  Bagi  Kaum  Lelaki  ►►  367 


dan  sebagainya.71y  Diboienkan  juga  bagi  orang  yang  berperang  ketika 
sedang  menghadapi  musuh.  Sedangkan  pakaian  sutera  sebagai  hiasan 
untuk  kaum  laki-laki,  maka  hukumnya  haram  berdasarkan  ijma'  kaum 
muslimin.  Ini  berlaku  untuk  pakaian  luar  dan  pakaian  dalam.  Termasuk 
yang  diharamkan  juga  jika  kandungan  sutera  suatu  jenis  kain  lebih 
banyak  dari  pada  bahan  lainnya.  Emas  juga  diharamkan  dipakai  oleh 
kaum  lelaki,  baik  berupa  cincin,  kancing,  atau  hiasan  pedang  dan  lain- 
lainnya. 


Nabi  yg  pernah  melihat  ada  cincin  emas  di  jari  tangan  seorang 
laki-laki.  Beliau  mencabutnya  seraya  berkata, 


d ^ l -i  * ^ 


r o s * / 


"Seseorang  dari  kalian  mengambil  sepotong  bara  api  lalu  meletakkannya  di 
tangannya."720 

Para  ulama  berselisih  pendapat  dalam  hal  boleh  tidaknya  seorang 
anak  kecil  memakai  sutera  atau  emas.  Sebagian  ulama  membolehkan 
dan  sebagian  yang  lain  mengharamkannya  berdasarkan  keumuman 
sabda  Nabi  "Keduanya  ini  (sutera  dan  emas)  haram  untuk  kaum  laki- 
laki  ummatku,  dan  halal  untuk  kaum  wanitanya."'21 

Anak  kecil  termasuk  pula  yang  kena  larangan.  Inilah  pendapat 
madzhab  Imam  Ahmad  dan  yang  lain. 

Mari  kita  memohon  taufiq  kepada  Allah  terhadap  apa  yang  dicintai 
dan  diridlai-Nva,  sesungguhnya  Dia  Maha  Pemurah. 


719.  Dikeluarkan  oleh  Ahmad  (3/255.272).  Al-Bukhari  (2921 ,2922).  Muslim  (2076),  Abu  Dawud  (4056),  An- 
Nasa 'i  (8/202)  dan  Ibnu  Majah  (3592)  dari  Anas.  ia  berkata,  "Nabi 55  memberi  keringanan  bagi  Abdurrahman 
bin  Aufdan  ZubairbinAwwam  memakai  kain  sutra  karena  penyakit gatai yang  dialami  keduanya. " 

720.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2090)  dari  Ibnu  Abbas. 

721 . Lihat  haditsnya  (pada  catatan  kaki  no.7l  7)  dari  dosa  56  ini. 

368 1 D~D%.iBesar 


D 


:sa 

Besar 


BUDAK  YANG  MELARIKAN  DIRI 
DARI  TUANNYA 


Dalam  kitab  Shahihnya,  Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa 
Rasulullah  bersabda: 


sbL^  «J 


Jika  seorang  budak  melarikan  diri  (dari  tuannya),  maka  shalatnya  tidak  akan 
diterima.  2' 

Juga: 

f , * ■■  s s Co  /*£ 

y.  “di®  yy.  k«_ii 


Budak  mana  saja  yang  melarikan  diri  (dari  tuannya)  maka  telah  lepaslah 
jaminan  (atas  darah,  harta  dan  kehormatan)  darinya.'23 

Ibnu  Khuzaimah  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  Jabir  bin 
Abdullah  , katanya,  "Rasulullah  £3  bersabda: 


f z , f 3 


mA 


b I 


jt 


2J  b'  * sb1- 


' 3 s — ' S t s i , , i ' t 


J A l uJL  b kj  bl 

b'  ' 


o; 


Tiga  golongan  yang  shalat  mereka  tidak  akan  diterima  oleh  Allah  dan  kebaikan 
mereka  tidak  akan  diangkat  ke  langit;  budak  yang  melarikan  diri  dari  tuannya 
sampai  ia  kembali,  wanita  yang  suaminya  marah  kepadanya  sampai  si  suami 
ridha  kepadanya  kembali,  dan  orang  yang  mabuk  sampai  ia  sadar  kembali 21 


722.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (70;  dan  Abu  Dawud  (4360)  dan  Jarir. 

723.  Diriwayatkan  oieh  Muslim  (69). 

724.  Takhrijnya  telah  disebutkan  di  muka. 


Budak  yang  Melarikan  Diri  dari  Tuannya  ►►  369 


Fudlalah  bin  'Ubaid  meriwayatkan  secara  marfu',  "Tiga golongan 
yang  tidak  akan  ditanya  tentang  mereka,  seorang  laki-laki  yang  memisahkan 
diri  dari  jamaah  dan  tidak  mentaati  imamnya;  seorang  budak  yang  melarikan 
diri  (dari  tuannya)  kemudian  mati  dalam  keadaan  bermak-siat;  seorang  wanita 
yang  suaminya  sedang  tidak  ada  di  tempat,  dan  suami-nya  itu  sudah  mencukupi 
keperluannya,  namun  ia  menampakkan  kecantikan-nya  (di  luar  rumah),71' 
seperti  yang  dilakukan  oleh  kaum  jahiliyyah.  yaitu  kaum  yang  hidup  di 
antara  Nabi  Isa  y/gk  dan  Nabi  Muhammad 

Demikian  disebutkan  oleh  al-Wahidiv 


725. Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6/19).  Al-Bukhar:  dalam  Al-Adab  (590).  Ath-Tabrani  (18/788),  Ibnu  Hibban 
(4559),  Al-Bakim  (1/119)  dan  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (7797)  dari  Fadhaiah  bin  Ubaid  dan  ta  shahih. 

370 1 D 2%., Besar 


D~Besar^)Q 

MENYEMBELIH  KARENA 
SELAIN  ALLAH  mfi 


Ini  seperti  seseorang  yang  mengucapkan  'Dengan  nama  setan'  atau 
'..berhala,  atau  '..syaikh  fulati. 

Allah  berfirman: 


\ * 0 •*  3 ■*!  x h '* 

^ ^ artm’  t L-*-****-' ' ^ ^9  4— 


, , > > o , ^ ^ 

>4J  -Cl  • 4_uP  <U)I 


'Ju  ^ il.  fhTli  V , 


> > , . © J ,*  i3  ^ 

O Z /*  + 3 ,»  O ,».*©,  f S x 3 . « 


^ r 


Dan  janganlah  kamu  makan  binatang-binatang  yang  tidak  disebut  nama  Allah 
ketika  menyembelihnya.  Sesungguhnya  perbuatan  yang  semacam  itu  adalah 
suatu  kefasikan.  Sesungguhnya  syaitan  itu  membisikkan  kepada  kawan- 
kawannya  agar  mereka  membantah  kamutdan  jika  kamu  menuruti  mereka, 
sesungguhnya  kamu  tentulah  menjadi  orang-orang  yang  musyrik.  (Al-An'am: 
121) 

Ibnu  'Abbas  berkata,  "Yang  dimaksudkan  oleh  ayat  itu  adalah 
bangkai  dan  binatang  yang  mati  karena  tercekik,  yang  terpukul,  yang 
jatuh,  yang  ditanduk,  yang  diterkam  binatang  buas,  kecuali  yang  sempat 
kamu  menyembelihnya,  serta  (diharamkan  bagimu)  yang  disembelih 
untuk  berhala.  (Al-Maidah:  3)" 

Al-Kalbiy  berkata, ”yaitu  binatang  yang  disembelih  tanpa  disebut 
nama  Allah  atau  yang  disembelih  untuk  selain  Allah  i* 

Atha’  berkata,  "Allah  melarang  memakan  sembelihan-sembelihan 
yang  disembelih  oleh  orang-orang  Quraisy  dan  Arab  yang  mereka 
persembahkan  untuk  berhala-berhala." 

Maksud  dari  firman  Allah: 


Menyembelih  Karena  Selain  Allah 


►►  371 


Sesungguhnya  itu  adalah  suatu  kefasikan  (AI-An'am:  121) 

yaitu;  sesungguhnya  semua  bangkai  yang  disembelih  tanpa  disebut 
nama  Allah  itu  suatu  kefasikan  atau  keluar  dari  kebenaran  dan  dien. 


t 


JU!  .1 


jl 


Sesungguhnya  syaitan  itu  membisikkan  kepada  kawan-kawannya  agar  mereka 
membantah  kamu 


Maksudnya  adalah  setan  membisikkan  kepada  para  walinya 
(orang-orang  musyrik)  perkataan-perkataan  batil  supaya  dapat 
mendebat  kaum  muslimin.  Mereka  itu  membantah  kaum  mukminin 
dalam  masalah  bangkai.  Ibnu  'Abbas  berkata,  “Setan  membisikkan 
kepada  manusia  yang  menjadi  walinya,  Bagaimana  kamu  menyembah 
dzat  yang  kamu  tidak  memakan  apa  yang  dimatikannya  sedangkan 
kamu  memakan  apa  yang  kamu  matikan  (bunuh)?'  Lalu  Allah 
menurunkan  'Dan  jika  kamu  mentaati  mereka’  yaitu  menghalalkan 
bangkai  ‘maka  kamu  tentulah  menjadi  orang-orang  yang  musyrik.”’ 

Az-Zajaj  berkata: 

\ , i i * s.  ' J , 3 J \ ' j , j ” 

Lul  Jj>-(  d—3  * f » j>-  L_*  d 


'l?-  ' ■ 'S" 


y y -J  yy 

)\  L_lJi  iJlA  ■ 


, a f 'f'. 

M a 


"Ayat  ini  menjadi  dalil  bahwa  setiap  orang  yang  menghalalkan  sesuatu  yang 
diharamkan  Allah  atau  mengharamkan  sesuatu  yang  dihalalkan  oleh  Allah, 
ia  adalah  seorang  yang  musyrik." 

Jika  ada  yang  bertanya,  "Bagaimana  Anda  menyatakan  kemubahan 
sembelihan  seorang  muslim  tanpa  menyebut  nama  Allah  ketika  menyembelihnya, 
padahal  sekilas  ayat  ini  menashkan  keharamannya?",  maka  jawabnya; 
"Sesungguhnya  para  mufassir  telah  menafsirkan  'binatang-binatang  yang  tidak 
disebut  nama  Allah  atasnya'  itu  adalah  bangkai.  Dan  tidak  ada  seorang  pun 
dari  mereka  memahaminya  sebagai  sembelihan  seorang  muslim  yang  tidak 
membaca  basmalah.  Ayat  ini  juga  menjelaskan  bahwa  yang  diharamkan  di  sini 
adalah  bangkai.  Yaitu  'sesungguhnya  itu  adalah  suatu  kefasikan’,  dan  tidak 
dikatakan  fasik  seseorang  yang  memakan  sembelihan  seorang  muslim  yang  tidak 
membaca  basmalah." 


372  o:D\a  Besar 


Yang  menunjukkan  hal  di  atas  juga, 

J\  'J  J»' J J' j 


Sesungguhnya  syaitan  itu  membisikkan  kepada  kawan-kawannya  agar  mereka 
membantah  kamu. 


Perbantahan  itu  terjadi  dalam  masalah  bangkai,  sebagaimana 
diijma'kan  oleh  seluruh  ahli  tafsir,  dan  bukan  dalam  masalah  sembelihan 
orang  muslim  yang  tidak  menyebut  basmalah  ketika  menyembelihnya. 

Juga, 


Dan  jika  kamu  mentaati  mereka'  yaitu  menghalalkan  bangkai  'maka  kamu 
tentulah  menjadi  orang-orang  yang  musyrik. 

kemusyrikan  di  sini  adalah  karena  menghalalkan  bangkai  bukan 
menghalalkan  sembelihan  seorang  muslim  yang  tidak  membaca 
basmalah  ketika  menyembelih. 

Abu  Manshur  meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  Mu  katanya, 
"Seseorang  bertanya  kepada  Rasulullah  v . 'Bagaimana  pendapat  Anda 
jika  ada  seseorang  dari  kita  menyembelih  tetapi  lupa  tidak  mengingat 
nama  Allah  w ?’  Maka  Nabi  menjawab,  'Nama  Allah  terdapat  di  lisan 
setiap  muslim."'71'' 

Abu  Manshur  juga  meriwayatkan  dari  Ibnu  'Abbas  bahwa 
Nabi  bersabda,  "Cukup  baginya  menyebut  nama  Allah.  Dan  jika  ia  lupa 
menyebut  nama  Allah  ketika  menyembelih,  maka  sebutlah  nama  Allah  dan 
ingatlah  Allah  ( berdzikirlah ) pada  waktu  hendak  memakannya."727 

’Amru  bin  Abu  'Amru  memberitahukan  kepada  kami  dengan 
sanadnva  sampai  kepada  'Aisyah  iv  bahwa  suatu  kaum  datang  kepada 
Rasulullah  i®  seraya  berkata,  "Ya  Rasulullah,  suatu  kaum  datang  kepada 
kami  memberi  daging.  Kami  tidak  tahu  apakah  ketika  menyembelihnya  mereka 
menyebut  nama  Allah  ataukah  tidak!'  Rasulullah  menjawab, 


' NA  a aAs- 


726. Maudhu':  Diriwayatkan  oieh  Ibnu  Ad:  (6  385i.  Ad-Daruquthm  (4/285/94),  Ath-Thabiani  dalam  Al-Ausath 
(4769)  dan  Al-Baihaqi  (9,240).  Asy-Syaskh  berkata/'Maudhu’'.  lihat  Dh'iful  Jami’(955). 

727.  Diriwayatkan  oleh  Ad-Daruquthn;  (4  296  96.98)  dan  Al-Baihaqi  (9/239)  dari  Ibnu  Abbas  secara  marfu’dan 
mauquf.  Sedangkan  Al-Baihaqi  menguatkan  bahwa  hadits  ini  adalah  mauqut. 


Menyembelih  Karena  Selain  Allah  /w 


►►  373 


"Sebutlah  nama  Allah  padanya  lalu  makanlah!"'-* 

Ini  akhir  dari  pernyataan  al-YVahidiv  njy , dan  di  depan  telah  disebut 
sabda  beliau 

-K' 

•'l  5'  I ' '•  5 ■ ■ ( 

^ ' v^'  ^ w 

Allah  melaknat  siapa  yang  menyembelih  karena  selain  Allah b’9 


~13  Diriwayatkan  oleh  Malik  (2/488/1 ).  Al-Bukhari  (5507)  dan  Ad-Daruquthni  (4/296/99)  dari  Aisyah 
"2 4 Takhrij- nya  telah  disebutkan  di  muka. 


3 74 


d:d%*  Besar 


Ddsa 


Besar 


MENASHABKAN  DIRI  KEPADA 
SELAIN  BAPAKNYA  SENDIRI 


Sahabat  Sa'ad 


meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


> f*  - - > ' f y'.  1 

oj  1 a 4_u ' J 

X - -y  — \S 


J' 


Barangsiapa  menusukkan  diri  kepada  selain  bapaknya  sedangkan  ia  mengetahui 
bahwa  orang  itu  bukan  bapaknya,  maka  surga  menjadi  haram  baginya.7™ 

Abu  Hurairah  -A-  meriwayatkan  juga  bahwa  Nabi  bersabda: 


• 


’<tUl 


' P ' —P  y "y 


janganlah  kalian  membenci  bapak  kalian;  barangsiapa  membenci  bapaknya 
maka  kafirlah  ia™1 

Disebutkan  pula  bahwa  beliau  bersabda: 

4jji  <u*J  J'  po'  'r4  « 

^ ^ - p~*  >-  c v»?  s-r  j 

Barangsiapa  menasabkan  diri  kepada  selain  bapaknya,  niscaya  laknat  Allah 
(tertimpa)  ke  atas  dirinya.  ™ 

Zaid  bin  Syuraik  berkata.  "Sava  melihat  Ali  ig-  berkhutbah  di  atas 
mimbar,  saya  dengar  ia  berkata,  'Demi  Allah,  tidak  ada  kitab  yang  pada 
kami  yang  kami  baca  selain  dari  Kitab  Allah  A'  dan  apa  yang  tertulis 
pada  lembaran-lembaran  ini’’  Lalu  ia  memamerkanya.  Di  antara  yang 
dipamerkan  itu  ada  gigi-gigi  onta  dengan  sedikit  luka.  Di  situ  tertulis 
bahwa  Rasulullah  bersabda, 


730.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6767)  dan  Muslim  (63)  dari  Sa'ad. 

731 . Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6768)  dan  Muslim  (62). 

732.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (1370)  dan  telah  disebutkan  di  muka. 


Menashabkan  Diri  Kepada  Selain  Bapaknya  Sendiri  ►►  375 


s f s % * z s ' i s'  S s ' z , ? 

\ J li  j^iS  daliijl  »JJ  4_L«  «ij1  j;s  ' . \ 'j^r\  aSocjij  jU' 


--  --  ')*•  a,  ^ . f-''''  3 • f< 

3-b>“'  * L/'U>-U^''  Lo  J *i,U^  \L*  4-J_*3  4_J' ^31 


'Madinah  adalah  tanah  haram  yaitu  antara  'lir  dan  Tsuur.  Maka  barangsiapa 
berbuat  bid’ah  di  dalamnya,  atau  membantu  pembuat  bid'ah,  niscaya  laknat 
Allah,  malaikat,  dan  manusia  seluruhnya  (tertimpa)  atasnya.  Allah  tidak 
akan  menerima  amalannya  pada  hari  kiamat  kelak.  Dan  barangsiapa 
menjadikan  orang  lain  sebagai  tuan  (pemilik  budak)  selain  dari  tuannya, 
maka  ia  pun  akan  memperoleh  seperti  itu.  Jaminan  kaum  muslimin  itu  satu i"'33 

Abu  Dzar  i-P  berkata,  bahwa  ia  mendengar  Nabi  jfiy,  bersabda: 


S 0 . . / I X 0[  { ' ' x ^ .3  ■ S > « 3^.  X , > 3 

U>>  4J  La  ‘WkAJ  J jJffJ  ' ** 


«>  - - ^ t 3 # J|  , - ' , * 0 l'  ss  s S' 

hi\  di JdS""  « 4JJ1  »JtP  JLS  «i  .oOb  'y'or  \ Lco  v-*  • jLil  ■ I «_u J * 


^llp  jV>- 


Tidak  seorang  pun  yang  menasabkan  diri  kepada  selain  bapaknya  sedangkan 
ia  mengetahui  bahwa  orang  itu  bukan  bapaknya,  kecuali  dia  kafir.  Barang- 
siapa mengakui  sesuatu  yang  bukan  miliknya  bukanlah  golongan  kami  dan 
hendaknya  bersiap-siap  menempati  tempat  duduknya  dari  api  neraka. 
Barangsiapa  memanggil  seseorang  dengan  sebutan  kafir,  atau  berkata  'hai 
musuh  Allah',  sedangkan  orang  itu  tidak  demikian,  maka  perkataannya  itu 
akan  berbalik  menimpa  dirinya.  '4 

Marilah  kita  memohon  ampunan  kepada  Allah,  juga  kesejah-teraan 
dan  taufiq  untuk  semua  yang  dicintai  dan  diridlai-Nya.  Sesung-guhnya 
Dia  Maha  Memberi  lagi  Maha  Pemurah. 


733.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (1870).  (6755)  dan  Muslim  (1370). 

734.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6045).  Musim  (61 ) dan  ini  lafal  darinya  (Muslim). 

D:i>%a  Besar 


376 


Ddsa 


Besar 


BERDEBAT  DAN  BERSENGKETA 


Allah  ii;  berfirman: 


jJi 


Js.  -ulAj  ^ ^ J 

* 3,  * 3 f'  . s . ^ . 5 f f3 

J-Ajj  « Lj-i  -i — -AJ  3jY  ^3 


J ISI ^ ^Lua^Jl 


sL~iJl 


Dan  di  antara  manusia  ada  orang  yang  ucapannya  tentang  kehidupan  dunia 
menarik  hatimu,  dan  dipersaksikannya  kepada  Allah  (atas  kebenaran)  isi 
hatinya,  padahal  ia  adalah  penantang  yang  paling  keras.  Dan  apabila  ia 
berpaling  (dari  mukamu),  ia  berjalan  di  bumi  untuk  mengadakan  kerusakan 
padanya,  dan  merusak  tanaman-tanaman  dan  binatang  ternak,  dan  Allah 
tidak  menyukai  kebinasaan.  (Al-Baqarah:  204-205) 

Di  antara  perkataan  yang  tercela  itu  adalah  mira' , jidal,  dan 
khushumah. 

Hujjatul  Islam,  Imam  Ghazzaliv  r:A  berkata,  "Mira’  adalah  Anda 
menjatuhkan  ucapan  orang  lain  semata-mata  untuk  menghina  si 
pembicara  dan  menampakkan  kelebihan  Anda."  Beliau  juga  berkata, 
"Sedangkan  jidal  adalah  suatu  ungkapan  yang  berkaitan  dengan 
pembelaan  terhadap  pendapat  madzhab-madzhab."  "Adapun 
khushumah  adalah  sikap  keras  kepala  dalam  pembicaraan  guna 
mencapai  maksud,  baik  menyangkut  harta  atau  lainnya.  Adakalanya 
seseorang  memulai  khushumah  dan  adakalanya  pula  hanya  karena 
menyanggah,  sedangkan  mira’  hanya  ada  sebagai  sanggahan.",  kata 
beliau  pula.735 
735.  Lihat:  Al-lhya’  (3/261). 


Berdebat  dan  Bersengketa  ►►  377 


Imam  an-nawawiy  ifK  berkata,  "Ketahuilah  bahwa  jidal  (perde- 
batan) itu  kadangkala  benar  dan  kadang  pula  salah.  Allah  ir:  berfirman, 
“Dan  janganlah  kamu  berdebat  dengan  Ahli  Kitab,  melainkan  dengan  cara 
yang  paling  baik.”  (Al-'Ankabut:  46) 

Dan  debatlah  mereka  dengan  cara  yang  paling  baik.  (An-Nahl:  125) 

1 a sdd  vujl  Ajj'  oblc-  JoLsrtjb» 

Tidak  ada  yang  memperdebatkan  tentang  ayat-ayat  Allah,  kecuali  orang-or- 
ang yang  kafir.  (Al-Mukmin:  4) 

An-Nawawiy  melanjutkan,  "Apabila  perdebatan  itu  ditujukan 
untuk  mencari  atau  menetapkan  kebenaran,  maka  itu  adalah  terpuji; 
dan  jika  untuk  menolak  kebenaran  atau  berdebat  tanpa  landasan  ilmu, 
maka  itu  tercela.  Atas  dasar  inilah  turun  nash  yang  memerintahkan 
kebolehan  dan  celaan  terhadap  perdebatan  itu." 

Sebagian  ulama  berkata,  "Tidak  ada  sesuatu  yang  saya  lihat  lebih 
cepat  menghilangkan  agama  dan  mengurangi  harga  diri  serta 
menyibukkan  hati  selain  khushumah  (persengketaan)." 

Jika  dikatakan  'Kadangkala  manusia  itu  harus  bersengketa  untuk 
memperoleh  haknya.',  maka  jawabnva  adalah  seperti  yang  dikatakan 
oleh  al-Ghazzaliy  berikut  ini; 

"Ketahuilah  bahwa  celaan  yang  keras  itu  sebenarnya  ditujukan 
kepada  orang  yang  bersengketa  dengan  kebatilan  dan  tanpa  dasar  ilmu, 
seperti  seorang  pengacara,  ia  memulai  persengketaan  sebelum 
mengetahui  kebenaran  dan  di  pihak  mana  ia  berada,  maka  di  situlah  ia 
bersengketa  tanpa  ilmu. 

Dan  termasuk  persengketaan  yang  tercela  pula  adalah  orang  yang 
menuntut  haknya.  Sebab  ia  tidak  merasa  cukup  sebatas  keperluannya 
saja,  tetapi  ia  juga  menampakkan  kesengitan,  kedustaan,  dan  kata-kata 
yang  menyakitkan  kepada  lawan  bersengketanva.  Begitu  juga  orang  yang 
menambahkan  pada  persengketaan  kata-kata  yang  menyakitkan  padahal 
itu  tidak  diperlukan  dalam  mendapatkan  haknya.  Begitu  juga  orang  yang 
bersengketa  semata-mata  karena  permusuhan,  untuk  mengalahkan  dan 
menghancurkan  lawannya.  Ini  sangat  tercela. 

Adapun  orang  yang  teraniaya  yang  mengemukakan  argumen- 
tasinya sejalan  dengan  syara’  tanpa  disertai  dengan  kata-kata  sengit 

378  i D:Rsa  Besar 


dan  berlebihan,  dan  tanpa  bertujuan  untuk  menyakiti,  maka  itu  tidak 
haram.  Akan  tetapi  lebih  baik  dihindari,  jika  ada  jalan  lain.  Sebab 
menjaga  lisan  dalam  pertengkaran  pada  batas  yang  diizinkan  itu  sangat 
sulit.  Apalagi  pertengkaran  itu  biasanya  akan  membangkitkan  dan 
mengobarkan  kemarahan.  Jika  kemarahan  telah  bangkit  maka 
terlahirlah  kedengkian  di  antara  kedua  belah  pihak,  sehingga  masing- 
masing  akan  merasa 

jengkel  dengan  kegembiraannya.  Juga,  segala  macam  cara  akan  dicari 
untuk  memburuk-burukkan  lawannya.  Orang  yang  bertengkar  tidak 
akan  luput  dari  bencana;  setidaknya  hatinya  tidak  akan  bisa  tenang, 
sekalipun  dalam  shalat.  Pikirannya  selalu  mencari  jalan  untuk  dapat 
mengalahkan  lawannya,  sehingga  keadaannya  tidak  bisa  lurus  lagi.  Jadi 
penengkeran  persengkataan  itu  adalah  sumber  kejahatan.  Demikian 
pula  dengan  jidal  dan  mira’.  Maka  seyogyanyalah  seseorang  itu  tidak 
membuka  pintu  sengketa  kecuali  benar-benar  sangat  penting  dan  tidak 
adalah  jalan  lain  selainmu." 

At-Tirmidziy  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  Ibnu  Abbas  diA 
katanya, 'Rasulullah  m?:  bersabda: 

d— -3  b*-*  JljJ  V J!  LJi  dw  ciA 

Cukuplah  sebagai  suat  u dosa  bagimu  apabila  engkau  selalu  bersengketa .7;,n 

:Ali  .iR  berkata,  "Sesungguhnya  persengketaan  itu  mengandung 
bahaya. " 


PASAL 


Dari  Abu  Hurairah  berkata,  “Rasulullah  bersabda  £§ , 
‘Barangsiapa  berdebat  disertai  pertengkaran  tanpa  (didasari)  ilmu,  tidak  akan 
hilang  kemarahan  itu  sampai  berpisah’.” 


Abu  Umamah 
-^3  bunyinya: 

i A,  O >. 


menyampaikan  sebuah  hadits  dari  Rasulullah 


1 1 iJ  4'  <U^P  ^ L3  jJu  > J L-b  L» 

3 oj  L* ) 4j  ^ ^ 3 -l_A  «>  * aJ_P 


vi  di.1 


736.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  i 1 994).  Ath-Thabram  ( 11032)  dan  Al-Baihaqi  (8432)  dalam  Asy-Syu'ab dari 
Ibnu  Abbas,  dan  ia  dha’if.  Lihat:  Dha  if  At-Jami’ (41 91). 

737.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Asb-Sbam(hu(153)dan  juga  dalam  Al-Ghibah{  14),  Al-Ashbahani 
dalam  At-Targhib(974).  Al-Uqaili  dalam  Adh-Dhau‘afa' . Hadits  ini  tercatatdalam  Dha'ifAI-Jami' (5551 ). 


Berdebat  dan  Bersengketa  ►►379 


Suatu  kaum  tidak  akan  tersesat  sesudah  mendapat  petunjuk  kecuali  apabila 
mereka  melakukan  perdebatan. Kemudian  beliau  membaca  ayat  (Mereka  tidak 
memberikan  perumpamaan  itu  kepadamu  melainkan  dengan  maksud 
membantah  saja)  (Az-Zukhruf:  58)738 

Nabi  j^g  bersabda, "Yang  paling  aku  takuti  atas  kamu  adalah 
ketergelinciran  lidah  orang  alim  dan  perbantahan  orang-orang  munafik  dalam 
perkara  al-Qur'an  dan  dunia,  yang  akan  menyebabkan  kalian  saling 
memenggal  leher." 

Demikian  pula  diriwayatkan  dari  Ibnu  'Umar. 

Nabi  gjg  bersabda  juga, 

3 > >0  f 0 

"Mira’  (berbantah-bantahan)  tentang  al-Qur'an  itu  perbuatan  kufur."740 

Pasal 

Berbicara  dengan  perkataan  yang  terlalu  dibuat-buat  fasih  atau 
bersajak  dengan  cara  yang  dibuat-buat  seperti  yang  biasa  dilakukan 
oleh  orang-orang  yang  sok  fasih,  semua  ini  adalah  perbuatan  tercela 
dan  hukumnya  makruh.  Selayaknya  seseorang  itu  berbicara  dengan 
kata-kata  yang  jelas,  mudah  dipahami,  dan  tidak  terlalu  memaksakan 
diri. 

Imam  Tirmidziv  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  'Abdullah  bin 
Amru  bin  Ash  urS*  bahwa  Rasulullah  ^g  bersabda: 

s > s.  ^ f i > ^ -o  s.  * 

5 jjid. )l  LL>eJU  L w Jl  dji  ji 

Sesungguhnya  Atlah  membenci  orang  yang  membuat-buat  fasih  bicaranya, 
yang  menggerak-gerakkan  lidahnya  seperti  sapi.  41 

At-Tirmidziv  berkata,  "Hadits  ini  hasan." 

Juga  sebuah  hadits  dari  Jabir  cik  , bahwa  Rasulullah  J^g  bersabda: 

738.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (5/552).  At-Tirmidzi  (3253).  Ibnu  Majah  (48).  Al-Hakim  (2/447),  Ibnu  Jarir  (25/ 
88),  Ath-Thabrani  (8076)  dan  di-basan-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami’ (5633). 

739.  Diriwayatkan  oleh  Al-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (1 0311 .10313)  dan  Al-Ashbahani  dalam  At-Targhib  (977)  dari 
Ibnu  Umar  dan  isnadnya  dhaif. 

740.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/286.300).  Abu  Dawud  (4603)  dan  Al-Hakim  (2/223)  dari  Abu  Hurairah  dan  ia 
shahih.  Lihat:  Shahih  At-Jami (6687). 

741 . Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/1 65,1 87).  Abu  Dawud  (5005),  At-Tirmidzi  (2853)  dan  Ibnu  Abi  Dunya  dalam 
Al-Ghibah{9)  dan  juga  dalam  Ash-Shamthu(U9).  Dan  di-sbab/b-kan  oleh  Asy-Syaikh  Al-Albani. 

380 1 D:b%a  Besar 


f s Z s * 'S  t s 3 


or"  Jl  r-O-1  , 

> 4J  ^~A  ^ -C*J  1 J 

* u • jIj  yd 1 LwqJ_p  Sk  <u_!i 


Sesungguhnya  orang  yang  paling  aku  cintai  di  antara  kalian  dan  yang  paling 
dekat  tempat  duduknya  denganku  pada  hari  kiamat  nanti  adalah  orang  yang 
paling  baik  akhlaqnya.  Dan  sesungguhnya  orang  yang  paling  aku  benci  dan 
yang  paling  jauh  tempat  duduknya  dariku  pada  hari  kiamat  kelak  adalah 
orang  yang  banyak  cakap  ( omong  kosong),  orang  yang  suka  berbicara  dengan 
difasih-fasihkan,  dan  mutafaihiqun.  Para  sahabat  bertanya,  "Wahai  Rasulullah, 
kami  sudah  mengerti  orang  yang  banyak  cakap  (omong  kosong)  dan  orang 
yang  suka  berbicara  dengan  difasih-fasihkan.  Lalu  siapakah  mutafaihiqun  itu?" 
Beliau  menjawab,  "Yaitu  orang-orang  yang  sombong." 

At-Tirmidziy  berkata,  "Ini  hadits  hasan."'42 

Ketahuilah  bahwa  memperindah  kata  di  dalam  khutbah  atau 
nasehat-nasehat  tidak  termasuk  dalam  celaan  di  atas,  apabila  tidak 
terlalu  berlebih-lebihan  dan  menggunakan  kata-kata  yang  jarang  dipakai 
orang-orang  pada  umumnya.  Yang  demikian  ini  karena  tujuan  dari 
khutbah  adalah  membangkitkan  hati  supaya  taat  kepada  Allah  K dan 
dengan  menggunakan  kalimat-kalimat  vang  baik  dan  indah  maka  akan 
dihasilkan  pengaruh  vang  besar. 

Wallaahu  alam. 


742.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (2018).  Al-Khathib  dalam  Tarikhnya  (4/63)  dan  di-hasan-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Ash-Shahih  (2201 ) dan  juga  dalam  Ash-Shahihah  (791 ). 


Berdebat  dan  Bersengketa  ►►  381 


D" Besar  C 3l 

MENAHAN  KELEBIHAN  AIR 
DARI  ORANG  YANG 
MEMERLUKANNYA 


Allah  berfirman: 

; > i,  >>-,  , ,»  £ • » /o' " £ ° ’ 

t Loj  m L'  * 5 \ o - a L))  n 

Katakanlah, "Terangkanlah  kepadaku  jika  sumber  air  kamu  menjadi  kering ; 
maka  siapakah  yang  akan  mendatangkan  air  yang  mengalir  bagimu?".  (A1- 
Mulk  : 30) 

Nabi  bersabda: 

bLxj'  ‘‘-l  I aJlU-o-d  C '-a- ''  AA  I \ 


Janganlah  kamu  menahan  kelebihan  air  yang  itu  berarti  kamu  mencegah 
tumbuhnya  tumbuh-tumbuhan.  L< 


Beliau  bersabda: 


A 1 ■ d ’l  » 4J  e'.  .U/  A'  djJS'  \./>i  * 4jL> 


Ui 


Barangsiapa  menahan  kelebihan  air  dan  makanannya  niscaya  Allah  akan 
menahan  anugerah-Nya  darinya  pada  hari  kiamat  kelak.744 

Dalam  hadits  vang  lain  Rasulullah  va  bersabda,  "Tiga  golongan 
yang  tidak  akan  diajak  bicara  oleh  Allah  pada  hari  kiamat,  tidak  akan  dilihat, 
tidak  akan  disucikan  dan  disediakan  bagi  mereka  adzab  yang  pedih;  seseorang 
dengan  kelebihan  air  di  suatu  jalan  ia  menahannya  dari  seorang  musafir, 
seseorang  yang  membabat  pemimpin  hanya  karena  harta  dunia,  jika  ia  diberi 
ia  memenuhi  bai'atnya  namun  jika  tidak  ia  pun  tidak  memenuhinya,  dan 

743.  Diriwayatkan  oleh  Al-Buknari  (2353;  dan  Muslim  (1566)  dari  Abu  Hurairah. 

744.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (2/1 79.221 ) dari  Abdullah  bin  Amr,  dan  di-s/iah/b-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam 
Ash-Shahihah(U22}. 


Menahan  Kelebihan  Air  dari  Oranq  yang  Memerlukannya  ►►  383 


seseorang  yang  menawarkan  barang  dagangannya  selepas  'Ashar  lalu  ia 
bersumpah  dengan  menyebut  nama  Allah  bahwa  ia  telah  membelinya  dengan 
harga  sekian  dan  pembeli  itu  membelinya."  (HR.  Bukhari  dan  Muslim.) 

Imam  Bukhari  menambahkan,  "..dan  seseorang  yang  menahan 
kelebihan  airnya,  sehingga  Allah  berfirman,  'Hari  ini  Aku  menahan  anuge- 
rah-Ku  sebagaimana  kamu  dulu  menahan  kelebihan  barang  yang  bukan 
merupakan  hasil  kerjamu Z'"'45 


745.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (2358).  Muslim  (108)  dari  Abu  Hurairah  dan  tambahan  lafazh  di  atas  dari  i 
Bukhari  dari  Abu  Hurairah  juga  (2369). 

384 1 D~D%aBesar 


" bA.„  62 

MENGURANGI  TIMBANGAN  DAN 
UKURAN 


Allah  isi  berfirman: 


0 f f 

j J 


-ll'i  ^ip  'jJllSfi  ii'  i a b <JJ 


Kecelakaan  besarlah  bagi  orang-orang  yang  curang,  (yaitu)  orang-orang  yang 
apabila  menerima  takaran  dari  orang  lain  mereka  minta  dipenuhi,  dan  apabila 
mereka  menakar  atau  menimbang  untuk  orang  lain,  mereka  mengurangi. 
(Al-Muthaffifin:  1-3) 

As-Suddiy  menceritakan,  ketika  Rasulullah  sampai  di  Madinah, 
di  sana  ada  seorang  laki-laki  yang  biasa  dipanggil  Abu  Juhainah.  Ia 
memiliki  dua  takaran.  Ia  menjual  dagangannya  dengan  satu  takaran 
dan  membeli  barang  dengan  takaran  yang  satunya.  Kemudian  Allah 
menurunkan  ayat  ini."1" 

Abdullah  bin  'Abbas  berkata,  "Rasulullah  bersabda,  'Lima  dengan 
lima.'  Mereka  bertanya,  'Wahai  Rasulullah,  apakah  lima  dengan  lima  itu?' 
Beliau  menjawab,  'Tidaklah  suatu  kaum  itu  membatalkan  kesepakatan  (secara 
tidak  jujur)  kecuali  Allah  akan  menguasakan  atas  mereka  musuh  mereka. 
Tidaklah  mereka  berhukum  dengan  selain  hukum  Allah  kecuali  kefakiran  akan 
meraja-lela  diantara  mereka.  Tidaklah  perbuatan  keji  (zina)  dilakukan  secara 
terang-terangan  diantara  mereka  kecuali  Allah  akan  menurunkan  penyakit 
tha'un  (kematian  di  mana-mana).  Tidaklah  mereka  mengurangi  takaran 
kecuali  tetumbuhan  tertahan  dan  paceklik  panjang  menjelang.  Dan  tidaklah 


746.  Ai-Wahidi  menyebutkannya  dalam  Asbabun  Nuzul(%9)  tanpa  isnad  dan  dinukil  oleh  Ibnul  Jauzi  dalam 
Zadul  Masir(9l52). 


Mengurangi  Timbangan  dan  Ukuran  ►►  385 


mereka  menolak  pembayaran  zakat  kecuali  hujan  pun  akan  tertahan  dan 
mereka.'”'4- 


J 


ibl. 


■JH 


Tidakkah  orang-orang  itu  yakin,  bahwa  sesungguhnya  mereka  akan 
dibangkitkan,  ( QS . al-Muthaffifin  : 4) 

Az-Zajaj  berkata,  "Maknanya,  jika  mereka  itu  yakin  bahwa  mereka 
akan  dibangkitkan  niscava  mereka  tidak  akan  mengurangi  takaran  atau 
timbangan." 


pada  suatu  hari  yang  besar,  (Ai-Muthaffifin:  5) 

Yakni  hari  kiamat. 

- 3 «r  f , * * 

wJUii  ^ > yA-l  ? 


(yaitu)  hari  (ketika)  manusia  berdiri  menghadap  Rabb  semesta  alam  (Al- 
Muthaffifin:  6) 

Yakni  bangkit  dari  kubur-kubur  mereka  untuk  menerima  perintah, 
pembalasan  dan  perhitungan  dari  Allah.  Mereka  berdiri  di  hadapan- 
Nya  untuk  menerima  Keputusan. 

Malik  bin  Dinar  berkata,  'Tetanggaku  mengunjungiku  padahal  ia 
sakit  menjelang  ajal.  Ia  berteriak-teriak,  'Dua  gungung  api!  Dua  gunung 
api!'  'Apa  maksudmu?',  tanyaku.  Ia  menjawab,  'Wahai  Abu  Yahya,  aku 
dulu  punya  dua  buah  takaran.  Aku  menjual  dengan  salah  satunya  dan 
membeli  dengan  yang  satunya  lagi.1  Lalu  aku  berdiri  memukulkan 
takaran  yang  satu  dengan  vang  lainnya  untuk  memecahkannya.  Or- 
ang itu  berkata,  'Wahai  Abu  Yahya,  setiap  kali  Anda  memukulkan 
takaran  yang  satu  dengan  yang  lainnya  setiap  kali  itu  pula  bertambah 
berat  sakit  saya.'  Kemudian  orang  itu  meninggal  dengan  sakitnya  itu." 

Muthaffif  adalah  orang  yang  mengurangi  takaran  dan  timba-ngan 
sedikit-sedikit,  ia  hampir  saja  tidak  mencuri  kecuali  sedikit  saja.  Namun 
begitu,  ia  tetap  termasuk  ke  dalam  pencurian,  pengkhianatan  dan 
memakan  barang  haram. 

Allah  mengancam  orang  vang  melakukannya  dengan  wail,  yaitu 
adzab  yang  berat.  Ada  pendapat  yang  mengatakan  bahwa  wail  adalah 

747.  Takhrij-n ya  telah  disebutkan  di  muka. 

386 1 ,'j1, n Besar 


lembah  di  neraka  Jahannam,  seandainya  gunung-gunung  dunia 
dimasukkan  ke  dalamnya  niscaya  akan  luluh-lantak  karena  panasnya. 

Sebagian  salaf  berkata,  "Saya  bersaksi  atas  setiap  penakar  dan 
penimbang  bahwa  ia  akan  masuk  neraka,  karena  mereka  hampir-hampir 
tidak  dapat  selamat  dari  berbuat  curang,  kecuali  orang-orang  yang 
dipelihara  oleh  Allah." 

Sebagian  lagi  berkata,  "Aku  mengunjungi  seseorang  yang  sakit 
dan  kelihatan  sekarat.  Aku  mentalqinkan  kalimat  syahadat,  tetapi  dia 
tidak  bisa  mengucapkannya.  Ketika  ia  siuman  sejenak  kutanyakan 
kepadanya,  'Wahai  saudaraku,  mengapa  ketika  aku  mentalqinmu 
dengan  kalimat  syahadat,  kamu  tidak  dapat  mengucapkannya?'  Ia 
menjawab,  'Wahai  saudaraku,  neraca  timbangan  ada  pada  lidahku, 
menghalangiku  dari  mengucapkannya.'  Aku  kembali  bertanya,  'Demi 
Allah,  apakah  kamu  pernah  mengurangi  timbangan?'  ia  menjawab, 
'Demi  Allah,  tidak!  Hanyasaja  aku  tidak  pernah  melu-angkan  waktu 
untuk  menguji  kebenaran  timbanganku.'" 

Ini  adalah  keadaan  orang  vang  tidak  menguji  kebenaran  timba- 
ngannya. Lalu  bagaimana  dengan  orang  vang  memang  sengaja 
mengurangi  timbangannya?! 

Nafi'  bercerita,  "Suatu  ketika  Abdullah  bin  Umar  melewati  seorang 
pedagang.  Ia  berkata,  'Bertakwalah  kepada  Allah,  penuhilah  takaran 
dan  timbangan!  Sesungguhnva  orang-orang  yang  suka  mengurangi 
takaran  atau  timbangan  itu  akan  diberdirikan  (di  mahsyar,  pent.)  sampai 
keringat  mereka  menutupi  pertengahan  telinga.  Begitu  pula  pedagang 
vang  mengurangi  ukuran  kala  menjuai  dan  memanjangkan  ukuran 
ketika  membeli."' 

Sebagian  salaf  berkata,  "Kecelakaanlah  bagi  orang  yang  menjual 
surga  seluas  langit  dan  bumi  dengan  satu  biji  yang  ia  kurangkan  dari 
takarannya.  Kecelakaan  pula  bagi  orang  yang  membeli  wail  dengan  satu 
biji  yang  diambilnya  dari  kelebihan." 

Kita  memohon  ampunan  dan  keselamatan  dari  bala’  dan  cobaan 
kepada  Allah.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi  lagi  Maha  Pemurah. 


Mengurangi  Timbangan  dan  Ukuran  ►►  387 


D#sa 


Sesar 


MERASA  AMAN  DARI  MAKAR 
ALLAH 


Allah  berfirman,  " Maka  tatkala  mereka  melupakan  peringatan  yang 
telah  diberikan  kepada  mereka,  Kamipun  membukakan  semua  pintu-pintu 
kesenangan  untuk  mereka;  sehingga  apabila  mereka  gembira  dengan  apa  yang 
telah  diberikan  kepada  mereka,  Kami  siksa  mereka  dengan  sekonyong-konyong, 
maka  ketika  itu  mereka  terdiam  berputus  asa.”  (QS.  al-An'am:  44) 

Hasan  al-Bashriy  berkata,  "Barangsiapa  diberi  kelapangan  oleh 
Allah  namun  ia  tidak  memandangnya  sebagai  makar-Nya,  sungguh  ia 
tidak  punya  pikiran.  Barangsiapa  diberi  kesempitan  oleh  Allah  namun 
ia  tidak  memandangnya  sebagai  makar-Nya,  sungguh  ia  tidak  punya 
pikiran,"  Lalu  Hasan  membaca  penggal  ayat: 


-i  1 


Sehingga  apabila  mereka  gembira  dengan  apa  yang  telah  diberikan  kepada 
mereka,  Kami  siksa  mereka  dengan  sekonyong-konyong,  maka  ketika  itu 
mereka  terdiam  berputus  asa. 

Ia  juga  berkata,  "Makar  terhadap  suatu  kaum  itu  -Demi  Rabb 
Ka'bah-  segala  keperluan  mereka  dipenuhi,  lalu  mereka  diadzab." 

'Uqbah  bin  'Amir  igfe  berkata,  Rasulullah  bersabda,  "Apabila 
engkau  melihat  Allah  memberikan  kepada  seseorang  apa  yang  ia  sukai,  padahal 
ia  tetap  dalam  kemaksiatannya,  maka  itu  adalah  istidraj  dari-Nya."  Lalu 
Rasulullah  membacakan  ayat  di  atas.748 


Al-Iblas  artinya  rasa  putus  asa  untuk  dapat  selamat  pada  saat 
datangnya  kehancuran. 

748.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/145),  Ad-Daufabi  ( Al-Kuna ) (1/111),  Ath-Thabrani  (1 7/330/91 3),  Al-Ausath 
(9272),  Ibnu  Abi  Dunya  dalam  Asy-Syukr( hal:9),  A!-Baihaqi  Asy-Syu'ab  (4540)  dan  d\-shahih-kan  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Ash-  Shahihah(  414). 


Merasa  Aman  dari  Makar  Allah  ►►  389 


Ibnu  'Abbas  berkata,  "Mereka  berputus  asa  terhadap  semua 
kebaikan." 

Az-Zajjaj  berkata,  "Al-Mublis  adalah  orang  yang  sangat  besar  rasa 
penyesalannya,  rasa  putus  asanya  dan  rasa  sedihnya." 

Dalam  sebuah  atsar  disebutkan,  ketika  Iblis  melakukan  pembang- 
kangan (tidak  mau  sujud  kepada  Adam)  -sedangkan  ia  termasuk  golongan 
malaikat  (pernyataan  ini  bertentangan  dengan  firman  Allah,  QS.  Al- 
Kahfi:50)~  Jibril  dan  Mikail  A-.-,  menangis.  Lalu  Allah  ur  bertanya 
kepada  keduanya,  "Mengapa  kalian  berdua  menangis?"  Mereka  menjawab, 
"Duhai  Rabb  kami,  kami  merasa  tidak  aman  dari  makar-Mu."  Maka 
Allah  is:  berfirman,  "Begitulah  seharusnya  kalian  berdua,  janganlah  merasa 
aman  dari  makar-Ku!"  44 

Adalah  Nabi  banyak  membaca  do'a: 

3 -M  a ^ 9 S } 

. * au  2 ps-  lu  . > dJii  l L 

Wahai  (Dzat)  yang  membolak-balikkan  hati,  teguhkanlah  hati  kami  di  atas 
dien-Mu. 


Seseorang  bertanya,  "Wahai  Rasulullah,  apakah  Anda  khawatir 
terhadap  kami?"  Beliau  menjawab: 


Sesungguhnya  hati  manusia  itu  berada  diantara  dua  jari  dari  jari-jari  ar- 
Rahman.  Dia  membolak-balikkarmya  sekehendak- Ny a .""50 


Dalam  sebuah  hadits  shahih  disebutkan: 


s'  f -i»  - s , ' , . ' 3 f _ ''  3 s c 

aILp  ju 9 Di  'i  j » ccy  j unj  L»  la'  Ujv  («Jui  (k-  JS  J’. 

> y . o £ ^ > 5 - > 5 

jLi'  pd  Dkkj  < jLSv. 

Sesungguhnya  ada  seseorang  yang  benar-benar  mengerjakan  amalan  ahli  surga 
sehingga  ketika  jarak  antara  dia  dan  surga  itu  tinggal  sehasta  -karena  tulisan 
telah  mendahuluinya-  ia  pun  mengerjakan  amalan  ahli  neraka  dan  masuk  ke 
dalamnya.  ‘ M 

Sahi  bin  Sa'ad  as-Sa’idiy  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda: 

749.  Sava  belum  menemukannya,  hanya  saja  tanda-tanda  palsunya  hadits  ini  sangat  jelas. 

750.  Diriwayatkan  oleh  At-Tirmidzi  (2140)  dan  Ibnu  Majah  (2834)  dari  Anas.  Dan  baginya  beberapa  hadits 
pendukung  yang  membuat  hadits  mi  meningkat  menjadi  Shahih. 

751.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7454)  dan  Muslim  (2643)  dari  Ibnu  Mas'ud. 

390 1 D:D%aBesar 


Sesungguhnya  ada  seseorang  yang  mengerjakan  amalan  ahli  neraka  tetapi 
akhirnya  ia  termasuk  ahli  surga  dan  ada  seseorang  yang  mengerjakan  amalan 
ahli  surga  tetapi  akhirnya  ia  termasuk  ahli  neraka.  Hanyasanya  amal-amal 
itu  tergantung  pada  penutupnya.  '2 

Allah  telah  mengkisahkan  dalam  Al-Qur’an  kisah  Bal’am, 
bahwasannya  dia  melepaskan  keimanan  setelah  mendapatkan  ilmu  dan 
mengetahui  hakekatnya.755  Sebagaimana  pula  kisah  Barshishan, 
seorang  'abid  (ahli  ibadah)  yang  mati  dalam  kekafiran.754 

Dikisahkan  bahwa  di  Mesir  ada  seorang  laki-laki  yang  bertugas 
menjadi  muadzin  sekaligus  imam  shalat.  Padanya  terpancar  cahaya 
ibadat  dan  ketaatan.  Pada  suatu  hari,  ia  naik  ke  menara  seperti  biasa- 
nya untuk  mengumandangkan  adzan.  Di  bawah  menara  itu  ada  sebu- 
ah rumah  milik  seorang  nasrani  dzimmiy.  Muadzin  itu  memandang  ke 
rumah  itu,  kelihatan  olehnya  putri  si  pemilik  rumah  yang  cantik  jelita, 
dan  ia  pun  tergoda.  Ia  tidak  jadi  mengumandangkan  adzan  tetapi  malah 
turun  menemui  gadis  itu.  Si  gadis  bertanya,  "Anda  siapa  dan  mau  apa?" 
Orang  itu  menjawab,  "Aku  menginginkan  dirimu."  Gadis  itu  berkata, 
"Saya  tidak  mau  melakukannya  secara  tidak  sah."  Orang  itu  menjawab, 
"Aku  akan  menikahirnu."  Gadis  itu  berkata  lagi,  Anda  seorang  muslim, 
dan  ayahku  tentu  tidak  akan  menikahkanku  dengan  Anda."  Orang  itu 
berkata,  "Aku  akan  masuk  nasrani.”  Gadis  itu  berkata,  "Kalau  begitu 
saya  mau."  Selanjutnya  laki-laki  itu  murtad,  beragaman  nasrani  lalu 
menikah  dengan  gadis  itu  dan  tinggal  bersamanya  di  dalam  satu  rumah. 
Di  tengah  hari  pasca  pernikahan  laki-laki  itu  naik  ke  atap  rumah,  tiba- 
tiba  terjatuh  dan  mati.  Isiam  telah  dilepaskannya,  dan  ia  pun  belum 
sempat  menikmati  hidup  bersama  gadis  pujaannya.755 

Mari  kita  memohon  perlindungan  kepada  Allah  dari  makar-Nya 
dan  juga  su’ul  khatimah. 

Salim  bin  Abdullah  berkata,  "Di  dalam  sumpahnya  Rasulullah 
sering  mengucapkan: 


“52  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (6607 1 dan  Muslim  (112) 

~52.  Ath-Thabari  menyebutkannya  dalam  Tarikhnya  (1/258),  riwayat  ini  tidak  Shahih. 

'54.  Perikasa  kembali  kisah  ahli  ibadah  ini  dalam  Talbis  Iblis  dengan  berbagai  jalur  periwayatannya. 
'55.  Kisah  ini  disebutkan  oleh  Ibnul  Jauzi  dalam  Dzammul Hawa  (hal:  348). 


Merasa  Aman  dari  Makar  Allah  ►►391 


JLa]1  ,_~UL»  t *)j 


Tidak,  demi  (Dzat)  yang  membolak-belikkan  hati. 

Maksud  kata  membolak-balikkan  hati'  adalah  merubah  suasananya 
lebih  cepat  dari  pada  berhembusnya  angin  dari  menerima  menjadi 
menolak,  dari  mengingini  menjadi  membenci,  dan  sebagainya. 


Dalam  al-Qur’an  disebutkan,  “Dan  ketahuilah  bahwa  sesungguhnya 
Allah  mendinding  antara  manusia  dan  hatinya.”  (Al-Anfal:  24) 

Mujahid  berkata,  "Maksudnya  adalah  bahwa  Allah  mendinding 
antara  seseorang  dengan  akalnya,  sehingga  ia  tidak  mengetahui  apa 
yang  akan  dilakukan  oleh  ujung  jemarinya." 


Sesungguhnya  pada  yang  demikian  itu  benar-benar  terdapat  peringatan  bagi 
orang-orang  yang  mempunyai  akal.  (Qaf:  37) 

Ath-Thabariy  berkata,  "Ayat  itu  merupakan  pemberitahuan  dari 
Allah  bahwa  Dia  lebih  memiliki  kalbu  hamba-hamba-Nya  dari  pada 
mereka  sendiri.  Dia  juga  berkuasa  mendiding  antara  mereka  dan  kalbu- 
kalbu  mereka,  jika  Dia  menghendaki,  sehingga  manusia  tidak  akan 
memahami  sesuatu  pun  kecuali  apa  yang  dikehendaki  Allah  3^ 

’Aisyah  ^ berkata,  "Rasulullah  yA)  sering  mengucapkan  kalimat 


Jjuplb  Js- 


o **  9 

• J 


U 


Wahai  (Dzat)  yang  membolak-balikkan  hati,  kukuhkanlah  hatiku  untuk  taat 
kepada-Mu. 


Maka  aku  bertanya,  'Wahai  Rasulullah,  Anda  sering  sekali  berdoa 
dengan  do'a  ini,  apakah  Anda  merasa  takut?'  Beliau  menjawab,  'Wahai 
'Aisyah,  apa  yang  dapat  menanamkan  rasa  aman  dalam  diriku  sedangkan 
hati  semua  hamba  itu  berada  di  antara  dua  jari  dari  jari-jari  ar-Rahman, 
yang  Dia  membolak-balikkannya  sekehendak-Nya.  Jika  Dia  menghendaki 
untuk  membolak-balikkan  hati  seorang  hamba,  maka  Dia  membaliknya.'"7*7 


Nah,  jika  hidayah  sudah  dimengerti,  istiqamah  tergantung  kepada 
kehendak-Nya,  akibat  (dari  segala  sesuatu  itu)  tersembunyi,  keinginan 


756.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (7391 ).  Abu  Dawua  (3262)  dan  At-Tirmidzi  (1540). 

757.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (6/91 ).  Ibnu  Abi  Ashim  (224).  Abu  Ya'la  (4669),  Al-Ajurri  dalam  Asy-Syari'ah 
(217)  dan  di-s/iaMrkan  oleh  Asy-Syalkh  dengan  berbagai  riwayat  pendukungnya  dalam  Zhilal  Al-Jannah. 

392 1 d:d %aBesar 


tidak  bisa  dipaksakan,  maka  mestinya  kita  tidak  merasa  bangga  atas 
iman,  amal,  shalat,  shiyam,  dan  semua  amal  kebaikan  kita,  jika  itu 
semua  merupakan  usaha  kita.  Apalagi  sebenarnya  semua  ini 
merupakan  ciptaan  Rabb  dan  anugerah-Nva  yang  diberikan  kepada  kita. 
Jika  kita  membanggakannya  sesungguhnya  kita  membanggakan  sesuatu 
yang  bukan  milik  kita,  yang  kapan  saja  bisa  diambil  oleh  yang  punya. 
Semua  ini  mungkin  saja  dicabut  dari  kita  sehingga  hati  kita  kembali 
kosong  dari  kebaikan,  lebih  kosong  dari  perut  binatang  melata. 

Berapa  banyak  kebun  yang  di  waktu  sore  masih  rimbun  dengan 
dedaunan  yang  hijau  menawan,  keesokan  harinya  menjadi  kering  gersang 
dan  dedaunannya  berguguran  karena  ditiup  oleh  angin  topan.  Begitu  pulalah 
seorang  hamba,  sore  hari  ia  berada  dalam  ketaatan  kepada  Rabbnya,  hatinya 
dipenuhi  cahaya  iman,  namun  keesokan  harinya  ia  durhaka  kepada  Allah, 
sehingga  hatinya  menjadi  gelap  dan  berkarat.  Itu  semua  adalah  kekuasaan 
Dzat  yang  Maha  Perkasa  lagi  Maha  Agung. 

Wahai  anak  Adam,  pena  berjalan  terus  mencatat  amal-amalmu, 
sedangkan  kamu  lalai  dan  tidak  tahu.  Wahai  anak  Adam,  tinggalkan- 
lah nyanyian-nyanyian  dan  alat-alat  musik;  tinggalkanlah  rumah-rumah 
dan  tempat  tinggal,  tingalkanlah  persaingan  di  dunia  ini,  sehingga  kamu 
bisa  melihat  apa  yang  dilakukan  takdir  terhadapmu. 


Merasa  Aman  dari  Makar  Allah  ►►393 


BERPUTUS  ASA 
DARI  RAHMAT  ALLAH758 


64 


Allah  berfirman, 


J 1 > lil'  V'  r-  t! 

Jj  t, 


’r* 


'V  %\ 


Sesungguhnya  tiada  berputus  asa  dari  rahmat  Allah,  melainkan  kaum  yang 
kafir.  (Yusuffl  2]  :87) 


Allah  >-•,*  juga  berfirman 


' «isji  L«  Ujtj  '-44-''  J>*i  44' 

Dan  Dialah  Yang  menurunkan  hujan  sesudah  mereka  berputus  asa 

V - > 3 ^ s % s 4 s S f 

<6j'  v»  ' «b  ■ V Vg iJl  jjjJ'  uJ-LpL;  li 


Katakanlah:  “Hai  hamba-hamba-Ku  yang  melampaui  batas  terhadap  diri 
mereka  sendiri,  janganlah  kalian  berputus  asa  dari  rahmat  Allah.” 

Nabi  -grt,  bersabda 


^ y & / ^ / 

^ I U^>-  i 


Janganlah  sekali-kali  salah  seorang  di  antara  kalian  mati,  kecuali  dia 
berprasangka  baik  kepada  Allah A'9 


758.  Dosa  besar  ini  untuk  nomor  ini  tidak  tercantum  dalam  kitab  yang  6i-tahqiq.  Demikian  pula  di  dalam  banyak 
naskah  lainnya.  Dan  saya  mendapatkannya  dari  transkip  Dar  Ash-Shabuni  yang  ditahqiq  oleh  Abdul 
Muhsin  Qasim  Al-Bazzaz. 

759.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2877)  dari  Jabir. 


Berputus  Asa  dari  Rahmat  Allah  ►►395 


Duhai  Rabb  kami,  kalau  bukan  karena  cinta-Mu  untuk  memberi 
ampunan,  tentu  tidak  akan  Engkau  biarkan  orang  yang  berbuat  maksiat 
Dan  kalau  bukan  karena  ampunan-Mu  dan  kemurahan-Mu  tentu  tidak 
akan  ada  yang  tinggal  di  dalam  surga-Mu. 

Ya  Allah,  Engkau  maha  Pengampun  dan  mencintai  ampunan,  maka 
ampunilah  kami. 

Ya  Allah,  pandanglah  kami  dengan  pandangan  ridla,  dan  tetap- 
kanlah kami  di  dalam  barisan  orang-orang  yang  baik,  dan  selamat-kanlah 
kami  dari  barisan  orang-orang  yang  jahat. 

Ya  Allah,  wujudkanlah  harapan  dan  cita-cita  kami,  perbaikilah  amal- 
amal  kami  dalam  segala  keadaan.  Mudahkanlah  jalan-jalan  kami  dalam 
mencapai  keridlaan-Mu.  Bimbinglah  kami  kepada  kebajikan,  dan  berilah 
kami  kebaikan  di  dunia  dan  kebaikan  di  akhirat,  serta  jauhkanlah  kami 
dari  adzab  neraka. 

Nasehat 

Ar-Rabi’  berkata,  “Berkata  Imam  Syafi’i  «iife,  'Penyeru  memanggil 
dari  arah  Arasy,  “ Mana  si  fulan,  mana  si  fulan!”  Semua  orang  yang 
mendengar  suara  itu  akan  bergetarlah  seluruh  anggota  tubuhnya.  Lalu 
kepada  seseorang  Allahk  berfirman,  “Kamulah  yang  dicari,  majulah  untuk 
menghadap  kepada  Pencipta  langit  dan  bumi!’’  Seluruh  makhluk 
mengarahkan  pandangannya  ke  arah  Arasy,  orang  itu  diberdirikan  di 
hadapan  Allah  w . Kemudian  Allah  >•>  menurunkan  cahaya-Nya 
kepada  orang  itu,  menutupinva  dari  pandangan  seluruh  makhluk. 
Kemudian  Allah  berfirman,  “Wahai  hamba-Ku,  tidakkah  kamu  tahu  bahwa 
Aku  mengetahui  perbuatanmu  di  dunia?”  Orang  itu  menjawab,  “Benar, 
rabbku.’’  Allah  berfirman  pula,  “Wahai  hamba-Ku  tidakkah  kamu  pernah 
mendengar  bahwa  orang  yang  durhaka  kepada-Ku  akan  mendapat  hukuman 
dan  siksa  dari-Ku?”  Orang  itu  menjawab,  “Benar,  Rabbku.”  Allah 
berfirman  lagi,  “Tidakkah  engkau  pernah  mendengar  bahwa  orang  yang 
taat  kepada-Ku  akan  mendapatkan  balasan  dan  pahala  dari-Ku?”  Orang  itu 
menjawab,  “Benar,  Rabbku.”  Allah  berfirman  lagi,  “Wahai  hamba-Ku, 
kamu  telah  berbuat  durhaka  kepada-Ku?”  Orang  itu  menjawab,  “Duhai 
Rabbku,  memang  itulah  yang  terjadi.”  Allah  berfirman  pula,  “Wahai 
hamba-Ku,  bagaimana  persangkaanmu  hari  ini  terhadap-Ku?”  Orang  itu 
menjawab,  “Oh  Rabbku,  aku  mengharap  Engkau  memaafkan  dan 
mengampuniku.”  Allah  berfirman,  “Wahai  hamba-Ku,  apakah  kamu  yakin 
bahwa  Aku  akan  memaafkan  dan  mengampunimu?”  Orang  itu  menjawab, 

396 1 D:o%* Besar 


“Benar,  duh  Rabbku.  Karena  Engkau  menyaksikan  aku  berbuat  durhaka 
namun  Engkau  telah  merahasiakannya  dari  orang  lain.  ” Allah  berfirman 
pula,  “Aku  telah  memaafkanmu,  dan  mengampunimu,  serta  membenarkan 
persangkaanmu.  Ambillah  kitab  (catatan  amaljmu  dari  arah  kananmu,  apa 
yang  baik  di  dalamnya  telah  Aku  terima,  dan  apa  yang  buruk  telah  Aku 
ampuni,  karena  Aku  Maha  Pemberi  lagi  Maha  Pemurah." ,b0 


760.  Nasihat  ini  dalam  sebagian  naskah  dicantumkan  di  penghujung  nasihat  yang  lalu,  dan  sebagian  naskah 
lainnya  tidak  menyebutkannya  sama  sekali.  Dan  menurut  hemat  saya  letak  yang  sesuai  dari  nasihat  ini 
adalah  di  sini,  di  pembahasan  dosa  besar  di  atas,  wallahu  alam. 


Berputus  Asa  dari  Rahmat  Allah  ►►  397 


D.sa 


Besar 


MENINGGALKAN  SHALAT 
JAMAAH  LALU  MENGERJAKAN- 
NYA SENDIRIAN  TANPA  UDZUR 


Ibnu  Mas’ud  menyampaikan  sebuah  hadits,  bahwa  Rasulullah 
jAy,  telah  bersabda  berkenaan  dengan  orang-orang  yang  meninggalkan 
shalat  jamaah: 


dl'L 


■j  r' 


Aku  bermaksud  untuk  menyuruh  seseorang  mengimami  shalat  jamaah  ini 
(menggant ikanku)  lalu  aku  pergi  membakar  rumah-rumah  orang-orang  yang 
meninggalkan  shalat  jamaah.7'' 

Juga: 

*»  fo  .X  'I  - u 0 S , _ , . + ^ C - . J S'  I-'’  ■■  f ■*  ' ' t 

■ • ,_>  oSs-w  + 2 ) —LP  ^ a \ l_P 'i  ^ P ^ # ' ,-P  ' «-S ' ' , • * « « „.«J 

J - \ l V ■ v O W “V  -f  ^ \ X w •*-' 

•lUuJt 

Hendaklah  kaum-kaum  itu  berhenti  dari  perbuatan  meninggalkan  shalat 
jamaah,  atau  nanti  Allah  benar-benar  akan  mengunci  mati  hati  mereka, 
kemudian  mereka  akan  menjadi  orang-orang  yang  lalai.  01 

Beliau  juga  bersabda: 

a-  A - >'''  's,  o s 

^ip  <0d  Ljjj  L di y yy* 

Barangsiapa  meninggalkan  shalat  Jumat  tiga  kali  berturut-turut  karena 
761 . Takhrij-nya  telah  disebutkan  d:  muka. 

762  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (865).  An-Nasa'i  (3/88).  Ibnu  Majah  (794)  dan  Ad-Darimi  (1570)  dari  Abu 
Hurairah. 


Meninggalkan  Shalat  Jamaah  Lalu  ....  ►►  399 


meremehkannya,  niscaya  Allah  akan  mengunci  mati  pintu  hatinya.' 
Rasulullah  s®  bersabda: 


•xs- 


Barangsiapa  meninggalkan  shalat  Jumat  tanpa  halangan  dan  gangguan,  maka 
ia  dicatat  sebagai  seorang  munafik,  yang  tidak  akan  dihapus  atau  diganti.  bt 

Hafshah  berkata,  "Rasulullah  Jgg  bersabda: 


i e' 


A* 


4 


Pergi  menghadiri  shalat  Jumat  adalah  wajib  atas  setiap  orang  yang  sudah 
dewasa.  ^ 

Marilah  kita  memohon  taufia  kepada  Allah  untuk  semua  yang 
dicintai  dan  diridlai-Nya.  Sesungguhnya  Dia  Maha  Memberi  lagi  Maha 
Pemurah. 


763.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (3/424).  Abu  Dawud  (1052).  At-Tirmidzi  (500).  An-Nasa’i  dalam  kitab  Al-Junra- 
(5),  Ibnu  Majah  (1125).  Ad-Darimi  (1571).  Al-Hakim  (1/280)  dan  di-steh/Man  oleh  Asy-Syaikh  dala”- 
ShahihAl-Jami'(6U0}. 

764.  Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Hibbari  (258)  dan  Ibnu  Khuzaimah  (1857)  dari  Abu  Al-Ja'ad  Adh-Oh&r^ldaaa- 

sbab/b-kan  oleh  Asy-Syaikh  Al-Albani  dalam  Ta1iqnya  atas  Ibnu  Khuza!mah. 

765.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (342).  An-Nasa'i  dalam  Al-Jumshl 9)  dan  Al-Baihaqi  (3/187)  dari  Hafshan 
dan  di-sbah/h-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami'{ 3521 ). 

400 1 n~o  :.,Bcsar 


D 


s a 

Besar 


TERUS  MENERUS  MENINGGALKAN 
SHALAT  JUM'AT  DAN  SHALAT 
JAMAAH  TANPA  HALANGAN 


Allah  k-:  berfirman: 

i f * ,•  -*( 

J)  &JU2 


Pada  hari  betis  disingkapkan  dan  mereka  dipanggil  untuk  bersujud;  maka 
mereka  tidak  kuasa,  (dalam  keadaan)  pandangan  mereka  tunduk  ke  bawah, 
lagi  mereka  diliputi  kehinaan.  Dan  sesungguhnya  mereka  dahulu  (di  dunia) 
diseru  untuk  bersujud,  dan  mereka  dalam  keadaan  sejahtera.  (Al-Qalam: 
42-43) 

Ka'ab  al-Ahbar  berkata: 

3 s t £■  > Z,  f s 

l S'  ' ■ S'  j ^ bj  \ ^ I ^ l 0 Ujb  y A 

Ayat  ini  diturunkan  sehubungan  dengan  orang-orang  yang  meninggalkan 
shalat  jamaah." 

Sa'id  bin  Musayyib  berkata,  "Mereka  dahulu  mendengar  seruan 
hayya  ’alash  shalah  hayya  'alal  falak,  namun  mereka  tidak  memenuhi 
panggilan  itu,  padahal  keadaan  mereka  sehat  tak  kurang  suatu  apa.” 

Dalam  Shahih  Bukhariy  dan  Muslim  disebutkan  bahwa  Rasulullah 
. bersabda: 


Jb\i  3 


■ 3 f 


. > i,-  » > < - 


. , ^ -J  (S  f 

f t O ' O * f 0 ..  * . 3 0 ' 

j\  Jl  jy^JU  'yb  j aj:>  J 


* 


Terus  Menerus  Meninggalkan  Shalat  Jumat ....  ►►  40  I 


Demi  (Dzat)  yang  jiwaku  ada  di  tangan-Nya.  aku  benar-benar  telah  berniat 
untuk  menyuruh  mengumpulkan  kayu  bakar,  kemudian  menyuruh  orang 
menyerukan  adzan,  dan  menyuruh  seseorang  untuk  mengimami  shalat 
(menggantikanku)  kemudian  aku  pergi  kepada  orang-orang  yang  mening- 
galkan shalat  jamaah,  lalu  aku  bakar  rumah-rumah  mereka  dengan  api .7oh 

Dalam  Shahih  Muslim  ada  juga  sebuah  hadirs  dari  Abu  Hurairah 
afs  berbunyi: 


L57 


j jj-ZZJ 


L* 


r ub' 


's\ 


t 


jJSJ 


-13 


f t 


Aku  benar-benar  telah  berniat  menyuruh  para  pemuda  untuk  mengumpulkan 
seonggok  kayu  bakar,  kemudian  aku  datangi  orang-orang  yang  mengerjakan 
shalat  di  rumah-rumah  mereka  tanpa  sebab,  lalu  aku  bakar  rumah-rumah 
mereka  itu.7"1 


Ayat  dan  hadits-hadits  di  atas  berisi  ancaman  keras  terhadap 
orang  yang  meninggalkan  shalat  jamaah  tanpa  udzur. 

Abu  Davvud  meriwayatkan  sebuah  hadits  dari  Ibnu  Abbas 
bahwa  Rasulullah  ^ bersabda: 


g Jiy.  y J? f.  ju  . I L*  a ' i_  lu  i os-  ' Lb : • z*  5 i 


*-*»-~*'  ■ ^ 


^--0  jj'  Li.7 


Barangsiapa  mendengar  seman  adzan  dan  tidak  ada  suatu  halangan  pun  yang 
menghalanginya  dari  memenuhi  seruan  itu  -para  sahabat  bertanya,  " Apakah 
halangan  itu,  wahai  Rasulullah?"  Beliau  menjawab , "Takut  atau  sakit."-  maka 
shalat  yang  dikerjakannya  (tidak  di  masjid)  tidak  akan  diterima  Allah.76* 

Dari  Ibnu  Abbas  juga,  at-Tirmidziy  meriwayatkan  bahwa  ia  pernah 
ditanya  seseorang  tentang  seorang  laki-laki  yang  rajin  puasa  dan  bangun 
malam  (untuk  shalat  tahajjud)  tetapi  ia  tidak  mengerjakan  shalat  jamaah 
dan  shalat  Jum’at,  maka  ia  menjawab,  'jika  ia  mati,  maka  ia  akan  masuk 
neraka." 

Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  ada  seorang  laki-laki  buta 
datang  menemui  Rasulullah  igg,  lalu  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  saya 
tidak  mempunyai  penuntun  yang  menuntun  saya  ke  masjid,  apakah 

766.  Takhrij-nya  telah  disebutkan  di  muka. 

767.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (651 ). 

768.  dan  769. 7a/tfib/keduanya  telah  disebutkan  di  muka. 

d:d%*  Besar 


402 


saya  diizinkan  untuk  mengerjakan  shalat  di  rumah?'1  Beliau 
mengizinkan-nya.  Tetapi  ketika  orang  itu  berbalik  hendak  pulang,  beliau 
memanggil  kembali  seraya  bertanya,  " Apakah  kamu  mendengar  seruan 
adzan?"  Orang  itu  menjawab,  "Ya,  saya  mendengar."  Beliau  bersabda, 
"Kalau  begitu,  penuhilah!"  ' 

Dalam  riwayat  Abu  Dawud  disebutkan  bahwa  Ibnu  Ummi  Maktum 

datang  menemui  Nabi  vm , lalu  berkata,  "Wahai  Rasulullah,  di 
Madinah  ini  banyak  serangga  berbisa  dan  binatang  buasnya,  sedangkan 
saya  ini  seorang  yang  buta.  Apakah  saya  diizinkan  mengerjakan  shalat 
di  rumah?"  Nabi  menjawab,  "Apakah  kamu  mendengar  seruan  'hayya  'alash 
shalah  hayya  'alal  f alah’?"  Ibnu  Ummi  Maktum  menjawab,  "Ya,  saya 
mendengarnya."  Beliau  bersabda,  "Kalau  begitu,  jawablah,  datanglah  (ke 
masjid)!" 

Dalam  riwayat  lain  disebutkan  bahwa  Ibnu  Ummi  Maktum  berkata, 
"Wahai  Rasulullah,  saya  seorang  buta  dan  rumah  saya  jauh.  Meskipun 
saya  punya  orang  yang  menuntun  saya  tetapi  saya  tidak  cocok 
dengannya.  Apakah  saya  mendapatkan  keringanan?”  Beliau  menjawab, 
"Datang  dan  jawablah!" 

Di  dalam  kitab  al-Mustadrak,  Hakim  meriwayatkan  sebuah  hadits 
dengan  syarat  Bukhari-Muslim  dari  Ibnu  'Abbas  bahwa  Rasulullah 
^ bersabda,  "Barangsiapa  mendengar  suara  adzan  kemudian  tidak  ada 
halangan  yang  menghalanginya  untuk  mengikutinya,  maka  tidak  ada  shalat 
baginya  (kecuali  di  masjid)."  Para  sahabat  bertanya,  "Apakah  halangan 
itu,  wahai  Rasulullah?"  Beliau  menjawab,  "Takut  dan  sakit 

Nabi  juga  bersabda,  "Allah  melaknat  tiga  golongan  manusia; 
orang  yang  memimpin  suatu  kaum  sedangkan  kaum  itu  tidak  menyukainya, 
wanita  yang  tidur  sedangkan  suaminya  marah  kepadanya,  dan  orang  yang 
mendengar  seruan  'hayya  'alash-shalah  hayya  'alal  falah' , kemudian  ia  tidak 
memenuhinya  (shalat  berjamaah  di  masjid)/73 

Abu  Hurairah  uyk  berkata: 


■J*  > 


J*  ^ 


'r* 


O -U*  Lzslks  j o I ■ ~ ' / 'A  j Y 


Y 


770.  Diriwayatkan  oleh  Musiim  (653)  dan  telah  disebutkan  di  muka. 

~7' . 772. 773. 774, 775.  dan  776.  Takhrij keseluruhannya  telah  disebutkan  di  muka. 


Terus  Menerus  Meninggalkan  Shalat  Jumat ....  ►►  403 


"Lebih  baik  telinga  manusia  itu  dituangi  timah  panas  yang  mendidih  da ri 
pada  kalau  ia  mendengar  suara  'hayya  'alash-shalah  hayya  'alal  f alah'  lalu  u: 
tidak  memenuhinya  (shalat  berjamaah  di  masjid)"77 4 


'Ali  bin  Abu  Thalib  berkata: 


l_^’l 


jli 


" Tidak  ada  shalat  bagi  tetangga  masjid  kecuali  di  masjid."  beliau  ditanya. 
"Siapakah  tetangga  masjid  itu?"  Beliau  menjawab,  ‘Orang  yang  mendengar 
adzan." 


Beliau  juga  berkata,  "Barangsiapa  mendengar  seruan  adzan 
kemudian  ia  tidak  datang,  maka  shalatnya  tidak  akan  melewati  kepalanya 
(tidak  diterima),  kecuali  jika  ia  punya  udzur."777 

Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  Ibnu  Mas'ud  berkata: 


x ^ f ^ ^ ^ 3 - ^ 0 s * 9 % * ' ^ ' 3 * i ' > a.. 

O'1  <J — J2J'  a-C*  '_ip  A: ' ^JLL  jt  a y* 

' jJj  f f J>^  O* — 

3/  / J ^ 5 - — r»  d 0 * } & 

3 /,  , . 9 ^"9  s a ' 9 • 9'  ' * • 'f  \\  ' ' \'  * \'  s f'  ~ .»>0, 

< -li. y P • p od-^uuJ'i  l-L*  c>~2-:  Lo  j 

* % ''z"'  , 0 i ' + > ' 9 > ~ ' % 

pr  } 1 J f -G  j Jaj  j>  P J Lii.1 ' > j. ! U»  ^ j LjpP  C j \h 

* . + i , . . +'  9 1 > + ( , -•  9 ^ .y®  * 

f.  ^ Jsi  y 


f 3 e 0 

d , _Ui 


"Barangsiapa  yang  suka  menemui  Allah  esok  hari  (pada  hari  kiamat)  sebagai 
seorang  muslim,  hendaklah  ia  memelihara  shalat  yang  lima  waktu  ini  di  tempat 
di  mana  ia  diserukan  (di  masjid).  Sesungguhnya  Allah  telah  mensyari'atkan 
untuk  Nabi  kalian  'sunan  huda',  aturan-aturan  sebagai  petunjuk.  Dan  sungguh 
shalat  jamaah  itu  termasuk  'sunan  huda'.  Jika  seandainya  kalian  menunaikan 
shalat  di  rumah  seperti  yang  dikerjakan  oleh  orang  yang  meninggalkan  (shalat 
jamaah)  di  rumahnya  sungguh  kamu  telah  meninggalkan  sunnah  Nabi  kalian. 
Jika  kalian  sudah  meninggalkan  sunnah  Nabi  kalian,  niscaya  kalian  tersesat. 
Setahuku,  dahulu  tidak  ada  orang  yang  meninggalkan  shalat  jamaah  kecuali 
orang  munafik  yang  sudah  jelas  kemunafikannya  atau  orang  yang  sakit.  Dahulu 
ada  seseorang  yang  dibimbing  oleh  dua  orang  dan  diberdirikan  dalam  shaf. 
Demi  mendapatkan  keutamaan  dan  khawatir  pada  dosa 
meninggalkannya"77" 


404  °*Dcsa Besar 


Pasal 


Keutamaan  shalat  jamaah  itu  sangat  besar  seperti  yang  disebut- 
kan dalam  tafsir  firman  Allah.  “Dan  sesungguhnya  telah  Kami  tulis  di 
dalam  Zabur  sesudah  (sesudah  Kami  tulis  dalam)  Lauh  Mahfuzh,  bahwasanya 
bumi  ini  diwarisi  oleh  hamba-hamba- Ku  yang  shalih”  (Al-Anbiya’:  105) 

Mereka  itu  adalah  orang-orang  yang  mengerjakan  shalat  lima 
waktu  secara  berjamaah. 

Firman  Allah,  “Dan  Kami  menuliskan  apa  yang  telah  mereka  kerjakan 
dan  bekas-bekas  yang  mereka  tinggalkan.”  (Yasin  : 12) 

Maksud  dari  'bekas-bekas  yang  mereka  tinggalkan'  adalah  langkah- 
langkah  mereka. 

Rasulullah  bersabda: 


Ajjl 


l/HV  J* 


4!'  O 


J.  1/ 


Barangsiapa  bersuci  di  rumahnya,  kemudian  berjalan  menuju  ke  salah  satu 
rumah  dari  rumah-rumah  Allah  (masjid)  untuk  menunaikan  salah  satu  fardlu 
dari  fardlu-fardlu  shalat  yang  telah  diwajibkan  Allah,  maka  setiap  langkah 
yang  dilangkahkannya  akan  menghapuskan  satu  dosanya,  dan  langkah  yang 
lainnya  menaikkan  satu  derajat f ’ 


' o * s * % * t f > ' ' o * ' it  ' ' 

j jjjJj j ^Juaj  U J s-  J y lilj 

f • • » 5 i’  ' 9 , £ > “T..  '°4  i 55  * u, 

• \ 5 >J  L»  ^ ijl  4J 


Apabila  ia  selesai  shalat,  malaikat  akan  memohonkan  ampunan  baginya  selama 
ia  masih  berada  di  tempat  ia  shalatnya.  Malaikat  berkata,  "Ya  Allah,  ampunilah 
dia!  Ya  Allah,  rahmatilah  dia!".  Begitu  selama  ia  tidak  mengganggu  di  situ  dan 
tidak  berhadats.77S 

Rasulullah  bersabda, 


aIJI  J j b ^lj  1 jJli  4j  r - 


; < GliasU'  Aj  aJJ| 


\1a 


jj*  U' 


777.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (666)  dari  hadits  Abu  Hurairah. 

778.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (477.647)  dengan  lafal  "Shalaturrajuli  fil jama'ah."  Al-Hadits. 


Terus  Menerus  Meninggalkan  5halat  Jumat ....  ►►  405 


s 3 s , ^ : f o - --  --  o -•  o A s , 

Jjt;  a“>L^2Jl  jUijl  t [!izs*j't  a t ajlSsJoJl  ^1 s-  t, yjs ji\  f-  ll Mt  Jli 

_2>LT^jl  /^SvJjj  a^lA-vaiJ' 

"Maukah  kalian  aku  beritaku  suatu  amal  yang  dengannya  Allah  akan 
menghapuskan  dosa  dan  meninggikan  derajat?"  Para  sahabat  menjawab, 
"Tentu,  wahai  Rasulullah!"  Beliau  bersabda,  "Menyempurnakan  wudlu  sampai 
ke  tempat  yang  sulit,  memperbanyak  langkah  menuju  ke  masjid,  dan  menunggu 
shalat  berikutnya  seusai  mengerjakan  shalat.  Itulah  ribath  (berjaga  dalam 
jihad)!  Itulah  ribath!"779 


779.  Diriwayatkan  oleh  Malik  (1/176),  Muslim  (251),  An-Nasa’i  (1/89),  At-Tirmidzi  (51 .52)  dan  Ibnu  Khuzairan 
(2/277)  dari  AbuHurairah. 


D0.sa 

Besar 


MENDATANGKAN  KERUGIAN 
DALAM  WASIAT 


Aliah  sS  berfirman. 

S ^ s o s . 

> ' 0 ■ o eT-'  •"  > „ i 0 

ji  4^3 j -k*j  ^ 

Sesudah  dipenuhi  wasiat  yang  dibuat  olehnya  atau  atau  sesudah  dibayar 
hutangnya  dengan  tidak  memberi  mudharat  (kepada  ahli  waris).  (An-Nisa’: 
12) 

Yakni,  orang  yang  akan  meninggal  itu  memberi  wasiat  kepada  ahli 
warisnya  agar  melunasi  hutang  seseorang  dengan  tujuan 
mendatangkan  kerugian  kepada  ahli  waris.  Ini  dilarang  oleh  Allah.  Allah 
berfirman,  “(Allah  menetapkan  yang  demikian  itu  sebagai)  syari'at  yang 
benar-benar  dari  Allah.  Dan  Allah  Maha  Mengetahui  lagi  Maha  Penyantun.” 
(An-Nisa’:  12) 

Ibnu  'Abbas  berkata,  "Maksudnya  adalah  apa-apa  yang 
dihalalkan  Allah  dari  ketetapan-ketetapan-Nya  dalam  perkara  warisan." 

Barangsiapa  taat  kepada  Allah  dan  Rasul-Nya  (An-Nisa’:  13  dan  14) 

Yakni  dalam  masalah  warisan. 

Niscaya  Allah  memasukkannya  ke  dalam  surga  yang  mengalir  di  dalamnya 
sungai  sungai,  sedang  mereka  kekal  di  dalamnya;  dan  itulah  kemenangan 
yang  besar.  Dan  barangsiapa  yang  mendurhakai  Allah  dan  rasul-Nya  dan 
melanggar  ketentuan-ketentuan-Nya  (An-Nisa’:  13-14) 

Mujahid  berkata,  "Yakni  mendurhakai  dalam  masalah  warisan  •.  t- . 
sudah  ditetapkan  oleh  Allah." 

'Ikrimah  meriwayatkan  dari  Ibnu  Abbas  katanvi  - 
orang  yang  tidak  rela  dengan  pembagian  yang  sudah  ditetap  - m ‘ - * 
Allah  itu  dan  menentang  apa  yang  difirmankan-Nya." 

Mendatangkan  Kerugian  Dalam  Wasiat  ►►  ~ 


Al-Kalbiy  berkata,  "Maksudnya  adalah  orang  yang  mengingkari 
pembagian  Allah  dalam  perkara  warisan  itu." 

Niscaya  Allah  memasukkannya  ke  dalam  api  neraka  sedang  ia  kekal  di 
dalamnya;  dan  baginya  siksa  yang  menghinakan.  (An-Nisa’:  14) 

Abu  Hurairah  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
“Sesungguhnya  ada  seorang  laki-laki  atau  perempuan  yang  benar-benar 
berbuat  ketaatan  kepada  Allah  selama  enam  puluh  tahun,  kemudian  datang 
padanya  ajalnya,  lalu  keduanya  membuat  wasiat  yang  mendatangkan  mudlarat 
(bagi  ahli  warisnya),  maka  mereka  pun  wajib  masuk  neraka.” 


kemudian  Abu  Hurairah  membacakan  ayat: 


T'  . » ' « • 0 ?7'  ' ' 

\ jS*  y 1_£j  yi  4-w^3  J 


sesudah  dipenuhi  wasiat  yang  dibuat  olehnya  atau  atau  sesudah  dibayar 
hutangnya  dengan  tidak  memberi  mudharat  (kepada  ahli  waris).7*0 

Demikian  diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud. 

Dalam  riwayat  lain  Rasulullah  bersabda,  "Barangsiapa  membawa 
lari  warisan  seorang  ahli  waris,  maka  Allah  akan  memutuskan  warisannya 
dari  surga."78' 

Juga, 

* * * ' 0 L Z ' ^ * 

OjU  , yj  aJ®-  j>-  Iti  4JJ'  j; 


Sesungguhnya  Allah  telah  memberikan  hak  kepada  setiap  orang  yang  berhak, 
maka  tidak  ada  lagi  wasiat  untuk  ahli  waris.782 


780.  Diriwayatkan  oleh  Abu  Dawud  (2867)  dan  At-Tirmidzi  (2215)  dari  Abu  Hurairah  dan  di-d/ia'/f-kan  oleh  Asy- 
Syaikh  dalam  Dha‘ifAI-Jami'(t457). 

781 . Diriwayatkan  oleh  Ibnu  Majah  (2703)  dan  di-dha'/T-kanoleh  Asy-Syaikh  dalam  Dhalflbni  Majah  no  (590' 
dan  juga  dalam  Al-Misykah  (3078),  sedangkan  hadits  diriwayatkan  oleh  Anas. 

782.  Diriwayatkan  oleh  Abdur  Razzaq  (1 6308),  Ahmad  (5/267),  Abu  Dawud  (2853),  At-Tirmidzi  (665,2253),  Ibnu 
Majah  (2007,27 1 3),  Ath-Thabrani  (7615)  dan  Al-Baihaqi  (4/1 93)  dari  Abu  Umamah  dan  di-s/iah/Man  oleh 
Asy-Syaikh  dalam  Al-trwa  '(1 41 3,1 655)  dan  Shahihul  Jami' ( 1 788,1 789). 

D‘D?sa  Besar 


408 


D#sa 

Besar 


MAKAR  DAN  TIPU  DAYA 


Allah  i?:  berfirman: 

. ‘ 

Rencana  yang  jahat  itu  tidak  akan  menimpa  selain  kepada  ; : 

merencanakannya  sendiri.  (Faathir:  43) 

Nabi  bersabda: 

. • : 
i i • - 0 I 'S’  > 


Makar  dan  tipu  daya  itu  dalam  neraka.  83 
Beliau  juga  bersabda: 


jll<  Vj  v_- >■  4jJrl  V 


Penipu,  orang  yang  kikir,  dan  orang  yang  suka  mengungkit-ungkit  pemberian 
tidak  akan  masuk  surga.7*4 

Mengenai  orang-orang  munafik,  Allah  berfirman: 


»•*•*  - > ' 0. > , - 1 
jfi j Aill  J 

Mereka  (orang-orang  munafik)  menipu  Allah,  dan  Allah  akan  membalas 
tipuan  mereka.  (An-Nisa’:  142) 

Al-Wahidiy  berkata,  "Mereka  itu  (orang-orang  munafik)  akan 
diperlakukan  sebagaimana  yang  dilakukan  oleh  seorang  penipu  kepada 

783.  Shahih.  Riwayat  ini  datang  dari  Anas,  Qais  Bin  Sa’ad,  Abu  Hurairah,  Abdullah  Bin  Mas’ud,  Mujahid  dan 
Hasan,  lihat  fak/in/hadits  ini  dalam  Ash-  Shahihah  (1057). 

784.  Ta/tfin/-nyatelah  disebutkan  di  muka. 


Makar  dan  Tipu  Daya  ►►409 


korbannya.  Nanti  mereka  akan  diberi  cahaya  seperti  orang-orang  yang 
beriman,  lalu  ketika  mereka  berjalan  melewati  shirath,  cahaya  mereka 
pun  dipadamkan,  sehingga  tinggallah  mereka  dalam  kegelapan." 

Dalam  sebuah  hadits  disebutkan  bahwa  Rasulullah  bersabda: 


i - - , > ' > - > ' * ..  e t t i f o J » - C, t ' 

J j J J rr  w2j  i’  J 


klJjDj  yiJULfcl 


Penghuni  neraka  itu  ada  lima;  beliau  menyebut  salah  satunya  adalah  seorang 
laki-laki  yang  pagi  hari  atau  pun  sore  hari  selalu  menipumu  tentang  keluarga 
dan  hartamu ,785 


785.  Diriwayatkan  oleh  Muslim  (2865)  dari  lyadh  bin  Himar. 


o:Dasa  Besar 


410 


D$sa 

Besar 


MEMATA-MATAI  ORANG-ORANG 
ISLAM  DAN  MEMBEBERKAN 
RAHASIA  MEREKA 


Berkenaan  dengan  hal  tersebut  adalah  cerita  tentang  Hathib  bin 
Abu  Baltha'ah  yang  mana  Umar  ingin  membunuhnya.  Namun 
Rasulullah  %££,  mencegahnya  karena  Hathib  termasuk  salah  seorang 
sahabat  yang  ikut  perang  Badar.786 

Apabila  perbuatan  menjadi  mata-mata  ini  mengakibatkan  mele- 
mahnya kekuatan  Islam  dan  umat  Islam,  pembunuhan,  penawanan, 
dan  perampasan,  atau  salah  satu  dari  hal  tersebut  apapun  pelakunya 
termasuk  orang  yang  membuat  kerusakan  di  muka  bumi,  meng- 
hancurkan pertanian  dan  keturunan.  Maka  hukumannya  jelas  yaitu 
dibunuh  dan  dia  berhak  untuk  menuai  siksa. 

Kita  memohon  ampunan  kepada  Allah,  juga  kesejahteraan  batin. 

Dus,  semua  orang  yang  memiliki  perasaan  normal  pasti  mengerti 
bahwa  jika  namimah  saja  termasuk  dosa  besar  yang  diharamkan,  maka 
namimah  yang  diakibatkan  oleh  seorang  mata-mata  tentunya  lebih 
besar  dan  hebat. 

Kita  berlindung  kepada  Allah  dari  semua  itu  dan  memohon 
ampunan  kepada-Nya,  juga  kesejahteraan  batin.  Sesungguhnya  Dia 
Maha  Lembut,  Maha  Mengetahui,  Maha  Pemurah,  lagi  Maha  Mulia. 


786.  Kisahnya  diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3007)  dan  Muslim  (2494)  dari  hadits  Ali. 


Memata-matai  Orang-Orang  Islam  dan  Membeberkan  Rahasia  Mereka  ►►411 


DJsa 

Besar 


MENCELA  SALAH  SEORANG 
SAHABAT  NABI 


Imam  Bukhari  dan  Imam  Muslim  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah 
bersabda: 

. AiiT  lui  ifl  • J (_£.slp  Jli  <Jj'  j' 

"Sesungguhnya  Allah  berfirman,  1 Barangsiapa  memusuhi  salah  seorang  wali- 
Ku  maka  Aku  mengumumkan  perang  dengannya ,"78" 

Keduanya  juga  meriwayatkan  bahwa  beliau  bersabda: 


Y - y-  . Y ' f “ f h ' -f'  t o f , h , ' . f.  i ) ; j 

li>  wb>- i j > jj  aJ-a  ^ j ' y j 

t'  y''  o y * Z t ' i'  0 Z y . *y  ' t £ 

a h'  » -L*  ii  o'  L*  L-*-2  -'j»-' 


"Janganlah  kalian  mencela  para  sahabatku!  Demi  Yang  jiwaku  ada  di  tangan- 
Nya,  jika  pun  ada  di  antara  kalian  yang  menginfakkan  emas  sebesar  bukit 
Uhud,  sungguh  nilainya  tidak  sampai  satu  'mudd'  dari  (infak)  mereka,  bahkan 
tidak  pula  setengahnya ."78S 

Nabi  g|  juga  bersabda: 


\yA  fy  p:  h'  y I p a13'  4_U'  p 4-U'  1' 


' oe  o y 9 t $y  f 


r!i'  jr*.J  y“s  y* j o, . 

J ^ ^ ^ S y ^ ^ y y ^ y S y ^ y y 

oJo-U  j'  jiY  «j  -»11'  ts'A  -y»  • iii'  <ji'  Jii 


Allah...  Allah  ...  berkenaan  dengan  para  sahabatku!  Janganlah  kalian  men- 
~z~  ~3<hriJ nya  telah  disebutkan  di  muka. 

Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3673).  Muslim  (2541 ).  Ibnu  Majah  (161),  Ibnu  Hibban  (6994)  dan  Abu  Ya'la 
i1171)  dari  Abu  Sa’id. 


Mencela  Salah  Seorang  Sahabat  Nabi  ►►413 


jadikan  mereka  sebagai  sasaran  sepeninggalku.  Barangsiapa  mencintai  mere- 
ka, maka  dengan  segala  rasa  cintaku  aku  mencintainya.  Barangsiapa  mem- 
benci mereka,  maka  dengan  segala  kebencianku  aku  membencinya.  Barang- 
siapa menyakitinya  sesungguhnya  telah  menyakitiku.  Barangsiapa  menyaki- 
tiku berarti  telah  menyakiti  Allah.  Dan  barangsiapa  menyakiti  Allah,  hampir 
saja  Allah  mengambilnya  (mencabut  nyawanya).”7*9 

Hadits  di  atas  dan  beberapa  hadits  lain  yang  semisal  dengannya 
memberi  keterangan  tentang  orang  yang  menjadikan  mereka  sebagai 
sasaran  cela,  membuat  kedustaan  atas  mereka,  mencemoohkan  mereka, 
mengkafirkan  mereka,  dan  bersikap  lancang  terhadap  mereka 
sepeninggal  Rasulullah  sg. 

Kata-kata  Nabi  »yg  'Allah  ...  Allah  ...'  adalah  peringatan.  Seperti 
ucapan  seseorang  'Api  ...  api  ...'.  Maksudnya  'berhati-hatilah  terhadap 
api.  Kata-kata  Nabi  gg,  janganlah  kalian  menjadikan  mereka  sebagai  sasaran 
sepeninggalku'  maksudnya  janganlah  menjadikan  mereka  sebagai  sasaran 
untuk  dicela  dan  dicaci-maki.  Ini  seperti  ungkapan  'Ia  menjadikan  orang 
itu  sebagai  sasaran  untuk  dicela,  artinya  menjadikannya  sebagai  target 
untuk  dicela.  Kata-kata  Nabi  gg,  ‘Barangsiapa  mencintai  mereka,  maka 
dengan  segala  rasa  cintaku  aku  mencintainya.  Barangsiapa  membenci  mereka, 
maka  dengan  segala  kebencianku  aku  membencinya.'  adalah  untuk 
menunjukkan  keutamaan  mereka.  Mencintai  para  sahabat  haruslah 
karena  mereka  adalah  orang-orang  yang  telah  menemani  Rasulullah 
#g,  menolongnya,  beriman  kepadanya,  menghormatinya,  serta 
membelanya  dengan  nyawa  dan  harta.  Barangsiapa  mencintai  mereka 
pada  hakekatnya  mencintai  Nabi  sg  pula.  Maka  mencintai  para  sahabat 
Nabi  adalah  tanda  cinta  kepada  Nabi,  membenci  mereka  adalah  tanda 
benci  kepada  Nabi  gg.  Sebagaimana  telah  disebutkan  dalam  sebuah 
hadits  shahih, 


i j Lu2J  | 


'Mencintai  (sahabat)  Anshar  adalah  bagian  dari  iman  sedangkan  membenci 
mereka  adalah  bagian  dari  kemunafikan. '79° 

Semua  ini  dikarenakan  kesegeraan  mereka  dalam  menerima  Islam 
dan  mujahadah  (kesungguhan  dan  jihad)  mereka  memerangi  musuh- 
musuh  Allah  bersama  Rasulullah  gg  Termasuk  di  sini  mencintai  Ali 
0e> . Keterangan  tentang  keutamaan  para  sahabat  bisa  didapat  dari  kajian 

789.  Takhri} nya  telah  disebutkan  di  muka. 

790.  Diriwayatkan  oleh  Al-Bukhari  (3784)  dan  Muslim  (74)  dari  Anas,  Al-Bukhari  (3783)  dan  Muslim  (75)  dari  Al- 
Barra'. 

414 1 o:o%:iBesar 


terhadap  keadaan  mereka,  perjalanan  hidup  mereka,  dan  atsar  mereka 
yang  meliputi  kesegeraan  mereka  menuju  iman,  jihad  memerangi 
orang-orang  kafir,  penyebaran  dien,  penegakan  syiar-syiar  Islam, 
meninggikan  kalimat  Allah,  serta  pengajaran  perkara-perkara  yang 
diwajibkan  Allah  dan  sunnah  Nabi-Nya,  baik  pada  zaman  Nabi  dan 
juga  sepeninggal  beliau.  Jikalau  bukan  karena  mereka  tidak  akan  ada 
bagian  dari  perkara  dien  ini  yang  sampai  kepada  kita;  pokok-pokoknya 
dan  juga  cabang-cabangnya. 

Maka  barangsiapa  mencaci-maki  dan  atau  mencela  mereka 
sungguh  ia  telah  keluar  dari  dien  ini  dan  telah  pula  menyimpang  dari 
'millah'  orang-orang  Islam.  Sebab  cacian  atau  celaan  tidak  akan  lahir 
selain  dari  i'tiqad,  keyakinan  bahwa  mereka  bukanlah  orang  baik-baik, 
atau  dari  kedengkian  kepada  mereka  yang  terpendam,  atau 
pengingkaran  terhadap  pujian  yang  Allah  sebutkan  dalam  kitab-Nya 
dan  dinyatakan  oleh  Rasulullah  dalam  hadits-hadits  beliau.  Juga  hadits- 
hadits  tentang  keutamaan  mereka,  budi  pekerti  mereka,  dan  kecintaan 
mereka.  Mereka  adalah  'jalan'  terbaik  bagi  yang  ma'tsur  dan  yang 
manqul.  Mencela  'jalan'  berarti  mencela  'tujuan'.  Mencela  'pembawa’ 
berarti  mencela  'yang  dibawa’  bula.  Ini  semua  tampak  jelas  bagi  siapa 
saja  yang  mau  mengkajinya,  yang  terbebas  dari  kemu-nafikan, 
ke: indiqan,  dan  terbebas  pula  dari  ’ilhad’  terhadap  aqidah  yang  benar 
berkenaan  tentang  mereka.  Untuk  semua  ini  banyaknya  kabar  dan 
nadits  tentangnya  semestinya  cukup  untuk  dijadikan  sebagai  dasar. 
Seperti  sabda  Nabi  s^g,  "Sesungguhnya  Allah  memilihku  dan  memilihkan 
para  sahabat  untukku.  Allah  menjadikan  mereka  sebagai  'wazir'  menteri, 
anshar'  penolong,  dan  'ashhar'  menantu/  mertua.  Maka  barangsiapa  mencela 
mereka  niscaya  ia  akan  mendapatkan  laknat  Allah,  para  malaikat  dan  seluruh 
manusia.  Allah  tidak  akan  menerima  infaknya  dan  tidak  pula  tindak  adilnya 
pada  hari  kiamat  kelak."7-1 

Anas  bin  Malik  berkata,  "Beberapa  orang  dari  kalangan  sahabat 
Nabi  Rasulullah  mengadu,  'Sesungguhnya  kami  dicela.'  Maka 
Rasulullah  bersabda,  "Barangsiapa  mencela  sahabat-sahabatku  niscaya 
akan  mendapatkan  laknat  dari  Allah,  malaikat,  dan  manusia  seluruhnya."'92 

Sahabat  Anas  juga  meriwayatkan  bahwa  Rasulullah  bersabda, 
Sesungguhnya  Allah  memilihku  dan  memilih  para  sahabat  untukku.  Juga 
meniadikan  untukku  para  sahabat,  para  ikhwan,  dan  para  menantu/  mertua. 

~r  ‘ I ■ ayatkan  oleh  Ibnu  Abi  Ashim  (1 000) , Abu  Nu'aim  (2/11).  Al-Hakim  (3/632)  dan  di-c/ha  Tf-kan  oleh  Asy- 
3 . a -r  dalam  Dha'if  Al- Jami' (1536). 

~H  Z - .'.ayalkan  oleh  Ibnu  Adi  (5/212)  dan  Al-Khathib  dalam  Tarikh- nya  (14/241 ).  Dan  di-hasan-kan  oleh  Asy- 
3 . a •'  :a  am  ShahihAI-Jami'( 6285). 


Mencela  Salah  Seorang  Sahabat  Nabi  ►►415 


Nanti  akan  datang  suatu  kaum  sesudah  mereka  yang  mencela  dan  mencaci- 
maki  mereka.  Maka,  janganlah  kalian  makan-minum  bersama  mereka,  jangan 
menikah  dengan  mereka,  dan  jangan  pula  mengerjakan  shalat  bersama 
mereka."'9-'' 

Dari  Abdullah  bin  Mas'ud  igh  bahwa  Rasulullah  bersabda: 
"jika  sahabat-sahabatku  disebut-sebut  maka  tahanlah  diri  kalian  (dari 
mencelanya),  jika  perihal  bintang-bintang  disebut-sebut  maka  tahanlah  diri 
kalian  (dari  membicarakan  dan  mempercayainya) , dan  jika  perihal  takdir 
disebut-sebut  maka  tahanlah  diri  kalian . ”'94 

Para  ulama  menjelaskan  bahwa  yang  dimaksud  dengan  disebut- 
sebutnya  takdir  adalah  dicari-carinya  rahasia  takdir  sesuatu.  Adapun 
keadaan  'menahan  diri'  seperti  tersebut  di  atas,  maka  itu  adalah  per- 
tanda masih  adanya  iman  dan  ketundukan  kepada  perintah  Allah.  Begitu 
pun  dengan  bintang.  Barangsiapa  meyakini  bahwa  ia  memiliki  pengaruh 
di  luar  kehendak  Allah  telah  musyriklah  ia.  Juga  siapa  saja  yang  mencela 
sahabat-sahabat  Rasulullah  mencari-cari  kekurangan  dan  aib 
mereka,  sungguh  telah  menjadi  munafiklah  ia.  Kewajiban  bagi  seorang 
muslim  adalah  mencintai  Allah,  mencintai  Rasul-Nya,  mencintai  apa 
yang  beliau  bawa  serta,  mencintai  orang-orang  yang  melaksanakan 
perintahnya,  mencintai  orang-orang  yang  berpegang  kepada  petunjuk 
darinya  dan  beramal  dengan  sunnahnya,  mencintai  keluarganya,  para 
sahabatnya,  istri-istrinya,  anak-anaknya,  budak-budaknya,  para 
pembantunya,  mencintai  orang-orang  yang  mencintainya,  dan 
membenci  orang-orang  yang  menbencinya.  Yang  demikian  ini  karena 
tali  pengikat  iman  yang  paling  kuat  adalah  cinta  karena  Allah  dan  benci 
karena-Nya. 

Ayyub  as-Sukhtiyaniy  berkata,  "Barangsiapa  mencintai  Abu  Bakar 
berarti  telah  menegakkan  mercusuar  dien,  barangsiapa  mencintai  Umar 
ber-arti  telah  memperjelas  jalan,  barangsiapa  mencintai  'Utsman  berarti 
telah  berusaha  mencari  cahaya  Allah,  barangsiapa  mencintai  Ali  berarti 
telah  ber-pegang  teguh  kepada  tali  yang  kuat,  dan  barangsiapa 
mengucapkan  yang  baik-baik  tentang  para  sahabat  Rasulullah  berarti  telah 
terbebas  dari  kemunafikan." 

Keistimewaan  dan  keutamaan  para  sahabat  sungguh  terlalu 
banyak  untuk  disebutkan.  Yang  jelas  ulama  ahlus-sunnah  telah 

793.  Diriwayatkan  oieh  Al-Uqaili  (1/126)  dalam  biografi  Ahmad  bin  Imran  Al-Akhnas  dari  Anas,  dan  di-d/ia'/T-kan 
oleh  Asy-Syaikh  dalam  Dhalf  At-Jami’ ( 1537). 

794.  Hadits  Shahih.  Dari  Ibnu  Mas'ud,  Tsauban.  Ibnu  Umar,  Thawus.  dan  semuanya  dha'if,  namun  dengan 
berhimpunnya  berbagai  riwayat  ini  dapat  saling  menguatkan,  demikian  yang  dinyatakan  Syaikh  Al-Albani 
dalam  Ash-  Shahihah. 

416 1 Dluh*Besar 


bersepakat  bahwa  sahabat  yang  paling  utama  adalah  sepuiun  sanaoat 
yang  dijamin  oleh  Rasulullah  sg  sebagai  penghuni  surga.  Dari  yang 
sepuluh  itu  yang  paling  utama  adalah  Abu  Bakar,  lalu  Umar  bin 
Khaththab,  lalu  Utsman  bin  'Affan,  lalu  Ali  bin  Abu  Thalib,  semoga 
Allah  meridlai  mereka  semuanya.  Tidak  ada  seorangpun  yang 
meragukan  hal  ini  kecuali  seorang  ahli  bid'ah  dan  munafik  yang  busuk. 


Nabi  telah  menegaskan  dalam  sabdanya: 

^ J ^ 3 , ^ 3 ^ ^ ^ ^ ' 

I 4-l!  Ij  IgJLp  1 a P «Ajlj  • yA  ^ 1 J)  \ (,  1 

A g „ g , T,  - ' 

j b;  * 


" Berpegangteguhlah  kalian  semua  kepada  sunnahku  dan  surv:.:-. 
rasyidin  yang  selalu  mendapatkan  petunjuk  sesudahku.  Gigitlah  t".;:--.'.:.: 
dengan  gigi  geraham.  Dan  jauhilah  mengadakan  perkara-perkara  yang  baru 
(bid’ah)!"795 


Khulafa'ur  Rasyidin  yaitu;  Abu  Bakar,  Umar,  Utsman,  dan  Ali 


Berkenaan  dengan  Abu  Bakar  Allah  menurunkan  firmanNva: 


' s ' > ' o 

jl  SJtiUl  • 


Dan  janganlah  orang-orang  yang  mempunyai  kelebihan  dan  kelapangan  di 
antara  kamu  bersumpah  bahwa  mereka  (tidak)  akan  memberi  (bantuan) 
kepada  kaum  kerabat(nya),  dan  orang-orang  yang  miskin.  (An-Nur:  22) 

Sedang  dia  salah  seseorang  dari  dua  orang  ketika  keduanya  berada  dalam  gua 
(At-Taubah:  40) 

Kedua  ayat  di  atas  tidak  diperselisihkan  lagi  bahwa  keduanya  turun 
berkenaan  dengannya.  Rububiyyah  Allah  telah  menyaksikan 
persahabatannya  dengan  Rasul.  Allah  memberikan  kabar  gembira 
kepadanya  dengan  sakinah.  Dia  pun  menyebutnya  dengan  'salah  satu 
dari  dua  orang'.  Umar  bin  Khaththab  pernah  berkata,  "Siapa  yang  lebih 
utama  dibandingkan  dengan  salah  satu  dari  dua  orang  yang  mana 
ketiganya  adalah  Allah?" 

Allah  juga  berfirman,  “Dan  orang  yang  membawa  kebenaran  dan  yang 
membenarkannya,  mereka  itulah  orang-orang  yang  bertapwa." (QS.  az- 
Zumar:  33) 


795.  Diriwayatkan  oleh  Ahmad  (4/1 27),  Abu  Dawud  (4607).  At-Tirmidzi  (4676),  Ibnu  Majah  (42).  Ad-Darimi  (95), 
Ibnu  Hibban  (5),  Al-Hakim  (1/94),  Al-Khathib  dalam  Al-Kifayah  (hal.  5).  Ibnu  Abi  Ashim  (27.34).  Al-Ajurri 
(46)  dan  dt-shahih-kan  oleh  Asy-Syaikh  dalam  Shahih  Al-Jami’(2549). 


Mencela  Salah  Seorang  Sahabat  KUA  W - 


Ja'far  Shadiq  pernah  berujar,  'Tidak  ada  perselisihan  lagi  bahwa 
orang  yang  datang  dengan  membawa  kebenaran  adalah  Rasulullah 
sedangkan  yang  membenarkannya  adalah  Abu  Bakar  Masih  adakah 
keistimewaan  yang  melebihi  keistimewaannya  di  tengah-tengah  para 
sahabat?"  Semoga  Allah  meridlai  para  sahabat  semuanya. 


4i8  d~d%* Besar 


DOSA-DOSa 

TJT3C  * D 

-'V 

PENJABARAN  TUNTAS  70  DOSA  BESAR 
MENURUT  AL-QUR’AN  DAN  AS-SUNNAH 


RASULULLAH  telah  menjabarkan  secara  terperinci  akan  berbagai  dosa  yang  akan 
mencampakkan  manusia  ke  dalam  kebinasaan  yang  kekal.  Banyak  di  antara  ulama 
baik  salaf  maupun  khalaf  yang  mengumpulkan  hadits-hadits  tentang  dosa  besar 
agar  senantiasa  waspada  dan  berhati-hati,  tidak  terjerumus  dalam  murka  Allah  dan 
laknat-Nya  yang  mengerikan. 

Di  antara  kitab  yang  menjelaskan  tentang  dosa-dosa  besar  secara  detail  dan 
lengkap  adalah  apa  yang  ditulis  oleh  seorang  ulama  salaf,  Imam  A dz-Dzahabi. 
Kitab  beliau  yang  mengupas  dosa-dosa  besar  "Al-Kabair"  termasuk  di  antara  kitab 
yang  paling  banyak  mendapatkan  perhatian  para  ulama  di  dalam  mengambil 
rujukan. 

Kitab  "Al-Kabair"  merupakan  karya  beliau  yang  semula  beliau  tulis  khusus  bagi 
'pembaca  khusus'.  Di  dalam  kitab  ini  beliau  menampilkan  topik-topik  yang  menarik 
bagi  mereka  serta  memberi  manfaat  bagi  dien  dan  dunia  mereka.  Dengan  bahasa 
yang  mudah  dipahami,  Imam  Adz-Dzahabi  mampu  menjelas-kan  bagian-bagian 
yang  sulit,  yang  biasa  didapati  dalam  kitab-kitab  ilmiah  yang  membahas  topik 
khusus,  buah  karya  para  ulama  dan  para  pencari  ilmu. 

Ungkapan-ungkapan  beliau  dalam  kitab  ini  laksana  petuah  seorang  "Wa'idi 
Mursyid"  (pemberi  peringatan  nan  bijak)  yang  menceritakan  kemaslahatan 
manusia  dan  meluruskan  akidah  serta  perilaku  mereka.  Imam  Adz-Dzahabi 
memaparkan  semua  pembahasan  dengan  bahasa  yang  sederhana,  mudah 
dipahami,  jelas,  dan  menarik.  Beliau  menjauhi  hal-hal  yang  rumit,  samar  dan 
dibuat-buat.  Maka  jadilah  kitab  ini  berguna  bagi  para  khatib,  pemberi  peringatan, 
pemberi  petuah  bagi  orang-orang  yang  lalai  dan  bingung.  Serta  menjadi  teguran 
bagi  ahli  maksiat  dan  orang-orang  yang  menyimpang.  Selain  itu  ia  juga  menjadi 
penuntun  bagi  orang-orang  yang  memiliki  tekad  membaja  di  dalam  menempuh 
jalan  Allah,  jalan  al-haq,  jalan  kebenaran. 


Penerbit  Pustaka  Arafah 
Jl.  Semenromo  Gg.  Mawar  No.  9 
Ngruki  Cemani  Solo 

Telp.  (0271)  721618  Fax  (0271)  720426 
email : pustaka_aralah@eramuslim.com 

j 


\